Tag: cara cegah

  • Kenapa Cacing Muncul di Kamar Mandi? Begini Cara Cegah dan Basminya


    Jakarta

    Terkadang cacing bisa muncul di kamar mandi melalui saluran air. Hewan melata satu ini memang menyukai tempat lembap, sehingga wajar saja kalau ditemukan di kamar mandi atau saluran air.

    Kalau dibiarkan, cacing dapat berkembang biak dan semakin banyak. Oleh karena itu, kamu harus segera membasmi cacing di kamar mandi.

    Lantas, bagaimana cacing bisa masuk kamar mandi? Gimana cara membasmi cacing?


    Nah, bagi kamu yang geli dengan cacing tidak perlu khawatir! Berikut ini penjelasan mulai dari alasan hingga cara mencegah cacing muncul di kamar mandi, dikutip dari Germany Brilliant, Senin (5/8/2024).

    Alasan Cacing Masuk ke Kamar Mandi

    Sebelum membasmi cacing, kamu harus tahu penyebab cacing bisa masuk ke kamar mandi. Cacing yang biasa muncul di kamar mandi biasanya terbawa karena aliran air yang berada di bawah rumah.

    Cacing akan muncul pada rumah yang menggunakan aliran air tanah atau sumur bor yang belum diolah. Penyebab lainnya adalah sistem drainase rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing masuk ke kamar mandi yang lembab.

    Apalagi jika sela-sela lantai keramik memiliki celah. Oleh karena itu, sangat penting untuk merawat setiap jalur aliran masuk dan keluar air untuk meminimalisir kemunculan cacing ke dalam rumah.

    Cara Membasmi Cacing di Kamar Mandi

    Kalau menemukan cacing di kamar mandi, kamu bisa dengan mudah membuangnya ke lubang pembuangan dengan menyiram menggunakan air. Sebab mereka bisa muncul kembali ke kamar mandi lewat celah-celah yang ada.

    Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan cairan khusus yang dapat mematikan cacing. Dengan membersihkan kamar mandi dengan karbol atau detergen secara rutin terbukti ampuh membantu membasmi pertumbuhan cacing di kamar mandi.

    Jika menggunakan cairan pembersih kimia, cukup tuangkan ke sela-sela lantai keramik yang terbuka. Kamu juga bisa langsung menuangkan cairan tersebut ke atas tubuh cacing saat menemukannya.

    Jika Kamu tidak suka dengan pembersih berbahan kimia, terdapat juga solusi alternatif dengan menggunakan bahan alami.

    Untuk menghilangkan cacing di kamar mandi dengan bahan alami, gunakan cara berikut ini:

    1. Siapkan racikan larutan garam dengan perbandingan 500 gram garam dengan 5 liter air sabun
    2. Kocok hingga tercampur merata
    3. Setelah semuanya tercampur dengan rata, siramkan air tersebut pada dinding dan juga lantai kamar mandi.
    4. Setelah itu, sikat kamar mandi dengan merata lalu siram kembali dengan air bersih.

    Cacing pun dijamin tidak akan kembali masuk lagi ke rumah jika cara ini dilakukan secara berkala. Campuran ini juga efektif untuk memancing cacing keluar dari persembunyian dan juga langsung mati jika masih berada dalam saluran.

    Cara Mencegah Cacing Kembali

    Setelah membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air, lakukan langkah pencegahan agar cacing tidak muncul lagi di kamar mandi. Caranya cukup dengan menambal ulang pada sela-sela lantai keramik yang berlubang.

    Perawatan dan perbaikan dinding serta lantai kamar mandi yang retak dan bolong juga merupakan sebuah tindakan pencegahan yang sangat penting agar cacing tak datang kembali.

    Apalagi, cacing bisa masuk dari celah-celah lubang kecil di dinding dan lantai kamar mandi. Kombinasi antara tindakan pencegahan dan perbaikan ini dijamin dapat menjadi cara membasmi cacing yang efektif dan efisien.

