Tag: cara membersihkan kasur

  • Ternyata Riset Sebut Jangan Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun!


    Jakarta

    Banyak yang menyarankan setelah bangun tidur sebaiknya langsung merapikan kasur. Hal ini bertujuan agar kamar terlihat rapih. Namun, ternyata hasil penelitian justru mengatakan sebaliknya. Kasur sebaiknya tidak langsung dirapikan setelah bangun tidur. Lho kenapa?

    Tentu ini suatu fakta yang mengejutkan karena biasanya, sejak kecil kita diajarkan untuk merapikan tempat tidur setelah bangun.

    Melansir dari Real Simple, membiarkan kasur tidak rapikan setelah bangun tidur dapat mematikan sumber penyakit. Sebab, pada saat tidur manusia biasanya mengeluarkan keringat yang membuat kasur lembap. Tempat yang lembap disukai oleh tungau debu yang kerap memakan sel-sel kulit mati manusia.


    Dengan membiarkan kasur sekitar 30 menit dapat membantu mengurangi kelembapannya. Namun, perlu diingat pada saat membiarkan kasur, kamu jangan berada di atas kasur.

    “Mengingat rata-rata orang berkeringat 500 mililiter per malam, tentu saja, tempat tidur adalah tempat berkembang biak yang baik bagi tungau debu di pagi hari. Itulah mengapa penting untuk meninggalkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit untuk memberikan ventilasi yang lebih baik untuk mengurangi kelembapan di tempat tidur,” jelas Martin Seeley, CEO di balik MattressNextDay seperti yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).

    Anjuran ini juga telah dikaji dalam sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2006. Hasilnya pun sama, dengan meninggalkan kasur dan tidak langsung merapikannya dapat mengurangi tungau.

    Bahaya dari Tungau Debu di Kasur

    Tungau debu atau kutu kecil berwarna merah memang tidak membahayakan secara langsung. Namun hewan ini dapat memicu gejala alergi, terutama bagi penderita asma. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau yang terhirup manusia, dapat memicu pilek, mata berair, dan bersin.

    Harus Rajin Ganti Seprai

    Selain memberikan waktu bagi kasur untuk ‘bernapas’, kamu juga perlu rutin mengganti seprai kasur.

    Mengutip dari The Spruce, seprai tidak boleh dipakai lebih dari dua minggu. Bahkan sebelum 2 minggu sudah diganti jauh lebih baik. Waktu penggantian seprai ini bisa disesuaikan dengan kegiatan penggunanya.

    Sebagai contoh pengguna kasur tersebut sering tidur dengan pakaian kotor atau tanpa mengganti pakaian setelah datang dari luar. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, kamu perlu mengganti seprai sesering mungkin.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Simple Bersihkan Kasur agar Selalu Wangi dan Nyaman Digunakan


    Jakarta

    Semua benda perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman digunakan dan tahan lama. Begitu juga dengan kasur, tempat kamu beristirahat.

    Hal terpenting saat merawat kasur adalah membersihkannya secara teratur sehingga tidak muncul tungau, jamur, dan bau apek. Kasur yang kotor mudah sekali berbau dan muncul noda yang sulit dibersihkan.

    Bagi kamu yang belum mengetahui cara membersihkan kasur yang benar, dilansir Tom’s Guide, berikut caranya.


    1. Hindari Memakai Bahan Kimia Keras

    Saat membersihkan kasur atau seprai hindari menggunakan cairan pembersih kimia keras. Cairan tersebut bukan membersihkan melainkan berisiko menimbulkan masalah baru.

    Pertama, cairan pembersih yang keras dapat merusak serat dan bahan kasur. Permukaannya pun tidak akan rapi seperti pertama kali kamu beli. Kedua, cairan kimia keras dapat membuat iritasi kulit dan masalah pernapasan karena residu yang tertinggal di permukaannya.

    2. Jangan Biarkan Kasur Basah

    Pastikan kasur selalu dalam keadaan kering. Apabila kasur terkena tumpahan minuman atau kuah makanan, kamu harus langsung membersihkannya. Kasur yang lembap akan menjadi masalah serius karena jamur mudah muncul di permukaannya. Selain itu, kasur yang basah dapat merusak bagian dalam kasur karena ada beberapa kasur yang kerangkanya terbuat dari kayu atau menimbulkan karat pada kerangka besi.

