Tag: cat dinding

  • 7 Teknik Mengecat untuk Mempercantik Ruangan



    Jakarta

    Dalam mengecat ruangan, kamu dapat mengaplikasikan berbagai macam teknik untuk memberikan tampilan estetik yang berbeda-beda.

    Sebab mengecat dinding hanya masalah warna cat saja lho! Ada banyak macam teknik mengecat dinding yang menarik dan dekoratif yang bisa kamu coba di rumah.

    Lalu, apa saja macam-macam teknik mengecat tersebut? Mengutip dari Antilum, Jumat (1/12/2023), berikut macam-macam teknik mengecat untuk mempercantik ruangan.


    Macam-macam Teknik Mengecat

    Taped

    Pada umumnya teknik mengecat tape digunakan untuk menutupi atau membatasi area dinding yang tidak ingin terlapisi oleh cat. Bagi pekerja profesional, teknik tape menjadi salah satu alat yang penting untuk menyempurnakan pekerjaan. Namun ternyata teknik tape juga dapat digunakan untuk menciptakan gaya pengecatan yang luar biasa.

    Kamu dapat membuat pola-pola menarik seperti pola garis, segitiga, atau persegi yang dibuat secara acak dan saling berkaitan. Setelah membuat pola-pola tersebut pada dinding kamu dapat mengecat seluruh permukaan dinding dan melepas painter’s tape setelah lapisan cat mengering. Dengan demikian kamu dapat menciptakan pola-pola geometri yang indah pada dinding.

    Color Wash

    Color Wash merupakan teknik mengecat dengan cara menambah tekstur dan kesan kedalaman pada ruangan. Color wash mengubah tampilan kesan lembut dan hangat dengan menggabungkan dua warna yang membaur.

    Terlepas dari faktor estetika, teknik ini cukup mudah dan simpel untuk diterapkan. Selain itu cukup ekonomis jika dibandingkan dengan teknik mengecat lainnya. Pada prinsipnya, teknik color wash menggunakan media kain atau spon kering untuk memudarkan lapisan cat pada dinding yang masih basah.

    Sponging

    Seperti namanya, sponging menggunakan roller busa spon atau busa spon laut untuk menciptakan efek atau tekstur bercak-bercak pada dinding. Teknik ini cukup mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan keterampilan mengecat yang khusus.

    Pada dasarnya teknik ini dapat dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan membasahi spon dengan cat kemudian menepuk-nepuk spon ke permukaan dinding secara acak. Atau dengan spon kering lalu menepuk-nepuk permukaan dinding yang masih basah oleh cat untuk memudarkan tampilan cat tersebut.

    Rag Rolling

    Rag Rolling adalah teknik pengecatan menggunakan gulungan atau lipatan kain yang digulingkan ke permukaan dinding sehingga menghasilkan efek tekstur bercak yang lembut. Teknik ini dapat membuat dinding menjadi terlihat menarik dan dapat diaplikasikan pada ruangan manapun.

    Namun pada umumnya teknik ini diaplikasikan untuk kamar mandi, dimana efek gradasi yang lembut diharapkan dapat membuat ruangan terasa lebih lega. Cara pengerjaannya cukup sederhana, yaitu gulungan kain dilapisi dengan cat kemudian diaplikasikan ke dinding secara vertikal naik turun hingga menutup seluruh permukaan dinding.

    Wall Stenciling

    Wall stenciling adalah salah satu pilihan terbaik untuk menciptakan kesan mewah pada dinding seperti halnya tampilan wallpaper. Meski demikian, teknik ini cukup mudah dan sederhana untuk diaplikasikan.

    Dengan sedikit ketelitian dan kerapian kamu dapat menciptakan pola-pola rumit pada dinding dengan murah, cepat, dan mudah. Teknik ini menggunakan pola gambar yang dapat kamu beli atau kamu buat sendiri. Kemudian pola tersebut ditempelkan ke dinding dengan perekat painter’s tape. Kemudian kamu cukup mengecat berdasarkan pola tersebut dan sebaiknya pengecatan dilakukan secara tipis untuk menghindari rembesan cat yang dapat merusak pola gambar yang kamu buat.

    Striping

    Striping adalah teknik yang sangat umum digunakan. teknik ini sangat sederhana namun dapat memberikan tampilan segar, elegan, dan berkelas pada dinding. Teknik ini sangat cocok untuk menciptakan nuansa baru pada dinding yang terasa hampa. Ada banyak cara untuk membuat pola striping pada dinding baik berupa garis horisontal, vertikal atau diagonal, pola striping berukuran tebal atau tipis, dan pola striping yang merupakan kombinasi warna yang kontras atau gradasi.

