Tag: cat

  • Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Warna Cat


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian rumah yang wajib dijaga kebersihannya karena debu dan kotoran bisa dengan mudah menempel. Selain membahayakan kesehatan, dinding yang kotor juga mengganggu penampilan rumah.

    Dinding kotor juga bisa disebabkan oleh anak-anak yang menyalurkan ‘kreativitas’ dengan cara mencoret atau menggambar di tembok. Meski bisa dibersihkan, tetapi perlu mengetahui cara yang tepat.

    Soalnya, membersihkan dinding rumah secara asal bisa menyebabkan kerusakan pada warna cat. Memang debu dan kotoran bakal hilang, tetapi justru warna cat dinding jadi berubah dan bisa terlihat kusam.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa merusak warna cat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Cat

    Sebagian orang khawatir jika membersihkan dinding dapat merusak cat. Tenang saja, ada cara khusus untuk membersihkan dinding tanpa merusak warna cat.

    Dilansir situs Elle Decor, Senin (19/8/2025), salah satu cara dalam membersihkan dinding tanpa merusak warna cat adalah dengan menggunakan air sedikit mungkin. Dengan begitu, kotoran dan debu bisa terangkat tanpa khawatir bikin kusam warna cat.

    “Cara terbaik untuk membersihkan dinding tanpa merusak cat adalah dengan menggunakan air sesedikit mungkin,” kata Justin Carpenter, pendiri layanan kebersihan Modern Maids.

    “Jika cat dinding Anda menggunakan lapisan akhir satin, Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang jumlah air yang digunakan,” jelasnya.

    Perlu dicatat, dianjurkan untuk tidak menggunakan pembersih yang bersifat abrasif atau bahan kimia keras. Kandungan zat pada cairan tersebut dapat berakibat cat mengelupas dan warna cat dinding yang berubah.

    Setelah membersihkan dinding dengan air, Carpenter mengimbau agar segera mengeringkannya dengan kain microfiber. Cara ini dilakukan untuk meminimalisir kerusakan pada warna cat lebih parah.

    “Jika Anda memiliki masalah pada cat atau jika dindingnya sangat rapuh, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau lakukan uji coba pada area yang kecil terlebih dahulu,” ujarnya.

    Tips Membersihkan Noda dan Kotoran di Dinding

    Carpenter membagikan sejumlah tips dalam membersihkan noda dan kotoran di dinding dengan baik dan benar. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Alat dan Bahan

    Langkah yang pertama adalah dengan mengumpulkan seluruh alat dan bahan, mulai dari sabun cuci piring, air hangat, ember, spons, dan kain microfiber untuk mengeringkan dinding.

    2. Bersihkan Debu di Dinding

    Sebelum membersihkannya dengan air, pastikan kamu telah menyingkirkan debu dan kotoran yang menempel di dinding dengan kemoceng atau kain lembut.

    3. Siapkan Cairan Pembersih

    Langkah selanjutnya adalah menyiapkan cairan pembersih dengan cara mencampurkan air hangat di dalam ember, lalu tuang 1-2 sendok makan sabun cuci piring. Setelah itu, aduk hingga merata dan memunculkan busa.

    4. Bersihkan Dinding dengan Spons

    Setelah itu masukkan spons ke dalam ember yang berisi cairan pembersih, peras sedikit dan bersihkan permukaan dinding yang kotor secara lembut dan perlahan.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Tahap berikutnya adalah dengan membersihkan dinding dengan air bersih, bisa menggunakan spons atau handuk yang lembut. Cara ini dapat membantu menghilangkan sisa-sisa sabun agar tidak meresap ke dalam dinding.

    6. Keringkan dengan Kain Microfiber

    Jika seluruh dinding telah dibersihkan dengan air, segera keringkan dengan kain microfiber. Lap permukaan dinding secara perlahan sampai kering tanpa ada sisa air yang menempel.

    Itulah cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa khawatir merusak warna cat. Semoga membantu!

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hilangkan Noda Cat di Karpet Bisa Pakai Sabun Cuci Piring, Begini Caranya


    Jakarta

    Kegiatan mengecat ruangan harus dilakukan secara hati-hati. Kalau tidak, cat bisa saja menempel ke sejumlah perabotan di rumah, salah satunya karpet.

    Cat yang menempel di permukaan karpet tentu bikin kesal. Apalagi jika karpet yang dimiliki ternyata punya harga mahal, tentu rasanya tak rela kalau ada noda cat meski cuma setitik.

    Namun jangan khawatir, bercak noda cat yang muncul di karpet masih dapat diatasi dengan mudah. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Karpet

    Shari Cedar selaku CEO AK Building Services mengatakan noda cat yang menempel di karpet masih bisa dibersihkan. Hanya saja, metode pembersihannya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis cat dan bahan karpet.

