Tag: cicak

  • Cara Ampuh Usir Cicak Tanpa Perlu Dibunuh, Cukup Pakai 6 Bahan Alami Ini


    Jakarta

    Binatang yang kerap ditemukan di rumah adalah cicak. Keberadaan hewan melata ini biasanya berada di dinding, atap, atau lantai.

    Meskipun mereka biasanya kabur saat didekati, cicak bisa jadi hewan pengganggu lho. Demi mendapatkan makanan, cicak kerap berada di sekitar meja makan. Saat kita lengah, mereka mendekat dan mengambil makanan. Tidak hanya itu, kotorannya juga kerap berserakan di sudut rumah atau tumpukan barang yang jarang terpakai.

    Bagi detikers yang sudah merasa sangat terganggu dengan keberadaan cicak, ada bahan-bahan alami yang bisa mengurangi keberadaan cicak di rumah. Berikut bahan alami buat usir cicak, dilansir The Spruce.


    Bahan Alami Pengusir Cicak

    Inilah bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir cicak tanpa perlu membunuhnya.

    1. Cuka

    Campuran cuka putih suling atau vinegar dengan air ampuh mengusir cicak. Cukup semprotkan larutan tersebut di sekitar pintu masuk rumah. Bau yang menguar sangat tidak disukai oleh cicak sehingga mereka tidak akan berani mendekat.

    2. Ampas Kopi

    Bagi pecinta kopi seduh, simpan ampasnya karena bahan tersebut bisa digunakan untuk mengusir cicak. Taburkan ampas kopi di sekitar fondasi rumah, taman, dan dekat titik pintu rumah.

    “Ampas kopi merupakan obat rumahan yang efektif untuk mengusir cicak dari rumah, karena baunya yang kuat dan teksturnya yang kasar tidak disukai cicak,” kata Dench, seorang dokter hewan dan kepala penasihat ilmiah untuk Paw Origins seperti yang dikutip, Senin (22/9/2025).

    3. Tanaman

    Selain itu, ada beberapa tanaman yang tidak disukai cicak. Letakkan tanaman seperti pepermint, eukaliptus, atau serai untuk mengusir cicak.

    4. Merica

    Bahan selanjutnya yang membuat cicak enggan masuk ke rumah adalah larutan merica. Cara membuatnya menggunakan merica, air, dan cabai rawit atau bubuk cabai. Lalu semprotkan ke sudut-sudut kosong dekat pintu masuk dan tempat persembunyian mereka.

    5. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang juga memiliki bau yang tidak disukai oleh cicak. Penghuni rumah bisa meletakkan bawang merah dan bawang putih di sekitar rumah. Cara lain dapat dilakukan dengan memasukkan bawang merah atau bawang putih ke dalam botol berisi air dan semprotkan pada sudut-sudut dan sekitar akses masuk rumah.

    6. Kulit Telur

    Bagi yang sering menggoreng telur di rumah, cangkangnya jangan langsung dibuang karena masih bisa dimanfaatkan untuk mengusir cicak. Sebab, cicak tidak menyukai bau dari kulit telur. Letakkan kulit telur di sekitar kebun untuk menciptakan penghalang alami yang mencegah hewan ini masuk ke rumah.

    Itulah beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir cicak di rumah. Semoga berhasil!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Banyak Cicak di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan reptil yang sering muncul di rumah. Kehadiran cicak bikin sebagian orang merasa takut karena bisa digigit atau mencemari makanan.

    Jika populasi cicak di rumah cukup banyak, maka detikers harus waspada. Sebab, ada sejumlah faktor yang membuat hewan melata itu bisa hidup dan berkembang biak di tempat tinggal kamu.

    Ingin tahu kenapa ada banyak cicak di sekitar rumah? Lalu bagaimana cara mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Muncul Banyak Cicak di Rumah

    Ada beberapa hal yang membuat cicak sering muncul di rumah. Dilansir situs Pest Clinic Singapore, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Rumah yang Lembap dan Hangat

    Cicak dapat berkembang biak di tempat yang lembap, gelap, dan hangat. Area ini juga ideal bagi cicak untuk berburu makanan seperti semut dan nyamuk.

