Tag: catat

  • Catat! Ini Syarat dan Skema Beli Rumah Subsidi


    Jakarta

    Membeli rumah subsidi bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan hunian dengan harga yang terjangkau. Rumah subsidi ini tersedia di semua provinsi di Indonesia.

    Nah, untuk bisa membeli rumah subsidi ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Salah satunya adalah syarat pembeli rumah subsidi.

    Berikut ini adalah syarat membeli rumah subsidi.


    Syarat Beli Rumah Subsidi

    – Belum memiliki rumah.

    – Merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    perbedaan batas maksimal gaji MBR yang bisa beli rumah subsidiperbedaan batas maksimal gaji MBR yang bisa beli rumah subsidi Foto: Tangkapan layar

    – Tercatat sebagai penduduk pada 1 daerah (KTP). Untuk membeli rumah subsidi, masyarakat tidak harus membelinya sesuai dengan domisili yang tercatat di KTP. Misalnya, A merupakan warga asli Kabupaten Magelang, ia tidak wajib membeli rumah di sana tetapi bisa di daerah lain, contohnya di Kabupaten Bandung.

    – Belum pernah menerima bantuan subsidi di bidang perumahan.

    – Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap.

    Skema Beli Rumah Subsidi

    Apabila syarat sudah dipenuhi, beli rumah subsidi sudah bisa dilakukan. Berikut ini skema pembelian rumah subsidi.

    – Download SiKasep atau Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan di Google PlayStore
    – Isi data-data yang diperlukan seperti nama lengkap, nomor KTP, nomor NPWP, penghasilan per bulan, dan nomor hp
    – Pilih lokasi rumah
    – Subsidi checking yaitu pengecekan oleh perbankan apakah seseorang sesuai kriteria yang bisa mendapatkan rumah subsidi
    – Data ditindaklanjuti oleh bank yang dipilih

    Saat membeli rumah subsidi, ada beberapa keuntungan yang didapatkan. Pertama, minimal uang muka hanya 1% dari harga rumah. Misalnya, harga rumah Rp 185 juta, maka uang muka yang harus dibayarkan sekitar Rp 1,8 juta saja.

    Kedua, tenor yang panjang yaitu maksimal 20 tahun. Ketiga, bunga yang dibayarkan flat 5% hingga cicilan lunas.

    “Dan kalau misalnya mau dilunasin, sampai sebelum 20 tahun atau kita mau ngambil tenor 5 tahun juga itu bisa. Jadi si suku bunganya ini tidak kita ratakan sampai lunas, tapi kita berhenti pada saat kita melunasinya saja. Jadi seandainya nih kita ambil (cicilan) 20 (tahun), pas 5 tahun kita punya rezeki nomplok, dilunasin. Udah, clear. Berarti suku bunganya cuma sampai disitu aja berhentinya,” kata Asisten Manager Pemasaran Pembiayaan Tapera BP Tapera Reddi Rahmadilaga saat sosialisasi rumah subsidi untuk pekerja media di Gedung Trans TV, Selasa (8/7/2025).

    Keuntungan keempat, pembelian rumah subsidi sudah termasuk asuransi jiwa dan kebakaran. Reddi mengatakan, adanya asuransi tersebut, terutama asuransi jiwa, memungkinkan apabila pembeli rumah subsidi meninggal dunia maka cicilan tidak dibebankan kepada ahli waris.

    “Kalau misalnya seandainya rumah itu kebakaran bisa diganti, dan yang meninggal dunia itu tidak dibebankan ke ahli waris (cicilan rumahnya). Jadi memang sudah dilunaskan,” jelasnya.

    Reddi menambahkan apabila masyarakat ingin membeli rumah subsidi tidak perlu menjadi anggota tabungan perumahan rakyat (Tapera). Masyarakat bisa langsung membelinya melalui SiKasep.

