Tag: cengkeram

  • 8 Pelapis Lantai Keramik agar Tidak Licin, Terapkan Cara Ini


    Jakarta

    Keramik kerap jadi pilihan utama untuk lantai, karena punya berbagai tampilan dan mudah dibersihkan. Tapi, salah satu kelemahan keramik yaitu permukaannya yang seringnya licin.

    Apalagi kalau terkena air atau minyak. Hal tersebut sering berpotensi menyebabkan jatuh karena terpeleset. Cara agar keramik tidak licin adalah dengan menggunakan pelapis lantai keramik agar.

    Pelapis Lantai Keramik agar Tidak Licin

    Pelapis lantai keramik merupakan material atau produk khusus yang diaplikasikan pada permukaan keramik agar tidak licin.


    Fungsinya untuk meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi risiko tergelincir. Biasanya, produk pelapis lantai keramik berbentuk cairan, coating, ataupun lapisan khusus.

    Berikut adalah pilihan pelapis lantai keramik anti licin:

    1. Lakukan Perawatan Antiselip dengan Larutan Kimia

    Cara membuat keramik tidak licin adalah dengan melakukan perawatan antiselip. Dilansir laman Slipnomore, biasanya perawatan ini melibatkan penggunaan larutan kimia.

    Larutan kimia akan bekerja mengubah permukaan keramik untuk menciptakan tekstur yang lebih kasar dan meningkatkan daya cengkeram. Contohnya menggunakan stone grip atau polish grip.

    Nah jika bingung, detikers mungkin bisa konsultasikan dengan profesional untuk menentukan perawatan yang paling sesuai untuk jenis keramiknya.

    2. Gunakan Pelapis Antiselip yang Matte atau Bertekstur

    Pelapis antiselip lantai keramik dirancang untuk menambah daya rekat agar membuat permukaan tidak licin. Hasil akhir pelapis ini bisa seperti matte atau bertekstur.

    Salah satu contohnya menggunakan pelapis ubin antiselip deck grip. Pelapis ini membantu meningkatkan daya cengkeram pada lantai ubin dalam dan luar ruangan seperti balkon, dek kolam renang, dan dapur.

    Aplikasi bisa pada permukaan keramik dalam dan luar ruangan. Supaya bisa efektif, pelapisan dan perawatan lantai ubin yang licin mungkin memerlukan aplikasi ulang secara berkala.

    3. Menggunakan Karpet

    Keset atau karpet merupakan pilihan pelapis lantai keramik agar tidak licin. Ini jadi cara yang mudah mudah dan cenderung hemat.

    Karpet mampu mencegah terpeleset dan jatuh, karena dirancang dengan alas antiselip atau bahan yang memberikan daya tarik lebih baik. Dengan demikian, ia mampu mengurangi risiko kecelakaan.

    Berikut ini hal-hal yang perlu pertimbangkan dalam pemilihan karpet untuk melapisi lantai keramik:

    • Pilih ukuran dan penempatan yang tepat.
    • Pilih yang alasnya antiselip.
    • Ikuti pembersihan dan perawatan secara rutin untuk menjaga keefektifannya.

    4. Menggunakan Lapisan Epoxy

    Lapisan epoxy membantu membuat lantai tidak licin. Dilansir situs Collins Concrete Coatings, lantai dengan kandungan kuarsa yang lebih tinggi, seperti mika cenderung tidak licin.

    Jenis lantai kuarsa lainnya, seperti batu pasir dan travertine dan batu pasir juga bisa dipilih. Pasalnya, mereka punya tingkat porositas sangat tinggi yang bisa menyebabkan kekasaran.

    Porositas tersebutlah yang bisa mengurangi kelicinan lantai. Tapi, tidak membuat kelicinan akan sepenuhnya hilang.

    5. Memasang Lantai Mengambang di Atas Lantai

    Mengutip laman Zerorez, lantai yang mengapung bisa secara efektif mengurangi risiko terpeleset. Pemasangan lantai yang mengapung bisa dari laminasi atau kayu asli.

    Hal ini bergantung pada selera dan anggaran. Namun, memasang lantai yang mengapung juga bisa merusak lantai keramik di bawahnya.

    Sebagai catatan, tidak disarankan untuk memasang lantai apung di atas ubin yang rusak atau usang. Hal ini bisa menyebabkan lantai apung bergeser dari tempatnya.

    6. Menambahkan Bantalan Busa

    Penambahan lantai busa ideal untuk memperbaiki lantai keramik yang licin. Pasalnya, bantalan busa ini sifatnya tahan lama, lembut, tahan lembap, mudah dibersihkan dan dipasang.

    Kalau detikers memasangnya di area dengan lalu lintas tinggi, kamu mungkin harus sering menggantinya.

    7. Pakai Pelapis dari Campuran Cuka dan Air

    Dilansir laman The Spark Legang, keasaman cuka bisa membantu menghilangkan residu yang licin dan meningkatkan daya cengkeram lantai. Campuran cuka dan air bisa oleskan ke ke lantai dengan kain pel kering.

    Tapi, ada beberapa permukaan lantai tertentu yang sebaiknya tidak dioleskan campuran cuka dan air, karena bisa menyebabkan kerusakan atau perubahan warna.

