Tag: cuaca

  • 10 Tips Memilih AC yang Tepat, Awet, dan Canggih



    Jakarta

    Cuaca panas yang kerap melanda Indonesia membuat banyak orang memilih memasang AC (air conditioner) untuk kenyamanan di rumah atau kantor. Namun, agar tidak salah pilih, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum membeli AC.

    Menurut pakar di bidang refrigerasi ramah lingkungan, Dr. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., AC ideal sebaiknya menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti R32 yang lebih aman bagi bumi dibanding R22. Selain itu, pilih AC yang hemat energi dengan melihat label bintang efisiensi energi (1-5 bintang) dan nilai CSPF tinggi. Berikut tips penting saat memilih AC.

    1. Kapasitas Sesuai Ukuran Ruangan


    Pastikan kapasitas AC cocok dengan luas ruangan. Untuk ruangan sedang, gunakan AC berkapasitas ½ PK (minimal 5000 BTU/h).

    AC dengan kapasitas lebih tinggi akan lebih cepat mendinginkan ruangan dan bekerja lebih baik untuk ruangan besar atau yang terpapar sinar matahari langsung. Kebutuhan pendinginan juga dapat dihemat dengan mengurangi beban panas ruangan antara lain dengan menutup pintu dan menggunakan tirai pada jendela.

    2. Kualitas Material Tahan Lama

    Pilih AC dengan material anti karat dan korosi seperti blue fin atau gold fin di evaporator dan kondensor. Material berkualitas membuat AC lebih awet.

    Selain itu terdapat cover pelindung samping dan lapisan logam untuk menghindari kerusakan fisik unit outdoor akibat cuaca ekstrem.

    3. Fitur Keamanan

    Pilih AC bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki proteksi arus lebih, box listrik tahan api, dan sistem drainase terpisah dari kabel listrik untuk mencegah korsleting.

    FLifeFoto: dok. FLife

    4. Garansi Kompresor dan Servis

    Sebagai jantung dari AC, kompresor merupakan unit penting dalam proses pendinginan. Jika rusak, perbaikannya bisa menghabiskan hingga 60-70% dari harga unit baru.

    Untuk itu, pastikan kompresor bergaransi minimal 10 tahun. Lebih baik lagi jika disertai garansi sparepart dan servis indoor minimal 3 tahun.

    5. Fitur Modern

    Beberapa AC sudah dilengkapi dengan fitur modern. Beberapa fitur teknologi canggih tersebut seperti Self-Diagnosis yang sangat membantu memudahkan deteksi kerusakan dini, mempercepat perbaikan, dan mengurangi downtime.

    Selain itu ada juga fitur Self-Cleaning yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi pencucian AC yang pada umumnya 2 bulan cuci sekali, menjadi 3-4 bulan sekali.

    6. Nyaman Digunakan

    Untuk faktor kenyamanan, pilih AC yang minim suara. Suara yang dikeluarkan AC maksimal berada di rentang 27 dBA.

    Desain ‘easy removal’ dan ‘user friendly’ juga membantu dalam perawatan AC karena desainnya memungkinkan pengguna atau teknisi untuk melepas dan membersihkan filter serta bagian lainnya dengan mudah saat servis.

    FLifeFoto: dok. FLife

    7. Tampilan LED Informasi

    Panel LED pada unit indoor berguna menampilkan suhu dan kode error yang mempermudah perbaikan.

    Ini akan membantu teknisi untuk melakukan perbaikan dengan tepat dan efektif dalam sekali kunjungan. Selain fungsi, desain LED panel yang modern dapat mempercantik tampilan interior ruangan.

    8. Diproduksi oleh Pabrik Terpercaya

    Pastikan AC berasal dari pabrik yang khusus memproduksi AC. Cek informasi pabrikan lewat website resmi.

    Hal ini untuk menjamin Quality Control (QC), pengujian performa produk dan sistem Commissioning (COMM). Cek informasi di box kemasan atau name tag produk, lalu telusuri informasi pabriknya melalui situs resmi merek tersebut. Pabrikan yang fokus pada produk AC biasanya memiliki riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kuat.