    “Metode pembersihan karpet akan bergantung pada jenis cat dan bahan karpet,” kata Shari dikutip dari The Spruce, Senin (10/10/2025).

    Menurut Shari, cara paling umum untuk membersihkan noda cat di karpet adalah dengan menggunakan kain lembap. Oleskan kain secara perlahan untuk mengangkat noda cat tanpa merusak bahan karpet.

    Selain itu, ketahui juga apakah noda cat masih basah atau sudah kering. Kalau masih basah dapat dibersihkan langsung dengan cara dilap pakai kain. Namun kalau sudah terlanjur kering maka agak sulit dihilangkan.

    “Cat berbahan dasar air lateks biasanya dapat dihilangkan dengan air dan sabun cuci piring,” ujarnya.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkah membersihkan noda cat basah dan kering yang menempel di karpet:

    Cara Membersihkan Cat Lateks Basah

    1. Keringkan karpet dengan kain bersih atau tisu dapur. Jangan menggosok noda cat karena bisa menyebar ke permukaan karpet
    2. Lap karpet secara perlahan sampai tidak menyisakan noda. Jika kain sudah penuh cat bisa diganti dengan yang baru
    3. Siapkan wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    4. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    5. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Cara Membersihkan Cat Lateks Kering

    1. Kikis perlahan noda cat yang sudah mengering di karpet. Bisa menggunakan pisau tumpul atau pengikis plastik
    2. Isi wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    3. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    4. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Khusus karpet berbahan wol bisa menuangkan air dan sabun cuci piring terlebih dahulu di atas noda cat, lalu dilap dengan kain kering. Sementara karpet berbahan sintetis bisa dikeringkan dahulu dengan kain kering, baru dibasahi menggunakan air hangat dan sabun cuci piring.

    Itulah cara mudah membersihkan noda cat yang menempel di karpet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Teknik Mengecat untuk Mempercantik Ruangan



    Jakarta

    Dalam mengecat ruangan, kamu dapat mengaplikasikan berbagai macam teknik untuk memberikan tampilan estetik yang berbeda-beda.

    Sebab mengecat dinding hanya masalah warna cat saja lho! Ada banyak macam teknik mengecat dinding yang menarik dan dekoratif yang bisa kamu coba di rumah.

    Lalu, apa saja macam-macam teknik mengecat tersebut? Mengutip dari Antilum, Jumat (1/12/2023), berikut macam-macam teknik mengecat untuk mempercantik ruangan.


    Macam-macam Teknik Mengecat

    Taped

    Pada umumnya teknik mengecat tape digunakan untuk menutupi atau membatasi area dinding yang tidak ingin terlapisi oleh cat. Bagi pekerja profesional, teknik tape menjadi salah satu alat yang penting untuk menyempurnakan pekerjaan. Namun ternyata teknik tape juga dapat digunakan untuk menciptakan gaya pengecatan yang luar biasa.

    Kamu dapat membuat pola-pola menarik seperti pola garis, segitiga, atau persegi yang dibuat secara acak dan saling berkaitan. Setelah membuat pola-pola tersebut pada dinding kamu dapat mengecat seluruh permukaan dinding dan melepas painter’s tape setelah lapisan cat mengering. Dengan demikian kamu dapat menciptakan pola-pola geometri yang indah pada dinding.

    Color Wash

    Color Wash merupakan teknik mengecat dengan cara menambah tekstur dan kesan kedalaman pada ruangan. Color wash mengubah tampilan kesan lembut dan hangat dengan menggabungkan dua warna yang membaur.

    Terlepas dari faktor estetika, teknik ini cukup mudah dan simpel untuk diterapkan. Selain itu cukup ekonomis jika dibandingkan dengan teknik mengecat lainnya. Pada prinsipnya, teknik color wash menggunakan media kain atau spon kering untuk memudarkan lapisan cat pada dinding yang masih basah.

    Sponging

    Seperti namanya, sponging menggunakan roller busa spon atau busa spon laut untuk menciptakan efek atau tekstur bercak-bercak pada dinding. Teknik ini cukup mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan keterampilan mengecat yang khusus.

    Pada dasarnya teknik ini dapat dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan membasahi spon dengan cat kemudian menepuk-nepuk spon ke permukaan dinding secara acak. Atau dengan spon kering lalu menepuk-nepuk permukaan dinding yang masih basah oleh cat untuk memudarkan tampilan cat tersebut.