    Semoga tips membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Cegah dan Hilangkan Karat pada Pagar Besi


    Jakarta

    Pagar dari besi merupakan salah satu jenis material pagar yang banyak dipakai selain kayu, beton, atau aluminium. Hal ini dikarenakan besi cukup kokoh, mudah untuk digeser, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, ada satu kekurangan dari besi yakni mudah berkarat.

    Besi yang berkarat biasanya disebabkan oleh air dan perubahan suhu. Dikutip dari Modul Biologi Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat.

    Lalu pagar yang biasanya di luar, tentu rentan terkena air hujan, di dalam air hujan ini terdapat elektrolit yakni asam yang dapat menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga muncul karat.


    Saat ini telah terdapat banyak inovasi untuk mencegah besi berkarat lebih cepat. Dengan begitu, besi akan tetap tampak baru, tidak keropos, dan tidak memudar warnanya. Salah satu caranya adalah dengan melapisinya dengan cat khusus untuk pagar yang bisa memberikan perlindungan anti karat.

    Dilansir Aberdeen Gate, berikut cara mencegah pagar berkarat.

    1. Bersihkan Permukaan Pagar Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Besi sebelum dilapisi dengan cat sebaiknya dikikis atau diampelas tersebut lebih dahulu. Siapkan alat sikat kawat dan kikir untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas.

    Siapkan pula roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat pada Besi

    Apabila pagar yang hendak dicat adalah pagar yang sudah berkarat, besi tersebut masih bisa ditolong. Caranya dengan menyiapkan cairan kimia seperti asam fosfat yang dioleskan pada permukaan besi yang berkarat, lalu didiamkan selama 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker untuk mencegah menghirup uap cat tersebut yang mungkin mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan besi bersih, sekarang besi siap untuk dicat. Untuk mengecatnya, perlu menyiapkan dua jenis cat yakni cat primer sebagai dasar dan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini.

    Pastikan pemilik pagar memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Gelembung Saat Musim Hujan? Begini Cara Cegah dan Atasinya



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, salah satu bagian rumah yang harus diperhatikan adalah kondisi cat dinding. Meningkatnya intensitas hujan dapat menyebabkan rumah lebih lembap yang dapat menyebabkan muncul gelembung pada cat dinding.

    Cat menggelembung ini ada yang berukuran kecil dan besar tergantung pada isinya. Setiap gelembung biasanya berisi udara atau air. Gelembung ini bisa dipecahkan, tetapi bisa merusak cat dinding.

    Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya penyebab utama cat dinding menggelembung adalah adanya penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.


    Masalah ini harus diatasi sebelum dinding dicat karena tidak ada cara memperbaiki penggumpalan garam alkali pada cat yang sudah menempel pada dinding.

    Cara mencegah terjadi penggumpalan garam alkali adalah dengan memakai cat dasar yang mengandung anti garam alkali. Setelah itu baru bisa memakai cat dinding bagian atas atau disebut pula dengan top coat.

    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal, dari temboknya bisa kalau misalkan tembok lama sih. Itu ada namanya alkali killer ya itu berbahan solvent. Itu bisa benar-benar menahan. Itu cat dasar juga cuma untuk tembok atau pengecatan ulang ya (pemakaiannya),” kata Rahman saat ditemui detikcom di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025) lalu.

    Sementara itu, untuk memperbaiki cat dinding yang sudah terlanjur menggelembung adalah dengan melakukan pengecatan ulang. Namun, Rahman tidak menyarankan dengan cara ditimpa. Sebelum dicat ulang, cat-cat lama harus dibersihkan dengan cara dikeruk menggunakan alat bernama kape.

    “Dikeruk aja semuanya, jangan langsung ditimpa ya karena semahal apa pun cat misalkan langsung ditimpa, kita kan nggak tahu daya lekat antara cat lamanya dengan yang sekarang,” ungkap Rahman.

    Setelah tidak ada cat yang menempel, pastikan dinding tidak lembap. Setelah itu baru bisa mulai dicat dengan cat dasar. Pastikan cat tersebut sudah dilengkapi dengan komposisi anti garam alkali. Setelah cat dasar kering, lapisi lagi dinding dengan cat luar atau top coat sebanyak 2 lapis agar warnanya terlihat dan rata.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com