Tag: cuaca

  • Arab Saudi Rilis Pedoman Pendampingan Umrah Anak-anak



    Jakarta

    Musim umrah 1446 H sudah dimulai sejak 1 Muharram. Arab Saudi baru-baru ini merilis pedoman bagi orang tua atau wali yang berencana membawa anak-anak mereka untuk umrah. Ada sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian jemaah.

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam keterangannya, seperti dilansir Timeline Daily dari Gulf News, meminta orang tua atau wali untuk terus menjaga anaknya agar selalu di dekatnya dan tetap waspada. Kementerian meminta orang tua memastikan anaknya menggunakan gelang pelacak elektronik.

    Kementerian juga mengimbau agar jemaah yang membawa anak-anak menghindari jam-jam sibuk dan tempat-tempat yang ramai. Pihaknya juga mendesak orang tua agar mendidik anak-anak mereka tentang hal-hal yang harus mereka patuhi selama berada di tempat suci.


    Sejumlah media lokal melaporkan, Arab Saudi tengah menghadapi cuaca ekstrem. Wilayah Makkah dan Madinah kerap diguyur hujan deras, termasuk di area Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah umrah.

    Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi pada Kamis (29/8/2024) kemarin memprediksi angin kencang akan bertiup dan hujan sedang hingga lebat serta hujan es dapat turun di beberapa wilayah Jazan, Aseer, Al-Baha, Makkah, dan Madinah.

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam beberapa unggahannya di media sosial mengimbau jemaah berhati-hati saat beribadah di tengah hujan.

    Arab Saudi telah membuka musim umrah 1446 H bagi jemaah dalam dan luar Kerajaan usai berakhirnya musim haji 1445 H. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan perusahaan dan lembaga umrah untuk mempersiapkan musim umrah ini, lapor SPA.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah Mashat menekankan komitmen kementerian untuk memberikan program unggulannya melalui kolaborasi dengan semua mitra dan sektor.

    “Fokusnya adalah pada peningkatan layanan sektor swasta dan memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan para pengunjung dan peziarah ke Dua Masjid Suci. Kerja sama antara kementerian dan perusahaan serta lembaga umrah sangat penting untuk memastikan layanan berkualitas tinggi bagi para peziarah di seluruh dunia,” demikian seperti dilaporkan SPA pada Kamis (27/6/2024) lalu.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Panas Terik yang Dibaca Rasulullah SAW, Yuk Amalkan Hari Ini



    Jakarta

    Cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika kita sedang menjalankan puasa sunnah. Tidak hanya di Arab Saudi, cuaca Indonesia akhir-akhir ini juga panas, suhunya mencapai 40 derajat celcius.

    Dalam menghadapi cuaca yang panas, ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW agar dapat beraktifitas dengan normal. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan ketika cuaca sedang panas dan matahari terik.

    Cuaca dan panas terik matahari juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Kala itu, beliau berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi oleh-Nya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar bumi kembali dingin adalah meminta hujan yang bermanfaat kepada Tuhan.


    Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk meminta diturunkan hujan dengan salat istisqa. Selain itu, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar Allah SWT mau mencurahkan nikmat-Nya kepada kita.

    Doa ketika Panas Terik sehingga Meminta Diturunkan Hujan

    Dilansir dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi, berikut doa meminta hujan tersebut.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَّا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرِ ضَاءٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Arab-latin: Allâhummas qinâ ghaitsam mughîtsam mari`am nâfi’an ghaira dhârrin, ‘âjilan ghaira âjilin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan dengan segera, tidak ditunda-tunda.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    Doa ketika panas terik lalu meminta hujan selanjutnya adalah:

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Doa ketika Panas Terik saat Khotbah Salat Istisqa

    Dinukil dari arsip detikhikmah, berikut lafal doa yang bisa dipanjatkan ketika panas terik melanda sebuah wilayah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    Doa ketika Panas Terik

    Doa ketika panas terik melanda yang terakhir dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf.

    لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ خَهَنَّمَ.

    Arab-latin: laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirni min harri jahannama.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.”

    Demikianlah doa ketika panas terik yang bisa diamalkan hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Saat Cuaca Panas Terik yang Diajarkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Cuaca panas terik di beberapa negara, terutama Indonesia, sering kali menghambat seseorang untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Karena, tenaga seseorang yang digunakan untuk beraktivitas ketika panas terik akan mudah cepat habis.