    8. Pakai Sabun Cuci Piring

    Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring di air hangat dalam ember. Lalu, oleskan campuran tersebut ke area yang licin menggunakan alat pel, kemudian bilas dengan air bersih. Sabun tersebut akan membantu menghilangkan sisa-sisa kotoran yang licin di lantai.

    Itulah beberapa pelapis lantai keramik agar tidak licin. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keramik Kamar Mandi yang Selalu Licin



    Jakarta

    Lantai kamar mandi yang licin bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa membahayakan keselamatan. Terpeleset di kamar mandi bisa menyebabkan cedera serius, mulai dari memar, patah tulang, hingga cedera kepala.

    Kondisi ini sering terjadi karena kamar mandi selalu basah dan jarang dibersihkan. Selain itu, pemilihan jenis keramik yang tidak tepat juga menjadi penyebab lantai semakin licin saat terkena air.

    Supaya lebih aman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keramik kamar mandi yang licin. Berikut tips yang dirangkum detikProperti dari Ibupedia:


    1. Gunakan Semprotan Anti Slip

    Salah satu solusi praktis adalah menggunakan semprotan anti slip. Produk ini bisa disemprotkan langsung ke permukaan keramik untuk menciptakan tekstur yang lebih kesat dan tidak licin.

    Semprotan ini cocok digunakan untuk berbagai jenis ubin seperti keramik, porselen, maupun batu alam. Tenang saja, semprotan ini tidak akan merusak motif keramik.

    2. Pasang Stiker atau Alas Anti Slip

    Alternatif lainnya adalah memasang stiker atau alas anti slip di area rawan terpeleset. Produk ini mudah ditemukan di pasaran dan pemasangannya juga cukup mudah.
    Beberapa produk bisa dicuci ulang sehingga tetap higienis dan hemat pemakaian jangka panjang.

    3. Pilih Ubin Khusus Kamar Mandi

    Jika kamu sedang merenovasi atau membangun rumah, pertimbangkan untuk memilih keramik khusus kamar mandi. Jenis keramik ini memiliki permukaan lebih kasar dan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga aman meskipun dalam kondisi basah.

    4. Rutin Bersihkan Kamar Mandi

    Lantai kamar mandi yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat tumbuhnya lumut dan kerak sabun yang membuatnya makin licin. Oleh karena itu, jadwalkan pembersihan secara rutin, minimal seminggu sekali, untuk menjaga kebersihan dan keamanan.

    5. Gunakan Pembersih Khusus

    Gunakan pembersih kamar mandi khusus yang memang diformulasikan untuk mengangkat kerak dan mengurangi risiko licin. Selain menjaga lantai tetap bersih, produk ini juga membantu memperpanjang usia pakai keramik.

    Lantai kamar mandi yang licin memang berbahaya, tapi bukan berarti tak bisa diatasi. Dengan perawatan rutin dan pemilihan material yang tepat, kamar mandi bisa jadi ruang yang nyaman sekaligus aman untuk seluruh anggota keluarga.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Remehkan Ban Kempis, Bisa Bikin Kecelakaan!



    Jakarta

    Belum lama ini banyak keluhan dari salah satu pengguna mobil MPV yang tiba-tiba mengalami pecah ban. Perlu diketahui, pecah ban bisa dipicu lantaran tekanan angin ban kempis.

    Dikutip dari siaran pers Auto2000, dalam banyak kasus, ban mobil pecah sampai rusak berat umumnya disebabkan oleh tekanan udara yang kurang alias ban kempis dan dibiarkan terlalu lama. Situasi ini jelas berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

    “Tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara ban yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban. Alhasil, tekanan udara yang sesuai memegang peran sangat penting dalam menjaga performa ban di jalan,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (9/7/2024).


    Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan. Di sana ada tabel tekanan udara yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi berkendara, seperti muatan kosong atau penuh.

    Pengendara disarankan selalu memeriksa tekanan udara ban mobil di pagi hari saat ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin. Kalau repot setiap hari cek tekanan ban, paling tidak usahakan minimal seminggu sekali.

    Sebab, kalau ban dibiarkan kempis ada potensi bahaya. Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan karena daya cengkeramnya terlalu kuat ke aspal jalan.

    Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Alhasil, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan dalam kondisi terburuk ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis, bibir pelek dapat menyentuh dinding ban dan berpotensi membuat ban robek.

    Tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Selain itu, biasanya mobil akan menarik ke sisi ban yang kempis atau mobil bergoyang akibat gerakan dinding ban yang berlebihan.

    Tak cuma itu, kenyamanan berkendara juga jadi berkurang akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Gerakan berlebih pada ban juga dapat terjadi ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, termasuk ketika belok ke kiri atau ke kanan.

    Akibatnya, mobil kian sulit dikendalikan karena gerakan dinding ban semakin liar, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh sehingga mengurangi keselamatan berkendara. Dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, dapat membuat ban terlepas dari pelek.

    “Jangan pernah lupa mengecek tekanan udara ban setidaknya satu minggu sekali. Dengan begitu, kemungkinan ban kempis yang berisiko pecah atau sobek dapat ditekan. Termasuk pula servis berkala, jangan pernah lupa melakukannya untuk menjaga kondisi mobil supaya selalu prima cukup dengan booking via Auto2000.co.id,” tutup Yagimin.

    (rgr/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi