Tag: cairan pembersih

  • Hati-hati! Sering Buang Sabun ke Kloset Bisa Bikin Septic Tank Meledak



    Jakarta

    Dalam sebuah bangunan, terdapat banyak sekali saluran pembuangan yang pemasangannya cukup rumit. Salah satunya adalah saluran pembuangan dari kloset dan kamar mandi.

    Sistem pemasangannya yang rumit membuat banyak benda tidak bisa sembarangan dibuang melalui pipa di kamar mandi apalagi kloset. Sebab, selain air biasa dan kotoran manusia, dapat menyebabkan saluran macet atau masalah septic tank.

    Sering kali ditemui larangan membuang tisu, rokok, dan benda padat lainnya ke dalam lubang kloset. Ternyata membuang sabun ke dalam kloset juga tidak diperbolehkan lho. Padahal ketika kita membersihkan kloset atau membersihkan diri setelah buang air kerap memakai sabun dan terbuang ke dalam kloset. Kira-kira apa ya alasannya?


    Dilansir Ideal Home, di dalam sabun terdapat zat kimia yang dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusukan di septic tank. Keberadaan zat ini sangat merugikan karena apabila tidak ada makhluk pengurai atau bakteri pembusukan, septic tank akan cepat penuh.

    Kotoran-kotoran yang menumpuk tersebut pasti mengalami pembusukan. Dalam proses tersebut akan muncul zat-zat baru yang menimbulkan bau busuk, gas, dan massa yang dapat menekan sekelilingnya. Apabila tidak ada makhluk pengurai, septic tank akan cepat penuh penuh dan bisa meledak.

    Masalah lainnya jika sering membuang sabun ke kloset adalah kerusakan pada karet di pipa saluran air. Bahaya ini sama seperti membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    “Kita semua pernah melihat kotoran yang ditinggalkan pelembut kain di laci mesin cuci. Lama kelamaan akan meninggalkan lapisan lengket yang dapat menggumpal dan menyumbat mesin cuci Kamu,” kata Izzy Shulman, Direktur Plumbers4U, dikutip Selasa (2/4/2025).

    “Beberapa pelembut kain bahkan mungkin mengandung bahan beracun seperti benzil asetat dan etanol. Jadi dari sudut pandang lingkungan, memasukkannya langsung ke dalam tangki toilet tidak akan berdampak baik bagi ekosistem air,” lanjutnya.

    Cairan yang Aman Dibuang ke Toilet

    Cairan yang boleh dibuang ke toilet terutama pada saat bersih-bersih hanya produk yang memang dibuat untuk membersihkan toilet. Kemudian, jika ada noda yang membandel atau timbul noda kerak yang sulit dibersihkan dengan air dan digosok, pengguna kamar mandi boleh memakai bahan pembersih yang lebih ampuh, contohnya soda kue dan cuka putih.

    Caranya dengan mencampurkan cuka putih dan soda kue. Kemudian tuang ke mangkuk toilet. Tunggu selama 10 menit, sikat, lalu bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada busa yang terlihat lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Habis Ngepel Malah Bau Amis? Ini Cara biar Lantai Kinclong dan Wangi


    Jakarta

    Lantai harus rajin dipel agar kinclong dan wangi. Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru menimbulkan bau amis pada lantai.

    Hal ini bisa menandakan lantai sebenarnya masih kotor, lho. Alhasil, penghuni rumah menjadi kurang nyaman berjalan di atas lantai kotor sambil menghirup bau yang tidak sedap.

    Lantas, apa yang bikin lantai amis setelah dipel? Simak penjelasan dan tips ngepel berikut ini.


    Penyebab Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai bau amis setelah dipel beserta cara menyiasatinya, dikutip dari Cleanpedia.

    1. Kain Pel Kotor

    Bau tak sedap pada lantai setelah dipel bisa disebabkan dari kain pel yang sudah kotor. Kain pel yang kotor pastinya tidak akan bisa membersihkan lantai kamu dengan optimal.

    Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kebersihan kain pel. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin dengan detergen, lalu dijemur hingga kering.

    Pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai. Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

    2. Air Pel Kotor

    Salah satu biang kerok lantai bau amis usai dipel adalah penggunaan air yang kotor. Jangan mengepel lantai dengan air yang sudah butek dan berbau.

    Kamu perlu rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat supaya kotoran yang menempel di lantai keramik bisa dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama akan kotor. Bila ember tak dibersihkan secara rutin, ember akan berkerak dan kotor akibat sisa sabun dan kotoran yang tertinggal. Kalau menggunakan air dari ember kotor, tentu akan mempengaruhi kebersihan lantaimu.