    Rag Rolling

    Rag Rolling adalah teknik pengecatan menggunakan gulungan atau lipatan kain yang digulingkan ke permukaan dinding sehingga menghasilkan efek tekstur bercak yang lembut. Teknik ini dapat membuat dinding menjadi terlihat menarik dan dapat diaplikasikan pada ruangan manapun.

    Namun pada umumnya teknik ini diaplikasikan untuk kamar mandi, dimana efek gradasi yang lembut diharapkan dapat membuat ruangan terasa lebih lega. Cara pengerjaannya cukup sederhana, yaitu gulungan kain dilapisi dengan cat kemudian diaplikasikan ke dinding secara vertikal naik turun hingga menutup seluruh permukaan dinding.

    Wall Stenciling

    Wall stenciling adalah salah satu pilihan terbaik untuk menciptakan kesan mewah pada dinding seperti halnya tampilan wallpaper. Meski demikian, teknik ini cukup mudah dan sederhana untuk diaplikasikan.

    Dengan sedikit ketelitian dan kerapian kamu dapat menciptakan pola-pola rumit pada dinding dengan murah, cepat, dan mudah. Teknik ini menggunakan pola gambar yang dapat kamu beli atau kamu buat sendiri. Kemudian pola tersebut ditempelkan ke dinding dengan perekat painter’s tape. Kemudian kamu cukup mengecat berdasarkan pola tersebut dan sebaiknya pengecatan dilakukan secara tipis untuk menghindari rembesan cat yang dapat merusak pola gambar yang kamu buat.

    Striping

    Striping adalah teknik yang sangat umum digunakan. teknik ini sangat sederhana namun dapat memberikan tampilan segar, elegan, dan berkelas pada dinding. Teknik ini sangat cocok untuk menciptakan nuansa baru pada dinding yang terasa hampa. Ada banyak cara untuk membuat pola striping pada dinding baik berupa garis horisontal, vertikal atau diagonal, pola striping berukuran tebal atau tipis, dan pola striping yang merupakan kombinasi warna yang kontras atau gradasi.

    Checkerboard

    Pada dasarnya teknik ini adalah mengenai bagaimana menambah karakter pada dinding dengan pola persegi. Pola checkerboard (papan catur) dapat mengubah tampilan dinding secara menyeluruh baik dari segi gaya dan nuansa, dan dapat meniadakan kebutuhan dekorasi tambahan lainnya.

    Ada banyak metode dan cara untuk menciptakan pola checkerboard, baik berupa kombinasi warna netral ataupun warna kontras. Namun pada dasarnya proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan teknik striping atau taped. kamu cukup membuat perencanaan mengenai kombinasi warna atau ukuran pola, kemudian menempelkan tape kedinding sehingga membentuk pola papan catur. kamu dapat menggunakan pensil dan mistar untuk memastikan bahwa pola yang kamu buat pada dinding benar-benar persegi.

    Demikian 7 teknik mengecat untuk mempercantik ruangan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Usia Cat Dinding Sampai Harus Dicat Ulang?



    Jakarta

    Cat dinding sendiri memiliki fungsi untuk melindungi dinding dari kerusakan dari cuaca ekstrim hingga kotoran dan debu. Seiring berjalannya waktu cat dinding akan mulai pudar dan perlu di cat ulang.

    Lalu, sebenarnya berapa lama usia cat dinding sampai harus dicat ulang? Simak ulasan di bawah berikut.

    Melansir dari Indobild, Selasa (5/12/2023), cat dinding memiliki dua jenis yaitu ada cat interior dan eksterior. Masing-masing memiliki usia yang berbeda hingga sampai perlu dicat ulang kembali.


    Usia Cat Interior

    Cat Interior memiliki usia 5 hingga 15 tahun sampai perlu dicat ulang. Karena cat dinding jenis ini diperuntukan interior yang notabene merupakan bagian dalam rumah yang tidak terpapar oleh unsur cuaca seperti angin, hujan, hingga sinar matahari. Sehingga cat tidak akan mengalami kerusakan dan perubahan warna dengan cepat.

    Usia Cat Eksterior

    Sementara, cat eksterior memiliki usia yang lebih pendek yaitu hanya 5 hingga 10 tahun sampai perlu dicat ulang. Hal tersebut bisa terjadi karena cat eksterior pada dinding bagian luar sering terkena paparan sinar matahari dan hujan.

    Meskipun cat dinding memiliki usia yang terbilang panjang, ada kalanya kamu perlu mengecat ulang dinding segera jika kamu menemukan beberapa tanda berikut.

    Tanda Tembok Rumah Perlu Segera Dicat Ulang

    1. Warna Cat Memudar

    Warna cat memudar jadi ciri utama tembok yang perlu dicat ulang. Tanda ini juga menjadi sesuatu yang paling mudah dikenali.

