Tag: cat

  • Alasan Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami cat menggelembung saat kita sedang mengecat tembok? Siap-siap bila ini terjadi, kamu harus mengecat ulang dinding atau tembok kamu.

    Penyebab cat menggelembung adalah cara mengecat yang salah atau ada bagian di tembok seperti retak yang membuat cat menggelembung.

    Dikutip dari House Beautiful, Selasa (26/2/2024), agar rumah kamu terhindar dari cat yang menggelembung, ada cara-caranya lho.


    Begini cara agar cat tidak menggelembung

    Cari Retakan

    Retakan bisa menjadi penyebab umum risiko cat dinding kamu akan bergelembung. Retakan di sekitar jendela dan kusen pintu bisa menyebabkan kelembapan masuk dan menimbulkan kerusakan pada dinding kering.

    Perhatikan Cuaca

    Usahakan tidak mengecat dinding ketika cuaca sangat panas karena bisa menyebabkan cat tidak mengering secara merata. Hindari pula pengecatan ketika suhu dalam keadaan lembap yang tinggi agar tidak ada udara lembab yang terperangkap pada sela lapisan cat, misalnya jika kamu mengecat kamar mandi yang memiliki suhu ruangan lembab, selesaikan pengecatan hingga mengering dengan baik sebelum digunakan untuk mandi agar tidak membuat ruangan tambah lembab.

    Periksa Kelembapan

    Suhu yang terlalu lembab di hunian kamu bisa menjadi masalah cat menggelembung. Jika ruangan terlalu lembab, mungkin kamu perlu menyalakan dehumidifier di ruangan agar cat dapat mengering dengan baik.

    Bersihkan Dinding

    Untuk memastikan pengecatan aman, bersihkan kotoran, debu dan minyak dari dinding dengan lap dan air sabun. Pastikan dinding dalam keadaan kering sebelum mengaplikasikan cat dasar atau primer sebelum melapisi cat berikutnya.

    Gunakan cat primer

    Gunakan cat primer untuk hasil cat yang sempurna. Ini berfungsi sebagai segel untuk mengunci cat yang menempel bekerja dengan baik dan membuat permukaan halus untuk kamu aplikasikan.

    Beri Jeda Setiap Lapisan

    Pada setiap lapisan cat, pastikan kamu memberi cukup waktu untuk mengering dengan baik. Sebelum mengecat lapisan berikutnya, pastikan cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Kunci dalam pengecatan itu harus bersabar sehingga kualitas cat kamu akan memberikan hasil yang maksimal dan jangka panjang.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Memperbaiki Cat yang Mengelupas


    Jakarta

    Cat mengelupas adalah masalah umum yang sering ditemukan di rumah. Biasanya tanda-tandanya diawali dengan cat di dinding yang terkihat retak-retak dan kemudian mengelupas. Penyebab cat mengelupaa ada banyak, mulai dari kelembapan berlebih, terlalu kering, kesalahan saat pengaplikasian cat, dan lain-lain. Untuk memperbaikinya, memang harus dilakukan pengecatan ulang. Supaya lebih mudah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    Melansir dari laman Better Homes and Garden, berikut adalah cara mudah memperbaiki cat yang mengelupas dan cara mencegahnya terjadi lagi.

    1. Persiapkan Semua Alatnya

    Sebelum mulai memperbaiki, siapkan sarung tangan untuk melindungi tangan kamu dan juga plastik sebagai alas. Letakkan lembaran plastik atau terpal di bawah tembok yang sedang kamu perbaiki. Kemudian, singkirkan perabotan yang ada di sekirar situ seperti karpet, hiasan dinding, dna sofa agar tidak kotor. Setelah itu, tempatkan kain drop di sekitar ruangan untuk menjaga cipratan cat agar tidak terkena perabot.


    2. Hilangkan Cat yang Sudah Mengelupas

    Setelah selesai mempersiapkan semuanya, kamu bisa mulai dengan menghilangkan bagian chat yang mengelupas.Gunakan sikat kawat atau pengikis cat untuk mengikis semua cat yang mengelupas. Jangan gunakan terlalu banyak tekanan saat mengikis cat agar tidak merusak permukaan tembok.

