Tag: cara

  • Dinding Rumah Kotor? Begini Cara Membersihkan Tanpa Merusak Cat



    Jakarta

    Dinding yang kotor tentu bisa membuat rumah tampak tak elok. Penghuni rumah juga mungkin berpikir dua kali untuk membersihkannya karena bisa membuat cat rusak.

    Namun, ada cara untuk membersihkan dinding yang kotor tanpa merusak catnya. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.


    Cara Membersihkan Dinding Tanpa Merusak Cat

    • Bersihkan debu dengan kemoceng maupun penyedot debu.
    • Buat sabun pembersih dengan mencampurkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam ember yang berisi air hangat.
    • Celupkan lap bersih ke cairan tersebut dan bersihkan dinding dengan lembut dengan gerakan memutar.
    • Peras lap di atas ember kosong, biarkan air bersih tetap bersih. Ulangi dengan mencelupkan kembali kain ke dalam ember sabun dan terus gosok perlahan dengan gerakan memutar yang konsisten. Bersihkan seluruh dinding dengan cara ini, pastikan untuk melakukannya secara menyeluruh dan memberikan tekanan yang merata selama proses pembersihan.
    • Setelah selesai, keringkan dinding sepenuhnya dengan lap bersih, pastikan untuk menghindari noda air atau area basah yang tidak dirawat.

    Kalau masih ada noda membandel di dinding, bisa juga dibersihkan dengan baking soda atau soda kue. Berikut ini caranya.

    • Campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/4 cangkir air hingga membentuk pasta yang lengket.
    • Celupkan ujung kain bersih ke dalam pasta dan gosok noda membandel. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut, karena metode ini lebih abrasif daripada sabun cuci piring.
    • Berhati-hatilah agar cat tidak ikut terkelupas bersama noda. Jika noda masih membandel, coba metode ini lagi, tetapi oleskan pasta langsung ke dinding dan diamkan selama beberapa menit sebelum dibersihkan.

    Itulah beberapa cara membersihkan dinding tanpa merusak cat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Retak Rambut di Dinding dan Estimasi Biayanya


    Jakarta

    Dinding rumah bisa mengalami retak rambut atau garis-garis halus seiring waktu. Masalah ini sering membuat khawatir pemilik rumah karena retakan yang muncul bisa semakin panjang.

    Sebenarnya, retak rambut pada dinding rumah masih dapat diatasi dengan mudah. Namun, jika retakan sudah cukup besar dan panjang, maka siap-siap harus merogoh kocek cukup dalam untuk memperbaikinya.

    Ingin tahu bagaimana cara memperbaiki retak rambut pada dinding rumah? Lalu berapa estimasi biayanya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mengatasi Retak Rambut di Dinding

    CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat mengatakan cara memperbaiki retak rambut pada dinding bisa berbeda-beda, tergantung dari besar kecilnya retakan. Maka dari itu, dibutuhkan pengecekan secara langsung untuk mengetahui penyebab dan cara memperbaiki dinding yang retak.

    “Jadi kalau misalnya retak struktur karena ada fondasi yang turun, tanah dasarnya mengalami perubahan, atau misal dindingnya itu di tepi kemiringan, maka strukturnya harus dibenerin. Struktur rumah itu ada fondasi, tiang, balok, nah itu dicari tahu mana yang menyebabkan retak,” kata Taufiq saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2025).

    Jika retak rambut yang muncul bukan karena faktor non-struktural, seperti terjadi muai susut pada plesteran atau daya rekat acian yang sudah berkurang, maka memperbaikinya tidak begitu sulit. Cukup dengan plester ulang dinding dan masalah retak rambut sudah dapat teratasi.

    Sementara itu, Wildan selaku tim konstruksi Rebwild Construction mengatakan perlu dilakukan teknik ketrik pada dinding yang retak jika disebabkan masalah struktural. Jika kerusakan sudah mencapai lapisan dalam struktur dinding, maka tidak cukup hanya dilakukan plester ulang.