    Checkerboard

    Pada dasarnya teknik ini adalah mengenai bagaimana menambah karakter pada dinding dengan pola persegi. Pola checkerboard (papan catur) dapat mengubah tampilan dinding secara menyeluruh baik dari segi gaya dan nuansa, dan dapat meniadakan kebutuhan dekorasi tambahan lainnya.

    Ada banyak metode dan cara untuk menciptakan pola checkerboard, baik berupa kombinasi warna netral ataupun warna kontras. Namun pada dasarnya proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan teknik striping atau taped. kamu cukup membuat perencanaan mengenai kombinasi warna atau ukuran pola, kemudian menempelkan tape kedinding sehingga membentuk pola papan catur. kamu dapat menggunakan pensil dan mistar untuk memastikan bahwa pola yang kamu buat pada dinding benar-benar persegi.

    Demikian 7 teknik mengecat untuk mempercantik ruangan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Usia Cat Dinding Sampai Harus Dicat Ulang?



    Jakarta

    Cat dinding sendiri memiliki fungsi untuk melindungi dinding dari kerusakan dari cuaca ekstrim hingga kotoran dan debu. Seiring berjalannya waktu cat dinding akan mulai pudar dan perlu di cat ulang.

    Lalu, sebenarnya berapa lama usia cat dinding sampai harus dicat ulang? Simak ulasan di bawah berikut.

    Melansir dari Indobild, Selasa (5/12/2023), cat dinding memiliki dua jenis yaitu ada cat interior dan eksterior. Masing-masing memiliki usia yang berbeda hingga sampai perlu dicat ulang kembali.


    Usia Cat Interior

    Cat Interior memiliki usia 5 hingga 15 tahun sampai perlu dicat ulang. Karena cat dinding jenis ini diperuntukan interior yang notabene merupakan bagian dalam rumah yang tidak terpapar oleh unsur cuaca seperti angin, hujan, hingga sinar matahari. Sehingga cat tidak akan mengalami kerusakan dan perubahan warna dengan cepat.

    Usia Cat Eksterior

    Sementara, cat eksterior memiliki usia yang lebih pendek yaitu hanya 5 hingga 10 tahun sampai perlu dicat ulang. Hal tersebut bisa terjadi karena cat eksterior pada dinding bagian luar sering terkena paparan sinar matahari dan hujan.

    Meskipun cat dinding memiliki usia yang terbilang panjang, ada kalanya kamu perlu mengecat ulang dinding segera jika kamu menemukan beberapa tanda berikut.

    Tanda Tembok Rumah Perlu Segera Dicat Ulang

    1. Warna Cat Memudar

    Warna cat memudar jadi ciri utama tembok yang perlu dicat ulang. Tanda ini juga menjadi sesuatu yang paling mudah dikenali.

    2. Timbul Bagian Tembok Yang Mengelupas

    Cat yang mengelupas pastinya akan mengganggu aspek keindahan tembok atau dinding. Selain itu, ini menjadi tanda besar bahwa pelindung tembok sudah perlu diperbaiki.

    3. Terdapat Noda atau Bercak yang Mulai Terlihat

    Semakin pudar atau tipis lapisan cat yang melindung tembok, tentunya akan semakin mudah noda dan bercak untuk terlihat. Salah satu cara yang paling baik ketika mulai timbul banyak noda adalah dengan cat ulang tembok Kamu.

    4. Pengapuran Dinding yang Menghasilkan Serbuk Menyerupai Debu

    Terkadang, tanda tembok perlu diperbaiki atau dilapisi ulang adalah karena muncul serbuk tembok yang mengotori sekitarnya.

    Demikian usia cat dinding sampai harus dicat ulang. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari! Ini 4 Warna Cat Dinding yang Paling Disukai Nyamuk


    Jakarta

    Nyamuk adalah binatang penghisap darah yang mengganggu apalagi saat kita sedang berada di rumah. Selain bisa membuat gatal dan kulit merah, jenis nyamuk tertentu juga bisa menyebabkan penyakit berbahaya yaitu demam berdarah.

    Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir atau mencegah nyamuk datang dan berkeliaran di rumah. Di antaranya pakai obat nyamuk kimia yang dibakar atau disemprot. Mengusir nyamuk juga bisa menggunakan bahan alami seperti wewangian sereh atau aromatherapy.