    3. Perbaiki Area Tembok

    Setelah cat yang terkelupas dihilangkan, kamu harus memperbaiki area tembok yang tidak rata dulu sebelum mulai mengecat ulang. Oleskan dempul untuk penambal menggunakan pisau dempul, sesuaikan dengan kebutuhan. Ratakan permukaan dan biarkan mengering.

    4. Amplas Permukaan Tembok

    Untuk membuat tembok lebih halus dan rata, langkah selanjutnya adalah mengamplas tembok. Gunakan amplas yang sangat halus untuk menghaluskan area tersebut. Amplas dengan perlahan dan jangan terlalu kencang, pastikan semua permukaan tembok sudah rata.

    5. Bersihkan Tembok

    Area tembok yang akan di cat harus dipersiapkan dulu dengan baik supaya hasilnya maksimal dan tidak mengelupas lagi. Dengan menggunakan kain paku atau spons yang sedikit lembab, bersihkan area yang akan dicat. Hal ini dilakukan agar cat bisa benar-benar menempel dengan baik dan meminimalisir pengelupasan. Bersihkan permukaan lagi dengan lap yang bersih dan kering dan biarkan mengering secara menyeluruh.

    6. Aplikasikan Primer

    Jika kelembaban adalah penyebab pengelupasan cat, sangat penting untuk melindungi tembok yang baru dicat dari masalah yang sama. Gunakan primer untuk membantu menutup permukaan, melindungi dari kelembaban, dan membuat cat menempel dengan lebih baik. Oleskan primer ke seluruh bagian tembok yang akan di cat dan biarkan biarkan sampai mengering.

    7. Cat Ulang Tembok

    Inilah langkah utamanya, pengecatan ulang. Setelah melakukan semua langkah di atas, tembok kamu siap untuk dicat ulang. Oleskan lapisan pertama secara merata ke tembok, jangan terlalu tebal mengoleskan cat nya, lebih baik jika tipis dan merata. Jika warna catnya belum sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa oleskan lapisan kedua setelah cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Tetap oleskan tipis-tipis saja, tapi merata. Selesai, tembok baru kamu dijamin akan lebih tahan dan tidak mengelupas.

    Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


    Jakarta

    Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

    Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

    Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

    Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


    Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

    1. Sederhana

    Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

    2. Standar

    Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

    3. Bagus

    Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

    Faktor yang Berdampak pada Biaya

    Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

    1. Luas Bangunan

    Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

    2. Lokasi

    Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

    3. Spesifikasi Material

    Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

    4. Biaya Lain-lain

    Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

    Cara Menghitung Rincian Biaya

    Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

    1. Hitung Luas Bangunan

    Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

    Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

    2. Buat Rincian Kebutuhan Material

    Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

    Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

    3. Hitung Biaya Tukang

    Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

    Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

    4. Siapkan Dana Lebih

    Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

    Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Cepat Pudar


    Jakarta

    Cat atau warna adalah salah satu elemen penting pada sebuah rumah. Warna cat dinding dari sebuah rumah biasanya akan mencerminkan kepribadian seseorang yang tinggal di dalamnya. Maka dari itu, banyak orang-orang yang sangat memperhatikan warna cat dari sebuah rumah.

    Namun, ada satu hal yang sering kita khawatirkan setelah kita mengecat rumah dengan warna yang sudah kita pilih dengan sepenuh hati, yaitu pudarnya warna asli dari cat tersebut.

    Cat tembok yang pudar ini nantinya justru akan membuat kesan dari rumah ini menjadi terbalik, dari yang awalnya enak untuk dilihat, menjadi terlihat usang dan tidak terawat.


    Nah, bagi kamu yang takut warna cat di rumah kamu pudar, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menjaga cat di rumah kamu agar tetap terlihat fresh seperti baru dalam jangka waktu yang lama.

    Cara Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Mudah Pudar

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), menjaga cat tembok agar tetap terlihat fresh adalah hal penting untuk memperpanjang umur cat dan menjaga tampilan rumah tetap bersih dan menarik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Membersihkan Dinding dari Debu dan Kotoran

    Langkah termudah untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sarang laba-laba yang dapat memperpendek umur cat adalah dengan menggunakan kain microfiber pada sapu dengan pegangan panjang.

    Kamu bisa melakukan ini setiap beberapa bulan sekali tanpa perlu harus memindahkan hiasan dinding atau memindahkan furnitur, karena area yang tertutup biasanya tidak terlalu kotor dan tidak terlihat.

    Jangan lupa juga membersihkan langit-langit. Meskipun ada gravitasi, debu di udara bisa tetap menempel dan terkumpul di sana.