    “Kalau sudah tembus sampai ke belakang tuh perkuatan strukturnya agak ribet, jadi mesti sambung-sambungin struktur. Kalau cuma injeksi (beton) pun cuma sementara, istilahnya buat memperpanjang hidup doang. Kalau mau yang benar harus dibongkar satu dinding, terus dilihat strukturnya,” ujarnya.

    Menurut Wildan, untuk mengetahui seberapa parah retak rambut di dinding bisa melihat pada bagian plafon. Jika plafon tidak mengalami penurunan, maka retak rambut yang muncul tidak begitu parah.

    Lain halnya jika plafon sudah agak turun ke bawah. Wildan menyebut ada indikasi kalau terjadi retak rambut yang sudah parah dan berisiko membuat rumah roboh. Kondisi itu dapat terjadi karena disebabkan adanya pergerakan tanah di sekitar rumah.

    Estimasi Biaya Perbaikan Retak Rambut di Dinding

    Untuk biaya perbaikan retak rambut pada dinding dapat berbeda-beda tergantung dari tingkat kerusakannya. Jika dinding yang retak tidak terlalu parah, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5 jutaan.

    “Paling murah itu tuh sekitar Rp 5 jutaan karena cuma bongkar, terus diketrik sedikit, ditambahin cairan-cairan, lalu dikasih semen,” papar Wildan.

    Apabila retak rambut sudah cukup parah hingga mengenai struktur, maka biaya perbaikannya ditaksir antara Rp 10-15 jutaan. Biaya tersebut sudah termasuk membongkar seluruh dinding yang terdapat keretakan dan diperbaiki sampai tuntas.

    Untuk estimasi waktu perbaikan dinding retak juga berbeda-beda tergantung dari tingkat kerusakan. Kalau retak rambut pada dinding tidak parah, waktu perbaikannya mungkin hanya memakan waktu 1-2 minggu saja.

    “Kalau misalkan dinding sampai dibongkar gitu tuh pengerjaannya lebih lama, bisa 1-2 bulan kira-kira. Soalnya kita harus bongkar dinding, cek lagi masalahnya sampai ketemu, terus dibuat lagi dinding yang kokoh sampai jadi,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


    Jakarta

    Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

    Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

    Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


    Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

    Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

    1. Terdapat Noda

    Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

    Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

    Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

    Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

    2. Kendur atau Rata

    Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

    3. Bantal Berbau

    Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

    Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

    4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



    Jakarta

    Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

    Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

    Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


    “Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

    Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

    Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

    Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

    Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

    “Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

    Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

    “Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Harus Diganti? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Seprai memiliki fungsi penting agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan tempat tidur. Begitu juga dengan sarung bantal, fungsinya untuk melindungi kepala agar tidak langsung menyentuh bantal.

    Seiring penggunaan, seprai dan sarung bantal akan kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, seprai dan sarung bisa berubah warna menjadi kuning kecokelatan karena saking kotornya.

    Seprai dan sarung bantal yang kotor dapat menjadi sarang bakteri yang tidak baik untuk kulit serta pernapasan. Maka dari itu, keduanya harus dicuci dan diganti secara berkala.


    Sayangnya, tidak semua orang ingat untuk mengganti dan mencuci seprai secara rutin. Lantas, seberapa sering seprai dan sarung bantal harus diganti? Berikut penjelasannya.

    Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Diganti?

    Dilansir BBC, pakar tidur dan psikolog dr Lindsay Browning mengatakan penting untuk mengganti seprai seminggu sekali atau paling telat dua minggu sekali. Sebab, kebersihan adalah faktor penting dalam kamar tidur.

    Saat istirahat di malam hari, terkadang seseorang dapat mengeluarkan keringat dan menempel di sarung bantal serta seprai. Hal itu bisa membuat seprai jadi kotor dan mengeluarkan bau tak sedap.

    “Keringat yang masuk ke seprai tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menjadi kotor,” kata Browning.

    Selain ada bekas keringat, sel-sel kulit mati juga bisa menempel di seprai dan sarung bantal. Jika tidak segera diganti, maka sel kulit mati bisa menumpuk dan bikin tidak nyaman saat tidur.

