Tag: cina

  • Nggak Butuh Tanah, 5 Tanaman Hias Ini Cukup ‘Dicelup’ ke Air


    Jakarta

    Tanaman punya banyak cara untuk bertahan hidup. Salah satunya, mereka tidak membutuhkan tanah sebagai media untuk hidup, cukup dekatkan mereka dengan sumber air, tanaman tersebut bisa hidup. Tanaman ini bernama tanaman hidrofilik.

    Jenis tanaman tanpa tanah ini ternyata perawatannya tidak sulit, bahkan beberapa ada yang cocok untuk tanaman hias. Kamu juga tidak perlu menyiram setiap hari karena kebutuhan air sudah terpernuhi.

    Dikutip dari Wild Plantage, Rabu (31/7/2024) berikut beberapa macam-macam tanaman yang bisa tumbuh tanpa tanah, melainkan cukup dicelup di dalam air.


    1. Chinese Evergreen

    Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman pertama yang unik adalah chinese evergreen atau cemara cina. Tumbuhan ini mudah tumbuh di air dan memiliki dedaunan yang lebat dengan bentuk seperti lidah. Warna daunnya pun beragam, ada yang hijau tua dan hijau muda, atau ada yang corak merah jambu dan hijau kekuningan. Tumbuhan berwarna merah jambu lebih menyukai sinar matahari dibanding warna daun yang lebih gelap. Tanaman satu ini harus diletakkan di area yang teduh dan tidak tersorot matahari langsung.

    Ada tips agar tanaman itu tumbuh merambat dengan baik yakni memotong batangnya dengan panjang minimal 4 inci atau 10 cm. Perlu diketahui chinese evergreen tidak cocok untuk dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut, artinya ini bisa berbahaya untuk gangguan pencernaan.

    2. Sirih Gading

    selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

    Tanaman sirih gading atau pothos adalah tanaman rambat yang bisa tumbuh dengan dimasukkan ke dalam air. Tanaman ini pun bisa tumbuh meski minim sinar matahari. Sama seperti chinese evergreen, sirih gading memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak sampai membahayakan nyawa. Daunnya sangat tajam dan dapat merobek kulit, sehingga kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

    3. Lucky Bamboo

    Lucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass potLucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass pot Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

    Layaknya anakan bambu, lucky bamboo adalah tanaman berbentuk batang panjang berwarna hijau yang tumbuh dengan dimasukkan ke dalam wadah berisi air. Lucky bamboo ini tidak harus sebesar bambu pada umumnya. Untuk menjadi tanaman hias, kamu bisa memotong batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air.

    Tanaman ini bisa diletakkan di dalam rumah yang jauh dari matahari asalkan terkena sinar lampu. Untuk tanaman satu ini tidak memiliki kandungan berbahaya bagi manusia, tetapi beracun bagi hewan peliharaan.

    4. Begonia atau Hariang

    begoniabegonia Foto: dok. Wisnu Ardi

    Tanaman hias selanjutnya adalah begonia atau kerap disebut hariang. Tumbuhan ini tumbuh subur ditanam di dalam ruangan, terutama untuk jenis wax, tuberous, dan rex. Untuk merawat tanaman ini, kamu perlu menyertakan akar simpulnya sehingga selama di air akan tetap segar. Agar tetap subur, tanaman ini tetap harus mendapat sinar matahari, lokasinya bisa diletakkan di jendela yang menghadap ke timur atau utara untuk mendapatkan cahaya tersebut.

    Hewan ini tidak berefek apa pun pada manusia jika termakan, tetapi tanaman ini tetap berbahaya untuk hewan karena memiliki kandungan kristal kalsium oksalat yang bisa menyebabkan iritasi hebat.

    5. Tradescantia

    Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background.Spiderwort Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyavachara Arunotai

    Tradescantia memiliki ciri khas berwarna ungu tetapi bentuknya seperti daun. Tradescantia memiliki nama lain yakni spiderwort atau wandering jew. Tanaman ini dapat tumbuh di dalam media air.

    Cara perawatannya dengan memotong sekitar 10-15 cm dan buang bagian bawah daun sebelum dimasukkan ke dalam air agar daun berada di permukaan dan tidak masuk ke dalam air. Perlu diperhatikan bahwa tanaman ini memiliki racun sehingga jangan sampai hewan peliharaan kamu mencicipi tanaman ini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

    Jakarta

    Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

    Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

    Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


    Mengenal Diet Tiongkok

    Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

    Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

    Hari 1: Telur

    Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
    Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

    Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

    Hari ke 2: Cairan

    Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

    Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

    Hari ke 3: Daging

    Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

    Hari ke 4: Buah

    Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

    Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

    Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

    Hari ke 5: Sayuran

    Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

    Apakah Diet Tiongkok Aman?

    Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

    Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

    Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

    Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

    Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

    “Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

    Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

    “Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Tiongkok Diklaim bisa Turunkan 10 Kg dalam Seminggu, Amankah?

    Jakarta

    Diet Tiongkok sempat jadi tren karena diklaim bisa turunkan berat badan 10 kg hanya dalam 5-7 hari.Diet ini mulanya viral di platform media sosial China, Xiaohongshu.

    Pada sebuah unggah video, ada seorang wanita mengaku dalam waktu kurang dari seminggu berat badannya berkurang 10 kilogram. Makanan yang dikonsumsinya selama diet ini, sebagian besar menunya terdiri dari protein hewani dan serat.

    Apa yang dimaksud dengan diet Tiongkok? Berikut penjelasannya.


    Mengenal Diet Tiongkok

    Mengutip Daily Vanity, diet Tiongkok adalah diet yang berfokus pada pola makan, dengan satu jenis makanan bernutrisi dalam sehari.

    Jadi, selama seminggu orang yang menjalani diet ini hanya mengkonsumsi satu jenis makanan yang dimakan dan akan berbeda-beda tiap harinya. Makanannya bisa berupa buah, sayuran, cairan, atau protein hewani.

    Hari 1: Telur

    Menu hari pertama diet Tiongkok adalah telur. Jadi seharian, makannya ada menu telur.
    Seseorang yang menjalankan diet ini bisa makan dua-tiga telur rebus untuk sarapan, telur ceplok atau telur dadar ketika makan siang, dan sebutir telur kukus saat makan malam.

    Jika mau dibuat telur dadar, maka disarankan untuk pakai jenis minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari. Namun, American Heart Association (AHA) merekomendasikan batas aman untuk konsumsi telur dalam seminggu yaitu 7 butir telur.

    Hari ke 2: Cairan

    Dalam seharian, orang tersebut hanya mengkonsumsi air/minuman. Adapun minuman yang disarankan yaitu susu, kpi, atau sari kedelai.

    Dianjurkan untuk tidak konsumsi minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, seperti minuman boba.

    Hari ke 3: Daging

    Menu hari ketiga diet Tiongkok yaitu makan daging selama seharian, baik itu daging sapi, ayam ataupun seafood. Disarankan untuk memasakan dengan cara yang sehat, seperti ditumis, kukus, atau dipanggang.

    Hari ke 4: Buah

    Buah yang disarankan untuk dimakan yaitu delima, apel, jeruk, blueberry, ceri, dan anggur.

    Namun, ada beberapa buah yang perlu dihindari ketika menjadi diet ini. Pasalnya, buah-buah ini mengandung gula yang tinggi, seperti mangga, durian, mangga, kelengkeng, dan leci.

    Jenis buah yang dianjurkan dalam diet ini antara lain apel, jeruk, bluberi, anggur, delima, dan cherry.

    Hari ke 5: Sayuran

    Di hari terakhir, menu dietnya yaitu sayuran. Menu ini bisa dimanfaatkan untuk mendapat asupan mineral serat, vitamin, dan sedikit karbohidrat. Jika ingin dibuat salad, penting untuk memperhatikan dressing atau bumbu untuk menu saladnya.