    2. ‘Mencuci’ Dinding Dapur dan Kamar Mandi

    Beberapa cat dinding tahan air bisa kamu bersihkan dengan menggunakan air. Biasakanlah untuk membersihkan sisa-sisa masakan dan uap hasil mandi dengan mencuci area dinding dapur dan kamar mandi serta ruangan lain yang sering digunakan oleh anak-anak, dan perokok, setidaknya sekali setahun.

    Mulailah dari bagian bawah dinding, gosok perlahan dengan spons alami yang dibasahi dengan larutan sabun dan air. Cuci dan bilas area kecil, lalu lanjutkan ke area lainnya. Setelah itu, keringkan dinding dengan handuk bekas.

    Untuk membersihkan cat dinding, kamu juga bisa menggunakan sabun pembersih buatan. Berikut adalah dua resep yang murah dan mudah dibuat:

    Cara membuat sabun pembersih dinding sendiri:

    – Campurkan 1 cangkir boraks dan 2 sendok makan cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air hangat.

    – Campurkan 1 cangkir amonia dan 1 sendok teh cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air.

    Sebelum mencuci dinding, pastikan cat tidak akan rusak sebelum membersihkannya. Biasanya, cat glossy dan semi gloss bisa dicuci dengan air, cat ini biasa digunakan di dapur, kamar mandi, dan bahan kayu.

    Sebagian besar cat flat dan satin modern juga bisa dicuci, namun kamu harus selalu mengujinya terlebih dahulu di tempat yang tidak mencolok. Jika cat terkelupas di spons, jangan cuci cat dinding tersebut.

    Jangan pernah mencuci menggunakan bahan trisodium fosfat (TSP) kecuali jika akan mengecat ulang, karena dapat merusak kilap cat.

    3. ‘Mencuci’ Dinding di Area yang Sering Dipakai Beraktivitas

    Meskipun tidak perlu mencuci seluruh ruangan, area sekitar saklar dan termostat mungkin perlu dicuci sesekali. Begitu juga area di belakang sofa yang sering terkena rambut yang berminyak.

    Debu dan kotoran juga cenderung menumpuk di dinding di belakang TV atau peralatan elektronik lainnya dan di atas radiator atau ventilasi pemanas. Jika debu tidak hilang, cuci area tersebut.

    4. Segera Menambal Kerusakan Cat

    Untuk menjaga cat tetap terlihat fresh, biasakanlah untuk segera menutup segala bentuk kerusakan pada cat dinding.

    Amplas dan perbaiki permukaan yang tergores atau terkelupas, dan ratakan cat di area sekitarnya. Jika terdapat lubang, isi lubang terlebih dahulu.

    Jika cat langit-langit rumah rusak, dan kamu tidak memiliki sisa cat asli yang digunakan pada langit-langit tersebut, kamu tidak perlu mengecat seluruh ruangan. Ambil saja sebagian pecahan cat dari area yang tidak mencolok dan bawa ke toko cat yang memiliki peralatan pencocokan warna komputer.

    Alat ini akan menghasilkan resep warna cat yang dapat digunakan toko untuk mencocokkan warna cat.

    Itu dia beberapa tips untuk mencegah agar warna cat rumah kamu tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Mengecat 5 Bagian Rumah Ini, Ada yang Bisa Sebabkan Kebakaran!


    Jakarta

    Mengecat rumah adalah salah satu cara mempercantik tampilan rumah. Dengan dicat, rumah tersebut sudah memasuki tahap akhir pembangunan atau renovasi. Biasanya bagian yang dicat adalah dinding, pagar, plafon, bingkai jendela. Ada pula perabotan yang dicat, biasanya karena warna asli benda tersebut tidak cocok dengan selera atau ruanganmu.

    Namun, ada beberapa benda di rumah yang tidak bisa dicat. Bukan mempercantik, cat justru merusak permukaannya. Hal ini dikarenakan beberapa material kurang cocok jika diberi lapisan cat di atasnya. Selain itu, ada juga benda yang fungsinya justru bisa terganggu jika dicat.

    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    Melansir Real Simple, Selasa (16/7/2024), berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    1. Keramik Lantai

    Keramik sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Kamu tidak perlu repot untuk mengecatnya. Namun, ada beberapa orang yang ingin berkreasi dan suasana baru sehingga mengecat keramiknya. Menurut seniman dan desainer Elizabeth Sutton menyarankan agar Anda tidak mencoba melakukannya.

    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton dikutip dari Real Simple, Senin (20/11/2023).

    Menurutnya, mengecat keramik tidak akan pernah memberikan hasil yang baik. Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

    2. Trim Kayu Alami

    Kayu identik dengan warna coklat, tetapi ada pula yang akhirnya mengecat kayu untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Namun, untuk trim kayu, menutupi serat kayu alami dengan cat justru bisa merusak keindahan tekstur kayu itu sendiri. Jika kamu ingin mengubah warna trim kayu, gunakanlah plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    3. Lantai Kayu

    Satu lagi, permukaan kayu yang sebaiknya tidak dicat adalah lantai kayu. Misalnya saja lantai rumah yang sudah tua, bukan membuat tampilannya jadi baru, melainkan lantai bisa rusak dan sulit diperbaiki nantinya. Belum lagi, penggantian lantai akan memakan biaya yang tak sedikit. Jika kamu ingin mengubah warna lantai, pilihan yang lebih aman dan ekonomis adalah dengan menggunakan jasa profesional untuk memernisnya ulang.

    4. Benda-Benda dari Logam, seperti Kenop, Keran, dan Engsel

    Bahan logam, selain mudah korosi ternyata rentan juga apabila dilapisi cat. Mengecat benda-benda dari logam, seperti kenop atau keran, dengan cat bisa menyebabkan cat mudah mengelupas dan tergores.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    5. Alat Elektronik Rumah Tangga

    Benda berikutnya adalah alat elektronik. Jarang sekali kita melihat orang mengecat alat elektroniknya. Namun, di luar sana pasti ada yang pernah penasaran bagaimana tampilannya jika dicat. Sebelum melakukan hal tersebut, sebaiknya kamu memikirkan kembali karena cara ini justru berbahaya.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” katanya.

    Solusinya adalah mengganti alat-alat elektronik dengan yang baru. Namun, ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka, lebih baik menunggu diskon atau mengumpulkan dana untuk mendapatkan peralatan baru yang aman dan estetis.

    Demikianlah 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat. Dengan memahami batasan dalam mengecat benda-benda tertentu di dalam rumah, kamu bisa menjaga keindahan dan fungsionalitas rumah tanpa mengorbankan kesehatan dan keamanan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Ide Warna Cat Rumah yang Bagus, Cerah, dan Nggak Norak


    Jakarta

    Pemilihan warna cat rumah baik interior maupun eksterior perlu dipikirkan dengan matang. Pasalnya, cat yang dipilih mampu mempengaruhi tampilan rumah secara keseluruhan, mulai dari kesan yang tercipta, nuansa, dan estetikanya.

    Tapi, bagaimana dengan orang yang suka warna-warna cerah? Apakah warna tersebut cocok dipilih sebagai cat rumah? Tenang saja, warna cerah seperti kuning dan pink bisa banget diaplikasikan di dinding hunianmu. Warna-warna itu juga tidak memberikan kesan norak kok.

    Kamu bisa temukan inspirasi warna cat rumah cerah yang tetap menciptakan kesan bagus dan tidak mencolok di bawah ini.


    Ide Warna Cat Rumah yang Bagus dan Cerah

    Mengutip dari Good Housekeeping, The Spruce, dan HGTV, berikut sejumlah cat warna cerah yang bisa dijadikan referensi untuk bagian dalam rumah:

    1. Light Blue

    Light Blue.Light Blue. Foto: Michael Kaskel/dok. Good Housekeeping.

    Light blue bisa jadi pilihan warna yang tepat untuk bagian dalam hunian. Kamu dapat mengaplikasikan warna ini untuk ruang tamu, ruang keluarga, maupun kamar tidur.

    Warna birunya cerah tetapi tidak mencolok, justru menciptakan kesan teduh dan suasana tenang. Untuk warna biru cerah lainnya yang adem, bisa coba powder blue dan slate blue.

    2. Peach

    Peach.Peach. Foto: dok. Liz Goldberg/dok. Good Housekeeping.

    Kalau ingin warna yang agak berani namun tetap manis, kamu dapat memilih peach. Kombinasi oranye dan pink mampu menghasilkan peach yang bernuansa lembut dan hangat. Warna ini sering dikaitkan dengan buah persik yang memiliki kulit berwarna oranye mudah dengan sentuhan sedikit merah muda.

    Cat berwarna peach dapat kamu aplikasikan di dinding ruang tamu. Padukan warna ini dengan sofa bernuansa hangat seperti taupe dan aksesoris seperti bantal yang kontras. Trik ini bisa melembutkan warna peach yang agak menyala.

    3. Putih

    Putih.Putih. Foto: dok. Leela Cyd/dok. Good Housekeeping.

    Putih menjadi warna cerah yang umum dipilih banyak orang. Warnanya mampu membuat rumah tampak luas, terang, dan bersih. Apalagi jika dinding maupun plafon seluruhnya dicat warna satu ini.

    Kalau ingin ruangan yang lebih “hidup”, cat putih bisa dipadukan dengan furnitur berwarna-warni seperti biru dan hijau yang mencolok. Ada sejumlah cat warna putih yang menjadi opsi, yaitu warm white, cool white, bright white, chalky white, dan ivory.

    4. Abu-abu Muda

    Abu-abu Muda.Abu-abu Muda. Foto: dok. Riki Snyder/dok. Good Housekeeping.

    Warna cerah lainnya yaitu abu-abu muda. Warnanya yang terang tapi kalem memberikan kesan tenang dan teduh. Dijamin tidak akan menyesal memilih warna ini untuk menghias rumahmu.

    Kamu juga dapat memilih furnitur berwarna kuning atau cokelat kayu untuk menciptakan kontras yang elegan .

    5. Hijau Sage

    Hijau Sage.Hijau Sage. Foto: dok. Brie Williams/dok. Good Housekeeping.

    Kamu yang suka hijau tapi tidak ingin warna yang norak, bisa coba pilih sage. Warna ini mampu menciptakan suasana tentram dan adem. Sage dapat dikombinasikan dengan cat putih yang diaplikasikan pada jendela maupun plafon. Warna dan pola lainnya juga bisa dipadukan pada furnitur atau aksesoris di ruangan.

    6. Taupe

    Taupe.Taupe. Foto: dok. Rachel Whiting/dok. Good Housekeeping.

    Untuk warna netral yang cerah, taupe bisa pula jadi opsi tepat cat dinding ruang tamu dan ruang keluarga. Warnanya yang teduh memberikan kesan hangat dan nyaman. Agar ruangan lebih “hidup”, furnitur berwarna kontras seperti merah dan biru. Sentuhan putih dapat ditambahkan pada beberapa aksesoris.

    7. Dusty Pink

    Dusty Pink.Dusty Pink. Foto: dok. Emily Gilbert/dok. Good Housekeeping.

    Pencinta merah muda boleh pilih cat dusty pink kalau ingin mewarnai rumahmu dengan warna tersebut. Warnanya yang lembut tidak memberi kesan norak. Justru dusty pink tampak netral dan cocok dipadukan dengan furnitur rumah seperti sofa biru dan meja cokelat kayu, maupun aksesoris tanaman hijau dan lukisan berbingkai putih.

    8. Beige

    Beige.Beige. Foto: dok. Brooke Holm/dok. Good Housekeeping.

    Beige bisa menjadi opsi alternatif kalau tidak ingin warna putih di rumah. Untuk menciptakan kesan elegan dan mewah, beige dapat dipadukan dengan warna merah maroon dan cokelat kayu pada furniture dan pajangan di ruangan.

    9. Kuning Emas

    Kuning Emas.Kuning Emas. Foto: dok. Valspar/dok. HGTV.

    Siapa sangka warna kuning bisa menciptakan rumah bernuansa hangat? Bisa kok, dan kamu dapat memilih warna kuning keemasan seperti di foto. Kuning di sini tidak mencolok melainkan tampak kalem dan teduh.

    Dengan dipadukan dengan aksen kayu berwarna cokelat terang, mampu menghasilkan nuansa hunian minimalis. Selain itu, warna kuning cerah lainnya yang dapat jadi opsi yaitu pale yellow dan cheerful yellow.

    10. Biru Periwinkle

    Biru Periwinkle.Biru Periwinkle. Foto: dok. Rob Karosis/dok. The Spruce.

    Ada lagi warna biru terang yang tidak norak yaitu periwinkle. Ini adalah kombinasi biru dan ungu yang menghasilkan warna cantik. Biru periwinkle dapat jadi opsi tepat untuk cat rumah bagian luar kalau ingin warna yang anti mainstream. Bisa dipadukan dengan warna putih pada jendela dan pintunya.

    Nah, itu tadi 10 ide cat warna rumah yang bagus dan cerah. Kalau kamu suka warna yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Rekomendasi Kombinasi Warna Cat Kusen Pintu dan Jendela Rumah


    Jakarta

    Kusen pintu dan jendela seringkali menjadi elemen yang terlupakan saat merancang desain eksterior rumah. Padahal, warna pada pintu dan jendela berperan penting dalam mempertegas karakter hunian.

    Memilih kombinasi yang tepat pada warna cat kusen pintu dan jendela bisa memperkuat kesan pertama yang diberikan sebuah rumah. Kombinasi warna cat yang bagus juga bisa meningkatkan estetika pada rumah.

    7 Rekomendasi Kombinasi Warna Cat Kusen Pintu dan Jendela

    Jika sedang mencari kombinasi warna cat kusen pintu dan jendela, kamu bisa melihat rekomendasi ini. Berikut contoh beserta gambarnya


    1. Abu-abu Mutiara-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (John Granen-Better Home & Gardens).png

    Mengutip laman Better Home & Gardens, palet warna yang tenang memunculkan kesan simetri dan menciptakan gaya modern. Cat abu-abu pada pintu dan putih di bagian jendela bisa memberikan kesan yang mewah.

    2. Hijau Sage dan Krem

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Jay Wilde:Better Home & Gardens)

    Dinding berwarna salmon ini bisa dipadukan dengan pintu berwarna hijau sage. Ditambah, jendela berwarna krem menawarkan kombinasi yang tidak mencolok.

    3. Abu-abu Muda-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (John Granen-Better Home & Gardens)

    Warna abu-abu, coklat kemerahan dan putih begitu hangat ketika dipadukan. Dalam gambar ini, warna coklat kemerahan membentuk garis luar jendela dan di sekitar pintu. Sementara warna putih di bingkai jendela memberikan kecerahan pada fasad.

    4. Coklat Muda dan Coklat tua

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Emily Followil/Better Home & Gardens)

    Pada desain ini pintunya dicat warna coklat yang berpadu cantik dengan dinding berwarna salmon. Pada bagian kanan dan kiri terdapat jendela dengan perpaduan warna coklat yang berbeda dan dengan tambahan penutup jendela berwarna hijau.

    5. Biru Kobalt-Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (David Tsay/Better Home & Gardens).png

    Biru kobalt pada bagian pintu berpadu cantik dengan warna putih di dinding dan jendela. Warna birunya membuat pintu masuk tampak mempesona dengan jendela kotak-kotak dengan lis putih.

    6. Coklat-Hijau Ivy

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (Jay Wilde/Better Home & Gardens)

    Warna hijau ivy terlihat serasi dengan dinding hijau zaitun, sehingga berbagai warna hijau berpadu menjadi satu. Sementara, di bagian depan, pintunya menggunakan warna coklat yang netral.

    7. Biru Dongker dan Putih

    Kombinasi warna pintu dan jendelaKombinasi warna pintu dan jendela Foto: (David land: Better Home & Gardens).png

    Dinding bata dan warna biru dongker pada pintu terkesan tradisional namun elegan. Jendelanya diberi warna putih dan penutup yang senada dengan pintu. Warna putihnya juga senada dengan pintu masuk pagar kayu rumah.

    Itulah beberapa rekomendasi warna cat kusen pintu dan jendela yang bisa menambah estetika rumah. Semoga informasi ini menginspirasimu ya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengecat Pintu Rumah Biar Ciamik


    Jakarta

    Mengecat aksen warna-warni adalah cara yang terjangkau dan menyenangkan untuk mempercantik rumah kamu, termasuk bagian pintu. Pintu dengan warna atau desain yang menarik bisa memanjakan mata penghuni maupun tamu rumah.

    Dilansir dari This Old House, Kamis (26/09/2024), panduan untuk kamu memilih warna dan ide aksen kreatif untuk pintu di rumah kamu.

    Pilih Warna yang Tepat

    Pertimbangkan Estetika Ruangan

    Saat memilih warna untuk aksen pintu, pertimbangkan skema warna dan gaya ruangan yang ada. Perhatikan warna dinding, furniture, dan dekorasi untuk memastikan warna yang kamu pilih melengkapi ruangan.


