Tag: cat

  • Cara Mengecat Dinding Rumah Tanpa Berantakan, Cocok untuk Pemula!


    Jakarta

    Mengecat tembok termasuk pekerjaan yang mudah, terutama jika dindingnya tidak begitu luas. Siapa saja bisa mengecat dinding asal mengetahui teknik dan tahapannya.

    Teknik yang perlu diketahui termasuk dalam persiapan sebelum mengecat. Sebab, cat dinding bisa menetes dan menempel di berbagai benda. Apabila tidak ada persiapan, cat tersebut bisa mengotori lantai, pakaian, hingga area yang seharusnya bersih.

    Kemudian, baru masuk ke tahapan pengecatan. Apabila tidak memakai cat putih, menurut kontraktor Wildan, dinding cukup dicat dengan 3 lapisan. Lapisan pertama adalah cat dasar atau primer. Lalu setelah ditunggu 1-2 jam sampai kering, lanjut ke cat bagian atas atau disebut dengan top coat. Lapisan atas minimal terdiri dari 2 lapis agar warnanya terlihat. Apabila memakai warna cat putih harus lebih dari 3 lapisan. Setiap lapisan harus ditunggu sekitar 1-2 jam sampai kering baru dilapisi dengan lapisan cat baru.


    Tips Mengecat Anti Berantakan

    Dilansir Real Simple, berikut beberapa cara agar pengecatan menjadi mudah dan terhindar dari kekacauan.

    1. Gunakan Lakban Pelukis untuk Melindungi Area yang Bersih

    Lakban pelukis merupakan alat perekat yang tidak akan merusak permukaan karena daya eratnya masih memungkinkan untuk dilepas lagi dan batas dasar bagian luar dari kertas.

    Fungsi lakban pelukis adalah untuk melindungi area yang tidak perlu dicat. Setelah pengecatan selesai, lakban tersebut bisa dilepas. Kelebihannya tidak ada cat yang menempel pada lakban tersebut.

    Kegunaan lainnya dari lakban pelukis adalah sebagai corong kaleng cat. Jadi ketika menuangkan cat ke wadahnya tidak akan tumpah. Biasanya lakban tersebut ditempel pada bagian atas cat hingga berbentuk V sehingga cat akan keluar mengikuti sudut terkecil dari V tersebut.

    Cara membuat corong tersebut adalah dengan menyobek dua lembar selotip berukuran delapan inci dan tempelkan secara diagonal di bibir kaleng dalam bentuk V. Sobek lembar ketiga, sekitar 20 cm panjangnya dan letakkan di titik V. Corong akan menghasilkan tuangan yang rapi dan stabil.

    Lakban pelukis juga bisa digunakan untuk memperhalus permukaan rol cat. Cara ini bisa digunakan pada saat mengecat dinding bertekstur, kamu memerlukan rol dengan serat yang tinggi, yakni serat halus. Serat yang lebih panjang akan masuk ke semua sudut dan celah, sehingga kamu dapat mengecat dengan merata.

    3. Gunakan Karet Gelang untuk Menggosok Kuas

    Untuk perbaikan cepat atau pekerjaan yang memerlukan kuas kecil, karet gelang elastis bisa menjadi solusi terbaik kamu. Aduk cat dan geser karet gelang dengan hati-hati di sekeliling kaleng, rentangkan di sepanjang bukaan.

    Dengan cara ini, kamu dapat mencelupkan kuas ke dalam kaleng dan mengusapkannya ke karet gelang untuk menghilangkan cat berlebih. Tempat penyerap sementara ini akan menjaga tepi kaleng tetap bersih, sehingga mudah untuk menutupnya kembali.