    Ada beberapa titik di rumah yang cenderung lembap dan gelap, seperti lemari pakaian, rak buku, dan plafon. Maka tak heran kalau cicak sering bersembunyi di tempat-tempat tersebut.

    2. Ada Sisa Makanan di Meja

    Selain memburu serangga, cicak juga gemar memakan sisa-sisa makanan yang ada di atas meja, seperti nasi, buah, dan sayuran. Jika kamu lupa untuk membuang atau menutup sisa makanan di atas meja, maka bisa menarik cicak untuk datang ke rumah.

    3. Ada Retakan atau Celah di Rumah

    Karena memiliki ukuran tubuh yang kecil, cicak dapat menyelinap ke celah atau retakan di rumah, seperti jendela, dinding, pintu, dan lubang ventilasi udara. Oleh sebab itu, penting untuk menutup celah atau retakan di rumah supaya cicak tidak bisa masuk.

    4. Ada Genangan Air

    Agar bisa bertahan hidup, cicak akan mencari sumber air terdekat yang bisa dijangkau. Jika di rumah ada kebocoran pipa air, maka dapat mengundang reptil kecil itu untuk datang.

    Selain itu, cicak juga kerap ditemukan di wastafel dan kamar mandi yang basah. Sisa-sisa cipratan air yang tidak dikeringkan justru menjadi tempat yang cocok bagi cicak untuk mendapatkan sumber air.

    Cara Mengusir Cicak di Rumah dengan Ampuh

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir cicak di rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut tipsnya:

    1. Simpan Makanan di Tempat yang Aman

    Langkah pertama adalah menyimpan makanan di tempat yang aman, seperti di kulkas atau ditutup dengan tudung saji. Jangan biarkan makanan tergeletak begitu saja karena dapat mengundang cicak datang untuk memakannya.

    Jika di rumah memiliki ruang khusus untuk menyimpan makan, sebaiknya dibersihkan secara berkala agar tidak dijadikan sarang oleh cicak.

    2. Bersihkan Rumah

    Selalu bersihkan rumah setiap hari dengan cara menyapu dan mengepel lantai. Selain itu, singkirkan barang-barang yang menumpuk karena bisa menjadi tempat persembunyian cicak.

    Jika ada remahan makanan yang jatuh ke lantai, sebaiknya segera dibersihkan. Soalnya, sisa-sisa makanan juga dapat mengundang cicak untuk datang ke rumah.

    3. Tutup Akses Masuk

    Cicak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau retakan. Sebagai bentuk pencegahan, pemilik rumah dapat memasang jaring di jendela dan lubang ventilasi udara agar cicak dan hewan lainnya tidak bisa masuk.

    Kalau ditemukan ada retakan atau lubang pada dinding dan struktur rumah, sebaiknya segera diperbaiki karena bisa menjadi akses masuk cicak.

    4. Sebarkan Kamper

    Agar efektif mengusir cicak, pemilik rumah bisa menebarkan kamper di beberapa sudut rumah. Kamper disebut efektif untuk membasmi cicak karena mengeluarkan bau menyengat yang tidak disukai reptil tersebut.

    Selain di sudut ruangan, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari, rak buku, dapur, atau di bawah wastafel.

    5. Semprot Cairan Merica

    Selain bau yang menyengat, cicak ternyata juga tidak suka aroma pedas dari merica. Pemilik rumah bisa membuat semprotan merica dengan cara mencampur merica bubuk ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Agar efektif, kocok botol semprot terlebih dahulu sebelum digunakan. Lalu, semprotkan cairan ke sejumlah titik yang sering dilalui cicak.

    Itulah penyebab ada banyak cicak di rumah dan cara mengusirnya secara efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sekadar Bumbu, Bawang Putih Ampuh buat Usir Tikus-Cicak


    Jakarta

    Bawang putih kerap digunakan sebagai bahan masakan andalan untuk menambah cita rasa dan wangi. Di luar itu, bawang putih juga memiliki keunggulan lain, yakni bisa menjadi senjata sakti pengusir hewan-hewan yang tak diinginkan di rumah.

    Hal ini dikarenakan bawang putih memiliki aroma yang khas dan kuat yang dapat mengganggu indra penciuman hewan yang hendak berburu makanan di rumah. Lantas, hewan apa saja yang takut dengan bau bawang putih dan bagaimana cara memasang perangkapnya? Berikut penjelasannya.

