Tag: cara mengatasi jamur

  • Kenali 3 Jenis Jamur yang Tumbuh di Area Lembap dan Infeksi yang Ditimbulkan


    Jakarta

    Udara lembap saat hujan dapat memicu pertumbuhan jamur di sudut-sudut bangunan atau rumah. Jamur ini bukan hanya merusak tampilan bangunan, melainkan juga membawa penyakit bagi penghuninya.

    Bentuk jamur yang muncul di area lembap di rumah seperti noda berwarna. Jamur yang menghasilkan spora dapat menyebar dengan cara melayang di udara. Spora jamur terdapat di setiap tempat sehingga kemungkinan jamur berkembang di dalam rumah yang lembap sangat mungkin terjadi.

    Noda jamur ini bisa berwarna hitam, putih, hijau, hingga kecoklatan. Jamur yang tumbuh di tempat lembap ini juga tidak hanya satu jenis, melainkan ada banyak macamnya. Untuk lebih jelasnya, Melansir dari Medical News Today, Rabu (6/11/2024), berikut jenis jamur yang biasa tumbuh di tempat yang lembap.


    Jenis Jamur yang Muncul di Rumah

    Spora jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat. Ketika mereka mendarat di tempat yang lembap, mereka lebih mudah untuk tumbuh. Medianya pun tidak pandang bulu, bisa di kain, kertas, kayu, kaca, plastik, hingga beton.

    Untuk jenis jamur yang biasa ditemukan di rumah, sebagai berikut.

    – Cladosporium: Tumbuh di daerah sejuk atau hangat. Media yang kerap menjadi sasaran jamur ini adalah kain dan permukaan kayu.

    – Aspergillus: Tumbuh di dalam ruangan, pada benda yang berdebu, makanan berbentuk tepung, dan bahan bangunan. Dinding yang terlalu kering juga bisa ditumbuhi jamur ini.

    – Penicillium: Tumbuh pada bahan yang rusak karena air. Seringkali memiliki penampilan biru atau hijau.

    Tempat Munculnya Jamur

    Daerah yang disukai oleh jamur adalah tempat yang lembap seperti bekas kebocoran, area yang pernah terendam banjir, sudut-sudut jendela, kamar yang lama sudah tertutup, garasi yang jarang dibuka, kamar mandi, di bawah bak cuci piring, sekitar wastafel dan WC, dinding, plafon, dan masih banyak lagi.

    Penyakit yang Disebabkan karena Jamur

    Seperti yang disebut sebelumnya, jamur yang muncul di area bekas lembap dapat menyebabkan beberapa penyakit. Efek dari jamur ini akan lebih berbahaya bagi penghuni yang memiliki riwayat alergi jamur dan sesak napas. Berikut penjelasannya.

    1. Alergi

    Seseorang yang sensitif atau alergi terhadap partikel yang berhubungan dengan jamur dapat bereaksi saat spora jamur tersebut terhirup. Gejala alergi ini diikuti dengan demam, hidung yang gatal, tenggorokan yang gatal, bersin, mata berair, dan masih banyak lagi. Ada pula alergi yang menyerang kulit yang dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.

    2. Masalah Pernapasan

    Saat jamur tumbuh, spora, sel, pecahan, dan senyawa organik yang tidak stabil dapat masuk ke udara. Mereka dapat menghasilkan alergen, iritasi, dan mikotoksin.

    Orang yang memiliki riwayat alergi jamur dan asma memiliki peluang lebih tinggi terkena serangan asma bila tinggal di rumah yang ditumbuhi jamur. Selain itu, bisa pula menyebabkan pneumonitis hipersensitivitas, sejenis peradangan paru-paru.

    3. Terganggunya Sistem Kekebalan Tubuh

    Kebanyakan orang dapat menghirup spora jamur ini tanpa menjadi sakit. Namun, orang yang sistem kekebalannya lemah atau memiliki penyakit paru-paru dapat terinfeksi. Salah satunya adalah penyakit jamur Aspergillus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang dikenal sebagai aspergillosis.

