Tag: cepat

  • Kenapa Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati? Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik penampilan rumah sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Apalagi jika bunganya sudah bermekaran, tentu rasanya sangat bahagia melihat tanaman hias tumbuh subur.

    Sebagai pemilik tanaman hias di rumah, maka kamu harus bertanggung jawab untuk merawatnya secara rutin. Jangan sampai keindahan bunganya hanya mekar sementara karena tanaman jarang dirawat, sehingga jadi layu dan mati.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman hias jadi cepat layu dan mati. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu dan Mati

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman jadi cepat layu dan mati. Dikutip dari Rural Sprout, berikut penyebabnya:

    1. Kekurangan Air

    Penyebab yang paling umum adalah tanaman kekurangan air karena jarang atau bahkan tidak pernah disiram. Hal itu membuat tanaman hias yang awalnya cantik dan tumbuh subur malah menjadi layu dan mati.

    Perlu diingat, tanaman membutuhkan air agar bisa memproses nutrisi dari dalam tanah untuk tumbuh. Ciri-ciri paling umum ketika tanaman sudah layu karena kekurangan air dapat dilihat dari daunnya yang kering berwarna kuning atau kecokelatan.

    2. Terlalu Banyak Air

    Di sisi lain, tanaman yang terlalu sering disiram air juga bisa cepat layu dan mati. Terkadang, banyak pemilik rumah yang langsung menyiram tanaman ketika melihat daun sudah menguning.

    Padahal, daun yang menguning dan layu belum tentu disebabkan karena kekurangan air, tapi bisa juga terjadi pembusukan akar akibat terlalu banyak air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang ditanam di rumah. Apakah termasuk tanaman yang perlu disiram secara rutin atau tidak.

    3. Kurang Mendapatkan Cahaya Matahari

    Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun, tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap tanaman bisa berbeda-beda.

    Ada tanaman yang bisa tumbuh di tempat yang minim cahaya, tapi ada juga yang membutuhkan banyak sinar matahari. Jika kamu membeli tanaman yang cenderung membutuhkan cahaya untuk tumbuh, maka jangan diletakkan di tempat yang gelap.

    4. Terpapar Suhu Ekstrem

    Selain karena cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh subur karena faktor cuaca. Banyak tanaman hias yang tidak bisa hidup pada kondisi suhu yang ekstrem, sehingga jadi cepat layu dan mati.

    Untuk itu, pilih tanaman yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, ada beberapa tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    5. Serangan Hama

    Tanaman hias bisa cepat layu karena dirusak oleh hama, seperti agas dan kutu daun. Kedua hama ini biasanya sering berkumpul di bawah daun dan menyerang tanah. Hama ini dapat menyedot cairan dan menyebabkan daun cepat menguning.

    Demikian lima penyebab tanaman hias di rumah cepat layu dan mati. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi Jangan Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Pipa Cepat Mampet


    Jakarta

    Setelah menyeruput secangkir kopi, biasanya ampas kopi akan menumpuk di dasar gelas. Beberapa orang memilih membuang ampas kopi langsung ke wastafel agar lebih cepat dan praktis.

    Padahal, membuang ampas kopi langsung ke wastafel bisa menimbulkan dampak buruk bagi saluran air. Sayangnya, banyak orang belum sadar dan masih terbiasa melakukan hal tersebut.

    Pakar kebersihan mengungkap dampak yang terjadi jika membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Apa saja dampaknya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Membuang Ampas Kopi ke Wastafel

    Pakar kebersihan di Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup Paul Abrams menganjurkan agar tidak membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka dapat menyumbat saluran air.

    “Jika terlalu banyak, ampas kopi dapat menyumbat pipa pembuangan dan menyebabkan penyumbatan di wastafel Anda,” kata Abrams dikutip dari Better Homes & Gardens.

    Abrams mengatakan ampas kompi memiliki tekstur yang menggumpal. Apabila ampas kopi yang dibuang ke wastafel dalam jumlah banyak, maka ampas kopi akan saling menumpuk di saluran air yang berbentuk ‘U’ di bawah wastafel.

