Tag: cat tembok

  • Nggak Perlu Beli Baru! Begini Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding yang Mengering



    Jakarta

    Ketika selesai mengecat dinding, terkadang kamu lupa membersihkan kuas cat. Kamu membiarkannya kuas cat mengering berlumuran dengan cat kering, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk mengecat.

    Namun, ternyata ada cara untuk membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering lho! Tentunya dengan cara ini kamu jadi tidak perlu membeli cat kuas yang baru.

    Lalu, bagaimana cara membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering? Simak penjelasan berikut.


    4 Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding

    Kuas cat yang didiamkan tanpa dibersihkan, atau hanya disiram air lalu disimpan, bulu-bulunya akan mengeras dan melengkung. Akibatnya kuas cat tidak dapat dipergunakan lagi, karena akan merusak hasil pengecatan. Melansir dari Klopmart, Jumat (22/12/2023), berikut beberapa cara membersihkan kuas cat dinding yang bisa kamu coba.

    1. Menggunakan Thinner

    Thinner merupakan bahan yang ampuh untuk membersihkan kuas dari cat. Kamu cukup merendam kuas di thinner dan kemudian menggosoknya untuk membersihkan cat pada kuas.

    Kamu juga bisa mencari sebuah wadah yang kosong dan merendam kuas dengan thinner selama beberapa saat. Kalau sudah dirasa bersih, kamu bisa langsung mengangkat kuas dan membersihkannya dengan air sabut. Setelah itu, kamu bisa langsung menjemurnya di bawah sinar matahari.

    2. Menggunakan Minyak Tanah

    Hampir mirip dengan thinner, kamu dapat membersihkan kuas cat dengan menggunakan minyak tanah. Prosesnya pun juga kurang lebih sama; kamu cukup rendam kuas cat pada minyak tanah dan tunggu. Setelah cat sudah terlepas dari bulu kuas, lanjutkan dengan membersihkan kuas dengan air sabun dan segera jemur di bawah sinar matahari.

    3. Menggunakan Cuka Murni

    Kalau kamu tidak punya memiliki thinner ataupun minyak tanah di rumah, kamu masih dapat membersihkan kuas cat dengan bahan yang ada di rumah yaitu dengan cuka murni. Cukup rendam kuas cat atau bulu kuas di dalam larutan cuka murni selama 30 menit.

    Jika kuas cat masih kotor, maka tetap rendam kuas cat kamu. Jika sudah dirasa bersih, lakukan pembersihan kuas dengan menggunakan air sabun dan jemur di bawah sinar matahari. Selain dapat membersihkan kuas cat, cara membersihkan kuas cat ini juga dapat melunturkan kuas cat yang sudah terlanjur kaku.

    4. Menggunakan Air

    Kalau kamu memang sedang tidak memiliki bahan-bahan di atas dan hanya memiliki air, tapi bukan hanya diguyur dengan air saja. Ikuti cara membersihkan kuas cat dengan air berikut.

    Setelah selesai mengecat, oleskan kuas beberapa kali pada kertas bekas untuk membuang kelebihan cat yang menempel pada kuas. Lakukan hingga hanya tertinggal sedikit sisa cat pada bulu-bulu kuas.

    1. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut air, bilas dengan air biasa hingga cat bersih.
    2. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut thinner, bersihkan kuas dengan menggunakan thinner hingga bersih.
    3. Siapkan ember berisi air hangat. Tambahkan sedikit deterjen di dalamnya. Rendam kuas selama sekitar lima menit.
    4. Cuci kuas dengan menggosok-gosokan bulu-bulunya di dalam air hangat yang sudah dicampur deterjen tadi.
    5. Angkat kuas. Bersihkan air sabun yang tersisa.
    6. Bilas dengan air hangat hingga bersih.
    7. Keringkan dengan mengibaskan kuas beberapa kali. Jika masih lembab, bungkus dengan lap dan ditekan-tekan perlahan untuk mengeluarkan air dari sela-sela bulu kuas.
    8. Angin-anginkan dengan posisi tergantung hingga kering. Jika belum kering, bulu-bulu kuas akan berjamur selama disimpan.
    9. Simpan kuas dengan posisi tergantung atau disimpan berdiri terbalik dengan gagang di bawah di dalam sebuah kaleng.

    Demikian cara membersihkan cat kuas dinding yang mengeras. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna yang Harus Dihindari buat Ruangan Sempit

    Jakarta

    Memiliki rumah dengan luas yang tidak terlalu besar membuat pemiliknya harus berhati-hati agar rumah tidak terasa sempit. Salah memilih warna misalnya, akan membuat ruangan yang sudah kecil secara ukuran, akan terlihat semakin sempit.

    Untuk itu, kamu para pemilik rumah harus mengetahui warna-warna apa saja yang perlu dihindari agar ruangan di rumah kamu yang kecil jadi terlihat makin sempit.

    Dilansir dari The Good Painter, Senin(26/2/2024), sedikitnya ada 5 warna cat yang harus kamu hindari.


    Putih cerah

    3d rendering of hotel interior.
    Foto: Getty Images/iStockphoto/terng99

    Mengecat dan mendekorasi ruangan dengan warna putih cerah bukan pilihan yang tepat. Warna ini membuat ruangan terlihat kotak dan hambar. Warna putih cerah bisa menimbulkan perasaan gelisah yang banyak dialami oleh orang di rumah sakit.

    Tentu saja hal ini tidak mau kamu rasakan setiap hari, kan. Tapi kalau memang warna favoritmu itu putih, kamu bisa mengecat interior kamu dengan warna putih kapur.

    Merah

    Foto ruangan merah.
    Foto: iStock/Vanit Janthra

    Warna merah memang pilihan yang tepat untuk mendekorasi agar terlihat lebih hidup. Tapi, kalau ruangannya kecil akan membuat ruangan terasa tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

    Warna merah cerah mungkin terlihat agresif, bisa menyebabkan sakit kepala dan membuat ruangan terlihat lebih kecil. Sedangkan warna merah gelap membuat ruangan lebih energik dan ramah.

    Karena merah adalah warna cerah, selalu lebih mudah mengaplikasikan warna ini ke dalam ruangan sebagai dekorasi dan aksesoris saja. Hal ini memudahkan untuk menyeimbangkan warna pada ruangan, namun harus digunakan dengan hati-hati.

    Oranye cerah dan kuning

    Foto ruangan marigold.
    Foto: Pinterest.com/House Beautiful

    Warna-warna cerah cenderung mengalihkan perhatian dari furnitur dan aksesori, juga sering kali terasa berbahaya dan mengkhawatirkan. Meskipun merupakan warna ceria untuk kamar anak, di ruangan kecil warna ini bisa melelahkan dan menegangkan mata dengan cepat.

    Warna-warna cerah seperti ini juga mempersulit mencari dekorasi pelengkap dan juga memancing rasa stres. Selain itu, warna kuning biasa digunakan sebagai teknik jualan saat mengecat dekorasi restoran cepat saji. Karena dikatakan bisa membuat orang merasa lapar.

    Warna netral yang salah

    Foto ruangan merah muda bubblegum.
    Foto: Pinterest.com/House Beautiful

    Warna netral dengan undertone yang aneh – terkadang warna ruangan bergantung pada cahaya alami, posisi ruangan, dan lingkungan luar.

    Warna netral adalah kombinasi kaya warna lain dengan rona pink, oranye, biru, dan hijau yang mungkin berbenturan dengan pilihan dekorasi interior, furnitur, dan aksesori kamu.

    Warna-warna ini juga paling sulit dipilih saat mengecat dan mendekorasi. Kamu disarankan menggunakan contoh warna dan meminta tukang cat untuk mengecat langsung ke dinding properti kamu.

    Warna tren atau “warna tahun ini”

    3d rendering of hotel interior.
    Foto: Getty Images/iStockphoto/terng99

    Kamu pasti pernah membeli dan memakai barang-barang yang sedang tren. Tapi, rumah kamu adalah milikmu. Jadi, harus mencerminkan kepribadian kamu dan selaras dengan selera kamu. Melihat gambar interior yang indah di media sosial dan Pinterest bisa membingungkan.

    Karena sulit untuk mengetahui apakah kamu benar-benar menyukai warna tersebut atau hanya karena kamu sering melihatnya di mana-mana. Penting untuk diingat bahwa kamu akan memerlukan dekorasi untuk melengkapi warna merah jambu terbaru musim ini.

    Tren berubah dengan cepat; apakah kamu benar-benar suka warnanya dan bersedia menghabiskan waktu bertahun-tahun melihat warna tren yang musiman?

    Memilih warna cat yang tepat untuk kamu adalah langkah awal menuju interior yang indah. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum memilih!

