Tag: conditioning

  • 5 Penyebab Ruangan Terasa Panas dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Udara panas dari luar dapat membuat ruangan di dalam rumah ikut terasa hawa panas. Alhasil, kamu akan kegerahan dan tidak nyaman berlama-lama di ruangan tersebut.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan ruangan terasa panas. Namun jangan khawatir, sebab ada beberapa cara untuk menghilangkan hawa panas di dalam ruangan.

    Lantas, apa saja penyebab ruangan terasa panas? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Ruangan Terasa Panas

    Ruangan yang terasa panas tentu bikin tidak nyaman penghuninya. Apabila rumah detikers terasa panas, berikut sejumlah penyebabnya yang dilansir situs Sansone Air Conditioning:

    1. Paparan Sinar Matahari Berlebih

    Penyebab yang pertama akibat paparan sinar matahari berlebih. Jika ruangan di dalam rumah terdapat banyak jendela, maka panas matahari dari luar akan terperangkap di dalam ruangan, sehingga menimbulkan efek rumah kaca.

    2. Ventilasi Udara Tertutup

    Jika ventilasi udara di rumah tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, alhasil aliran udara akan terganggu. Kondisi itu menyebabkan beberapa ruangan jadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Apabila detikers tinggal di rumah bertingkat, maka lantai atas rumah cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin ketika musim hujan. Hal itu disebabkan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Warna Tembok Gelap

    Mengutip laman Homes and Gardens, warna tembok gelap bersifat menyerap panas, sehingga dapat membuat ruangan terasa lebih hangat ketika cuaca sedang cerah. Untuk itu, sebaiknya pilih cat tembok dengan warna cerah atau pastel sehingga tidak menyerap panas sekaligus terlihat estetik.

    5. Lampu yang Terus Menyala

    Faktor lain yang menyebabkan ruangan terasa panas karena lampu yang terus menyala. Sebab, lampu dapat menghasilkan hawa panas jika dalam keadaan menyala terus menerus.

    Oleh sebab itu, sebaiknya batasi penggunaan lampu dan pastikan tidak selalu menyala. Misalnya, matikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari. Selain mengurangi hawa panas, langkah tersebut juga bisa menghemat listrik.

    Cara Mengatasi Ruangan yang Panas

    Ruangan yang terasa panas bisa bikin badmood dan kesal. Apalagi jika detikers kondisinya merasa lelah dan butuh istirahat, tentu semakin tidak nyaman.

    Tapi jangan khawatir, ada sejumlah cara mengatasi ruangan yang panas. Mengutip BBC, berikut sejumlah caranya:

    1. Cegah Sumber Panas Masuk ke Dalam Rumah

    Cara yang pertama adalah dengan mencegah sumber panas masuk ke dalam rumah. Saat siang hari, biasanya suhu udara di luar rumah akan terasa lebih panas daripada di dalam rumah.

    Ada cara mudah untuk mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah, yakni dengan menutup jendela, pintu, dan ventilasi di siang hari. Selain itu, kamu juga perlu menutup akses masuk cahaya matahari dengan menggunakan gorden, tapi jangan terlalu tebal agar hawa panas tidak terperangkap.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Kamu juga bisa membuat sirkulasi udara di dalam rumah agar ruangan tetap terasa sejuk. Namun, pastikan bahwa udara di luar lebih sejuk dibandingkan di dalam rumah. Kondisi ini dapat terjadi saat pagi dan malam hari.

    Cara membuat sirkulasi adalah dengan membiarkan jendela yang searah dengan laju angin terbuka. Hal ini untuk membiarkan udara sejuk masuk sekaligus mengeluarkan panas.

    Apabila di rumah kamu tidak ada jendela yang searah dengan laju angin, detikers bisa mencoba menggunakan kipas untuk mendorong angin sejuk ke dalam rumah.

    Udara panas juga cenderung naik dan terperangkap di bagian atas rumah. Untuk itu, jika memiliki jendela atau ventilasi di loteng rumah, detikers bisa mencoba untuk membukanya. Apabila rumah terdiri dari dua lantai atau lebih, kamu bisa mencoba membuka jendela di lantai paling atas.