    2. Timbul Bagian Tembok Yang Mengelupas

    Cat yang mengelupas pastinya akan mengganggu aspek keindahan tembok atau dinding. Selain itu, ini menjadi tanda besar bahwa pelindung tembok sudah perlu diperbaiki.

    3. Terdapat Noda atau Bercak yang Mulai Terlihat

    Semakin pudar atau tipis lapisan cat yang melindung tembok, tentunya akan semakin mudah noda dan bercak untuk terlihat. Salah satu cara yang paling baik ketika mulai timbul banyak noda adalah dengan cat ulang tembok Kamu.

    4. Pengapuran Dinding yang Menghasilkan Serbuk Menyerupai Debu

    Terkadang, tanda tembok perlu diperbaiki atau dilapisi ulang adalah karena muncul serbuk tembok yang mengotori sekitarnya.

    Demikian usia cat dinding sampai harus dicat ulang. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Umum saat Mengecat Dinding Rumah



    Jakarta

    Meskipun terlihat mudah, mengecat dinding ternyata tidak boleh sembarangan. Kesalahan kecil saja dapat berdampak pada hasil pengecatan yang terlihat kurang maksimal dan tidak tahan lama.

    Kesalahan saat mengecat dinding ini dilakukan oleh banyak orang. Hal ini mungkin tidak disadari namun berdampak pada hasil akhirnya nanti.

    Lalu, apa saja kesalahan umum tersebut? Simak penjelasan berikut


    Kesalahan Umum Saat Mengecat Dinding yang Perlu Dihindari

    Melansir dari edupaint, Rabu (13/12/2023), berikut beberapa kesalahan umum saat mengecat dinding.

    1. Salah Memilih Jenis Cat

    Cat tembok yang beredar di pasaran sangat banyak jenisnya. Salah memilih jenis cat dapat membuat hasil pengecatan kurang maksimal atau bahkan gagal. Kamu perlu mempertimbangkan faktor kondisi, posisi, serta lingkungan tembok untuk menentukan jenis cat yang tepat.

    Misal, jika kamu ingin mengecat dinding luar rumah. Maka kamu membutuhkan cat eksterior dan sebaliknya.

    Jenis permukaan juga perlu diperhatikan, cat yang diformulasikan khusus untuk permukaan kayu tentu tidak akan bekerja maksimal jika diaplikasikan pada dinding acian.

    2. Pemilihan Warna Cat yang Salah

    Saat pemilihan warna cat, tentu bukan hanya mementingkan preferensi tapi juga konsep dekorasi rumah secara keseluruhan harus diperhatikan. Kesalahan pemilihan warna dapat mempengaruhi kenyamanan. Tidak hanya kombinasi warna antar ruangan, perpaduan warna dengan perabot di rumah juga perlu mendapat perhatian.

    Perlu menjadi perhatian juga bahwa cat tembok memiliki hasil akhir berbeda beda, ada yang gloss, semi gloss, satin, atau eggshell. kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan desainer interior atau mencari referensi di internet mengenai kombinasi warna dan tampilan cat yang cocok diaplikasikan di rumah.

    3. Tidak Membersihkan Permukaan Dinding

    Persiapan permukaan dinding merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam proses pengecatan. Sebagus apapun cat yang digunakan, jika permukaan tidak disiapkan dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal.

    Untuk tembok baru, pastikan acian sudah kering sempurna atau usia acian minimal 30 hari. Untuk tembok lama, bersihkan permukaan tembok terlebih dahulu dari cat lama yang mengelupas, debu, dan kotoran.

    4. Tidak Menggunakan Cat Dasar atau Primer

    Cat dasar atau primer berfungsi sebagai perantara yang meningkatkan daya rekat cat ke tembok serta mencegah timbulnya garam alkali, bercak putih yang seringkali muncul pada permukaan tembok yang sudah dicat. Warna cat akhir juga akan lebih maksimal dan merata serta hasil pengecatan lebih awet.

    5. Tidak Melapisi Penutup pada Bagian yang Tidak Dicat

    Banyak yang menyepelekan hal ini, namun kamu harus tahu jika cat yang menyiprat setelah pengecatan, apalagi jika mengenai perabot akan sulit dibersihkan. Karena itu, sebelum mulai mengecat sangat penting untuk menutup bagian yang tidak dicat. Cukup gunakan koran bekas atau plastik untuk menutup lantai dan perabot. Untuk bagian dinding yang berbatasan langsung dengan lis, pintu, atau jendela, gunakan masking tape atau selotip penutup agar bagian tersebut tidak terkena cipratan atau lelehan.

