Tag: cuaca panas

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Tips Pakai AC agar Tetap Hemat Listrik Saat Cuaca Panas


    Jakarta

    Cuaca akhir-akhir ini sedang panas-panasnya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab cuaca terasa sangat panas akhir-akhir ini lantaran pergeseran matahari ke arah selatan.

    Untuk mengatasi cuaca yang panas ini, banyak orang memilih untuk menyalakan AC karena lebih praktis dan bisa mendinginkan ruangan dengan cepat. Namun, hati-hati nih karena pemakaian AC bisa bikin tagihan listrik membengkak.

    Jangan sampai awa bulan nyaman terlindungi dari panas, tetapi ketika akhir bulan pusing karena biaya listrik yang besar. Dilansir dari Apartment Therapy memberikan beberapa tips untuk menghemat listrik ketika menggunakan AC.


    Tips Pakai AC Tetap Hemat Listrik

    1. Bersihkan Filter AC

    Sebelum bertempur, tentu harus ada banyak persiapan. Nah, untuk mempersiapkan AC yang dingin dan tidak boros listrik, coba cek filter AC. Filter AC yang kotor membuat sistem AC bekerja lebih keras dan menghabiskan banyak listrik. Dengan rutin membersihkan AC, kerja AC akan ringan.

    2. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    Cara kedua adalah penempatan AC outdoor harus di tempat yang teduh. AC outdoor adalah tabung persegi yang berada di luar ruangan. Perangkat ini memiliki baling-baling yang aktif saat AC dihidupkan. AC outdoor yang terkena sinar matahari langsung membuat perangkat tersebut cepat panas.

    3. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Selain soal perangkat, pengguna AC juga perlu memperhatikan suhu AC yang ideal, yakni antara 24-26 derajat Celcius. Apabila suhunya di luar suhu ideal, lebih baik gunakan kipas angin yang jauh lebih hemat listrik.

    4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    AC tidak bagus sering dimatikan dan dihidupkan dalam waktu singkat. Apabila hanya meninggalkan ruangan di bawah 1 jam, sebaiknya biarkan saja AC menyala. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan ketika dinyalakan lagi. Namun, jika pergi di atas satu jam sebaiknya AC dimatikan.

    Itulah beberapa tips seputar cara hemat listrik saat memakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Bikin Rumah Adem Tanpa AC Meski Cuaca Panas ‘Ugal-Ugalan’



    Jakarta

    Bulan Desember umumnya identik dengan musim hujan. Namun, cuaca panas justru sangat ‘menyengat’, khususnya di sejumlah wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, beberapa hari terakhir.

    Cuaca panas yang ‘ugal-ugalan’ ini dibenarkan oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung sampai tiga hari ke depan.

    “Rata-rata suhu maksimum ada di 34 hingga 36 derajat Celcius,” ungkap Guswanto, dikutip dari detikHealth, Rabu (20/12/2023).


    Kondisi panas ini tentu akan membuat beberapa aktivitas di rumah menjadi tidak nyaman. Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat rumah kembali adem saat cuaca panas sedang ‘ugal-ugalan’ seperti sekarang.

    Melansir TIME.com, Rabu (20/12/2023), berikut tips membuat rumah adem di saat cuaca panas melanda.

    Pasang Gorden atau Tirai

    Langkah pertama yang kamu lakukan agar rumah tetap adem saat cuaca panas adalah mencegah sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah. Caranya adalah dengan menutup gorden jendela atau memasang tirai penghalang di depan rumah.

    David Wright, seorang arsitek lingkungan solar, menyarankan untuk menggunakan gorden atau tirai anti tembus pandang yang bisa diangkat dan diturunkan. Alternatif lain adalah mengganti kaca jendela dengan kaca berinsulasi atau kaca rendah emisivitas (low-e) yang bisa memantulkan panas secara efektif.

    Letakkan Es Batu di Depan Kipas Angin

    Kipas angin dan AC sangat umum digunakan saat cuaca sedang panas. Kamu bisa menggunakan trik khusus agar kipas angin bisa mengeluarkan udara yang lebih dingin.

    Caranya adalah dengan meletakkan es dalam mangkuk atau kain di depan kipas angin. Jika dipasang dengan sudut yang tepat, udara yang diembuskan oleh kipas angin bisa menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

    Buka Jendela saat Malam Hari

    Pada malam hari, udara biasanya akan lebih rendah dibandingkan saat siang hari. Jika lingkungan rumahmu cukup aman, bukalah jendela agar udara malam bisa masuk ke dalam rumah.

    Matikan Lampu saat Tidak Diperlukan

    Alat elektronik, khususnya lampu, akan mengeluarkan panas saat dinyalakan. Nah, karena itu, matikan lampu saat kamu tidak menggunakannya. Dengan begitu, rumah akan menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

    Demikianlah beberapa tips membuat rumah lebih adem saat cuaca panas. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Alumunium Foil di Jendela Bikin Rumah Adem, Begini Caranya



    Jakarta

    Tinggal di negara tropis sudah menjadi hal lumrah rumah terasa panas, tetapi saat cuaca ekstrem, kondisi ini tentu membuatmu tidak nyaman.

    Cuaca yang panas ini mungkin bisa diatasi dengan mengandalkan angin yang masuk ke rumah, penggunaan kipas angin atau AC. Namun untuk rumah yang tidak menggunakan alat pendingin ruangan tidak menyelesaikan masalah. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba menggunakan aluminium foil.

    Aluminium foil bisa lebih efektif menghalau panas masuk ke dalam rumah jika dipasang di jendela. Hal ini dikarenakan permukaan aluminium foil dapat memantulkan sinar matahari dan panas dari luar.


    Mengutip situs The Federal Emergency Management Agency (FEMA) yang berdomisili di Amerika Serikat aluminium foil efektif menghalau panas matahari dan pemasangannya dapat dilakukan sendiri tanpa tenaga ahli.

    “Kamu dapat membuat rumah tetap sejuk dengan menutupnya jendela Anda dengan penutup seperti reflektor jendela yakni karton berlapis aluminium foil untuk memantulkan panas kembali ke luar,” tulis FEMA.

    Anggota Kelompok Penelitian Bangunan dan Sistem Perkotaan di Laboratorium Nasional di Oak Ridge Mahabir Bhandari, juga mengungkapkan karton yang sisi terluarnya dilapisi aluminium foil efektif mendinginkan rumah dalam situasi darurat. Cara ini dapat lebih efektif jika aluminium foil dipasang di luar dan tidak terhalang kaca jendela.

    Namun perlu diketahui aluminium yang menerima panas matahari langsung akan mengalami konduksi dan bisa berdampak pada kaca yang ikut menjadi panas, maka dari itu di tengah keduanya perlu ada karton yang menghalau perpindahan panas tersebut.

    Apakah kaca kurang efektif menghalau panas dibandingkan aluminium foil? Menurut Mahabir Bhandari kaca dapat menyerap sekaligus memantulkannya sehingga tetap dapat membuat dalam rumah panas saat cuaca panas.

    Selain aluminium foil, dia juga menyarankan penggunaan kaca film yang ditempelkan pada kaca jendela. Jika menggunakan kaca film yang membuat pandangan kaca lebih gelap, kamu boleh membuka jendela agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Jakarta Lagi Panas-panasnya, Begini Cara Desain Rumah Adem Tanpa AC


    Jakarta

    Jakarta dan wilayah sekitarnya tengah sedan diterpa cuaca panas beberapa hari belakangan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan beberapa pemicu cuaca panas ini.

    “Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 10 – 15 Mei 2024 di wilayah Jakarta berkisar antara 34,5 – 36,6 °C pada siang hari, dimana suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai hingga 36,6 °C,” kata Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani dikutip dari detikNews, Kamis (16/5/2024).

    Salah satu pemicu fenomena suhu panas terik di Jakarta adalah minimnya pertumbuhan awan. Hal ini membuat penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan oleh awan.


    Lalu, faktor lain yang menyebabkan cuaca panas di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena musim kemarau. BMKG memonitor bahwa wilayah Jabodetabek telah masuk musim kemarau.