    Demikian penjelasan mengenai lima penyebab ruangan terasa panas dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Pakai AC Cassette di Rumah


    Jakarta

    Ketika cuaca panas menyengat, kenyamanan di rumah menjadi prioritas utama. Salah satu solusi yang efektif untuk menjaga suhu tetap sejuk adalah dengan menggunakan AC cassette.

    AC cassette merupakan jenis AC yang dipasang di plafon rumah. Hal itu terkadang dipilih karena hampir tidak terlihat.

    Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan AC jenis ini, perhatikan dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.


    Kelebihan Memakai AC Cassette

    Menjaga Tampilan Dinding

    Melansir Metropolitan Air Conditioning, pada Sabtu (2/11/2024), memasang AC cassette langit-langit dapat memberikan berbagai keuntungan, salah satunya adalah membebaskan ruang dinding kamu yang berharga.

    Berbeda dengan AC cassette, AC dengan model split atau AC yang ditempel di dinding biasanya, pemasangan komponen unit internal memerlukan ruang di dinding.

    Namun, AC cassette memungkinkan kamu untuk menggunakan kembali ruang dinding tersebut untuk hal lain, seperti menggantung karya seni atau foto keluarga, karena unit dalam ruangan dipasang di langit-langit.

    Efisiensi Energi

    Sistem AC cassette dapat dengan cepat dan efisien mencapai suhu ruangan yang kamu inginkan, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan energi untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan lebih lama dari yang diperlukan.

    Hal ini akan menurunkan konsumsi energi kamu. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, AC akan mengurangi penggunaan energinya, menjadikannya pilihan yang lebih hemat energi.

    Biaya Perawatan Murah

    Sistem AC cassette sangat mudah dalam hal perawatan, biasanya hanya memerlukan pembersihan ventilasi setiap dua minggu dan penggantian filter secara rutin. AC cassette cocok untuk berbagai ukuran ruangan, baik kamu tinggal di apartemen kecil atau rumah yang luas. Semua tergantung pada ukuran kipas dan daya keluaran yang paling sesuai dengan ukuran ruangan, yang bisa ditentukan oleh teknisi AC berlisensi.

    Penyaluran Udara yang Baik

    Banyak orang menganggap ini sebagai salah satu keunggulan utama. Kita semua memahami prinsip dasar ilmu pengetahuan bahwa udara panas cenderung naik dan udara dingin turun.

    Prinsip ini, ditambah dengan kipas internal yang sangat efisien, memungkinkan distribusi udara dengan suhu yang merata di seluruh sudut ruangan.

    AC cassette memiliki desain yang estetis, mudah dalam perawatannya, memproduksi sedikit suara di dalam ruangan, serta memberikan kenyamanan dan efisiensi energi yang luar biasa.

    Dengan semakin banyak produsen yang menghadirkan sistem cassette hemat energi untuk penggunaan rumah, jelas ada alasan kuat untuk menganggapnya sebagai salah satu solusi terbaik untuk pemanasan dan pendinginan di rumah.

    Kekurangan Memakai AC Kaset

    Ketidaksesuaian Ruang

    AC cassette dilengkapi dengan berbagai fitur dan manfaat yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk banyak rumah. Namun, ada juga fitur tertentu yang mungkin membuatnya kurang cocok untuk properti kamu.

    Keterbatasan ruang di atap untuk pemasangan unit dalam ruangan AC bisa berarti bahwa unit tersebut tidak cocok untuk rumah kamu. Ini bisa disebabkan oleh desain atap kamu, atau oleh keberadaan sistem pencahayaan atau kipas langit-langit yang menghalangi.

    Kebisingan Komponen Eksternal

    Meskipun unit internal AC kamu mungkin beroperasi dengan tenang, unit eksternalnya bisa menghasilkan suara yang cukup bising. Jika rumah kamu dekat dengan tetangga, kamu mungkin perlu mempertimbangkan lokasi pemasangan unit luar ruangan.

    Harga Pembelian Mahal

    Berbeda dengan AC sistem split biasa, kamu mungkin akan menemukan bahwa unit cassette memiliki harga yang lebih tinggi, baik saat pembelian maupun saat pemasangan.

    Kebutuhan Lebih dari Satu Unit

    Seperti sistem yang dipasang di dinding, kamu akan perlu memasang beberapa unit. Meskipun unit-unit tersebut dapat memanaskan dan mendinginkan ruangan terbuka yang luas, kamu memerlukan lebih dari satu unit untuk menciptakan aliran udara dan memengaruhi suhu di seluruh rumah.