    6. Kurang Pencahayaan Ketikan Proses Pengecatan

    Mengecat dengan cahaya redup merupakan kesalahan yang banyak orang tidak sadari. Mungkin saat proses pengecatan, permukaan yang dicat bisa saja terlihat bagus, tapi begitu terkena cahaya ternyata hasilnya kurang memuaskan.

    7. Tidak Mengikuti Petunjuk Pemakaian Cat

    Sebelum melakukan aplikasi pastikan kamu sudah membaca petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan cat untuk menghindari kesalahan, misal salah penggunaan jenis dan jumlah pengencer.

    Demikian 7 kesalahan pengecatan yang harus dihindari. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli Baru! Begini Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding yang Mengering



    Jakarta

    Ketika selesai mengecat dinding, terkadang kamu lupa membersihkan kuas cat. Kamu membiarkannya kuas cat mengering berlumuran dengan cat kering, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk mengecat.

    Namun, ternyata ada cara untuk membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering lho! Tentunya dengan cara ini kamu jadi tidak perlu membeli cat kuas yang baru.

    Lalu, bagaimana cara membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering? Simak penjelasan berikut.


    4 Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding

    Kuas cat yang didiamkan tanpa dibersihkan, atau hanya disiram air lalu disimpan, bulu-bulunya akan mengeras dan melengkung. Akibatnya kuas cat tidak dapat dipergunakan lagi, karena akan merusak hasil pengecatan. Melansir dari Klopmart, Jumat (22/12/2023), berikut beberapa cara membersihkan kuas cat dinding yang bisa kamu coba.

    1. Menggunakan Thinner

    Thinner merupakan bahan yang ampuh untuk membersihkan kuas dari cat. Kamu cukup merendam kuas di thinner dan kemudian menggosoknya untuk membersihkan cat pada kuas.

    Kamu juga bisa mencari sebuah wadah yang kosong dan merendam kuas dengan thinner selama beberapa saat. Kalau sudah dirasa bersih, kamu bisa langsung mengangkat kuas dan membersihkannya dengan air sabut. Setelah itu, kamu bisa langsung menjemurnya di bawah sinar matahari.

    2. Menggunakan Minyak Tanah

    Hampir mirip dengan thinner, kamu dapat membersihkan kuas cat dengan menggunakan minyak tanah. Prosesnya pun juga kurang lebih sama; kamu cukup rendam kuas cat pada minyak tanah dan tunggu. Setelah cat sudah terlepas dari bulu kuas, lanjutkan dengan membersihkan kuas dengan air sabun dan segera jemur di bawah sinar matahari.

    3. Menggunakan Cuka Murni

    Kalau kamu tidak punya memiliki thinner ataupun minyak tanah di rumah, kamu masih dapat membersihkan kuas cat dengan bahan yang ada di rumah yaitu dengan cuka murni. Cukup rendam kuas cat atau bulu kuas di dalam larutan cuka murni selama 30 menit.

    Jika kuas cat masih kotor, maka tetap rendam kuas cat kamu. Jika sudah dirasa bersih, lakukan pembersihan kuas dengan menggunakan air sabun dan jemur di bawah sinar matahari. Selain dapat membersihkan kuas cat, cara membersihkan kuas cat ini juga dapat melunturkan kuas cat yang sudah terlanjur kaku.

    4. Menggunakan Air

    Kalau kamu memang sedang tidak memiliki bahan-bahan di atas dan hanya memiliki air, tapi bukan hanya diguyur dengan air saja. Ikuti cara membersihkan kuas cat dengan air berikut.

    Setelah selesai mengecat, oleskan kuas beberapa kali pada kertas bekas untuk membuang kelebihan cat yang menempel pada kuas. Lakukan hingga hanya tertinggal sedikit sisa cat pada bulu-bulu kuas.

    1. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut air, bilas dengan air biasa hingga cat bersih.
    2. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut thinner, bersihkan kuas dengan menggunakan thinner hingga bersih.
    3. Siapkan ember berisi air hangat. Tambahkan sedikit deterjen di dalamnya. Rendam kuas selama sekitar lima menit.
    4. Cuci kuas dengan menggosok-gosokan bulu-bulunya di dalam air hangat yang sudah dicampur deterjen tadi.
    5. Angkat kuas. Bersihkan air sabun yang tersisa.
    6. Bilas dengan air hangat hingga bersih.
    7. Keringkan dengan mengibaskan kuas beberapa kali. Jika masih lembab, bungkus dengan lap dan ditekan-tekan perlahan untuk mengeluarkan air dari sela-sela bulu kuas.
    8. Angin-anginkan dengan posisi tergantung hingga kering. Jika belum kering, bulu-bulu kuas akan berjamur selama disimpan.
    9. Simpan kuas dengan posisi tergantung atau disimpan berdiri terbalik dengan gagang di bawah di dalam sebuah kaleng.