    Jika ampas kopi yang menumpuk sudah banyak dan bercampur kotoran di dalam pipa air, maka bisa membentuk endapan yang tebal. Seiring waktu, endapan tersebut dapat mengganggu aliran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

    “Tekanan air yang sangat besar dibutuhkan untuk mendorong gumpalan bubuk kopi keluar dari saluran air, dan sayangnya bubuk tidak bisa larut dalam air,” ujarnya.

    Abrams menyebut tidak masalah jika sesekali membuang ampas kopi ke wastafel. Masalah justru akan muncul jika hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan.

    “Jika kamu berulang kali menuangkan ampas kopi dalam jumlah kecil ke saluran air setiap hari, maka ampas kopi bisa menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, lemak, kerak sabun, dan minyak,” ungkap Abrams.

    Cara Alternatif Membuang Ampas Kopi di Rumah

    Daripada harus membuangnya ke wastafel, Abrams menyarankan agar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu:

    1. Kompos Tanaman

    Ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi sehingga dapat menyuburkan tanaman. Namun, ampas kopi akan bermanfaat bagi tanaman jika digunakan dalam jumlah yang tepat.

    2. Membasmi Hama

    Alih-alih dibuang, ampas kopi dapat digunakan untuk membasmi hama, terutama semut dan siput di halaman rumah. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar halaman untuk mengusir dan mencegahnya masuk ke rumah.

    3. Membersihkan Sejumlah Barang

    Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah barang di rumah, seperti panci, wajan, dan kompor. Soalnya, ampas kopi memiliki sifat yang cukup abrasif.

    4. Menghilangkan Bau

    Nitrogen yang terkandung dalam ampas kopi juga dapat menghilangkan bau tak sedap, seperti di lemari pakaian dan kulkas. Caranya juga mudah, cukup tuang ampas kopi ke dalam cangkir dan simpan di ruangan yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian penjelasan soal ampas kopi apakah bisa dibuang ke wastafel atau tidak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Ini Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur Anti Ribet


    Jakarta

    Setelah bangun tidur di pagi hari, biasanya penghuni rumah bakal merapikan tempat tidur. Namun, sebagian orang mungkin melewatkan berberes tempat tidur karena terburu-buru atau merasa ribet.

    Padahal, penghuni bisa banget rapikan tempat tidur dalam waktu singkat kok. Dalam waktu kurang lebih dua menit, kasur bisa keliatan rapi dan estetik.

    Jika tidak dibereskan, tempat tidur berantakan malah bikin kamar kurang sedap dipandang. Oleh karena itu, sebaiknya sempatkan waktu untuk membereskan tempat tidur di pagi hari ya.


    Lantas, bagaimana cara cepat merapikan tempat tidur? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur

    Inilah langkah-langkah untuk merapikan tempat tidur, dikutip dari Clean My Space.

    1. Kosongkan Tempat Tidur

    Pertama, kosongkan permukaan tempat tidur sampai hanya tersisa seprai. Taruh bantal dan selimut di tempat duduk atau meja terlebih dahulu. Singkirkan juga benda-benda yang tidak diperlukan, misalnya kaos kaki yang terselip.

    2. Rapikan Seprai

    Selanjutnya, pastikan seprai terpasang dengan rapi dan pas pada tempat tidur. Penghuni bisa mengelilingi kasur sambil menarik dan menyelipkan ujung seprai agar pas.

    3. Bentangkan Selimut

    Bentangkan selimut ke seluruh permukaan tempat tidur secara merata. Lalu, lipat bagian atas selimut sejauh preferensi penghuni rumah, misalnya sekitar 30 cm. Luangkan waktu sejenak untuk meratakan kerutan dan menarik selimut beberapa kali di bagian samping untuk membuat permukaan benar-benar halus.

    4. Susun Bantal

    Terakhir, letakkan dan susun bantal dengan rapi di atas tempat tidur. Jika ada bantal dekoratif, penghuni dapat mempercantik tempat tidur dengan bantal tersebut.

