Tag Archives: coingecko

Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


Jakarta

Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

“Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

(shc/das)



Sumber : finance.detik.com

5 Negara yang Punya Bitcoin Terbanyak di Dunia


Jakarta

Bitcoin bukan hanya dimiliki oleh investor dari kalangan pebisnis ataupun instansi perusahaan dalam menyimpan asetnya. Tapi beberapa negara melalui pemerintahnya juga mengivestasikannya di bitcoin.

Melansir coingecko, pemerintah Amerika Serikat (AS) adalah pemegang bitcoin terbanyak di dunia dengan asset lebih dari 213.297 BTC. Sebagian besar aset ini berasal dari penyitaan dari kasus kriminal di negaranya.

Hingga Juli 2024, pemerintah berbagai negara di seluruh dunia memiliki kepemilikan 2,2% total aset bitcoin senilai US$ 32,7 miliar atau setara dengan Rp 515,4 triliun (kurs Rp 15.760). Kepemilikan bukan hanya dari harta sitaan kasus kriminal saja, tapi juga membelinya secara aktif dan berkala.


Hal ini menunjukkan tren positif dengan pentingnya bitcoin sebagai salah satu referensi penyimpanan aset dan pengakuan aset digital dalam sistem keuangan global. Lantas negara mana saja dengan kepemilikan aset bitcoin terbanyak?

5 negara dengan kepemilikan bitcoin terbanyak

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan negara pemilik Bitcoin terbesar, dimana pemerintahnya memiliki 213.297 BTC yang diperoleh melalui penyitaan mata uang kripto. Saat ini, nilai Bitcoin yang dimiliki AS sekitar Rp 233,6 triliun. Sebagian besar BTC ini berasal dari penutupan Silk Road, ketika pemerintah AS menutup Silk Road, mereka berhasil menyita sekitar 69.000 BTC.

2. Cina

Saat ini, pemerintah Cina memiliki sekitar 190.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 208 triliun. Sebagian besar Bitcoin ini disita dari PlusToken, sebuah skema Ponzi besar yang menjanjikan keuntungan hingga 30% kepada para investornya. Negara ini memiliki cadangan Bitcoin yang signifikan hasil penyitaan, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar kedua di kalangan pemerintah.

3. Inggris

Inggris telah menyita sekitar 61.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 66,8 triliun, dalam rangka operasi pemberantasan pencucian uang. Penyitaan ini menunjukkan komitmen Inggris dalam memerangi kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital, menjadikannya negara ketiga dengan kepemilikan kripto terbesar di antara pemerintah.

4. El Salvador

El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Negara ini juga aktif membeli Bitcoin, berbeda dengan kebanyakan pemerintah lain yang memperoleh mata uang kripto terutama melalui penyitaan. Saat ini, El Salvador memiliki 5.800 BTC, yang bernilai sekitar Rp 6,3 triliun.

5. Ukraina

Sebaliknya, Ukraina telah menerima sebagian besar Bitcoin melalui donasi untuk mendukung upaya perangnya melawan Rusia. Donasi yang diterima mencapai 685,1 BTC sekitar Rp 749,9 miliar. Sisa aset yang tersisa saat ini adalah Rp 203 miliar karena dana tersebut digunakan secara aktif untuk biaya perang.

Simak juga Video ‘Sebelum Trading Kripto Pahami Bisnis Modelnya Dulu’:

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Cetak Rekor, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024

Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

Adapun beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 16,4% ke harga US$0,6782, Cardano (ADA) naik sebesar 8,7% ke angka US$ 0,6317, dan Solana (SOL) naik 4,9% ke harga US$ 220,56.


Selain itu, coin AI juga memiliki tren positif seperti Render (RENDER) mengalami kenaikan sebesar 24% ke angka US$ 7,37 dan SleeplessAI (AI) naik sebesar 10,5% di harga US$ 0,52. Di sisi lain, meme coin pun mengalami kenaikan signifikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 52,6% menjadi US$0,42 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar, SHIB naik 16,4% ke harga US$ 0,00002917 dan PEPE mengalami kenaikan 21,4% ke US$ 0,00001462.

CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan dengan naiknya berbagai koin membuktikan tren positif sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 memberi dampak signifikan di kalangan pelaku pasar. Bahkan, Standard Chartered juga memprediksi lonjakan harga Bitcoin hingga US$ 200.000 pada akhir tahun depan.

Proyeksi ini dianggap semakin realistis dengan melihat tren harga Bitcoin saat ini. Selain Bitcoin, dia juga menyebut Ethereum diperkirakan akan mencatatkan rekor tertinggi baru di level US$ 10.000 dalam setahun mendatang. Sementara itu, Solana diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada kedua aset utama tersebut di pasar kripto.

“Lonjakan harga Bitcoin yang mencapai ATH adalah momen penting bagi pasar kripto, menandakan kepercayaan dan adopsi yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset digital yang terdesentralisasi,” ujar Oscar dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/11/2024).

Menurut Oscar, pencapaian ini juga berpotensi membuka peluang Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi lagi, didukung oleh sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan global dan minat dari institusi keuangan besar.

“Ke depan, saya optimistis Bitcoin akan menjadi lebih menarik, tidak hanya bagi investor ritel tetapi juga bagi institusi yang mencari diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

Oscar menilai Bitcoin semakin mengukuhkan diri sebagai ‘digital gold’. Sama halnya dengan emas yang telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai, dia bilang bitcoin kini mulai mendapatkan pengakuan yang serupa.

Menurutnya, Bitcoin menawarkan peluang bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka di saat ketidakstabilan pasar tradisional. Dengan kenaikan harga ini, Oscar juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital.

“Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset yang tidak hanya terdesentralisasi tetapi juga transparan. Kami di INDODAX percaya bahwa adopsi yang lebih luas akan semakin memperkuat keamanan dan daya tarik Bitcoin,” jelas Oscar.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Begini Pergerakannya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi. Kenaikan mencapai rekor tertinggi telah terjadi beberapa kali dalam dua minggu terakhir.

Menurut data dari Coin Market Cap, Sabtu (16/11) harga Bitcoin mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

Kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.


Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.

Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) sejak pemilu di Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung pada bulan lalu. Hal itu jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin.

Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).

Kemudian, harga Bitcoin menyentuh level US$ 80.000 atau Rp 1,25 miliar (kurs Rp 15.619) untuk pertama kalinya setelah Donald Trump mengalahkan Kamala Harris dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).

Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi karena dukungan Donald Trump terhadap aset digital dan kemungkinan adanya anggota parlemen pro-kripto di Kongres.

Lalu, halarga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

(ada/ara)



Sumber : finance.detik.com

PINTU Luncurkan Pintu Pro Futures, Hadirkan Perdagangan Derivatif Crypto


Jakarta

Aplikasi crypto all-in-one PINTU bersama Pialang Berjangka yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI) serta di bawah pengawasan bursa crypto CFX, menghadirkan perdagangan derivatif crypto bermana “Pintu Pro Futures”.

Dengan fitur ini, trader dapat melakukan perdagangan derivatif crypto secara legal dan aman di aplikasi PINTU dengan berbagai aset crypto pilihan seperti, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan lainnya.

“Produk derivatif menjadi salah satu produk investasi aset crypto yang memiliki daya tarik serta menjadi pilihan untuk melakukan trading aset crypto. Secara global, terdapat lebih dari 100 perusahaan crypto yang telah memiliki layanan derivatif. Dengan hadirnya Pintu Pro Futures sebagai platform perdagangan crypto derivatif, ini menjadi sejarah baru bagi industri crypto dalam negeri yang mampu menyediakan produk inovatif bagi investor dan trader aset crypto,” ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).


Derivatif adalah suatu produk yang nilainya bergantung pada satu atau lebih aset dasar, salah satunya crypto. Sedangkan, perdagangan berjangka adalah kegiatan membeli dan menjual kontrak berjangka, yaitu perjanjian untuk jual beli suatu aset pada harga yang telah ditentukan di masa depan.