    3. Tidak Memakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur berbeda dengan seprai. Pelindung ini letaknya di bawah seprai. Fungsinya untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mencegah terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    4. Bersihkan Debu Secara Teratur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan merupakan beberapa kotoran yang harus dibersihkan dari kasur. Apabila dibiarkan debu dapat terhirup saat kamu berbaring dan kasur akan menjadi tempat kesukaan tungau.

    Cara membersihkannya juga mudah, bisa menggunakan sapu lidi, vacuum cleaner, atau dijemur di luar jika memungkinkan.

    5. Sesekali Ubah Posisi Kasur

    Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa memutar posisi kasur itu penting. Bukan karena agar tidak mudah bosan melainkan agar posisi penahan beban di kasur merata, tidak hanya di pinggir atau di tengah saja. Kamu juga bisa mengubah posisi kepala.

    Apabila posisi kasur tidak berubah maka ada satu bagian yang mudah cekung karena terus menerus mendapat beban. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Dapat Memperpendek Umur Kasur


    Jakarta

    Merawat kasur sebenarnya tidak begitu sulit asalkan pemakainya dapat menjauhkan hal-hal tak penting dan berbahaya dari kasur. Selama bisa menghindari hal tersebut, kasur tidak akan cepat rusak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

    Bagi yang belum mengetahui apa saja yang harus dihindari dan dijauhkan dari kasur, dilansir Tom’s Guide, berikut beberapa di antaranya.

    1. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

    Kasur modern saat ini tidak lagi bisa digulung atau dilipat karena terdapat per dan susunan lainnya yang dibuat khusus agar kasur nyaman digunakan. Tugas pemakainya adalah memasang pelindung pada kasur agar bagian permukaannya aman. Pelindung ini ada banyak macamnya, tetapi yang paling mendasar adalah memasang seprai. Selain melindungi kasur, seprai juga bisa melindungi kamu dari gigitan tungau.


    2. Kasur Basah

    Kasur adalah benda yang disarankan harus berada dalam keadaan kering. Sebab, di dalam kasur terdapat beberapa susunan yang rentan terhadap air. Apabila terkena air, kasur akan cepat kusam, bernoda, dan logam di dalam kasur berkarat. Oleh karena itu, kasur yang sudah terendam air biasanya tidak nyaman lagi dipakai. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin, hindari meletakkan wadah cairan di atasnya, dan saat membersihkan area yang basah, pastikan benar-benar kering.

    3. Mengabaikan Noda

    Noda bukan hanya berasal dari cairan yang tumpah ke kasur. Bisa juga karena makanan, air mani, atau transfer warna dari barang-barang tertentu. Mengabaikan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut. Dari luar mungkin akan tampak baik-baik saja, tetapi seiring waktu noda tersebut akan berubah warna karena pertumbahan jamur dan bakteri. Beberapa noda juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan iritasi pada kulit.

    4. Tidak Menyedot Debu Kasur

    Mungkin secara kasat mata, kasur tidak terlihat berdebu, kotor, dan lembap. Padahal kasur merupakan salah satu tempat yang kotor yang perlu dibersihkan secara menyeluruh, bukan hanya bagian seprai.

    Jika kasur tidak bisa dicuci, minimal gunakan alat penyedot debu khusus untuk permukaan kain yang lembut. Vacuum cleaner seperti ini dapat membutuh bakteri dan membasmih tungau yang bersembunyi di sela-sela kasur.

    5. Tidak Memutar Kasur

    Ternyata memutar kasur adalah cara yang ampuh untuk mencegah salah satu bagian kasur rusak. Dengan memutas kasur, setiap bagian dapat mendapat beban yang sama sehingga tidak hanya satu bagian yang haus. Waktu yang tepat untuk memutas kasur adalah tiga hingga enam bulan untuk menjaga bentuk permukaannya.

    6. Menggunakan Bahan Kimia Keras

    Hindari pemakaian bahan kimia keras yang tak disarankan saat membersihkan kasur. Dua bahan yang tidak disarankan adalah pemutih dan pelarut yang diklaim bisa memberihkan permukaan, padahal justru merusak serat dan bahan kasur. Selain itu, bahan kimia keras juga tidak bagus untuk kulit dan pernapasan pemakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com