    Jika kamu tinggal di rumah bertingkat, unit AC cassette langit-langit mungkin tidak cocok untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah. Ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan ruang di langit-langit untuk mendukung pemasangan yang memadai.

    AC Keset Lebih Baik Dibanding yang Lain?

    Ada berbagai pilihan untuk pemanas dan pendingin ruangan di rumah, salah satunya adalah AC cassette. Unit AC cassette dipasang di langit-langit, membuatnya ideal untuk menghemat ruang. Unit ini mendistribusikan udara dingin secara merata, sehingga mengurangi titik panas.

    AC cassette memerlukan langit-langit palsu, yang berarti akan ada pekerjaan struktural tambahan di rumah kamu. Perawatannya juga bisa lebih rumit karena posisinya, sehingga perawatan rutin menjadi sangat penting.

    Apakah AC cassette lebih baik daripada opsi lain tergantung pada kebutuhan dan anggaran kamu. Jika kamu mencari solusi yang ramping dan tidak mencolok dengan pendinginan yang merata, serta tidak keberatan dengan biaya awal yang lebih tinggi, ini bisa menjadi pilihan yang ideal.

    Namun, jika anggaran kamu terbatas atau lebih memilih instalasi yang lebih sederhana, kamu mungkin ingin mempertimbangkan sistem hemat energi lainnya seperti unit sistem split atau AC siklus terbalik.

    Pada akhirnya, pilihan terbaik untuk rumah kamu akan bergantung pada kondisi unik kamu, jadi penting untuk mempertimbangkan dengan cermat kelebihan dan kekurangan sebelum membuat keputusan.

    Apakah AC Kaset Langit-langit Pilihan Terbaik untuk Rumah?

    Jadi, kita sampai pada pertanyaan penting mengenai bagaimana unit AC cassette dibandingkan dengan solusi pemanasan dan pendinginan lainnya, dan apakah ini pilihan terbaik untuk rumah kamu.

    Jika kamu membandingkan sistem AC cassette dengan sistem split yang terpasang di dinding, unit cassette biasanya lebih mahal untuk dibeli dan dipasang.

    Namun, unit ini dapat dipasang di rongga langit-langit, bukan di dinding. Hal ini memungkinkan aliran udara multiarah, yang memberikan cakupan pemanasan dan pendinginan yang lebih luas di ruang yang lebih besar, sering kali dengan efisiensi energi yang lebih baik.

    Ketika membandingkan AC cassette dengan sistem saluran penuh, yang juga memiliki biaya tinggi untuk pembelian dan pemasangan, keunggulan utama sistem saluran adalah kemampuannya untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah hanya dengan satu sistem.

    Di sisi lain, kamu perlu memasang beberapa unit AC cassette di seluruh rumah. Kamu mungkin menemukan bahwa perawatannya sedikit lebih mudah dengan sistem cassette, karena kamu tidak perlu khawatir tentang pembersihan saluran.

    Secara keseluruhan, AC cassette langit-langit merupakan pilihan yang baik untuk rumah kamu, sebanding dengan sistem saluran atau model sistem split yang lebih tradisional. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan desain rumah kamu.

    Kamu akan memerlukan cukup ruang di langit-langit untuk pemasangan, dan biaya untuk pembelian serta pemasangannya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan opsi lain. Namun, dengan kemampuan pemanasan dan pendinginan yang luar biasa, efisiensi energi, dan operasi yang sangat senyap, ada manfaat yang dapat kamu nikmati sepanjang tahun.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Biang Kerok yang Bikin Rumah Kamu Terasa Panas


    Jakarta

    Rumah yang terasa panas dan gerah tentu bikin penghuninya merasa kurang nyaman. Selain gegara cuaca, ternyata bangunan rumah bisa membuat rumah bisa menahan hawa panas, lho.

    Pernahkah kamu mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut? Kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan kalau udara sekitar panas.

    Lantas, apa yang membuat rumah terasa gerah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari yang Berlebihan

    Dilansir dari Sansone Air Conditioning, kalau di ruangan kamu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu. Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

    2. Isolasi Buruk

    Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Ventilasi Udara Tertutup atau Terhalang

    Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin rumah kamu terasa panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan


    Jakarta

    9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan

    AC merupakan perangkat yang membantu menjaga kenyamanan di dalam ruang, terutama saat suhu panas. Namun, masalah suara berisik yang muncul dari AC seringkali mengganggu kenyamanan.