    Setelah digunakan, sebaiknya membersihkan ember pel dan dikeringkan. Kamu juga bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel.

    4. Cara Pel yang Kurang Tepat

    Lantai yang bau amis setelah dipel bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat. Kamu perlu menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai supaya bersih menyeluruh. Bila lantai dibersihkan dengan lebih baik, bau tak sedap pun lebih mudah dicegah.

    Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Jika lantai rumah kamu terbuat dari jenis lantai lain, bersihkan lantai kamu dengan jenis pel yang tepat.

    Gunakan gerakan yang tepat saat membersihkan lantai sesuai dengan alat pel yang kamu gunakan. Kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Sementara pel yang terbuat darispons dibersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Cara mengepel lantai seperti ini membantu kamu menjangkau seluruh permukaan lantai, sehingga lebih bersih.

    5. Tidak Menggunakan Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau tak sedap menandakan lantai sebenarnya belum bersih. Kamu harus membasmi bau beserta kuman dan bakteri menggunakan cairan pembersih. Kamu juga dapat menggunakan pembersih lantai dengan pewangi agar lantai jadi bau harum dan segar.

    Itulah penyebab lantai bau amis setelah dipel beserta cara supaya kinclong dan wangi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Lantai Bau Amis Setelah Dipel? Ini Alasannya’:

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Pengganti Cairan Pembersih buat Ngepel Sesuai Jenis Lantai


    Jakarta

    Lantai rumah harus sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Supaya lantai bersih dan kinclong, penghuni rumah perlu menggunakan cairan pembersih khusus ketika mengepel lantai.

    Ada banyak cairan pembersih lantai di pasaran yang bisa digunakan. Namun, biasanya cairan tersebut mengandung bahan kimia yang bersifat keras, sehingga kurang baik untuk kesehatan.

    Nah, ternyata cairan pembersih lantai sebenarnya bisa dibikin sendiri menggunakan bahan-bahan yang lebih alami, lho. Berikut bahan-bahan sederhana yang bisa dipakai untuk mengepel lantai, dikutip dari The Spruce.


    Bahan Pengganti Cairan Pembersih Lantai

    1. Cuka Putih Suling untuk Lantai Ubin dan Linoleum

    Cairan pembersih lantai alami bisa dibuat dari cuka putih suling. Cairan ini cocok untuk mengepel lantai keramik dan linoleum. Namun, pastikan nat ubin tertutup rapat ya. Berikut beberapa resep cairan pembersih lantai dengan cuka suling.

    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling and 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan 2 sendok makan sabun cuci piring berbahan lembut.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan beberapa tetes minyak esensial beraroma atau jus lemon.

    2. Sabun Cuci Piring

    Nggak perlu beli cairan pembersih lantai, sabun cuci piring yang lembut juga bisa digunakan buat larutan pel untuk sebagian besar jenis lantai. Namun, jangan campurkan terlalu banyak sabun karena bisa membuat lantai agak lengket. Berikut adalah dua resep cairan pembersih lantai dengan sabun cuci piring.

    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring yang lembut dan 3 cangkir air hangat.
    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring, 2 cangkir cuka putih, 2 cangkir air hangat, dan 1/2 cangkir jus lemon.

    3. Alkohol Gosok untuk Lantai Laminasi

    Campuran alkohol gosok dan air dapat menggantikan cairan pembersih lantai untuk lantai laminasi dan ubin. Alkohol gosok efektif menambahkan daya pembersih ke dalam air. Alkohol gosok menguap dengan cepat, sehingga tidak meninggalkan goresan dan garis saat mengering. Berikut adalah dua cara untuk membuat larutan pembersih alkohol gosok.

    • Campurkan 1 cangkir alkohol gosok dan 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1 bagian cuka, 1 bagian alkohol gosok, dan 1 bagian air hangat.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan untuk menggantikan cairan pembersih lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Membersihkan Toilet Duduk, Seberapa Sering Perlu Disikat?


    Jakarta

    Toilet, sebagai bagian dari fasilitas sebuah properti, wajib dijaga kebersihannya. Tak terkecuali toilet duduk yang banyak bersentuhan langsung dengan kulit.

    Jika tidak dibersihkan menyeluruh, berbagai jejak usai buang air besar dan buang air kecil berisiko tertinggal di toilet duduk. Jejak berupa bakteri, virus, dan noda inilah yang berisiko mengganggu kesehatan pengguna toilet duduk lainnya.

    Tips Membersihkan Toilet Duduk dengan Benar

    Sejumlah hal perlu diperhatikan saat membersihkan toilet duduk. Simak tips yang dibagikan ahli kebersihan, yang dikutip dari Good Housekeeping dan Martha Stewart:


    1. Kenakan Sarung Tangan

    Sarung tangan perlu dikenakan saat membersihkan toilet duduk untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Gulung lengan baju dan kenakan sarung tangan karet panjang selama membersihkan toilet.

    Setelah pembersihan toilet duduk selesai, jangan lupa menggosok tangan yang bersarung tangan dengan sabun dan air panas di wastafel atau keran. Upaya ini adalah cara terbaik untuk membersihkan tangan sekaligus sarung yang telah dipakai.

    Kemudian, buang sarung tangan sekali pakai atau biarkan sarung tangan tak sekali pakai mengering dengan sendirinya. Sarung tangan bisa dikenakan kembali saat toilet duduk dibersihkan kembali.

    2. Baca Petunjuk Penggunaan Pembersih

    Periksa petunjuk penggunaan cairan pembersih yang dipakai sebelum membersihkan toilet. Setiap produk punya metode pemakaian yang berbeda. Cek cara penggunaan dan lama waktu rekomendasi cairan perlu didiamkan. Biasanya pembersih perlu dibiarkan terlebih dahulu selama 5-10 menit.

    3. Buat Larutan Pembersih Sendiri

    Cairan pembersih toilet juga dapat dibuat sendiri jika kehabisan. Diperlukan cuka dan soda kue. Cuka digunakan sebagai pembersih pertama dan soda kue dapat ditambahkan jika noda tidak sepenuhnya hilang.

    Cuka perlu dibiarkan meresap selama 30-60 menit dan barulah disikat. Biarkan soda kue sekitar 10 menit untuk pembersihan lebih lanjut. Bisa juga menggunakan pemutih, gosok dan biarkan selama 5 menit sebelum disiram.

    4. Bersihkan Bagian Dalam Toilet Terlebih Dahulu

    Pembersihan toilet duduk dapat dimulai dengan bagian dalam alias mangkuknya. Tuang seluruh bagian mangkuk toilet dengan cairan pembersih. Biarkan selama beberapa menit lalu sikat menyeluruh. Siram menggunakan air bersih atau tekan tombol flush.

    5. Bersihkan Bagian Luar Toilet Lebih Sering

    Bagian luar toilet dapat disikat berikutnya menggunakan sikat dan cairan pembersih. Bisa juga dibersihkan dengan tisu, kain, atau tisu disinfektan.

    Toilet umumnya digunakan setiap hari. Jika tak sempat membersihkan toilet harian secara menyeluruh, setidaknya bersihkan bagian luar lebih sering termasuk penutup dan dudukan. Dengan begitu toilet akan tetap bersih.

    6. Jangan Lupa Bersihkan Dudukan Toilet

    Dudukan toilet juga jangan sampai terlewat untuk dibersihkan. Gunakan cairan pembersih yang sama lalu siram ke kedua sisi dudukan. Gosok menyeluruh dan semprot disinfektan agar semakin bersih. Jangan lupa turunkan kembali dudukan setelah selesai pembersihan.

    7. Rutin Bersihkan Alat Pembersih

    Penting juga untuk membersihkan alat pembersih yang digunakan. Ini karena alat tersebut bersentuhan langsung dengan kotornya toilet duduk. Peralatan dapat dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang sama.

    Termasuk membersihkan sarung tangan, spons, atau perlengkapan pembersih plastik lainnya. Rendam selama 5 menit dalam larutan 1 liter air yang dicampur 3 sdm pemutih untuk memastikannya bebas kuman.
    Gantung agar kering secara alami dengan angin-angin. Selain sarung tangan, pastikan sikat benar-benar kering sebelum menyimpannya kembali ke dalam tabung agar tidak mendorong pertumbuhan bakteri.

    Seberapa Sering Perlu Membersihkan Toilet Duduk?

    Toilet yang digunakan setiap hari harus sering dibersihkan menyeluruh, setidaknya seminggu sekali. Jika ada orang sakit di rumah, toilet harus dibersihkan dan didisinfeksi lebih sering sebanyak 2-3 hari sekali.