    Apakah Diet Tiongkok Aman?

    Meski klaim diet sungguh menggiurkan, tapi kita juga perlu berhati-hati. Karena, penurunan berat badan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat bukan pilihan yang tepat.

    Sejatinya, memang penurunan berat badan pada masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.

    Tapi, hilangnya berat dengan cepat bisa jadi tanda kalau diet yang dijalani seimbang dan tidak sehat.

    Dokter spesialis gizi klinis MRCCC Siloam Hospital, Inge Permadi, menyebut bahwa umumnya program diet bisa memangkas asupan kalori sebanyak 500-1.000 kalori per hari.

    Apakah bisa diet 1 minggu turun 10 kg? Saat angka pemangkasan kalorinya konsisten, maka berat badan bisa turun 0,5-1 kilogram per minggu.

    “Angka itu bisa dijadikan patokan penurunan berat badan yang sehat,” jelas Permadi, dikutip dari CNNIndonesia beberapa waktu lalu.

    Meski demikian, Permadi mengatakan bahwa tak semua orang bisa menurunkan berat badan di angka sebanyak itu. Ada juga yang mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

    “Pada orang dengan kondisi tertentu dan membutuhkan penurunan berat badan lebih cepat, biasanya dokter akan melengkapi perawatan dengan pemberian obat. Alhasil, dalam waktu yang sama, penurunan berat badan bisa bertambah 1-1,5 kilogram per minggu,” ujarnya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Menag Sebut Agama Seperti Nuklir, Apa Maksudnya?



    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pandangan menarik tentang peran agama dalam kehidupan berbangsa. Dalam pidatonya, ia mengibaratkan agama layaknya energi nuklir. Apa maksudnya?

    Energi nuklir menurut Nasaruddin Umar punya dua sisi. Bisa membawa manfaat luar biasa bagi kemanusiaan, atau sebaliknya, menjadi kekuatan yang menghancurkan.

    “Agama itu seperti nuklir. Nuklir itu bisa memberikan jasa yang luar biasa,” ujar Nasaruddin Umar dalam acara Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan 2025 di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/8/2025).


    Ia mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan Jerman yang tarif listriknya murah karena memaksimalkan penggunaan energi nuklir. Namun, Nasaruddin juga mengingatkan bahwa energi nuklir dapat disalahgunakan menjadi bom yang memusnahkan peradaban.

    “Jadi tergantung, nuklir itu nanti kita mau pakai untuk jasa kemanusiaan atau juga pemusnahan kemanusiaan,” ujarnya.

    Menariknya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa agama seharusnya menjadi faktor sentripetal, yaitu kekuatan yang menyatukan. Bukan sentrifugal yang mencerai-beraikan umat dari satu titik. Dengan kata lain, agama harus menjadi perekat yang mengintegrasikan berbagai perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh.

    Ia yakin bahwa jika setiap umat beragama mendalami ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh, mereka tidak akan mempertajam perbedaan, melainkan akan menemukan titik temu. Hal ini menjadi landasan penting bagi kerukunan umat.

    Nasaruddin juga menyoroti bahwa pemahaman agama yang benar tidak hanya sebatas simbol atau atribut, tetapi tercermin dari perilaku sehari-hari seperti tutur kata, bahasa tubuh, kearifan, dan kebajikan. Ia pun menyerukan pentingnya membangun kurikulum cinta yang tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga di masjid, rumah ibadah, hingga lingkungan rumah tangga.

    “Kurikulum cinta ini bukan hanya untuk di sebuah ruang yang namanya sekolah, kurikulum cinta itu juga berlaku di masjid, di rumah-rumah ibadah yang lain, berlaku di lingkungan RT, di lingkungan rumah tangga,” pungkasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Penuh Hikmah Imam Al-Ghazali Bersama Murid-muridnya


    Jakarta

    Imam Al-Ghazali, atau yang bernama asli Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi An Naysaburi, merupakan salah seorang tokoh tasawuf modern. Dia lahir pada tahun 1059 M di Ghazaleh, sebuah kota yang terletak di dekat Thus, Iran.