    Bunyi berisik pada AC juga bisa mengindikasikan adanya masalah pada perangkat. Berikut beberapa penyebab AC berisik.


    9 Penyebab AC Berisik

    AC yang berisik dapat disebabkan komponen longgar, kumparan kotor, hingga kipas yang bocor. Mengutip laman Elegance Air, BTN Property, dan Luce berikut penjelasan dari penyebab AC berisik :

    1. Adanya Komponen yang Longgar

    Getaran berlebihan bisa disebabkan adanya komponen yang longgar, misal motor kipas dalam AC yang kendur. Akhirnya, timbul suara benturan logam.

    2. Kumparan yang Kotor

    Jika AC mengeluarkan suara dengung, kemungkinan besar masalahnya adalah pada kumparan yang kotor. Kotoran yang menyelimuti kumparan bisa menimbulkan suara seperti dengungan.

    3. Kompresor yang Rusak

    Kompresor merupakan bagian penting dari sistem AC. Masalah seperti kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya bisa membuat AC berisik.

    4. Ada Serpihan yang Tersangkut

    Penyebab dari suara berisik lainnya adalah serpihan yang tersangkut di dalam AC. Suara bisa timbul meski hanya ada serpihan lembut seperti kertas.

    5. Pipa Bergetar

    Pipa yang menghubungkan bagian dalam dan luar bisa menjadi penyebab AC bergetar atau berderit. Hal ini terjadi saat pipa tidak terpasang dengan baik atau ada masalah dengan isolasi.

    6. Baling-baling Aus

    Baling-baling dalam unit AC yang aus bisa membuat kinerjanya menjadi tidak seimbang. Kondisi tersebut menyebabkan bunyi yang tidak normal.

    7. Kondensor Tidak dalam Posisi Kokoh

    Kondensor merupakan komponen yang berfungsi untuk mendinginkan gas refrigeran. Apabila kondensor tidak dalam posisi yang rata atau kokoh, maka bisa menyebabkan AC bergetar dan berisik.

    8. Level Refrigeran yang Tidak Tepat

    Level refrigeran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengganggu kinerja AC. Hal tersebut dapat membuat suara yang tidak normal.

    9. Kipas yang Bocor

    Kerusakan pada baling-baling, seperti patah atau bocor juga menjadi penyebab selanjutnya. Kondisi ini menimbulkan suara berisik saat kipas AC berputar.

    Cara Mencegah AC Berisik

    Untuk mencegah AC yang berisik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan mulai dari pembersihan filter AC hingga pemeriksaan secara rutin.

    1. Bersihkan Filter AC

    Membersihkan filter udara mencegah debu dan kotoran menumpuk di sistem pendingin udara. Jika filter rusak, kotoran akan mudah masuk ke dalam unit sehingga menyebabkan bunyi. Bersihkan filter dengan sabun dan air, biarkan kering, lalu pasang kembali ke AC.

    2. Bersihkan Unit Luar Ruangan AC

    Sistem HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) terdiri dari kipas blower dalam ruang dan unit kondensor luar ruangan. Meski sudah membersihkan unit dalam ruangan secara teratur, seringkali perawatan unit luar ruangan terabaikan. Padahal unit ini perlu dibersihkan karena terpapar udara luar.

    3. Jadwalkan Perawatan Rutin

    Penjadwalan servis AC secara berkala menjadi kunci merawat AC. Menurut laman Luce, unit AC harus menjalani pembersihan umum setiap enam bulan sekali dan perbaikan menyeluruh setahun sekali untuk mempertahankan kondisi dan kinerjanya.

    4. Segera Lakukan Perbaikan

    Jika merasa ada masalah pada AC, perbaiki segera. Hal ini mencegah kerusakan lebih lanjut dan biaya perbaikan yang tinggi di kemudian hari.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Outdoor AC Nggak Bisa Asal, Ini Posisi yang Tepat!


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) di rumah sering kali tidak dingin meski sudah diatur ke suhu rendah? Bisa jadi permasalahannya bukan karena jarang dirawat tapi akibat posisi outdoor AC yang salah.

    Perlu diketahui, AC terdiri dari dua komponen yaitu AC dalam (indoor) dan AC luar (outdoor). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan agar terasa sejuk.