    Di samping itu, interior rumah juga bisa memberikan pengaruh terhadap nyamuk lho. Ternyata, ada warna-warna cat dinding yang sangat disukai nyamuk. Sebaiknyak, warna-warna cat ini dihindari ya!


    Dikutip dari Homes & Gardens, Senin (12/2/2024), ini warna cat yang mengundang perhatian nyamuk yang wajib dihindari.

    1. Hitam

    Seperti kebanyakan serangga, nyamuk melihat dunia dalam bentuk dan warna yang kabur daripada gambar yang tajam dan detail,” jelas Emma Grace Crumbley, seorang ahli entomologi di Mosquito Squad. Oleh karena itu, nyamuk bergantung pada faktor lain seperti karbon dioksida, panas, gerakan, dan aroma untuk navigasi penerbangan mereka dan menemukan sarang dan sumber makanan.

    Salah satunya dinding yang berwarna hitam. Ketertarikan itu berasal dari kebutuhan nyamuk untuk menghindari sinar matahari langsung. Pasalnya, paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian dini pada nyamuk. Hal inilah yang membuat nyamuk sering muncul pada senja atau fajar sebab mereka mencoba sembunyi dari paparan sinar matahari.

    2. Biru Tua

    Karena memiliki warna gelap dan jenuh sehingga memiliki efek yang sama. Biru tua juga menarik perhatian nyamuk, hal ini karena nyamuk mendeteksi panas yang diserap dan ditahan oleh warna yang lebih gelap. Warna-warna ini begitu kuat sehingga banyak ilmuwan dalam penelitian menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengamati nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap.

    3. Merah

    Warna merah merupakan warna yang paling dicari oleh nyamuk. Crumbley merujuk penelitian terkini yang menunjukkan bahwa paparan bau seperti karbon dioksida ‘memicu ketertarikan nyamuk’ pada warna seperti merah. Hal ini berarti mereka cenderung mengerumuni ruangan dengan warna merah untuk mencari mangsa.

    4. Jingga

    Dinding yang berwarna jingga juga menarik perhatian nyamuk. “Mungkin ini lagi-lagi karena detail yang terbatas pada pandangan serangga, dan deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya memberi petunjuk kepada serangga bahwa inang potensial ada di dekatnya,” tutur Crumbley. Meskipun punya warna yang lebih terang, nyamuk memiliki ketertarikan kepada warna ini.

    Demikian 4 warna cat dinding yang disukai nyamuk.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding yang Dibenci Nyamuk


    Jakarta

    Jika kemarin kita sudah pernah membahas warna dinding yang dapat mengundang banyak nyamuk, kali ini kita akan membahas warna dinding yang tidak disukai nyamuk.

    Gangguan nyamuk membuat tidak nyaman. Selain nyamuk sering meninggalkan bekas gigitan kemerahan, spesies nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit mematikan, seperti malaria dan demam berdarah.

    Kamu bisa mengusirnya dengan cara mengecat rumah dengan warna yang tidak disukai nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (13/2/2024), menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang dapat mengusir nyamuk dan ada warna lain yang menarik mereka.


    Studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, responnya dipengaruhi terhadap isyarat atau warna visual. Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita embuskan saat bernapas.

    Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, dengan menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu mengusir mereka dari rumah.

    Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk yang bisa kamu aplikasikan pada dinding rumah.

    1. Biru

    Nyamuk diketahui cenderung menyukai warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk. Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.

    2. Ungu

    Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk terutama karena ungu punya panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak. Ini berguna jika kamu mengecat dinding dan menaruh furnitur berwarna ungu pada ruangan kamu.

    3. Putih

    Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal. Faktanya, warna putih sering dijadikan objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda berwarna putih.

    4. Hijau

    Mungkin terdengar aneh, karena nyamuk biasanya terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman berwarna hijau. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.

    Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik. Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya. Bahkan saat disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak, nyamuk tetap tidak tertarik dengan warna hijau.

    Demikian 4 warna dinding yang tidak disukai nyamuk. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Cat Dinding Anti Kusam dan Tahan Lama


    Jakarta

    Cat dinding terlihat kusam? Bisa jadi hal ini dikarenakan tingkat intensitas warnanya berkurang. Hal ini biasa ditemukan pada cat dinding yang bersinggungan langsung dengan sinar matahari.

