Tag: cara

  • Rumah Kebanjiran? Ini Cara Mengeringkan Dinding Agar Bebas Jamur



    Jakarta

    Rumah kebanjiran memang jadi ‘PR’ bagi penghuninya karena harus segera dibersihkan setelah surut. Sebab, seisi rumah baru saja terendam air kotor, lalu dindingnya pun menjadi basah dan lembap.

    Kamu juga perlu cepat mengeringkan dinding yang basah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kerusakan struktural pada rumah. Semakin cepat kamu mengeringkan rumah, semakin rendah kemungkinan kerusakan akibat kelembapan.

    Sebelum membersihkan atau mengeringkan rumah setelah banjir, pastikan untuk memperhatikan aspek keselamatan. Jika ketinggian air mencapai stopkontak atau peralatan elektronik, pastikan listrik mati untuk menghindari sengatan listrik.


    Kamu bisa menguji peralatan listrik dengan jasa teknisi listrik. Jangan lakukan perbaikan listrik sendiri.

    Lalu, gunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker, dan sepatu bot untuk melindungi diri dari kontaminan air banjir.

    Lantas, bagaimana cara mengeringkan dinding yang basah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Keringkan Dinding Basah Usai Banjir

    Inilah cara mengeringkan dinding basah akibat banjir, dikutip dari Rainbow Restoration.

    1. Hilangkan Air dan Lembap

    Gunakan pompa bah, penyedot debu basah/kering, atau pel untuk menghilangkan genangan air sebanyak mungkin di dalam rumah.

    2. Sirkulasi Udara

    Bukalah jendela dan pintu sebagai ventilasi dan meningkatkan sirkulasi udara. Cara ini akan membantu menghilangkan kelembapan dari bangunan.

    3. Pakai Alat

    Kamu bisa memanfaatkan alat-alat buat mengeringkan dinding, seperti dehumidifiers, kipas, dan blower karpet untuk mengeringkan dan mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Arahkan kipas ke dinding untuk mempercepat proses pengeringan. Lalu, tempatkan dehumidifier di ruangan sempat terkena banjir. Untuk area yang lebih luas, gunakan penggerak udara komersial untuk meniupkan udara pada dinding dan lantai.

    4. Cek Pertumbuhan Jamur

    Setelah dinding kering, periksa kalau ada tanda-tanda pertumbuhan jamur. Gunakan produk pembersih jamur bila perlu.

    Namun, sebaiknya menggunakan jasa profesional untuk hal ini. Jamur dapat menyebabkan dan memperburuk masalah kesehatan seperti asma dan alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Rumah


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di rumah bisa menjadi teman agar tidak kesepian. Keberadaannya memang menyenangkan, tapi kamu harus siap dengan bulu mereka yang kadang-kadang rontok.

    Bulu-bulu tersebut bisa menempel pada beberapa tempat, seperti karpet, baju, perabotan, dan lainnya. Kalau sudah begini, tentunya kamu harus segera membersihkannya.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara untuk membersihkan bulu hewan peliharaan di rumah.


    Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan

    Dilansir dari Apartment Therapy, kalau kamu menemukan bulu hewan peliharaan di perabotan, bersihkan dengan sarung tangan yang basah. Hal ini dilakukan agar bulu-bulu hewan menempel. Setelahnya, kamu bisa membilas sarung tangan dengan air dan ulangi cara tersebut. Jika kamu tidak memiliki sarung tangan, gunakan spons basah untuk melakukan hal tersebut.

    Selain itu, kamu juga bisa menyemprotkan campuran air dengan pelembut pakaian pada perabotan, lalu bersihkan.

    Nah, kalau ingin menghilangkan bulu hewan dari perabotan kayu, gunakan kain lembut dan semir furniture atau semprotan anti-statis. Semprotan tersebut akan menghilangkan muatan listrik sehingga dapat mengurangi kemungkinan bulu menempel kembali.

    Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dari Karpet

    Kamu bisa membersihkan bulu hewan peliharaan pada karpet dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Saat menggunakan alat tersebut, sebaiknya ulangi menyedot area yang terdapat bulu hewan setidaknya dua kali dan ganti arah menyedotnya untuk melonggarkan bulu yang membandel.

    Menghilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Seprai dan Handuk

    Dilansir dari Martha Stewart, kamu bisa menggunakan sarung tangan karet yang basah dan usap seprai atau selimut. Dengan demikian, bulu hewan peliharaan akan mudah menempel dan dibuang.

    Setelah itu, gunakan hair dryer tanpa pemanas agar bulu hewan merenggang dan gunakan lint roller untuk membersihkannya.

    Itulah beberapa cara untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek Kualitas Pemasangan Keramik, Bisa Pakai Kelereng



    Jakarta

    Saat membangun rumah, pemilik tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan semua pekerjaan kepada tukang. Sebab, tidak semua tukang mengerjakan dengan rapih dan sesuai. Pengawasan langsung dan pengecekan secara berkala perlu dilakukan langsung oleh pemilik rumah.

    Salah satunya adalah pengecekan keramik yang terpasang di rumah. Pemilik rumah harus memastikan tidak ada keramik yang terasa kopong atau kosong. Selain itu, pastikan permukaan lantai tidak ada yang miring atau tinggi sebelah, selain di kamar mandi.

    Apabila menemukan kesalahan sejak awal, proses perbaikan bisa dilakukan segera dan biaya yang dikeluarkan tidak sebesar apabila rumah sudah selesai dibangun. Lantas, bagaimana cara pemilik rumah mengecek kualitas keramik yang sudah terpasang?


    Pemilik tidak perlu membeli alat khusus yang mahal, dengan menggunakan kelereng kita bisa menemukan kejanggalan pada keramik.

    Profesional Kontraktor di PT. Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky mengatakan kelereng bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui jika keramik sudah terisi dengan adukan atau masih kosong.

    “Untuk mengetahui apakah pasangan keramik sudah terisi full dengan adukan (semen) pasangan atau masih ada beberapa titik yang mengalami kekosongan atau kopong,” Kata Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Panggah menjelaskan apabila bagian bawah terasa kopong atau tidak terisi dengan adukan semen yang merata, dapat berisiko karena keramik jadi lebih mudah pecah atau meledak atau sering disebut sebagai popping.

    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping” Imbuhnya.

    Cara menggunakan kelereng untuk mengecek keramik kopong atau tidak adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sementara jika kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Hilangkan Goresan pada Perabotan Kayu, Auto Balik Seperti Baru


    Jakarta

    Perabotan dari kayu masih digemari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan perabotan kayu terlihat timeless atau tidak membosankan, ada pula yang merasa perabotan kayu lebih tahan lama dibandingkan bahan lain, dan mudah perawatannya.

    Namun, perabotan dari kayu juga memiliki kekurangan yakni mudah timbul goresan pada permukaannya. Pada beberapa produk, goresan tersebut tidak akan terlihat secara kasat mata, tetapi ada beberapa produk yang justru terlihat jelas.

    Goresan pada kayu tidak bisa ditambal atau ditutupi karena tampilannya akan berubah dan terlihat aneh. Lantas, bagaimana cara untuk menghilangkan bekas goresan pada perabotan kayu?


    Dilansir Grain and Frame, berikut beberapa cara untuk menghilangkan goresan pada perabotan kayu.

    Cara menghilangkan Goresan pada Furniture

    1. Mengampelas Permukaannya

    Tukang kayu biasanya menggunakan ampelas untuk memperhalus permukaan kayu. Ternyata cara ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan goresan yang terlihat pada permukaan kayu. Tipsnya adalah semakin dalam goresannya pakai kertas yang paling kasar. Lalu, ampelas permukaannya searah serat kayu agar goresan menyatu dengan serat alami. Jika sebaliknya justru merusak tampilan kayu.