    Sementara toilet duduk yang jarang digunakan tidak perlu dibersihkan secara menyeluruh setiap minggu. Namun perlu disiram secara teratur untuk mencegah penumpukan mineral air yang dapat menjadi noda.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membersihkan Noda Kopi di Meja Kayu, Bisa Pakai Cuka



    Jakarta

    Noda kopi terkadang ditemukan di meja kayu. Adanya noda kopi ini bisa saja sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan.

    Walau demikian, noda kopi pada meja kayu ini masih bisa dibersihkan lho. Membersihkannya juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, salah satunya cuka.

    Mengutip dari realhomes.com, berikut ini informasinya.


    Cara Menghilangkan Noda Membandel Kopi di Meja Kayu

    1. Cuka

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cara ampuh yang pertama yaitu dengan menggunakan cuka. Penghuni rumah bisa menggunakan cuka putih atau cuka suling untuk membersihkan noda kopi.

    Air cuka sangat ampuh untuk membersihkan noda membandel kopi. Tidak hanya untuk membersihkan noda kopi dari mebel kayu saja, air cuka juga bisa membersihkan noda kopi di berbagai permukaan, seperti karpet, baju, lantai, dan lainnya.

    2. Campuran Pasta Gigi dan Baking Soda

    Cara yang kedua yaitu dengan membuat cairan pembersih buatan. Caranya adalah dengan mencampurkan pasta gigi (non-gel) dengan baking soda, setelah bahan tercampur merata, selanjutnya kamu cukup menggosok bagian meja yang terkena noda kopi dengan kain lap.

    Setelah noda kopi hilang dari permukaan meja, bersihkan residunya dengan kain lap. Setelah selesai, pastikan lapisi meja kayu tersebut dengan coating kayu agar lebih tahan lama.

    3. Mayones

    cara pakai mayonesmayones Foto: Getty Images/iStockphoto

    Ya, benar. Salah satu cara membersihkan noda kopi lainnya yaitu dengan menggunakan mayones asli.

    Sebelum menggunakan mayones untuk membersihkan noda kopi, pastikan kalau mayones tersebut adalah mayones asli. Cara menentukan keaslian mayones adalah dengan mengecek bahan dasarnya, bahan mayones asli seharusnya mengandung telur, minyak, lemon, dan cuka.

    Lemak dan asam pada mayones akan bekerja sama untuk mengeluarkan air sekaligus memberi tambahan nutrisi pada kayu.

    4. Minyak Sayur dan Garam

    Cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan minyak sayur atau minyak zaitun yang dicampurkan dengan garam. Garam bisa menyerap kelembapan pada meja kayu, dan minyak zaitun akan memberi nutrisi pada kayu.

    Caranya yaitu dengan mencampurkan minyak zaitun dan garam dalam mangkuk hingga menjadi pasta. Lalu gosokkan ke area noda kopi dan biarkan selama 30 menit, lalu bersihkan dengan kain lap.

    5. Krim Cukur

    Busa atau krim cukur bisa digunakan untuk membersihkan noda kopi. Krim cukur mengandung bahan aktif seperti surfaktan dan bahan pembersih seperti yang terdapat pada sabun rumah tangga lainnya.

    Cara membersihkannya yaitu dengan menggosok noda kopi dengan krim cukur, lalu bilas dengan air. Bila noda kopi masih ada, ulangi proses tersebut hingga noda kopi benar-benar hilang.

    Itulah beberapa cara untuk membersihkan noda kopi yang membandel pada meja kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Biang Kerok Saluran Air Mampet dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat merupakan permasalahan yang cukup menjengkelkan. Penyebabnya tentu adanya sumbatan di saluran air yang disebabkan oleh penumpukan kotoran ataupun sampah.

    Dalam keadaan yang sudah parah, saluran air tersumbat bukan hanya menghambat saluran pembuangan air, tapi juga bisa meluap.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Noda di Sofa, Cukup Pakai Sabun Cuci Piring



    Jakarta

    Kejadian tidak terduga bisa bikin sofa kotor, misalnya ada makanan ataupun anak-anak mencoret sofa dengan alat tulis. Hal itu bisa meninggalkan noda yang membekas pada sofa.

    Penghuni rumah mesti sigap dan segera membersihkannya noda tersebut sebelum membekas. Namun, membersihkan noda pada sofa mungkin tak semudah mencuci pakaian. Sebab, ukurannya yang besar dan bahannya yang tak bisa terkena sembarang cairan.

    Salah pakai cairan pembersih, bisa-bisa bukan bikin bersih, tapi nodanya melebar dan membuat sofa makin kotor. Namun tenang saja, ada cara untuk menghilangkan noda membandel dengan sabun cuci piring kok.


