Tag Archives: cara

Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


Jakarta

Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

1. Hindari dari Cairan Asam

Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

2. Hindari Memotong Tanpa Alas

Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Kulkas Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli



Jakarta

Membersihkan kulkas perlu dilakukan agar tetap rapi dan tidak menimbulkan bau dari dalam. Namun, seberapa sering harus membersihkan kulkas?

Pertanyaan itu bisa saja muncul bagi para penghuni rumah. Sebenarnya, membersihkan kulkas bisa dilakukan secara singkat dan juga secara mendalam.

Nah, untuk membersihkan kulkas secara singkat bisa dilakukan setidaknya seminggu sekali. Bagian-bagian yang dibersihkan seperti membersihkan tumpahan di dalam kulkas, setiap rak, membuang makanan kalauarsa, serta membersihkan bagian luar kulkas.


Sementara itu, untuk membersihkan kulkas secara mendalam bisa dilakukan sebanyak satu sampai tiga kali setiap empat bulan.

“Pembersihan menyeluruh berarti mengeluarkan semua makanan, mencuci rak, mencuci laci, mensterilkan bagian dalam, dan membersihkan kumparan serta segel pintu,” kata pakar kebersihan rumah di CottageCare, Scott Schrader, dikutip dari The Spruce, Selasa (13/5/2025).

Berikut ini cara membersihkan kulkas secara menyeluruh masih dilansir dari The Spruce.

Cara Membersihkan Kulkas Secara Mendalam

– Keluarkan semua makanan dari kulkas dan buang barang-barang yang sudah kadaluarsa atau akan kadaluarsa.

– Isi wastafel atau bak mandi dengan air sabun hangat. Keluarkan semua rak dan laci dari kulkas dan cuci di wastafel atau bak mandi. Keringkan setiap rak dengan kain mikrofiber yang bersih.

– Untuk membersihkan segel pintu, jika memungkinkan, gunakan cuka atau pembersih lain untuk membantu mencegah masuknya jamur dan kotoran.

– Jika memungkinkan, vakum atau bersihkan kumparan; ini membantu meningkatkan efisiensi karena kotoran akan terlepas.

– Setelah semua permukaan kering, tata kembali barang-barang yang dikeluarkan dengan cara yang lebih mudah dilihat.

Itulah waktu yang tepat membersihkan kulkas. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Trik Jitu Usir Semut yang Bersarang di Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


Jakarta

Semut bisa ditemukan di dalam dan luar rumah. Biasanya semut di luar rumah lebih mudah dimusnahkan karena sarangnya terlihat. Namun, ternyata cara membasmi semut tidak sekadar menutup sarangnya karena mereka bisa berpindah tempat.

Dilansir HGTV, bagian sarang semut yang terlihat di permukaan hanyalah puncak dari gunungan sarang koloni semut. Sarang tersebut lebih luas daripada lebar lubangnya yakni bisa mencapai 60-91 cm luasnya. Lokasinya berada di 1 meter dari permukaannya.

Sementara itu, untuk menemukan sarang semut di dalam ruangan jauh lebih sulit karena letaknya tersembunyi, bisa di dinding, lantai, atau bahkan di bawah lemari.


Kemudian, setelah menemukan sarang semut, cara memusnahkannya bukan hanya dengan menutup atau menghancurkan sarangnya saja, melainkan menargetkan ratu semut. Koloni semut dapat bubar apabila ratu semut tiada. Selama ratu semut masih hidup, koloni semut dapat berpindah tempat untuk hidup.

Ada beberapa cara dan bahan yang bisa digunakan untuk membasmi semut, terutama di luar ruangan, berikut di antaranya.

1. Air mendidih

Cara lainnya yang bisa dicoba untuk mengusir semut adalah menyiramkan air mendidih ke sarang mereka. Namun, air mendidih juga bisa membunuh tanaman sehingga jika lokasi sarang terlalu dekat sebaiknya pakai cara lain.

2. Cuka

Cuka mengandung asam asetat yang memiliki aroma tajam dan tidak disukai oleh semut. Bahan ini cukup mudah menjadi bahan pengusir semut, caranya dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Kemudian, tambahkan beberapa tetes sabun cair. Tuangkan campuran tersebut ke sarang semut. Namun, sama seperti air mendidih, cuka dapat membunuh tanaman, jadi perlu berhati-hatilah saat menggunakannya di halaman.

3. Genangan Air

Semut bisa bertahan hidup di bawah air sekitar 24 jam. Maka, perangkap yang harus kita buat adalah air yang dapat merendam sarang lebih dari itu.

