Tag: cat tembok

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Cat Interior dan Eksterior Rumah


    Jakarta

    Cat dinding terbagi menjadi dua jenis, yakni interior dan eksterior. Meskipun keduanya sama-sama cairan pigmen untuk mengecat dinding rumah, sebaiknya memilih cat yang sesuai kegunaannya.

    Cat interior diaplikasikan pada tembok yang berada di dalam bangunan, misalnya kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang khusus untuk perubahan suhu dan kelembaban.

    Sedangkan cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar bangunan. Cat ini dirancang khusus supaya tahan dengan perubahan kondisi alam seperti cuaca dan angin.


    Nah, daripada bingung dan tertukar, simak perbedaan cat interior dan cat eksterior berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint, Minggu (16/6/2024).

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Perbedaan utama cat interior dan eksterior ada pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan pelihaaran.

    Maka dari itu, cat interior juga mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Selanjutnya, pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Teknik pengaplikasian cat dinding pun berbeda untuk interior dan eksterior rumah. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Perbedaan dua jenis cat dinding ini juga ada pada lamanya waktu untuk proses pengeringan. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Meski kedua jenis cat dinding tidak terlalu berbeda, tetapi akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah. Karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik, cat eksterior umumnya memiliki harga yang lebih mahal. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 4 Warna Cat Dinding Ini Biar Rumah Kamu Tambah Mahal


    Jakarta

    Rumah selain sebagai tempat tinggal juga merupakan aset investasi. Pemilik rumah bisa sewaktu-waktu menjual huniannya dengan harga lebih mahal dari awal pembelian.

    Kalau kamu berniat menjual rumah, kamu bisa mendongkrak nilai properti dengan melakukan beberapa perubahan, lho. Salah satu yang paling mudah dari warna cat dinding.

    Siapa sangka, ternyata warna-warna tertentu, terutama warna netral bisa berdampak pada penilaian pasar properti. Memang, warna cat memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana dan mood di rumah.


    Lalu, warna apa saja yang sebaiknya digunakan? Simak daftar warna cat netral yang terbukti meningkatkan nilai properti berikut ini, dilansir dari Real Simple, Selasa (18/6/2024).

    Rekomendasi Warna Cat Dinding

    1. Putih

    Bedroom interior with wooden furniture, 3d renderWarna Cat Dinding Foto: Getty Images/CreativaStudio

    Warna putih selalu menjadi pilihan yang aman saat kamu ingin meningkatkan nilai properti. Putih memberikan cahaya dan kecerahan pada ruangan. Hal ini membuat ruangan terlihat lebih luas dan menarik.

    Anthony Carrino, VP desain dari platform konstruksi rumah online, Welcome Homes, mengatakan bahwa warna putih adalah satu-satunya warna yang tidak mengurangi nilai properti, malah mungkin meningkatkannya.

    Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk berbagai ruangan, termasuk dapur, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dan eksterior rumah. Putih adalah pilihan utama untuk menciptakan ruangan yang bersih dan terang sehingga memberikan kesan kosong yang memungkinkan calon pembeli untuk membayangkan rumah mereka di dalamnya.

    2. Krem

    Interior Rumah KremWarna Cat Dinding Foto: Ashley Montgomery Design

    Krem adalah warna netral lain yang sangat efektif dalam meningkatkan nilai properti. Marina Vaamonde, seorang investor real estate komersial dan pendiri PropertyCashin, mengatakan bahwa krem memberikan ruangan nuansa yang menarik dan bisa meningkatkan nilai properti.

    Warna krem merupakan pilihan yang sangat tepat untuk ruangan, seperti dapur, ruang tamu, dan kamar tidur. Krem memberikan kesan kehangatan yang membuat setiap ruangan terasa nyaman dan menarik.

    Warna krem merupakan pilihan warna yang sempurna untuk menciptakan ruang yang cocok untuk ditempati.

    3. Biru Muda

    rumah bercat biruWarna Cat Dinding Foto: Thinkstock

    Menurut survei Zillow tahun 2021, biru muda adalah warna yang paling populer untuk kamar mandi. Rata-rata peningkatan nilai propertinya sebesar US$ 5.000 atau setara dengan Rp 79 juta.

    Eamon Lynch, direktur layanan garansi di Power Home Remodeling, mengatakan bahwa kamar mandi adalah area di mana pemilik rumah ingin merasa santai dan warna apa pun yang membantu menciptakan perasaan itu akan segera meningkatkan nilai properti.