    9. Utamakan Merek Terpercaya

    Merek ternama umumnya memiliki sistem distribusi, purna jual, dan kualitas produk yang lebih konsisten. Hindari merek yang tidak jelas asal-usulnya meski harganya menggiurkan.

    Lihat juga apakah merek tersebut bagian dari grup perusahaan yang telah terpercaya. Anda juga bisa membaca ulasan pengguna di forum atau e-commerce.

    10. Layanan After Sales Andal

    Pertimbangkan lamanya garansi, cakupan perbaikan, dan kemudahan akses layanan pelanggan, terutama di akhir pekan dan hari libur.

    Semakin lama garansi yang diberikan semakin membawa keuntungan bagi konsumen pastinya. Selain itu beberapa brand hanya menyediakan suku cadang dan menanggung biaya jasa perbaikan secara gratis di tahun pertama.

    Selanjutnya, pilihlah merek yang memberikan layanan komprehensif dan mudah diakses, agar Anda tidak kesulitan jika AC mengalami masalah di kemudian hari.

    Memilih AC bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi juga memastikan kenyamanan jangka panjang, efisiensi energi, dan perawatan. Bandingkan spesifikasi dan fitur dari beberapa merek sebelum membeli. Pastikan Anda memilih AC yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan penggunaan.

    Informasi selengkapnya silahkan cek di YouTube.

    (prf/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bikin Kamar Adem Tanpa AC, Tidur Auto Pules


    Jakarta

    Pernah susah tidur karena kegerahan? Kamar tidur yang panas bisa bikin penghuni rumah merasa nggak nyaman, sehingga sulit untuk tertidur lelap.

    Dilansir dari REFINERY29, Asisten Profesor di Departemen Neurologi dan Ilmu Saraf Mattheyw Ebben mengatakan suhu cukup penting bagi kemampuan untuk bisa tidur. Namun, faktor ini sering kali disepelekan.

    “Bagian dari ritme biologis Anda termasuk pendinginan tubuh saat Anda tidur di malam hari,” kata Ebben dikutip dari REFINERY 29, Minggu (25/5/2025).


    Kamar yang dingin bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan baik. Adapun suhu ideal kamar tidur 60-67 derajat fahrenheit atau sekitar 15,5-19,4 derajat celcius menurut National Sleep Foundation.

    Tentunya AC menjadi alat elektronik andalan untuk mendinginkan ruangan. Namun, nggak semua rumah ada AC.

    Lantas, bagaimana cara bikin kamar adem tanpa AC? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bikin Kamar Adem Tanpa AC

    Inilah beberapa cara membuat suasana tidur lebih adem meski tidak ada AC.

    1. Pasang Kipas Angin

    Jika tidak punya AC, kipas angin jadi alat alternatif buat mendinginkan ruangan. Suara kipas angin juga bisa menjadi white noise yang menghalau suara mengganggu ketika tidur.

    Instruktur Klinis Kedokteran Tidur Scott Hollingshaus menyarankan bagi yang menggunakan kipas gantung untuk memutar kipas menjadi arah jarum jam untuk mendorong udara panas keluar.

    2. Pakai Bungkusan Es

    Letakkan kompres dingin atau es dibungkus handuk di titik nadi, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, belakang lutut, dan leher. Cara ini akan mendinginkan seluruh tubuh, kata Hollingshaus.

    Bungkusan es juga bisa diselipkan ke dalam bantal. Namun, pastikan bungkusan es tidak bocor ya.

    3. Ganti Seprai Tempat Tidur

    Lebih sedikit perlengkapan tidur akan lebih baik buat bikin pengalaman tidur lebih adem. Jadi kurangi perlengkapan tidur seperti selimut.

    Lalu, sebaiknya memilih seprai berbahan katun saat cuaca panas. Bahan katun lebih mudah menyerap keringat daripada kain lain.

    4. Gelapkan Kamar

    Tutuplah tirai kamar pada siang hari untuk mengurangi panas masuk ruangan. Lalu, Asisten Profesor Neurologi Daniel Barone menyarankan untuk menjaga kamar tetap gelap, sebab cahaya yang masuk melalui jendela dapat mengganggu tidur.