    Lebih parah lagi, sel kulit mati yang menumpuk dapat mengundang tungau karena mereka mendapatkan sumber makanan. Serangga kecil itu dapat berkembang biak di kasur dan membuat kamu jadi gatal-gatal dan ruam di kulit akibat gigitannya.

    “Anda tidak hanya akan tidur dalam kondisi yang kotor dan menjijikkan akibat keringat dan sel kulit mati, tapi juga terdapat tungau,” ujar Browning.

    Cara Membersihkan Seprai dengan Tepat

    Apabila seprai milikmu sudah terlihat kotor dan warnanya menguning, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Seprai yang sudah kotor juga perlu dicuci guna membasmi bakteri dan kuman yang menempel.

    Dikutip dari laman Sleep Foundation, berikut cara membersihkan seprai dengan tepat:

    1. Cek label perawatan untuk mengetahui tingkat suhu dan metode pencucian yang tepat pada seprai milikmu
    2. Pada umumnya, seprai dapat dicuci dengan air hangat untuk menghilangkan kotoran dan bakteri secara efektif
    3. Setelah itu, cuci seprai menggunakan mesin cuci dan detergen cair yang lembut dan mengandung anti-bakteri
    4. Usai dicuci, bilas seprai dengan air panas untuk memastikan bakteri dan kuman benar-benar mati
    5. Lalu keringkan seprai dengan mesin pengering dengan suhu rendah
    6. Terakhir, jemur seprai di bawah sinar matahari agar bisa cepat kering.

    Langkah di atas juga bisa dilakukan untuk mencuci sarung bantal yang sudah kotor. Pastikan kamu mencucinya dengan tepat agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal.

    Namun jika seprai dan sarung bantal sudah sangat kotor dan banyak yang bolong, sebaiknya segera dibuang dan ganti dengan yang baru agar memberikan kenyamanan saat tidur.

    Demikian penjelasan soal seberapa sering mengganti seprai kasur dan sarung bantal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini Bahaya Menghidupkan Kulkas Setelah Dipindahkan


    Jakarta

    Kulkas yang baru saja sampai rumah dan dibuka dari kemasan tidak bisa langsung dipakai. Sebagai alat pendingin, kulkas memerlukan waktu dan didiamkan.

    Hal ini juga berlaku bagi kulkas yang digeser cukup jauh atau yang diangkat. Setiap guncangan pada kulkas terutama yang terjadi cukup lama dan sering dapat berpengaruh pada kinerja mesin sehingga tidak boleh langsung dinyalakan.

    Alasannya adalah guncangan yang terjadi pada kulkas menyebabkan bagian oli kompresornya bergerak dan perlu menyesuaikan kembali. Gambarannya seperti hiasan bola salju yang di dalamnya terdapat cairan dan butir-butir bak salju. Setelah diguncang, semua hiasannya dapat kembali ke bentuk semula setelah didiamkan.


    Oli kompresor sendiri fungsinya cukup penting bagi kulkas, yakni sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

    Kulkas yang terguncang hebat lalu langsung dinyalakan dapat menyebabkan kebocoran kompresor kulkas. Akibatnya adalah kulkas akan lebih lama untuk dingin. Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

    Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

    Waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas perlu disesuaikan dengan spesifikasi kulkas. Ketika membeli kulkas bisa ditanyakan kepada pihak produsen atau penjual. Umumnya, waktu yang aman untuk kembali menyalakan kulkas adalah setelah 24 jam. Oli kompresor dipastikan sudah kembali ke tempat semula.

    Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

    Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

    1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
    2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
    3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
    4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
    5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

    Itulah penjelasan kenapa kulkas yang baru dibeli tidak boleh langsung dinyalakan, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kaca di Rumah Bisa Kinclong Lagi Pakai Sabun Cuci Piring, Ini Caranya


    Jakarta

    Kaca merupakan salah satu benda di rumah yang perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kaca dapat kotor terkena debu dan bercak sidik jari yang menempel.

    Membersihkan kaca sebenarnya terbilang cukup mudah, tapi terkadang cara melakukannya sering salah. Alhasil, kaca bukan terlihat kinclong malah justru buram dan muncul goresan kecil.

    Untuk membersihkan kaca tak harus menggunakan cairan pembersih khusus, tapi juga bisa dengan sabun cuci piring. Bagaimana langkah-langkahnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Kaca Pakai Sabun Cuci Piring

    Agar kaca di rumah kinclong lagi, kamu dapat membersihkannya dengan sabun cuci piring. Dilansir situs The Spruce, berikut cara-caranya:

    1. Tuang air hangat secukupnya ke dalam wadah
    2. Tuang 1-2 tetes sabun cuci piring ke dalam wadah dan aduk hingga tercampur rata
    3. Celupkan kain microfiber ke dalam wadah berisi air sabun sampai basah
    4. Setelah itu, peras kain microfiber dan lap ke seluruh permukaan kaca yang kotor
    5. Bersihkan kaca dari bagian atas ke bawah secara perlahan dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel
    6. Jika sudah, lap kaca yang basah dengan kain microfiber kering secara merata.

    Pakar kebersihan dari Pella Windows & Doors Wes True mengatakan penting untuk membersihkan jendela dari atas ke bawah. Soalnya, cara ini dapat mengatasi kotoran yang menempel secara merata dan mencegah ada sisa noda yang menempel.

    “Membersihkan kaca dari atas ke bawah memungkinkan pengeringan yang merata dan menghasilkan hasil akhir yang kinclong,” kata Wes.

    Apabila kaca di rumah punya ukuran cukup kecil dan bisa dilepas, sebaiknya bisa langsung dibilas di wastafel atau bak mandi. Jika ditemukan ada noda, kamu bisa membersihkannya dengan sabun cuci piring.

    Penyebab Muncul Goresan di Kaca

    Walau terlihat mudah untuk dilakukan, tapi jika detikers keliru saat membersihkan kaca maka bisa menimbulkan goresan halus di permukaan kaca. Wes mengatakan goresan yang muncul di kaca disebabkan karena terlalu banyak menggunakan sabun.

    “Terlalu banyak sabun justru dapat meninggalkan residu sehingga meninggalkan goresan,” ujarnya.

    Pakar kebersihan Scott Schrader mengatakan penggunaan alat pembersih yang salah juga menyebabkan munculnya goresan di permukaan kaca, seperti menggunakan kain yang kasar. Bahkan, mencuci kaca pada siang hari yang panas juga bisa menimbulkan goresan.

    “Tips utama saya adalah selalu membersihkan kaca pada hari berawan atau saat kaca sedang dingin. Sebab, saat matahari bersinar langsung ke kaca, maka kaca menjadi panas dan sabun mengering sangat cepat, yang pada akhirnya menimbulkan goresan,” ucap Scott.

    Demikian cara membersihkan kaca di rumah dengan menggunakan sabun cuci piring. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Menanam Lidah Buaya di Rumah dan Cara Merawatnya, Simpel!


    Jakarta

    Lidah buaya merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dikoleksi di rumah. Sebab, tanaman ini memiliki sejumlah manfaat bagi makhluk hidup.

    Di sisi lain, menanam lidah buaya juga dapat memperindah ruangan di rumah. Dengan begitu, suasana di dalam rumah jadi terasa asri dan bisa memberikan efek menenangkan.

    Jangan khawatir lidah buaya cepat mati, karena tanaman ini sangat mudah dirawat. Ingin tahu manfaat dari menanam lidah buaya dan cara merawatnya yang tepat? Simak dalam artikel ini.


    Manfaat Menanam Lidah Buaya

    Dilansir Good Housekeeping, lidah buaya mengandung banyak khasiat bagi tubuh. Kandungan gel di dalamnya dapat digunakan untuk mengatasi kulit terbakar akibat sinar matahari.