    “Jadi memang kalau misalnya mau daftar itu langsung aja. Tadi download yang namanya SiKasep, tinggal isi data dirinya dan itu akan langsung diproses. Jadi nggak harus jadi peserta Tapera dulu. Kalau peserta Tapera itu khusus untuk yang PNS,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Catat Ya! Begini 7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bebas Nyamuk



    Jakarta

    Salah satu hewan yang kerap dijumpai di rumah adalah nyamuk. Hewan kecil ini selalu mendapat celah untuk dapat masuk ke dalam rumah. Pada saat musimnya tiba, di mana banyak orang merasa rumah mereka banyak nyamuk, hewan ini dapat berhari-hari bahkan lebih dari satu bulan mengganggu penghuni rumah. Sebelum kamu jadi rumah berikutnya yang akan dikerumuni nyamuk, kamu harus mencegah terlebih dahulu. Lantas, bagaimana caranya?

    Sebelum itu, kamu harus tau alasan nyamuk sering ditemukan di rumah biasanya dikarenakan mereka mendeteksi karbondioksida dan panas dari tubuh seseorang. Kemudian, jika mereka melihat banyak genangan di rumah sehingga mereka berkumpul di sana untuk berkembang biak.

    Setelah kamu mengetahui 2 hal tersebut, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut yang efektif mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.


    1. Pasang Kasa Jendela

    Kasa jendela adalah lapisan yang dapat menutupi akses binatang kecil masuk ke rumah. Namun, kasa jendela ini masih dapat dilalui oleh angin sehingga tidak membuat rumah panas. Maka dari itu, memasang kasa jendela cukup efektif mencegah nyamuk masuk ke rumah.

    2. Letakkan Pengusir Nyamuk Elektrik

    Nyamuk cukup peka terhadap aroma. Kamu bisa menggunakan cara instan yakni menggunakan pengusir nyamuk elektrik yang otomatis bisa menguarkan aroma, panas dan cahaya ultraviolet yang menarik nyamuk. Kemudian, lama-kelamaan mematikan mereka saat mereka mendekat.

    3. Memakai Warna Cat Dinding yang Tidak Disukai Nyamuk

    Agar nyamuk tidak tertarik mendekat, kamu bisa mengubah warna cat rumah dengan warna-warna seperti hijau, biru, putih, dan ungu. Sebab, warna-warna tersebut menghasilkan cahaya yang terang dan memudarkan karbondioksida yang dikeluarkan manusia.

    4. Hindari Air Tergenang:

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya tidak ada genangan air di rumah agar nyamuk tidak ada kesempatan untuk berkembang biak. Biasanya genangan air ini banyak ditemukan di kamar mandi, dapur, dan halaman depan. Namun, tempat-tempat seperti vas bunga dan dekat pot bunga juga bisa jadi sarang nyamuk.

    5. Gunakan Kelambu di Tempat Tidur:

    Bagi kamu yang sudah terganggu tidurnya karena suara nyamuk di telinga, kamu bisa menggunakan kelambu. Cara kerjanya sama dengan kasa jendela yakni hewan tidak dapat masuk tetapi udara masih dapat mengalir ke dalam dan ke luar.

    6. Bersihkan Area yang Jarang Digunakan

    Nyamuk sering bersembunyi di tempat-tempat gelap dan lembap seperti lemari atau laci. Pastikan untuk membersihkan dan mengorganisir area ini secara teratur sehingga nyamuk tidak memiliki tempat persembunyian.

    7. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Nyamuk

    Jika kamu tidak ingin menggunakan aroma yang bercampur dengan bahan kimia, kamu bisa menggunakan tanaman yang memang aromanya tidak disukai nyamuk yakni serai, lavender, bawang putih, hingga seledri.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Begini Panduan dan Perawatan Stabilizer yang Benar



    Jakarta

    Stabilizer kerap digunakan untuk menyiasati tegangan listrik yang tidak seimbang. Alat ini juga dapat melindungi perangkat elektronik dari kerusakan karena tegangan listrik yang tidak stabil.

    Pemasangan stabilizer perlu dilkukan oleh orang yang ahli. Jika tidak, stabilizer dapat menimbulkan api karena aliran listrik kacau. Ada beberapa kejadian, pemasangan stabilizer yang salah justru menimbulkan listrik di rumah mati hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan sebelum memasang stabilizer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah pastikan tegangan di rumah lebih besar dari daya stabilizer yang akan terpasang.