    Itulah beberapa cara membuat kamar adem tanpa AC agar bisa tidur nyenyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang di Rumah


    Jakarta

    Rumput jepang atau nama lainnya Zoysia japonica merupakan salah satu jenis rumput yang banyak dipilih orang untuk halaman rumah. Soalnya, rumput ini bikin halaman terlihat lebih hijau dan nyaman dipandang.

    Dilansir situs The Spruce, Jumat (30/5/2025), rumput jepang mulai dikembangkan sekitar 1950-an. Seiring waktu, rumput ini semakin populer dan banyak dipakai di halaman rumah.

    Jika tertarik menanamnya di halaman rumah, sebaiknya cari tahu dulu informasi soal rumput jepang, mulai dari penggunaan pupuk hingga cara merawatnya. Apabila detikers tak paham cara mengelola rumput jepang, maka siap-siap saja bakal cepat layu.


    7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang

    Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menanam rumput jepang. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

    1. Punya Tekstur yang Tajam

    Rumput jepang punya tekstur yang tajam sehingga disebut juga sebagai rumput jarum. Saat kulit menyentuh rumput, rasanya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum kecil.

    Apabila kamu berencana ingin membuat halaman yang bisa digunakan untuk duduk santai, sebaiknya jangan pilih rumput jepang. Namun, kamu masih bisa mengakalinya dengan pakai alas yang tebal agar tidak terasa sakit di kulit.

    2. Butuh Sinar Matahari

    Agar bisa tumbuh subur, rumput jepang harus mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya selama enam jam per hari. Apabila kekurangan sinar matahari, rumput jepang bisa menipis sehingga menjadi layu.

    3. Dapat Melawan Gulma

    Salah satu keunggulan dari rumput jepang adalah mampu melawan gulma (rumput liar). Namun, rumput jepang juga butuh dukungan sinar matahari yang cukup setiap hari. Jika tidak, gulma dapat menyerang rumput jepang sehingga menjadi kering dan layu.

    4. Siram Secara Rutin

    Rumput jepang perlu disiram secara rutin setiap hari. Selain membuat rumput lebih subur dan hijau, hal ini agar akar rumput semakin kuat dan dapat bertahan hidup ketika udara kering.

    Disarankan untuk menyiram rumput jepang saat pagi hari agar rumput lebih cepat kering sekaligus meminimalisir tumbuhnya jamur.

    5. Cocok Ditanam di Cuaca Hangat

    Rumput jepang dapat hidup pada kondisi cuaca yang hangat hingga panas dengan suhu di atas 26 derajat Celcius. Cuaca tersebut membuat rumput jepang tumbuh subur sehingga terlihat cantik untuk halaman rumah.

    Namun, pastikan kamu memangkas rumput jepang setiap dua kali dalam sebulan supaya rumput tidak tumbuh terlalu tinggi.

    6. Jangan Memberi Banyak Pupuk

    Merawat rumput jepang sebenarnya terbilang mudah. Selain rutin disiram saat pagi hari, rumput ini juga perlu dipupuk satu kali dalam sebulan. Sebagai catatan, jangan terlalu banyak memberi pupuk pada rumput jepang karena bisa menyebabkan akar dan batang jadi membusuk.

    7. Harga yang Murah

    Alasan lain mengapa rumput jepang banyak dipilih masyarakat karena harganya yang murah. Dari pantauan detikProperti di berbagai marketplace, harga rumput jepang ukuran 1 x 1 meter berkisar Rp 26.000-40.000 tergantung lokasi penjualan.

    Jika ingin harga yang lebih murah, kamu bisa membeli bibit rumput jepang dengan harga sekitar Rp 15.000 per bungkus untuk luas lahan 0,5 meter.

    Itulah tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam rumput jepang di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Pasang Kanopi di 2025 Lengkap dengan Cara Hitungnya


    Jakarta

    Memasang kanopi dapat memberikan sejumlah manfaat untuk hunian, misalnya bisa mencegah panas dan hujan pada area carport. Selain itu, pemasangan kanopi juga bisa menambah estetika rumah sehingga terlihat lebih cantik.

