Tag: color

  • Hindari 5 Warna Ini untuk Kamar Tidur, Simak Alasannya!


    Jakarta

    Memilih warna dinding sebaiknya tidak sembarangan. Secara psikologis, setiap warna memiliki jenis energi berbeda yang akan memberikan dampak berbeda pula kepada penghuni rumah.

    Termasuk pada kamar tidur yang digunakan untuk beristirahat dengan nyaman. Warna yang dipilih sebaiknya jangan bernuansa terlalu ceria atau sedih. Sehingga, penghuni kamar bisa cepat tidur dengan nyenyak dan memperoleh energi.

    Warna yang Dihindari untuk Kamar Tidur

    Dikutip dari situs Homes & Gardens dan Real Simple, berikut 5 warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Merah

    Konsultan Psikolog dan Kesejahteraan, Lee Chambers mengatakan cat warna merah adalah ide buruk untuk dinding kamar tidur. Warna merah akan meningkatkan energi, interaksi sosial, dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah kita.

    Meski warna merah berdampak positif saat bangun pagi, tetapi mungkin berdampak sulit tidur nyenyak di malam hari. Karena warna ini, tubuh dan pikiran bisa berpacu dan terstimulasi.

    2. Oranye

    Selain merah, warna-warna hangat seperti oranye juga membuat dinding kamar tidur menjadi mencolok. Warna seperti ini rasanya kurang menenangkan untuk beristirahat.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata Annie Delaporte seorang desainer interior.

    Warna merah dan oranye sebaiknya digunakan di tempat lain, seperti ruang kerja, dapur, dan ruang cuci. Warna hangat ini memicu munculnya energi sehingga cocok digunakan di tempat kerja.

    3. Kuning Cerah

    Desainer interior, Emma Beryl, menyebut kuning cerah juga sebaiknya dihindari untuk kamar tidur. Warna ini dianggap berefek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur, karena kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang telah menemukan bahwa semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Pecinta warna kuning cerah bisa menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan. Namun detikers bisa menyesuaikan dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    4. Abu-abu

    Abu-abu memang bukan warna cerah, tetapi tetap dianggap kurang cocok untuk kamar tidur. Karen Haller, pakar psikologi warna dan desain perilaku, serta penulis buku The Little Book of Color, menilai abu-abu hanya memiliki efek menenangkan yang bertahan sebentar.

    Warna abu-abu justru lebih banyak menguras energi daripada efek menenangkannya. Energi kamu mungkin akan terkuras saat bangun di pagi hari.

    5. Hitam

    Yang terakhir adalah warna hitam pekat. Bukannya mendatangkan ketenangan, warna hitam di kamar tidur justru bisa memicu stres. Jika memang suka warna hitam, pilih yang lebih ringan dan padukan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur.

    Warna yang Cocok untuk Kamar Tidur

    Wooden cabinet with plants and a king size bed in a blue bedroom interiorKamar tidur biru. Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Lantas warna apa yang paling cocok untuk kamar tidur? Jika kamu suka warna netral, putih dan krem bisa menjadi pilihan.

    Desainer interior, Linette Dai, menilai warna putih adalah warna cat yang paling cocok untuk dinding kamar tidur. Menurutnya, yang terpenting adalah intensitas dan tingkat kecerahan warna yang bisa mendatangkan ketenangan dan kenyamanan di kamar tidur.

    Sementara menurut Lee Chambers, konsensus umum di antara para psikolog menyebut biru sebagai salah satu warna kamar tidur terbaik. Warna ini dapat meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Sebaiknya jangan memilih warna biru yang terlalu dingin atau gelap.

    Terlepas dari pertimbangan-pertimbangan di atas, pemilihan warna pada akhirnya merupakan selera masing-masing. Efeknya pun bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, kalau detikers pilih warna apa untuk kamar tidur?

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Apa Itu Color Blocking dan Tips Penerapannya


    Jakarta

    Warna cat pada dinding rumah yang itu-itu saja pasti membuat bosan. Pilihan paling aman biasanya jatuh kepada warna-warna netral dan mengecat satu rumah dengan warna yang sama.

    Jika ingin coba sesuatu yang baru dan berbeda, kamu bisa terapkan teknik color blocking atau tabrak warna untuk menginspirasi warna cat rumah.

    Apa Itu Color Blocking?

    Menurut situs Plus World Coating, color blocking atau tabrak warna adalah memadukan dua atau lebih warna yang kontras pada bagian tertentu untuk menciptakan desain yang mencolok secara visual. Teknik ini ternyata tidak hanya dilakukan pada dinding rumah, tetapi juga furnitur atau bahkan langit-langit rumah. Color blocking berfokus pada area yang sengaja dirancang dengan warna atau bentuk yang berbeda.