    Cara Mengusir Hama di Rumah Pakai Bawang Putih

    1. Tikus

    Siapa di sini rumahnya sering didatangi tikus. Terus mereka sering bikin berisik dan rusak barang-barang di rumah. Daripada pasang perangkat berbahan kimia, coba pakai bawang putih saja. Dilansir detikFood, aroma bawang putih yang menyengat juga bisa mengalihkan perhatian tikus. Cara memasang perangkapnya adalah dengan bungkus bawang putih di dalam kain kasa. Letakkan bungkusan ini di area yang sering dijangkau tikus. Diamkan bungkusan bawang putih ini selama beberapa hari dan tikus tak akan berani datang lagi. Sebagai catatan, kamu juga harus kasih akses jalan untuk tikus keluar dan tutup akses tersebut agar mereka tidak kembali lagi.


    2. Nyamuk

    Hewan kedua adalah nyamuk. Hewan yang kerap menghisap darah manusia ini bukan hanya membuat gatal-gatal, melainkan bisa mengganggu orang dengan suaranya dan bisa menularkan penyakit berbahaya seperti DBD. Dikutip dari Architectural Digest India, nyamuk ternyata tidak suka dengan bau bawang putih. Baunya terlalu menyengat sehingga mereka enggan mendekat.

    Cara pasang perangkapnya adalah dengan menumbuk beberapa siung bawang putih dan panaskan di air mendidih. Setelah dingin, tuang cairan bawang putih ke dalam botol spray dan semprotkan di sekitar rumah.

    3. Ulat Bulu

    Bagi rumah yang dekat kebun, biasanya ulat bulu mudah sekali ditemukan. Hewan ini kerap berkamuflase sehingga berbahaya jika tersentuh karena bisa menyebabkan gatal-gatal. Mengutip dari Cleanipedia, bawang putih yang dicampurkan dengan sabun cuci piring dan air dapat menjadi cairan ajaib yang tidak disukai ulat bulu.

    Cara membuatnya dengan merendam bahan-bahan tersebut. Kemudian, cairan tersebut dimasukkan ke dalam botol semprotan. Cairan ini ampuh untuk mengusir ulat bulu di batang tanaman dan daun. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

    4. Cicak

    Hewan yang pasti ada di rumah adalah cicak. Hewan ini sebenarnya tidak pernah menyerang, tetapi keberadaan cukup mengganggu dan sering buang kotoran sembarangan. Bawang putih ternyata ditakuti oleh cicak berdasarkan catatan detikJabar. Cicak diketahui tidak menyukai bau bawang putih, merah, atau bombai. Aneka bawang yang memiliki aroma tajam tersebut dapat ditaruh di sejumlah area rumah.

    Jika tidak ingin rumah dikotori oleh berbagai bawang, kamu bisa membuat semprotan bawang. Caranya, detikers perlu membuat jus bawang putih untuk kemudian dimasukkan ke dalam botol semprot. Untuk menggunakannya, kamu cukup menyemprotkan cairan tersebut ke area yang sering dihinggapi cicak.

    Itulah cara mengusir berbagai hama di rumah. Semoga bermanfaat!

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Pengusir Cicak dan Tikus di Dapur, Wangi Alami Tanpa Bahan Kimia



    Jakarta

    Dapur adalah area yang krusial dalam rumah. Sebagai tempat mengolah makanan, dapur harus selalu dijaga agar tetap higienis dan bebas dari gangguan hama pembawa penyakit.

    Cicak dan tikus merupakan hama yang seringkali dijumpai di dapur. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengusirnya adalah dengan menempatkan tanaman tertentu.

    Secara alami, cicak dan tikus tidak menyukai aroma kuat dan mengandung minyak esensial. Tanaman tersebut, dapat ditempatkan di sudut dapur ataupun di dekat area penyimpanan makanan.


    Berikut ini beberapa tanaman yang dapat diletakkan di dapur, untuk mengusir cicak dan tikus.

    Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman peppermint Foto: Getty Images/La_vanda

    Mint adalah tanaman herbal alami yang kuat dan aromatik. Tanaman ini dikenal dengan batangnya yang persegi dan daunnya yang harum. Tanaman mint tumbuh dengan cepat dan seringkali menyebar secara agresif, sehingga sering ditanam dalam pot untuk mengontrol pertumbuhannya.