Itulah beberapa cara membasmi semut dengan bahan alami. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Spons Pencuci Piring Harus Sering Diganti biar Nggak Jadi Sarang Kuman



Jakarta

Kebanyakan spons pencuci piring di rumah masa pakainya sementara. Apabila tampilannya sudah tidak layak atau berubah warna, spons tersebut baru diganti dengan yang baru. Padahal mengganti spons itu harus dilakukan sesering mungkin, bahkan sebelum tampilannya rusak atau berubah warna lho.

Dilansir Today, spons pencuci piring merupakan benda yang paling mudah terkontaminasi bakteri. Menurut hasil penelitian di Italia, banyak mikroorganisme dan patogen ditemukan menempel pada spons dari sisa makanan piring yang dibersihkan.

Memakai spons terlalu lama bahkan hingga berubah warna atau bentuk sangat tidak disarankan karena pasti sudah tidak terhitung berapa jumlah bakteri, mikroorganisme, atau pantogen yang terkontaminasi ketika mencuci piring.


Lantas, berapa jangka waktu yang tepat untuk mencuci spons agar tetap aman?

Seberapa Sering Harus Ganti Spons?

Dalam situs tersebut, menyebutkan spons sebaiknya diganti setiap seminggu sekali. Terutama jika memakai spons berbusa. Kemudian, untuk spons yang digunakan untuk membersihkan meja dapur, sebaiknya beralih ke kain mikrofiber yang lebih mudah dibersihkan dan jauh lebih efisien karena apabila kotor sehingga tidak perlu beli baru.

Cara Membersihkan Spons

Untuk menjaga spons tetap bersih setiap digunakan, cuci spons dengan air panas dan sabun. Caranya dengan merendam sebentar. Lalu, angkat dan bilas ke air bias untuk diperas sebentar. Setelah kering, masukkan spons ke dalam microwave selama 2 menit. Terlalu sering atau terlalu lama merendam spons busa bisa merusak permukaannya.

Apabila tidak memiliki microwave, gunakan satu liter air hangat dan 1/2 sendok teh pemutih konsentrat untuk merendam spons sekitar satu menit. Setelah itu bilas di air biasa dan keringkan. Setelah digunakan untuk mencuci piring, singkirkan spons dari rendaman sabun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Dinding dan Jendela Bergetar Setiap Pintu Ditutup? Cepat Periksa Bagian Ini



Jakarta

Pernahkah kalian pernah merasakan saat menutup pintu, seketika dinding dan jendela rumah juga ikut bergetar? Apalagi ketika pintu tersebut tertutup dengan keras.

Mungkin banyak yang berpikir wajar karena getaran tersebut terlalu keras hingga merambat ke bagian lain. Namun, sebenarnya kejadian ini menunjukkan daya tahan dinding di rumah lho.

Menurut kontraktor Taufiq Hidayat getaran tersebut dipengaruhi pada tingkat kekuatan dari struktur dinding dan celah pada jendela.


“Ya itu kekuatan struktur dinding dan bukaan dari kusennya. Bergetar itu kan karena ada suatu gerakan yang menimbulkan strukturnya juga jadi nggak stabil gitu. Ada pergerakan juga,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

Getaran yang keras dan berlangsung berulang kali dapat menimbulkan retak-retak pada dinding terutama pada area kusen dan pintu. Dalam kata lain, getaran tersebut dapat menimbulkan masalah baru pada rumah.

“Kalau nanti dindingnya itu retak itu kan ditimbulkan karena getaran yang memungkinkan satu konstruksi itu pecah ya. Tidak bisa menyatu lagi jadi ada retak gitu ya. Nah itu kalau misalnya getarannya terlalu keras dan dindingnya itu emang nggak kuat, ya bisa aja timbul retak,” jelasnya.

Retak dari getaran karena ketahanan dinding yang lemah berbeda dari retak yang ditimbulkan oleh bencana alam seperti gempa bumi atau tanah bergerak.

“Kalau udah gempa kan itu dari fondasi yang bergerak karena dari fondasi yang bergerak ya ketahanan bangunan itu diuji sama gerakan dari fondasi,” ungkapnya.

Untuk mengetahui ketahanan pada dinding bangunan, pintu, dan jendela dapat dipersiapkan sejak awal pembangunan. Persiapannya perlu pertimbangan dan perencanaan dari ahli seperti arsitek

Apabila getaran baru terasa setelah rumah selesai dibangun, Taufiq mengatakan hal tersebut masih bisa diperbaiki. Jika yang bergetar adalah jendal, berarti ada bagian kusen jendela yang longgar tidak pas dengan dinding. Cara memperbaikinya dengan melakukan pengeboran dan mengencangkan ke bagian dinding.

