Tag: cairan pembersih

  • Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

    Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

    Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

    Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

    Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

    Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

    2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

    Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

    Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

    Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

    3. Cek Noda di Ubin Dapur

    Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

    Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

    4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

    Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

    5. Keringkan Lantai Dapur

    Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

    Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

    Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Lubang Kloset, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu alat penting kamar mandi yang digunakan untuk buang air besar maupun kecil. Fungsinya memang sudah jelas, tapi kadang-kadang masih ada orang yang membuang benda yang tidak seharusnya dibuang ke lubang toilet.

    Memang kesannya langsung beres setelah membuang benda ke lubang toilet lalu disiram karena langsung tidak terlihat. Namun hal itu justru bisa membuat kloset jadi mampet lho!

    Kalau sudah mampet mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk memanggil profesional guna memperbaiki salurannya. Nah, sebelum hal itu terjadi sebaiknya ketahui benda-benda yang tidak boleh dibuang ke dalam toilet.


    Dilansir dari berbagai sumber berikut ini informasinya.

    1.Tisu Basah

    Rekomendasi Tisu Basah Non Alkohol dan Parfum untuk BayiIlustrasi Tisu Basah untuk Bayi Foto: Getty Images/wing-wing

    Tisu basah yang dibuat khusus untuk bayi sebaiknya tidak dibuang ke dalam lubang toilet. Dilansir dari The Spruce, menurut tukang ledeng, dari semua hal yang tidak boleh dibuang ke kloset, tisu basah bayi berada di urutan teratas.

    “Saya terus-menerus mengeluarkan tisu bayi dari saluran air yang tersumbat,” kata seorang tukang dan pemilik Full Flow Plumbing and Drainage Sam Chmielarski. “Tisu bayi tidak terurai seperti kertas.”

    Meskipun tisu bayi lembut dan terasa seperti kertas, tisu bayi sebenarnya bukan kertas. Tisu bayi kebanyakan terbuat dari plastik atau serat semi-sintetis seperti rayon.

    2. Pembalut

    Pembalut juga merupakan salah satu benda yang kerap dibuang ke lubang toilet. Padahal, apabila pembalut dibuang ke dalam lubang kloset bisa menyerap air dan ketika di-flush bisa menghambat saluran pipa yang menyebabkan toilet meluap.

    3. Obat-obatan

    Ilustrasi antibiotikIlustrasi obat Foto: Freepik/freepik

    Jangan pernah membuang obat-obatan ke lubang kloset. Dilansir dari House Digest, membuang obat-obatan ke dalam kloset bisa memengaruhi sumber air dan pasokan air. Efeknya bisa berbahaya dan beracun.

    4. Air Sabun

    Dilansir dari Ideal Home, alasan air sabun tidak dibuang ke toilet dikarenakan di dalam sabun terdapat zat kimia yang tidak dibutuhkan di saluran pembuangan. Zat kimia ini dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusuk di septic tank.

    Dampaknya, kotoran-kotoran yang menumpuk, tercium bau busuk, dan septic tank tidak bisa mengurai. Risikonya septic tank penuh dan bisa meledak. Selain itu, sabun juga dapat menyebabkan kerusakan pada karet di saluran air. Bahaya membuang air sabun ke toilet, sama seperti jika kamu membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    Cairan licin yang telah tercampur ini dapat menempel dan menumpuk di saluran air. Dampaknya pada septic tank juga sama.

    5. Rambut

    Girl holding her hair in her hand. Hair care concept. Shampoo. Haircut needed.Ilustrasi rambut. Foto: Getty Images/iStockphoto/Cristalov

    Dilansir dari Martha Stewart, rambut juga tidak boleh dibuang ke dalam kloset. Rambut itu seperti tali dalam sistem perpipaan, bisa melilit kotoran lain dan membentuk gumpalan padat yang menjebak kotoran hingga menjadi penyumbatan. Kalau mau buang rambut sebaiknya ke tempat sampah.

    6. Lemak dan Minyak

    Lemak dan minyak yang dibuang ke dalam kloset bisa mengeras di dalam sistem perpipaan. Lemak yang membeku dan menempel di dinding pipa bisa menjebak kotoran hingga terjadi penyumbatan.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


    Jakarta

    Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

    Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

    Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


    Tempat Sampah Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

    “Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

    Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

    Tempat Sampah Dapur

    In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

    Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

    “Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

    Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

    “Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

    Tempat Sampah di Luar Rumah

    Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

    Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

    Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

    Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

    Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

    1. Gagang Pintu Kulkas

    Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    2. Kitchen Sink

    Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

    Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

    3. Spons

    Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

    4. Kulkas

    Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

    Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

    Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    5. Talenan Kayu

    Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

    Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

    6. Blender

    Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

    Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

    Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Soda Kue Bisa Atasi Masalah Saluran Air Tersumbat, Begini Caranya


    Jakarta

    Saluran air di wastafel, kamar mandi, atau kitchen sink bisa saja tersumbat. Kondisi ini terjadi karena ada sisa makanan, rambut, atau minyak yang menyumbat saluran pembuangan sehingga air tidak bisa keluar dengan lancar.