    “Dia itu ada kapasitor yang bisa bekerja di atas 190 Volt, (sekitar) di 200 Volt, di 220 Volt,” kata Yudhi saat dihubungi detikProperti pada Jumat (18/10/2024).

    Kemudian, pastikan stabilizer yang digunakan merupakan produk yang berkualitas dan telah berstandar SNI. Apabila ingin menaikkan tegangan listrik di rumah, pastikan kabel yang terpasang di rumah juga ikut disesuaikan.

    “Saat pemasangan, pastikan juga kabel tersebut sudah sesuai standar dengan arus yang akan dihantarkan. Misalkan daya 2.200, kabel itu harus sesuai juga. Setelah itu kita pastikan juga produk stabilizernya apa, apakah sudah SNI,” ujarnya.

    Kamu juga perlu memastikan kabel yang terpasang sudah kencang, dalam keadaan tertutup, dan disimpan dengan rapih.

    “Dari pemasangan, pemasangan pengawatan yang terpasang dipasang oleh instalatir. (yang menyebabkan stabilizer rusak) kabelnya bisa kurang kencang dan masih menggunakan isolasi terbuka, nah itu kan tidak boleh,” tambahnya.

    Apabila dari pemasangannya sudah tepat, bisa dipastikan stabilizer dapat bekerja dengan optimal dan aman. Namun kamu juga tetap mengawasi dan merawat alat tersebut agar tahan lama. Berikut beberapa hal yang harus diterapkan.

    1. Letakkan stabilizer di tempat yang kering, terhindar dari air dan area basah.

    2. ⁠Gunakan kabel penyaluaran stabilizer yang telah berstandar untuk beban listrik. Hal ini untuk mencegah kerusakan stabilizer akibat korsleting atau over heating.

    3. ⁠Pengecekan secara berkala dan menjaga kebersihannya. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada kabel, soket, atau kemungkinan ada binatang yang bersarang di dalam stabilizier.

    4. ⁠Matikan stabilizer jika tidak digunakan dan saat keluar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Pagar Rumah? Ini 10 Hal yang Penting Diperhatikan


    Jakarta

    Pagar termasuk elemen penting pada sebuah rumah. Selain menawarkan keamanan dan meningkatkan privasi penghuni rumah, pagar mampu mempercantik tampilan hunian.

    Namun sebelum membangun pagar, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini supaya pagar yang dipasang kokoh tahan lama dan proyek pembangunan pagar tidak mengganggu tetangga. Lantas, apa saja yang mesti diperhatikan?

    Tips Sebelum Membangun Pagar Rumah

    Dilansir Better Homes & Gardens dan MasterClass, berikut sederet hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang pagar rumah:


    1. Tentukan Tujuan Pasang Pagar

    Sebelumnya, pastikan tahu tujuan membangun pagar lebih dulu. Jika ingin memasangnya supaya rumah aman dan privasi terjaga, maka pagar dapat dibuat tinggi dan kokoh agar tidak mudah dibobol.

    2. Ketahui Batas Properti

    Detikers harus tahu batas properti yang dimiliki di bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Hal ini untuk memastikan pagar dibangun dalam lingkup tanah sendiri, bukan di area milik orang lain.

    3. Ukur Area Pagar

    Setelah tahu batas ujung propertinya, tetapkan ukuran dan di mana pagar akan dipasang. Gunakan alat meteran untuk mengukur area yang ingin dibangun pagar, dan catat agar tidak lupa.

    Pada saat ini, kamu bisa mulai mempertimbangkan model pagar yang cocok sesuai keinginan. Tentukan pula bentuk dan panjang pagar.

    4. Tandai Jalur Perpipaan

    Jika menggunakan layanan PDAM, detikers mesti tahu jalur perpipaan yang dilewati. Kalau perlu, tandai sepanjang jalurnya agar tidak terdampak pembangunan pagar. Berlaku pula untuk saluran air, sanitasi, dan perpipaan lainnya.