    Sinar matahari mempunyai radiasi ultraviolet (UV) yang menembus struktur molekul pewarna sehingga menyebabkannya pecah dan berubah. Reaksi ini yang membuat warna dinding rumah kamu lebih pucat.

    Selain sinar matahari, penyebab cat dinding pudar diantaranya karena kualitas cat yang digunakan kurang bagus, menggunakan pewarnaan yang berlebihan, cuaca yang ekstrem, hingga pemilihan warna yang salah.


    Kamu bisa mencegah pemudaran warna ini dengan memilih jenis cat dinding yang sesuai dengan lokasi penggunaannya. Apakah di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kedua lokasi ini memerlukan performa cat dinding yang berbeda.

    Meskipun nantinya semua cat dinding akan memudar seiring berjalannya waktu, mengutip dari Performance Painting pada Senin (4/3/2024) ada cara untuk mempertahankan warna cat dinding agar tidak cepat kusam.

    Hindari Warna yang Mudah Pudar

    Warna cat dinding yang cerah sebenarnya lebih bagus dibandingkan cat dinding berwarna gelap. Namun, warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah harus dikecualikan karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV.

    Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Cat dinding sensitif pada permukaan yang basah dan lembap terutama pada dinding luar rumah. Selain itu teknik pengecatan yang terlalu banyak lapisan juga membuat warna cat dinding cepat pudar dan kusam.

    Gunakan Cat yang Mengkilap

    Lapisan kilap dari cat dinding dapat memantulkan cahaya. Jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat yang direkomendasikan untuk dinding luar rumah adalah cat lateks akrilik yang memiliki zat pengikat warna yang lebih baik dibandingkan produk cat berbahan dasar minyak.

    Gunakan Cat Primer

    Sebelum membeli suatu produk pastikan dahulu kualitas cat dinding yang ditawarkan. Salah satunya adalah ketahanan warnanya. Selain itu pertimbangkan untuk menggunakan cat primer atau cat dasar yang biasanya berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Memperbaiki Cat yang Mengelupas


    Jakarta

    Cat mengelupas adalah masalah umum yang sering ditemukan di rumah. Biasanya tanda-tandanya diawali dengan cat di dinding yang terkihat retak-retak dan kemudian mengelupas. Penyebab cat mengelupaa ada banyak, mulai dari kelembapan berlebih, terlalu kering, kesalahan saat pengaplikasian cat, dan lain-lain. Untuk memperbaikinya, memang harus dilakukan pengecatan ulang. Supaya lebih mudah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    Melansir dari laman Better Homes and Garden, berikut adalah cara mudah memperbaiki cat yang mengelupas dan cara mencegahnya terjadi lagi.

    1. Persiapkan Semua Alatnya

    Sebelum mulai memperbaiki, siapkan sarung tangan untuk melindungi tangan kamu dan juga plastik sebagai alas. Letakkan lembaran plastik atau terpal di bawah tembok yang sedang kamu perbaiki. Kemudian, singkirkan perabotan yang ada di sekirar situ seperti karpet, hiasan dinding, dna sofa agar tidak kotor. Setelah itu, tempatkan kain drop di sekitar ruangan untuk menjaga cipratan cat agar tidak terkena perabot.


    2. Hilangkan Cat yang Sudah Mengelupas

    Setelah selesai mempersiapkan semuanya, kamu bisa mulai dengan menghilangkan bagian chat yang mengelupas.Gunakan sikat kawat atau pengikis cat untuk mengikis semua cat yang mengelupas. Jangan gunakan terlalu banyak tekanan saat mengikis cat agar tidak merusak permukaan tembok.

    3. Perbaiki Area Tembok

    Setelah cat yang terkelupas dihilangkan, kamu harus memperbaiki area tembok yang tidak rata dulu sebelum mulai mengecat ulang. Oleskan dempul untuk penambal menggunakan pisau dempul, sesuaikan dengan kebutuhan. Ratakan permukaan dan biarkan mengering.

    4. Amplas Permukaan Tembok

    Untuk membuat tembok lebih halus dan rata, langkah selanjutnya adalah mengamplas tembok. Gunakan amplas yang sangat halus untuk menghaluskan area tersebut. Amplas dengan perlahan dan jangan terlalu kencang, pastikan semua permukaan tembok sudah rata.