    Cara Bersihkan Noda di Sofa

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan noda di sofa menggunakan sabun cuci piring, dilansir dari The Spruce.

    1. Bersihkan Kotoran dan Rambut

    Pertama, singkirkan dulu kotoran padat seperti pulpen apabila nodanya dari tinta atau makanan jika nodanya muncul dari saus. Kalau kotoran padat bisa dibuang, noda tidak akan banyak terserap.

    Cara membersihkannya jangan diusap atau ditarik ke sisi lain. Cukup di usap-usap lembut di permukaannya.

    2. Siapkan Larutan Sabun Cuci Piring

    Siapkan mangkuk kecil berisi air hangat. Lalu, tuang sabun cuci piring cair dengan perbandingan 2:1. Aduk larutan hingga muncul busa.

    3. Bersihkan Noda

    Celupkan kain mikrofiber ke dalam larutan pembersih. Kemudian, peras air sampai tidak ada yang menetes. Setelah itu, usap-usap lembut noda hingga menghilang.

    4. Bersihkan Sisa Sabun

    Selanjutnya, basahi kain mikrofiber lain yang masih bersih dengan air hangat. Lalu, tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    5. Tunggu Hingga Kering

    Biarkan sofa mengering dan pastikan sofa tidak basah atau lembap terlalu lama. Area lembap tersebut bisa memicu munculnya jamur.

    Jika muncul jamur, akan tercium bau apek dan muncul noda hitam di permukaannya. Untuk sementara jauhkan bantal dan penutup sofa apabila ada.

    Itulah cara membersihkan noda di sofa pakai sabun cuci piring. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 5 Benda Ini Bisa Dibersihkan Pakai Sabun Cuci Piring


    Jakarta

    Ada banyak produk di pasaran yang dibuat khusus untuk membersihkan bagian tertentu di rumah, seperti pembersih kaca, lantai, dan kamar mandi. Nggak heran kalau penghuni rumah sampai koleksi berbagai jenis cairan pembersih.

    Padahal, tidak harus membeli banyak pembersih karena bisa pakai sabun cuci piring. Cairan multifungsi ini nggak cuman buat alat makan, tetapi buat banyak permukaan lain, lho.

    Lalu, sabun cuci piring bisa digunakan untuk apa saja ya? Yuk simak ulasannya berikut ini.


    Penggunaan Sabun Cuci Piring

    Inilah beberapa hal yang bisa dibersihkan pakai sabun cuci piring, dikutip dari The Washington Post.

    1. Noda Kain

    Kalau sabun cuci piring membersihkan kotoran dari panci dan wajan, seharusnya pembersih ini bisa membersihkan tumpahan jus di karpet atau noda cokelat di sofa putih. Ya, sabun cuci piring bisa membersihkan noda pada bahan kain.

    Campurkan sekitar tiga sendok makan sabun cuci piring dengan soda kue dengan jumlah yang sama untuk membentuk pasta. Lalu, sikat noda menggunakan pasta itu. Pembersih ini cocok untuk bahan serat alami seperti wol dan sutra.

    2. Meja Dapur Berminyak

    Sabun cuci piring memiliki pH netral, sehingga lebih lembut pada benda-benda seperti marmer dan kuarsa daripada cuka dan larutan pembersih sederhana lainnya. Untuk membersihkan meja dapur berminyak, larutkan sabun cuci piring dengan air dan semprotkan ke permukaannya.

    Diamkan cairan pembersih selama dua menit sebelum mengelapnya. Ini akan membantu menghilangkan minyak tanpa perlu membilas meja karena sabun cair sudah sangat encer.

    3. Kaca dan Cermin Kamar Mandi

    Sabun cuci piring juga bisa membersihkan permukaan kaca dan cermin di kamar mandi, lho. Campurkan sabun cuci piring dengan air suling, lalu semprotkan ke kaca dan cermin.

    Air keran mungkin penuh dengan mineral yang dapat meninggalkan residu dan noda. Air suling yang telah dimurnikan dengan cara direbus bisa membersihkan permukaan menjadi mengkilap dan bening.

    4. Lantai

    Sabun cuci piring bisa digunakan pada lantai keramik, semen, atau vinil. Cukup tuangkan larutan sabun ke ember pel.

    Namun, hati-hati kalau menggunakan sabun ini pada lantai kayu. Sabun yang terlalu pekat lama-lama akan mengikis kayu. Lalu, terlalu banyak air dapat menyebabkan papan kayu melengkung.