“Dicek dulu kalau cuma kusen yang bergetar itu bisa aja kusennya dikasih baut, dikasih anchor bolt. Supaya dia nggak bergerak. Jadi supaya dia tertahan sama dinding. Berbeda halnya jika masalahnya pada dinding, itu harus diperkuat,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Muncul Noda Putih Saat Menyentuh Cat Dinding? Begini Cara Mengatasinya



Jakarta

Cat dinding yang berkapur dapat mengotori benda apa pun yang menempel di atasnya. Mulai dari pakaian, tangan, rambut, hingga barang lainnya.

Pada awalnya tidak ada yang menyadari jika cat dinding tersebut bermasalah. Ketika ada yang menyandarkan badan ke dinding atau hendak meletakkan tangan di dinding, muncul noda berwarna putih pada pakaian dan tangan.

Sebenarnya dari mana asal kapur tersebut dan bagaimana cara mengatasi cat dinding yang seperti itu?


Arsitek Denny Setiawan mengatakan kondisi cat dinding seperti itu disebabkan oleh kesalahan pada saat pengacian hingga pengecatan. Semua yang menempel pada bata tidak sepenuhnya menempel.

“Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

Pengerjaan yang buru-buru dan tidak menunggu hingga semua proses mengering secara sempurna menimbulkan transfer warna dari cat dinding.

“Jadi setiap proses acian di atas plesteran, cat di atas acian itu, harus ada jeda minimal 2 minggu. Untuk mengering. Jadi proses itu harus terjadi,” jelasnya.

Lalu, untuk mencegah munculnya kapur atau garam-garam pada permukaannya, dinding juga harus dilapisi dengan cat pencegah munculnya alkali. Pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

Untuk mencegah muncul lapisan alkali adalah dengan memakai cat dasar atau cat primer sebelum mengecat lapisan lainnya. Cat dasar ini biasanya berwarna putih, tetapi saat ini sudah banyak produsen yang menyediakan warna lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Cara Mengatasi Dinding yang Berkapur atau Muncul Kristal Alkali

Denny mengatakan untuk mengatasi muncul kapur atau kristal alkali pada dinding adalah dengan mengupas seluruh lapisan dinding. Kemudian, dilakukan pelapisan ulang. Setiap lapisan harus ditunggu selama 2 minggu sampai dipastikan benar-benar mengering.

“Cara memperbaikinya adalah harus dikupas, dikasih alkali. Alkali itu harus dikupas. Kalau nggak, percuma. Waktu tunggunya 2 minggu, supaya kelembapannya hilang,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Anggap Enteng, Ini Arti Plafon Retak dan Cara Memperbaikinya


Jakarta

Plafon retak kerap ditemukan di rumah. Hal ini bisa menjadi pertanda sesuatu lho detikers.

Setiap retakan pada plafon bisa memberi tanda terkait kondisi rumah. Umumnya bentuk retakan yang paling sering ditemui seperti garis lurus atau sarang laba-laba.

Dilansir dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengungkapkan bahwa plafon yang retak juga bisa menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Nah, berikut ini arti plafon retak dan cara memperbaikinya.


Retakan Tipis

Retakan yang tipis umumnya muncul karena adanya pergerakan alami rumah akibat penurunan atau perubahan suhu dan kelembapan musiman. Hal itu juga bisa terjadi akibat rumah yang mengembang dan menyusut akibat perubahan musim.

Untungnya, retakan jenis ini tidak sulit untuk diperbaiki. Pemilik rumah cukup mengecatnya saja untuk menyamarkan retakan.

“Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

Retakan yang Disertai Perubahan Warna

Jika ada retakan yang disertai dengan perubahan warna dan plafon yang sudah merosot, bisa jadi karena adanya masalah struktur atau serangan serangga. Retakan yang menjalar ke dinding juga menjadi tanda masalah pada struktur rumah.

Sementara itu, perubahan warna pada plafon biasanya terjadi karena air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Untuk memperbaikinya, pemilik rumah bisa memanggil profesional.

“Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa retakan pada langit-langit tidak bisa dihindari karena dipengaruhi oleh usia plafon serta pergerakan alami dari rumah. Meski demikian, pemilik rumah bisa mencegahnya agar tidak terlalu parah hingga memanggil ahli.

Pemilik rumah juga harus sering-sering memperhatikan tanda-tanda plafon yang mulai retak dan segera memperbaikinya.

