Tag: cara cek kebocoran

  • Mau Beli Rumah Second? Ini 6 Cara Mengecek Kebocoran


    Jakarta

    Saat membeli rumah siap huni, ada banyak yang perlu diperhatikan salah satunya kondisi bangunan tersebut. Khawatirnya rumah tersebut banyak spot yang rusak dan bocor saat hujan sehingga memerlukan renovasi sebelum ditempati.

    Maka dari itu, pembeli harus datang ke lokasi terutama setelah hujan atau saat hujan. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah menemukan lokasi bocor di rumah tersebut.

    Agar kamu bisa menemukan lokasi kebocoran dengan cepat, melansir dari laman Leak Masters, Senin (22/7/2024), berikut beberapa cara mengecek kebocoran sebelum beli rumah siap huni.


    Cara Cek Kebocoran Sebelum Beli Rumah

    1. Periksa Kemunculan Jamur

    Jamur kerap muncul pada permukaan apa pun yang lembap dan tidak terawat. Salah satunya adalah langit-langit rumah ataupun tembok. Ini juga adalah tanda paling umum jika ada kebocoran di dalam rumah. Cara paling mudah untuk memastikan noda pada beberapa bagian rumah adalah jamur dengan cara berikut.

    Identifikasi Bau:

    Jamur yang suka kelembapan akan mengeluarkan bau apek atau bau tidak sedap lainnya. Jika jamur sudah menyebar di beberapa sisi, bau tersebut akan tercium dengan jelas bahkan pada saat masuk ke rumah.

    Perhatikan Setiap Sudut:

    Periksa sudut-sudut ruangan secara cermat. Mulai dair lantai, langit-langit, bagian bawah tangga, dan dalam lemari kamar mandi. Kamu mungkin melihat tanda-tanda jamur dan lumut terutama jika ada kebocoran pipa atau saluran air.

    2. Cek Area Atap, Talang, dan Saluran Buangan Air

    Atap adalah area paling pertama terkena air hujan. Jika kondisi atapnya banyak yang rusak, air dengan mudah masuk ke dalam rumah. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan dengan cermat, jika bisa kamu melihat kondisi atapnya juga apakah sirap sudah terpasang dengan baik.

    Sementara itu, talang air atau pipa buangan air di atap juga perlu dicek. Seharusnya setiap rumah telah terpasang pipa tersebut karena fungsinya untuk jalan buangan air dari atap. Kemudian, cek pula saluran pembuangan air tepat di bawah talang air untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar, terutama saat hujan lebat.

    3. Periksa Meteran Air

    Kamu tidak bisa tinggal di rumah tanpa ada air bersih mengalir di dalamnya. Maka saat datang ke rumah baru, kamu perlu mengetes air pada setiap keran. Pastikan semua pipa bisa mengeluarkan air dan tidak lama dari keran dibuka. Lalu periksa meteran air di rumah tersebut.

    Jika air lama keluar dan tidak deras biasanya itu merupakan indikasi adanya kebocoran di suatu tempat. Kamu harus memeriksa semua toilet di rumah untuk melihat apakah ada tangki yang bocor, dan menguji tekanan air di keran untuk memastikan tidak ada yang mengalir ke dalam dinding.

    4. Cek Ruang-ruang Tertutup di Rumah

    Tidak semua bagian rumah mendapat cahaya matahari atau tidak semua rumah memiliki ventilasi yang memadai. Alhasil pasti ada saja ruangan yang lembap atau berbau apek saat dimasuki. Ruangan-ruangan ini biasanya adalah ruang bawah tanah, ruang laundry, hingga garasi. Cek mulai dari dinding, atap, hingga ke sudut ruangan untuk mendeteksi kebocoran. Mereka bisa menggunakan peralatan pencitraan infra-merah untuk memeriksa fondasi atau melakukan pemeriksaan kamera di dalam saluran air Anda.

    5. Periksa Bagian Halaman Rumah

    Selain bangunan, kamu juga perlu memeriksa tanah di sekitar rumah apakah ada tanda-tanda genangan air, atau perubahan warna pada dinding bawah yang mengindikasikan kelembapan. Tambahkan beberapa pohon besar yang tumbuh dengan baik agar halaman bisa menjadi tempat penyerapan yang baik dan tidak mudah ambles.

    6. Cek Pipa

    Terakhir, kamu bisa cek kondisi setiap pipa saluran air di rumah. Rumah yang sudah lama tidak ditempati, banyak sekali risikonya, salah satunya pipa di rumah tersebut bisa saja sudah pecah atau sambungannya sudah longgar. Jika kondisinya sudah tidak bagus kebocoran air mudah sekali terjadi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Tahu Kebocoran Pada Genteng, Buruan Cek Sebelum Makin Parah!


    Jakarta

    Genteng yang bocor atau rembes biasanya diketahui saat memasuki musim hujan. Hal ini dikarenakan bagian atap berulang kali diguyur air dengan jumlah banyak dan waktu yang lama.

    Kerusakan pada atap yang diketahui saat musim hujan akan lebih sulit perbaikannya dibandingkan pada musim kemarau. Hal ini dikarenakan kondisi atap yang licin dan lembap. Selain itu, apabila ingin dilapisi dengan waterproofing, kamu perlu menunggu sampai lapisan tersebut kering yang bisa sampai berhari-hari.

    Namun, tidak perlu khawatir, sebelum atap genteng di rumah mengalami kebocoran, kamu bisa lho memastikannya dengan mengetahui beberapa tandanya. Mengutip dari Angi, Jumat (8/11/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Tanda paling mudah dan cukup jelas genteng rumah bocor adalah munculnya warna kecoklatan, hitam, hijau, atau lainnya pada plafon. Warna ini juga membentuk sebuah pola acak yang merupakan bekas air yang membasahi plafon. Titik air rembesan ditemukan pada bagian tengah plafon, pinggirannya, hingga ke sekitar tembok.

    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Bisa dengan membongkar genteng, mengecek talang air apabila di dekat sana, atau pipa yang ditanam di dalam tembok.

    2. Muncul Jamur pada Dinding Terluar

    Muncul warna pada plafon atau dinding dikarenakan jamur tumbuh di atas permukaannya yang lembap. Sama seperti cara sebelumnya, kamu perlu mencari sumber air yang paling dekat dengan noda jamur tersebut. Namun, bisa juga jamur tersebut muncul karena dinding lembap dari udara di luar rumah.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda atap rumah bocor saat hujan adalah terdengar suara air menetes dari atap. Air masuk dari celah di antara genteng dan tertahan di plafon. Apabila plafon kamu sifatnya tahan air, kamu tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Kondisi genteng yang rusak, retak, dan tidak pada tempatnya dapat menjadi celah air masuk. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    Cara mengetahui kondisi genteng seperti ini dengan cara mengecek langsung dengan naik ke atas. Setelah itu, ganti genteng yang rusak agar saat hujan tidak ada lagi celah untuk air masuk.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah terdapat flashing yang berfungsi melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini berpotensi jadi jalan masuknya air apabila terjadi kerusakan. Jika sudah begitu, flashing harus diganti.

    6. Genangan air

    Meskipun atap dengan genteng biasanya berbentuk miring, tetapi air bisa menggenang di atap apabila model pembuangan airnya salah. Sebagai contoh ujung atap miring tersebut bersinggungan dengan atap dak beton yang datar sehingga ada air yang tergenang di atasnya, tidak langsung terbuang ke tanah. Solusinya, kamu bisa membuat talang air tepat di bawah atap yang miring dan buang ke arah samping.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



    Jakarta

    Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

    Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

    Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


    Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com