    5. Bersihkan Tembok

    Area tembok yang akan di cat harus dipersiapkan dulu dengan baik supaya hasilnya maksimal dan tidak mengelupas lagi. Dengan menggunakan kain paku atau spons yang sedikit lembab, bersihkan area yang akan dicat. Hal ini dilakukan agar cat bisa benar-benar menempel dengan baik dan meminimalisir pengelupasan. Bersihkan permukaan lagi dengan lap yang bersih dan kering dan biarkan mengering secara menyeluruh.

    6. Aplikasikan Primer

    Jika kelembaban adalah penyebab pengelupasan cat, sangat penting untuk melindungi tembok yang baru dicat dari masalah yang sama. Gunakan primer untuk membantu menutup permukaan, melindungi dari kelembaban, dan membuat cat menempel dengan lebih baik. Oleskan primer ke seluruh bagian tembok yang akan di cat dan biarkan biarkan sampai mengering.

    7. Cat Ulang Tembok

    Inilah langkah utamanya, pengecatan ulang. Setelah melakukan semua langkah di atas, tembok kamu siap untuk dicat ulang. Oleskan lapisan pertama secara merata ke tembok, jangan terlalu tebal mengoleskan cat nya, lebih baik jika tipis dan merata. Jika warna catnya belum sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa oleskan lapisan kedua setelah cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Tetap oleskan tipis-tipis saja, tapi merata. Selesai, tembok baru kamu dijamin akan lebih tahan dan tidak mengelupas.

    Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Rol Berdasarkan Bahan Dasar Cat Dinding


    Jakarta

    Membersihkan rol cat atau paint roller tentu diperlukan agar bisa digunakan saat mengecat dinding dengan warna lain. Ternyata membersihkan rol cat tidak bisa sembarangan, perlu dilihat dari bahan dasar cat yang dipakai.

    Rol cat biasanya sering digunakan saat mengecat rumah. Setelah digunakan, jangan langsung buang rol cat karena masih bisa digunakan lagi.

    Namun, saat membersihkan rol cat harus dilihat dulu bahan dasar cat yang digunakan, apakah bahan dasarnya dari minyak atau air. Sebab, hal itu mempengaruhi cara membersihkan rol cat.


    Rol cat sendiri harus dibersihkan setiap selesai melakukan pengecatan. Pembersihan rol cat akan lebih mudah dilakukan jika masih basah.

    Dilansir dari The Spruce, Kamis (23/5/2024), berikut ini cara membersihkan rol cat menurut bahan dasar cat yang digunakan.

    Bahan Dasar Cat dari Air atau Latex

    1. Hilangkan Sisa Cat

    Rol cat yang baru selesai digunakan umumnya mengandung banyak sisa cat. Gunakan pisau tumpul untuk mengikis sisa cat ke dalam kaleng cat. Pegang rol tegak lurus di atas bukaan kaleng dan kerjakan secara perlahan dan lembut di sekitar permukaan rol dengan gerakan ke bawah.

    Akhiri dengan menggunakan sisa cat pada roller untuk menyentuh bagian kosong di dinding atau gulung sisa cat di koran hingga roller berhenti mengeluarkan cat.

    2. Lepaskan Rol dan Bersihkan Bingkainya

    Bersihkan bingkai rol atau roller frame dari sisa cat selagi masih basah. Kamu bisa siapkan air hangat dan sabun di dalam ember lalu bersihkan bingkai rol dengan lap kain atau sikat untuk membersihkan sisa cat. Setelah itu keringkan.

    3. Cuci Rol Cat

    Kamu bisa mencuci rol cat dengan cara merendamnya ke dalam ember berisi air hangat dan sabun cair. Gunakan sarung tangan dan peras rol cat sampai cat hilang.

    4. Bilas Rol Cat dan Keringkan

    Jika sudah tidak ada sisa cat, kamu bisa bilas rol cat dengan air baru. Jika sudah benar-benar bersih, keringkan rol cat dengan cara didirikan. Jangan dikeringkan dengan cara dibaringkan karena bisa membuat serat datar. Kamu juga bisa menggantungnya agar cepat kering.

    5. Cuci Papan Cat

    Langkah selanjutnya adalah membersihkan papan yang digunakan untuk menadahkan cat. Kamu bisa membilas papan tersebut di air sabun dan menyikatnya dengan sikat bulu kaku untuk menghilangkan noda cat.

    Jika kamu memiliki waktu senggang, kamu bisa membiarkan papan hingga kering dan mulai mengupas sisa cat.