    4. Gunakan Kaleng Makanan untuk Menyimpan Rol

    Saat mengecat, rol cat atau kuas tidak dipegang setiap saat. Rol tersebut juga tidak bisa diletakkan di lantai atau di wadah cat. Rol cat harus diletakkan di tempat sendiri yang kering. Caranya bisa dengan memakai kaleng kosong. Kaleng ini bisa diubah menjadi wadah penyimpanan kuas rol.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ruangan Lembap Bikin Cat Dinding Terkelupas, Begini Cara Mudah Perbaikinya



    Jakarta

    Cat dinding dapat mempengaruhi keindahan sebuah rumah. Kondisi cat yang mulus beserta warna yang tepat bisa membuat rumah terlihat estetik.

    Berbeda halnya kalau cat dinding terkelupas, rumah dapat terkesan kotor dan usang. Kalau seperti ini, penghuni perlu mengecat ulang dinding.

    Namun, apa yang menyebabkan cat dinding mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Cat Dinding Terkelupas

    Inilah beberapa faktor yang dapat membuat cat dinding mengelupas.

    1. Ruangan Lembap

    Dilansir dari Homes and Gardens, tukang cat profesional, Andre Kazimierski menjelaskan, salah satu penyebab cat mengelupas adalah ruangan yang terlalu lembap. Kelembapan dapat merusak cat secara perlahan.

    “Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembap seperti dapur dan kamar mandi,” ujar Kazimierski dikutip dari Homes and Gardens, Minggu (13/7/2025).

    2. Cat Tidak Menempel pada Dinding

    Kemudian, biasanya cat terkelupas karena tidak menempel pada dinding dengan benar. Kondisi tersebut bisa terjadi sejak awal pengecatan tembok.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” katanya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok Terkelupas

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan, mengecat ulang tembok rumah mungkin terkesan mudah. Namun, sebenarnya teknik mengecat yang kurang tepat membuat cat cepat mengelupas. Berikut ini cara mengecat ulang cat yang terkelupas.

    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Pertama, bersihkan dinding dari sisa cat yang mengelupas agar permukaan halus. Penghuni rumah bisa membersihkan cat menggunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Dinding yang Kasar

    Penghuni rumah bisa mengamplas dinding untuk mendapat permukaan yang halus. Bersihkan dinding menggunakan air hangat dan sabun, lalu biarkan mengering.

    3. Oleskan Primer Berkualitas

    Selanjutnya, oleskan cat dasar atau primer berkualitas sebelum mengecat tembok. Langkah ini membuat permukaan dinding lebih halus dan menghalangi jamur dan kelembapan.

    4. Cat Ulang Dinding yang Terkelupas

    Terakhir, cat ulang dinding menggunakan warna dan merek cat yang sudah ada pada tembok. Hal ini bermaksud agar warna cat baru tetap sama dengan yang sudah ada.

    Itulah langkah-langkah untuk memperbaiki cat dinding yang mengelupas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Lembap dan Mengelupas Beserta Penyebabnya


    Jakarta

    Cat dinding di rumah bisa berubah dari waktu ke waktu. Faktornya bukan hanya karena lama pemakaian, tetapi bisa karena faktor lain.

    Masalah yang paling sering ditemui pada dinding adalah cat mengelupas dan dinding terasa lembap.

    Dilansir laman Home Building and Renovating, ada beberapa penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.


    1. Perubahan Suhu Ekstrim

    Dinding lembab disebabkan karena suhu. Ketika dinding lembap, cat tembok akan dengan mudah bereaksi, seperti mengelupas, menggelembung, hingga berkerut.
    Salah satu solusinya adalah cat yang terpasang harus tepat yakni dipasang cat dasar dahulu. Baru setelah itu cat atas atau top coat.

    2. Kondensasi

    Bukan hanya lembap, saat udara kering dan panas dapat memberikan efek pada dinding. Hal ini dinamakan kondensasi pada dinding. Kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    3. Masalah Garam Alkali

    Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya banyak masalah pada kualitas cat dinding disebabkan karena penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar. Hal ini menyebabkan cat tidak erat menempel pada dinding.