    Sementara outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Supaya indoor AC dapat berfungsi optimal maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Sayangnya, masih ada pemilik rumah yang tidak memerhatikan posisi outdoor AC karena hanya fokus memasang AC dalam. Padahal, posisi outdoor AC juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi udara dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar tidak salah dalam memasang outdoor AC di rumah, simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat untuk Menaruh Outdoor AC

    Outdoor AC memang dipasang di luar, tapi bukan berarti diletakkan secara asal. Dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Jumat (11/7/2025), berikut posisi yang tepat:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    AC luar sebaiknya dipasang di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan outdoor AC dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terpapar cahaya matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Sebab, posisi ini langsung menghadap sinar matahari ketika pagi dan sore yang berisiko membuat AC bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan.

    Kalau kamu baru pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat yang pas untuk memasang outdoor AC. Jika belum, cobalah amati sekitar rumah untuk mencari tempat yang paling minim terkena sinar matahari.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Agar dapat mendinginkan udara secara maksimal, outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Pastikan juga AC luar dipasang di tempat yang punya ventilasi udara baik dan tidak terhalang benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya.

    Perlu diketahui, AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan AC. Alhasil, AC tidak mampu bekerja secara efisien dan bisa mengakibatkan boros listrik.

    3. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Tips berikutnya adalah memasang outdoor AC di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini dilakukan agar AC dapat diakses dengan mudah ketika ingin dibersihkan atau dicek secara berkala. Posisi AC luar yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses perawatannya jadi sulit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Kalau kondisi udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi hindari memasang outdoor AC di bawah pohon tinggi dan rindang. Sebab, AC luar dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Hal itu membuat AC jadi cepat kotor dan jika tidak segera dibersihkan maka berisiko cepat rusak.

    Selain itu, jangan memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Soalnya, saat terjadi hujan dan terdapat genangan di sekitar AC luar maka dapat memicu kerusakan. Sebaiknya pasang AC di tempat yang agak tinggi supaya lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tidak Dingin? Bisa Jadi Salah Pasang Outdoor Unit!



    Jakarta

    Pernah merasa AC di rumah tidak dingin meski sudah disetel ke suhu rendah? Jangan buru-buru menyalahkan perawatan atau usia AC. Bisa jadi masalahnya ada pada posisi outdoor unit yang keliru.

    Seperti diketahui, AC terdiri dari dua bagian: unit dalam (indoor) yang menghembuskan udara sejuk ke ruangan, dan unit luar (outdoor) berupa kipas besar berbentuk kotak yang dipasang di luar rumah. Keduanya harus terhubung agar AC bisa bekerja optimal.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang hanya fokus memasang unit dalam, tanpa memerhatikan posisi unit luar. Padahal, peletakan outdoor unit sangat berpengaruh terhadap kinerja pendinginan.


    Berikut panduan posisi yang tepat untuk memasang outdoor AC, dikutip dari All Purpose Air Conditioning:

    1. Pilih Lokasi Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    Pasang outdoor AC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lokasi terbaik biasanya di tembok yang menghadap utara atau selatan. Hindari sisi timur atau barat karena rentan terkena panas matahari pagi dan sore, yang membuat AC harus bekerja lebih keras.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Outdoor unit sebaiknya ditempatkan di area datar, kering, dan punya ventilasi udara yang baik. Hindari memasangnya di lokasi sempit atau tertutup tembok, karena bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat AC boros listrik.

    3. Mudah Dijangkau untuk Perawatan

    Pastikan posisi outdoor AC mudah dijangkau agar proses pengecekan dan pembersihan lebih praktis. Unit yang terpasang terlalu tinggi atau sulit diakses justru menyulitkan saat perawatan rutin, yang idealnya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi dan Genangan Air

    Meski butuh tempat sejuk, hindari memasang outdoor unit di bawah pohon. Daun, debu, dan kotoran bisa tersedot ke dalam mesin dan mempercepat kerusakan. Jangan juga menaruhnya di dekat tanah atau area rawan banjir. Lebih aman dipasang agak tinggi agar terhindar dari air hujan.

    Dengan memperhatikan posisi outdoor unit, AC di rumah bisa bekerja lebih efisien, awet, dan tentu saja lebih hemat listrik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com