    Demikian cara membersihkan cat kuas dinding yang mengeras. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Apakah dinding rumah detikers mengalami keretakan tipis yang hampir tak terlihat? Kalau iya, tembok rumahmu itu mengalami retak rambut.

    Sesuai sebutannya, retak rambut merupakan kondisi retak berukuran kecil di tembok dan bahkan kadang tidak terlihat dengan jelas. Kondisi retak seperti ini kerap terjadi pada dinding bangunan, salah satunya rumah.

    Namun, apa ya yang menyebabkan tembok mengalami keretakan rambut? Dan adakah cara untuk mengatasinya?


    Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan tembok rumah mengalami retak rambut. Mengutip unggahan dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab retak rambut di dinding:

    1. Plester

    Setelah pemasangan batu bata atau batako dalam tahap pembuatan dinding, selanjutnya masuk ke proses plester untuk melapisi tembok batu. Apabila lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit, maka nantinya acian tidak bisa menempel dengan sempurna. Inilah yang akan membuat retak rambut pada dinding,

    2. Acian

    Sebelum mengaplikasikan cat dan setelah plester, tembok biasanya dioleskan acian. Nah, kalau kualitas dan komposisi bahan acian yang digunakan tidak tepat maka bisa meningkatkan potensi retak rambut pada tembok.

    Tak hanya itu, mengoleskan acian ketika plester belum kering juga dapat berpengaruh terhadap munculnya retak rambut.

    3. Cat

    Pemilihan cat rumah yang bagus tidak hanya mempengaruhi tampilan hunian, tapi juga kondisi tembok nantinya. Cat rumah yang berkualitas baik umumnya memiliki kekuatan lekat tinggi yang bisa mempengaruhi lapisan acian.

    Jika memilih kualitas cat yang buruk maka tingkat kelekatan terhadap aciannya rendah. Dengan begitu, potensi timbulnya keretakan rambut akan meningkat.

    Di sisi lain, penggunaan cat dinding yang berbeda pada setiap lapisannya juga dapat mengakibatkan retak rambut.

    4. Perubahan Cuaca

    Cuaca yang berubah bisa menyebabkan pemuaian dan penyusutan pada tembok. Dan inilah yang bisa menimbulkan retak rambut pada dinding.

    5. Permukaan Tanah

    Tinggi permukaan tanah dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ini membuat tembok bergerak mengikuti ketinggian tanah dan keretakan rambut pun bisa muncul.

    Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Jika tembok rumah detikers mengalami retak rambut, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yakni sebagai berikut:

    1. Kerik Lapisan Cat

    Jika retak rambut yang ada di tembok dalam kondisi ringan maka bisa mulai dengan mengerok lapisan cat yang menempel. Cat dapat dikerok menggunakan sekrap sampai terkelupas.

    2. Amplas Permukaan Dinding

    Selanjutnya, permukaan dinding dikerok catnya bisa dihaluskan sehingga menjadi rata menggunakan amplas. Amplas tembok sampai material pelapis dindingnya hilang.

    3. Isi Celah yang Retak

    Setelahnya, dinding dapat dibersihkan dari sisa pengerokan yang menempel. Kemudian, permukaan tembok yang terdapat celah retak atau terbentuk lubang bisa dilapisi dengan wall sealer. Tunggu wall sealer hingga kering untuk lanjut ke tahap berikutnya.

    4. Aplikasikan Cat Tembok

    Jika wall sealer telah kering, tembok bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

    Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

    Itu tadi deretan penyebab dan cara mengatasi retak rambut pada dinding. Jadi, detikers tidak perlu bingung lagi ya untuk menghilangkan keretakan rambut di dinding.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis-jenis Cat Genteng Lengkap dengan Manfaatnya


    Jakarta

    Mengecat genteng mungkin terdengar aneh. Namun, ternyata banyak manfaat yang kamu dapatkan jika kamu mengecat genteng. Layaknya mengecat dinding, tujuang mengecat genteng adalah melindung genteng dari kerusakan.

    Nah, buat kamu yang berencana juga ingin mengecat genteng, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum mulai mengecat genteng. Simak penjelasan lebih lanjut berikut.

    Manfaat Mengecat Genteng

    Melansir dari Brighton, Jumat (29/12/2023), genteng yang baru dibeli dari produsen biasanya belum dicat. Masih berupa genteng biasa berwarna coklat tua atau cokelat muda. Genteng tersebut sebenarnya sudah siap pasang, lalu kenapa kamu harus mengecat ulang genteng tersebut? Nah, berikut beberapa manfaatnya.