    Untuk mengatasi saluran air tersumbat, kamu bisa menggunakan cairan pembersih berbahan kimia. Namun, cairan ini terkadang bisa merusak material pipa karena mengandung bahan kimia keras.

    Sebagai solusinya, kamu bisa menggunakan bahan alami yang ada di dapur, salah satunya soda kue. Sebab, kandungan zat di soda kue dinilai efektif untuk mengatasi masalah di saluran air.


    Namun tidak cukup dengan soda kue saja, ada sejumlah bahan lain yang digunakan untuk mengatasi saluran air tersumbat. Biar nggak penasaran, simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Saluran Air Tersumbat dengan Soda Kue

    Dilansir situs The Spruce, kamu dapat mengatasi saluran air tersumbat dengan soda kue. Sebab, suda kue dapat melarutkan endapan mineral dan bahan organik seperti lemak, rambut, dan sisa makanan.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Bahan

    Selain soda kue, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah bahan lainnya seperti air panas, sabun cuci piring, dan cuka putih. Siapkan juga alat seperti corong minyak agar lebih mudah menuangkan soda kue ke dalam saluran air.

    2. Tuang Sabun Cuci Piring

    Tuang sabun cuci piring secukupnya ke dalam saluran air. Sebaiknya gunakan sabun cuci piring yang bersifat anti lemak agar efektif mengatasi saluran air yang mampet.

    3. Tuang Air Panas

    Tuang air panas secara perlahan ke dalam saluran air yang sebelumnya sudah diisi sabun cuci piring. Kombinasi air panas dan sabun dapat membantu melarutkan sumbatan di saluran air.

    4. Masukkan Soda Kue

    Langkah selanjutnya adalah memasukkan sekitar 1/2 botol soda kue ke dalam saluran air. Kamu dapat menggunakan corong minyak untuk menuangkan soda kue jika saluran air terlalu kecil.

    5. Tuang Cuka Putih

    Setelah itu, tuang cuka putih ke dalam saluran air secara perlahan. Jangan kaget jika mendengar suara mendesis dari dalam saluran air. Hal itu wajar terjadi karena saat kedua bahan dicampur akan saling bereaksi satu sama lain.

    6. Siram dengan Air Panas Kembali

    Apabila suara mendesis dari dalam saluran air mulai hilang, itu tandanya reaksi antara cuka putih dan soda kue sudah selesai.

    Kini, detikers perlu menuangkan kembali 2 gelas air panas ke dalam saluran air secara perlahan. Jika air dapat mengalir dengan lancar, itu tandanya saluran air sudah tidak tersumbat lagi.

    Kapan Harus Membersihkan Saluran Air di Rumah?

    Dianjurkan untuk membersihkan saluran air setiap seminggu sekali dengan air mendidih yang dicampur dengan sabun cuci piring. Kalau saluran air sudah mulai tersumbat, ikuti langkah-langkah di atas agar air kembali mengalir dengan lancar.

    Apabila saluran air masih mampet walau sudah menggunakan soda kue, cobalah tambahkan sekitar 1/2 cangkir garam ke dalam saluran air. Diamkan selama semalaman agar garam dan soda kue dapat bereaksi.

    Setelah itu, siram saluran air dengan dua gelas air panas secara perlahan. Kemudian cek kembali saluran air apakah masih tersumbat atau sudah lancar. Kalau metode ini masih belum berhasil, segera panggil teknisi untuk mengatasi masalah saluran air yang mampet.

    Itulah cara mengatasi saluran air tersumbat dengan menggunakan soda kue. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Kloset Bisa Dibersihkan Pakai Cuka Putih, Begini Caranya!


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu benda di rumah yang paling mudah kotor dan mengandung banyak bakteri. Jika kloset jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan noda kuning.

    Noda tersebut bisa dibersihkan dengan cairan pembersih khusus kamar mandi yang umum dijual di pasaran. Jika ingin menggunakan cara yang alami, kamu bisa menggunakan cuka putih.