    2. Cuka Putih

    Bahan alami satu ini memang memiliki segudang manfaat. Salah satunya adalah menghilangkan goresan pada perabotan kayu .Cuka putih biasanya terdiri dari 5% asam asetat dan 95% air. Sifat ini tidak cocok untuk membersihkan noda dan menghilangkan goresan kecil. Asam asetat akan bekerja pada lapisan akhir di sekitar goresan untuk membantu mengisinya.

    3. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun adalah salah satu bahan alami yang bagus untuk kesehatan. Selain itu, minyak ini bisa untuk membersihkan goresan pada kayu. Cara penggunaannya tetap mencampur cuka putih karena konsentrasi asam asetat yang terlalu tinggi dapat merusak lapisan permukaan meja. Minyak zaitun nanti akan meresap ke dalam kayu yang terbuka di dalam goresan. Kemudian, akan muncul warna yang lebih gelap yang senada pada permukaan kayu yang fungsinya untuk melindungi kayu dari kelembapan.

    4. Krayon

    Mungkin beberapa di antara kalian akan berpikir, apakah krayon efektif membersihkan goresan pada kayu? Benar, krayon ampuh untuk memudarkan tampilan goresan pada kayu. Sebab, krayon mudah sekali terpotong saat terkena permukaan yang tajam. Saat ditekan ke goresan, akan ada bagian krayon yang masuk ke rongga-rongga di kayu. Lama-lama krayon tersebut akan menyatu dan mengeras.

    Pastikan warna krayon yang dipakai sama dengan warna kayu yang hendak diperbaiki. Selain itu, pilih krayon yang aman untuk dimakan karena pasti ada kejadian entah kamu sadari atau tidak, bekas krayon tersebut menyentuh kulit dan tidak sengaja termakan, terutama yang memiliki anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Biarkan Freezer Kulkas Penuh Sampah! Ini Cara Efektif Bersihkannya



    Jakarta

    Freezer kulkas merupakan salah satu tempat yang sering diabaikan. Bahan makanan apa saja bisa dimasukkan dan sering kali terlupakan serta mengendap selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Oleh karena itu freezer penting untuk dibersihkan.

    Membersihkan freezer juga terdengar sulit karena terdapat bunga es yang banyak. Ditambah lagi, makanan yang saling menempel dan sulit dikeluarkan membuat orang malas membersihkan freezer.

    Namun, kamu tidak perlu khawatir, sebab sebetulnya membersihkan freezer tidak sesulit yang dibayangkan. Melansir dari situs Southern Living, sebelum membersihkan freezer, kamu perlu mengosongkan isinya terlebih dahulu.


    Kosongkan

    Keluarkan semua bahan makanan dari dalam freezer tanpa terkecuali. Simpan makanan beku tersebut di tempat yang aman, bisa dalam peti es atau wadah yang dilapisi koran. Makanan seperti es krim bisa ditaruh sepotong es kering di atasnya.

    Buang

    Pilah makanan tersebut. Jika sudah kedaluwarsa atau mulai basi padahal isinya masih banyak maka segera buang sebab dikhawatirkan ada jamur yang tumbuh di dalamnnya.

    Sortir

    Jika sudah memilih makanan yang masih disimpan, maka pisahkan ke dalam wadah masing-masing. Kamu bisa mengkategorikan buah beku, sayur beku, atau makanan cepat saji secara terpisah agar lebih mudah dan rapi.

    Setelah mengurusi isi freezer, maka selanjutnya kamu bisa mulai membersihkan freezer. Melansir dari situs Today.com, berikut langkah-langkahnya.

    Cabut Kabel Listrik

    Penting untuk mencabut kabel listrik pada freezer. Jangan pernah membersihkan freezer saat menyala karena bisa menyebabkan kerusakan. Pastikan kulkas di bawah freezer tertutup selama tidak ada daya listrik agar menjaga udara dingin masih ada di dalam kulkas sehingga makanan akan tetap segar.

    Cairkan

    Cairkan bunga es pada freezer hingga benar-benar mencapai suhu ruangan baru bisa lanjutkan pembersihan.