    Waktu Ideal Cuci Seprai

    Selain merapikan tempat tidur setiap hari, penghuni rumah juga harus rutin mencuci seprai bantal dan kasur. Sebaiknya cuci seprai setiap 1-2 minggu sekali. Jika merasa sibuk, maksimal menunda hingga satu bulan untuk mencuci seprai tempat tidur. Sementara itu, selimut mesti dicuci setiap 3 bulan sekali ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Ini 5 Cara Cepat Bersihkan Bunga Es di Freezer


    Jakarta

    Jika melihat freezer sudah dipenuhi lapisan bunga es, itu pertanda sudah saatnya penghuni membersihkan rumahnya. Sebab, bunga es bisa membuat fungsi freezer tidak bekerja dengan optimal.

    Dikutip dari Cleanpedia, cara paling mendasar adalah mematikan kulkas dan biarkan pintunya terbuka sampai seluruh es meleleh dengan sendirinya. Namun, cara ini mungkin memakan waktu cukup lama.

    Tenang saja, ada trik untuk mempercepat proses melelehkan bunga es. Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cepat Bersihkan Bunga Es di Freezer

    Inilah cara membersihkan bunga es di freezer dengan cepat.

    1. Letakkan Mangkuk Berisi Air Panas

    Simpan air panas di dalam wadah seperti mangkuk, lalu letakkan di dalam freezer. Cara ini bisa ampuh tergantung pada wadah yang digunakan serta suhu air. Nah, agar wadah tidak rusak, beri alas handuk kecil di bawah mangkuk panas di freezer ya.

    2. Kikis Dinding Es

    Mengikis dinding es bisa menjadi jurus andalan buat membersihkan freezer. Penghuni bisa pakai bahan tidak tajam seperti sendok buat mengikis es. Jangan pakai alat yang tajam karena bisa merusak permukaan freezer.

    3. Tempel Kain Panas

    Serupa dengan itu, penghuni rumah bisa meletakkan kain yang sudah direndam air panas. Tempelkan kain pada lapisan es agar meleleh. Perlu diingat, jangan tinggalkan proses ini karena sewaktu-waktu air akan menetes dan penghuni harus segera membersihkannya.

    4. Gunakan Alkohol

    Siapa sangka, cairan alkohol bisa membantu pencairan bunga es yang tipis. Coba rendam kain dengan bahan tersebut terutama pada bagian tepi freezer. Setelah terlihat ada es yang mau lepas dari dinding freezer ambil sendok untuk mengikisnya.

    5. Pakai Pengering Rambut

    Pengering rambut mengeluarkan air panas yang efektif membersihkan bunga es di freezer. Akan tetapi, jangan mengarahkan lubang angin langsung ek freezer ya, melainkan menjauhkan
    Setelah bunga es tersisa sedikit kamu bisa mematikan pengering rambut dan lanjut dengan mengikisnya secara manual.

    Itulah cara cepat membersihkan bunga es. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kebiasaan Ini Tanpa Sadar Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering digunakan di rumah. Tak heran, area tersebut harus sering dibersihkan.

    Selain karena sering dipakai, kamar mandi juga bisa kotor karena kebiasaan penghuni rumah lho. Maka dari itu, sebaiknya para penghuni rumah mulai mengubah kebiasaan agar kamar mandi tidak cepat kotor.

    Apa saja sih kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi kotor? Berikut ini informasinya.


    Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamar Mandi Cepat Kotor

    Ilustrasi ToiletIlustrasi tutupan kloset terbuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Kebiasaan yang satu ini pasti sering ditemukan. Sebaiknya tutup kloset saat ingin mem-flush-nya untuk mencegah bakteri menyebar ke permukaan kamar mandi.

    “Setiap kali Anda menyiram toilet dengan dudukan terbuka, partikel mikroskopis yang mengandung bakteri akan terlontar ke udara akibat kekuatan air yang disiram,” kata presiden Molly Maid, Marla Mock, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (7/10/2025).

    Partikel-partikel tersebut, kata Mock, bisa menempel di handuk dan sikat gigi kalau posisinya dekat dengan kloset.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cipratan Air

    Ilustrasi membersihkan kaca.Ilustrasi kaca kamar mandi. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebiasaan ini tanpa sadar bisa membuat kamar mandi cepat kotor. Cipratan air yang tidak segera dilap bisa menyebabkan kerak air ketika sudah kering. Kalau ada genangan air, justru bisa jadi tempat yang pas untuk jamur tumbuh.

