Tag: cat dinding

  • 5 Bahan Dapur yang Ampuh Hilangkan Bau Cat Dinding


    Jakarta

    Bau cat dinding yang baru diaplikasikan ke dinding akan tercium cukup menyengat. Bau ini bisa bertahan berhari-hari apabila ruangan tersebut tertutup tanpa ventilasi.

    Padahal cat dinding yang baru diaplikasikan itu tengah aktif mengeluarkan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Mengutip dari How Stuff Works, di dalam cat dinding terdapat senyawa yang disebut VOC (Volatile organic compounds). Senyawa organik ini mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Meskipun berbahaya, senyawa ini membuat cat jadi lebih tahan lama dan membantu cat dapat kering.

    Maka dari itu, setelah mengecat sebaiknya membuka semua ventilasi seperti pintu dan jendela agar baunya berkurang dan senyawa tersebut bisa terbuang. Jika kamu butuh cepat-cepat menempati ruangan tersebut, ada lho cara cepat menghilangkan bau tersebut. Melansir dari The Spruce, berikut bahan-bahan dapur yang bisa hilangkan bau cat dinding.


    1. Baking Soda

    Baking soda dapat menguapkan bau dari cat dinding yang baru diaplikasikan. Baking soda juga bisa menghilangkan bau dari kulkas dan cucian baju.

    Cara menggunakannya cukup menuangkan baking soda ke dalam wadah, kemudian letakkan di beberapa sudut rumah. Apabila di ruangan tersebut sudah terisi perabotan dan bau belum hilang, kamu bisa menebar baking soda di sofa atau furniture yang berbahan kain. Lalu, diamkan semalaman. Baru setelah itu dibersihkan dengan vacuum cleaner sampai bersih.

    2. Bawang Bombai

    Bawang-bawangan memiliki bau yang khas. Bahkan pada saat kita memotong bawah, mata kamu bisa berair seperti hendak menangis. Ternyata bawang bombai juga ampuh menghilangkan bau cat dinding yang baru diaplikasikan.

    Caranya juga cukup mudah. Cukup membelah bawang bombai menjadi 2 potong besar. Letakkan di beberapa sudut rumah. Setelah didiamkan semalaman, hancurkan bawang bombai hingga tidak dapat dipakai lagi dan jangan menggunakan bawang tersebut sebagai bahan memasak. Sebab, di dalamnya sudah menyerap senyawa VOC.

    3. Air Berisi Lemon

    Lemon terkenal sebagai buah-buahan yang baik untuk kesehatan. Ternyata air yang di dalamnya diisi Lemon segar dapat menghilangkan bau cat dinding yang baru diaplikasikan.

    Alasan lemon tersebut memakai air karena air efektif untuk menyerap bau, sedangkan lemon dapat menguarkan bau yang segar sehingga menyamarkan bau cat yang mencolok.

    Kamu bisa meletakkan air berisi lemon tersebut di beberapa sudut rumah. Kemudian tinggalkan semalaman.

    4. Biji Kopi Kering

    Kamu pasti pernah ke café atau tempat makan yang menyediakan menu kopi yang diolah sendiri. Bau biji kopi kering itu bisa tercium bahkan beberapa meter dari tempat biji kopi disimpan.

    Ternyata biji kopi ini bisa menghilangkan bau cat dinding yang baru diaplikasikan. Namun, perlu diperhatikan sama seperti bawang bombai, setelah disebar di ruangan biji kopi tersebut jangan dipakai untuk dikonsumsi.

    5. Cuka

    Kamu juga bisa mencoba dengan menuangkan cuka ke dalam air. Pakai cuka yang khusus untuk bahan untuk membersihkan rumah. Setelah dicampurkan gunakan wadah terbuka seperti mangkuk dan letakkan di beberapa sudut rumah untuk menghilangkan bau cat yang baru dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Menghadirkan Warna ke Dapur Rumah agar Terlihat Cantik



    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan yang paling banyak kegiatan di rumah. Seperti untuk memasak, bersantap hingga menyiapkan makanan untuk keluarga atau tamu di rumah.