    Dilansir dari Tomsguide, Tanaman ini memiliki wangi yang tajam, dengan aroma mentol yang kuat. Aroma tersebut tidak disukai tikus sehingga dapat membantu mengurangi kemunculan hama tersebut di dalam dapur. Tanaman ini dapat diletakkan di pot dekat pintu dapur ataupun di sekitar laci untuk menyimpan bahan makanan.

    Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender adalah tanaman semak yang wangi dan dikenal karena bunga ungu yang khas dan memiliki aroma minyak esensial. Tanaman ini seringkali dibudidayakan karena aromanya yang harum dan perawatan yang mudah.

    Tanaman ini memiliki aroma segar yang tahan lama dan bisa mengusir tikus di rumah. Dengan menanam bunga lavender, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaburkan beberapa tangkai di sekitar pangkal tanaman yang sudah ada. Kemudian, lavender kering juga dapat diletakkan di tempat ataupun celah yang kemungkinan besar menjadi sarang tikus. Aroma yang kuat dapat mengusir tikus, karena tikus terganggu dengan wangi-wangian aromatik.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman semak hijau dengan daun seperti jarum dan memiliki bunga berwarna biru hingga ungu. Tanaman ini memiliki aroma kayu yang kuat karena berasal dari senyawa aromatik.

    Tanaman ini memiliki aroma yang tajam dan cenderung tidak disukai oleh beberapa jenis hama, termasuk tikus dan cicak. Karena aromanya yang kuat, hama tidak akan tertarik untuk mendekat karena tanaman ini juga mampu mengganggu kemampuan hama untuk mencium makanan. Untuk menggunakannya, bisa dengan menyemprotkan minyak yang terbuat dari esensial rosemary.

    Bawang Putih dan Bawah Merah

    Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or  Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle.Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle. Foto: Getty Images/Petra Richli

    Tanaman dari keluarga bawang-bawangan ini tidak hanya bermanfaat sebagai bahan masakan, tetapi juga dikenal efektif mengusir cicak dan tikus di dapur. Aroma menyengat yang dihasilkan tanaman ini berasal dari senyawa sulfur alami, salah satunya adalah allicin.

    Dilansir dari situs Urvann, bagi cicak, bau sulfur tersebut menciptakan aroma tidak nyaman dan membuat mereka enggan mendekat. Sementara untuk tikus, aroma kuat dari bawang dapat mengacaukan kemampuan mereka dalam mengenali bau makanan atau mendeteksi bahaya. Karena itulah, meletakkan bawang merah atau bawang putih di sudut dapur tertentu sering direkomendasikan sebagai metode alami untuk mengurangi kehadiran hama kecil tanpa menggunakan bahan kimia.

    Serai

    Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat!Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat! Foto: Mokkie/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0

    Serai adalah tanaman rumput yang memiliki aroma segar seperti lemon. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang panjang seperti tali dengan batang yang kuat dan berserat, serta ketika diremas akan mengeluarkan aroma jeruk yang kuat.

    Wanginya yang aromatik, selain untuk mengusir nyamuk juga dapat digunakan untuk mengusir hama-hama kecil seperti cicak. Tanaman ini dapat diletakkan di pot besar dan ditempatkan di area dapur.

    Bunga Krisan

    Ilustrasi bunga krisanIlustrasi bunga krisan Foto: Getty Images/iStockphoto/miwa_in_oz

    Bunga Krisan dikenal sebagai tanaman berbunga yang memiliki warna yang mencolok. Bunga ini merupakan tanaman hias karena keindahan warna dan bentuknya. Bunga ini juga banyak digunakan dengan tujuan untuk menetralkan udara dalam ruangan.

    Namun, bunga ini juga mengeluarkan bau menyengat bagi tikus. Dilansir dari toms guide, bunganya mengandung kombinasi khusus senyawa insektisida yang beracun dan merupakan salah satu tanaman pengusir hama yang cukup efektif. Tanaman ini dapat diletakkan di luar ruangan atau juga di dalam ruangan.

    Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah Mertua adalah tanaman hias yang cukup populer dengan daunnya yang tegak dan berbentuk seperti pedang. Tanaman ini dapat dirawat dengan mudah karena dapat bertahan hidup dengan kadar air minimal dan berbagai kondisi cahaya.

    Tanaman ini dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan dan menciptakan ruangan tidak nyaman bagi cicak. Daunnya yang tegak dan kaku dapat melindungi sudut-sudut ruangan dan mengusir cicak yang menyukai bersembunyi di sana.

    Itulah beberapa jenis tanaman yang dapat mengusir kedatangan tikus dan cicak di dalam dapur. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cicak Suka Berkeliaran di Rumah, Ini Tempat Sembunyi dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Cicak adalah reptil kecil yang sering berkeliaran di dalam rumah, apalagi menempel pada dinding. Meski tidak berbahaya, sebagian penghuni suka risih dengan cicak.

    Hama ini bisa mengotori rumah karena kerap buang kotoran sembarangan. Lalu, cicak juga dapat mencemari makanan yang tidak disimpan dengan baik.

    Kalau merasa terganggu dengan cicak, penghuni bisa mengusirnya. Nah, salah satu cara ampuh adalah mencari cicak di tempat persembunyiannya.


    Tempat Persembunyian Cicak

    Selain menempel di tembok, cicak bisa ditemukan bersembunyi di berbagai titik di rumah. Berikut ini tempat persembunyian cicak, dikutip dari PestClinic.

    • Di bawah tumpukan kertas, majalah, koran, dan barang rongsokan lainnya.
    • Di bagian belakang bingkai atau barang lain yang digantung atau dipasang di dinding.
    • Lemari, laci, lemari, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang perabot biasa menjadi tempat cicak bertelur dan melindungi diri dari predator.
    • Di bawah wastafel merupakan tempat yang cocok untuk berkembang biak karena lembap.

    Cara Mengusir Cicak

    Setelah menemukan tempat persembunyian cicak, penghuni dapat mengusirnya dengan cara berikut ini seperti yang dilansir dari Livspace dan Times of India.

    1. Bubuk Kopi

    Cicak tidak suka aroma kopi yang menyengat. Campurkan bubuk kopi dengan air, lalu semprotkan ke area yang sering terdapat cicak. Cara lain bisa dengan menaruh bubuk kopi di sudut-sudut rumah.

    2. Cangkang Telur

    Cangkang telur bisa mengusir cicak karena dikira predator. Penghuni rumah dapat menyebarkan cangkang telur bekas di dapur, balkon, atau dekat jendela rumah. Ganti cangkang telur setiap 3-4 hari sekali dengan yang segar.

    3. Lada

    Cicak juga tidak suka lada atau merica. Semprotkan campuran bubuk merica atau lada dengan air di tempat yang sering terdapat cicak.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus punya aroma tajam yang bisa mengusir cicak. Letakkan kapur barus di dapur, lemari, atau kolong wastafel.

    5. Pasang Jaring Jendela

    Supaya cicak nggak balik lagi ke rumah, pasang jaring pada jendela. Jaring itu tidak akan menghalangi cahaya masuk, tetapi dapat menghalangi akses masuk cicak dan serangga.

    6. Rutin Bersih-bersih

    Cicak mencari tempat yang ada makanan atau serangga kecil. Pastikan untuk menjaga kebersihan rumah dan menyimpan makanan dengan benar agar tidak dihampiri cicak ya.

    7. Turunkan Suhu Ruangan

    Reptil kecil ini menyukai tempat yang hangat. Nah, penghuni rumah bisa menyalakan AC dengan suhu rendah agar cicak nggak betah.

    Itulah tempat persembunyian dan cara mengusir cicak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Membunuh Binatang di Rumah: Kapan Diperbolehkan?


    Jakarta

    Di dalam rumah, kita mungkin akan menjumpai berbagai macam hewan, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni. Beberapa hewan yang mungkin kita temukan di rumah seperti cicak dan tikus bisa mengganggu kehidupan di rumah.

    Lantas, bagaimana Islam memandang tindakan membunuh hewan-hewan tersebut di dalam rumah? Apakah boleh membunuh hewan yang mengganggu, atau justru ada aturan dan batasan tertentu dalam syariat?

    Membunuh Hewan di Rumah

    Dalam menjalani kehidupan di rumah, mungkin kita akan bertemu dengan berbagai macam hewan yang bisa jadi mengganggu kehidupan para penghuni surga. Dalam Islam, dibolehkan untuk membunuh beberapa jenis hewan.


    Berikut beberapa hewan yang boleh dibunuh di rumah dalam Islam.

    1. Cicak

    cicakCicak (Foto: iStock)

    Menurut buku Kajian Islam Profesi Peternakan oleh Retno Widyani, sebuah hadits dalam Shahih Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membunuh cicak karena menyebutnya “penjahat kecil.”

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.

    Artinya: Dari Sa’id bin Abi Waqqash RA bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil. (HR Muslim)

    Bahkan, terdapat keutamaan dan pahala bagi mereka yang membunuh cicak sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut.

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    2. Tikus

    Cara mengusir tikus dari rumahTikus (Foto: Pixabay/Pexels)

    Tikus adalah salah satu hewan yang sering ditemukan di dalam rumah dan dapat menimbulkan gangguan serta menyebarkan penyakit. Dalam Islam, tikus termasuk hewan yang boleh dibunuh karena dianggap berbahaya dan merusak.

    Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, terdapat lima jenis hewan yang diperkenankan untuk dibunuh dalam ajaran Islam. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa lima hewan tersebut boleh dibunuh karena sifat atau bahayanya.

    “Lima jenis hewan yang boleh dibunuh di Tanah Suci dan di luar Tanah Suci adalah burung gagak, burung elang besar, kalajengking, tikus, dan anjing yang menggigit.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadis tersebut menunjukkan bahwa membunuh tikus di rumah tidak termasuk dosa.

    3. Tokek

    Tokek tokay diketahui memiliki 'indra keenam'Tokek tokay diketahui memiliki ‘indra keenam’ (Foto: uritafsheen/Getty Images via Science Alert)

    Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membunuh tokek. Menurut salah satu riwayat, anjuran ini berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS dilempar ke dalam api oleh Raja Namrud dan pasukannya.

    Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Qashash Al-Anbiyaa bahwa perintah tersebut disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari, tepatnya pada Bab Kisah Para Nabi dalam pembahasan ayat Allah, “Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS An-Nisa: 125).

    Dari Ubaidillah bin Musa (Ibnu Salam), dari Ibnu Juraij, dari Abdul Hamid bin Jubair, dari Said bin Musayib, dari Ummu Syuraik yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh tokek, lalu beliau mengatakan, “Karena dahulu tokek itu pernah meniup-niupkan api kepada Ibrahim.”

    4. Ular

    Potret ular weling (Bungarus candidus) sedang merayap di tanah.Potret ular weling (Bungarus candidus) sedang merayap di tanah. (Foto: Benjamin Michael Marshall/Flickr/Lisensi CC BY-NC 2.0)

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membunuh ular. Terutama yang memiliki dua garis putih di punggung atau ekornya pendek/buntung.

    Dalam istilah Arab, ular bergaris putih dikenal dengan sebutan dzu ath-thifyatain, sedangkan ular berekor pendek disebut al-abtar.

    Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan karya Muhammad Fuad Abdul Baqi (terjemahan Ganna Pryadharizal Anaedi dan Muhamad Yasir al-Abtar) juga merujuk pada ular dengan ciri khas tidak berekor atau panjangnya kurang dari sehasta (sekitar 45 cm). Ular ini biasanya berwarna biru dengan ujung ekor yang putus.

    Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa perintah membunuh dua jenis ular ini didasarkan pada bahayanya, karena diyakini dapat menyebabkan kebutaan dan keguguran.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Bunuhlah ular dan anjing. Apalagi ular yang di punggungnya ada dua garis putih serta ular yang ekornya buntung. Sebab, kedua jenis ular itu bisa membutakan mata dan menggugurkan kandungan.” (HR Muslim).

    5. Hewan yang Membahayakan

    Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur.Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)

    Miftah Faridl, dalam buku Antar Aku ke Tanah Suci: Panduan Mudah Haji, Umrah, dan Ziarah, menerangkan bahwa diperbolehkan membunuh hewan pada kondisi-kondisi tertentu. Salah satunya adalah ketika hewan tersebut menyerang manusia. Dalam situasi seperti itu, membunuh hewan dianggap sebagai bentuk perlindungan diri. Maka, tindakan tersebut tidak termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Peran Cicak saat Terbakarnya Baitul Maqdis, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa adalah salah satu tempat suci bagi umat Islam yang bersejarah dengan dinamika yang panjang. Masjid ini pernah menjadi titik keberangkatan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj bahkan pernah menjadi kiblat salat sebelum berpindah ke Makkah.