    Bahan dapur yang satu ini ternyata cukup efektif untuk membasmi noda kuning yang menempel di kloset. Bagaimana cara menggunakannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda di Kloset dengan Cuka Putih

    Bagi detikers yang kurang suka menggunakan cairan pembersih kamar mandi karena mengandung zat berbahaya, kamu dapat menggunakan cuka putih sebagai cara alami untuk membersihkan kloset kamar mandi.

    “Cuka putih mengandung asam yang ringan. Sifat asamnya dapat digunakan untuk menghilangkan noda dan melarutkannya,” kata pakar kebersihan dari All Star Cleaning Service Derek Christian, dilansir situs Bob Vila.

    Meski dapat digunakan untuk membasmi noda, tapi Christian menyebut asam pada cuka putih kurang efektif untuk mengatasi noda yang sudah lama atau membandel. Bahan dapur ini lebih efektif mengangkat noda yang baru muncul di kloset.

    Selain itu, gunakan juga sikat kamar mandi saat membersihkan kloset dengan cairan cuka putih. Fungsinya agar noda di kloset dapat terangkat secara maksimal.

    “Agar lebih efektif, bisa menggunakan sikat toilet untuk membuang noda kuning yang menempel di kloset. Dengan cara ini, kamu dapat mengoleskan cuka putih langsung ke noda tanpa perlu dicampur air,” ujarnya.

    Agar efektif membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih, kamu bisa mencampurnya dengan soda kue. Dikutip dari laman Martha Stewart, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siram kloset dengan menekan tombol flush
    2. Taburkan soda kue secukupnya ke dalam kloset dan bagian sisinya yang paling dalam
    3. Lalu, tuangkan 1 cangkir cuka putih ke dalam kloset secara merata
    4. Gunakan sikat toilet untuk menggosok bagian dalam kloset. Pastikan soda kue dan cuka putih tercampur dengan rata
    5. Tunggu selama 10-15 menit agar soda kue dan cuka putih dapat bereaksi terhadap noda
    6. Gunakan sikat gigi bekas pakai atau sikat pembersih kecil untuk membersihkan noda kuning pada sela-sela kloset yang sulit dijangkau
    7. Setelah direndam, bersihkan bagian dalam kloset dengan sikat toilet sampai seluruh noda terangkat
    8. Terakhir, siram toilet dengan menekan tombol flush untuk membilas soda kue, cuka putih, dan noda agar larut.

    Pakar kebersihan Chris Willatt menyebut penggunaan cuka putih untuk membersihkan kloset dinilai lebih efektif daripada menuangkan sabun cuci piring. Dengan campuran cuka putih dan soda kue, noda kuning yang berkerak di kloset bisa terangkat secara menyeluruh.

    “Meski kamar mandi jadi mengeluarkan bau cuka yang kurang sedap selama seharian, tapi setidaknya kamar mandi jadi benar-benar bersih,” ujar Willatt.

    Agar lebih efektif mengatasi noda kuning, Willatt menyarankan untuk menuang cuka putih ke dalam tangki kloset. Setiap menekan tombol flush, air dan cuka dapat mengatasi noda kuning secara ampuh.

    Demikian cara membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Jendela Kotor Tanpa Ribet, Hanya Modal Cuka Putih


    Jakarta

    Jendela rumah wajib dibersihkan secara rutin agar tetap terlihat kinclong. Untuk membersihkan jendela biasanya menggunakan cairan pembersih khusus yang dijual di pasaran.

    Nah, ada cara lain untuk membersihkan jendela kotor di rumah, yakni menggunakan bahan alami dari cuka putih. Tak hanya dipakai untuk bahan dapur, ternyata cuka putih diklaim efektif mengangkat kotoran di jendela.

    Untuk bisa menggunakan cuka putih sebagai cairan pembersih jendela, kamu perlu mencampurnya dengan sejumlah bahan lain. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Jendela Pakai Cuka Putih

    Dilansir situs Bob Vila, cuka putih dapat digunakan untuk membersihkan jendela karena mengandung asam asetat. Senyawa organik ini dapat membunuh bakteri dan mengangkat kotoran yang menempel, terutama di jendela.

    Agar efektif untuk mengangkat kotoran, disarankan untuk mencampur cuka putih dan sabun cuci piring. Soalnya, sabun ini mengandung natrium lauril sulfat yang ampuh untuk menghilangkan minyak.