    Biru muda yang juga termasuk sebagai warna netral akan menarik calon pembeli dengan berbagai selera dan gaya. Biru muda menciptakan suasana damai dan tenang di ruangan sehingga bisa membuat kamar mandi terlihat menarik, nyaman, dan lapang.

    4. Greige

    Interior Rumah GreigeWarna Cat Dinding Foto: Krystal Slagle via The Spruce

    Baik abu-abu maupun cokelat muda adalah pilihan netral yang sangat baik untuk interior rumah. Namun, jika kamu kesulitan memilih di antara keduanya, greige adalah solusinya.

    Warner Quiroga, seorang investor real estat dan pemilik Prestige Home Buyers, mengatakan bahwa greige adalah alternatif untuk putih dan abu-abu. Warna greige bisa memberikan perasaan elegan dan berkelas. Greige memberikan tampilan hangat dan mewah pada rumah dan juga bisa meningkatkan nilai properti.

    Itulah 4 warna cat netral yang bisa meningkatkan nilai properti. Dengan mengecat rumah dengan warna-warna tersebut, kamu bisa memberikan sentuhan tampilan yang indah dan memastikan rumah siap untuk menarik calon pembeli yang berminat.

    Jadi, apakah kamu siap untuk memberikan sentuhan cat baru pada rumah?

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Lakukan 4 Langkah Ini buat Mengatasi Cat Dinding Mengelupas


    Jakarta

    Warna cat tembok sangat mempengaruhi tampilan dan suasana rumah. Namun, terkadang cat dinding mengelupas seiring berjalannya waktu, sehingga merusak estetika rumah.

    Sangat disayangkan kalau cat dinding mengelupas, sebab rumah bisa terkesan kotor dan tidak terawat. Adapun hal ini biasanya terjadi akibat faktor cuaca, kualitas cat yang kurang baik, ataupun proses pengecatan yang kurang tepat.

    Lantas, apa yang menyebabkan cat dinding mengelupas? Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Penyebab Cat Dinding Mengelupas

    Seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan alasan yang paling umum cat dinding mengelupas karena cat tidak menempel dengan benar pada dinding sejak awal.

    “Ini terjadi saat Anda mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tutur Kazimierski, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang mengalami kondensasi pada dinding atau kelembaban akan merusak cat secara perlahan.

    “Anda dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembap seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Mengatasi Cat Dinding Mengelupas

    Kalau cat dinding mengelupas, sebaiknya Anda langsung memperbaikinya. Sebab, bisa menyebabkan permukaan dinding rusak dan bisa membuat dinding menjadi lembab serta susah untuk dicat. Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone.

    Berikut ini cara memperbaiki cat dinding mengelupas

    1. Bersihkan Dinding dari Cat Mengelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan dinding dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan dinding yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari dinding bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Dinding yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dinding bisa diamplas. Atau, Anda juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada dinding jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan dinding yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan dinding.

    4. Cat Ulang Dinding yang Catnya Mengelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang dinding dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada dinding. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di dinding tetap sama.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding yang terkelupas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Cat di Sekitar Rumah, dari Kain hingga Kaca


    Jakarta

    Ketika sedang mengecat, tak jarang ada noda cat tertinggal di sekitar rumah. Noda cat yang membandel memang sulit dibersihkan, apalagi kalau sudah mengering.

    Sebelum dibersihkan, pastikan kamu memerhatikan jenis dan bahan permukaan yang terkena noda cat. Hal ini akan membantu menentukan cara paling efektif untuk menghilangkan noda cat.

    Jangan lupa juga untuk mengetes bahan pembersih pada sedikit bagian permukaan untuk memastikan tidak akan menimbulkan kerusakan. Lalu, bagaimana ya cara membersihkan noda cat di berbagai jenis permukaan di sekitar rumah? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Cleanpedia, Selasa (25/6/2024).


    Cara Membersihkan Noda Cat

    1. Kain

    Apabila noda cat masih basah di permukaan kain, segera bersihkan tanpa menunggunya kering. Celupkan kain bersih ke dalam campuran aseton dan air. Aseton merupakan cairan atsiri yang mampu mengangkat noda cat yang sudah kering sekalipun. Aseton sering digunakan untuk menghapus cat kuku.

    kamu bisa gunakan sarung tangan untuk menghindari iritasi karena bersentuhan dengan cairan aseton. Lalu, usapkan kain yang sudah dicelupkan ke larutan aseton pada noda cat dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman jika perlu. Gunakan sikat gigi bekas atau sikat cucian yang telah dibasahi dengan larutan detergen cair dan air hangat. Gosok perlahan bagian noda pada kain. Perhatikan jenis kain dan baca label perawatan kain tersebut sebelumnya.