Dalam pasar crypto, umumnya perdagangan derivatif crypto dilakukan melalui perpetual futures, atau kontrak berjangka tanpa expiry date. Berdasarkan data dari Coingecko, total perdagangan derivatif crypto pada 11 November 2024 dari 107 perusahaan crypto global mencapai $1.1 triliun, atau setara dengan Rp17.237 triliun.

“Pintu Pro Futures menawarkan perdagangan derivatif crypto dengan fitur-fitur canggih dan leverage 5x. Produk ini adalah perpetual futures yang memungkinkan pengguna untuk mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada BTC, ETH, SOL, dan aset crypto lainnya dalam pasangan USDT. Pintu Pro Futures juga didukung dengan fitur risk management seperti, indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan untuk memudahkan pengguna dalam mengelola risiko likuidasi,” ungkap Iskandar.

“Hadirnya Pintu Pro Futures semakin melengkapi deretan fitur unggulan yang tersedia di aplikasi PINTU dan menjadikan PINTU sebagai aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur inovatif untuk pemula hingga trader pro. Kami meyakini, hadirnya perdagangan derivatif crypto ini dapat membuat industri crypto dalam negeri semakin tumbuh positif dan diharapkan dapat merebut potensi besar dari perdagangan derivatif crypto yang selama ini dilakukan di luar wilayah Indonesia,” tutup Iskandar.

Sebagai informasi, derivatif crypto di Indonesia adalah produk yang dikeluarkan oleh bursa kripto CFX yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam penyelenggaraannya, perdagangan produk derivatif ini terdapat lembaga self-regulatory organizations (SRO), yakni bursa crypto CFX, lembaga kliring, lembaga kustodian, serta lembaga pialang berjangka yang seluruhnya telah terdaftar dan teregulasi resmi di bawah payung hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Cetak Rekor Baru, Hampir Tembus Rp 1,5 Miliar!


Jakarta

Bitcoin naik ke rekor tertinggi lagi, hampir US$ 95.000 atau setara Rp 1,5 miliar (Rp 15.834). Kenaikan bitcoin ini didorong oleh isu media sosial Donald Trump Trump Media and Technology Group (DJT.O) yang berencana mencaplok perusahaan perdagangan kripto Bakkt (BKKT.N).

Mengutip dari Coin Market Cap, Kamis (21/11/2024) harga Bitcoin tembus US$ 94.446 atau setara Rp 1,49 miliar (kurs Rp 15.834) naik 2,69% dalam 24 jam. Angka tersebut menjadi rekor baru.

Bitcoin sebagai mata uang kripto terbesar di dunia, telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini. Terakhir kali berada di US$ 93.709, naik 1,6%, setelah mencapai puncak sepanjang masa di US$ 94.982,37.


Belakangan ini Bitcoin memang tercatat telah melonjak lebih dari 40% sejak pemilihan presiden AS. Para investor didorong dengan kampanye Trump yang diketahui akan mendukung mata uang kripto.

Nilai pasar mata uang kripto global disebut telah mencapai di atas US$ 3 triliun. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi, berdasarkan analitik dan agregator data CoinGecko.

“Istilah ’emas digital’ paling tepat menggambarkan aset digital ini yang memiliki fungsi pasokan yang dibatasi secara algoritmik. Jika bitcoin mencapai ukuran pasar emas (US$17 triliun), itu akan menyiratkan harga sekitar US$ 800.000 untuk 1 BTC,” kata Nikhil Bhatia, pendiri The Bitcoin Layer, dikutip dari Reuters, Kamis (21/11/2024).

Produk yang diperdagangkan di bursa bitcoin spot AS telah menarik sekitar US$ 4,2 miliar dalam arus masuk sejak kemenangan pemilu Trump. Sekitar 15% dari total arus masuk sejak produk tersebut diluncurkan di bursa saham AS pada bulan Januari.

(ada/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 M, Donald Trump Biang Keroknya!