    4. Peradangan

    Jamur dapat memicu produksi mikroba dan bakteri. Paparan bakteri ini dapat memicu respons peradangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Kitchen Set Berjamur Gegara Lembap, Mudah!


    Jakarta

    Dapur masa kini banyak yang dilengkapi dengan kitchen set yang berguna sebagai tempat penyimpanan barang di dapur. Bentuknya seperti lemari atau rak dan kitchen island. Lokasinya berada di atas kompor atau di bawahnya.

    Ada yang perlu kamu tahu saat ingin memasang kitchen set, yakni tempat penyimpanan ini berpotensi berjamur. Penyebabnya adalah permukaannya yang mudah lembap sehingga jamur mudah berkembang di sana. Salah satu bahan kitchen set yang biasanya rentan berjamur adalah kayu.

    Penyebab Kitchen Set Berjamur

    Melansir dari laman JMT Kitchens and Bedrooms, kitchen set yang berjamur biasanya disebabkan karena faktor luar seperti tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak.


    Meningkatnya kelembapan di sekitar kitchen memicu pertumbuhan jamur. Tandanya dengan timbulnya noda berwarna, saat dilihat dari dekat terdapat serabut halus di permukaannya. Lama kelamaan warna tersebut menghitam dan makin jelas.

    Apabila didiamkan, jamur ini dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur.

    Namun, tidak perlu khawatir, tidak semua kitchen set berbahan kayu seperti ini. Biasanya juga dari pihak penjual, permukaannya sudah dilapisi dengan cat khusus anti jamur dan rayap.

    Namun, apabila kamu sudah menemukan tanda pertumbuhan jamur, kamu bisa mengatasinya dengan cara berikut.

    Cara Mengatasi Jamur di Kitchen Set

    1. Bersihkan jamur menggunakan larutan pembersih jamur dan sikat scrub.

    2. Pastikan area yang dibersihkan kering. Kamu bisa menggunakan kipas angin atau dehumidifier.

    3. Perbaiki kebocoran dan tambah ventilasi untuk mencegah pertumbuhan jamur kembali.

    4. Gunakan cat tahan jamur. Cat dinding dan langit-langit dapur dengan cat tahan jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Kamu bisa memiliki material lain yang lebih aman dari jamur dan rayap seperti HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur pada Pintu Kayu yang Bikin Rusak


    Jakarta

    Pintu kayu kerap menjadi pilihan karena dapat memberikan kesan rumah yang hangat. Agar lebih tahan lama, kamu harus merawatnya dengan benar.

    Sebab, pintu kayu rentan terkena jamur. Apalagi jika rumah kamu lembap, pertumbuhan jamur bisa semakin cepat.

    Selain kondisi yang lembap, penyebab tumbuhnya jamur pada pintu kayu juga bisa terjadi karena adanya kebocoran rumah. Air hujan yang masuk ke dalam rumah bisa menyerap ke pintu kayu sehingga menyebabkan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan jamur.


    Untuk membersihkan jamur dari pintu kayu agak sedikit berbeda. Jika pada pintu bahan uPVC, kaca, maupun aluminium kamu hanya perlu membersihkan permukaannya dengan campurat cairan detergen saja, tapi pada pintu kayu tidak bisa seperti itu.

    Lalu bagaimana cara membersihkan pintu kayu? Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.

    Cara Membersihkan Noda Jamur pada Pintu Kayu

    Noda Ringan

    Kalau untuk noda jamur yang tidak terlalu banyak, kamu bisa membersihkannya dengan cuka atau mencampurkan air sabun dengan air hangat dan bersihkan bagian pintu yang berjamur. Setelahnya pastikan pintu kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Noda Membandel

    Kalau noda jamur cukup membandel, kamu bisa menggunakan cairan pemutih dengan rasio 1:10.

    Langkah-langkah Membersihkan Jamur pada Pintu Kayu

    Langkah Pertama

    Pilih cairan pembersih yang cocok dan masukkan ke dalam botol semprot. Sebagai catatan, jangan campurkan cairan pemutih dengan detergen mengandung amonia karena bisa menghasilkan gas berbahaya.