Itulah makna di balik plafon retak dan cara memperbaikinya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Jitu Usir Tokek Tanpa Dibunuh, Bisa Pakai 4 Bahan Ini


Jakarta

Tokek merupakan salah satu hewan reptil yang keberadaannya diketahui dari suaranya. Hewan noktural ini biasa muncul pada malam hari.

Bagi yang belum pernah melihat wujud tokek, hewan satu ini mirip dengan cecak tetapi ukuran lebih besar seperti kadal dan badannya memiliki banyak corak dan warna. Biasanya tokek bersembunyi di pohon.

Meskipun jarang menampakan diri, tokek juga bisa menyerang saat keadaan terdesak. Gigitan tokek memang tidak berbahaya atau beracun, tetapi dapat menyebarkan bakteri ke tubuh manusia. Jadi berhati-hati saat mendengar suara tokek dan jangan mengganggu mereka.


Apabila merasa terganggu dengan kehadiran tokek, dilansir Cleanipedia, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir tokek dari rumah.

Tenang saja, ada cara mudah mengusir tokek yang tidak berisiko. Cek bahan-bahan yang bisa kamu pakai untuk mengusir tokek di sini, dikutip dari Cleanipedia, Kamis (20/6/2024).

Cara Mengusir Tokek

1. Ampas Kopi

Untuk mengusir tokek tidak harus memakai bahan-bahan baru, memakai ampas kopi juga ampuh lho. Caranya adalah dengan keringkan ampas kopi, lalu letakkan di dalam wadah. Kemudian letakkan di lokasi tokek sering terlihat.

2. Kapur Barus

Bahan lainnya yang cukup instan adalah kapur barus. Sama seperti namanya, kapur barus penggunaannya sama seperti kapur biasanya yakni dicoretkan pada lokasi yang sering terlihat tokek. Bau dari kapur barus tidak disukai oleh tokek sehingga mereka tidak akan berani mendekat.

3. Bawang Putih dan Bawang Merah

Bahan lainnya yang baunya tidak disukai tokek adalah bau bawang merah dan bawang putih yakni kandungan sulfur di dalamnya. Cara untuk menyiapkan perangkapnya adalah dengan iris tipis bawang, lalu letakkan di tempat di mana sering ditemui tokek. Tunggu hingga beberapa hari tokek tidak mau kembali ke sana.

4. Cangkang Telur

Setiap memasak telur, biasanya cangkangnya langsung dibuang. Sekarang, simpan cangkang tersebut karena bisa dibuat untuk perangkap pengusir tokek di rumah. Caranya dengan menghancurkan cangkang telur lalu tebar di area yang sering didatangi tokek. Agar cangkang telur tetap segar, ganti setiap tiga minggu hingga satu bulan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Ngengat Bisa Gerogoti Pakaian di Lemari, Ini Cara Mencegahnya



Jakarta

Pernah menemukan lubang-lubang kecil di pakaian favorit yang disimpan di lemari? Jangan anggap sepele, bisa jadi pakaian itu telah digerogoti oleh ngengat kain. Ngengat kai itu hama kecil yang gemar merusak serat tekstil, terutama jenis bahan dari hewan seperti wol, bulu, dan kasmir.

Apa Itu Ngengat Kain dan Mengapa Bisa Merusak Pakaian?

Meski tidak semua ngengat merusak pakaian (sebagian besar justru memakan tanaman), jenis ngengat tekstil adalah pengecualian. Menurut laporan dari The New York Times, ngengat kain dewasa berukuran sekitar 1 cm dengan warna kuning keabu-abuan. Mereka bertelur di tempat gelap, lembap, dan hangat-seperti tumpukan pakaian kotor, terutama yang mengandung noda makanan dan keringat.

Yang merusak pakaian sebenarnya adalah larva ngengat. Larva ini sangat kecil, dilindungi lapisan perekat, dan kerap meninggalkan jaring halus seperti ingus kering di sekitar area yang mereka tempati. Mereka sangat menyukai serat alami Seperti wol, kasmir dan bulu halus (angora, alpaka, dsb.).


Tanda-Tanda Lemari Diserang Ngengat

  • Terdapat lubang kecil acak di pakaian
  • Jaring halus seperti sarang laba-laba
  • Bau apek di lemari atau pakaian
  • Pakaian terasa rapuh saat disentuh

Tips Efektif Mengusir dan Mencegah Ngengat Kain

Untuk menghindari adanya hewan pengganggu pakaian ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuang pakaian yang sudah rusak parah yang tidak bisa diperbaiki lagi. Tidak peduli jika itu adalah pakaian kesayangan karena bisa jadi dihinggapi ngengat.