    Biasanya, pemasangan kanopi dilakukan menggunakan jasa tukang kanopi secara borongan. Meski begitu, detikers juga perlu menghitung biaya pasang kanopi sendiri untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan.

    Ada cara menghitung biaya pasang kanopi yang perlu kamu ketahui. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Estimasi Biaya Pasang Kanopi

    Ada sejumlah biaya yang harus dihitung untuk memasang kanopi di rumah. Namun karena masih estimasi, maka harganya bisa berbeda-beda tergantung dari material yang dipilih.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut estimasi biaya pasang kanopi di rumah, mulai dari tiang hingga atapnya:

    Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Kanopi

    Langkah pertama, kamu harus menghitung kebutuhan baja ringan yang digunakan pada rangka atap kanopi. Sebagai contoh, kamu membuat kanopi standar rangka baja ringan dengan ukuran panjang 5 meter dan lebar 3 meter.

    1. Menghitung Tiang

    Untuk kanopi standar, biasanya rangka kanopi membutuhkan tiang yang tingginya masing-masing 3 meter. Pada umumnya, setiap tiang dibuat dua rangkap agar lebih kuat.

    Rumus perhitungannya adalah: 6 x 3 x 2 = 36 meter. Jadi, kebutuhan rangka baja ringan untuk tiang sepanjang 36 meter.

    2. Menghitung Gording

    Gording merupakan rangka sisi yang melebar. Apabila lebar kanopi 3 meter dan panjang 5 meter, gording yang dibutuhkan sekitar tiga buah. Rumus perhitungannya adalah: 3 x 3 = 9 meter.

    Sebagai catatan, biasanya gording dapat dipasang bolak-balik atau dua lapisan. Hal ini tergantung keinginan masing-masing pemilik rumah.

    3. Menghitung Kaso

    Kaso merupakan rangka yang memanjang pada kanopi. Sebagai contoh, dibutuhkan 4 kaso dengan masing-masing panjang 5 meter, sehingga rumusnya: 4 x 5 = 20 meter.

    4. Menghitung Reng

    Jarak antara reng umumnya sekitar 50-60 cm. Dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter, maka reng yang dibutuhkan sekitar 8 batang. Rumus perhitungannya adalah: 8 x 3 = 24 meter.

    5. Total Kebutuhan Rangka Baja Ringan

    Dari perhitungan tadi, maka total kebutuhan baja ringan adalah: 36 + 9 + 20 = 65 meter. Sedangkan total reng yang dibutuhkan adalah 24 meter.

    6. Konversi Menjadi Batang

    Diketahui, baja ringan umumnya memiliki ukuran 6 meter per batang. Maka, rumus perhitungannya menjadi:

    • Kebutuhan baja ringan 65 : 6 = 11 batang
    • Kebutuhan reng 24 : 6 = 4 batang.

    Biasanya, kebutuhan baja ringan ditambahkan spare untuk mengantisipasi kekurangan bahan. Maka dari itu, lebih baik ditambahkan masing-masing 1 batang sehingga total menjadi 12 batang baja ringan dan 5 batang reng. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada material yang rusak atau kurang.

    Perhitungan Biaya Pasang Kanopi

    Setelah mencari tahu kebutuhan baja ringan, kini saatnya menghitung biaya yang dibutuhkan untuk pasang kanopi. Simak di bawah ini:

    1. Total Biaya Baja Ringan

    Terdapat beragam jenis baja ringan di pasaran. Sebagai contoh, kamu membeli baja ringan jenis Taso dengan ketebalan 1 milimeter. Di pasaran, harga baja ringan Taso dengan tebal 1 mm sekitar Rp 165.000 per batang. Maka biaya diperlukan adalah:

    Rp 165.000 x 11 batang = Rp 1.815.000.

    Sedangkan harga reng baja ringan merek taso dengan ketebalan 0,45 mm harganya sekitar Rp 70.000 di pasaran. Jadi, total biaya untuk reng aadalah:

    Rp 70.000 x 4 = Rp 280.000

    Jika ditotal maka jumlahnya: Rp 1.815.000 + Rp 280.000 = Rp 2.095.000.