    Tidak diketahui kapan tepatnya masjid ini dibangun karena ada beragam versi yang menyatakan pendapatnya. Namun, masjid ini pernah mengalami kehancuran hingga kebakaran di masa lalu yang menyebabkan dilakukan renovasi beberapa kali.

    Terakhir, peristiwa tragis lagi-lagi terjadi di Baitul Maqdis pada 21 Agustus 1969. Saat itu, Yahudi melakukan kejahatan besar yakni membakar tempat ibadah bersejarah dalam Islam tersebut.


    Dikutip dari buku Sejarah & Keutamaan Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds oleh Mahdy Saied Rezk Karisem, seorang Yahudi bernama Dennis Michael Rohan menyalakan api di tiga tempat dengan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar hingga api pun berkobar dengan sangat besar. Insiden ini pun melenyapkan mimbar kuno bernama Shalahuddin Al Ayyubi’.

    Peristiwa ini lalu mengundang murka umat Islam dunia hingga terlahir ide pembentukan organisasi negara-negara Islam atau negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam yakni Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

    Peran Cicak saat Baitul Maqdis Terbakar

    Diriwayatkan dalam salah satu hadits, ada satu hewan yang turut membantu dalam berkobarnya peristiwa kebakaran di Baitul Maqdis. Hewan yang dimaksud adalah cicak.

    Dikutip dari laman Organisasi Islam di Arab Saudi, Al Durar Al Sunni, keterangan hadits tersebut bersumber dari Kitab Al Sunan Al Kubra (9/318) dengan hadits mauquf yang rantai penyebarannya shahih. Dari Al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr yang mengutip perkataan Aisyah RA menyebutkan,

    عن عائشةَ رضِيَ اللهُ عنها أنَّها قالتْ: كانتِ الأَوْزاغُ يَومَ أُحرِقتْ بَيتُ المَقدِسِ جعَلتْ تَنفُخُ النارَ بأفواهِها، والوَطواطُ تُطفِئُها بأجنِحَتِها

    Artinya: Dari Aisyah RA, dia berkata: “Pada hari Tempat Suci terbakar, cicak mengobarkan api dengan mulutnya dan kelelawar memadamkannya dengan sayapnya.” (HR Al Baihaqi [19863])

    Dijelaskan dalam laman tersebut, hadits di atas menjelaskan peran cicak meniup-niupkan api untuk memperbesar kobaran api tersebut. Riwayat ini pula yang menjadi landasan perintah untuk membunuh cicak dalam Islam.

    Riwayat serupa juga bersumber dari bekas budak Al Fakih bin Al Mughirah yang saat itu menemui Aisyah RA dan melihat ada tombak tergeletak di rumahnya. Ia pun bertanya pada Aisyah, “Wahai ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”

    Aisyah menjawab, “Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim RA dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali cicak. Ia justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Syaikh Syu’aib menyatakan bahwa sanadnya shahih)

    Rasulullah SAW bahkan pernah menyebutkan dalam hadits keutamaan dari membunuh cicak. Dikisahkan oleh Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    Imam Nawawi dalam Syarh An Nawawi ‘ala Shahih Muslim menafsirkan, pahala kebaikan yang berbeda tingkatannya itu merupakan balasan Allah SWT pada kecermatan dalam kesulitan membunuh cicak. Tingkat kesulitan tersebut dimaknai sebagai perbuatan yang ikhlas mengerjakan karena Allah SWT.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mengusir Cicak dan Hukum Membunuhnya dalam Islam


    Jakarta

    Keberadaan cicak mungkin dianggap mengganggu oleh sebagian orang. Dalam Islam, ada doa mengusir cicak yang bisa dipanjatkan.

    Cicak merupakan salah satu hewan melata yang merayap di dinding. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sa’id bin Abi Waqqash RA, Rasulullah SAW menyebut cicak sebagai penjahat kecil dan beliau menganjurkan untuk membunuhnya.