    Halaman 2 dari 6

    (dna/dna)

    Simak Video “Video: Ada Misi Persahabatan RI-Korsel Lewat Konser HUG K-Pop di Jakarta
    [Gambas:Video 20detik]




    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Cat Dinding Anti Kusam dan Tahan Lama


    Jakarta

    Cat dinding terlihat kusam? Bisa jadi hal ini dikarenakan tingkat intensitas warnanya berkurang. Hal ini biasa ditemukan pada cat dinding yang bersinggungan langsung dengan sinar matahari.

    Sinar matahari mempunyai radiasi ultraviolet (UV) yang menembus struktur molekul pewarna sehingga menyebabkannya pecah dan berubah. Reaksi ini yang membuat warna dinding rumah kamu lebih pucat.

    Selain sinar matahari, penyebab cat dinding pudar diantaranya karena kualitas cat yang digunakan kurang bagus, menggunakan pewarnaan yang berlebihan, cuaca yang ekstrem, hingga pemilihan warna yang salah.


    Kamu bisa mencegah pemudaran warna ini dengan memilih jenis cat dinding yang sesuai dengan lokasi penggunaannya. Apakah di dalam ruangan atau di luar ruangan. Kedua lokasi ini memerlukan performa cat dinding yang berbeda.

    Meskipun nantinya semua cat dinding akan memudar seiring berjalannya waktu, mengutip dari Performance Painting pada Senin (4/3/2024) ada cara untuk mempertahankan warna cat dinding agar tidak cepat kusam.

    Hindari Warna yang Mudah Pudar

    Warna cat dinding yang cerah sebenarnya lebih bagus dibandingkan cat dinding berwarna gelap. Namun, warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah harus dikecualikan karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV.

    Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Cat dinding sensitif pada permukaan yang basah dan lembap terutama pada dinding luar rumah. Selain itu teknik pengecatan yang terlalu banyak lapisan juga membuat warna cat dinding cepat pudar dan kusam.

    Gunakan Cat yang Mengkilap

    Lapisan kilap dari cat dinding dapat memantulkan cahaya. Jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat yang direkomendasikan untuk dinding luar rumah adalah cat lateks akrilik yang memiliki zat pengikat warna yang lebih baik dibandingkan produk cat berbahan dasar minyak.

    Gunakan Cat Primer

    Sebelum membeli suatu produk pastikan dahulu kualitas cat dinding yang ditawarkan. Salah satunya adalah ketahanan warnanya. Selain itu pertimbangkan untuk menggunakan cat primer atau cat dasar yang biasanya berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Ruangan yang Wajib Dilapisi Cat Antibocor


    Jakarta

    Cat dinding waterproof adalah jenis cat tahan air yang cocok untuk ruangan yang lembap dan kerap terkena cipratan air.

    Sifatnya yang tahan terhadap air kerap disarankan untuk melindungi dinding atau tembok rumah dari kebocoran. Cat waterproof dapat mencegah dinding mudah menggelembung, terkelupas, atau pudar warnanya saat terkena air.

    Tidak hanya itu dinding yang dilapisi cat waterproof dapat terlindungi dari jamur dan lumut yang mudah tumbuh di dinding yang lembap. Kemudahan lainnya dari pemasangan cat waterproof adalah mudah dibersihkan dari kotoran dan noda, cukup dengan menggunakan kain basah.


    Ruangan yang Cocok Menggunakan Cat Waterproof

    Memiliki kegunaan yang khusus, tentu cat waterproof ini lebih baik digunakan di tembok ruangan-ruangan tertentu yang lembap dan berpotensi bocor. Menurut Angi.com, cat waterproof ini akan efektif jika digunakan di ruangan berikut.

    Kamar Mandi

    Ruangan paling lembap di rumah dan kerap terkena air adalah kamar mandi. Jenis cat ini dapat bertahan lama dan tidak menimbulkan gelembung saat terkena air setiap kali kamar mandi digunakan.

    Dapur

    Dapur memiliki wastafel dan saluran ventilasi. Selain itu uap panas dari panci bisa berubah dari uap menjadi tetesan air di langit-langit dapur. Hal ini dapat mengakibatkan cat dinding dapur cepat memudar. Cara mencegahnya adalah dengan menggunakan cat dinding waterproof di sekitar kompor dan westafel tersebut.

    Kolam Renang

    Jika rumahmu dilengkapi dengan kolam renang indoor atau di dalam ruangan, maka kamu perlu melindungi dinding sekitarnya dengan cat waterproof. Selain itu, cat waterproof juga bisa diaplikasikan pada bahan beton.