    2. Plastik dan Akrilik

    Kalau ada noda cat di plastik atau akrilik, kamu bisa mencelupkan lap bersih ke bahan pengencer cat seperti terpentin atau tiner. Kemudian, usapkan ke bagian yang terkena cat dan diamkan selama beberapa menit.

    Jika noda cat terlalu tebal dan kering, buat goresan tipis pada noda cat tanpa menembus ke permukaan plastik atau akrilik yang ternoda. Kamu bisa memakai ampelas atau benda tajam untuk membuat goresan tersebut.

    Langkah ini bertujuan membuat terpentin atau tiner meresap ke lapisan bawah noda cat. Gosok dengan spons kasar hingga bekas cat terangkat. Berhati-hatilah agar permukaan plastik atau akrilik tidak tergores.

    3. Permukaan Marmer

    Kamu bisa membersihkan noda cat yang masih basah di permukaan marmer dengan menggunakan lap yang sudah dicelupkan ke minyak biji rami. Minyak biji rami terkenal ampuh menghilangkan noda cat.

    Untuk noda cat yang sudah kering, kamu bisa gunakan spons yang lebih kasar dan gosok noda secara hati-hati. Untuk sisa noda cat yang masih tertinggal bisa dihilangkan dengan lap lembap. Gunakan air hangat pada lap untuk menghilangkan sisa-sisa minyak pada marmer.

    4. Kayu dan Kaca

    Sementara untuk permukaan kayu dan kaca, kamu dapat menyeka noda cat pada kayu atau kaca dengan lap yang sudah dicelupkan ke tiner. Bersihkan sisa tiner dengan lap bersih yang berbahan lembut.

    Jika bekas cat sudah benar-benar hilang, kamu bisa melanjutkannya dengan bahan pembersih khusus kayu atau kaca untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Demikian cara membersihkan noda cat pada berbagai permukaan di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Cepat Pudar


    Jakarta

    Cat atau warna adalah salah satu elemen penting pada sebuah rumah. Warna cat dinding dari sebuah rumah biasanya akan mencerminkan kepribadian seseorang yang tinggal di dalamnya. Maka dari itu, banyak orang-orang yang sangat memperhatikan warna cat dari sebuah rumah.

    Namun, ada satu hal yang sering kita khawatirkan setelah kita mengecat rumah dengan warna yang sudah kita pilih dengan sepenuh hati, yaitu pudarnya warna asli dari cat tersebut.

    Cat tembok yang pudar ini nantinya justru akan membuat kesan dari rumah ini menjadi terbalik, dari yang awalnya enak untuk dilihat, menjadi terlihat usang dan tidak terawat.


    Nah, bagi kamu yang takut warna cat di rumah kamu pudar, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menjaga cat di rumah kamu agar tetap terlihat fresh seperti baru dalam jangka waktu yang lama.

    Cara Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Mudah Pudar

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), menjaga cat tembok agar tetap terlihat fresh adalah hal penting untuk memperpanjang umur cat dan menjaga tampilan rumah tetap bersih dan menarik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Membersihkan Dinding dari Debu dan Kotoran

    Langkah termudah untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sarang laba-laba yang dapat memperpendek umur cat adalah dengan menggunakan kain microfiber pada sapu dengan pegangan panjang.

    Kamu bisa melakukan ini setiap beberapa bulan sekali tanpa perlu harus memindahkan hiasan dinding atau memindahkan furnitur, karena area yang tertutup biasanya tidak terlalu kotor dan tidak terlihat.

    Jangan lupa juga membersihkan langit-langit. Meskipun ada gravitasi, debu di udara bisa tetap menempel dan terkumpul di sana.

    2. ‘Mencuci’ Dinding Dapur dan Kamar Mandi

    Beberapa cat dinding tahan air bisa kamu bersihkan dengan menggunakan air. Biasakanlah untuk membersihkan sisa-sisa masakan dan uap hasil mandi dengan mencuci area dinding dapur dan kamar mandi serta ruangan lain yang sering digunakan oleh anak-anak, dan perokok, setidaknya sekali setahun.

