Tag: cipratan

  • Jurus Jitu Ngepel Lantai Dapur yang Lengket dan Berminyak



    Jakarta

    Lantai rumah sangat cepat kotor, apalagi di dapur. Area dapur yang sering digunakan buat masak biasanya lantainya terasa lengket dan berminyak.

    Kondisi lantai yang seperti ini tentu bikin penghuni rumah merasa nggak nyaman berjalan. Selain tidak nyaman diinjak, penghuni rumah bisa tidak sengaja tergelincir.

    Jika mau rumah selalu bersih, tentunya penghuni rumah harus rajin membersihkan lantai. Namun, terkadang mengepel dengan cara biasa kurang ampuh buat hilangkan lengket dan minyak pada lantai.


    Lalu, bagaimana cara ampuh mengepel lantai biar nggak lengket dan berminyak? Temukan caranya berikut ini, dilansir dari Mr Handyman.

    Cara Ngepel Lantai Dapur

    Inilah beberapa cara membersihkan lantai dapur yang lengket dan berminyak.

    1. Larutan Cuka Putih

    Larutkan cuka putih dengan air menggunakan perbandingan 1:1 di dalam baskom atau botol semprot. Lalu, aplikasikan cairan tersebut pada area berminyak.

    Gunakan sikat untuk menggosok lantai dengan perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Setelah itu, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    2. Pasta Soda Kue

    Campurkan soda kue dengan sedikit air untuk membuat bentuk pasta. Oleskan pasta soda kue pada lantai berminyak dan biarkan selama 10-15 menit.

    Selanjutnya, gosok permukaan tersebut dengan sikat atau spons secara perlahan. Barulah membilas dan mengeringkan lantai.

    3. Larutan Sabun Cuci Piring

    Campurkan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Gunakan larutan ini untuk menyikat dan mengelap noda minyak membandel, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

    4. Larutan Jus Lemon

    Peras jus lemon segar dan campurkan dengan air hangat. Selanjutnya, aplikasikan larutan menggunakan kain pel atau spons. Gunakan kain pel atau spons untuk mengaplikasikan minyak pada pantai.

    Lalu, biarkan larutan bekerja untuk menghancurkan minyak. Barulah menyikat atau mengelap lantai dengan air bersih.

    Penyebab Lantai Dapur Lengket dan Berminyak

    1. Menggoreng dan Menumis Makanan

    Proses memasak seperti menumis dan menggoreng membuat partikel minyak menguap ke udara. Lama-lama partikel minyak akan jatuh dan menumpuk di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai.

    2. Cipratan dan Tumpahan Minyak

    Penghuni rumah bisa tak sengaja menyiprat atau menumpahkan minyak di dapur. Hal ini tentu membuat lantai menjadi kotor, apalagi kalau sedang banyak aktivitas memasak.

    3. Kurang Ventilasi

    Sistem ventilasi yang kurang memadai membuat uap berminyak dari memasak terperangkap di dapur. Ventilasi membantu uap tersebut keluar dari dapur, sehingga mengurangi tumpukan minyak.

    4. Tidak Rajin Bersihkan Dapur

    Lemak dan minyak bisa menumpuk kalau lantai jarang dibersihkan. Cara ngepel yang kurang tepat juga membuat lantai tetap berminyak.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur dari minyak yang lengket, dan berminyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Bersihkan Kerak di Keran Air agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Keran air di kamar mandi wajib dibersihkan secara rutin. Sebab, cipratan air dan sabun yang mengenai keran air bisa menimbulkan kerak dan noda ketika sudah kering.

    Kondisi itu menyebabkan keran air jadi terlihat kotor dan kusam. Jika dibiarkan maka lama-lama kerak makin sulit dihilangkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengganti keran air dengan yang baru, tapi itu bikin detikers harus merogoh kocek lagi.

    Nah, ada beberapa cara mudah untuk membersihkan keran air dari kerak yang membandel. Bahkan, kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan kerak di keran air agar kinclong lagi? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.

    Penyebab Muncul Kerak di Keran Air

    Dilansir SFGATE, Minggu (25/5/2025) munculnya kerak atau noda putih yang menempel pada keran merupakan sisa air sadah yang kaya akan mineral, seperti kalsium dan magnesium. Air sadah sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bagi yang memiliki kulit sensitif bisa menimbulkan efek samping.

    Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan filter pada keran dan pancuran air mandi (shower) agar dapat menyaring mineral tinggi, sehingga tidak merusak peralatan di kamar mandi seperti keran dan wastafel.