    Bersihkan

    Gunakan campuran 1 sendok makan soda kue, 1 liter air hangat, dan tambah sabun cair. Jangan gunakan pembersih yang sifatnya abrasif seperti pemutih atau deterjen. Pertama, kamu perlu singkirkan serpihan besar dari freezer. Lalu, bersihkan seluruh permukaan dengan kain menggunakan campuran tadi. Gunakan sikat gigi untuk menjangkau area yang sulit.

    Keringkan

    Setelah dirasa benar-benar bersih, usap dan keringkan menggunakan kain bersih.

    Nyalakan Kembali

    Setelah kering, sambungkan lagi daya listrik ke freezer. Kemudian masukkan bahan makanan yang sudah disortir ke dalam freezer. Tata dan atur hingga rapi.

    Itulah langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk mulai membersihkan freezer. Semoga membantu ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh Membersihkan Noda di Dinding Putih agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Putih sering menjadi pilihan untuk cat tembok rumah. Warna putih menjadi salah satu pilihan karena bisa memberi kesan bersih dan luas di dalam rumah. Namun, dinding berwarna putih lebih mudah kotor karena terkena noda.

    Nah untuk membersihkan noda di dinding putih perlu siasat tersendiri. Melansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan noda pada dinding putih agar terlihat bersih seperti sedia kala.

    1. Bersihkan area langit-langit hingga ke lantai

    Kamu bisa memulainya dari membersihkan langit-langit dari debu yang ada. Gunakan kemoceng panjang atau bisa juga gunakan lap basah untuk menghilangkan debu. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan alat yang dapat diatur panjang-pendeknya untuk membersihkan sudut-sudut atas pada dinding.


    2. Gunakan pembersih serba guna

    Kamu bisa menggunakan pembersih serba guna dengan kain mikrofiber atau lap, maupun tisu dapur. Biasanya, hal ini dilakukan untuk membsihkan noda makanan atau coret-coretan yang sulit hilang.

    3. Pakai sabun cuci piring dan spons

    Walaupun namanya sabun cuci piring, ternyata sabun tersebut juga berguna untuk hal lain. Salah satunya membersihkan dinding.

    Jika ada noda yang tidak membandel, kalian bisa gunakan spons basah dan teteskan sabun cuci piring, lalu lap noda tersebut. Setelah itu, diamkan selama beberapa saat dan lap dengan kain mikrofiber basah hingga bersih. Kamu mungkin perlu mengulangi proses tersebut sebanyak 2-3 kali.

    4. Gunakan soda kue

    Jika ada noda membandel, kamu bisa gunakan pasta soda kue untuk menghapusnya.

    Caranya, tuang soda kue dan air ke dalam mangkuk dengan perbandingan 3:1. Lalu, oleskan pasta tersebut ke noda yang ada di dinding menggunakan spons basah dan diamkan beberapa saat.

    Jika sudah agak menyerap, lap noda tersebut dengan lap basah atau kain mikrofiber atau tisu dapur basah.

    Cara Menjaga Dinding Putih Bersih Lebih Lama

    Untuk menjaga dinding putih agar bersih lebih lama, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Di antaranya:

    1. Bersihkan noda secara teratur agar tidak menempel di dinding
    2. Bersihkan kotoran di lantai dengan hati-hati agar tidak menempel ke dinding
    3. Bersihkan langit-langit dan bagian atas dinding, terutama jika ada kipas angin gantung

    Demikian informasi terkait tips membersihkan dinding putih di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 4 Langkah Perbaiki Retak Rambut pada Dinding Rumah


    Jakarta

    Bangunan rumah lama-lama bisa rusak karena usia maupun faktor eksternal. Untuk bagian dinding, kerusakan bisa muncul berupa retak rambut.

    Retak rambut adalah celah pada dinding yang berukuran kecil dan terkadang tak terlihat jelas seperti rambut. Meski terlihat sepele, retak ini bisa melebar kalau dibiarkan.

    Lantas, apa yang harus dilakukan kalau ada retak rambut pada dinding rumah? Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya.