    Karena cuka putih memiliki aroma yang menyengat dan kurang sedap, kamu bisa menambahkan sedikit minyak esensial. Untuk aromanya bisa dipilih sesuai keinginan, seperti tea tree, lavender, peppermint, jeruk, serai, atau eukaliptus.

    Selain mengeluarkan wangi yang menenangkan, minyak esensial juga memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antijamur. Kandungan tersebut dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.

    Simak langkah-langkah di bawah ini untuk membuat cairan pembersih jendela alami:

    1. Tuang 1/4 cangkir cuka putih ke dalam wadah
    2. Masukkan 1/2 sendok teh sabun cuci piring cair, lalu aduk hingga tercampur rata dengan cuka
    3. Tuang 2 gelas air hangat ke dalam wadah, lalu aduk kembali sampai merata
    4. Tuang cairan tersebut ke dalam botol semprot
    5. Kocok botol semprot dengan kuat agar semua bahan tercampur rata
    6. Tambah 10-15 tetes minyak esensial sesuai aroma yang diinginkan
    7. Setelah itu, kocok lagi botol semprot agar minyak esensial tercampur rata.

    Apabila tidak ada cuka putih di rumah, kamu bisa menggantinya dengan air jeruk. Soalnya, asam sitrat pada jeruk dinilai efektif untuk melarutkan kotoran pada permukaan kaca seperti jendela.

    Kandungan asam sitrat dari lemon juga dinilai sedikit lebih kuat daripada asam asetat pada cuka. Meski begitu, keduanya tetap efektif untuk mengangkat kotoran.

    Tips Membersihkan Jendela Agar Kinclong Lagi

    Agar jendela terlihat kinclong lagi, simak tips sederhana dalam membersihkan jendela berikut ini:

    1. Bersihkan debu yang menempel di jendela dengan menggunakan kain microfiber atau tisu kering.
    2. Pastikan kamu membersihkan jendela saat cuaca sedang cerah agar larutan pembersih lebih cepat kering.
    3. Bersihkan jendela interior dan eksterior rumah sebanyak dua kali setahun agar mencegah penumpukan debu dan kotoran.

    Itulah langkah-langkah membersihkan jendela dengan menggunakan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Amis di Lantai Jangan Dianggap Sepele, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu cara untuk membuat rumah wangi dan bersih adalah dengan rajin mengepel. Sebab, cairan yang dipakai ketika mengepel biasanya sudah dilengkapi dengan anti bakteri dan pengharum sehingga bisa memusnahkan bakteri penyebab bau.

    Namun, pada kenyataannya ditemukan lantai yang baru selesai dipel justru berbau tak sedap, amis, seperti bau telur. Kira-kira kenapa ya?

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut beberapa penyebab lantai berbau tak sedap setelah dipel.


    1. Kain Pel Kotor

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kebersihan kain pel. Sebab, umumnya kain pel terbuat dari kain dan mudah sekali lembap sehingga jamur mudah berkembang dan menimbulkan bau.

    Penyebab lain kain pel berbau adalah jarang dibersihkan setelah digunakan. Meskipun permukaannya cepat kering, bakteri tetap dapat hidup di kain pel karena tidak pernah dibersihkan. Alangkah baiknya, setelah kain pel digunakan, bilas hingga bersih dan tidak berbusa.

    Sebelum dipakai pun kain pel perlu dibilas di air bersih beberapa kali. Apabila warna air masih keruh, bersihkan kain pel dengan tambahan cairan pembersih seperti sabun cuci piring, cuka, atau soda kue untuk membersihkannya.

    2. Air Pel Kotor

    Saat mengepel usahakan untuk segera mengganti air apabila warnanya sudah berubah. Untuk melihat perubahan tersebut, pakai ember berwarna cerah. Biasanya di rumah yang benar-benar kotor, warna air bisa cepat berubah dalam 1-2 pemakaian. Bukan hanya kotor, air tersebut bisa menjadi tempat berkembang kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan bau.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Selain kain pel dan air, ember yang dipakai juga harus bersih. Tanda ember kotor adalah di permukaannya ditemukan pasir halus, rambut, dan kotoran lainnya yang menempel. Kemudian, ketika diisi air muncul banyak busa. Cara membersihkannya bisa dengan membilas beberapa kali dengan air bersih atau menyikat permukaan dalamnya kemudian bilas.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Biang kerok selanjutnya terjadi apabila penggunanya mengepel dengan asal-asalan. Cara mengepel yang benar adalah membuat gerakkan menyerupai angka ‘8’ untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, melainkan memakai cairan pembersih asal.