    Tips Penerapan Color Blocking

    Meski terkesan sulit, teknik color blocking dapat diterapkan jika mempelajari dulu hal-hal berikut ini. Mengutip dari This Old House, beberapa tips yang dilakukan untuk mengaplikasikan color blocking:

    Tentukan Tempat yang Bagus

    Penerapan color blocking tidak bisa dilakukan sembarangan di seluruh ruangan. Pilihlah ruangan atau sudut yang bisa difokuskan sebagai tempat color blocking, misalnya satu bagian dinding sehingga spot tersebut juga berfungsi sebagai karya seni

    Pilih Kombo Warna yang Tepat

    Walau teknik color blocking adalah menabrakkan warna-warna, tetapi tidak sembarang warna bisa dipadukan. Solusinya adalah coba eksperimen terlebih dahulu di kertas menggunakan cat air, spidol, atau krayon untuk menemukan perpaduan warna yang disukai. Pilihannya bisa menggunakan warna netral (putih, krem, abu-abu, cokelat) atau warna bold (hijau, biru tua)

    Bagi Menjadi Beberapa Blok

    Jika masih bingung bagaimana memadukan warna-warna yang berbeda, solusinya bisa gunakan rumus 60-30-10. Sebanyak 60 persen diisi dengan satu warna, 30 persen diisi dengan warna lain, dan 10 persen diisi dengan warna tak terduga. Direkomendasikan untuk menggunakan cara blok ini di ruangan yang jarang terdapat barang.

    Pemakaian Garis-garis

    Garis bisa menjadi pembatas warna. Tentukan garis horizontal, vertikal, atau diagonal dalam membatasi warna. Garis horizontal membuat ruangan terasa lebih luas, garis vertikal membuat ruangan terasa lebih tinggi dan kesannya lapang.

    Beri Warna dari Atas ke Bawah

    Tak hanya dinding, color blocking juga bisa diterapkan sampai ke langit-langit rumah. Misalnya, mengecat sebuah persegi panjang sepanjang dinding hingga langit-langit. Cara ini bisa diterapkan untuk memisahkan meja kerja atau sudut baca dari ruangan lain.

    Berpikir Kreatif

    Kuncinya adalah berpikir kreatif, karena tidak hanya bentuk kotak, persegi, dan segitiga, kamu bisa memberi warna pada bentuk lain misalnya lingkaran, oval, bulat bebas. Bentuk lengkungan ini bagus untuk menonjolkan area tertentu seperti pintu masuk atau rak dinding.

    Itulah pengertian dan cara menerapkan color blocking. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


    Jakarta

    Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

    Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

    Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


    Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

    Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

    Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

    1. Warm White

    Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

    Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

    Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

    Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

    2. Natural White

    Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

    Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

    Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

    Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

    3. Cool White

    Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

    Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

    Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

    Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiap Ruangan Punya Warna Lampu Berbeda, Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Pencahayaan merupakan aspek penting di rumah. Hampir setiap ruangan saat ini membutuhkan pencahayaan, tetapi warna cahaya tiap ruangan berbeda-beda lho.

    Umumnya kita mengenal cahaya lampu di rumah berwarna putih atau kuning. Padahal warna cahaya yang digunakan di rumah itu terbagi dalam 3 jenis, yakni warna warm white, natural, dan cold white.

    Warna cahaya ini dibedakan oleh Correlated Color Temperature (CCT) yang diukur dalam satuan kelvin (K). Warna ini dapat mempengaruhi mood, suasana, dan kenyamanan ketika melakukan kegiatan di dalam ruangan tersebut.


    Dalam Standar Pencahayaan Ruang SNI 03-6197-2000 pembagian warna cahaya ini sudah diatur. Dilansir dari jurnal berjudul Simulasi Dampak Pencahayaan Ruang pada Penggunaan Roster Sebagai Fasad Bangunan karya Eky Maulidin, berikut warna dan suhu warna lampu yang disarankan tiap ruangan.

    1. Teras

    Teras merupakan area terluar di rumah. Area ini bisa paling terang pada siang hari karena tidak ada yang membatasi cahaya matahari masuk. Apabila sudah malam, lampu yang bisa digunakan cahaya warm white bersuhu di bawah 3.000 K dan natural antara 3.300-5.300 K.

    2. Ruang Tamu

    Umumnya ruang tamu memakai warna lampu agak kekuningan karena ingin membuat suasana yang homey dan akrab. Namun, warna lampu yang disarankan adalah warna natural dengan suhu antara 3.300-5.300 K.

    3. Ruang Makan

    Ruang makan pada masing-masing rumah lokasinya berbeda-beda. Bahkan ada rumah yang tidak memiliki ruang makan. Warna cahaya lampu yang disarankan adalah warm white yang suhunya di bawah 3.000 K.

    4. Ruang Kerja

    Ruang kerja harus memiliki suasana yang bisa mendorong produktivitas. Suasana yang hangat dan nyaman justru membuat kita mudah mengantuk. Warna cahaya yang cocok adalah natural dengan suhu antara 3.300-5.300 K dan cool white yang suhunya lebih dari 5.300 K.

    5. Kamar Tidur

    Sama seperti ruang tamu, kamar tidur membutuhkan pencahayaan yang hangat dan dapat membantu istirahat sehingga disarankan memakai cahaya lampu warm white dengan suhu di bawah 3.000 K dan warna natural antara 3.300-5.300 K.

    6. Kamar Mandi

    Banyak yang berfikir jika warna lampu di kamar mandi harus terang karena minimnya jalur cahaya alami masuk. Konsep tersebut benar adanya karena memang warna lampu yang disarankan untuk kamar mandi adalah warna natural antara 3.300-5.300 K dan cool white antara lebih dari 5.300 K.

    7. Dapur

    Lalu, dapur ternyata tidak harus seterang kamar mandi, warna warm white dengan suhu di bawah 3.000 K dan warna natural antara 3.300-5.300 K sudah cukup.

    8. Garasi

    Garasi juga merupakan ruangan terluar dari rumah. Namun, umumnya garasi jarang dibuka kecuali saat memasukkan mobil. Warna cahaya lampu yang disarankan adalah natural dan cool white.

    Itulah pembagian warna cahaya lampu tiap ruangan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com