    4. Dinding Retak

    Dinding yang retak masalahnya ada pada kualitas plesteran dan acian. Celah pada permukaan dapat berpengaruh pada kualitas cat tersebut. Seiring waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan halus hingga retak lebar.

    Retakan ini menjadi celah kelembapan masuk ke dinding dan merusak cat dinding. Apabila retaknya lumayan besar air bisa masuk ke dinding dan menyebabkan dinding lembap.

    Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

    Menurut kontraktor Wildan, apabila dinding lembap dan cat mengelupas solusinya adalah dengan diperbaiki dari awal.

    1. Lepas Semua Cat

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat lama, baik yang masih menempel dan yang sudah mengelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang bersih dan cat dinding yang baru bisa menempel sempurna pada dinding tersebut.

    Cara membersihkan tembok bisa menggunakan alat pengikis atau disebut dengan kape. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Sumber Retakan

    Dinding yang lembap dan cat mengelupas perlu diperbaiki retak-retak yang menjadi celah udara dan kelembapan masuk. Mengampelas kembali seluruh dinding tentu menghabiskan biaya dan waktu yang banyak. Jadi lebih baik cari dahulu titik-titik yang perlu ditutup kembali.

    Wildan menyarankan cara mencegah cat dinding retak atau berkerut adalah dengan diplamir. Plamir adalah proses untuk menutup pori-pori dinding sehingga halus dan mudah dilapisi cat.

    “Kalau retak itu caranya diplamir ulang, plamir itu materal buat nutup lubang,” ungkap Wildan kepada detikcom, Rabu (9/7/2025).

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding diplamir, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer untuk mencegah adanya pengkristalan garam alkali. Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    4. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Setelah cat dasar kering, cat bagian permukaannya atau topcoat. Minimal bagian topcoat dicat dua kali. Namun, untuk cat putih perlu lebih dari 3 lapisan. Masing-masing lapisan harus ditunggu minimal 2 jam hingga kering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Warna Cat Dinding Cepat Pudar Akibat Sinar Matahari


    Jakarta

    Warna cat dinding yang pudar membuat rumah terlihat kurang estetik. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari.

    Sinar UV dari matahari membuat cat memudar, baik di eksterior maupun di interior rumah. Kemungkinan besar, cat eksterior rumah akan memudar lebih cepat daripada cat interior.

    Nah, ada cara untuk mencegah warna cat dinding cepat pudar akibat sinar matahari. Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mencegah Warna Cat Dinding Pudar

    Inilah cara membuat warna cat dinding tahan lama meski terpapar sinar matahari, dikutip dari A New Leaf Painting.

    1. Pilih Cat yang Berkilau

    Cat dengan finish berkilau biasanya lebih tahan lama daripada yang matte. Sebaiknya pilih cat dengan finish semi-glossy atau satin karena dapat memantulkan sinar matahari, sehingga mempertahankan warna aslinya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Pilihlah cat dengan kualitas terbaik yang bisa dijangkau harganya. Cat yang berkualitas terbuat dari bahan yang lebih berkualitas. Bahkan, cat yang lebih mahal dirancang agar lebih tahan terhadap sinar UV, sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Sinar matahari baik untuk menerangi rumah, tapi sebaiknya batasi paparannya. Batasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Cat dinding eksterior sering terpapar sinar matahari. Untuk itu, pemilik harus cermat memilih warna yang tidak cepat pudar. Biasanya warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Sebaiknya mengecat dinding berlapis-lapis agar warnanya tahan lama. Sebab, cat yang sedikit lebih tebal lebih sulit pudar. Pemilik rumah tidak perlu berlebihan dan menggunakan banyak cat, cukup mengecat dua atau tiga lapis untuk mencegah cat pudar.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Jamur Dinding di Area Belakang Lemari


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap ditemui di rumah adalah muncul noda jamur di sudut-sudut rumah. Keberadaan jamur terutama jamur hitam atau black mold tidak hanya merusak penampilan rumah, melainkan dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah.