    Penyebab lainnya karena sisa sabun atau shampo yang menempel di keran air dan tidak langsung dibersihkan. Kandungan mineral dan bahan kimia pada cairan tersebut bisa menimbulkan noda saat kondisinya sudah kering. Maka dari itu, penting untuk mengelap shower dan keran air setelah digunakan agar kondisinya tetap kering.

    Cara Membersihkan Kerak Membandel di Keran

    Apabila muncul kerak di keran kamar mandi, sudah saatnya untuk dibersihkan segera agar tidak semakin banyak. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini:

    1. Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

    Cara yang pertama adalah menggunakan baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan.

    Dilansir laman Tile Cloud, berikut cara penggunaannya:

    • Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Selain menggunakan baking soda, kamu juga bisa memanfaatkan cuka dan sabun cuci piring untuk membasmi kerak di keran air. Sifat asam pada cuka disebut ampuh untuk menghilangkan endapan kalsium yang menempel di keran. Berikut cara pakainya:

    • Teteskan 3-4 sendok teh cuka dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 1 jam
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    3. Pemutih dan Air Panas

    Cara lain untuk menghilangkan kerak adalah dengan pemutih. Sebagai catatan, kamu wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah
    • Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh
    • Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan
    • Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

    4. Air Lemon

    Selain memakai cuka, kamu juga bisa menggunakan air lemon untuk mengangkat kerak di keran. Kandungan asam nitrat dan antibakteri pada lemon ternyata efektif untuk membersihkan noda yang menempel.

    Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

    • Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran
    • Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh
    • Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    5. Baking Soda dan Sabun Cair

    Kombinasi baking soda dan sabun cair ternyata juga bisa menghilangkan kerak yang menempel di keran. Berikut cara penggunaannya:

    • Siapkan baking soda dan sabun cair dengan perbandingan 2:1, lalu tuang ke wadah
    • Aduk hingga kedua bahan tercampur rata
    • Oleskan cairan ke keran yang berkerak secara menyeluruh
    • Lalu gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    Itulah lima cara membersihkan kerak dan bercak air yang menempel di keran kamar mandi. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cukup Pakai Air, Ini 3 Cara Bersihkan Kompor Secara Ampuh


    Jakarta

    Kompor merupakan peralatan dapur yang paling cepat kotor. Apalagi jika kamu memasak makanan yang digoreng, sudah pasti cipratan minyak dapat memenuhi seluruh kompor.

    Setelah memasak, kompor sebaiknya segera dibersihkan. Jika tidak maka noda seperti minyak, bumbu masak, hingga sisa makanan berceceran di atas kompor. Hal ini dapat mengundang semut, tikus, hingga kecoak karena terdapat sumber makanan.

    Selain itu, kompor yang tidak dibersihkan dalam waktu lama menyebabkan noda dan kotoran jadi sulit dihilangkan. Alhasil, membilasnya dengan air masih belum cukup.


    Agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal, simak cara ampuh membersihkan kompor dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Bersihkan Kompor dengan Bahan Alami

    Membersihkan kompor bisa dilakukan dengan sejumlah bahan sederhana. Meski bahan-bahan ini bisa didapat dengan mudah, tapi ternyata ampuh dan efektif untuk membasmi noda.

    Dikutip dari HGTV, berikut cara bersihkan noda dan kotoran di kompor secara ampuh:

    1. Cuka Putih

    Cara yang pertama adalah menggunakan cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka diyakini dapat mengangkat noda dan kotoran yang menempel di kompor.

    Untuk cara pakainya, campurkan cuka putih dengan air dengan takaran yang sama, setelah itu tuang ke dalam botol semprot. Kocok terlebih dahulu sebelum disemprot ke seluruh permukaan kompor.

    Diamkan selama beberapa menit agar cuka dapat bereaksi secara optimal. Setelah itu, bilas dengan air dan lap dengan kain kering.

    2. Soda Kue

    Soda kue atau disebut baking soda bisa dimanfaatkan untuk membasmi noda dan kotoran yang menempel di kompor. Caranya adalah dengan menaburkan soda kue ke seluruh permukaan kompor yang kotor. Lalu, basahi kompor dengan air panas dan diamkan sekitar 10-15 menit.

    Setelah itu, bilas kompor dengan kain microfiber atau handuk kering untuk mengangkat sisa kotoran. Jika masih ada sisa noda, ulangi lagi cara di atas sampai kompor bersih dan kinclong.

    3. Air Lemon

    Lemon dapat digunakan untuk membersihkan noda dan kotoran yang menempel di kompor. Sebab, lemon mengandung bahan pembersih alami dengan tingkat keasaman yang tinggi serta memiliki sifat antibakteri.