    Nah, kalau pengin rumah terasa adem tanpa AC bisa disiasati dari desain rumah. Desain rumah yang tepat bisa mengurangi terpaan hawa dari cuaca panas. Berikut ini caranya dilansir dari Harmony.

    Cara Desain Rumah Adem Tanpa AC

    1. Warna Rumah

    Warna cat yang gelap pada atap maupun tembok akan meningkatan serapan panas di rumah. Semakin reflektif warna cat, maka rumah akan semakin sejuk. Kamu bisa coba menggunakan warna terang seperti biru dan putih untuk suasana adem di rumah.

    2. Kipas Angin Plafon

    Biar ruangan terasa sejuk, kamu bisa memasang kipas angin plafon. Menggunakan AC di rumah bisa cukup menguras biaya, maka kipas angin bisa menjadi alternatif terjangkau. Apalagi buat di ruang keluarga atau ruang makan yang luas.

    3. Jendela

    Jendela menjadi aspek penting yang memengaruhi kondisi udara di rumah. Jendela memungkinkan cahaya dan udara segar masuk, tetapi juga bisa menjadi alasan utama peningkatan panas di dalam rumah.

    Saat membangun rumah, perhatikan penempatan jendela supaya tidak terpapar sinar matahari langsung berlebihan tanpa penghalang. Lalu, desain jendela yang memudahkan membuka sehingga udara mudah masuk.

    4. Sirkulasi Udara

    Pastinya sirkulasi udara tak boleh ketinggalan buat diperhatikan saat pembangunan rumah. Ingatkan arsitek agar membuat desain yang mendukung sirkulasi yang baik.

    Layout rumah bisa mempengaruhi aliran udara di dalam rumah. Kemudian, peletakan berbagai ventilasi rumah termasuk pintu dan jendela perlu direncanakan dengan strategis supaya ada ventilasi silang yang bikin rumah adem.

    5. Material Lantai

    Beberapa jenis lantai bisa lebih menahan panas, sehingga suasana rumah terasa lebih sejuk. Pilihlah bahan lantai yang bagus untuk iklim panas seperti keramik dan porselen yang cukup terjangkau.

    Itulah beberapa cara desain rumah yang adem tanpa AC. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Plafon Tinggi Bikin Rumah Adem? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Desain rumah yang adem merupakan nilai plus, terutama dengan cuaca panas di Indonesia sekarang ini. Sebagian orang percaya rumah dengan plafon yang tinggi bisa membuat udara terasa lebih sejuk.

    Benarkah plafon tinggi bisa membuat rumah adem? Simak penjelasan berikut ini.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Ia menilai rumah tinggi justru membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan menggunakan AC.


    Arsitek Denny SetiawanArsitek Denny Setiawan Foto: Danica Adhitiawarman

    Apalagi membangun rumah dengan plafon tinggi tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.

    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Untuk itu, Denny membagikan cara membangun rumah yang terasa adem tanpa perlu boros material dan energi. Di antaranya dengan memastikan rumah mempunyai banyak ventilasi, tritisan, dan jendela.

    Cara Alternatif Bikin Desain Rumah Adem

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Jenis-Jenis jendela/via iStockJenis-Jenis jendela/via iStock Foto: via iStock

    Denny menyebut setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Ia bahkan menyarankan ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa dikendalikan dengan angin dari ventilasi, apalagi kalau ditambah penggunaan kipas angin.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Jenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStockJenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStock Foto: Joe Potato via iStock

    Selanjutnya, batasi pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam rumah menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” kata Denny.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Inspirasi VentilasiInspirasi Ventilasi Foto: Mustika Land

    Lalu, Denny mengungkap cara mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam yang didaur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyebut material berlubang seperti roster atau kerawangan bata juga bisa digunakan untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Kamar Tidur Terasa Makin Panas


    Jakarta

    Cuaca panas dapat mengganggu berbagai aktivitas, termasuk ketika tidur. Kamar tidur yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat malah terasa panas hingga penghuninya kegerahan.

    Kondisi kamar tidur yang seperti ini pastinya bikin tidur nggak nyenyak. Apalagi kalau tidak ada bantuan dari mesin AC untuk mendinginkan ruangan.