    Salah satu lokasi yang kerap ditemui jamur hitam atau black mold adalah di belakang lemari. Hal ini dikarenakan area belakang lemari jarang terkena sinar matahari. Menurut arsitek Denny Setiawan, sinar matahari merupakan anti bakteri terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan sumber penyakit di rumah.

    Ketika suatu tempat tidak terpapar sinar matahari selama berturut-turut yang terjadi adalah meningkatnya kelembapan. Area tersebut menjadi tempat yang pas untuk berkembangnya jamur. Tanda dinding sudah ditumbuhi jamur adalah muncul noda kehitaman, putih, coklat, atau warna lainnya yang berbeda dari warna cat dinding.


    Apabila terjadi demikian, jamur harus segera dimusnahkan. Caranya menurut kontraktor Wildan dengan cara pengecatan ulang.

    “Solusi buat dinding jamuran atau biasanya disebut black mold itu harus dibasmi daerah yang terdampaknya. Kalau mau yang solusinya permanen perlu di cat ulang,” kata Wildan kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Cara Mengecat Ulang Dinding yang Berjamur

    1. Dikupas

    Dinding yang sudah berjamur, cat dindingnya harus dilepas hingga bersih sebelum dicat ulang. Cat dinding yang berjamur harus diperbaiki dari lapisan terbawah, bukan hanya menimpa dengan lapisan baru.

    2. Lakukan Pengacian Ulang

    Setelah seluruh cat dinding lama dibersihkan, bagian lapisan aci juga harus diperbaiki. Tutup celah-celah tempat kelembapan masuk. Wildan menyarankan untuk melapisi juga dengan waterpoof wall agar air dan kelembapan tidak bisa menembus dinding.

    3. Cat Primer atau Cat Dasar

    Cat primer adalah lapisan paling awal dari cat dinding. Peran cat primer adalah untuk mencegah terjadi pengkristalan garam alkali.

    Sebagai informasi, pengkristalan atau penggumpalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Lapisan cat primer cukup dilapisi 1 kali. Tunggu kering sekitar 1-2 jam. Biasanya cat primer berwarna putih untuk area interior. Namun, untuk eksterior ada yang berwarna abu-abu.

    4. Lapisan Top Coat

    Apabila lapisan cat primer sudah kering, dinding bisa dilapisi dengan cat biasa atau disebut dengan top coat. Cat ini banyak warnanya, bisa disesuaikan dengan keinginan.

    Proses pengecatan top coat membutuhkan 2 kali lapisan. Setiap lapisan perlu ditunggu 1-2 jam hingga kering. Untuk cat warna putih butuh lebih dari 3 lapisan agar warnanya keluar dan tidak belang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lapisan Cat yang Menggelembung Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan sering membawa masalah baru bagi rumah, salah satunya cat dinding yang menggelembung. Gelembung cat ini biasanya berisi udara atau air, dan jika tidak ditangani dengan benar bisa merusak tampilan bahkan struktur permukaan dinding rumah.

    Lapisan cat yang menggelembung bisa muncul dalam ukuran kecil maupun besar, dan sering kali jadi tanda bahwa ada masalah serius pada tembok-khususnya soal kelembapan.

    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux), Rahman Wijaya menjelaskan, penyebab utama cat menggelembung saat musim hujan adalah munculnya penggumpalan garam alkali (efflorescence). Gejala ini ditandai dengan keluarnya serbuk putih mirip kapur dari permukaan dinding beton atau bata.


    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal,” kata Rahman kepada detikcom saat ditemui di IndoBuildTech Expo 2025, ICE BSD City, Jumat (4/7/2025) lalu.

    Efflorescence ini muncul akibat garam dari bahan semen, bata, atau mortar yang terdorong keluar oleh kelembapan. Jika langsung ditimpa cat tanpa perlakuan khusus, gelembung bisa muncul kembali bahkan setelah cat baru diaplikasikan.