    Dilansir Real Simple, cairan pembersih lantai yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring, soda kue, cuka, hingga minyak atsiri. Sementara itu, cairan yang tidak boleh digunakan untuk mengepel lantai adalah gabungan dari pemutih dan cuka karena dapat menghasilkan gas klorin. Ada pula pemutih dan amonia (yang terdapat dalam berbagai pembersih), campuran keduanya dapat menghasilkan zat beracun bernama kloramin, serta pemutih dengan alkohol gosok yang justru memicu cairan beracun bernama kloroform.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Itulah lima penyebab lantai sering berbau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda di Rumah yang Paling Kotor dan Jarang Dibersihkan


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sangatlah penting agar tetap nyaman untuk dihuni. Kamu dapat menyapu, mengepel, dan membersihkan barang-barang yang sudah kotor.

    Sayangnya, tidak semua orang rutin membersihkan perabotan dan furnitur rumah. Bahkan, ada beberapa benda yang justru dibiarkan kotor karena jarang dibersihkan.

    Perlu diingat, debu dan kotoran yang menumpuk di perabotan rumah tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga membahayakan kesehatan. Jika debu masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan gangguan pernapasan.


    Penasaran, apa saja benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Benda di Rumah yang Paling Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Dilansir situs Times of India, ada sejumlah benda di rumah yang sangat kotor dan jarang dibersihkan. Alasannya bermacam-macam, seperti karena malas atau lupa untuk membersihkannya.

    Berikut benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan:

    1. Kipas Angin Gantung

    Kipas angin gantung jadi salah satu benda yang paling kotor dan jarang dibersihkan. Sebab, benda ini dipasang di langit-langit sehingga sulit untuk dibersihkan.

    Apabila sering digunakan, bilah kipas angin sangat mudah berdebu dan kotor. Kalau tidak segera dibersihkan, partikel debu akan beterbangan ke udara dan bisa terhirup manusia.

    Kamu dapat membersihkan bilah kipas angin gantung dengan kemoceng. Setelah debu terangkat, bersihkan bilah pakai kain atau spons basah, lalu keringkan dengan kain microfiber. Pastikan kipas angin dalam kondisi mati (off) saat dibersihkan.

    2. Gagang Pintu

    Benda yang satu ini bisa dibilang paling kotor karena mengandung banyak kuman dan bakteri. Sayangnya, gagang pintu juga termasuk benda yang jarang sekali dibersihkan padahal selalu dipegang setiap hari.

    Untuk membersihkan gagang pintu tak cukup menggunakan air bersih. Kamu perlu menyemprotkan cairan disinfektan agar kuman benar-benar mati. Setelah itu, lap dengan kain kering agar gagang pintu tidak cepat karat.

    3. Rak Dapur

    Rak dapur sering luput dari perhatian karena dianggap selalu bersih. Padahal, ada banyak debu yang menumpuk di bagian belakang atau atas rak dapur.

    Meski tidak terlihat, tapi partikel debu bisa beterbangan dan hinggap di makanan yang dikonsumsi. Sebagai solusinya, kamu dapat membersihkan rak dapur satu kali dalam sebulan dengan sabun cuci piring yang dicampur dengan air.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dapat mengandung banyak kotoran yang menumpuk di bagian dasar, seperti sisa detergen, helai rambut, bulu hewan, dan jamur. Apabila jarang dibersihkan, pakaian yang seharusnya wangi dan bersih setelah dicuci malah justru kembali kotor.

    Selain itu, penting juga untuk membersihkan bagian sisi samping dan penutup mesin cuci. Biasanya, ada bercak sidik jari dan kotoran yang kerap menempel.

    5. Jendela

    Banyak pemilik rumah yang sering lupa untuk membersihkan jendela, sehingga kaca tampak kotor dan berdebu. Padahal, jendela memiliki fungsi agar penghuni bisa melihat keluar rumah sekaligus memiliki nilai estetika.

    Untuk membersihkan jendela, kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus kaca. Semprotkan cairan ke permukaan jendela, lalu dilap dengan kain atau squeegee.

    Sebagai pengingat, debu yang menempel di jendela harus dibersihkan terlebih dulu dengan kemoceng. Lalu, bersihkan jendela saat cuaca sedang cerah agar cepat kering.

    Itulah lima benda di rumah yang paling kotor dan jarang dibersihkan. Yuk segera bersih-bersih!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com