    Nah, kalau pengin kamar tidur lebih sejuk, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari. Melansir dari Homes and Gardens, Sabtu (25/5/2024) berikut ini beberapa hal yang bikin kamar tidur semakin panas.


    5 Hal yang Bikin Kamar Tidur Panas

    1. Gorden Tebal

    Gorden tebal dapat menahan panas di dalam kamar karena mencegah sirkulasi udara. Meski terlihat indah, sebaiknya mengganti gorden ke tirai atau tirai berwarna terang yang memberikan sedikit insulasi, tetapi memungkinkan sirkulasi udara.

    2. Bahan Seprai Gerah

    Ada beberapa bahan seprai yang bikin penggunanya merasa gerah. Kamu bisa beralih ke bahan seprai yang terasa adem dan mudah menyerap keringat seperti katun, linen, atau bambu. Seprai seperti ini bisa membantu kamu tidur lebih nyenyak saat cuaca panas.

    3. Lampu dan Benda Elektronik

    Lampu dan benda elektronik sebenarnya menghasilkan panas ketika dalam keadaan menyala. Oleh karena itu, coba batasi penggunaan benda-benda tersebut dengan menggunakannya seperlunya saja. Misalnya dengan mematikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari.

    4. Warna Tembok Gelap

    Warna tembok yang gelap bersifat menyerap panas, sehingga bisa membuat kamar terasa lebih hangat. Sebaiknya mengecat tembok dengan warna terang yang dapat memantulkan cahaya dan sinar matahari. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi serapan panas di dalam kamar.

    5. Kurang Ventilasi

    Sirkulasi udara yang buruk membuat kamar terasa pengap dan panas. Pastikan kamar mempunyai ventilasi yang memadai agar udara mengalir dengan baik.

    Lalu, kamu bisa menambah kipas angin untuk memicu pergerakan udara di dalam kamar. Selain itu, membuka pintu dan jendela di siang hari juga bisa membantu mengeluarkan udara panas dari kamar tidur.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari kalau nggak mau kamar tidur semakin panas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bikin Rumah Tetap Adem Walau Cuaca Panas Menyengat


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, cuaca panas mulai terasa. Hal itu bisa menyebabkan udara di dalam rumah terasa panas.

    Untuk menghadapi cuaca yang panas, perlu strategi khusus agar rumah tetap nyaman. Salah satunya dengan mengoptimalkan material bahan bangunan dan struktur bangunan.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah tetap adem saat musim kemarau.


    Mengoptimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Menggunakan atap berwarna terang atau yang dilapisi bahan reflektif dapat membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Selain itu, memasang ventilasi atap atau turbine ventilator dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    Pilihan lain yang juga efektif adalah menggunakan material atap dengan lapisan insulasi termal, seperti foil isolasi, yang dapat mengurangi transmisi panas ke dalam rumah. Selain itu pertimbangkan juga menggunakan plafon rumah dengan ceiling tinggi, dengan ini panas yang ada di bawah atap semakin di atas dan semakin menjaga kesejukan di dalamnya.

    Umumnya tinggi plafon ruang tamu 2,8 m -3,2 m dari lantai, dengan ini Anda dapat memperkirakan berapa tinggi yang ideal.

    Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah-emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, orientasi jendela juga perlu dipertimbangkan; jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    Pastikan Ventilasi yang Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Menggunakan pelapis dinding yang tepat juga bisa menjadi solusi jitu. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif dapat mengurangi penyerapan panas. Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    Penggunaan AC/Kipas

    Terakhir, penggunaan teknologi modern seperti pendingin udara hemat energi atau sistem pendingin berbasis evaporatif juga bisa menjadi tambahan yang berguna. Meskipun ini adalah solusi yang memerlukan energi listrik, memilih perangkat yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa menguras daya listrik secara berlebihan.

    “Memang selain faktor struktural dan materialnya, elemen tambahan seperti dekorasi dapat juga membantu rumah lebih asri sehingga memberikan nuansa sejuk dan juga sekaligus mempercantik rumah,” ujar PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/8/2024).