Kemudian, bersihkan lemari secara menyeluruh. Ngengat kain dan larvanya sangat menyukai sudut dan celah yang gelap. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lemari untuk mencegah timbulnya sarang ngengat.

Cara lain yang juga unik adalah panaskan atau dinginkan pakaian wol. Namun, pastikan pakaian wol tidak memiliki manik-manik atau plastik. Panaskan pakaian wol di dalam oven atau dinginkan pakaian wol di dalam freezer.

Selain itu, bisa juga lindungi pakaian dengan kantong pakaian plastik yang tertutup rapat. Namun, penyimpanan kedap udara ini harus dibarengi dengan lemari yang harus sering dibuka juga. Membuka tutup lemari dapat mencegah ngengat berkeliaran karena mereka tidak menyukai cahaya dan gerakan.

Produk pengharum lemari juga bisa mengusir ngengat asal terbuat dari bahan kayu cedar atau minyak cedar. Mengutip dari situs Good House Keeping, minyak cedar merupakan bahan pencegah yang paling umum digunakan dan tahan lama. Jika tidak suka aroma minyak cedar, bisa diganti dengan aroma lavender, cendana, atau eukaliptus.

Dari semua yang telah disebutkan, hal terpenting adalah mencuci pakaian dengan bersih dan mengeringkannya hingga optimal. Jangan biarkan ada pakaian yang belum kering sepenuhnya karena dapat membuat lemari menjadi lembap. Pastikan lemari memiliki ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan di Rumah yang Nggak Disukai Lintah, Dijamin Auto Kabur!


Jakarta

Lintah merupakan parasit yang bisa menghisap darah hewan dan manusia. Mereka dapat beraksi tanpa disadari karena lintah memiliki 3 gigi berbentuk segitiga untuk memotong dan mengeluarkan serangkaian zat kimia untuk mengencerkan darah. Hal ini yang membuat kulit mati rasa sehingga kehadirannya tidak terdeteksi.

Parasit satu ini biasanya hidup di air tawar. Meskipun di perkotaan cukup jarang ditemui, tetapi pada rumah-rumah yang sering banjir, hewan ini bisa terbawa ke permukiman.

Ukuran lintah bermacam-macam, mulai dari sekecil lalat hingga 7 cm. Efek dari gigitan lintah di antaranya iritasi kulit, gatal, pendarahan, hingga memar.


Jika melihat lintah di rumah, tidak perlu panik apalagi asal mematikannya. Dilansir dari How to Repel begini cara mengusir lintah.

Cara Mengusir Lintah dari Rumah

1. Garam

Garam merupakan bumbu dapur yang berguna untuk mengusir hewan-hewan seperti lintah dan bekicot. Caranya cukup dengan menaburkan garam di sekeliling lintah atau daerah yang sering didatanginya. Garam dapat memberikan efek osmosis yang menyebabkan dehidrasi pada tubuh lintah. Garam dapat menarik air dari dalam tubuh lintah, menyebabkan dehidrasi.

Sebagai catatan, garam tidak disarankan dipakai untuk mengusir lintah yang sudah menggigit di kulit manusia atau hewan. Apabila sudah menempel di kulit, coba cari kepala lintah, kemudian tekan kulit di area yang digigit, agar lintah mudah terlepas. Apabila sulit, ambil kertas atau kartu ATM dan kartu yang agak keras untuk melepas lintah.

2. Jus lemon

Perasan lemon sering sekali digunakan untuk membersihkan barang dan mengusir binatang. Air perasan yang mengandung asam ini sangat tidak disukai oleh lintah. Cara memakainya adalah dengan memeras jeruk kemudian campurkan dengan sedikit air. Siram pada area dinding dan tanaman yang sering ditemui lintah.

3. Bawang Putih dan Cengkeh

Bahan alami lainnya yang ditakuti oleh lintah adalah bawang putih dan cengkeh. Dua bahan dapur ini ternyata memiliki senyawa yang dapat menahan lintah mendekat. Bawang putih dan cengkeh yang digunakan tidak perlu banyak, secukupnya saja. Lalu hancurkan dan sebar di area yang lembap di mana lintah sering terlihat.

4. Minyak Atsiri

Lintah cukup sensitif dengan wewangian, salah satunya adalah aroma dari minyak atsiri atau essential oil. Cara ini lebih mudah dan praktis karena tinggal disemprot ke area yang sering didatangi lintah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com