    Imam Al-Ghazali dikenal sebagai orang yang pandai dalam ilmu tafsir Al-Qur’an, ilmu hadis, ilmu kalam, dan ilmu filsafat. Sepanjang hidupnya, beliau banyak mengeluarkan pendapat dan nasihat yang penuh hikmah.

    Tidak hanya itu, beliau juga memberikan banyak pengajaran melalui kisah hidupnya yang banyak diceritakan di kalangan para penuntut ilmu.


    Kisah Nasihat Imam Al-Ghazali kepada Murid-muridnya

    Dikutip dari buku Kumpulan Kisah Teladan yang disusun oleh Prof. Dr. H. M. Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D, yang mereka nukil dari kitab Qashash wa Ma’ani, karya Ala’ Sadiq, berikut ini salah satu kisah penuh hikmah dari Imam Al-Ghazali.

    Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Beliau memulai dengan bertanya:

    Pertanyaan pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

    Murid-muridnya memberikan berbagai jawaban seperti orang tua, guru, teman, dan kerabat. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban tersebut benar, namun yang paling dekat dengan kita adalah kematian.

    “Sebab itu sudah menjadi janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati,” (QS. Ali Imran: 185), jelas beliau.

    Lalu Imam Al-Ghazali melanjutkan dengan pertanyaan kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?

    Beberapa murid menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa jawaban mereka benar, tetapi yang paling jauh adalah masa lalu.

    “Bagaimanapun kita mencoba, dengan kendaraan apapun, kita tidak akan bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai ajaran agama,” pesan beliau.

    Selanjutnya, Imam Al-Ghazali bertanya, “Apa yang paling besar di dunia ini?

    Murid-murid menjawab gunung, bumi, dan matahari. Imam Al-Ghazali mengakui semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar adalah nafsu.

    “Sebagaimana firman Allah SWT ‘Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah)…’ (Al-A’raf: 179). Maka, kita harus berhati-hati agar nafsu tidak membawa kita ke neraka,” tegas beliau.

    Pertanyaan keempat: “Apa yang paling berat di dunia ini?”

    Murid-murid menjawab baja, besi, dan gajah. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa jawaban mereka benar, tetapi yang paling berat adalah memegang amanah.

    “Sebagaimana firman Allah SWT ‘Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.’ (Al-Ahzab: 72). Sayangnya, banyak manusia yang gagal memegang amanahnya sehingga mereka masuk ke neraka,” jelas Imam Al-Ghazali.

    Selanjutnya, Imam Al-Ghazali memberi pertanyaan kelima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”

    Murid-murid menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Imam Al-Ghazali setuju bahwa jawaban itu benar, tetapi beliau menambahkan bahwa yang paling ringan adalah meninggalkan salat.

    “Gara-gara pekerjaan, rapat, atau perkumpulan, kita sering meninggalkan salat. Padahal salat adalah kewajiban utama seorang hamba kepada Tuhannya,” kata beliau.

    Imam Al-Ghazali lalu melontarkan pertanyaan terakhir, “Apa yang paling tajam di dunia ini?”

    Dengan serentak, murid-murid menjawab pedang.

    Imam Al-Ghazali membenarkan jawaban tersebut, namun beliau menekankan bahwa yang paling tajam adalah lidah manusia.

    “Melalui lidah, manusia dengan mudah menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya. Oleh karena itu, jagalah lidah kita agar tidak menimbulkan keburukan bagi orang lain,” pungkasnya.

    Pelajaran-pelajaran dari Imam Al-Ghazali ini mengingatkan kita untuk senantiasa introspeksi diri, menjaga amal perbuatan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari nasihat beliau.

    (inf/erd)



    Sumber : www.detik.com