Tag: busanya

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tidur Nggak Nyenyak Gegara Pegas Kasur Nyembul? Beginii Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah berbaring di kasur tapi rasanya seperti ada yang mengganjal? Bisa jadi ada pegas nyembul yang menusuk badan.

    Kondisi itu bisa bikin badan tidak nyaman dan sakit-sakitan. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya segera diatasi biar bisa tidur nyenyak.

    Dilansir dari Furnitureful, pegas pada kasur bisa terasa di permukaan. Hal itu terjadi setelah kasur sering digunakan, lalu berubah bentuk aslinya dan menjadi bengkok.


    Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengatasi Pegas Kasur yang Nyembul

    Inilah cara untuk mengatasi pegas kasur yang nyembul biar penghuni bisa berbaring dengan nyaman lagi.

    1. Pakai Pelapis Busa Tambahan

    Solusi untuk mengurangi dampak pegas nyembul adalah menggunakan lapisan busa tambahan di atas kasur. Cara ini bisa jadi opsi kalau belum ada budget untuk beli kasur baru.

    2. Ganti Kasur

    Kasur yang sudah berumur tentu akan rusak, termasuk pegasnya menjadi nyembul. Jika mulai merasakan pegas dan badan menjadi kurang nyaman, kemungkinan pegas sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki. Nah, itu bisa jadi pertanda sudah saatnya mengganti kasur dengan yang baru.

    3. Pilih Kasur Berlapis Busa Tebal

    Gunakan kasur berlapis busa tebal untuk mencegah mengalami pegas nyembul. Contoh jenis busanya antara lain busa memori, polifoam, atau busa lateks.

    4. Pilih Kasur dengan Struktur Per Dibungkus Busa

    Selain itu, ada kasur yang pegasnya dibungkus dengan busa. Susunan kasur hybrid ini mencegah gulungan pegas terlalu banyak menempel dan juga mengurangi pergerakan.

    5. Gunakan Rangka Kasur yang Sesuai

    Jika menggunakan rangka kasur atau dipan, pastikan ukurannya cocok dengan kasur ya. Dipan atau rangka kasur yang terlalu kecil akan membuat kasur cepat rusak. Pemilik cenderung akan memaksakan kasur agar muat ke dalam rangka tersebut. Alhasil, kasur rusak dan pegas menyembul.

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi pegas kasur yang nyembul. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com