    5. Pilih Material Pagar

    Material pagar yang digunakan berdampak pada tampilan, daya tahan, dan perawatannya. Umumnya pagar terbuat dari kayu, tapi bisa juga dari bahan alternatif seperti aluminium, baja, vinyl, maupun bambu.

    6. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Tukang

    Pagar rumah dapat dibuat sendiri jika detikers bisa melakukannya. Namun jika proyek pagar yang dibangun berskala besar, pemakaian jasa tukang boleh dipertimbangkan. Bisa tukang harian ataupun kontraktor, sesuaikan dengan budget.

    7. Pikirkan jika Ingin Menambah Dekorasi

    Banyak pemilik rumah tidak hanya memasang pagar tetapi juga menambahkan dekorasi seperti tanaman atau pohon di sekitarnya. Bila ingin sekaligus menghiasi sekeliling pagar, kamu bisa mulai memikirkan tanaman yang cocok dan letak ditanamnya.

    Pertimbangkan pula pintu pagar untuk jalur keluar masuk. Bisa dibuat satu atau dua jalur sesuai yang dibutuhkan. Jika ada dekorasi lain yang ingin ditambahkan pada pagar, bisa mulai dipikirkan juga.

    8. Pertimbangkan Iklim

    Membangun pagar rumah juga perlu mempertimbangkan iklim di wilayah tempat tinggalmu. Seperti pagar bermaterial kayu, bambu, dan logam paling tahan lama di iklim dingin, sementara vinyl lebih cocok untuk hunian di daerah hangat dan lembap.

    Pemasangan pagar juga mesti diperhatikan untuk mencegah terangkatnya tiang. Sebagai contoh di wilayah yang mengalami dingin beku, tiang perlu ditancapkan pada lubang cukup dalam supaya tidak terangkat ketika air di bawah tanah membeku.

    9. Rencanakan Anggaran

    Setelah mengetahui material, model, hingga proses pemasangan pagar yang diinginkan, detikers dapat menghitung perkiraan budget yang dikeluarkan. Apabila biaya melebihi anggaran yang disiapkan, kamu bisa mempertimbangkan ulang material yang dipilih. Penting untuk merencanakan budget dengan benar agar tidak boncos.

    10. Beritahukan Pembangunan kepada Tetangga

    Sebelum memulai proyek, detikers dapat memberitahukan rencana pemasangan pagar kepada tetangga. Hal ini untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan pembangunan tidak terlalu mengganggu kenyamanan tetangga.

    Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, detikers bisa punya pagar yang pembangunannya tidak mengganggu tetangga. Seluruh fasilitas dan sarana umum masih bisa digunakan tanpa gangguan berarti.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jangka Waktu Toren Air Harus Dibersihkan, Catat!


    Jakarta

    Toren air merupakan salah satu komponen penting dalam penyediaan air di banyak rumah dan gedung. Meskipun sering digunakan, mungkin ada yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan toren air.

    Pasalnya, air yang disimpan dalam toren berpotensi kotor karena berlumut atau terkontaminasi jika tidak dirawat dengan baik. Lalu, seberapa sering toren air harus dibersihkan?

    Jangka Waktu Toren Air Harus Dikuras

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (16/9/2023), pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.


    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Alasan Toren Air Harus Dikuras

    Alasan kita perlu rutin menguras toren air yaitu agar air bisa selalu tetap bersih. Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, tentunya hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare.

    Cara agar Toren Air Tidak Berlumut

    • Rutin dibersihkan.
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk.
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk.
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini yang Harus Dilakukan 24 Jam Pertama saat Rumah Kebanjiran



    Jakarta

    Banjir dapat terjadi dengan cepat dan meninggalkan kerusakan yang signifikan pada rumah bahkan harta benda. Dalam situasi darurat ini, tindakan yang tepat dalam 24 jam pertama sangat krusial untuk meminimalkan kerugian dan melindungi keselamatan keluarga kamu.

    Dari persiapan sebelum banjir hingga langkah-langkah pemulihan setelah air surut harus dipahami. Mengetahui apa yang harus dilakukan dapat membuat perbedaan besar. Simak pembahasan untuk menelusuri langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk menyelamatkan rumah kamu dan mengurangi dampak bencana ini.

    Mendokumentasikan

    Percaya atau tidak, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengeluarkan ponsel kamu. Mulai mengambil foto secara menyeluruh untuk mendokumentasikan kerusakan.


    Tujuan dari langkah ini adalah untuk keperluan asuransi. Kamu perlu mencatat seberapa parah kerusakan yang terjadi sebelum mencoba melakukan perbaikan.

    Kamu dapat menggunakan kamera jenis apa pun untuk mendokumentasikan kerusakan. Namun, perusahaan asuransi biasanya lebih menyukai gambar atau video digital karena lebih mudah untuk disimpan dan diakses nantinya.

    Setelah kamu selesai mendokumentasikan semua kerusakan dengan baik, saatnya untuk melakukan panggilan.

    Hubungi Pihak Berwenang

    Melansir dari BMS CAT, insting pertama kamu mungkin adalah bergegas masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang kamu. Namun, sangat penting untuk terlebih dahulu menghubungi pihak berwenang dan perusahaan asuransi kamu.

    Polisi setempat memiliki pengalaman dan pelatihan yang diperlukan untuk menangani situasi seperti ini. Mereka juga dapat membantu menghubungkan kamu dengan profesional lain yang perlu dihubungi.

    Semakin cepat kamu menghubungi pihak berwenang, semakin cepat mereka dapat melakukan pemeriksaan terhadap rumah dan memastikan keamanannya.

    Meskipun kamu tetap harus berhati-hati saat melangkah yang akan dijelaskan lebih lanjut nanti, pemeriksaan yang menyeluruh dapat membantu memastikan bahwa dinding tidak runtuh dan membahayakan kamu secara tiba-tiba.

    Yang Perlu Dibawa dan Dipakai

    Dengan izin dari pihak berwenang, saatnya untuk masuk ke rumah. Namun, sebelum melakukannya, kamu perlu mempersiapkan diri. Pastikan kamu mengenakan sarung tangan dan masker.

    Selain itu, gunakan sepatu boot atau sepatu bot setinggi pinggul untuk melindungi diri saat berjalan di area yang mungkin dipenuhi air. Kamu juga akan membutuhkan kantong sampah pada kunjungan pertama ke dalam rumah, baik untuk mengumpulkan dokumen penting maupun untuk menampung barang-barang yang tidak bisa diselamatkan.

    Pada kunjungan berikutnya, kamu mungkin perlu membawa peralatan seperti ember dan kain pel untuk membantu mengeluarkan kelebihan air.

    Perhatikan Setiap Langkah Saat Memasuki Rumah Setelah Banjir

    Sekarang setelah kamu memeriksa rumah, terdapat saran yang sangat sederhana, perhatikan setiap langkah yang kamu ambil, bahkan tim inspeksi terbaik pun bisa saja melewatkan sesuatu, dan kamu bisa mengalami cedera serius jika menginjak tangga yang tidak stabil atau terpeleset di lantai yang licin.

    Jika memungkinkan, sebaiknya kamu masuk ke rumah bersama orang lain. Kalian dapat saling membantu sesuai kebutuhan, dan satu orang dapat meminta bantuan jika yang lainnya terluka.

    Dengan memperhatikan setiap langkah, kamu dapat memastikan keselamatan dalam setiap gerakan yang dilakukan.

    Prioritaskan Dokumen Penting

    Setelah kamu berada di dalam rumah, kamu mungkin ingin mengambil barang-barang seperti album foto dan video keluarga. Namun, penting untuk tetap fokus pada dokumen-dokumen penting.

    Ini termasuk item seperti akta kepemilikan rumah, dokumen asuransi, kartu Jaminan Sosial, dan sejenisnya. Jika dokumen-dokumen tersebut terkena air, simpanlah di dalam freezer agar dapat dibaca dengan lebih mudah nanti.

    Kamu juga bisa memeriksa dengan pihak-pihak seperti bank atau perusahaan asuransi mengenai dokumen apa saja yang benar-benar mereka perlukan. Namun, saat ini, usahakan untuk mengambil semua yang tampak penting.

    Prinsip lama ini sangat relevan, lebih baik memiliki dan tidak membutuhkannya daripada membutuhkan dan tidak memilikinya.

    Hubungi Lebih Banyak Profesional

    Perusahaan asuransi kamu dapat membantu menghubungkan kamu dengan para profesional yang diperlukan, tetapi kamu mungkin masih perlu menghubungi beberapa di antaranya secara langsung.

    Sebagai contoh, jika kamu mendapatkan air dari sumur, penting untuk memeriksa kondisi sumur tersebut. Kamu juga mungkin perlu menghubungi perusahaan gas, terutama jika kamu mencium bau kebocoran gas.

    Terakhir, jangan mencoba menyalakan peralatan listrik apapun sebelum semuanya diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi listrik yang terpercaya.

    Segera Hubungi Perusahaan Asuransi

    Sangat penting untuk segera menghubungi perusahaan asuransi kamu. Untuk menghemat waktu, sebaiknya hubungi agen lokal kamu secara langsung, daripada menggunakan nomor telepon nasional atau negara bagian.

    Polisi asuransi biasanya menjelaskan dengan jelas apa yang ditanggung dan apa yang tidak. Perusahaan asuransi perlu mengevaluasi kerusakan pada rumah kamu, dan mereka akan meninjau semua foto dan video yang kamu ambil terkait kerusakan tersebut.

    Selain itu, kamu perlu bekerja sama dengan perusahaan asuransi dalam proses perbaikan rumah. Mengikuti pedoman mereka akan membantu mencegah banyak masalah di kemudian hari.

    Jika rumah kamu belum pernah terkena banjir, masih ada kesempatan untuk mendapatkan asuransi. Banyak orang tinggal di daerah yang berisiko banjir tetapi tidak memiliki asuransi banjir sama sekali.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Ampuh Menghadapi Maling saat Kamu Sendirian di Rumah


    Jakarta

    Sudah banyak terjadi kasus rumah dibobol oleh maling. Bahkan, para penjahat itu nekat memasuki rumah meski di dalamnya sedang ada penghuninya.

    Apabila kamu sedang sendirian di rumah dan tiba-tiba ada maling, rasa panik dan takut pasti akan muncul. Wajar saja, sebab maling rumah biasanya terdiri dari berkelompok dan dilengkapi senjata.

    Meski begitu, ada sejumlah tips menghadapi maling saat kamu sedang seorang diri di dalam rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Menghadapi Maling saat Kamu Sendirian di Rumah

    Dilansir situs Safewise, ada sejumlah hal yang bisa kamu lakukan apabila curiga tempat tinggalmu sedang disusupi maling. Meski detikers lagi sendirian di rumah, ada beberapa tips dalam menghadapi situasi tersebut.

    1. Tetap Tenang

    Langkah yang pertama adalah tetap tenang dan jangan panik. Meski begitu, wajar jika adrenalin meningkat dan detak jantung berdetak kencang karena kamu tak tahu maling tersebut terdiri dari berapa orang dan membawa senjata apa.

    Cobalah tarik napas dalam-dalam selama beberapa kali untuk menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga kamu bisa memutuskan langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

    2. Cek Kondisi Sekitar Secara Diam-diam

    Karena waktu sangat penting, jadi detikers harus bergerak cepat memeriksa kondisi sekitar. Jika rumah kamu dilengkapi CCTV, cobalah cek kamera keamanan lewat smartphone.

    Lihat secara detail apakah kamu dapat melihat pergerakan yang mencurigakan atau ditemukan pecahan kaca. Lalu, cobalah dengar apakah ada suara langkah kaki atau benda yang menyeret ke lantai.

    3. Utamakan Kabur dari Rumah

    Cek juga jumlah maling yang masuk ke dalam rumah kamu. Jika mereka berkelompok dan kamu tidak percaya diri untuk melawannya, maka satu-satunya jalan adalah kabur dari rumah.

    Cobalah mencari jalan keluar lewat pintu samping atau jendela. Apabila situasi makin terdesak, cobalah untuk bersembunyi jika tidak bisa melarikan diri.

    4. Bersembunyi di Tempat Aman

    Ketika bersembunyi, cobalah cari tempat yang menurutmu aman dan tidak diketahui oleh komplotan maling. Jika memungkinkan, kamu bisa bersembunyi di dalam kamar tidur, kamar mandi, gudang, bahkan lemari.

    Setelah itu, jangan lupa untuk mengunci pintu dan buat barikade. Persiapkan juga benda-benda yang bisa digunakan untuk melawan maling jika posisi kamu terancam.

    5. Hubungi Polisi

    Setelah merasa aman, saatnya mencari bantuan dengan segera menghubungi polisi atau petugas keamanan terdekat. Maka dari itu, penting untuk selalu menyimpan kontak darurat agar bisa dihubungi kapan pun dan di mana pun.

    6. Simpan Foto dan Video Sebagai Bukti

    Apabila saat bersembunyi kamu dapat melihat gerak-gerik maling, hafalkan semuanya. Hal ini sangat membantu polisi untuk melacak maling tersebut lewat jenis kelamin, tinggi badan, pakaian, hingga kendaraan yang digunakan.

    Jika kondisi memungkinkan, kamu bisa mengambil beberapa foto atau video secara diam-diam sebagai bukti. Hal ini akan sangat berguna jika maling berhasil kabur sebelum polisi tiba.

    Apabila rumah detikers dilengkapi dengan kamera CCTV, jangan lupa untuk mengeceknya. Lewat CCTV, kamu bisa mengetahui ciri-ciri maling hingga kendaraan yang mereka gunakan untuk beraksi.

    7. Catat Barang yang Hilang

    Tips yang terakhir adalah dengan mencatat semua benda yang dicuri atau dirusak oleh maling. Hal ini dilakukan agar kamu bisa membuat laporan terperinci untuk polisi dan mengetahui berapa nominal kerugiannya.

    Tips Mencegah Maling Masuk Rumah

    Perlu diingat, kejadian pembobolan rumah bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan traumatis bagi banyak orang. Maka dari itu, cobalah untuk melakukan pencegahan sejak dini agar maling tidak bisa membobol tempat tinggal kamu.

    Mengutip laman CNET, berikut sejumlah tips mencegah maling masuk ke rumah:

    • Kunci pintu dan jendela dengan rapat dan benar.
    • Gunakan kunci pengaman tambahan.
    • Tambahkan sistem keamanan, seperti alarm dan kamera CCTV.
    • Sembunyikan barang-barang berharga dengan aman, seperti di safe deposit box.
    • Kunci garasi rumah dengan rapat.
    • Tambahkan lampu luar agar tidak terlihat kosong, karena rumah kosong rawang dibobol maling.
    • Lapor kepada petugas keamanan jika rumah kamu akan ditinggal selama beberapa hari.

    Demikian tujuh tips menghadapi maling saat kamu sedang sendirian di rumah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Cara Pecah Sertifikat Tanah



    Jakarta

    Pecah sertifikat tanah menjadi proses ketika sebidang tanah ingin dijual sebagian atau pembagian warisan tanah. Proses ini dilakukan dengan pengeluaran bukti kepemilikan baru pada bagian tanah yang ditentukan.

    Pecah sertifikat tanah juga menjadi langkah yang tepat jika suatu saat tanah yang dijual clear dan tidak akan ada sengketa tanah. Dalam pecah sertifikat tanah, kamu bisa melakukannya dengan bantuan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Proses juga bisa langsung datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai dengan domisili masing-masing. Bagi kamu yang mau pecah sertifikat tanah, bisa simak syarat dan caranya berikut ini, dikutip dari situs Kementerian ATR/BPN.


    Syarat Pecah Sertifikat Tanah

    1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    5. Sertifikat Asli
    6. Rencana Tapak/Site Plan dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat

    Keterangan

    1. Identitas diri
    2. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
    3. Pernyataan tanah tidak sengketa
    4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
    5. Alasan pemecahan

    Biaya Pecah Sertifikat Tanah

    Biaya yang dikenakan variatif karena dihitung berdasarkan jumlah bidang dan luas masing-masing bidang pemecahan. Kamu bisa melakukan simulasinya di situs resmi Kementerian ATR/BPN. Adapun, penyelesaian pemecahan sertifikat tanah akan memakan waktu hingga 15 hari kerja.

    Cara Pecah Sertifikat Tanah

    Kamu dapat mendatangi langsung kantor BPN sesuai domisili masing-masing untuk pemisahan sertifikat tanah. Pemecahan juga bisa dilakukan dengan bantuan notaris atau PPAT. Berikut alur pemecahan sertifikat tanah:

    1. Melengkapi persyaratan administrasi
    2. Datang ke kantor pertanahan sesuai domisili
    3. Isi formulir permohonan pecah sertifikat tanah
    4. Serahkan berkas persyaratan ke petugas loket pendaftaran
    5. Melakukan pembayaran untuk pemisahan sertifikat tanah
    6. Petugas kantor pertanahan akan melakukan pengukuran tanah ke lokasi pemohon
    7. Penerbitan sertifikat akan diproses segera oleh BPN
    8. Sertifikat dapat diambil di loket penyerahan kantor pertanahan.
    9. Pemilik tanah yang mewakilkannya PPAT wajib memberi imbal jasa sesuai kesepakatan dengan notaris.

    Itulah cara memecah sertifikat tanah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Ukuran dan Material Lantai Garasi yang Tepat


    Jakarta

    Keberadaan garasi diperlukan apabila pemilik rumah memiliki mobil. Hal ini agar pemilik rumah tidak perlu pusing-pusing mencari tempat parkir untuk mobil di dekat rumah.

    Membangun garasi tidak bisa sembarangan, ukurannya harus disesuaikan dengan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Apabila tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, maka pemilik rumah bisa membangun carport saja.

    Nah, kira-kira berapa ya ukuran garasi yang ideal?


    Ukuran Garasi

    Menurut arsitek Denny Setiawan, memiliki garasi di rumah bisa membuat nilai properti meningkat. Namun jika luas tanahnya tidak memadai, maka jangan memaksakan untuk membangun garasi.

    Denny mengungkapkan, untuk membangun garasi bisa menggunakan ukuran yang standar. Ia mengatakan bahwa ukuran garasi untuk sebuah mobil itu biasanya dibangun dengan standar ukuran 3 x 6 meter, dan untuk kelipatan selanjutnya cukup dikalikan dengan jumlah mobil saja.

    “Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Untuk rumusnya sendiri nggak ada, menurut standar yang kami pakai, ukurannya hanya ini,” tambahnya.

    Lebih detail, Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

    Dalam memilih lantai yang tepat untuk garasi, Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores. Apa saja contoh-contohnya? Berikut ini informasinya.

    1. Lantai Batu Alam (Andesit)

    Menurut Denny, bahan lantai yang terbaik untuk digunakan di garasi adalah batu alam atau batu andesit. Alasannya karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur, sehingga batu andesit sangat cocok dijadikan sebagai lantai garasi.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tekstur permukaan dari bahan lantai yang dipakai untuk garasi itu sangat penting. Hal ini karena banyak orang yang memang sengaja membuat garasi mereka sedikit miring, sehingga lantai yang bertekstur ini akan membantu gaya gesek ban mobil supaya tidak mudah tergelincir.

    “Bertekstur ini juga penting karena biasanya orang itu kalau bikin garasi agak miring sedikit, jadi tekstur ini memberikan gesekan terhadap ban,” jelasnya.

    2. Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Lebih jelasnya, Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” kata Denny.

    3. Lantai Granit Bakar

    Bila kamu ingin menggunakan lantai paling mewah, lantai granit bakar ini sangat cocok bagi kamu.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Itu dia tips untuk menentukan ukuran dan material lantai garasi yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com