    Bahan Dasar Cat dari Minyak

    1. Bersihkan Roller Frame dan Papan Cat

    Basahkan lap bekas dengan mineral spirit atau terpentin, cairan pelaut berbahan dasar minyak tanah, dan bersihkan sisa cat yang ada di roller frame dan papan cat. Jika cat sudah kering, kamu bisa memberikan mineral spirits ke sikat dan mulai membersihkannya.

    2. Gunakan Pelarut untuk Membersihkan Rol Cat

    Masukkan mineral spirit ke dalam ember hingga menutupi rol cat sepenuhnya. Gunakan wadah sekecil mungkin untuk mengurangi jumlah pelarut yang dibutuhkan.

    Pakai sarung tangan karet dan gunakan tangan kamu untuk mengoleskan pelarut ke rol cat. Hal ini akan memakan waktu 5-10 menit. Lepaskan rol dari pelarut dan gunakan tangan kamyu yang memakai sarung tangan untuk memeras sebanyak mungkin sisa mineral spirit.

    Tuang mineral spirit yang kotor ke dalam wadah sekali pakai. Bersihkan ember dengan lap bekas. Isi ulang ember dengan mineral spirit segar secukupnya untuk membilas roller. Setelah roller dibilas, peras perlahan untuk menghilangkan kelebihan pelarut.

    Isi ember dengan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring. Berikan pembersihan akhir pada roller cat dengan air sabun. Bilas hingga bersih dengan air bersih dan peras sisa kelembapannya dengan lembut. Letakkan rol pada ujungnya atau gantung hingga kering.

    Tuangkan sisa mineral spirit terakhir ke dalam wadah sekali pakai. Selalu ikuti pedoman daerah kamu untuk membuang wadah.

    Itulah cara membersihkan rol cat berdasarkan bahan dasar cat yang digunakan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 10 Hal Ini Saat Pilih Cat Dinding Rumah biar Nggak Kecewa


    Jakarta

    Suasana dan penampilan rumah bisa dipengaruhi oleh warna cat dinding. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna cat untuk menciptakan suasana dan estetika sesuai selera.

    Akan tetapi, memilih cat rumah tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya rumah tampilan dinding serasi dengan keseluruhan interior dan desain rumah.

    Nah, supaya kamu nggak mau kecewa sama hasil pengecatan, kamu bisa melakukan riset, pertimbangan, hingga uji coba cat rumah dulu. Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari detikBali, Kamis (13/6/2024).


    Tips Cat Rumah Anti Gagal

    1. Mulai dari Ruangan yang Kecil

    Jika detikers masih bingung dan belum yakin ingin mengecat tembok dengan warna apa, cobalah mengecat ruangan yang luasnya tidak begitu besar. Di sini, kamu bisa melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba warna cat baru, kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Pikirkan Warna Cat Sesuai Mood

    Perasaan atau mood dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih warna cat rumah. Selain itu, pertimbangkan juga suasana ruangan yang akan kamu tempati, gunakan perasaan hati kamu untuk menentukan warna cat yang pas.

    Misalnya, detikers ingin warna cat di kamar tidur utama mengusung nuansa yang tenang dan bahagia, kamu bisa menggunakan cat tembok berwarna netral atau pastel. Lalu, di area ruang makan ingin mengusung warna cat yang terasa nyaman untuk ditempati, kamu bisa memilih warna-warna cerah.

    3. Perhatikan Pencahayaan yang Digunakan

    Bukan cuman mood, detikers juga perlu memperhatikan pencahayaan di dalam rumah. Kalau rumah kamu memiliki cahaya lampu pijar, maka lebih menonjolkan warna-warna hangat dan kuning.

    Sementara itu, kalau rumah detikers mengusung cahaya lampu pendar, maka warna yang dihasilkan cenderung lebih ke warna biru. Jadi, perhatikan juga pencahayaan yang digunakan di rumah kamu agar tidak salah memilih warna cat.

    4. Pahami Arti Setiap Warna

    Memilih warna cat tembok rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan detikers, maka dari itu kamu harus memahami arti dari setiap warna. Biar lebih mudah, berikut terminologi yang dipakai untuk menjelaskan sebuah warna:

    Hue merupakan julukan untuk sebuah warna. Nilai hue dapat dipengaruhi oleh seberapa terang atau gelap warna tersebut. Dalam hal ini warna merah dan biru adalah hue.

    Saturation atau saturasi adalah seberapa besar pengaruh dominan hue dalam suatu warna. Misalnya, saat mengubah warna dari merah ke pink, maka nilai hue merah akan menjadi kurang dominan.

