Tag: butiran

  • Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


    Jakarta

    Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

    Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

    Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


    Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

    1. Faktor Lingkungan

    Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

    Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

    2. Kutu Busuk

    Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

    Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

    3. Kulit Mati

    Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

    4. Kotoran di Bawah Kaki

    Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

    5. Debu dari AC atau Kipas Angin

    Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

    6. Remah Makanan

    Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

    Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Serbuk Cokelat di Rumah Bisa Jadi Pertanda Serangan Rayap


    Jakarta

    Ketika sedang membersihkan rumah dan menemukan ada serbuk berwarna cokelat di dekat furniture, sebaiknya jangan anggap remeh hal tersebut. Soalnya, serbuk itu bisa menandakan suatu hal.

    Serbuk atau butiran tersebut umumnya berwarna cokelat gelap. Bentuknya sekilas mirip seperti serbuk gergaji karena terasa cukup halus saat dipegang. Serbuk itu kerap ditemukan di dekat furniture dengan material kayu.

    Ternyata, serbuk warna cokelat itu adalah kotoran rayap kayu atau disebut frass. Beberapa orang menyebutnya sebagai kotoran teter kayu.


    Dilansir situs Termite Specialist, kotoran tersebut berasal dari serat kayu yang telah dimakan dan dicerna rayap kayu kering (drywood termites). Frass punya bentuk agak oval atau lonjong yang mirip seperti pelet, tapi permukaannya agak sedikit kasar.

    Selain ditemukan di dekat furniture kayu, kotoran rayap juga sering dilihat di sejumlah titik, seperti di bawah kusen jendela, ruang bawah tanah, papan kayu, atau meja dan kursi kayu.

    Warna kotoran rayap biasanya berwarna cokelat, tapi pada dasarnya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis kayu yang dimakan rayap. Jadi, frass bisa berwarna krem, kuning keemasan, dan cokelat gelap.

    Jika sering menemukan ada banyak frass di rumah, maka sebaiknya jangan anggap enteng hal tersebut. Soalnya, penemuan frass menandakan adanya sarang rayap di dalam kayu.

    Frass akan terus muncul di sekitar rumah, terutama di area perabotan kayu selagi rayap tidak segera dibasmi. Jumlah frass yang ditemukan bisa banyak atau sedikit, tergantung dari rayap yang bersarang di rumah.

    Tanda-tanda Lain Rumah Diserang Rayap

    Selain munculnya frass atau kotoran rayap, ada sejumlah tanda-tanda lain saat rumah diserang oleh rayap. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut ciri-cirinya:

    1. Kayu Berlubang

    Ciri-ciri paling mudah yang bisa diketahui adalah terdapat kayu di rumah yang berlubang. Hal ini menandakan ada rayap yang menggerogoti bagian dalam perabotan atau furniture. Kayu yang kopong akibat digerogoti rayap akan mengeluarkan suara nyaring saat dipukul.

    2. Bekas Sayap Serangga

    Sejumlah rayap biasanya akan meninggalkan jejak seperti sayap yang patah. Jika menemukan ada banyak patahan sayap, itu berarti rumah kamu sedang diserang rayap.

    3. Muncul Suara di Dalam Tembok

    Jika mendengar suara ‘klik’ atau benturan di dalam tembok, itu tandanya ada rayap yang sedang membenturkan kepalanya untuk mengirimkan sinyal kepada koloninya. Cara ini dilakukan secara sengaja untuk menunjukkan jalan kepada rayap lainnya.

    4. Cat Mengelupas

    Serangan rayap pada dinding jenis drywall dapat dideteksi lewat kondisi catnya. Kalau cat sudah mengelupas maka bisa menandakan ada rayap yang melubangi tembok rumah.

    Dinding yang bolong membuat udara lembap bisa masuk melalui sela-sela drywall. Seiring waktu cat dinding akhirnya mengelupas karena efek lembap.

    Itulah penjelasan mengenai adanya serbuk berwarna cokelat yang muncul di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com