    Dinding Eksterior

    Eksterior adalah dinding bagian luar rumah seperti di sekitar pintu, garasi, halaman, hingga pagar yang bersinggungan langsung dengan sinar matahari. Selain itu, cat waterproof juga sangat berguna menjaga warna dinding tahan lama dan tidak berjamur meski kerap diguyur air hujan dan lembap.

    Lantai Garasi

    Bagi yang lantai garasinya hanya terbuat dari beton atau semen tanpa keramik, kamu bisa melapisinya dengan cat waterproof. Jenis cat dinding ini selain tahan terhadap air juga tidak mudah luntur terkena oli atau zat kimia lainnya.

    Cat waterproof juga hadir dalam berbagai warna sehingga tidak membatasi kamu yang menginginkan rumah rumah idaman dengan konsep tertentu.

    Kekurangan Cat Dinding Waterproof

    Sayangnya, di balik keunggulan cat waterproof, jenis ini juga memiliki kekurangan yang perlu kamu ketahui sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

    1. Harganya Mahal

    Cat waterproof hadir dalam bentuk kaleng dengan kisaran harga di 2024 mulai dari Rp 500 ribuan hingga Rp 4 jutaan tergantung pada merek dan berat isinya.

    2. Sulit Diaplikasikan ke Dinding

    Pengecatan cat waterproof perlu dilakukan berkali-kali dan menggunakan teknik khusus agar hasilnya bagus dan bekerja dengan optimal khususnya untuk menangkal rembesan air di dinding. Jika di rumah ada retakan dan lubang, kamu perlu memperhatikan cat tersebut dapat menempel dengan baik di dinding.

    Selain itu, beberapa jenis cat waterproof berbau yang menyengat. Sehingga saat dilapisi ke dinding kamu bisa menggunakan masker atau membuka pintu dan jendela lebar-lebar. mungkin memerlukan ventilasi ekstra untuk memastikan keamanan selama digunakannya.

    3. Mungkin Terjadi Kebocoran

    Meskipun cat dinding waterproof ini diklaim tahan air, tetapi apabila sumber kerusakan di rumah belum diselesaikan, maka masalah-masalah seperti rumah bocor tetap akan ditemukan di rumah. Jadi pastikan kamu sudah memperbaiki sumber masalah di rumah baru di akhir tambahkan proteksi menggunakan cat dinding waterproof.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab serta Cara Mengatasi Tembok Lembab dan Mengelupas


    Jakarta

    Rumah yang tidak dicat akan terlihat kusam dan membosankan. Maka dari itu, sebaiknya detikers perlu mengecat dinding interior dan eksterior rumah dengan cat.

    Namun, seiring waktu cat dinding bisa mengelupas. Bahkan dalam banyak kasus, tembok rumah mengalami lembab dan akhirnya menimbulkan jamur. Hiii jorok sekali bukan?

    Selain terlihat tidak indah, tembok rumah yang lembab dan mengelupas juga bisa menimbulkan berbagai penyakit. Tapi jangan khawatir, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi tembok rumah lembab dan cat yang mengelupas? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Tembok Rumah Lembab dan Mengelupas

    Cat tembok yang mengelupas dan dinding lembab menjadi masalah yang banyak dialami pemilik rumah. Mengutip laman Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut:

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Tembok Lembab dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghilangkan Bekas Tetesan Cat di Tembok


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat tetesan cat yang mengering di tembok yang baru saja dicat? Masalah seperti ini sebenarnya sudah umum terjadi, tapi tetap saja bisa mengganggu pemandangan dan mengurangi nilai estetika.

    Tetesan cat ini biasanya disebabkan oleh pengaplikasian cat yang terlalu banyak dalam satu lapisan, biasanya ketika kita menggunakan roller atau penyemprot cat.

    Faktor lain yang menyebabkan tetesan cat adalah kelembaban tinggi. Lingkungan yang lembab cenderung memperlambat waktu pengeringan cat, sehingga membuat cat menetes sebelum benar-benar kering.


    Sebenarnya masalah ini akan lebih mudah diatasi saat catnya belum benar-benar mengering. Namun jika di tembok rumah kamu ada tetesan cat yang sudah terlanjur mengering, jangan khawatir. Kabar baiknya adalah kamu bisa memperbaiki tetesan cat yang sudah mengering ini dengan mudah. Melansir dari laman The Spruce, simak cara-caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Cat Menetes

    Mengecat Menggunakan Roller

    Bersihkan roller cat sebelum digunakan. Setelah itu, gunakan baki cat untuk menghilangkan kelebihan cat di tengah dan di kedua sisi roller. Pastikan untuk melapisi roller secara merata agar bisa rata saat mengecat. Ketika mulai mengecat, lakukan gerakan perlahan dan mantap untuk menghindari tetesan dan percikan cat. Jangan menekan roller terlalu keras karena bisa menyebabkan tetesan cat.