    Langkah Kedua

    Gunakan pelindung, seperti masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan.

    Langkah Ketiga

    Semprotkan cairan pembersih ke area yang harus dibersihkan dan diamkan beberapa menit sebelum membersihkan area tersebut dengan lap basah atau sikat. Pastikan jamur hilang dan bersihkan sisa cairan.

    Langkah Keempat

    Bersihkan pintu dengan air bersih dan spons baru. Kemudian keringkan dengan lap bersih, dan keringkan pintu. Jika sudah kering masih ada sisa jamur, ulangi langkah-langkah pembersihan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi jamur pada pintu kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jamur di Dinding Rumah Berbahaya, Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Musim hujan bisa memicu timbulnya jamur pada dinding rumah. Kondisi yang lembap bisa mempercepat tumbuhnya jamur.

    Apalagi jika terdapat kebocoran di dalam rumah, maka jamur dengan bisa tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Nah jamur di dinding sebenarnya bukan hanya mengganggu estetika rumah, tapi juga berbahaya buat kesehatan. Oleh karena itu, jika ada jamur di rumah maka secepatnya harus ditangani.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Jamur Dinding di Area Belakang Lemari


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap ditemui di rumah adalah muncul noda jamur di sudut-sudut rumah. Keberadaan jamur terutama jamur hitam atau black mold tidak hanya merusak penampilan rumah, melainkan dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah.

    Salah satu lokasi yang kerap ditemui jamur hitam atau black mold adalah di belakang lemari. Hal ini dikarenakan area belakang lemari jarang terkena sinar matahari. Menurut arsitek Denny Setiawan, sinar matahari merupakan anti bakteri terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan sumber penyakit di rumah.

    Ketika suatu tempat tidak terpapar sinar matahari selama berturut-turut yang terjadi adalah meningkatnya kelembapan. Area tersebut menjadi tempat yang pas untuk berkembangnya jamur. Tanda dinding sudah ditumbuhi jamur adalah muncul noda kehitaman, putih, coklat, atau warna lainnya yang berbeda dari warna cat dinding.


    Apabila terjadi demikian, jamur harus segera dimusnahkan. Caranya menurut kontraktor Wildan dengan cara pengecatan ulang.

    “Solusi buat dinding jamuran atau biasanya disebut black mold itu harus dibasmi daerah yang terdampaknya. Kalau mau yang solusinya permanen perlu di cat ulang,” kata Wildan kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Cara Mengecat Ulang Dinding yang Berjamur

    1. Dikupas

    Dinding yang sudah berjamur, cat dindingnya harus dilepas hingga bersih sebelum dicat ulang. Cat dinding yang berjamur harus diperbaiki dari lapisan terbawah, bukan hanya menimpa dengan lapisan baru.

    2. Lakukan Pengacian Ulang

    Setelah seluruh cat dinding lama dibersihkan, bagian lapisan aci juga harus diperbaiki. Tutup celah-celah tempat kelembapan masuk. Wildan menyarankan untuk melapisi juga dengan waterpoof wall agar air dan kelembapan tidak bisa menembus dinding.

    3. Cat Primer atau Cat Dasar

    Cat primer adalah lapisan paling awal dari cat dinding. Peran cat primer adalah untuk mencegah terjadi pengkristalan garam alkali.

    Sebagai informasi, pengkristalan atau penggumpalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Lapisan cat primer cukup dilapisi 1 kali. Tunggu kering sekitar 1-2 jam. Biasanya cat primer berwarna putih untuk area interior. Namun, untuk eksterior ada yang berwarna abu-abu.

    4. Lapisan Top Coat

    Apabila lapisan cat primer sudah kering, dinding bisa dilapisi dengan cat biasa atau disebut dengan top coat. Cat ini banyak warnanya, bisa disesuaikan dengan keinginan.

    Proses pengecatan top coat membutuhkan 2 kali lapisan. Setiap lapisan perlu ditunggu 1-2 jam hingga kering. Untuk cat warna putih butuh lebih dari 3 lapisan agar warnanya keluar dan tidak belang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com