    5. Kamar Mandi

    Penghuni rumah bisa membersihkan toilet dengan sabun cuci piring. Teteskan sabun cair ke dalam toilet dan biarkan selama beberapa menit. Lalu, gosok dan siram toilet.

    Jika ingin lebih bersih, aduk dua sendok makan hidrogen peroksida dan satu sendok makan sabun cuci piring di toilet. Diamkan campuran itu, kemudian sikat dan siram toilet.

    Kalau perlu membersihkan jamur, campurkan setengah cangkir cuka putih, dua cangkir air, dan sabun cuci piring.

    Itulah beberapa hal yang bisa dibersihkan pakai sabun cuci piring. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Begini Cara Bersihkan Microwave Pakai Cuka Putih


    Jakarta

    Microwave menjadi alat yang diandalkan buat memanaskan makanan. Setelah digunakan berulang kali, bekas minyak dan makanan bisa menumpuk di dalam microwave.

    Oleh karena itu, sebaiknya penghuni rumah membersihkan microwave secara berkala. Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave setiap kali membersihkan dapur.

    Menjaga kebersihan microwave nggak susah kok. Berikut ini cara mudah membersihkan microwave, dikutip dari Real Simple.


    Cara Bersihkan Microwave

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan bekas makanan dan bau pada microwave.

    1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

    Semprotkan cairan pembersih ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave. Cairan pembersih bisa dibuat sendiri dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air.

    2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

    Isi mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Kalau nggak punya cuka putih, penghuni rumah bisa menggantinya dengan perasan lemon segar.

    Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

    3. Panaskan Cairan dengan Microwave

    Selanjutnya, masukkan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

    4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

    Keluarkan mangkuk berisi cairan tersebut menggunakan sarung tangan, tapi jangan buang cairannya. Keluarkan juga turntable dari dalam microwave, lalu simpan kedua barang itu.

    5. Bersihkan Interior

    Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, penghuni rumah bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

    6. Cuci Turntable

    Cuci turntable di wastafel menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Kemudian, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

    7. Bersihkan Eksterior Microwave

    Untuk bagian luar microwave, semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaannya. Khusus microwave berbahan stainless steel, penghuni rumah bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

    Itulah langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bersihkan Cermin, Auto Kinclong Tanpa Meninggalkan Bekas



    Jakarta

    Cermin sangat sering ditemukan di dalam rumah, baik untuk bercermin atau sebagai dekorasi. Cermin yang bersih dan jernih tak hanya bagus secara estetika tetapi membuat orang yang bercermin nyaman melihat bayangannya.

    Jika dibiarkan, lama-lama akan ada lapisan debu menumpuk pada cermin. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan cermin secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan cermin dengan metode yang tepat ya. Sebab, kalau sekadar pakai tisu dan air, bisa meninggalkan bekas garis air pada cermin.


    Lalu, bagaimana cara yang tepat membersihkan cermin? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Cermin

    Inilah cara membersihkan cermin agar kinclong maksimal, dikutip dari Real Simple.

    1. Cairan Pembersih

    Sebelum mulai mengelap kaca, penghuni rumah perlu menyiapkan cairan pembersih. Kalau mau pakai cairan pembersih yang biasa dijual di pasaran, pastikan khusus untuk kaca.

    Di samping itu, penghuni rumah bisa membuat cairan pembersih sendiri, lho. Cairan ini tentu lebih murah, aman untuk kesehatan, dan ramah lingkungan.

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 dalam botol semprot. Kocok campuran dengan baik.

    2. Bersihkan Bingkai Cermin

    Jika cermin ada bingkai, pastikan untuk membersihkannya duluan. Cermin yang sudah dibersihkan tetap terlihat kotor kalau tidak membersihkan bingkainya.

    Nah, kalau membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan penghuni harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai. PR banget bukan?

    3. Menyemprot Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih ke kain lap. Dengan cara ini, pembersih tidak akan meresap ke balik lapisan cermin yang dapat menimbulkan noda hitam.

    Penghuni bisa saja menyemprotkan cairan langsung ke cermin, tapi pastikan untuk cepat membersihkannya.

    4. Mengelap Kaca

    Gunakan kain mikrofiber untuk mengelap cermin. Jenis kain ini bisa menarik kotoran dan minyak tanpa meninggalkan bekas serat.

    Sebaiknya mengelap dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan mengelap seluruh permukaan cermin hanya dengan satu sapuan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com