    Dengan menciptakan desain fungsional yang juga menginspirasi kehidupan sehari-hari menjadi lebih penting. Warna dapat berperan, meskipun terasa menakutkan untuk menggunakan banyak warna di dapur.

    Melansir Ideal Home, Berikut beberapa cara sederhana menghadirkan warna ke dapur rumah agar terlihat menarik dan nyaman saat berada di dapur.


    Pilih Dua Warna

    Berpegang pada satu warna yang mencolok terkadang terasa seperti keputusan yang lebih besar daripada memilih beberapa corak. Dengan satu blok warna, kamu bebas memilih warna tertentu yang disukai dan yang akan bertahan lama.

    Sedangkan memilih tampilan dua warna akan memberi kamu lebih banyak fleksibilitas saat menerapkan skema warna itu ke seluruh rumah dan akan mengurangi tekanan pada keputusan kamu.

    Gunakan Pola

    Salah satu tren terbesar tahun ini adalah mewarnai seluruh ruangan dengan satu warna mencolok, termasuk semua bagian dari papan pinggir hingga langit-langit. Ini adalah tren yang terlihat sangat mengesankan tetapi membuat penggunaan warna lebih mudah.

    Pertimbangkan untuk menambah beberapa pola ke dalam warna agar lebih menarik dan berkilau. Melakukan hal itu akan menambah dimensi pada skema tetapi juga memudahkan kamu untuk mengambil warna dari ide wallpaper dapur untuk digunakan.

    Cat Dinding Bukan Lemari

    Ide cat merupakan salah satu cara paling serbaguna untuk menambahkan kepribadian ke rumah dan dapat menggantinya sesering yang diinginkan. Baik itu satu dinding atau seluruh dapur, warna ini akan menambahkan corak warna yang tegas.

    Jangan Takut Mencoba Warna Gelap

    Jika kamu memutuskan untuk mengecat lemari dapur atau membeli warna tertentu saat sedang dalam proses desain, memilih warna gelap mungkin merupakan pilihan terbaik.

    Memilih cat harus mencerminkan tampilan dan nuansa yang disukai dan warna yang bagus untuk menutupi tumpahan, cipratan, benturan, dan noda sehari-hari di dapur.

    “Warna hijau sedang hingga tua mungkin merupakan warna yang paling serbaguna untuk dipadukan dengan setiap gaya dekorasi interior dan memberikan kesan tenang di ruangan yang paling sibuk dan paling banyak digunakan,” kata Marianne Shillingford.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Cat Dinding Outdoor Mudah Mengelupas Maski Baru Diaplikasikan


    Jakarta

    Cat dinding mengelupas bisa bisa menjadi masalah serius pada tampilan rumah. Apalagi jika terjadi pada bagian fasad atau outdoor rumah. Cat dinding yang seharusnya tahan lama dan tahan dari cuaca apa pun justru paling cepat rusak dan mengelupas. Lantas, apa penyebabnya?

    Sebelum itu, kamu harus mengetahui jika cat untuk bagian luar dan dalam rumah berbeda. Hal ini dikarenakan bahan dasar dan fungsinya yang berbeda. Cat dinding bagian luar rumah dibuat lebih tahan paparan sinar matahari, perubahan suhu ekstrem, kelembapan, jamur, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, harga cat dinding luar pun lebih mahal.

    Apabila kamu sudah memakai cat dinding yang benar yakni khusus untuk outdoor, tetapi setelah diaplikasikan justru mengelupas, melansir dari Family Handyman, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Kondisi Lingkungan yang Terlalu Lembap

    Kelembapan akibat hujan atau dekat dengan daerah yang basah membuat cat dinding lebih mudah terkelupas. Air yang masuk ke dalam cat membuat jaringan pengikatnya longgar sehingga mudah terkelupas.

    2. Kualitas Cat yang Tak Bagus

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian outdoor rumah harus memakai cat yang berbeda dengan indoor. Selain itu, pilih juga cat yang berkualitas, jangan hanya terlena dengan harga yang murah. Biasanya cat yang mahal itu menentukan kualitas. Menerapkan cat di luar suhu dan kondisi aplikasi yang direkomendasikan pabrikan dapat menyebabkan cat terkelupas.