    Mencegah genteng ditumbuhi lumut dan jamur. Genteng lama-kelamaan akan ditumbuhi jamur dan lumut hijau kehitaman apabila berada di tempat yang lembab dan tidak terawat dengan baik. Hal ini tentunya membuat tampilan genteng jadi kurang menarik, dengan mengecat genteng kamu bisa mencegah timbulnya lumut dan jamur di permukaan genteng.

    Membuat genteng lebih awet, tidak mudah bocor, dan retak. Untuk mendapatkan manfaat ini, kamu bisa memilih cat genteng yang dilengkapi dengan lapisan anti debu, anti jamur, dan anti bocor.

    Memberikan tampilan yang lebih indah pada rumah dan menjaga tampilan genteng agar tetap terlihat bagus.

    Jenis-jenis Cat Genteng

    Ternyata terdapat banyak sekali jenis cat genteng di pasaran, setiap merk cat genteng biasanya memiliki jenis-jenis cat genteng yang berbeda. Agar tak salah pilih berikut daftarnya.

    1.Styrene Acrylic

    Jenis cat genteng ini mampu melindungi genteng dari cuaca yang ekstrem, tahan terhadap jamur dan lumut. Hasil akhirnya juga glossy atau tampak mengkilap sehingga akan terlihat berkilau jika dilihat dari jauh. Cat genteng jenis ini cocok diaplikasikan pada genteng yang berbahan asbes, tanah liat, dan beton.

    2. Alkyd Synthetic

    Merupakan cat yang memiliki ketahanan yang baik, tahan terhadap cuaca ekstrem dan jamur. Sama seperti jenis pertama, cat genteng ini juga akan memberikan efek glossy pada genteng rumahmu. Cocok diaplikasikan pada genteng tanah liat.

    3. Zinc Chromate Primer

    Jika kamu memiliki genteng berbahan metal, cat genteng yang berbahan Zinc Chromate Primer ini sangat cocok untuk digunakan. Cat jenis ini mampu melindungi permukaan genteng dari korosi dan karat sehingga membuat gentengmu jadi lebih awet.

    4. Cat Waterproof

    Sesuai dengan namanya, cat genteng ini memiliki sifat anti air sekaligus anti bocor. Beberapa cat genteng waterproof biasanya juga memiliki sifat anti leleh, antijamur, dan anti alkali. Jika gentengmu rawan bocor, kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan cat waterproof ini. Cat ini juga fleksibel, dan dapat kamu aplikasikan pada genteng yang terbuat dari tanah liat, asbes, beton, kayu, hingga seng.

    5. Resin Akrilik

    Merupakan cat yang memberikan hasil akhir yang glossy dan mengkilat. Cocok diaplikasikan pada genteng yang terbuat dari asbes, tanah liat, dan beton. Cat ini memiliki lapisan film keras yang cepat kering, karena itulah ia memiliki sifat tahan air yang bagus.

    6. Vernis Thinner

    Cat genteng satu ini memiliki bahan dasar thinner sehingga menghasilkan warna yang glossy dan tahan terhadap cuaca panas. Lapisan thinner ini akan membuat warna genteng jadi tahan lama, tidak mudah pudar, dan warnanya tetap awet.

    Demikian manfaat dan jenis-jenis cat genteng. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Membersihkan Noda Cat pada Karpet


    Jakarta

    Ketika kamu mengecat ruangan, tak jarang cat jatuh dan tercecer mengenai beberapa benda dan permukaan di dalam ruangan, salah satunya karpet.

    Jika tidak segera dibersihkan, noda cat akan mengeras dan susah dibersihkan. Selain itu noda cat juga akan mengurangi keindahan tampilan karpet. Namun, kamu tak perlu risau karena ada cara mudah menghilangkan noda cat pada karpet.

    Dikutip dari Southern Living, Senin (12/2/2024),Samantha Hodges, Direktur Pemasaran Digital di Rugs.com, mengatakan membersihkan noda cat dari karpet hanya memerlukan beberapa peralatan seperti kain lap putih, sabun pencuci piring, pisau, air, dan cairan pembersih khusus.


    Cat Berbasis Air

    Untuk cat berbasis air, kamu bisa segera membersihkan saat karpet terkena cat. Dengan segera membersihkannya, dapat mencegah kerusakan pada bahan karpet. Setelah itu, serap sebanyak mungkin tumpahan cat dengan kain lap.