    Gel lidah buaya juga dapat melembapkan kulit kering sehingga terasa lebih halus. Selain itu, mengoleskan gel lidah buaya ke wajah dapat mengatasi jerawat dan bekas luka gores.

    “Lidah buaya adalah tanaman hias yang bagus karena tidak membutuhkan banyak perawatan. Kandungan gelnya telah digunakan sejak zaman Mesir untuk membantu menyembuhkan kulit akibat sengatan matahari serta menyembuhkan dan melembapkan kulit kering,” kata Christopher Satch, profesor di bidang botani dan CEO NYC Plant Help.

    Selain berkhasiat untuk pengobatan, tanaman lidah buaya juga dapat memberikan sentuhan pada ruangan. Tanaman hias ini sangat cocok diletakkan di dalam ruangan, terutama di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, atau meja kerja.

    Cara Merawat Lidah Buaya di Rumah

    Alasan utama lidah buaya banyak dipilih sebagai tanaman hias karena dapat dirawat yang mudah. Bagaimana cara merawat lidah buaya dengan benar?

    1. Tanah yang Cukup

    Aly Stoffo selaku pemilik Glam Gardener NYC menyebut tanah yang digunakan untuk menanam lidah buaya harus memiliki drainase yang baik. Hal ini agar tanah tidak menahan terlalu banyak air ketika disiram sehingga bisa membusukkan akar.

    “Cara terbaik adalah mencampur pasir dan tanah pot dengan perbandingan yang sama atau membeli campuran khusus untuk sukulen,” ujar Stoffo.

    2. Sinar Matahari yang Cukup

    Agar tumbuh subur, pastikan lidah buaya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Jika minim mendapatkan cahaya, maka tanaman ini bisa berhenti tumbuh dan akhirnya mati.

    “Lidah buaya dapat tumbuh di lingkungan yang sangat panas. Semakin banyak panas dan sinar matahari maka semakin baik,” papar Stoffo.

    Meski begitu, jangan langsung meletakkan lidah buaya di tempat yang panas dan terpapar sinar matahari langsung. Letakkan secara bertahap di tempat yang sejuk, lalu perlahan ke area yang lebih terang setiap beberapa hari.

    3. Tak Perlu Sering Disiram

    Tanaman ini disebut ‘tahan banting’ karena bisa hidup tanpa disiram air selama beberapa hari. Satch menyarankan lidah buaya disiram sekitar dua minggu sekali atau menunggu tanaman benar-benar kering.

    “Lidah buaya tidak masalah jika sedikit terabaikan dan kering di antara waktu penyiraman, tetapi saat Anda menyiramnya, pastikan disiram dengan sangat baik,” imbuh Satch.

    Kondisi tanah yang lembap membuat akar lidah buaya jadi membusuk. Daun yang layu atau berwarna cokelat juga menandakan kalau lidah buaya terlalu banyak disiram.

    Itulah manfaat menanam lidah buaya dan cara merawatnya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada, Hewan Mirip Tikus Ini Bisa Masuk Rumah dan Gigit Penghuni!


    Jakarta

    Pernah melihat tikus kecil dengan moncong yang panjang? Itu bukanlah tikus tetapi curut. Meski jarang, hewan ini terkadang muncul di dalam rumah.

    Dikutip dari Westchester Wildlife, curut adalah makhluk kecil yang agresif. Kalau curut sampai masuk rumah, bisa bikin riweh.

    Kehadiran curut di rumah sangat mengganggu. Mereka suka mengeluarkan aroma tak sedap dan bisa menggigit penghuni atau peliharaan di rumah.


    Selain itu, curut dapat mengontaminasi air dan makanan dengan urin dan kotoran mereka. Hal ini berbahaya karena bakteri dan parasit dari curut bisa menimbulkan infeksi pada manusia.

    Penyebab Curut Masuk Rumah

    Alasan utama curut menyerang rumah adalah mencari tempat berlindung, makanan, dan air. Curut terbiasa hidup di luar ruangan di mana ada banyak makanan mereka. Namun, kalau sumber makanan terbatas, mereka terkadang mencari ke dalam rumah.