    Mengecat Menggunakan Kuas

    Buang sisa cat dari kuas setelah mencelupkannya ke dalam kaleng atau baki cat. Jangan mengambil cat terlalu banyak. Tetesan cat bisa disebabkan oleh terlalu banyak cat atau karena menekan kuas terlalu keras tanpa cat yang cukup.

    Mengecat Menggunakan Penyemprot Cat

    Cegah tetesan cat saat menggunakan penyemprot dengan menyemprotkan lapisan tipisdan merata, ulangi seperlunya sampai warna yang anda inginkan. Jangan pernah menyemprotkan cat dengan jarak yang terlalu dekat karena bisa membuat lapisan cat terlalu tebal dan menyebabkan tetesan.

    Lalu bagaimana jika tetesan cat terlanjur terbentuk dan mengering di tembok? Begini caranya.

    Cara Memperbaiki Tetesan Cat yang Mengering di Tembok

    Mengikis atau Mengampelas Bekas Tetesan

    Tetesan cat yang sudah mengering akan menciptakan area yang terlihat lebih menonjol di tembok. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengikis atau mengampelas area tersebut menggunakan amplas dengan grit yang sesuai. Kamu bisa mulai dengan mengikis tetesan dengan pengikis bersih atau pisau cukur terlebih dahulu.

    Setelah tetesan yang menonjol itu hilang, amplas bagian sisanya dengan amplas 220-grit secara satu arah. Usahakan untuk tetap fokus dan tidak merusak area tembok yang lainnya.

    Perbaiki Kerusakan yang Ada

    Jika kamu tidak sengaja merusak atau mengikis area tembok yang lainnya saat proses pengamplasan tadi, kamu juga harus memperbaiki area tersebut. Kamu bisa memperbaiki area yang rusak tersebut dengan menggunakan dempul.

    Oleskan dempul dengan menggunakan pisau dempul, lalu kikis sisa dempulnya dengan pisau drywall kecil. Biarkan dempul mengering, kemudian amplas sampai tembok halus dan rata lagi.

    Cat Ulang Area Tersebut

    Setelah kamu selesai memperbaiki tetesan cat yang mengering, lebih baik untuk mengecat ulang area tersebut. Oleskan satu atau dua lapisan cat untuk meratakan dan menutupi area yang rusak tadi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 7 Tips Memilih Cat Tembok Ini Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Warna cat tembok mampu mengubah tampilan rumah secara drastis. Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi rumah, tentu membeli cat termasuk dalam daftar belanjamu.

    Nah, memilih cat tembok tidak bisa sembarangan dengan sekadar memilih warna favorit saja. Kamu perlu memerhatikan cat tembok dari jenis hingga warna yang sesuai untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Melansir dari howstuffworks, Senin (6/5/2024) berikut ini beberapa pertimbangan ketika memilih cat tembok.


    Tips Memilih Cat Tembok

    1. Jenis Cat

    Pastikan kamu memilih jenis cat berdasarkan letak tembok baik outdoor maupun indoor. Bahan dan karakteristik cat untuk interior dan eksterior rumah itu berbeda, maka jangan sampai tertukar ketika membeli cat.

    Ada banyak faktor yang bisa mengubah hasil pengecatan dari pencahayaan hingga permukaan. Jadi pastikan kamu memahami karakteristik dari jenis cat dan kecocokan dengan tembok yang akan dicat.

    2. Dekor Ruangan

    Untuk tampilan ruangan yang menawan, kamu perlu mempertimbangkan warna yang cocok dipadukan dengan interior ruangan. Perhatikan tekstur dan warna yang sudah ada di sebuah ruangan untuk menentukan warna tembok yang bisa menambah keindahan rumah.

    Akan tetapi, kalau kamu bingung menentukan warna atau sudah menyukai warna tembok yang sudah ada, kamu cukup melapisi ulang bagian-bagian tembok yang rusak saja.

    3. Pencahayaan Ruangan

    Pertimbangkan pencahayaan ruangan saat memilih cat tembok, sebab hal ini memengaruhi hasil pengecatan tembok. Kemungkinan tone warna tembok akan berbeda di pagi dan malam hari tergantung pencahayaan yang ada. Maka, pastikan kamu menyukai warna tembok pada dua kondisi tersebut.