    Mulailah dari bagian bawah dinding, gosok perlahan dengan spons alami yang dibasahi dengan larutan sabun dan air. Cuci dan bilas area kecil, lalu lanjutkan ke area lainnya. Setelah itu, keringkan dinding dengan handuk bekas.

    Untuk membersihkan cat dinding, kamu juga bisa menggunakan sabun pembersih buatan. Berikut adalah dua resep yang murah dan mudah dibuat:

    Cara membuat sabun pembersih dinding sendiri:

    – Campurkan 1 cangkir boraks dan 2 sendok makan cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air hangat.

    – Campurkan 1 cangkir amonia dan 1 sendok teh cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air.

    Sebelum mencuci dinding, pastikan cat tidak akan rusak sebelum membersihkannya. Biasanya, cat glossy dan semi gloss bisa dicuci dengan air, cat ini biasa digunakan di dapur, kamar mandi, dan bahan kayu.

    Sebagian besar cat flat dan satin modern juga bisa dicuci, namun kamu harus selalu mengujinya terlebih dahulu di tempat yang tidak mencolok. Jika cat terkelupas di spons, jangan cuci cat dinding tersebut.

    Jangan pernah mencuci menggunakan bahan trisodium fosfat (TSP) kecuali jika akan mengecat ulang, karena dapat merusak kilap cat.

    3. ‘Mencuci’ Dinding di Area yang Sering Dipakai Beraktivitas

    Meskipun tidak perlu mencuci seluruh ruangan, area sekitar saklar dan termostat mungkin perlu dicuci sesekali. Begitu juga area di belakang sofa yang sering terkena rambut yang berminyak.

    Debu dan kotoran juga cenderung menumpuk di dinding di belakang TV atau peralatan elektronik lainnya dan di atas radiator atau ventilasi pemanas. Jika debu tidak hilang, cuci area tersebut.

    4. Segera Menambal Kerusakan Cat

    Untuk menjaga cat tetap terlihat fresh, biasakanlah untuk segera menutup segala bentuk kerusakan pada cat dinding.

    Amplas dan perbaiki permukaan yang tergores atau terkelupas, dan ratakan cat di area sekitarnya. Jika terdapat lubang, isi lubang terlebih dahulu.

    Jika cat langit-langit rumah rusak, dan kamu tidak memiliki sisa cat asli yang digunakan pada langit-langit tersebut, kamu tidak perlu mengecat seluruh ruangan. Ambil saja sebagian pecahan cat dari area yang tidak mencolok dan bawa ke toko cat yang memiliki peralatan pencocokan warna komputer.

    Alat ini akan menghasilkan resep warna cat yang dapat digunakan toko untuk mencocokkan warna cat.

    Itu dia beberapa tips untuk mencegah agar warna cat rumah kamu tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Tembok Mengelupas Bikin Rumah Nggak Estetik, Ini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Cat tembok sangat mempengaruhi penampilan rumah. Seiring berjalannya waktu, kondisi cat tembok bisa rusak, seperti memudar dan mengelupas.

    Pastinya hal ini bisa merusak estetika rumah kamu. Kalau cat tembok sudah terkelupas, kamu perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

    Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin cat tembok mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

    Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (4/10/2024).

    Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

    Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

    Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

    Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Tembok yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

    4. Cat Ulang Tembok yang Catnya Terkelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

    Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cat Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kondisi cat tembok rumah bisa bikin tampilan hunian kamu cantik dan estetik. Sebaliknya cat tembok yang sudah lembap dan mengelupas bisa bikin rumah kamu terlihat kumuh.

    Supaya hal itu nggak terjadi, sebaiknya kenali dulu penyebab cat tembok bisa lembap dan mengelupas. Cegah sebelum cat tembok lembap dan mengelupas serta atasi langsung dari sumber masalahnya.

    Lantas, apa yang bikin cat tembok lembap dan mengelupas? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Cat tembok yang mengelupas dan dinding lembap menjadi masalah yang banyak dialami pemilik rumah. Mengutip laman Home Building and Renovating, Senin (4/11/2024) ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut:

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Tembok Lembap dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


    Jakarta

    Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

    Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

    Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

    Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


    1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

    Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

    Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

    2. Barang Antik

    Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

    3. Barang dari Kulit dan Kain

    Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

    Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    5. Engsel dan Gagang Pintu

    Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

    Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

    Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

    Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


    Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

    1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

    Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

    Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

    Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

    3. Kuas Cat

    Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

    Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

    Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

    Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

    Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

    Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com