    Dalam kondisi ini, seseorang dianjurkan untuk menjaga kesehatannya dan memastikan tubuh terhidrasi dengan baik agar tidak mudah lelah. Selain itu, ada doa-doa yang dapat dipanjatkan umat Islam untuk memohon perlindungan saat beraktivitas di bawah paparan sinar matahari. Berikut adalah beberapa doa ketika cuaca sedang panas terik.

    Kumpulan Doa ketika Cuaca Panas Terik

    Berikut adalah beberapa doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi panas terik. Doa-doa ini dikutip dari kitab Al-Adzkar Imam Nawawi dan buku Kitab Doa Harian Rasulullah yang ditulis oleh A.R. Shohibul Ulum.


    1. Doa ketika Cuaca Panas

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اللَّهُمَّ أَنتَ اللَّهُ، لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ، أَنتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَهُ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَغَانَا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, laa ilaaha illallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaah, laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqara’, anzil ‘alainal ghaytsa waj’al maa anzalta ‘alainaa quwwatan wa balaghan ilaa hiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan semua yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya dan kami membutuhkanMu. Karena itu turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan.” (HR. Abu Daud)

    2. Doa ketika Panas Terik

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مَا أَشَدَّ حَرَّ هَذَا الْيَوْمِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ حَرِّ نَارِ جَهَنَّمَ

    Arab Latin: Lailahaillallah ma asyadda harra hadzal yaum, allaahumma innii a’uudzubika min harri naari jahannam

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah dahsyatnya panas hari ini, ya Allah lindungilah kami dari panasnya neraka Jahannam.” (HR. Ibnu As-Sunni)

    3. Doa ketika Kekeringan

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا غَدَقًا مُجَلَّلاً سَدًّا عَامًا طَبَقًا دَائِمًا، اللَّهُمَّ عَلَى الطَّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ، إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوْعَ وَالْعُرَى، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

    Arab Latin: Allahummasqina ghoitsan mughitsan hanî an marî an ghadaqan mujallalan sahhan âmman thabagan da ima, allahumma aladz-zhirabi wamanabitisy-syajari wabuthûnil awdiyah, allahumma inna nastaghfiruka, innaka kunta ghaffârâ, fa arsilis-sama a alaina midrârâ, allahummas qinal ghaitsa, walâ taj’alna minal qanithin, allahumma anbit lanaz-zar’a, wa `adirra lanadhdhar’a wasqinâ min barakaatis-sama’i, wa anbit lanâ min barakaatil ardhi, allahummar-fa’ ‘annal-jahda wal ju’a wal-‘urâ waksyif annâ minal balâ mâ là yaksyifuhú ghairuk

    Artinya: “Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang deras, sejuk, menyegarkan, airnya berlimpah, bermanfaat, kuat curahannya, menyeluruh, dan dalam waktu yang lama. Ya Allah, (turunkanlah) hujan di atas bukit-bukit, tempat tumbuhnya pepohonan, dan perut lembah. Ya Allah, kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, kirimkanlah kepada kami hujan yang deras. Ya Allah, siramilah kami dengan hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman, suburkanlah air susu buat ternak kami, siramilah kami dengan sebagian dari berkah langit, dan tumbuhkanlah buat kami sebagian dari berkah bumi. Ya Allah, hilangkanlah dari kami kepayahan, kelaparan, dan kurang sandang; bebaskanlah kami dari malapetaka yang tiada seorang pun dapat membebaskannya selain Engkau.”

    4. Doa Memohon Diturunkan Hujan

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٌ عَاجِلا غَيْرَ آجِلٍ

    Arab Latin: Allahummas qinâ ghaitsan mughîtsan mari an mari’an nâfi’an ghaira dhârrin ajilan ghaira ajil

    Artinya: “Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang deras, menyejukkan lagi menyegarkan, bermanfaat dan tidak berbahaya, dengan segera tanpa ditangguhkan.” ( HR. Abu Daud)

    Itulah doa-doa yang dapat dipanjatkan saat menghadapi panas terik. Jika sedang mengalami cuaca panas terik, jangan lupa amalkan dan jaga kesehatan ya!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Nabi Idris AS, Sosok yang Cerdas dan Jadi Manusia Pertama yang Bisa Baca Tulis


    Jakarta

    Nabi Idris AS mendapat anugerah dari Allah SWT berupa pengetahuan yang luas. Ia juga dikenal sebagai nabi yang cerdas serta dikenal sebagai manusia pertama yang bisa menulis.