    Tak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan unsur-unsur alam pada rumah. Contohnya seperti kolam ikan, air mancur, hingga tumbuh-tumbuhan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Biang Kerok yang Bikin Rumah Kamu Terasa Panas


    Jakarta

    Rumah yang terasa panas dan gerah tentu bikin penghuninya merasa kurang nyaman. Selain gegara cuaca, ternyata bangunan rumah bisa membuat rumah bisa menahan hawa panas, lho.

    Pernahkah kamu mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut? Kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan kalau udara sekitar panas.

    Lantas, apa yang membuat rumah terasa gerah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari yang Berlebihan

    Dilansir dari Sansone Air Conditioning, kalau di ruangan kamu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu. Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

    2. Isolasi Buruk

    Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Ventilasi Udara Tertutup atau Terhalang

    Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin rumah kamu terasa panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Terasa Gerah? Ini 5 Tanaman Hias yang Bikin Adem


    Jakarta

    Penghuni yang merasa gerah saat cuaca panas bakal melakukan berbagai hal agar rumahnya jadi adem, seperti memasang AC, kipas angin, dan buka jendela. Nah, ternyata penghuni bisa membuat rumah lebih adem dengan tanaman hias, lho.

    Dilansir dari House Beautiful, studi yang dilakukan NASA menyebut tanaman bisa mengubah suhu atmosfer Bumi. Tanaman melepaskan air yang menguap, sehingga mendinginkan diri dan lingkungan sekitarnya.

    Tanaman hias dapat jadi opsi terjangkau dan ramah lingkungan biar rumah lebih sejuk. Simak tanaman apa saja yang bisa bikin rumah adem berikut ini.


    Tanaman Hias yang Bikin Rumah Adem

    Inilah deretan tanaman hias yang membuat rumah terasa adem.

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Daun lidah mertua memiliki kandungan air yang tinggi. Saat bertranspirasi, tanaman ini melepaskan uap air dingin ke udara. Selain itu, lidah mertua mengeluarkan oksigen yang menyejukkan ruangan di malam hari yang panas.

    Lidah mertua tahan terhadap panas, sehingga cocok diletakkan dekat jendela. Ini akan memberi efek sejuk pada ruangan.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantLidah Buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Tanaman lidah buaya juga melepaskan uap air dingin yang menguap ke udara saat bertranspirasi. Daunnya yang tebal dapat menyimpan banyak air dan melepaskannya ke udara. Hal ini membantu membuat ruangan adem ketika cuaca panas.

    Penghuni bisa menaruh lidah buaya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lalu, biarkan tanah mengering sepenuhnya sebelum menyiram air pada lidah buaya.

    3. Aglaonema

    Ilustrasi aglaonemaIlustrasi aglaonema Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Aglaonema atau chinese evergreen dikenal sebagai tanaman yang dapat membersihkan udara. Ternyata tanaman ini juga memiliki tingkat transpirasi yang tinggi, sehingga membuat udara sekitar lembap.

    Perawatan aglaonema cukup mudah. Penghuni cukup memberikan sedikit air dan pencahayaan yang redup.

    4. Tanaman Karet Kebo (Ficus Elastica)

    Ficus elastica leaf backgroundFicus elastica Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Ficus elastica atau tanaman karet kebo juga membuat ruangan terasa lebih sejuk. Tanaman ini menyerap air dengan akar, kemudian melepaskan air melalui pori-pori di bagian bawah daun.

    Cara merawat tanaman ini cukup dengan menyiram sedikit demi sedikit air agar tanah tetap lembap secara merata. Lalu, letakkan tanaman karet kebo di tempat yang terang, tetapi jangan terkena sinar matahari langsung.

    5. Beringin (Ficus Benjamina)

    Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundFicus Benjamina Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

    Salah satu pohon yang tumbuh dengan baik di dalam ruangan adalah ficus benjamina atau beringin. Tanaman ini membantu menjaga udara tetap sejuk dan lembap.

    Pastikan untuk rajin menyiram tanaman ini saat cuaca panas. Letakkan tanaman ini di tempat yang terang tapi tidak terkena sinar matahari langsung, atau di tempat yang cerah dengan naungan di sore hari.

    Itulah beberapa tanaman yang membantu menyejukkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com