    Langkah Mengatasi Cat yang Terlanjur Menggelembung

    Jika cat dinding rumah sudah terlanjur menggelembung, jangan langsung ditimpa dengan cat baru. Berikut langkah yang disarankan:

    Kerok cat lama

    Gunakan alat seperti kape untuk mengikis seluruh cat lama hingga bersih. Jangan sisakan bagian yang mengelupas agar tidak mengganggu daya lekat cat baru.

    Pastikan permukaan kering dan tidak lembap

    Dinding yang masih basah bisa membuat masalah kembali muncul. Tunggu hingga benar-benar kering sebelum melanjutkan proses pengecatan.

    Gunakan cat dasar dengan anti alkali

    Pilih cat dasar (primer) yang memiliki kandungan alkali killer. Produk ini biasanya berbahan solvent dan efektif mengunci garam agar tidak keluar ke permukaan.

    Lapisi dengan cat luar (top coat)

    Setelah cat dasar mengering, aplikasikan cat luar minimal 2 lapis agar hasilnya maksimal dan warnanya lebih rata.

    Tips Mencegah Cat Menggelembung di Musim Hujan

    • Pilih lokasi pengecatan yang tidak terkena tampias air hujan langsung.
    • Gunakan bahan bangunan berkualitas untuk mencegah rembesan air dari dalam dinding.
    • Pastikan tembok benar-benar kering sebelum proses pengecatan.
    • Hindari mengecat saat cuaca terlalu lembap atau sedang hujan.

    Dengan perawatan dan proses pengecatan yang benar, dinding rumah tetap awet dan tampil menawan meski musim hujan datang. Jangan abaikan tanda-tanda seperti cat mengelupas atau menggelembung-karena bisa jadi itu awal dari masalah struktural dinding.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Atasi Lembap di Dinding Samping Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah yang lembap bukan cuma bikin tampilan jadi kusam, tapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Mulai dari cat yang mengelupas, jamur, hingga potensi penyakit akibat udara lembap yang tidak sehat.

    Masalah ini kerap terjadi di bagian dinding samping rumah yang langsung terpapar hujan, panas, atau kelembapan tanah. Kalau dibiarkan terlalu lama, dinding bisa rusak dan biaya perbaikannya pun jadi membengkak.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi dinding lembap, terutama di area samping rumah? Simak 3 langkah berikut, dilansir dari Home Building and Renovating dan New Line Painting.


    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan cat yang sudah terkelupas. Tujuannya agar permukaan dinding kembali rata dan tidak menumpuk jamur atau kotoran.

    Gunakan alat pengikis cat untuk membersihkan bagian yang rusak. Jika ada noda membandel seperti minyak atau lumut, bersihkan terlebih dulu dengan air sabun dan lap bersih. Permukaan yang bersih akan memudahkan proses perbaikan berikutnya.

    2. Cek Sumber Kelembapan

    Setelah dinding dibersihkan, kamu perlu cari tahu penyebab utama kelembapannya. Apakah karena rembesan air hujan, pipa bocor, atau ada retakan kecil di dinding yang membuat air meresap dari luar?

    Retakan halus atau lebar bisa menjadi jalan masuk air yang membuat tembok lembap dari dalam. Di sisi lain, pipa air yang bocor juga sering jadi penyebab yang tak terlihat. Kalau sumber masalahnya tidak diatasi, dinding akan terus-menerus lembap meski sudah dicat ulang berkali-kali.

    3. Gunakan Cat Dasar dan Cat Ulang

    Setelah memastikan dinding kering dan bebas dari masalah struktural, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar (primer). Pilih primer yang khusus untuk area lembap agar bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap jamur dan rembesan air.

    Setelah itu, cat ulang tembok menggunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang tahan cuaca. Untuk dinding luar rumah, penting memilih cat yang punya ketahanan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda Ini Jangan Pernah Dicoba untuk Dicat, Ada yang Bisa Terbakar!