    Kisah kecerdasan Nabi Idris AS banyak disebutkan dalam beberapa dalil Al-Qur’an. Hal ini menegaskan bahwa Nabi Idris AS merupakan manusia yang diberi nikmat serta mukjizat oleh Allah SWT melebihi manusia lainnya.

    Merangkum buku Menengok Kisah 25 Nabi dan Rasul yang disusun Ahmad Fatih, S.Pd., Nabi Idris AS bukan hanya dikenal sebagai sosok yang cerdas tetapi juga berani. Ia tak pernah takut ketika dihadapkan dengan kaum kafir, inilah alasan mengapa dirinya mendapat julukan ‘Singa Allah.’


    Kisah Kecerdasan Nabi Idris

    Nabi Idris AS dikenal sebagai nabi yang cerdas dan memiliki pengetahuan luas. Ia adalah manusia pertama yang bisa membaca dan menulis. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 4-5

    ٱعَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ لَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

    Artinya: Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

    Surat tersebut mengisahkan Nabi Idris AS adalah manusia pertama yang mengajarkan cara menulis dan membaca kepada umat manusia. Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan yang berlimpah.

    Kecerdasan para nabi dan rasul, termasuk Rasulullah SAW adalah karena hasil bimbingan langsung dari Allah SWT. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki para nabi sudah pasti ilmu yang benar dan memiliki jangkauan masa depan yang jauh. Ilmu ini tidak dapat ditandingi oleh manusia lainnya.

    Dikutip dari buku 25 Rahasia Bisnis Laris Manis ala Rasulullah SAW karya Rusydie Anwar, M.A., kecerdasan Nabi Idris AS selain datang dari Allah SWT langsung, ia juga belajar kepada Nabi Syits.

    Selain membaca dan menulis, Nabi Idris AS juga pandai merawat kuda. Ia paham ilmu falak atau perbintangan serta pandai dalam bidang matematika atau ilmu berhitung.

    Melalui mukjizat yang diberikan Allah itulah Nabi Idris AS dikenal sebagai sosok yang cerdas, pandai, dan bijaksana.

    Nabi Idris AS Pandai dalam Berbagai Ilmu Pengetahuan

    Pengetahuan Nabi Idris AS sangat luas karena dia rajin mengkaji dan mempelajari banyak hal, termasuk segala hal yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam AS.

    Nabi Idris AS juga tumbuh menjadi sosok yang sangat tertarik dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi di muka bumi. Di zamannya, Nabi Idris dikenal sebagai ahli perbintangan. Dia adalah orang yang pertama kali memanfaatkan rasi bintang sebagai penunjuk arah, waktu yang tepat untuk bercocok tanam, hingga memperkirakan kondisi cuaca.

    Tidak hanya pandai soal urusan perbintangan dan cuaca, Nabi Idris AS juga menjadi menjadi orang pertama yang membuat kulit binatang menjadi pakaian layak pakai.

    Sebelum Nabi Idris terlahir di dunia, manusia terbiasa membuat dan memakai kulit binatang sebagai pakaian. Nabi Idris AS diberikan Allah mukjizat menjadi orang pertama yang bisa menjahit kulit binatang menjadi baju layak pakai.

    Ia tidak hanya membuat pakaian untuk dirinya sendiri, tetapi di saat luang, ia membuat pakaian yang kemudian diberikan kepada kaum fakir miskin.

    Nabi Idris AS juga dikenal sebagai manusia pertama yang bisa menulis menggunakan pena. Bahkan, para ilmuwan pernah menemukan beberapa potongan naskah kuno yang diklaim berkaitan dengan Nabi Idris. Naskah itu bernama Kitab Henokh. (Wallahu ‘alam).

    Salah satu kisah yang tertulis dalam kitab itu adalah tentang peradaban tertua di bumi Lemuria, Atlantis yang hilang ditelan bumi.

    Para ilmuwan itu juga menduga Kitab Henokh yang ditulis oleh Nabi Idris turut memuat prediksi tentang banjir besar yang akan terjadi di muka bumi.

    Nabi Idris AS juga diberi kesempatan oleh Allah SWT melihat adanya surga dan neraka. Di surga, Nabi Idris melihat sungai-sungai yang mengalir dengan air yang sangat jernih layaknya kaca. Sementara di neraka, Nabi Idris AS pingsan setelah melihat api neraka yang membara.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com