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.


    Artinya: “Nabi Muhammad SAW menyuruh untuk membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil.” (HR Muslim)

    Selain itu, Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu Anha menceritakan dari Rasulullah SAW bahwa ketika Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud, tidak ada seekor hewan pun yang tidak berusaha memadamkan api kecuali cicak.

    Doa Mengusir Cicak

    Kesunnahan membunuh cicak telah dijelaskan dalam banyak riwayat. Bahkan pahala sebagai ganjarannya bila melakukan beberapa pukulan pada cicak.

    Selain dengan membunuh, tahukah jika ada amalan doa yang bisa dibaca untuk menghalau cicak masuk ke dalam rumah. Berikut adalah amalan doa tersebut, dirangkum dari berbagai sumber:

    1. Surat Al-Isra Ayat 44

    Muhammad Asy-Syafrowi dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian mengungkapkan, bahwa surat Al-Isra ayat 44 dapat menjadi alternatif untuk memohon perlindungan dari Allah. Baik perlindungan dari kejahatan ataupun dari hewan-hewan seperti cicak:

    تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

    Arab latin: tusabbihu lahus-samawatus-sab’u wal-ardlu wa man fîhinn, wa im min syai’in illa yusabbiḫu bihamdihi wa lakil la tafqahuna tasbihahum, innahu kana ḫaliman ghafura

    Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”

    2. Doa Berlindung dari Ancaman

    Terdapat doa yang dapat diamalkan dan diajarkan kepada anak-anak agar terlindung dari hewan melata salah satunya cicak. Amalan doa ini merujuk pada buku Kitab Doa-Doa Bagi Keluarga karya Siti Nur Aidah:

    أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ

    Arab latin: U’îdzuka bikalimatillahit tammati min kulli syaithanin, wa hammatin, wa min kulii ‘ainin lammah. Allahumma barik fîhi, wa la tadhurrah.

    Artinya, “Saya menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

    Hukum Membunuh Cicak

    Dibanyak hadits disebutkan hukumnya sunnah membunuh cicak. Namun yang jadi pertanyaan adalah masih relevankah membunuh cicak pada masa sekarang jika merujuk dari hadts-hadits terdahulu.

    Menukil buku Kajian Islam Profesi Peternakan karya Retno Widyani, keutamaan dan pahala yang kita dapatkan ketika membunuh cicak adalah sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW sebagai berikut:

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka ia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka ia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika ia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka ia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    Penafsiran lengkap mengenai hadits di atas telah diterjemahkan oleh Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam As-Sulmi dalam buku Jawaban Pertanyaan Rumit dalam Islam. Imam Nawawi mengatakan:

    “Yang dimaksudkan dari dibanyakkannya pahala dalam pukulan pertama sewaktu membunuh cicak yaitu anjuran untuk berinisiatif atau bergegas membunuhnya dan anjuran untuk membunuhnya dalam sekali pukulan. Jika ingin memukulnya beberapa kali, bisa jadi cicak justru kabur dan usahanya menjadi gagal (karena kehilangan fokus lantaran asal pukul saja). Wallahu a’lam,” terang Imam Nawawi.

    Selanjutnya, harus dipastikan, kata `al-auzagh` dalam hadis tersebut apakah untuk menunjukkan kata cicak seperti cicak-cicak di rumah kita atau tidak. Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim-nya menjelaskan bahwa auzagh yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah yang sejenis saamul abrash, yakni cicak yang dapat mendatangkan penyakit.

    Selain itu, dalam salah satu hadits diriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, cicak dianggap dapat menularkan penyakit kusta, sebagaimana disebutkan oleh Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qari:

    ويصير ذلك مادة لتولد البرص

    Artinya: “Cicak mengandung zat yang dapat menimbulkan penyakit kusta.”

    Saat memahami hadits tersebut, perlu diketahui bahwa inti pembahasannya adalah karena cicak dianggap dapat menularkan penyakit, bukan hanya sebagai bentuk dendam terhadap tindakan cicak terhadap Nabi Ibrahim AS. Selain itu, kata ‘auzagh’ tidak boleh diartikan sebagai cicak yang biasa ada di dalam rumah karena maksudnya berbeda.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com