    Maka dari itu, sebaiknya segera lap setelah menggunakan wastafel, meja kamar mandi, cermin, maupun bathtub setelah selesai mandi. Kalau dibersihkan setiap hari, bisa mencegah penumpukan residu dan tampilan kotor.

    3. Meninggalkan Handuk dan Keset Basah di Lantai

    Jenis-jenis kesetIlustrasi keset kamar mandi. Foto: istimewa/blibli

    Kebiasaan lainnya adalah meninggalkan handuk basah atau lembap di lantai setelah mandi. Selain tampak berantakan, air yang ada di handuk itu bisa menjadi tempat perkembangbiakan jamur maupun bakteri.

    Hal itu berpotensi adanya penyebaran bakteri kalau handuk itu dipakai lagi dan menyebabkan bau yang tidak bisa diabaikan. Nah, sebaiknya gantung handuk usai digunakan sebelum dipakai lagi nantinya. Selain itu, cuci handuk setiap 3-4 hari sekali dan cuci keset kamar mandi setiap minggu.

    4. Tidak Membersihkan Bekas Alat Mandi

    Ilustrasi amenities atau alat mandi hotelIlustrasi alat mandi Foto: Freepik/freepik

    Sabun, sampo, maupun pasta gigi merupakan benda yang sering dipakai saat mandi. Namun, kadang-kadang masih ada residu yang tertinggal di lantai, shower, atau wastafel.

    Nah, kalau tidak langsung dibersihkan bisa-bisa menjadi kerak. Sebaiknya jika melihat ada noda bekas sabun segera dibersihkan agar tidak berkerak.

    Itulah beberapa kebiasaan yang bisa bikin kamar mandi cepat kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Tercium Bau Gas? Waspada, Ini Langkah Cepat Cegah Ledakan!


    Jakarta

    Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena bisa menimbulkan bahaya besar jika tidak segera ditangani. Mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mencegahnya penting untuk diketahui agar rumah tetap aman.

    Berikut ini penjelasan penyebab dan cara mengatasi tabung gas bocor seperti dirangkum detikProperti.

    Penyebab Tabung Gas Bocor

    Salah satu penyebab utama tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Pastikan regulator terpasang rapat dan tidak ada celah udara setiap kali mengganti tabung gas baru.


    Selain itu, kondisi tabung yang tidak layak pakai juga bisa menyebabkan kebocoran. Karena itu, sebaiknya periksa selalu kondisi fisik tabung dan jangan gunakan tabung yang penyok, berkarat, atau rusak pada bagian lehernya.

    Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

    Jika penghuni rumah mencurigai adanya kebocoran, berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan:

    1. Kenali Tanda Kebocoran Gas

    Tanda paling mudah dikenali adalah bau gas menyengat di dapur atau area tempat tabung disimpan.

    Jika tercium bau gas, jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik, dan jangan menyalakan api dalam bentuk apa pun. Hindari juga merendam tabung ke dalam air karena bisa memperburuk situasi.

    2. Cabut Regulator Tabung Gas

    Segera cabut regulator dari tabung gas untuk menghentikan aliran gas. Langkah ini penting agar kebocoran tidak terus terjadi dan tabung bisa segera dipindahkan ke tempat aman.

    3. Buka Ventilasi dan Buat Sirkulasi Udara

    Buka pintu dan jendela agar udara segar masuk dan gas keluar dari ruangan.
    Setelah itu, pindahkan tabung ke area terbuka dan biarkan gas yang tersisa menguap hingga habis dengan sendirinya. Pastikan tidak ada orang menyalakan api di sekitar lokasi tersebut.

    4. Jika Tabung Gas Terbakar

    Apabila muncul api di area tabung, jangan panik. Kondisi ini menandakan tabung tidak akan meledak, tetapi api tetap harus segera dipadamkan.

    Gunakan karung basah, handuk, atau kain lembap untuk menutup sumber api, kemudian lepaskan regulator dan bawa tabung keluar rumah dengan hati-hati.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cepat Keringkan Pakaian Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Belakangan ini sejumlah daerah di Indonesia diguyur hujan lebat. Hal tersebut bisa membuat pakaian di rumah semakin lama kering.