    Jika ruangan kamu memiliki palet netral, aksen pintu yang berani dapat menambahkan warna tanpa membuat ruangan tampak berlebih.

    Pilih Warna Komplementer

    Untuk menciptakan tampilan yang kohesif, pilih warna yang serasi. Kamu dapat menggunakan roda warna untuk menemukan warna yang saling melengkapi atau memilih nuansa yang berbeda dari roda yang sama untuk efek monokromatik.

    Jangan takut bereksperimen dengan kombinasi warna yang tidak terduga untuk menciptakan desain yang unik dan menarik.

    Ide Aksen Pintu Kreatif

    Desain Dua Warna

    beautiful old green front door, coffered, made of wood, with skylightIlustrasi pintu 2 warna Foto: Getty Images/iStockphoto/Gabriele Grassl

    Kamu jangan takut untuk bereksperimen, gunakan desain dua warna yang berbeda, seperti pemblokiran warna horizontal atau vertikal, atau ciptakan efek kusen dengan mengecat tepi luar pintu dengan warna yang kontras.

    Efek Gradasi

    Locked two-toned grey wood paneled entrance to a moss-covered brick building on the outskirts of Hanoi, Vietnam. Ilustrasi pintu warna gradasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Kathryn Wanders

    Menciptakan efek gradasi halus dengan memadukan dua atau lebih corak warna yang sama dari atas ke bawah atau dari samping ke samping pintu. Hal ini akan membuat pintu kamu menjadi lebih menarik dan kreatif.

    Pola Geometris

    Gunakan selotip pelukis untuk membuat pola geometris yang berani, seperti segitiga, chevron, atau berlian untuk tampilan yang modern dan artistik.

    Tambahkan Aksen Metalik

    Tambahkan tekstur atau kilau pada ruangan kamu, pertimbangkan untuk memasukkan aksen metalik ke dalam desain cat kamu. Cat metalik tersedia dalam berbagai corak, seperti emas, perak, perunggu, dan tembaga.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bedanya Cat Interior dan Eksterior? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Seperti yang kamu ketahui, bagian rumah terbagi menjadi dua, yakni bagian dalam dan luar. Saat kamu mau mengecat dinding, cat yang akan dipakai tentu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan lokasinya di luar atau dalam.

    Maka dari itu, ada dua jenis cat yang tersedia di pasaran, yaitu cat interior dan cat eksterior. Apa saja perbedaannya?

    Pengertian Cat Interior dan Cat Eksterior

    Cat Interior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian dalam bangunan, seperti area ruangan kamar, lorong, kamar mandi, dapur, dan lain-lain. Cat ini juga bisa tahan terhadap untuk perubahan suhu dan kelembaban yang tidak begitu ekstrem di dalam ruangan.


    Sementara itu, cat interior dan cat eksterior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian luar bangunan. Ketahanan cat eksterior lebih baik dari cat interior. Cat ini dirancang dapat beradaptasi dengan kondisi alam seperti cuaca dan angin yang cepat berubah

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Untuk dapat memahami perbedaan dan fungsi cat interior dan eksterior, berikut 5 perbedaan kedunya jenis cat mengutip dari Real Milk Paint, Rabu (2/10/2024).

    1. Bahan Dasar

    Untuk kegunaan yang berbeda, tentu bahan dasar yang digunakan tidak sama. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sementara cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Jika kamu memperhatikan dari pilihan warna dan teksturnya, cat interior biasanya memiliki tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Lalu, dari pilihan warna, cat interior jauh lebih banyak dan menarik karena semua warna bisa dapat terlindungi di dalam rumah.

    Kebalikannya, pilihan warna dan tekstur cat eksterior umumnya lebih terbatas. Sebab, ada beberapa warna yang dapat bereaksi dengan cepat apabila menerima panas berlebih atau terlalu lembap.

    Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Kamu mungkin berpikir saat mengecat bagian interior dan eksterior akan sama saja. Nyatanya, cara mengecatnya pun keduanya berbeda.