    4. Fungsi Ruangan

    Nah, yang nggak kalah penting adalah warna cat sebaiknya disesuaikan dengan suasana ruangan untuk jangka waktu yang panjang. Suatu ruangan bisa sewaktu-waktu beralih fungsi, maka kamu perlu mempertimbangkan warna tembok yang pas kalau nggak mau mengecat ulang.

    5. Keamanan Bahan Cat

    Cat terbuat dari berbagai bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan kimia berbahaya bisa terekspos dan terhirup melalui udara. Oleh karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan keamanan bahan cat tembok.

    Itulah beberapa tips memilih cat tembok yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Tembok Mengelupas: Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Mengecat dinding atau tembok tentunya adalah salah satu proses penting ketika membangun sebuah rumah. Tidak hanya sebagai pelapis tembok supaya air tidak merembes saja, mengecat rumah juga ditujukan untuk memberikan karakter pada rumah tersebut.

    Tentunya, cat tembok juga mempunyai usianya tersendiri. seiring berjalannya waktu, warna dari cat tembok biasanya akan memudar dan mengelupas. Hal tersebut akan membuat rumah kita jadi terlihat jelek.

    Lalu sebenarnya apa saja faktor yang menyebabkan cat tembok mengelupas?


    Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

    Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

    “ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya pada salah satu artikel yang dirilis oleh Homes & Gardens

    Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

    Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Memperbaiki Cat Tembok yang Mengelupas dengan Benar

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

    Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

    Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

    1. Bersihkan tembok dari cat yang terkelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas bagian tembok yang masih kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan primer berkualitas

    Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

    4. Cat ulang tembok yang catnya terkelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

    Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Jenis Cat Tembok Terbaik dan Populer untuk Rumah


    Jakarta

    Jenis cat tembok yang digunakan akan berpengaruh pada fungsi dan estetika rumah. Tekstur, karakter, dan suasana rumah akan hidup sesuai cat tembok yang dipilih.

    Hal pertama yang harus dipikirkan sebelum memilih jenis cat tembok adalah fungsi dan hasil akhir yang diinginkan. Tembok dapat terlihat matte atau berkilau sehingga harus disesuaikan dengan fungsi ruangan.

    Pemilihan warna juga tidak kalah penting untuk kualitas estetika yang tinggi. Penyesuaian dengan cuaca dan suhu lingkungan berperan dalam menekan biaya pengecatan di masa depan.


    Jenis Cat Tembok Terbaik untuk Rumah

    Dilansir dari laman Livspace, berikut beberapa jenis cat tembok terbaik untuk mendekorasi interior maupun eksterior rumah:

    1. Cat Minyak

    Cat minyak terbuat dari campuran pigmen dan minyak untuk lapisan dasar atau akhir tembok. Jenis cat ini menghasilkan tekstur padat, lembut, dan berkilau. Pengaplikasiannya sangat gampang dengan daya simpan maksimal 15 tahun.

    Akan tetapi cat ini tidak cocok untuk konstruksi cepat karena waktu kering yang lama, yaitu lebih dari 24 jam. Namun cat ini cocok untuk permukaan kayu, logam, dinding, pintu, atau jendela karena bersifat tahan air.

    2. Cat Semen

    Cat semen adalah salah satu jenis cat tembok yang relatif mahal namun cocok untuk lingkungan ekstrim. Cat ini direkomendasikan untuk tembok luar yang sering terpapar sinar matahari. Hasil akhirnya tampak simpel modern dengan tekstur yang kasar.

    3. Cat Distemper

    Cat distemper adalah pilihan murah dan ideal untuk interior rumah. Terbuat dari campuran kapur, air, lem, dan pigmen membuatnya satu tingkat lebih bagus dari cat kapur. Daya tahannya juga cukup lama sehingga bisa digunakan untuk tembok area luar yang tidak terlalu panas.

    4. Cat Emulsi

    Cat emulsi memiliki ketahanan tinggi terhadap jamur dan lumut pengganggu kecantikan tembok. Selain itu, pengaplikasiannya juga sangat mudah karena cepat kering. Baunya yang tidak terlalu menyengat membuatnya sering digunakan untuk area dapur, ruang anak, maupun hewan peliharaan.

    5. Cat Labur

    Cat labur atau cat kapur memberikan sentuhan akhir yang tipis. jenis cat ini direkomendasikan untuk permukaan dinding bata maupun kayu yang bertekstur. Rumah-rumah di desa sering menggunakan cat labur untuk mewarnai dinding bata, mebel, hingga langit-langit.

    6. Cat Enamel

    Jika nuansa rumah ingin lebih elegan dan mengkilap, maka cat enamel adalah solusinya. Hal ini karena penggunaan minyak dan pigmen sebagai bahan penyusunnya yang diklaim anti air. Jenis cat ini direkomendasikan untuk permukaan logam, kayu, dan tembok kamar mandi.

    7. Cat Emulsi Akrilik

    Kualitas cat emulsi akrilik dapat bertahan 2-10 tahun. Karakteristiknya yang padat dan cerah ketika diaplikasikan menjadi nilai lebih tersendiri. Jenis cat ini juga cepat kering, tidak berbau, dan tahan api sehingga cocok untuk melapisi tembok atau furnitur kayu.

    8. Cat Bituminous

    Jenis cat tembok terbaik berikutnya direkomendasikan untuk permukaan bertekstur kayu, pipa, maupun logam. Meskipun tahan karat, cat bituminous tidak cocok untuk tembok yang menerima sinar matahari. Cat ini lebih cocok untuk pelapis dan bukan dasar pewarnaan utama.

    9. Cat Karet Sintetis

    Cat karet sintetis memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan bahan kimia. Bahan resin sintetis, pelarut, dan pigmen warna menghasilkan warna yang cukup padat. Jenis cat ini juga cepat kering dan murah dari segi harga.

    10. Cat Anti Korosif

    Sesuai dengan sebutannya, cat anti korosif sangat cocok untuk permukaan baja dan besi seperti pipa dan pemanggang. Bahannya juga cukup kompleks terdiri dari campuran pasir, minyak biji rami, seng, dan krom. Harga cat anti korosif juga terbilang murah dan awet untuk penggunaan di luar ruangan.

    Jenis Cat Tembok Paling Populer Untuk Rumah

    • Matte: cocok untuk ruang makan dan langit-langit dengan tekstur berpori
    • Semi-Gloss: cocok untuk kamar anak, dapur, dan kamar mandi dengan tingkat berkilau yang normal
    • Satin: cocok untuk dapur, ruang bermain, ruang keluarga, kamar mandi, dan ruang cuci dengan kilau seperti beludru
    • Eggshell: cocok untuk keluarga, lorong, dan pintu masuk dengan tingkat berkilau seperti cangkang telur
    • High-Gloss: cocok untuk ruangan outdoor, pintu, lemari, dan jendela karena tahan dengan kondisi ekstrim.

    Tips Memilih Jenis Cat Tembok Terbaik

    Dikutip dari laman Nerolac, melakukan survey adalah tindakan utama sebelum memilih cat dinding. Beberapa elemen yang harus dicermati agar tidak salah pilih adalah:

    • Memilih cat satin jika dinding rumah tidak rata
    • Menggunakan cat semi-gloss atau high-gloss untuk lingkungan dan cuaca rumah yang ekstrim
    • Memilih cat yang berkilau jika ingin terlihat mewah
    • Tidak harus menggunakan pelapis dan sesuaikan dengan kebutuhan
    • Pilih 2 palet warna untuk menghasilkan nuansa nyaman di rumah.

    Demikian jenis cat tembok terbaik dan populer untuk rumah. Setiap jenis cat memiliki daya tahan berbeda tergantung dengan cuaca dan teknik awal ketika mengaplikasikannya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 10 Hal Ini Saat Pilih Cat Dinding Rumah biar Nggak Kecewa


    Jakarta

    Suasana dan penampilan rumah bisa dipengaruhi oleh warna cat dinding. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna cat untuk menciptakan suasana dan estetika sesuai selera.

    Akan tetapi, memilih cat rumah tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya rumah tampilan dinding serasi dengan keseluruhan interior dan desain rumah.

    Nah, supaya kamu nggak mau kecewa sama hasil pengecatan, kamu bisa melakukan riset, pertimbangan, hingga uji coba cat rumah dulu. Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari detikBali, Kamis (13/6/2024).


    Tips Cat Rumah Anti Gagal

    1. Mulai dari Ruangan yang Kecil

    Jika detikers masih bingung dan belum yakin ingin mengecat tembok dengan warna apa, cobalah mengecat ruangan yang luasnya tidak begitu besar. Di sini, kamu bisa melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba warna cat baru, kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Pikirkan Warna Cat Sesuai Mood

    Perasaan atau mood dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih warna cat rumah. Selain itu, pertimbangkan juga suasana ruangan yang akan kamu tempati, gunakan perasaan hati kamu untuk menentukan warna cat yang pas.