    Makanan utama curut adalah serangga, tetapi mereka juga bisa makan hewan lainnya. Makhluk mungil ini pun bisa makan biji-bijian, sayur, buah, dan bunga. Nafsu makan curut yang besar dan sumber makanan yang banyak membuat curut menjadi ancaman saat mereka menyerang rumah.

    Selain itu, curut mencari tempat untuk berlindung ketika cuaca ekstrem, dilansir dari Colonial Pest Control. Mereka hanya ingin menghindari lingkungan yang dingin dan terlalu basah.

    Cara Menangkap Curut

    Jika menemukan curut di rumah, sebaiknya jangan gegabah berusaha menangkapnya langsung. Penghuni rumah harus berhati-hati dan menggunakan sarung tangan. Soalnya, curut punya gigi yang sangat tajam dan tak sungkan untuk menggigit.

    Dikutip dari Sherman Traps, cara efektif untuk membasmi curut adalah dengan perangkap. Posisikan perangkap hidup dekat tembok, tempat curut suka berlalu-lalang.

    Penghuni juga bisa menaruhnya di tempat yang terdapat jejak kotoran curut. Kemudian, jangan lupa untuk memeriksa perangkap secara berkala untuk memastikan curut sudah tertangkap ya.

    Supaya lebih ampuh, penghuni rumah bisa memancing curut masuk perangkap dengan menaruh umpan. Umpan yang menarik bagi curut antara lain daging, selai kacang, dan oat.

    Itulah alasan curut masuk rumah beserta cara menangkapnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Licin dan Lengket? Begini Cara Ampuh Bersihkannya



    Jakarta

    Setelah selesai memasak, kita sering merasakan lantai dapur licin dan lengket. Kondisi lantai yang seperti itu bisa menimbulkan noda cetakan kaki jika pemakainya pindah ke ruangan lain sebelum lantai dapur dibersihkan.

    Cara membersihkan lantai dapur ternyata tidak cukup dengan diusap kain bersih dan dipel karena area yang licin agak sulit dibersihkan hanya dengan air.

    Dilansir Martha Stewart, ketika membersihkan lantai terutama dari keramik usahakan menghindari memakai cairan pembersih kimia keras seperti cuka. Larutan tersebut bersifat asam dan dapat merusak nat atau area pinggiran lantai keramik. Selain keramik, cuka juga tidak aman untuk jenis lantai dari batu.


    Cara Membersihkan Lantai Dapur yang Licin dan Lengket

    Cairan pembersih yang aman untuk membersihkan lantai adalah air hangat dan sabun cuci piring. Setelah dicampurkan, semprotkan cairan tersebut ke seluruh lantai. Kemudian ambil kain pel atau kain bersih yang sudah dibasahkan dan pel seluruh lantai.

    Apabila melihat di bagian nat atau pinggiran lantai terdapat noda yang menempel dan susah dibersihkan, coba pakai soda kue. Caranya campurkan soda kue dengan air. Ukurannya bisa disesuaikan dengan banyak kotoran yang harus dibersihkan.

    Kemudian, oleskan cairan tersebut ke bagian nat yang kotor. Ambil sikat kecil lalu gosok hingga noda hilang. Diamkan area tersebut selama 15 menit. Setelah itu, siapkan air hangat untuk membilas area tersebut setelah 15 menit. Terakhir keringkan area tersebut dengan kain kering. Apabila belum hilang, ulangi cara yang sama hingga noda benar-benar hilang.

    Setelah semuanya dibersihkan, jangan lupa buka semua ventilasi di dapur agar lantai cepat kering dan tidak lembap. Kalau ruangannya tertutup, ambil kipas angin untuk mengeringkan dan mendorong udara panas dari dapur. Biarkan kipas menyala selama 15-20 menit.

    Itulah cara ampuh mengatasi lantai dapur yang licin dan lengket, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com