    Saat melakukannya, jangan menggosoknya tapi coba dengan menepuk permukaan karpet. Menepuk-nepuk tumpahan dapat membantu menarik noda ke atas dan keluar dari permukaan karpet sehingga mencegahnya semakin merembes ke dalam serat. Sebaliknya, menggosok tumpahan cat hanya akan membuatnya menyebar ke permukaan lain dan menempelkannya lebih dalam ke serat karpet.

    Untuk tumpahan cat yang telah meresap ke karpet, beri sedikit air dan ulangi langkah ini sampai tumpahan cat cukup bersih.

    Sementara itu, untuk membersihkan semua sisa cat yang tertinggal,kamu dapat mencampurkan sabun dan air. Pastikan hanya menggunakan beberapa tetes air saja saat mencampurnya dengan air. Oleskan larutan pada area karpet yang terkena noda cat dan tepuk-tepuk kembali menggunakan kain lap bersih. Jangan lupa membilasnya dengan air bersih dan mengeringkannya.

    Cat Berbasis Minyak

    Cara pembersihan mirip dengan cat berbasis air, tumpahan cat berbasis minyak pun harus segera dibersihkan dengan cara menepuk-nepuk menggunakan kain lap setelah tumpahan terjadi. Untuk membersihkan sisa tumpahan cat, gunakan pisau mengikis noda cat minyak jika sudah mengeras.

    Selanjutnya, campurkan beberapa tetes sabun cuci piring dengan air yang telah disiapkan. Aduk hingga merata dan oleskan pada sisa cat yang belum hilang. Tepuk-tepuk kembali menggunakan kain lap bersih. Hindari menggunakan air terlalu banyak agar noda cat tidak menyebar. Setelah itu, bilas serta keringkan karpet.

    Demikian tips hilangkan noda cat pada karpet. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Cat Primer, Undercoat, dan Sealer


    Jakarta

    Cat dinding memiliki pengaruh besar pada tampilan dan suasana rumah. Cat mengubah tampilan sekeliling rumah menjadi lebih halus dan bersih. Maka tidak heran, cat dinding sering kali menjadi pilihan untuk melengkapi tampilan rumah karena hasilnya yang memuaskan, perawatannya yang mudah, dan tahan lama.

    Mengecat rumah ternyata bukan hanya mengoleskan cat berwarna di permukaannya. Namun sebelum itu perlu dilapisi dengan cat proteksi. Ini adalah kunci dinding rumah bisa terlihat halus setelah dilapisi cat.

    Jenis cat yang berfungsi untuk melindungi bagian permukaan dinding ini memiliki 3 jenis, yakni sealer, primer, dan undercoat.


    Meski sama-sama disebutnya ‘cat dasar’ atau lapisan dasar sebelum mengecat ternyata ketiganya memiliki perbedaan. Mengutip dari paintaccess.com pada Jumat (23/2/2024) berikut beberapa perbedaan dari sealer, primer, dan undercoat.

    Primer

    Primer memiliki fungsi yang sama dengan undercoat yakni sebagai cat dasar. Primer dapat membuat dinding lebih halus dan saat car permukaan dioleskan dapat melekat dengan baik. Pemakaian primer juga membuat cat dinding lebih tahan lama.

    Bahan cocok untuk dilapisi primer adalah logam, kayu, dan dinding plester. Primer dapat berfungsi dengan baik apabila tidak banyak ditimpa lapisan di atasnya. Selain itu, primer cepat mengering sehingga kamu bisa cepat mengecat permukaannya dengan cat dinding biasa.

    Kamu bisa melewatkan pemakaian primer saat permukaan kondisi dinding bagus seperti halus, bebas noda, atau warna cat baru sama dengan yang lama.

    Undercoat

    Undercoat juga berfungsi untuk membuat permukaan dinding halus dan lebih menempel. Banyak yang menggunakan undercoat ini pada dinding yang telah dilapisi cat. Undercoat memiliki tingkat pigmen warna putih yang bagus menutupi warna di bawahnya, goresan, hingga penyok kecil.

    Kamu tidak perlu membersihkan cat dinding sebelumnya saat mengoleskan undercoat, tetapi jika ingin mengampelas dindingnya terlebih dahulu tidak masalah. Undercoat bisa digunakan pada permukaan primer atau dinding yang telah dicat terutama pada kayu, logam, dan dinding.

    Sealer

    Permukaan yang memiliki pori, tidak halus, dan berjamur seperti beton dan batu bata lebih baik menggunakan lapisan dasar bernama sealer. Lapisan dasar satu ini juga efektif mengikat plester pada gipsum.

    Tidak sampai di sana, sealer dapat digunakan pada permukaan yang berwarna karena dapat menutupi dengan baik. Area sambungan papan atau dinding yang ditimpa plester juga bisa ditutupi dengan sealer.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com