    Jakarta

    Mengecat barang-barang yang terlihat usang merupakan salah satu alternatif untuk mengubah tampilannya agar seperti baru kembali. Namun, cara ini tidak cocok untuk semua benda.

    Hal ini dikarenakan hasilnya akan jauh dari yang dibayangkan dan pada beberapa benda justru bisa memicu bahaya.

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    1. Benda dari Logam

    Bahan logam memiliki sifat mudah mengalami korosi. Contoh benda logam yang biasa ada di rumah adalah keran air, engsel jendela dan pintu, dan rak.

    Hampir semula produk logam saat ini sudah memiliki tampilan yang menarik karena dicat. Namun, jika penghuni rumah ingin mengecat ulang karena cat lama terlihat usang atau rusak, sebaiknya jangan dilakukan.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Apabila benar-benar ingin mengubah warna atau tampilan logam di rumah, gunakan cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Sebelum dicat ulang, sebaiknya hapus cat lama agar lapisan baru bisa menempel dengan erat.

    2. Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Selanjutnya barang di rumah yang sebaiknya tidak dicat sembarangan adalah perangkat elektronik. Benda satu ini juga memiliki kandungan logam pada beberapa bagian komponennya. Lalu, konsumen biasanya tidak mengetahui komponen apa saja yang ada pada perangkat tersebut.

    Apabila gegabah mengecat perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, blender, alat penyedot debu, dan lainnya, justru dapat menimbulkan memicu kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Kami (14/8/2025).

    3. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Trim ini menutupi pertemuan sudut antara dinding dengan plafon serta dinding dengan lantai. Bentuknya siku-siku. Trim kayu banyak digunakan pada rumah zaman dahulu karena terlihat rapi apabila yang semua interiornya berbahan kayu.

    Sebagai bahan alami, tentu perubahan warna dan bentuk mudah terjadi pada kayu. Beberapa orang ada yang berinisitif untuk mengecat ulang agar tampilannya kembali baru. Namun, mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya.

    Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    4. Lantai Kayu

    Sama seperti trim kayu sebelumnya, material kayu juga sebaiknya tidak dicat ulang. Sebab, dapat mempengaruhi tampilan kayu, seperti menutup serat kayu.

    5. Keramik Lantai

    Selain lantai dari kayu, keramik lantai juga tidak bagus jika dicat ulang. Keramik saat ini sudah memiliki beragam tampilan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari yang permukaannya mengkilat, kesat, hingga seperti bebatuan pun ada.

    Mengecat permukaan keramik hanya membuat tampilannya bagus sesaat. Cat akan mudah terkikis karena tidak menempel dengan erat pada permukaan keramik. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Itulah deretan benda yang tidak boleh dicat. Semoga bermanfaat.

    Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.
    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dicat agar hunian terlihat lebih berwarna dan estetis. Akan tetapi, dinding rumah bisa saja mengalami kelembapan tinggi sehingga interior rumah terlihat kusam.

    Jika dinding rumah sudah lembap, maka cat yang menempel di tembok dapat terkelupas. Lalu, muncul seperti benjolan dari dalam dinding yang membuat interior rumah jadi terlihat jelek.

    Untuk mencegah hal tersebut, detikers perlu tahu apa saja penyebab cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Cat Dinding Lembap dan Mengelupas

    Ada sejumlah penyebab cat dinding rumah mengalami lembap hingga mengelupas. Dilansir situs Home Building and Renovating, berikut penyebabnya:

    1. Kondensasi

    Faktor utama cat dinding lembap dan mengelupas karena mengalami kondensasi. Perlu diketahui, kondensasi bisa terjadi ketika udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Saat udara mendadak dingin secara cepat maka memicu terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya akan menjadi lembap.