    Cara pakainya cukup mencampurkan perasan jeruk lemon dan air ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut ke seluruh permukaan kompor. Diamkan sekitar 5-10 menit, setelah itu lap dengan kain microfiber atau handuk kering.

    Selain membasmi noda dan kotoran, air lemon juga dapat mengatasi bau tak sedap di dapur. Caranya dengan meneteskan 2-3 tetes minyak esensial lemon ke kapas, lalu letakkan di sudut-sudut dapur yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian tiga cara ampuh untuk membersihkan kompor dengan bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Membersihkan Cermin Kamar Mandi Buram Akibat Sabun dan Air


    Jakarta

    Pernah melihat cermin di kamar mandi terlihat buram dan banyak noda-noda kering di permukaannya? Anehnya, noda-noda ini tidak bisa dibersihkan dengan disiram air. Meskipun sudah digosok, kaca tetap terlihat buram. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Cermin kamar mandi yang buram dan kotor tersebut disebabkan karena banyaknya kerak dari bekas sabun dan bekas air sadah yang menempel pada cermin. Noda tersebut menempel karena tidak langsung dibersihkan.

    Cara membersihkannya tidak cukup hanya menyiram air, perlu ditambahkan bahan-bahan khusus untuk membersihkannya. Dilansir The Spruce berikut cara membersihkan cermin kamar mandi yang buram.


    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Bahan-bahan yang bisa dipakai untuk membuat larutan pembersih cermin kamar mandi adalah cuka putih dan air. Cuka putih juga bisa diganti dengan perasan lemon. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan 1:1 cuka putih sulingan atau jus lemon dengan air sulingan. Setelah itu masukan cairan tersebut ke dalam botol semprotan.

    2. Semprotkan pada Seluruh Permukaan Cermin

    Semprotkan cairan pembersih tadi ke seluruh permukaan kaca dari atas sampai bawah secara merata. Diamkan cairan tersebut selama setidaknya 30 menit.

    3. Gosok dan Lap Kaca

    Setelah 30 menit, bersihkan larutan pembersih yang sudah disemprotkan di cermin menggunakan kain mikrofiber dari atas ke bawah. Usap dengan gerakan memutar. Apabila masih ada kerak yang belum bersih, bersihkan menggunakan sikat, sembari dibilas dengan air mengalir. Sebagai langkah preventif, gunakan sarung tangan karet dan kaca mata untuk melindungi diri dari cipratan.

    4. Keringkan

    Setelah membersihkan semua kerak dengan air, keringkan dengan kain mikrofiber.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Berminyak Setelah Masak, Pakai Bahan Ini biar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Dapur merupakan ruangan yang cepat kotor. Terkadang lantai dapur sampai terasa berminyak setelah berbagai aktivitas memasak.

    Proses memasak seperti menggoreng dan menumis makanan membuat partikel minyak menguap dan berakhir di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai. Cipratan minyak juga menyebar ke mana-mana.

    Kalau lantai sudah berminyak, penghuni rumah bisa nggak nyaman berjalan di dalam dapur. Belum lagi ada risiko penghuni terpeleset akibat lantai licin.


    Oleh karena itu, penghuni perlu telaten membersihkan lantai dapur. Sekadar mengepel dengan air saja tak cukup untuk menghempaskan minyak pada lantai. Simak tips mudah membersihkan lantai berminyak berikut ini.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur Berminyak

    Inilah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak, dikutip dari Mr Handyman.

    1. Jus Lemon

    Penghuni rumah bisa mengepel lantai berminyak dengan jus lemon. Caranya campurkan perasan jus lemon dengan air hangat.

    Aplikasikan cairan tersebut menggunakan kain pel atau spons. Biarkan larutan bekerja menghancurkan minyak. Lalu, sikat atau lap lantai dengan air bersih.

    2. Sabun Cuci Piring

    Selain itu, penghuni dapat mencampurkan air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Gunakan cairan itu untuk menyikat atau mengelap noda minyak membandel. Setelah itu, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    3. Cuka Putih

    Cuka putih juga ampuh untuk membersihkan lantai berminyak. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 di dalam botol semprot atau baskom.

    Aplikasikan air cuka tersebut pada area berminyak. Gosok lantai menggunakan sikat secara perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Selanjutnya, bilas lantai pakai air bersih dan keringkan.

    4. Soda Kue

    Penghuni bisa membuat pasta dari soda kue dan sedikit air untuk membersihkan lantai berminyak. Oleskan pasta tersebut pada lantai dan biarkan selama 10-15 menit.

    Kemudian, gosok permukaan menggunakan sikat atau spons secara perlahan. Terakhir, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur yang berminyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Cipratan Air AC yang Membasahi Dinding



    Jakarta

    Cipratan air dari unit AC yang menetes ke dinding rumah tentu bikin risih. Selain menimbulkan bercak lembap dan berisiko merusak cat tembok, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya kebocoran pada sistem pendingin ruangan.

    Masalah ini cukup umum terjadi di rumah-rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat tidak dirawat secara rutin. Namun sebelum buru-buru memanggil teknisi, penting untuk mengetahui apa saja penyebab cipratan air dari AC dan bagaimana mengatasinya.

    Penyebab AC Menetes dan Membasahi Dinding

    Mengutip Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab umum mengapa air dari AC bisa menetes hingga mengenai dinding:


    Filter Udara Kotor

    Filter yang kotor bisa menghambat aliran udara dan membuat evaporator membeku. Saat es mencair, air yang berlebihan bisa keluar dan menetes ke dinding.

    Pemasangan Tidak Rata

    Posisi AC yang miring ke satu sisi bisa membuat air pembuangan tidak mengalir ke selang dengan baik, dan akhirnya menetes ke luar unit.

    Saluran Pembuangan Tersumbat

    Lumut, jamur, atau kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan bisa menghalangi aliran air. Akibatnya, air mencari celah lain dan keluar lewat celah di dekat unit, lalu membasahi dinding.

    Freon Bocor

    Freon yang bocor biasanya menyebabkan AC tidak dingin. Tapi dalam beberapa kasus, kebocoran ini bisa memicu pembentukan embun dan tetesan air yang jatuh ke luar unit.

    Pipa Sudah Tua

    Pipa AC yang sudah usang dan retak bisa jadi penyebab kebocoran. Air yang seharusnya mengalir ke luar rumah justru menetes dari sambungan pipa yang rapuh.

    Cara Mengatasi Cipratan Air dari AC

    Jika kamu sudah menemukan dinding rumah mulai lembap atau cat mengelupas karena tetesan AC, berikut langkah penanganan awal yang bisa dilakukan:

    • Matikan AC dan cabut kabel listriknya untuk mencegah korsleting.
    • Periksa posisi AC, pastikan tidak miring.
    • Cek saluran pembuangan, bersihkan dari sumbatan lumut atau debu.
    • Ganti filter udara jika sudah kotor dan mampet.
    • Gunakan sealant sementara di titik kebocoran pipa jika terlihat ada retakan.

    Bila masalah tetap berlanjut atau sumber kebocoran sulit ditemukan, sebaiknya segera hubungi teknisi AC profesional. Penanganan yang salah bisa memperparah kerusakan dan berdampak pada komponen lainnya.

    Waspadai Ciri-Ciri AC Bocor

    Cipratan air bukan satu-satunya gejala AC bermasalah. Beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:

    • AC tidak dingin meski suhu sudah disetel rendah
    • Muncul suara kasar dari unit indoor
    • Ada es di bagian kondensor
    • Tetesan air makin banyak setiap harinya
    • Tagihan listrik naik karena AC bekerja lebih keras

    Dengan perawatan rutin dan pengecekan sederhana, kebocoran AC yang menyebabkan dinding lembap bisa dicegah. Jangan abaikan masalah sepele ini, karena bisa berujung pada biaya perbaikan rumah yang lebih besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Membersihkan Kompor dan Areanya



    Jakarta

    Area dapur seringkali menjadi bagian rumah yang mudah kotor karena aktivitas memasak, mencuci piring dilakukan di area ini. Bagian dapur yang seringkali mudah kotor dan sulit dibersihkan adalah kompor dan area sekitarnya.

    Sisa-sisa makanan, bumbu, lemak dan bekas minyak yang menempel di kompor dan sekitarnya paling sulit dibersihkan dibandingkan dengan area lainnya. Nah,

    Bagaimana caranya?


    Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

    1. Cuci Pan Support dan Knob

    Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

    Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

    2. Bersihkan Sisa Makanan

    Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

    Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

    3. Bilas dan Keringkan

    Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

    4. Rangkai Kembali Kompor

    Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

    5. Jaga Kebersihan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

    Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Lantai Dipel Setiap Hari? Ini Anjurannya


    Jakarta

    Bersih-bersih rumah dapat dilakukan dengan menyapu dan mengepel lantai. Setelah lantai disapu maka debu dan kotoran langsung terangkat seluruhnya.

    Setelah menyapu lantai biasanya dilanjutkan dengan mengepel. Namun, tidak semua orang melakukan kebiasaan ini karena ada sebagian yang hanya menyapu lantai secara rutin, sedangkan mengepel lantai dilakukan sesekali saja.

    Sebenarnya, apakah perlu mengepel lantai setiap hari? Dilansir situs Angi, ternyata ketentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyak aktivitas yang dilakukan di rumah.


    Misalnya, rumah kamu kedatangan banyak tamu dan mereka sering kali bolak-balik ke dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Setelah para tamu pulang, tentu lantai harus dipel agar tidak lengket.

    Begitupun jika kamu seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari agar tidak lengket. Bahkan dianjurkan mengepel sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.

    Sedangkan untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan setelah selesai masak. Sebab, cipratan minyak, air, atau remah-remah makanan kerap jatuh ke lantai dan akhirnya bikin kotor.

    Selain itu, area ruang makan juga perlu dipel setelah makan siang dan malam. Terkadang, ada sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari oleh penghuni rumah. Jika dibiarkan maka bisa memancing semut, cicak, kecoak, dan tikus untuk datang.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering menjadi tempat lalu lalang dianjurkan dipel setiap dua minggu sekali. Namun saat musim hujan, lantai sebaiknya dipel setelah hujan reda agar tidak basah dan licin.

    Ruang keluarga dan ruang tamu juga perlu dipel, terutama setelah digunakan. Soalnya, kotoran dan debu dari luar bisa terbawa masuk ke dalam sehingga lantai terasa tidak nyaman. Selain itu, bisa saja ada sisa camilan yang jatuh ke lantai sehingga wajib disapu dan dipel.

    Ini Akibat Jika Jarang Mengepel Lantai

    Jika kamu jarang mengepel lantai maka akan terasa lengket, berpasir, dan kasar saat diinjak. Apalagi kamu termasuk orang yang tidak menggunakan alas kaki selama di rumah, tentu lantai akan terasa sangat kotor.

    Di sisi lain, lantai yang kotor dan jarang dipel dapat menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, dan debu yang memicu penumpukan alergen, bakteri, hingga jamur. Jika dibiarkan maka dapat mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Tak hanya menimbulkan bau tak sedap di rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan para penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

    Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

    Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


    Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

    Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

    1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

    Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

    “Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

    Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

    Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

    2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

    Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

    “Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

    3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

    Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

    “Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

    4. Simpan di Tempat Terbuka

    Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

    Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

    5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

    Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

    Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

    Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Begini Cara Menentukan Posisi Stopkontak di Rumah


    Jakarta

    Penghuni rumah menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran setiap ruangan biasa dilengkapi dengan stopkontak buat mengalirkan listrik ke perangkat tersebut.

    Bila membangun rumah atau kamar, pemilik perlu mempertimbangkan posisi stopkontak di setiap ruangan. Stopkontak sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memudahkan penghuni nantinya.

    Bagaimana cara menentukan posisi stopkontak buat setiap ruangan? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penempatan Stopkontak Sesuai Ruangan

    Inilah beberapa posisi stopkontak yang memudahkan penghuni rumah, dikutip dari Horizon Services.

    1. Kamar Tidur

    Pemilik rumah sebaiknya memasang stopkontak di sisi tempat tidur. Posisi ini memudahkan penghuni untuk mencolokkan charger atau pengisi daya ponsel, lampu, dan perangkat lainnya.

    2. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga biasanya memerlukan banyak stopkontak. Sebab, ruangan ini dapat digunakan untuk memasang TV, video game, hingga layanan internet. Sebaiknya pasang stopkontak di bagian tengah setiap dinding dan sudut ruangan.

    3. Kamar Mandi

    Untuk kamar mandi, letakkan stopkontak di dekat meja kamar mandi agar kabel perangkat tidak tersandung kaki. Lalu, pilih lokasi yang jauh dari jangkauan shower atau bak mandi supaya tidak terkena cipratan air.

    4. Ruang Kerja

    Penempatan stopkontak sangat penting buat ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk memasang stopkontak di setiap dinding agar bisa fleksibel menempatkan furniture.

    5. Dapur

    Kemudian, pemilik sebaiknya menyiapkan sejumlah stopkontak sepanjang meja dapur dengan jarak sekitar 60 cm. Penempatan stopkontak bisa di atas lemari, bawah lemari, atau dinding tempat pasang peralatan elektronik.

    Itulah tips menempatkan stopkontak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com