    2. Biaya Baut

    Pemasangan kanopi juga membutuhkan baut. Untuk baut baja ringan harganya sekitar Rp 110.000.

    3. Biaya Atap Kanopi

    Langkah berikutnya menghitung biaya atap kanopi. Dengan panjang 5 meter dan lebar 3 meter, maka total luas kanopi adalah 15 meter.

    Saat ini, ada banyak pilihan atap kanopi di pasaran. Ambil contoh atap kanopi Alderon uPVC berongga dengan ketebalan 10 mm yang harganya sekitar Rp 180.000/meter. Maka, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp 2.700.000.

    4. Biaya Tukang dan Lainnya

    Pemasangan kanopi setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari, tergantung dari luas kanopi, tingkat kerumitan, dan faktor cuaca. Pemasangan kanopi biasanya dilakukan oleh tukang dengan hitungan borongan.

    Upah tukang borongan untuk pemasangan kanopi mungkin bisa berbeda-beda, tapi bisa diasumsikan menjadi Rp 150.000 per orang dalam sehari. Pemasangan kanopi biasanya dikerjakan oleh 2 orang tukang dalam waktu 4 hari. Maka total biaya yang dibutuhkan adalah:

    2 tukang x upah Rp 150.000 x 4 hari = Rp 1.200.000.

    Total Biaya Pasang Kanopi

    Setelah menghitung biaya material hingga upah tukang, maka total biaya pemasangan kanopi untuk ukuran 3 x 5 meter adalah:

    Rp 2.095.000 + Rp 110.000 + Rp 2.700.000 + Rp 1.200.000 = Rp 6.105.000.

    Sebagai pengingat, harga di atas hanya estimasi saja. Biaya pasang kanopi mungkin bisa lebih murah atau justru lebih mahal tergantung dari luas kanopi, pemilihan material, hingga negosiasi upah dengan tukang borongan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Repot, 7 Tanaman Ini Bisa Tetap Hidup Meski Jarang Disiram



    Jakarta

    Sebagian masyarakat suka mengisi rumah dengan beragam tanaman hias. Tanaman memang diyakini bisa membuat ruangan tampak lebih segar dan asri.

    Jika punya tanaman hias di rumah, pemilik harus rajin merawat tanaman hias agar tumbuh subur, seperti memberikan pupuk dan menyiram air. Namun, tidak semua orang punya waktu dan tenaga untuk merawat tanaman, apalagi kalau punya kesibukan yang padat.

    Kalau begitu, pemilik perlu memilih tanaman yang perawatannya mudah. Nah, ada beberapa tanaman yang tidak perlu sering disiram kok.


    Tanaman Hias yang Tak Perlu Sering Disiram

    Inilah deretan tanaman hias yang tetap hidup meski jarang disiram, dikutip dari the Plan Collection.

    1. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant atau lili paris adalah tanaman hias yang banyak dipilih masyarakat. Tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

    Daun lili paris tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali meski kelupaan untuk menyiramnya. Penghuni cukup menyiram tanaman ini seminggu sekali di musim kemarau. Lalu, taruh tanaman di tempat yang cahayanya terang tapi teduh.

    2. Kaktus

    Cactus is considered one of the auspicious plants that many people overlook and do not expect. But in fact, this small cactus is also tough and durable, and can be raised for a long time. It is believed that if a house has it planted, it will make the business progress, will be promoted quickly in work, and will bring good fortune to the family. Because in addition to the auspicious name of the cactus, it also represents diligence and perseverance. Moreover, if a house plants a cactus with diligence and it produces beautiful flowers, it means that that person is about to have a large fortune. He will have money and gold without fail.Kaktus Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

    Kaktus merupakan tanaman yang terkenal tidak perlu sering disiram. Tanaman ini terbiasa bertahan hidup di iklim kering sehingga bisa bertahan empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Untuk merawatnya, penghuni perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Cara lain, kaktus bisa dimasukkan ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Kemudian, tempatkan kaktus di ruangan yang banyak cahaya alami.

    3. Tanaman Ivy

    Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman Ivy menyukai tanah kering sehingga hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Penghuni rumah sebaiknya menaruh tanaman ini di tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung tetapi tidak teduh.

    4. Tanaman Lidah Mertua

    Decorative sansevieria plant on wooden table in living room. Sansevieria trifasciata Prain in gray ceramic pot.Tanaman Lidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua juga tidak membutuhkan banyak perawatan, hanya perlu disiram dua kali sebulan. Bahkan, tanaman tersebut hampir tidak perlu penyiraman ketika musim hujan atau cuaca dingin.

    Tanaman lidah mertua dapat bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya. Ketika sudah tumbuh lebih besar, penghuni bisa memindahkannya ke tempat yang lebih terang

    5. Tillandsia (Tanaman Udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomTillandsia Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Tillandsia atau tanaman udara tidak butuh media tanah karena tidak memiliki akar. Tanaman ini bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya. Oleh karena itu, tanaman udara tidak perlu sering disiram.

    Penghuni bisa merawatnya dengan cara memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap minggu. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang.

    Itulah beberapa tanaman yang tidak perlu disiram. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Material Pintu Rumah, Mana yang Lebih Oke?



    Jakarta

    Pintu rumah adalah bukaan untuk akses penghuni keluar dan masuk ruangan. Bukaan tersebut membatasi berbagai ruangan maupun area luar dan dalam rumah.

    Untuk itu, pemilik perlu cermat dalam memilih material pintu. Sebab, setiap area rumah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Misalnya pintu kamar mandi harus tanah lembap, sedangkan pintu depan rumah tahan cuaca panas.

    “Jenis pintu dan kusen semuanya kembali ke pemilihan dan konsep dari hunian,” ujar Kontraktor Wildan saat dihubungi detikProperti, Kamis (3/7/2025).


    Lantas, apa saja jenis material pintu? Simak penjelasannya berikut ini menurut ahlinya.

    Jenis Material Pintu

    Inilah beberapa jenis material kayu beserta kelebihan dan kekurangannya.

    1. Kayu

    Kayu merupakan bahan andalan masyarakat untuk membuat pintu. Kayu bersifat universal dan dapat digunakan untuk berbagai jenis bangunan.

    Kelebihan

    • Cocok untuk segala bangunan dan ruangan
    • Tampilan natural
    • Mudah dibentuk
    • Kokoh
    • Instalasi mudah

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    2. PVC dan UPVC

    Pintu yang terbuat dari polivinil klorida (PVC) dan Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC) bersifat tahan air, sehingga cocok untuk area basah seperti kamar mandi.

    Kelebihan

    Kekurangan

    Ukuran pintu harus sesuai pabrikan, tidak dapat diubah

    3. Panel

    Pintu dari bahan panel masih menjadi pilihan utama di perumahan karena motifnya beragam.

    Kelebihan

    • Cukup terjangkau
    • Mudah dikombinasikan dengan material lain

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    4. HPL

    Sama seperti panel, pintu berbahan high pressure laminate (HPL) sering digunakan buat perumahan karena motifnya kekinian.

    Kelebihan

    Kekurangan

    • Rentan diserang rayap
    • Rentan terhadap cuaca ekstrem
    • Rentan memuai dan menyusut

    5. Baja

    Pintu yang terbuat dari baja sangat kuat, sehingga biasanya digunakan sebagai pintu darurat.

    Kelebihan

    • Sangat kuat terhadap benturan
    • Kuat terhadap cuaca ekstrem
    • Kuat terhadap panas

    Kekurangan

    • Harganya mahal
    • Kurang cocok untuk hunian

    6. Kaca

    Pintu kaca biasanya digunakan untuk ruangan yang cenderung kurang pencahayaan.

    Kelebihan

    Visual cantik dan elegan

    Kekurangan

    • Tidak tahan benturan
    • Tidak tahan getaran

    Itulah informasi seputar material pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngadem Pakai AC tapi Takut Boncos? Begini Tipsnya


    Jakarta

    AC menjadi alat andalan untuk menyejukkan ruangan di kala cuaca panas. Namun, penggunaan AC dapat memakan banyak pemakaian listrik bulanan.

    Hal tersebut membuat konsumen khawatir penggunaan listrik yang besar akan membuat tagihan membengkak. Meski demikian, bukan berarti penghuni rumah tak boleh menikmati udara dingin dari AC.

    Ada beberapa cara untuk menghemat listrik ketika menggunakan AC. Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Hemat Listrik Pakai AC

    Inilah cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

    1. Rutin Bersihkan Filter AC

    Tips pertama untuk hemat listrik adalah merawat sistem AC secara rutin dengan membersihkan filter. Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC, sehingga membutuhkan energi yang besar buat bekerja. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

    2. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    AC bisa bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh. Pastikan unit outdoor AC tidak terkena terik matahari. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    3. Pakai Kipas Angin

    Penghuni rumah bisa memanfaatkan kipas angin untuk membantu mengalirkan udara dingin. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

    Taruh kipas angin di lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Jangkauan udara dingin itu akan lebih maksimal dengan cara ini.

    4. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni sebaiknya tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan secara perlahan. Penghuni bisa menyalakan kipas angin sambil menunggu ruangan dingin.

    5. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, sebaiknya matikan saja AC-nya. Sebab, menyalakan AC terlalu lama akan memakan banyak listrik.

    Berbeda halnya kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, penghuni cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan ketika dinyalakan lagi.

    Itulah beberapa tips seputar cara hemat listrik saat memakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Selalu Disiram, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh di Kondisi Kering


    Jakarta

    Menanam tanaman bisa memberikan kesan rumah asri apalagi ketika cuaca sedang panas. Tanaman biasanya tumbuh membutuhkan sinar matahari secara langsung dan ada yang tidak.

    Tanaman yang tak kuat menahan sinar matahari bisa layu dan tidak tumbuh karena mengalami kekeringan. Meski begitu, ada beberapa yang bisa bertahan hidup ketika cuaca sedang panas. Salah satunya adalah aloe vera alias lidah buaya.

    Tanaman yang kaya akan manfaat dan banyak ditemukan di Indonesia ini bisa tetap hidup di kondisi yang kering dan cuaca panas. Tanaman ini disebut bisa tumbuh lebih baik di tanah yang berpasir yang meniru lingkungan gurun tempat asalnya.


    Selain itu, masih ada beberapa tanaman yang tanah cuaca panas. Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.

    1. Lavender

    Lavender.Lavender. Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Tanaman cantik berwarna ungu ini memiliki wangi yang menenangkan. Tak heran, terkadang tanaman ini ditemukan di rumah. Ternyata lavender juga bisa bertahan hidup di lingkungan yang panas.

    “Lavender adalah tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik,” kata ahli perkebunan dan pelatih dibalik The Birch Arbor Gardens, Arianna Lappinin, dikutip dari Real Simple.

    2. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Tanaman yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan ini juga bisa bertahan di kondisi cuaca panas. Jika pemilik rumah tinggal di tempat dengan iklim panas, rosemary tetap bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun.

    “Tumbuhan ini menyukai sinar matahari dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kering,” kata Lambton.

    3. Bugenvil

    Herianto (35) merupakan warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang. Ia membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan.Bugenvil. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

    Tanaman yang memiliki aneka warna ini bisa tumbuh setinggi 20 kaki dan lebar 40 kaki. Selain mempercantik taman rumah, bugenvil ini juga ‘tahan banting’ alias bisa bertahan hidup di lingkungan kering.

    “(Bugenvil) terkenal karena mekar lebih banyak saat kondisi kering, ini adalah pemandangan yang memukau di lanskap,” ujar director of design untuk Tilly, Kate Singleton.

    4. Bunga Terompet

    Yellow angel trumpet flower. The yellow flower that adorns the streets. Tropical flowers.Bunga terompet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Photographer and graphic artist

    Tumbuhan ini memiliki warna yang indah ini bisa mempercantik taman rumah. Bunga terompet juga bisa mekar sempurna walau dalam lingkungan yang kering.

    5. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold menjadi salah satu tanaman favorit pemilik rumah karena bisa mengusir hama. Selain itu, warnanya yang cerah juga bisa membuat taman terasa lebih ‘hidup’.

    Tanaman tahan panas yang satu ini perlu disiram secara teratur pada awal musim, tetapi bisa tahan terhadap lingkungan kering.

    Itulah beberapa tanaman yang tahan cuaca panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Cat Dinding Eksterior Terbaru 2025 Berdasarkan Ukuran


    Jakarta

    Agar rumah terlihat indah dari luar, pastikan memilih cat khusus untuk eksterior. Tidak hanya memilih warna yang cocok, pastikan juga kamu mengetahui harga catnya terlebih dahulu.

    Cat eksterior diaplikasikan khusus bagian luar bangunan. Selain memberikan warna pada hunian, cat ini dirancang khusus agar tahan terhadap perubahan cuaca, seperti panas matahari hingga hujan.

    Jenis cat ini menggunakan bahan khusus yang lebih kuat agar tahan di segala kondisi cuaca. Umumnya cat eksterior mengusung bahan resin pengikat yang sangat lembut agar cat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.


    Berencana ingin membeli cat dinding untuk eksterior? Simak kisaran harga catnya yang terbaru di 2025 dalam artikel ini.

    Harga Cat Dinding Eksterior Terbaru 2025

    Harga cat dinding eksterior dapat berbeda-beda tergantung dari merek, warna, ukuran, hingga kualitasnya. Pada umumnya, cat dinding yang dijual dalam bentuk kaleng memiliki ukuran 5-25 kg, tapi ada juga yang dijual dalam ukuran 20 liter.

    Semakin mahal harga cat dinding biasanya memiliki kualitas yang bagus. Pemilihan warna tertentu juga dapat memengaruhi harga cat.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Kamis (10/7/2025), berikut kisaran harga cat dinding eksterior terbaru 2025 sesuai ukuran:

    Cat dinding Eksterior 5 Kg

    • Cat Dulux Catylac Super White: Rp 225.000/5 kg
    • Cat Dulux Catylac Granite Grey: Rp 225.000/5 kg
    • Cat Dulux Catylac Light Sun: Rp 330.000/5 kg
    • Cat Dulux Catylac Green Lime: Rp 310.000/5 kg
    • Cat Nucolor White: Rp 108.000/5 kg
    • Cat Nucolor Super White: Rp 108.000/5 kg
    • Cat Nucolor Sand Stone: Rp 108.000/5 kg
    • Cat Nucolor Calm Grey: Rp 108.000/5 kg
    • Cat Avitex Super White: Rp 185.000/5 kg
    • Cat Avitex Sunny Yellow: Rp 185.000/5 kg
    • Cat Avitex Moon Glow: Rp 185.000/5 kg
    • Cat Avitex Arctic Silver: Rp 185.000/5 kg.

    Cat dinding Eksterior 25 Kg dan 20 Liter

    • Cat Vinilex Nippon Paint White: Rp 850.000/25 kg
    • Cat Vinilex Nippon Lily White: Rp 950.000/25 kg
    • Cat Vinilex Nippon Brilliant White: Rp 875.000/25 kg
    • Cat Nucolor White: Rp 538.000/25 kg
    • Cat Nucolor Sunny Cream: Rp 538.000/25 kg
    • Cat Nucolor Calm Grey: Rp 538.000/25 kg
    • Cat Dulux Weathershield Pro Brilliant White: Rp 2.789.000/20 liter
    • Cat Dulux Weathershield Pro Day Break: Rp 3.000.000/20 liter
    • Cat Dulux Weathershield Pro Gallant Grey: Rp 2.350.000/20 liter.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari setiap toko bangunan. Agar tidak bingung saat memilih cat dinding rumah, kamu bisa melihat referensi di internet atau berkonsultasi langsung dengan desainer interior.

    Itulah kisaran harga cat dinding eksterior terbaru 2025 sesuai ukuran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com