    5. Tes Warna Cat Baru yang Ingin Dipakai

    Kalau kamu ragu dengan warna cat yang baru dibeli, cobalah tes cat tersebut dengan mengecatnya di atas papan poster atau salah satu tembok rumah. Tes ini juga membantu detikers untuk mempertimbangkan warna-warna yang lebih kuat, tajam, lembut, atau netral. Jadi, rumah detikers terlihat lebih indah karena mengusung warna-warna yang indah di mata.

    6. Gunakan Warna Cat Tembok yang Serasi dengan Atap

    Bagi detikers yang ingin mengecat tembok eksterior rumah, usahakan jangan sampai salah memilih warna ya. Untuk itu, kamu bisa memilih warna cat yang serasi dengan atap atau genteng rumah.

    Pada umumnya, rumah modern saat ini memiliki atap yang cenderung berwarna gelap. Nah, kamu bisa memadukannya dengan warna cat tembok yang tidak begitu mencolok seperti putih, krem, atau abu-abu.

    7. Jangan Gunakan Satu Warna

    Ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan ketika mengecat rumah, seperti mood dan nuansa yang ingin diciptakan. Maka dari itu, sebaiknya jangan menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah.

    Agar lebih berwarna, kamu bisa mengusung warna-warna cerah untuk area kamar tidur dan tempat bermain si kecil. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    8. Tentukan Transisi Warna yang Pas

    Seperti yang dijelaskan di atas, usahakan tidak menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah. Namun, penggunaan warna cat tembok yang bermacam-macam juga harus disesuaikan dengan baik, agar bisa menciptakan transisi warna yang pas.

    Tentu, transisi warna cat tembok yang tidak pas akan menimbulkan kesan nabrak, terlalu ramai, dan tidak estetik. Cobalah memadukan warna kalem seperti putih di ruang tamu, krem di ruang makan, dan abu-abu di area taman.

    9. Gunakan Tabel Lingkaran Warna

    Kalau detikers masih kesulitan untuk menentukan warna yang pas, coba gunakan tabel lingkaran warna. Dengan bantuan tabel ini, detikers dapat menentukan kombinasi warna kontras yang pas agar menghasilkan nuansa rumah yang ciamik.

    10. Pasang Aksesoris untuk Ruangan yang Pas

    Setelah mengecat tembok rumah dengan warna yang sesuai, kini detikers tinggal mengisi peralatan rumah tangga dan beragam aksesoris. Tapi perlu diingat, jika detikers ingin memasang sejumlah aksesoris di dinding usahakan kombinasi warnanya sesuai.

    Jadi, tak hanya bentuk aksesorisnya saja yang diperhatikan, tapi perlu juga mempertimbangkan warna yang digunakan. Bayangkan kalau cat tembok detikers berwarna krem, namun aksesoris yang dipajang berwarna hijau stabilo. Tentu tidak pas bukan?

    Nah, itu dia detikers pembahasan mengenai tips memilih cat tembok rumah yang bagus dan tahan lama. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang masih kebingungan memilih warna cat tembok rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Cat Interior dan Eksterior Rumah


    Jakarta

    Cat dinding terbagi menjadi dua jenis, yakni interior dan eksterior. Meskipun keduanya sama-sama cairan pigmen untuk mengecat dinding rumah, sebaiknya memilih cat yang sesuai kegunaannya.

    Cat interior diaplikasikan pada tembok yang berada di dalam bangunan, misalnya kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang khusus untuk perubahan suhu dan kelembaban.

    Sedangkan cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar bangunan. Cat ini dirancang khusus supaya tahan dengan perubahan kondisi alam seperti cuaca dan angin.


    Nah, daripada bingung dan tertukar, simak perbedaan cat interior dan cat eksterior berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint, Minggu (16/6/2024).

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Perbedaan utama cat interior dan eksterior ada pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan pelihaaran.

    Maka dari itu, cat interior juga mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Selanjutnya, pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Teknik pengaplikasian cat dinding pun berbeda untuk interior dan eksterior rumah. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Perbedaan dua jenis cat dinding ini juga ada pada lamanya waktu untuk proses pengeringan. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Meski kedua jenis cat dinding tidak terlalu berbeda, tetapi akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah. Karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik, cat eksterior umumnya memiliki harga yang lebih mahal. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 4 Warna Cat Dinding Ini Biar Rumah Kamu Tambah Mahal


    Jakarta

    Rumah selain sebagai tempat tinggal juga merupakan aset investasi. Pemilik rumah bisa sewaktu-waktu menjual huniannya dengan harga lebih mahal dari awal pembelian.