    Untuk mengeringkan pakaian tentu perlu sinar matahari dan angin. Tapi saat hujan turun, tidak mungkin ada sinar matahari yang bisa membantu mengeringkan pakaian.

    Lalu, bagaimana caranya mengeringkan pakaian saat musim hujan?


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Pada cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    3. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, penghuni rumah bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kalau Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada anggapan bahwa bangunan rumah yang tidak berpenghuni bakal cepat rusak. Ternyata hal itu bukanlah mitos, tetapi memang kerap terjadi.

    Coba perhatikan rumah-rumah yang ada penghuninya, bangunannya tampak lebih hidup, menarik, dan nyaman. Berbeda halnya rumah yang dibiarkan kosong alias tak ditempati, lambat laun terlihat menyeramkan, berantakan, dan tak terurus.

    Padahal, bangunan kosong tidak diotak-atik pemiliknya tetapi malah rusak. Lantas, kenapa rumah yang tak dihuni bisa cepat rusak ya?


    Menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, rumah yang tak berpenghuni tidak diperhatikan dan tidak dirawat. Hal itu karena tidak ada orang yang menyadari kerusakan-kerusakan yang muncul pada bangunan. Kalau ada penghuni, tentu kerusakan sedikit pun akan dicari penyebabnya dan diperbaiki.

    “Itu faktor maintenance ya, perawatan rumah. Nah, perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah itu bakal awet apa nggak, rusak apa nggak. Itu hubungannya sama dengan hal-hal yang gampang berubah ketika rumah itu nggak diapa-apain gitu ya,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kualitas material bangunan juga mempengaruhi ketahanan rumah. Material yang bagus tentu membuat bangunan lebih tahan lama.

    Sebaliknya, material seadanya akan cepat terlihat kerusakannya, bahkan setelah beberapa bulan kosong. Misalnya rumah terlihat kusam karena cat dindingnya, muncul jamur akibat kebocoran, dan keramik retak karena pemasangannya kurang tepat.

    “Tapi kalau ada yang ada hubungan dengan struktur, mau dihuni atau nggak, kalau struktur itu nggak kuat, ya tetap aja rusak,” ucapnya.

    Di sisi lain, dilansir dari detikFinance, sirkulasi udara yang kurang memadai juga menyebabkan rumah cepat rusak. Biasanya rumah yang tak dihuni selalu dalam keadaan tertutup sehingga sirkulasi udara terhalang.

    Jika sirkulasi udara buruk, bagian dalam rumah menjadi lembap. Alhasil, jamur mudah muncul dan menyebabkan noda pada bangunan. Belum lagi, jamur menimbulkan bau tak sedap atau apak.

    Itulah penjelasan soal rumah yang dibiarkan kosong cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • ‘Skip’ Sarapan Bisa Bikin BB Cepat Turun? Nggak Juga, Ini Faktanya


    Jakarta

    Sarapan sering disebut waktu makan paling penting dalam sehari. Pasalnya, sarapan memberikan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh untuk mulai beraktivitas.

    Kendati demikian, sebagian orang beranggapan ‘skip’ sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah benar demikian?

    Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2022, melewatkan sarapan dapat menyebabkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Orang yang sering melewatkan sarapan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.


    Sebaliknya, orang yang sarapan secara teratur justru lebih memiliki peluang menurunkan berat badannya. Pakar nutrisi Melissa Mitri, MS, RD mengatakan orang yang rajin sarapan cenderung memiliki pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, itu membantu mereka dalam mengurangi asupan kalori di waktu berikutnya,” ujarnya dikutip dari Eating Well, Selasa (13/8/2024).

    Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Tidak Sarapan?

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek buruk bagi tubuh, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun sejumlah hal yang dapat terjadi pada tubuh jika sering ‘skip’ sarapan, di antaranya:

    • Tubuh kekurangan energi
    • Keseimbangan hormon terganggu
    • Moody atau perubahan suasana hati yang tak menentu
    • Mudah cemas
    • Nafsu makan meningkat saat makan siang atau makan malam, sehingga meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh
    • Risiko penyakit jantung meningkat
    • Metabolisme tubuh menurun

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing