Tag: cat glossy

  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Rumah Kamu Nggak Mau Terlihat Kotor


    Jakarta

    Buat kamu yang sibuk sehingga tidak bisa punya banyak waktu untuk membersihkan rumah, bisa coba tips berikut ini. Sebab, ada beberapa hal di rumah yang justru bikin rumah kamu terlihat kotor.

    Adanya debu atau kotoran di rumah memang hal yang wajar terjadi. Namun, banyaknya debut juga bisa terjadi dari desain rumah yang dipilih.

    Nah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari agar rumah tidak mudah terlihat kotor.


    Cat dengan Hasil Akhir Glossy

    Cat dinding dengan hasil akhir glossy memang cantik, namun hal itu bisa menarik kotoran. Sebab, cat glossy bisa lebih mudah menampakkan sidik jari, goresan, corengan.

    Lantai dan Kabinet Dapur Berwarna Gelap

    Lantai kayu berwarna gelap bisa menjadi pilihan jika rumah kamu memang memakai konsep yang ‘dark’. Namun, lantai kayu gelap bisa membuat rumah tampak kotor dan harus sering dibersihkan karena akan terlihat jelas jika ada kotoran, misalnya jika kamu memiliki rambut berwarna terang atau memakai sepatu di rumah.

    Tak hanya itu, kabinet di dapur yang berwarna gelap juga rentan membuat rumah tampak kotor. Hal itu karena sidik jari, minyak, dan debu lebih mudah terlihat kabinet warna gelap.

    “Pilih lemari dengan warna yang terang atau sedang untuk mencegah penumpukan debu yang terlihat dan pembersihan yang rumit,” kata Founder ADL Interiors Jacqueline Norrise, dikutip dari Real Simple, Minggu (7/7/2024).

    Kabinet Terbuka

    Memiliki kabinet terbuka memang stylish dan memudahkan dalam beraktivitas di dapur. Namun, hal itu juga bisa membuat debu menumpuk sehingga harus sering dibersihkan dan dirapikan.

    Gorden Berlapis-lapis

    Hindari pemakaian gorden dengan desain berlapis atau multi-layered karena cukup sulit untuk dibersihkan. Kamu bisa memilih gorden yang simple dan bisa dicuci di mesin cuci untuk memudahkan perawatan.

    Terlalu Banyak Dekorasi

    Dekorasi yang terlalu banyak kurang cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk membersihkan rumah. Norrise menyarankan untuk mengurangi dekorasi dan menggunakan hiasan yang berdampak saja.

    “Barang-barang dekoratif yang berlebihan akan menyebabkan seringnya dibersihkan dan selanjutnya berkontribusi terhadap kekacauan visual,” ujarnya.

    Itulah beberapa hal yang harus dihindari agar rumah kamu tidak terlihat kotor. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Cepat Pudar


    Jakarta

    Cat atau warna adalah salah satu elemen penting pada sebuah rumah. Warna cat dinding dari sebuah rumah biasanya akan mencerminkan kepribadian seseorang yang tinggal di dalamnya. Maka dari itu, banyak orang-orang yang sangat memperhatikan warna cat dari sebuah rumah.

    Namun, ada satu hal yang sering kita khawatirkan setelah kita mengecat rumah dengan warna yang sudah kita pilih dengan sepenuh hati, yaitu pudarnya warna asli dari cat tersebut.

    Cat tembok yang pudar ini nantinya justru akan membuat kesan dari rumah ini menjadi terbalik, dari yang awalnya enak untuk dilihat, menjadi terlihat usang dan tidak terawat.


    Nah, bagi kamu yang takut warna cat di rumah kamu pudar, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menjaga cat di rumah kamu agar tetap terlihat fresh seperti baru dalam jangka waktu yang lama.

    Cara Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Mudah Pudar

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), menjaga cat tembok agar tetap terlihat fresh adalah hal penting untuk memperpanjang umur cat dan menjaga tampilan rumah tetap bersih dan menarik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Membersihkan Dinding dari Debu dan Kotoran

    Langkah termudah untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sarang laba-laba yang dapat memperpendek umur cat adalah dengan menggunakan kain microfiber pada sapu dengan pegangan panjang.

    Kamu bisa melakukan ini setiap beberapa bulan sekali tanpa perlu harus memindahkan hiasan dinding atau memindahkan furnitur, karena area yang tertutup biasanya tidak terlalu kotor dan tidak terlihat.

    Jangan lupa juga membersihkan langit-langit. Meskipun ada gravitasi, debu di udara bisa tetap menempel dan terkumpul di sana.

    2. ‘Mencuci’ Dinding Dapur dan Kamar Mandi

    Beberapa cat dinding tahan air bisa kamu bersihkan dengan menggunakan air. Biasakanlah untuk membersihkan sisa-sisa masakan dan uap hasil mandi dengan mencuci area dinding dapur dan kamar mandi serta ruangan lain yang sering digunakan oleh anak-anak, dan perokok, setidaknya sekali setahun.

    Mulailah dari bagian bawah dinding, gosok perlahan dengan spons alami yang dibasahi dengan larutan sabun dan air. Cuci dan bilas area kecil, lalu lanjutkan ke area lainnya. Setelah itu, keringkan dinding dengan handuk bekas.

    Untuk membersihkan cat dinding, kamu juga bisa menggunakan sabun pembersih buatan. Berikut adalah dua resep yang murah dan mudah dibuat:

    Cara membuat sabun pembersih dinding sendiri:

    – Campurkan 1 cangkir boraks dan 2 sendok makan cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air hangat.

    – Campurkan 1 cangkir amonia dan 1 sendok teh cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air.

    Sebelum mencuci dinding, pastikan cat tidak akan rusak sebelum membersihkannya. Biasanya, cat glossy dan semi gloss bisa dicuci dengan air, cat ini biasa digunakan di dapur, kamar mandi, dan bahan kayu.

    Sebagian besar cat flat dan satin modern juga bisa dicuci, namun kamu harus selalu mengujinya terlebih dahulu di tempat yang tidak mencolok. Jika cat terkelupas di spons, jangan cuci cat dinding tersebut.

    Jangan pernah mencuci menggunakan bahan trisodium fosfat (TSP) kecuali jika akan mengecat ulang, karena dapat merusak kilap cat.

    3. ‘Mencuci’ Dinding di Area yang Sering Dipakai Beraktivitas

    Meskipun tidak perlu mencuci seluruh ruangan, area sekitar saklar dan termostat mungkin perlu dicuci sesekali. Begitu juga area di belakang sofa yang sering terkena rambut yang berminyak.

    Debu dan kotoran juga cenderung menumpuk di dinding di belakang TV atau peralatan elektronik lainnya dan di atas radiator atau ventilasi pemanas. Jika debu tidak hilang, cuci area tersebut.

    4. Segera Menambal Kerusakan Cat

    Untuk menjaga cat tetap terlihat fresh, biasakanlah untuk segera menutup segala bentuk kerusakan pada cat dinding.

    Amplas dan perbaiki permukaan yang tergores atau terkelupas, dan ratakan cat di area sekitarnya. Jika terdapat lubang, isi lubang terlebih dahulu.

    Jika cat langit-langit rumah rusak, dan kamu tidak memiliki sisa cat asli yang digunakan pada langit-langit tersebut, kamu tidak perlu mengecat seluruh ruangan. Ambil saja sebagian pecahan cat dari area yang tidak mencolok dan bawa ke toko cat yang memiliki peralatan pencocokan warna komputer.

    Alat ini akan menghasilkan resep warna cat yang dapat digunakan toko untuk mencocokkan warna cat.

    Itu dia beberapa tips untuk mencegah agar warna cat rumah kamu tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Biar Cat Dinding Awet dan Nggak Gampang Kusam


    Jakarta

    Salah satu masalah yang muncul pada dinding adalah warna cat yang memudar. Normalnya warna cat yang memudar terjadi setelah dipakai dalam jangka waktu lama, tetapi ditemukan pula ada yang memudar sebelum setahun diaplikasikan.

    Hal ini tentu merusak tampilan rumah karena jadi tampak kusam, tidak terurus, dan kotor. Selain itu dari segi biaya, pengecatan kembali pasti tidak murah karena cat yang lama harus dibersihkan dahulu baru kemudian dicat ulang.

    Penyebab paling umum cat dinding memudar adalah paparan sinar UV, perubahan suhu, hingga kualitas cat yang kurang bagus.


    Beruntungnya, masalah seperti ini bisa dicegah sehingga cat dinding dapat tahan lama. Dilansir A New Leaf Painting berikut caranya.

    1. Pakai Cat yang Sesuai

    Jenis cat ada beberapa macam, umumnya cat indoor dan outdoor. Kemudian, bisa dibedakan pula dengan hasil akhirnya, yakni matte dan glossy. Untuk bagian dalam rumah (indoor) bisa memakai cat dengan hasil akhir matte. Tampilannya halus dan tidak memantulkan cahaya. Sebaliknya untuk area outdoor memakai cat glossy yang permukaan kesat dan berkilau saat terkena cahaya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Kunci kedua adalah pakai produk cat dinding yang berkualitas, jangan yang abal-abal. Meskipun mahal, pikirkan dampak ke depannya, kita tidak perlu sering mengecat ulang karena warnanya yang tahan lama dan minim perawatan. Keunggulan cat yang berkualitas adalah tahan terhadap sinar UV sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Dinding bagian dalam rumah harus terlindungi dari sinar UV matahari baik. Caranya dengan membatasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Ternyata pemilihan warna cat juga berpengaruh pada tingkat pemudarannya. Warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah disebut lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Trik terakhir adalah cat dinding lebih dari 2 lapis, terutama untuk warna yang cerah dan netral. Fungsinya bukan hanya membuat warna lebih kelihatan, bisa juga untuk mencegah pemudaran. Namun, jumlah lapisannya tetap harus sesuai dengan standar, jangan terlalu dilebih-lebihkan.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com