    Pengecatan bagian interior lebih sederhana dan bisa dilakukan sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sedangkan untuk cat eksterior jauh lebih kompleks. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Alat yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari semprotan, rol khusus, bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Pengecatan di lokasi yang berbeda, tentu pengeringannya tidak akan sama. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering karena tidak ada gangguan seperti hujan atau cuaca dingin. Waktu pengeringan cat interior biasanya sekitar 2 hingga 4 jam saja.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan jauh lebih lama karena harus tahan terutama saat cuaca yang tidak menentu dan lembap. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Untuk harga, cat interior dan cat eksterior tidak begitu jauh. Namun, akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Boleh Asal, Ini 7 Cara Pilih Warna Cat Dinding Rumah yang Tepat


    Jakarta

    Memilih warna cat dinding itu sebenarnya tidak begitu sulit, tetapi tetap tidak boleh sembarangan. Sebab, warna cat dinding dapat mempengaruhi suasana rumah dan mood penghuninya.

    Selain itu, saat memilih warna cat dinding, kamu juga harus mempertimbangkan ketahanannya. Cat untuk dalam ruangan dan luar ruangan berbeda karena ketahanannya juga tidak sama.

    Jangan sampai, kamu sudah membeli banyak cat dengan harga mahal, lalu mengecatnya menghabiskan waktu berjam-jam, berujung tidak puas. Belum lagi, jika memakai cat dinding yang kualitasnya tidak begitu bagus, yang ada justru rumah kamu cepat terlihat kusam dan berjamur.


    Lantas, bagaimana cara memilih warna cat dinding yang sesuai untuk rumah? Mengutip dari HGTV, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

    1. Pilih Warna Cat yang Diinginkan

    Setiap orang pasti memiliki selera masing-masing. Begitu pula saat memilih warna cat dinding, kamu juga perlu menentukan dahulu warna cat apa yang kamu inginkan. Referensinya bisa dari warna kesukaan atau warna yang cocok dengan interior rumah.

    Jika kamu masih bingung, bisa dengan mencoba warna cat baru yang dioleskan ke dinding kecil untuk uji coba. Kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Lihat Arah Pencahayaan di Rumah

    Rumah yang baik sebenarnya adalah ruangan yang memiliki ventilasi dan mendapat cahaya matahari langsung. Namun, ada pula rumah yang hanya beberapa bagian yang terkena sinar matahari.

    Apabila kamu memiliki ruangan yang sering tersorot sinar matahari warna yang digunakan perlu selektif. Sebab, ada beberapa cat yang cepat pudar apabila tersorot matahari dalam jangka waktu yang lama.

    Tipsnya, hindari warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV. Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    3. Hindari Memakai 1 Jenis Warna

    Mungkin kamu berpikir menggunakan 1 jenis warna akan jauh lebih sederhana, minimalis, dan hemat. Namun, saat mengecat dinding rumah sebaiknya kamu menggunakan beberapa jenis warna untuk rumah. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan.

    Sebagai contoh, area kamar tidur dan tempat bermain si kecil menggunakan yang lebih berwarna. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    4. Pakai Bantuan Tabel Lingkaran Warna

    Kamu pernah mendengar tabel lingkaran warna? Ini adalah daftar warna yang disusun dari yang termuda hingga ke warna yang paling gelap. Tabel ini juga bisa memberikan rekomendasi kepada penggunanya untuk menentukan warna kontras yang cocok untuk dipadukan. Dengan begitu kamu bisa tambah yakin untuk menggunakan suatu perpaduan warna.

    5. Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Selain memperhatikan soal pencahayaan di rumah. Hal lain yang dapat merusak cat dinding dengan cepat adalah kelembapan pada dinding. Meskipun dinding tertutupi cat, jamur tetap dapat tumbuh subur di dinding yang lembap. Alhasil kualitas cat dinding akan cepat menurun, terlihat kusam, dan pucat.

    6. Gunakan Cat yang Mengkilap

    Kamu pasti pernah melihat cat yang terlihat mengkilap seperti dilapisi plastik. Ternyata, jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat mengkilap cocok digunakan di dinding luar rumah. Nama cat mengkilap ini adalah cat lateks akrilik yang berbahan dasar minyak.

    7. Gunakan Cat Primer

    Saat kamu hendak mengecat dinding, sebenarnya kamu perlu melapisi dinding beberapa kali agar ketahanan catnya bagus. Salah satunya dengan menggunakan cat primer atau cat dasar. Biasanya cat ini berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    Itulah beberapa cara memilih warna cat dinding yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com