    Kalau kamu berniat menjual rumah, kamu bisa mendongkrak nilai properti dengan melakukan beberapa perubahan, lho. Salah satu yang paling mudah dari warna cat dinding.

    Siapa sangka, ternyata warna-warna tertentu, terutama warna netral bisa berdampak pada penilaian pasar properti. Memang, warna cat memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana dan mood di rumah.


    Lalu, warna apa saja yang sebaiknya digunakan? Simak daftar warna cat netral yang terbukti meningkatkan nilai properti berikut ini, dilansir dari Real Simple, Selasa (18/6/2024).

    Rekomendasi Warna Cat Dinding

    1. Putih

    Bedroom interior with wooden furniture, 3d renderWarna Cat Dinding Foto: Getty Images/CreativaStudio

    Warna putih selalu menjadi pilihan yang aman saat kamu ingin meningkatkan nilai properti. Putih memberikan cahaya dan kecerahan pada ruangan. Hal ini membuat ruangan terlihat lebih luas dan menarik.

    Anthony Carrino, VP desain dari platform konstruksi rumah online, Welcome Homes, mengatakan bahwa warna putih adalah satu-satunya warna yang tidak mengurangi nilai properti, malah mungkin meningkatkannya.

    Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk berbagai ruangan, termasuk dapur, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dan eksterior rumah. Putih adalah pilihan utama untuk menciptakan ruangan yang bersih dan terang sehingga memberikan kesan kosong yang memungkinkan calon pembeli untuk membayangkan rumah mereka di dalamnya.

    2. Krem

    Interior Rumah KremWarna Cat Dinding Foto: Ashley Montgomery Design

    Krem adalah warna netral lain yang sangat efektif dalam meningkatkan nilai properti. Marina Vaamonde, seorang investor real estate komersial dan pendiri PropertyCashin, mengatakan bahwa krem memberikan ruangan nuansa yang menarik dan bisa meningkatkan nilai properti.

    Warna krem merupakan pilihan yang sangat tepat untuk ruangan, seperti dapur, ruang tamu, dan kamar tidur. Krem memberikan kesan kehangatan yang membuat setiap ruangan terasa nyaman dan menarik.

    Warna krem merupakan pilihan warna yang sempurna untuk menciptakan ruang yang cocok untuk ditempati.

    3. Biru Muda

    rumah bercat biruWarna Cat Dinding Foto: Thinkstock

    Menurut survei Zillow tahun 2021, biru muda adalah warna yang paling populer untuk kamar mandi. Rata-rata peningkatan nilai propertinya sebesar US$ 5.000 atau setara dengan Rp 79 juta.

    Eamon Lynch, direktur layanan garansi di Power Home Remodeling, mengatakan bahwa kamar mandi adalah area di mana pemilik rumah ingin merasa santai dan warna apa pun yang membantu menciptakan perasaan itu akan segera meningkatkan nilai properti.

    Biru muda yang juga termasuk sebagai warna netral akan menarik calon pembeli dengan berbagai selera dan gaya. Biru muda menciptakan suasana damai dan tenang di ruangan sehingga bisa membuat kamar mandi terlihat menarik, nyaman, dan lapang.

    4. Greige

    Interior Rumah GreigeWarna Cat Dinding Foto: Krystal Slagle via The Spruce

    Baik abu-abu maupun cokelat muda adalah pilihan netral yang sangat baik untuk interior rumah. Namun, jika kamu kesulitan memilih di antara keduanya, greige adalah solusinya.

    Warner Quiroga, seorang investor real estat dan pemilik Prestige Home Buyers, mengatakan bahwa greige adalah alternatif untuk putih dan abu-abu. Warna greige bisa memberikan perasaan elegan dan berkelas. Greige memberikan tampilan hangat dan mewah pada rumah dan juga bisa meningkatkan nilai properti.

    Itulah 4 warna cat netral yang bisa meningkatkan nilai properti. Dengan mengecat rumah dengan warna-warna tersebut, kamu bisa memberikan sentuhan tampilan yang indah dan memastikan rumah siap untuk menarik calon pembeli yang berminat.

    Jadi, apakah kamu siap untuk memberikan sentuhan cat baru pada rumah?

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com