    Cat yang bagus juga memiliki daya ikat yang kuat sehingga terkena air, kelembapan, sinar matahari, panas yang lama, cat tidak akan begitu terpengaruh. Selain itu, hindari juga pengecatan bagian outdoor saat hujan deras yang lama. Mau sebagus apa pun cat yang dipakai, waktu keringnya akan lama dan semakin rentan rusak.

    Cat dinding perlu dilapisi 3-5 kali dengan jeda beberapa jam hingga lapisan sebelumnya kering. Apabila kamu tidak sabaran dan langsung melapisi dinding dengan lapisan berikutnya padahal belum begitu kering, risikonya adalah cat mudah mengelupas. Hal ini disebabkan lapisan di bawahnya masih lunak sehingga tidak menempel sempurna dan mudah rusak apabila terkena goresan, air, atau panas.

    Untuk waktu tunggu cat mengering, kamu bisa mengecek instruksi di kaleng cat atau sekitar mengecek secara berkala setiap 2-3 jam sekali.

    4. Permukaan Dinding yang Belum Siap Dicat

    Terkadang permasalahan cat mengelupas justru disebabkan karena dinding yang belum siap. Seperti apa itu?

    Misalnya kamu ingin mengecat ulang, tetapi cat lama masih menempel. Nah, kondisi seperti ini bisa merusak cat dinding yang baru. Lebih baik, kikis seluruh cat yang lama, baru kemudian lapisi dengan cat yang baru.

    Kemudian, dinding yang terlalu lembap, dinding yang kasar, berjamur, itu juga perlu diatasi dahulu, sebelum dinding dilindungi dengan cat.

    5. Memakai Jenis Cat yang Tidak Sesuai

    Cat dinding memiliki beragam jenis. Ada yang hasil finishing-nya matte atau mengkilap karena dilapisi minyak. Nah, sebelum memutuskan untuk memakai salah satu jenis cat, kamu harus memikirkan daya tahannya dengan lokasi dinding yang akan diaplikasikan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding Ini Dibenci dan Dijauhi Nyamuk tapi Bikin Sejuk Ruangan


    Jakarta

    Nyamuk adalah salah satu hewan yang kehadirannya tidak diinginkan. Hewan ini suka menghisap darah manusia untuk mendapat protein dan nutrisi yang mereka butuhkan. Selain itu, mereka juga kerap membuat suara yang mengganggu di dekat telinga dan beberapa di antaranya membawa virus dengue yang dapat menyebabkan penyakit DBD.

    Saat ini sudah banyak yang menciptakan cara instan untuk memusnahkan atau mengusir nyamuk. Mulai dari yang modelnya dibakar, disemprot, hingga yang bisa menyetrum. Harga alat-alat ini pun terjangkau di pasaran sehingga banyak dipakai oleh masyarakat.

    Namun, kamu juga bisa lho menggunakan skema pengecohan warna agar nyamuk tidak masuk ke kamar. Sebab, ada beberapa warna disukai oleh nyamuk karena perbedaan warna yang kontras. Meskipun kecil, nyamuk memiliki indra penglihatan yakni mata yang sangat sensitif terhadap perubahan warna dan cahaya. Maka dari itu, kamu bisa mengecoh nyamuk dengan memakai cat warna dinding tertentu yang tidak disukai nyamuk.


    Menurut Hyperallergic, cara ini terbukti lewat sebuah studi yang menuliskan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

    Lalu, dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penglihatan nyamuk sangat peka terhadap warna dari karbondioksida di dekatnya. Tanpa karbondioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.

    Mengutip dari Family Handyman berikut beberapa warna cat dinding yang tidak disukai nyamuk.

    1. Biru

    Cabinets for TV in a room, blue wall,3D renderingCabinets for TV in a room, blue wall,3D rendering Foto: Getty Images/iStockphoto/Vanit Janthra

    Biru memiliki banyak warna mulai dari yang terang hingga yang tua. Dalam sebuah penelitian, tidak banyak nyamuk yang melirik warna cat biru. Tipsnya saat memakai cat biru, pilihlah warna yang terang. Warna biru yang gelap khawatirnya membuat rumah lebih panas karena tidak dapat memantulkan panas.

    2. Ungu

    interior warna  ungu.interior warna ungu. Foto: dok Glidden

    Warna ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak. Oleh sebab itu, nyamuk tidak tertarik pada warna ini dan tidak ingin mendekat. Sementara itu, warna yang memiliki gelombang terpanjang pada spektrum warna ada merah dan oranye.

    3. Hijau

    Contoh cat tembok warna hijau.Contoh cat tembok warna hijau. Foto: Unsplash

    Dalam sebuah penelitian memperlihatkan tangan yang memakai sarung tangan hijau justru tidak menarik perhatian nyamuk. Mereka justru menghindari dan terbang di sisi lain. Bahkan setelah karbondioksida disemprotkan ke kamar pun hasilnya tetap sama, nyamuk tersebut menghindar. warna hijau.

    Hal ini akan berbeda jika nyamuk melihat warna hijau pada tanaman, terutama yang berada di luar rumah. Hal ini dikarenakan di dekat tanaman tersebut tanahnya lembap atau terdapat genangan air.

    4. Putih

    Warna cat dinding untuk rumah bergaya Maroko.Warna cat dinding untuk rumah bergaya Maroko. Foto: Johnson, Lucy Interior Design via The Spruce

    Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat karbondioksida disemprotkan. Alasannya karena nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pilih Warna Ini buat Ruang Tamu, Ketinggalan Zaman



    Jakarta

    Ruang tamu menjadi tempat yang akan menjadi kesan awal saat kamu menyambut tamu ke rumah kamu. Ruang tamu yang cantik dan menarik akan membuat tamu merasa nyaman saat berada di ruangan itu.

    Jika sudah waktunya mengecat ulang ruang tamu, sebaiknya pilih warna yang modern dan tahan lama. Menghindari warna cat yang ketinggalan zaman akan membantu terhindar dari pengecatan ulang yang tidak tepat waktu.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa warna yang sudah ketinggalan zaman sehingga membuat ruangan terasa bosan.


    Putih Dingin

    Saat mencoba cat putih, perubahan warna yang paling halus sekalipun akan memberikan efek dramatis pada tampilan keseluruhannya. Selama bertahun-tahun, warna putih dingin menjadi latar estetika modern dan minimalis yang memberikan tampilan segar.

    Namun saat ini, warna putih dingin dapat terasa klinis, terutama di tempat yang dimaksudkan untuk berkumpul dan bersantai sehingga terasa terlalu kaku.

    Cat hangat berwarna putih pucat dengan nuansa krem dapat menjadi alternatif yang bagus untuk menjadi pilihan.

    “Nada-nada bernuansa ini mempertahankan kesan terang dan lapang dari warna putih, namun menambahkan kehangatan, kelembutan, dan kualitas yang lebih ramah pada ruang tamu,” Philip Thomas Vanderford, kepala desainer interior Studio Thomas James.

    Biru Tua

    Biru tua sebagai salah satu warna yang ketinggalan zaman untuk dinding ruang tamu. Sifat gelap dan warna dingin biru tua tidak membuat ruangan terasa nyaman.

    Biru tua juga jarang terlihat cocok dengan hitam, yang merupakan warna aksen yang sulit dihindari.

    Abu-abu Arang

    Dulu abu abu arang adalah pilihan utama untuk mendapatkan tampilan dramatis dan berkelas. Namun, warna ini menjadi sangat umum dalam beberapa tahun terakhir sehingga sekarang terasa biasa saja.

    Warna arang sebagai warna cat ruang tamu dapat membuat ruangan terasa terlalu berat dan satu dimensi. Hal ini menimbulkan suasana yang terasa tertutup dan menyesakkan. Hijau zaitun tua dan terakota bisa menjadi alternatif pilihan.

    “Kedua warna tersebut menciptakan suasana yang nyaman dan canggih dengan kehangatan yang lebih besar dan sentuhan pada elemen alami, memberikan kedalaman dan daya tarik tanpa kesan berat,” kata Vanderford.