    Misalnya, detikers ingin warna cat di kamar tidur utama mengusung nuansa yang tenang dan bahagia, kamu bisa menggunakan cat tembok berwarna netral atau pastel. Lalu, di area ruang makan ingin mengusung warna cat yang terasa nyaman untuk ditempati, kamu bisa memilih warna-warna cerah.

    3. Perhatikan Pencahayaan yang Digunakan

    Bukan cuman mood, detikers juga perlu memperhatikan pencahayaan di dalam rumah. Kalau rumah kamu memiliki cahaya lampu pijar, maka lebih menonjolkan warna-warna hangat dan kuning.

    Sementara itu, kalau rumah detikers mengusung cahaya lampu pendar, maka warna yang dihasilkan cenderung lebih ke warna biru. Jadi, perhatikan juga pencahayaan yang digunakan di rumah kamu agar tidak salah memilih warna cat.

    4. Pahami Arti Setiap Warna

    Memilih warna cat tembok rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan detikers, maka dari itu kamu harus memahami arti dari setiap warna. Biar lebih mudah, berikut terminologi yang dipakai untuk menjelaskan sebuah warna:

    Hue merupakan julukan untuk sebuah warna. Nilai hue dapat dipengaruhi oleh seberapa terang atau gelap warna tersebut. Dalam hal ini warna merah dan biru adalah hue.

    Saturation atau saturasi adalah seberapa besar pengaruh dominan hue dalam suatu warna. Misalnya, saat mengubah warna dari merah ke pink, maka nilai hue merah akan menjadi kurang dominan.

    5. Tes Warna Cat Baru yang Ingin Dipakai

    Kalau kamu ragu dengan warna cat yang baru dibeli, cobalah tes cat tersebut dengan mengecatnya di atas papan poster atau salah satu tembok rumah. Tes ini juga membantu detikers untuk mempertimbangkan warna-warna yang lebih kuat, tajam, lembut, atau netral. Jadi, rumah detikers terlihat lebih indah karena mengusung warna-warna yang indah di mata.

    6. Gunakan Warna Cat Tembok yang Serasi dengan Atap

    Bagi detikers yang ingin mengecat tembok eksterior rumah, usahakan jangan sampai salah memilih warna ya. Untuk itu, kamu bisa memilih warna cat yang serasi dengan atap atau genteng rumah.

    Pada umumnya, rumah modern saat ini memiliki atap yang cenderung berwarna gelap. Nah, kamu bisa memadukannya dengan warna cat tembok yang tidak begitu mencolok seperti putih, krem, atau abu-abu.

    7. Jangan Gunakan Satu Warna

    Ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan ketika mengecat rumah, seperti mood dan nuansa yang ingin diciptakan. Maka dari itu, sebaiknya jangan menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah.

    Agar lebih berwarna, kamu bisa mengusung warna-warna cerah untuk area kamar tidur dan tempat bermain si kecil. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    8. Tentukan Transisi Warna yang Pas

    Seperti yang dijelaskan di atas, usahakan tidak menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah. Namun, penggunaan warna cat tembok yang bermacam-macam juga harus disesuaikan dengan baik, agar bisa menciptakan transisi warna yang pas.

    Tentu, transisi warna cat tembok yang tidak pas akan menimbulkan kesan nabrak, terlalu ramai, dan tidak estetik. Cobalah memadukan warna kalem seperti putih di ruang tamu, krem di ruang makan, dan abu-abu di area taman.

    9. Gunakan Tabel Lingkaran Warna

    Kalau detikers masih kesulitan untuk menentukan warna yang pas, coba gunakan tabel lingkaran warna. Dengan bantuan tabel ini, detikers dapat menentukan kombinasi warna kontras yang pas agar menghasilkan nuansa rumah yang ciamik.

    10. Pasang Aksesoris untuk Ruangan yang Pas

    Setelah mengecat tembok rumah dengan warna yang sesuai, kini detikers tinggal mengisi peralatan rumah tangga dan beragam aksesoris. Tapi perlu diingat, jika detikers ingin memasang sejumlah aksesoris di dinding usahakan kombinasi warnanya sesuai.

    Jadi, tak hanya bentuk aksesorisnya saja yang diperhatikan, tapi perlu juga mempertimbangkan warna yang digunakan. Bayangkan kalau cat tembok detikers berwarna krem, namun aksesoris yang dipajang berwarna hijau stabilo. Tentu tidak pas bukan?

    Nah, itu dia detikers pembahasan mengenai tips memilih cat tembok rumah yang bagus dan tahan lama. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang masih kebingungan memilih warna cat tembok rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com