Jakarta

Aset kripto Bitcoin terus mengalami peningkatan, bahkan Bitcoin sempat menyentuh harga US$ 107 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar (kurs Rp 15.925) pada perdagangan hari Senin kemarin. Hal ini merupakan respons pasar terhadap langkah yang bakal diambil Donald Trump ketika resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Trump menegaskan dia berencana membuat cadangan strategis Bitcoin yang dibuat menyerupai cadangan minyak strategis di AS. Hal ini memicu antusiasme investor kripto.

Dilansir dari Reuters, Selasa (17/12/2024), sentimen investor juga terangkat oleh masuknya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100. MicroStrategy selama ini dikenal sebagai perusahaan yang cukup banyak memiliki cadangan Bitcoin.


Dengan masuk indeks Nasdaq 100, artinya perusahaan itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak arus modal yang bisa berubah menjadi pembeli Bitcoin.

Analis Pasar dari IG Analyst, Tony Sycamore menyebut Bitcoin masih bisa terbang ke level US$ 110 ribu dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang.

“Angka berikutnya yang akan dicari pasar adalah US$ 110 ribu. Penurunan yang ditunggu banyak orang ternyata tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita baik,” sebut Tony.

Investor telah bertaruh bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan membawa lingkungan regulasi yang lebih bersahabat buat aset kripto. Ini meningkatkan sentimen yang baik di seputar mata uang alternatif tersebut. Bitcoin saja sudah naik sekitar 150% nilainya pada tahun 2024.

Trump sendiri sudah menegaskan dia ingin agar Amerika Serikat menjadi yang terdepan dalam urusan regulasi kripto.

“Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto. Kami ingin menjadi yang terdepan,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah ia berencana untuk membangun cadangan kripto yang mirip dengan cadangan minyak. Dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi.

Menurut data CoinGecko, pemerintah di seluruh dunia memegang sekitar 2,2% dari total pasokan Bitcoin per Juli. Amerika Serikat memiliki hampir 200.000 bitcoin yang bernilai lebih dari US$ 20 miliar saat ini. China, Inggris, Bhutan, dan El Salvador juga menjadi negara-negara lain dengan jumlah bitcoin yang signifikan.

Simak juga Video ‘Ancaman Trump ke Hamas: Bebaskan Sandera atau Kekacauan akan Terjadi’:

[Gambas:Video 20detik]

(hal/kil)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Tembus Rekor Bertubi-tubi


Jakarta

Bitcoin (BTC) sempat mencapai mencatatkan all time high (ATH) atau rekor tertinggi dengan menembus level psikologis US$ 107.000 menjelang akhir tahun 2024. Meski sempat beberapa kali anjlok, diproyeksikan kenaikan nilainya sepanjang 2024 mencapai 150%.

Dalam catatan detikcom, sepanjang tahun 2024 nilai Bitcoin terus berfluktuasi, namun cenderung menguat. Pada 1 Januari 2024, Bitcoin naik lebih dari 6% hingga tembus US$ 45.000. Angka tersebut merupakan level tertingginya sejak awal April 2022 silam.

Penyebab dari kenaikan ini besar kemungkinan karena didorong ekspektasi disetujuinya peraturan dana yang diperdagangkan di bursa (Exchange-Traded Fund/ETF) bitcoin spot pertama di Amerika Serikat (AS).


Tak cukup sampai di situ, pada 12 Maret Bitcoin pun mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa atau new all time high (ATH) ke posisi US$ 72.800. Pasar aset kripto menghijau sepanjang kuartal I 2024. Sentimen positif diyakini akan berlanjut hingga kuartal II-2024 dengan proyeksi nilai kapitalisasi mencapai US$ 3 triliun.

CEO Bittime Ryan Lymn mengatakan pasar kripto bakal tetap bullish karena investor global terus menambah kepemilikan ETF Bitcoin menjelang moment halving Bitcoin yang sangat dinantikan pada pertengahan April tahun ini. Pada saat yang sama, regulasi aset digital global menjadi lebih fokus ke investor kripto.

