Tag: cnet

  • Tips Merawat Bendera Merah Putih agar Warnanya Tak Kusam



    Jakarta

    Peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun tinggal menghitung hari. Salah satu cara kita sebagai warga negara untuk merayakan hari penting ini adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor, atau tempat usaha.

    Sebelum menggantung di luar, alangkah baiknya kondisi bendera tersebut bersih dan rapi sehingga tampak indah saat dilihat. Bahan bendera yang biasa dipakai adalah campuran katun dan polyester sehingga ketika bahan sudah dilipat terlalu lama muncul garis bekas pada permukaannya.

    Agar tampilannya kembali rapi dan bersih, bendera tersebut harus dicuci. Dilansir CNET berikut cara mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak luntur.


    1. Pakai Air Dingin

    Untuk menjaga kondisi kain termasuk warnanya, disarankan untuk memakai air dingin. Sebab, air hangat akan memecah serat kain dan membuat warnanya mudah pudar. Sebagai tambahan, pakai sabun yang khusus untuk mencuci kain dengan air dingin.

    2. Jangan Campur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci bendera sebaiknya tidak dicampur dengan pakaian lain. Begitu pula saat merendamnya. Hal ini untuk menghindari warna pada bendera luntur atau pudar.

    3. Tambahkan Pelembut Pakaian

    Tambahkan pelembut pakaian sebelum dijemur. Pelembut pakaian dapat menghaluskan serat kain selama pencucian sehingga tidak mudah rusak.

    4. Tidak Perlu Dikeringkan dengan Mesin Cuci

    Setelah dicuci, dibilas, dan direndam di pelembut pakaian, bendera sudah bisa dijemur. Hindari mengeringkan bendera dengan pengering karena dapat berpengaruh pada serat pakaian. Permukaannya bisa terasa kasar dan membuat warna tampak pudar.

    Apabila bendera telah kering dijemur, setrika permukaannya agar terlihat rapi dan bisa berkibar indah ketika tertiup angin.

    Itulah tahapan mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak membuat luntur, semoga membantu.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang CCTV di 6 Lokasi Ini, Ada yang Bisa Kena Pidana


    Jakarta

    Saat memasang CCTV, kita harus hati-hati ketika memilih lokasinya. Sebab, ada beberapa area yang sebaiknya tidak tersorot CCTV karena dapat merugikan orang lain.

    Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie tempat untuk memasang CCTV yang dianjurkan adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, dan halaman. Keempatnya adalah tempat kegiatan dan lalu lalang penghuni rumah dan tamu sehingga harus siaga untuk merekam segala kegiatan.

    “Pertama halaman. Terus kedua ruang tamu, area ruang makan, sama dapur. Karena apa? Poin pertama itu memang ya udah vital. Terus menurut saya sih dapur takut ada apa-apa,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).


    Lantas, di mana lokasi yang tidak diperbolehkan untuk memasang CCTV?

    Dilansir CNET, berikut beberapa lokasi yang sebaiknya tidak dipasang CCTV.

    1. Tempat yang Butuh Privasi

    Jangan pasang CCTV di tempat yang butuh privasi seperti kamar mandi, kamar tidur, atau area serupa yang membutuhkan privasi. Jika harus memasang kamera di area tersebut pastikan kamera terlihat dan diketahui oleh penghuni ruangan tersebut.

    Apabila keberadaan CCTV di ruangan tersebut mengganggu dan membuat orang lain tidak nyaman, keberadaan kamera tersebut bisa melanggar hukum.

    2. Mengarah ke Properti Orang Lain

    Saat ini terdapat CCTV yang bisa mengarah ke bangunan yang jaraknya ribuan meter. Apabila bangunan tersebut memiliki jendela yang tembus pandang, tidak sulit untuk melihat isi dalam properti orang lain melalui CCTV.

    Namun, secara hukum memakai CCTV untuk melihat isi properti orang lain merupakan tindakan illegal dan dapat mendapat sanksi hukum. Sebab, tindakan tersebut melanggar privasi seseorang.

    Apabila ingin memasang CCTV di luar, sebaiknya arahkan ke halaman, jalan, atau area yang memang ramai lalu lalang dan area umum.

    3. Tempat Tersembunyi

    Beberapa orang mungkin ingin memasang CCTV di tempat tidak terduga. Hal ini sebagai pengamanan tambahan seperti pengintai.

    Namun, lokasi tersebut tidak membutuhkan CCTV karena menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan keamanan ADT, 34 persen pencuri masuk melalui pintu depan dan 22 persen menggunakan jendela lantai satu. Titik akses yang paling mudah terlihat adalah rute paling umum untuk pembobolan. CCTV di area ini merupakan titik paling tepat untuk merekam dan mencegah pembobolan.

    4. Di Area yang Memiliki Penghalang

    Jangan memasang CCTV di area yang terdapat penghalang, seperti pohon, penunjuk jalan, kanopi rumah, atau spanduk. Hal ini akan percuma karena objek yang terekam di kamera tidak akan terlihat sepenuhnya.

    5. Menyorot ke Jendela

    CCTV sebaiknya tidak diarahkan untuk menyorot ke arah karena pemandangan di luar tidak akan jelas terlihat. Bisa saja kaca jendela buram karena kotor, cahaya yang masuk membuat hasil gambar terlalu cerah, atau terlalu gelap pada saat malam hari. Jika ingin menyorot ke arah luar sebaiknya letakkan CCTV di luar.

    6. Dekat Ventilasi atau Pemanas

    CCTV biasanya memiliki toleransi terhadap suhu tinggi. Namun, agar pemakaiannya dapat bertahan lama sebaiknya hindari meletakkan kamera di dekat atau di atas ventilasi pembuangan atau sumber panas apa pun, seperti pemanas ruangan, perapian, tungku api, ventilasi pembuangan dari pemanas gas, dan ventilasi pembuangan pengering.

    Tempat-tempat ini berisiko membuat kamera dan lensanya lebih kotor, sementara suhu yang lebih tinggi berdampak buruk bagi baterai pada model nirkabel.

    Itulah tempat-tempat yang sebaiknya tidak dipasang CCTV, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cuma Kunci Pintu, Ini 6 Jurus Amankan Rumah Agar Tak Diincar Maling


    Jakarta

    Rumah bukan cuma tempat berlindung bagi penghuni, tetapi juga untuk menyimpan harta benda mereka. Barang berharga di rumah kerap menjadi incaran maling.

    Maling dapat mencari celah untuk menyusup dan mencuri barang-barang. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu mengantisipasi serangan maling.

    Cara paling mendasar untuk menjaga keamanan rumah tentu dengan menutup dan mengunci semua akses masuk. Lalu, pemilik juga dapat memasang kamera pengawas atau CCTV untuk merekam dan memantau kondisi rumah.


    Namun, terkadang cara ini tidak cukup untuk menghalau maling. Lalu, bagaimana cara mengamankan rumah dari maling? Simak caranya berikut ini.

    Cara Amankan Rumah dari Maling

    Inilah langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di rumah, dikutip dari CNET, Selasa (11/11/2025).

    1. Lampu Pendeteksi Gerakan

    Gunakan kamera pengawas atau CCTV yang dilengkapi dengan fitur lampu. Lampu ini akan menyala ketika mendeteksi gerakan.

    Saat lampu menyala, penyusup akan menyadari ada kamera yang sedang merekamnya. Hal ini bisa menjadi alasan yang kuat bagi maling untuk menjauh dari rumah.

    2. Tanda Peringatan Ada Sistem Keamanan

    Pasanglah tanda untuk memberitahu pendatang adanya sistem keamanan di rumah. Orang yang berniat jahat cenderung takut ketika tahu ada sistem keamanan sehingga akan mengurungkan niat melancarkan aksinya.

    3. Bel Pintu dengan Fitur Video

    Gunakan bel pintu yang disertai fitur video di depan rumah. Penyusup akan menyadari dirinya sedang diawasi ketika mendekati pintu depan. Hal ini mencegah pencuri berbuat macam-macam di rumah.

    4. Kamera Pengawas dengan Fitur Suara

    Sekarang sudah ada kamera pengawas atau CCTV yang punya fitur audio dua arah. Fitur ini bisa jadi cara efektif untuk menakuti penyusup. Penghuni rumah bisa menyalakan pengeras suara dan meneriaki maling yang mencoba masuk ke rumah.

    5. Sirene

    Selain itu, ada perlengkapan keamanan atau CCTV yang memiliki sirene. Pemilik bisa mengatur agar sirene bunyi ketika ada aktivitas mencurigakan di area rumah. Bunyi ini berfungsi untuk menakuti orang mencurigakan yang mendekati rumah.

    6. Lampu Otomatis

    Terakhir, pemilik bisa pasang lampu otomatis, terutama ketika meninggalkan rumah kosong untuk waktu yang lama. Misalnya penghuni pergi untuk berlibur, jangan biarkan rumah terlihat tak ada orang. Setting waktu agar lampu menyala menjelang malam dan mati ketika pagi.

    Itulah beberapa cara mengamankan rumah dari maling. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com