    Jika kondensasi ini terus dibiarkan bisa menyebabkan masalah lain yang lebih parah, seperti cat dinding mengelupas dan muncul jamur hitam (black mold) di dinding hingga langit-langit rumah.

    2. Dinding Retak

    Adanya dinding retak di rumah juga bisa menjadi penyebabnya. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Kondisi itu membuat kelembapan dapat masuk ke dinding lewat celah retakan. Lalu, air yang masuk ke dalam dinding tidak bisa keluar lagi, sehingga menyebabkan bercak lembap di dinding bagian dalam.

    3. Ada Pipa Air yang Bermasalah

    Faktor lainnya disebabkan oleh masalah pada sejumlah pipa air rumah yang bocor. Terkadang, beberapa penghuni rumah menganggap sepele masalah ini karena air yang menetes dalam jumlah kecil.

    Padahal, jika pipa bocor didiamkan selama berbulan-bulan bisa menimbulkan masalah besar, salah satunya dinding menjadi lembap. Soalnya, tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai dinding bisa memicu kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    Dalam jangka waktu lama, kelembapan pada dinding akibat pipa air bocor dapat merusak struktur rumah. Kondisi itu menyebabkan korosi pada material bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen.

    4. Perubahan Suhu Ekstrem

    Perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem juga bisa memicu kelembapan pada cat dinding hingga akhirnya mengelupas. Ketika suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin bisa menyebabkan cat dinding rusak. Alhasil, cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Demikian empat penyebab cat dinding rumah mengalami lembap dan mengelupas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Atasi Cat Dinding Rumah yang Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah bisa mengalami lembap karena adanya retakan halus, pipa air bocor, atau kondensasi. Jika masalah ini tidak segera diatasi, cat dinding bisa rusak dan akhirnya terkelupas karena kelembapan yang tinggi.

    Sayangnya, tidak semua pemilik rumah tahu bagaimana cara mengatasi cat dinding yang lembap dan mengelupas. Jika salah prosedur malah bisa membuat dinding semakin rusak.

    Ingin tahu cara mudah mengatasi cat dinding yang mengelupas karena lembap? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas

    Kalau cat dinding rumah sudah lembap, sebaiknya segera diatasi sebelum kondisinya semakin parah. Dikutip dari New Line Painting, berikut cara mengatasi dinding lembap dan cat mengelupas:

    1. Bersihkan Dinding dari Cat yang Mengelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan cat dinding yang mengelupas dengan cara mengikisnya. Cara ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Untuk membersihkan cat dinding yang terkelupas dapat menggunakan alat pengikis khusus. Apabila ada noda atau minyak yang menempel, sebaiknya dibersihkan dulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Tahu Masalahnya

    Setelah mengikis seluruh cat dinding, kini saatnya mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang memicu dinding menjadi lembab, cat mengelupas, dan terdapat noda hitam (black mold).

    Cek juga seluruh permukaan dinding secara teliti untuk melihat apakah ada retakan halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan sesuai masalah yang terjadi.

    3. Amplas Dinding

    Lakukan pengamplasan pada dinding secara perlahan agar permukaan tembok rumah kembali halus. Langkah ini dilakukan jika terdapat retakan halus pada dinding hunian.

    4. Gunakan Cat Primer Berkualitas

    Usai dinding diamplas sampai halus, langkah berikutnya adalah mengecat ulang dinding dengan cat dasar atau primer. Sebaiknya menggunakan cat dasar yang berkualitas agar tahan lama dan hasilnya baik.

    Penggunaan cat dasar dapat meminimalisir cat dinding mengelupas yang disebabkan oleh suhu lembap atau jamur. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Mengecat Ulang Dinding

    Usai melapiskan cat primer pada dinding, langkah terakhir adalah mengecat ulang seluruh tembok sesuai dengan warna keinginan. Pastikan kamu menggunakan merek cat yang berkualitas tinggi agar memberikan proteksi terbaik sekaligus tahan lama.

    Demikian lima cara mudah mengatasi cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com