    Biru Kehijauan

    Warna biru kehijauan pernah menjadi warna yang mendominasi, karena menambahkan semburat warna yang tidak terlalu berani atau terlalu aman. Namun, kini warna ini sering dikaitkan dengan tren interior di awal tahun 2010-an.

    JIka kamu masih ingin menggunakan ini, disarankan untuk mencoba warna yang terinspirasi laut lainnya untuk dinding ruang tamu kamu.

    “Warna hijau laut yang kalem akan memberikan kedalaman dan kecanggihan tanpa kesan tren khusus suatu era,” ujar Vanderford.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Tips Mendapatkan Hasil Cat yang Tahan Lama


    Jakarta

    Saat mengecat dinding rumah, tentunya kamu menginginkan hasil cat yang sempurna dan juga tahan lama. Dalam memilih cat tidak bisa asal dan saat mengecat juga tidak boleh sembarangan.

    Apabila kamu menginginkan hasil cat yang tahan lama, ada beberapa tips yang bisa digunakan. Dilansir dari Davis Painting, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil cat yang tahan lama.

    Pilih Cat Berkualitas Tinggi

    Kualitas cat yang kamu pilih memegang peranan penting dalam ketahanannya. Cat yang premium biasanya diformulasikan dengan pigmen dan pengikat berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya tutup serta daya tahan yang lebih baik.


    Untuk interior, pilih cat yang dapat tahan gores dan noda. Untuk eksterior, gunakan cat tahan cuaca yang dirancang untuk menahan kondisi buruk seperti sinar UV, hujan, dan suhu.

    Persiapkan Permukaan secara Menyeluruh

    Persiapan permukaan yang tepat sangat penting agar cat dapat melekat dengan baik. Jika permukaan tidak dibersihkan, dihaluskan, atau diberi cat dasar dengan benar, cat tidak akan melekat dengan baik dan akan mulai mengelupas atau terkelupas lebih cepat.

    Bersihkan kotoran, debu, dan minyak menggunakan detergen lembut dan air. Isi setiap retakan, lubang, atau ketidaksempurnaan dengan dempul. Ampelas permukaan untuk menciptakan dasar cat yang halus dan rata.

    Aplikasikan Beberapa Lapisan Cat

    Meskipun terkadang mengaplikasikan satu lapisan cat tebal membuat pekerjaan lebih cepat selesai, penggunaan beberapa lapisan cat tipis akan menghasilkan hasil akhir yang lebih tahan lama.

    Lapisan cat tipis mengering secara merata dan melekat lebih baik sehingga mengurangi risiko terkelupas, retak, atau menggelembung seiring waktu. Biarkan setiap lapisan mengering sepenuhnya sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    Perhatikan Cuaca

    Jika kamu mengecat bagian luar rumah, kondisi cuaca memegang peranan penting dalam menentukan seberapa lama cat akan bertahan. Mengecat dalam suhu yang sangat panas, dingin, atau lembap dapat mencegah cat mengering dengan baik.

    Suhu terbaik untuk pengecatan eksterior berkisar antara 10°C hingga 29°C dengan tingkat kelembapan rendah. Hindari pengecatan tepat sebelum hujan atau pada hari yang berangin.

    Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

    Penting untuk membiarkan cat mengering sepenuhnya yang dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada jenis cat dan kondisi lingkungan. Waktu pengeringan eksterior akan lebih lama dari permukaan interior.

    Kebanyakan cat interior mengering dalam waktu dua minggu, tetapi ada baiknya menunggu sebelum membersihkan atau memperbaikinya. Jika terburu-buru dalam melakukan pengeringan cat, dapat merusak lapisan akhir dan mengurangi keawetan cat.

    Perawatan Rutin

    Setelah pengecatan selesai, perawatan rutin dapat membantu memperpanjang usia cat. Kotoran, debu, dan jamur dapat menumpuk di dinding serta permukaan eksterior yang akan merusak cat.

    Itulah beberapa cara agar cat di dalam maupun luar ruangan bisa tanah lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Umur Cat? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Sisa cat rumah yang telah digunakan memang bisa dipakai lagi nantinya. Namun, harus diperhatikan karena cat memiliki umurnya yang baik digunakan.