“Rentang waktu tiga bulan dari Februari hingga April secara historis merupakan periode yang kuat untuk harga Bitcoin, dan investor optimis reli kripto di awal tahun 2024 dapat berlanjut hingga kuartal II,” ungkap Ryan dalam keterangannya, Rabu (3/4/2024).

Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000

Namun pada Agustus lalu, harga Bitcoin sempat anjlok ke posisi US$ 54.000, level terendahnya sejak Februari. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

Kondisi ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether. Data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

Bitcoin Bangkit

Lebih lanjut, harga Bitcoin pun perlahan-lahan mulai bangkit kembali hingga akhirnya pada bulan Oktober 2024, Bitcoin tembus US$ 70.000 atau Rp 1,09 miliar (kurs Rp 15.700) untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Bahkan menjelang akhir bulan, nilainya merangkak naik hingga mendekati level all-time high mencapai US$ 72.785.

Kondisi ini didorong sentimen positif dari investor menyambut pemilihan umum Amerika Serikat (AS) dan data ekonomi yang akan mempengaruhi keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Efek Trump Bikin Bitcoin Melejit

Bitcoin pun kembali mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah atau all time high pada 6 November. Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800). Tak butuh waktu lama hingga nilainya kembali mencatatkan rekor, pada 10 November harga Bitcoin tembus US$ 76.000.

Kemenangan Donald Trump di dalam Pilpres AS menjadi faktor pendorong penguatan kripto. Sebab sebelumnya, Trump telah mendeklarasikan dukungannya terhadap aset digital. Ia bahkan telah berjanji untuk menjadikan AS sebagai ‘ibu kota kripto dunia’.

Tidak cukup sekali-dua kali kemenangan Trump membuat harga Bitcoin tembus rekor, pada 11 November harganya kembali mencapai ATH di level US$ 80.000 atau Rp 1,25 miliar (kurs Rp 15.619). Lalu pada 12 November, Bitcoin kembali pecah rekor ke level US$ 89.000 atau Rp 1,39 miliar (kurs Rp 15.700).

Hampir setiap hari usai kemenangan Trump, harga Bitcoin mencatatkan rekor baru. Pada 28 November, nilainya kembali mencatatkan rekor baru dengan harga US$ 99.000 atau lebih dari Rp 1,5 miliar. Sejak diumumkan pada 6 November 2024, harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 40%.

Semakin ngegas, memasuki bulan Desember, harga Bitcoin akhirnya tembus ke level US$ 103.587 atau setara Rp 1,64 miliar. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.

“Sejarah menunjukkan bahwa periode akhir tahun sering kali didorong oleh optimisme yang lebih besar dan ini terlihat jelas di pasar kripto. Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, kami bisa melihat momentum ini berlanjut hingga 2025,” ujar CEO Indodax Oscar Darmawan dalam keterangan resmi, Jumat (6/12/2024).

Setelah konsisten mencatatkan tren peningkatan, pada 10 Desember lalu harga Bitcoin sempat anjlok 5% menjadi US$ 95.519. Berdasarkan Indeks CoinDesk20, penurunan juga terjadi di beberapa aset kripto. Bahkan penurunan 20% untuk Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP (XRP).

Tembus Level US$ 107.000

Akhirnya, pada 17 Desember Bitcoin kembali menciptakan All Time High anyar di level US$ 107.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar (kurs Rp 15.925). Selain Trump, kenaikan tersebut dipacu oleh perdagangan whale dan bergabungnya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100 sebagai industri teknologi yang memperkuat sentimen bullish.

Dengan masuk indeks Nasdaq 100, artinya perusahaan itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak arus modal yang bisa berubah menjadi pembeli Bitcoin. Analis Pasar dari IG Analyst, Tony Sycamore menyebut Bitcoin masih bisa terbang ke level US$ 110 ribu dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang.

Investor telah bertaruh bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan membawa lingkungan regulasi yang lebih bersahabat buat aset kripto. Ini meningkatkan sentimen yang baik di seputar mata uang alternatif tersebut. Bitcoin saja sudah naik sekitar 150% nilainya pada tahun 2024.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Begini Ramalan Pergerakan Aset Kripto di Tahun 2025


Jakarta

Tahun lalu merupakan tahun yang cerah untuk investor dan trader kripto di seluruh dunia. Termasuk investor kripto di Indonesia. Pasalnya berbagai aset kripto naik signifikan, seperti bitcoin hingga altcoin.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengungkapkan secara keseluruhan, industri kripto mengalami kenaikan signifikan. Data Laporan Tahunan Industri kripto dari CoinGecko memperlihatkan, total kapitalisasi pasar kripto tahun 2024 naik 97,7% atau mencapai US$3,40 triliun di penutup kuartal-IV 2024.

Kenaikan kapitalisasi pasar ini tercermin juga dari meningkatnya rata-rata volume perdagangan di kuartal-IV 2024 yang naik 128,2% dari kuartal-III 2024 sebesar US$88 miliar menjadi US$200,7 miliar.


Peningkatan volume transaksi kripto secara global juga didorong oleh dinamika ekonomi dan politik global di Amerika khususnya terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 Donald Trump yang diproyeksikan lebih ramah terhadap industri kripto.

Beberapa kebijakan yang mencuri perhatian adalah Trump menunjuk tokoh-tokoh yang pro-kripto seperti Elon Musk masuk dalam jajaran pemerintahannya. Selain itu, ada usulan membentuk strategic national bitcoin reserve atau cadangan strategis Bitcoin. Berbagai usulan dan kebijakan pro-kripto ini mendorong kenaikan harga-harga aset kripto.

Masih dalam Laporan CoinGecko, beberapa narasi aset kripto yang mengalami kenaikan signifikan dan menjadi pemimpin di tahun 2024 adalah kripto AI, di mana rata-rata dari total 10 token dengan kapitalisasi pasar terbesar mampu memberikan Return of Investment (ROI) hingga 2,940%. Disusul oleh sektor Meme yang memberikan rata-rata ROI hingga akhir tahun 2024 sebesar 2,185%.

“Token AI menjadi pemimpin di industri kripto karena banyak faktor pendukung yang meningkatkan daya tarik investor. Pertama dari inovasi teknologi yang ditawarkan seperti ChatGPT, hingga kemunculan pesaingnya DeepSeek yang mengguncang industri AI. Inovasi AI lainnya yakni AI Agent yaitu sistem kecerdasan buatan yang beroperasi secara mandiri dan bisa melakukan banyak tugas-tugas tertentu juga menjadi game-changer di industri ini,” ujar Timo dalam keterangannya, Senin (10/2/2025).

Timo menambahkan, meski narasi AI tumbuh pesat, token Meme juga masih mendapat perhatian besar dari komunitas seperti token Dogecoin yang naik 255% dan Popcat naik hingga 9,954% dalam 12 bulan terakhir. Narasi token Meme dan kenaikannya tidak lepas dari dominasi ekosistem token Solana (SOL).

“Mengutip laporan CoinGecko, transaksi SOL meningkat di kuartal-IV 2024 hingga 152% dengan volume perdagangan sebesar US$219 miliar mengungguli Ethereum di kisaran US$184,3 miliar,” ujar dia.

Dari sisi perdagangan kripto di Indonesia juga mencatatkan peningkatan positif. Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat transaksi kripto di Indonesia naik signifikan sekitar 335,91% dari tahun 2023 ke 2024 atau nilai transaksi sebesar Rp650,61 triliun.

“Di tengah peningkatan di seluruh lini industri kripto dan potensi pertumbuhan pasar kripto yang positif, kami mengimbau investor tetap bijak dalam berinvestasi kripto dan menerapkan strategi yang tepat agar dapat memaksimalkan perkembangan nilai portofolionya. Berbagai narasi kripto seperti token AI atau token Meme meski tahun lalu mengalami kenaikan yang pesat, tentu banyak sekali catatan yang perlu diperhatikan seperti apakah utilitas project tersebut kuat dan inovatif, hingga bagaimana komunitas mendukung project tersebut. Investasi kripto memiliki risiko yang tinggi, penting bagi kita semua untuk mengatur risiko yang ada,” jelas Timo.

Dia menyebutkan investasi aset kripto adalah instrumen yang berisiko tinggi dengan nilai aset yang dapat berfluktuasi secara signifikan dari waktu ke waktu. Penting untuk mempelajari dan melakukan riset secara mendalam, gunakan uang dingin, dan hindari Fear of Missing Out (FOMO). Pastikan berinvestasi pada platform yang berlisensi resmi seperti aplikasi PINTU.

Secara Year-on-Year (YoY) Januari 2024 – Januari 2025, total trading volume di PINTU meningkat pesat lebih dari 150% dengan Monthly Trading User (MTU) juga naik lebih dari 100%. Token-token utama yang menjadi pilihan user PINTU dalam periode tersebut adalah token AI dengan kenaikan volume trading lebih dari 1200%, disusul oleh token Meme yang naik hingga 230%.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Apa Itu Memecoin? Kripto Unik yang Lagi Dilirik Investor


Jakarta

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia keuangan global telah memasuki fase transisi besar. Ketidakpastian geopolitik, suku bunga yang fluktuatif, dan kelelahan terhadap sistem keuangan konvensional mendorong generasi baru investor untuk mencari bentuk investasi alternatif dan di antara semua opsi yang muncul, kripto tetap menjadi magnet utama.

Namun, arah pasar kripto sendiri telah berubah secara fundamental. Dari dominasi proyek-proyek teknologi berat dan institusi besar, kini sentimen pasar mulai bergeser ke arah narasi, komunitas, dan partisipasi terbuka. Memecoin, yang dulu dianggap hanya sebagai lelucon pasar, justru menjadi ujung tombak dari gelombang ini. Apa itu memecoin?

Mengutip Investopedia, Selasa (3/6/2025), memecoin adalah altcoin, mata uang kripto selain Bitcoin, yang diberi nama berdasarkan tren, topik humor atau hal-hal lucu, atau apa pun yang terlintas di benak seseorang. Biasanya, koin ini dibuat untuk membangun keterlibatan komunitas dan dapat digunakan dalam pembayaran antar pengguna, investasi spekulatif, atau perdagangan.


Dalam banyak kasus, memecoin disertai dengan situs web bertema komedi, istilah-istilah yang kadang tidak masuk akal, serta promosi rasa kebersamaan oleh penciptanya dan para penggemar untuk menarik minat orang lain.

Secara umum, memecoin bekerja dengan cara yang mirip seperti mata uang kripto lainnya: seseorang atau sekelompok orang menciptakan sebuah token-biasanya di atas blockchain yang sudah ada-dan mulai memasarkan koin tersebut. Misalnya, Solana dan Base menjadi blockchain paling populer yang digunakan pembuat memecoin sepanjang tahun 2024.

Sebagian besar memecoin tidak diciptakan dengan tujuan penggunaan tertentu, selain sebagai aset yang bisa diperdagangkan dan dikonversi. Meski begitu, koin-koin ini menjadi sangat populer di kalangan trader kripto di bursa-dengan volume perdagangan harian secara konsisten melampaui $6 miliar di awal tahun 2025.

Memecoin biasanya tersedia untuk publik melalui bursa terdesentralisasi, meskipun beberapa bursa tersentralisasi juga mulai mencantumkan meme coin yang lebih populer-dan jumlahnya sangat banyak.

Situs agregator data dan analisis kripto CoinGecko melaporkan bahwa terdapat 5,3 juta memecoin yang diluncurkan hanya di platform Pump.fun, sejak tanggal peluncurannya pada 19 Januari 2024 hingga 1 Januari 2025. Ini berarti rata-rata 15.229 memecoin diluncurkan setiap hari hanya di satu platform.

“Banyak investor ritel yang merasa terasing dari proyek-proyek besar mulai berbondong-bondong masuk ke proyek berbasis komunitas. Di ruang ini, humor, cerita, dan loyalitas kolektif sering kali lebih berarti daripada whitepaper teknis. Ke depan memang perlu menggabungkan simbolisme budaya lokal dengan mekanisme tokenomics canggih, menawarkan bukan hanya keuntungan jangka pendek, tapi arah jangka panjang yang selaras dengan identitas komunitasnya. Salah satunya $KOKOK yang bisa menjadi simbol ketahanan baru,” ujartrader legendaris asal Thailand, Srisiamseorang.

Srisiam menegaskan bahwa $KOKOK bukan sekadar memecoin biasa, tetapi fondasi dari gerakan baru yang akan mengubah lanskap komunitas Web3 Asia.

“$KOKOK lahir dari semangat bertahan hidup di tengah ketidakpastian global. Komunitas yang terus solid meski saat pasar runtuh. Karakter Kokok bukan fiksi semata. Ia hidup dari kekuatan komunitas,” ujar Srisiam.

Setelah melakukan pembakaran 80% dari total pasokan awal (800 juta dari 1 miliar token), $KOKOK kini hanya memiliki 200 juta token beredar, menciptakan kelangkaan ekstrem yang memicu gelombang minat pasar dan supply shock. Pasangan perdagangan KOKOK/SOL di Raydium melonjak, dengan beberapa analis menyebut potensi 10x hingga menuju kapitalisasi $100 juta.

Srisiam menjelaskan bahwa narasi “Roach Runner” menjadi elemen kunci dari daya tarik $KOKOK. Kecoa makhluk yang dikenal bisa bertahan hidup bahkan setelah kiamat menjadi simbol ideal untuk semangat para investor yang dimana tak bisa dibunuh, dan selalu kembali bangkit.

“$KOKOK bukan anjing, bukan kucing. Ia serangga blockchain. Unik. Tak tergantikan. Dan justru karena itu, dia akan meledak. Ini akan seperti $FARTCOIN tapi lebih cepat dan lebih liar,” tambah Srisiam.

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, $KOKOK tidak hanya mengandalkan kekuatan narasi dan komunitas semata. Ekosistem ini kini tengah bergerak menuju penguatan utilitas nyata melalui pengembangan fitur staking dan alat investasi berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperpanjang siklus hidup token dan memberi ruang partisipasi yang lebih dalam bagi pemiliknya, tanpa harus bergantung pada hype semata.

Salah satu inisiatif utama yang tengah dikembangkan adalah mekanisme staking untuk token $KOKOK. Pengguna akan memiliki opsi untuk mengunci aset mereka dalam periode tertentu guna memperoleh imbal hasil, sekaligus mendapatkan status loyalitas khusus dalam komunitas. Model ini diharapkan bisa memperkuat rasa kepemilikan dan menumbuhkan insentif jangka panjang bagi para holder.

Di saat yang sama, tim pengembang juga tengah merancang RoachHub DAO, sebuah platform tata kelola berbasis blockchain yang memungkinkan komunitas mengambil peran langsung dalam menentukan arah proyek. Melalui DAO ini, para anggota “Roach Army” akan dapat melakukan voting terhadap berbagai keputusan penting, seperti pendanaan inisiatif meme, pengembangan produk baru, hingga penunjukan mitra ekosistem.

Sebagai pelengkap dari ekosistem ini, akan hadir pula dashboard investasi komunitas, yaitu seperangkat alat analitik dan sosial yang membantu pengguna dalam mengambil keputusan berbasis data dan diskusi terbuka. Berbeda dengan alat investasi tradisional yang sering hanya berpihak pada “whale” atau pemain besar, dashboard ini dirancang untuk mendukung keputusan kolektif komunitas kecil-menengah-mereka yang selama ini dianggap pinggiran, namun justru menjadi tulang punggung dari dunia Web3.

“Kami tidak sedang membangun koin untuk hari ini. Kami membangun pergerakan jangka panjang. $KOKOK adalah energi sosial, dan masa depan Web3 akan dimenangkan oleh komunitas, bukan institusi,”ujarnya.

(igo/fdl)



Sumber : finance.detik.com