    Cara Memperbaiki Retak Rambut pada Dinding

    Inilah cara memperbaiki retak rambut di dinding rumah seperti yang dikutip dari Instagram Kementerian PUPR.

    1. Cari Tahu Penyebabnya

    Langkah pertama yang harus dilakukan ketika menemukan retak rambut di rumah adalah mencari tahu penyebabnya. Retak rambut bisa muncul akibat gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik. Cara memperbaiki retak rambut bisa disesuaikan dengan penyebabnya.

    2. Kerok atau Amplas Tembok

    Ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi retak rambut. Hal ini tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

    Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, bagian retak pada tembok bisa dikerok menggunakan sekrap hingga cat terkelupas.

    3. Isi Celah Retak Rambut

    Kemudian, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokkan hingga benar-benar bersih. Setelah bersih, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

    4. Cat tembok

    Jika wall sealer sudah mengering dengan sempurna, barulah bisa dilakukan pengecatan tembok dengan warna yang diinginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

    Itulah cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Biang Kerok Saluran Air Mampet dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Saluran air tersumbat merupakan permasalahan yang cukup menjengkelkan. Penyebabnya tentu adanya sumbatan di saluran air yang disebabkan oleh penumpukan kotoran ataupun sampah.

    Dalam keadaan yang sudah parah, saluran air tersumbat bukan hanya menghambat saluran pembuangan air, tapi juga bisa meluap.

    Maka dari itu, ketika mencuci piring atau mandi, kamu tidak bisa asal membuang benda padat ke dalam saluran. Melansir dari Dengarden, berikut penyebab saluran air tersumbat.


    1. Rambut

    Saat mandi, pasti mudah sekali menemukan rambut rontok di lantai. Jika jumlahnya hanya satu mungkin tidak masalah, tetapi biasanya rambut rontok jumlahnya banyak dan layaknya benang kusut. Saat rambut terseret ke dalam saluran, bisa saja helaiannya tersangkut. Selain itu, bulu dari hewan juga harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Solusinya, kamu perlu rajin mengambil gumpalan rambut tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Selain itu, kamu juga harus selalu menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui oleh air. Jika sudah tersumbat, coba gunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sabun memang efektif untuk membersihkan kotoran pada tubuh, tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau yang terbuang ke saluran air kamar mandi dapat mengurangi diameter pipa. Semakin kecil diameternya, saluran air makin sulit dilalui air. Sabun ini juga bisa terbawa oleh rambut rontok yang terbuang ke saluran air.

    Cara mencegah sabun menumpuk di saluran air bisa dengan selalu membersihkan sabun setiap selesai mandi dan atau mencuci sesuatu.

    3. Sisa Makanan

    Sudah sewajarnya sisa makanan baik yang kecil atau besar tidak dibuang ke saluran air. Sampah satu ini bisa saja menyangkut di saluran air yang sempit. Salah satu contohnya adalah teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air. Cara mengatasinya bisa dengan membersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    4. Kotoran

    Mungkin kamu terbiasa membuang kotoran di toilet, tetapi ada beberapa orang yang menyepelekan hal ini. Kotoran sama seperti sabun tidak akan terurai jika dibuang ke saluran air. Justru jika tersangkut dan menumpuk di dalam saluran air akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Jika saluran air sudah tersumbat karena kotoran kamu perlu tenaga profesional untuk membersihkannya.

    5. Minyak dan Lemak

    Sama seperti sabun, minyak dan lemak adalah partikel yang seharusnya tidak asal dibuang ke saluran air. Sebab, keduanya tidak akan larut dalam air dan berujung menumpuk di dalamnya. Sebaiknya minyak atau lemak kamu buang ke tempat sampah. Jika sudah menyumbat coba gunakan campurkan sedikit deterjen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah biasa ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Jika sudah tersumbat, kamu perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


    Jakarta

    Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

    Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

    Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


    Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

    1. Hindari dari Cairan Asam

    Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

    Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

    2. Hindari Memotong Tanpa Alas

    Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

    3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

    Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com