    Cat akan bertahan lebih lama apabila tutup cat belum dibuka. Cat yang masih tersegel biasanya bisa bertahan sampai 10 tahun. Hal itu karena cat yang kalengnya masih tersegel belum terpapar debu, kotoran, dan udara.

    Akan tetapi, tiap jenis cat memiliki masa waktu yang berbeda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Umur Cat Berdasarkan Bahannya

    1. Cat Bahan Dasar Minyak

    Cat yang berbahan dasar minyak dan kalengnya masih tersegel bisa bertahan hingga 15 tahun lamanya. Namun, jika sudah dibuka bisa bertahan hingga 10 tahun apabila cat ditutup dengan benar.

    2. Cat Akrilik

    Cat akrilik yang belum dibuka dan disimpan di tempat yang sejuk, gelap, serta kering bisa bertahan hingga 10 tahun. Jika kaleng cat sudah dibuka maka bisa bertahan hingga 2 tahun saja.

    3. Cat Bahan Dasar Air

    Cat berbahan dasar air atau water-based latex paint bisa bertahan antara 2-10 tahun. Jika kaleng cat belum dibuka, maka bisa bertahan hingga 10 tahun.

    Cara Memperpanjang Umur Cat

    Dilansir dari Better Homes and Garden, berikut ini beberapa cara untuk memperpanjang umur cat agar bisa dipakai kembali.

    1. Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    2. Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    3. Hindari Pencemaran Cat

    Untuk mencegah penambahan bakteri atau jamur ke dalam cat, selalu tuangkan cat dari kaleng ke dalam wadah yang lebar sebelum diaplikasikan ke permukaan yang akan dicat. Hindari mencelupkan kuas atau rol langsung ke dalam kaleng cat atau meninggalkan penutup kaleng terbuka saat cat tidak digunakan.

    Itulah informasi mengenai umur cat agar bisa digunakan di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

    Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

    Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

    “Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

    2. Tidak Menyiapkan Permukaan

    Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

    Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

    “Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

    3. Salah Pilih Jenis Cat

    Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

    “Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

    4. Tidak Membiarkannya Kering

    Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

    “Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

    “Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

    Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Cat Putih Mudah Kusam dan Berubah Kekuningan dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Warna cat dinding putih banyak dipakai karena memberikan kesan yang bersih dan elegan. Namun, warna cat putih juga mudah sekali terlihat kotor, kusam, dan berubah warna kekuningan.

    Perubahan warna ini paling sering terjadi pada cat dinding outdoor. Dilansir situs Kraudelt Painting, penyebab utama cat putih cepat kotor, kusam, dan berubah kekuningan adalah karena paparan sinar matahari. Cat menjadi lebih cepat mengalami oksidasi saat terkena cahaya matahari.

    Alasan kedua adalah pengaruh kelembapan seperti terjadi perubahan suhu atau sering terkena asap rokok. Hal ini bisa berpengaruh pada cat putih indoor maupun outdoor.


    Kemudian, reaksi bahan kimia di dalam cat juga bisa memicu perubahan pada cat putih dengan cepat. Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah menguning karena pigmen putih di dalamnya mudah bereaksi.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar cat putih bertahan lama dan tak mudah kusam?

    Cara Menjaga Cat Putih agar Tahan Lama

    1. Pilih Cat Lateks

    Menurut Kraudelt Painting, untuk pemakaian cat putih yang tahan lama, sebaiknya memakai jenis cat lateks atau berbasis air daripada cat berbasis minyak. Perlu diketahui, cat lateks tetap bisa terjadi pemudaran. Namun, tidak akan secepat itu apabila pemakaiannya di dalam ruangan (indoor).

    Untuk bagian luar ruangan (outdoor) cocok untuk memakai cat minyak. Jika ingin memakai cat lateks, pilih yang mengandung bahan hard shell agar tahan dari paparan sinar matahari dan perubahan suhu.

    2. Pilih Cat yang Sesuai dengan Lokasi

    Cat lateks lebih cocok di dalam ruangan. Sementara bagian outdoor bisa memakai cat minyak. Namun, ada pengecualian, kamu bisa memakai cat minyak di dapur karena area ini cukup lembap.

    Tips untuk mengecat dapur dengan cat putih adalah hindari area yang bersebelahan langsung dengan meja dapur, ubin, atau lemari yang juga berwarna putih.

    3. Perhatikan Kelembapan pada Ruangan

    Untuk mencegah cat putih cepat menguning, kamu perlu perhatian pada kondisi di ruangan tersebut. Sebagai contoh jika dapur sering terasa lembap, kamu perlu mengatasinya. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memasang kipas angin agar sirkulasi udara lebih baik. Bisa pula meletakkan dehumidifier di ruangan tersebut sehingga perawatannya lebih praktis.

    Penting juga memiliki ventilasi yang memadai. Bisa dengan memiliki jendela yang lebar atau pintu di dapur yang langsung mengarah ke luar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Lampu, Ini 4 Cara Bikin Ruangan Gelap Lebih Cerah



    Jakarta

    Ruangan yang kekurangan cahaya bukan cuman akan gelap, tetapi bisa membuat suasana di dalamnya terasa suram. Solusi utamanya tentu dengan menambah atau menyalakan lampu, namun ternyata ada cara lain membuat ruangan jadi lebih terang, lho.

    Kamu bisa membuat ruangan gelap jadi lebih terang cukup dengan mengubah pilihan warna pada interior ruangan. Kamu perlu lebih seksama saat memilih benda-benda buat mengisi ruangan gelap.

    Lantas, bagaimana cara membuat ruangan gelap terasa lebih terang? Yuk, simak caranya berikut ini, dikutip dari The Spruce.


    Tips Bikin Ruangan Gelap Jadi Terang

    Inilah tips membuat ruangan gelap menjadi lebih terang.

    1. Cat Dinding dengan Warna Terang

    Cara yang pertama adalah, cat dindingnya menggunakan warna terang. Kondisi ruangan yang gelap, bisa disiasati dengan penggunaan warna cat yang terang. Warna terang ini tidak harus putih, tapi bisa juga warna abu-abu muda atau pastel. Meski kelihatannya sepele, pemberian warna terang pada ruangan yang gelap ini berdampak sangat signifikan, loh.

    2. Pilih Warna Wallpaper yang Cerah

    Jika kamu lebih suka melapisi dinding dengan wallpaper daripada mengecatnya, kamu bisa memilih warna wallpaper yang cerah. Cari wallpaper dengan motif besar atau latar belakang lebih terang untuk hasil terbaik. Dengan begitu, ruangan yang awalnya gelap seketika bisa menjadi lebih terang dan lapang.

    3. Letakkan Karpet Berwarna Netral

    Ruangan yang gelap sebenarnya tidak cocok jika lantainya juga berwarna gelap. Tapi, jika lantai ruangannya memang sudah terlanjut gelap, kamu bisa meletakkan karpet berwarna kalem atau terang untuk membuat ruangannya lebih terang. Hal ini karena cahaya akan memantul dari karpet tersebut dan mengenai dinding sekitarnya.

    Untuk karpet berwarna terang, karpet goni klasik selalu menjadi pilihan terbaik. Karpet goni dikenal tahan lama dan mudah dibersihkan serta cocok untuk berbagai jenis ruangan. Karpet ini juga cocok untuk melengkapi perpaduan estetika desain yang berbeda, mulai dari gaya milenial yang megah hingga gaya pedesaan.

    4. Gunakan Gorden Berwarna Terang

    Banyak gorden jendela di pasaran yang berwarna gelap dan berat. Namun, jika kamu memiliki ruangan yang gelap, sebaiknya hindari warna-warna tersebut dan pilihnya gorden yang berwarna lebih lembut. Contohnya, warna putih, krem, abu-abu muda, atau pastel.

    Selain itu kamu bisa menggantung batang gorden beberapa centi di atas bagian bingkai jendela. Hal ini bisa membuat lebih banyak cahaya masuk ke dalam ruangan, dan juga membuat jendela tampak lebih besar dan mewah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com