Tag: cuci bersih

  • 7 Tips Mengepel Lantai Agar Bersih Kinclong dan Tidak Bau Amis


    Jakarta

    Agar rumah tetap bersih dan nyaman maka lantai perlu dipel secara rutin. Langkah ini dapat membersihkan lantai dari kotoran, debu, hingga minyak menempel.

    Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru tetap kotor dan bahkan tercium aroma amis yang bikin enek. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan bikin lelah karena harus kembali mengepel lantai.

    Sebenarnya, ada beberapa tips saat mengepel lantai agar bersih, kinclong, dan tidak mengeluarkan bau amis. Penasaran? Simak tipsnya di bawah ini.


    Tips Mengepel Lantai Agar Bersih dan Wangi

    Ada sejumlah tips dalam mengepel lantai agar tetap bersih dan wangi. Dikutip dari situs Martha Stewart dan The Spruce, berikut cara mengepel lantai agar bersih dan wangi:

    1. Sapu Lantai dengan Bersih

    Tips yang pertama adalah menyapu lantai hingga bersih sebelum dipel. Jika tidak disapu, maka debu, kotoran, hingga sisa makanan yang jatuh ke lantai akan tetap berserakan meski sudah dipel.

    Bahkan, kotoran dan debu justru bisa menyebar ke area lain karena ikut terbawa oleh kain pel. Maka tak heran setelah lantai dipel tapi tetap terasa kotor dan lengket.

    2. Pakai Air Bersih

    Saat mengepel lantai, pastikan kamu menggunakan air bersih dan cairan pembersih khusus lantai. Jika menggunakan air kotor, maka kotoran di dalam air akan menempel di kain pel dan terbawa saat mengepel. Hal ini yang membuat lantai malah tambah kotor dan menjadi bau amis.

    Jika mencuci dan membilas kain pel langsung di ember, pastikan memakai dua ember yang berbeda. Jadi, satu ember berisi air cairan pembersih lantai sedangkan ember satunya lagi untuk membilas kotoran.

    3. Pel dengan Teknik yang Tepat

    Ternyata, teknik mengepel yang salah juga bisa membuat kotoran justru menyebar ke seluruh lantai. Lakukan mengepel dengan cara bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah.

    Selain itu, mulai mengepel dari sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju dan mundur dengan membentuk angka ‘8’ di seluruh ruangan.

    Setelah beberapa kali mengepel maka kain pel akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Kemudian balikkan pel ke sisi lainnya yang masih bersih. Jika kedua sisi kain pel sudah kotor maka segera dicuci hingga bersih.

    4. Jangan Terlalu Banyak Sabun

    Mengepel lantai memang membutuhkan sabun lantai, tapi hindari menggunakannya terlalu banyak karena membuat lantai lengket dan cepat kotor. Maka dari itu, sebaiknya gunakan sabun lantai sesuai petunjuk kemasan dan sesuai dengan jenis lantai. Hindari memakan sabun cuci piring karena berisiko merusak keramik lantai.

    5. Cuci Bersih Kain Pel

    Setelah digunakan, segera cuci bersih kain pel dan keringkan. Cara ini dilakukan agar kain pel tetap bersih dan mencegah bau apek, sehingga tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Perlu diingat, menggunakan kain kotor untuk mengepel dapat membuat lantai menjadi bau amis.

    Untuk membersihkan kain pel juga gampang, cukup bilas kain pel secara menyeluruh dalam ember yang berisi air panas, kemudian peras kain sampai kering hingga tidak ada air tersisa.

    6. Keringkan Kain Pel

    Agar kain pel bisa digunakan kembali, sebaiknya keringkan kain di tempat yang terkena sinar matahari. Semakin cepat kering kain pel juga meminimalisir kemungkinan untuk menjadi bau.

    Cara mengeringkan kain pel juga tidak bisa sembarangan. Letakkan kepala pel secara terbalik di area yang berventilasi baik hingga kering secara menyeluruh. Hindari meletakkan kain pel di lantai atau menyimpannya di lemari saat basah.

    7. Ganti Kain Pel Secara Berkala

    Kain pel yang sudah sangat kotor tentu akan tetap mengeluarkan bau tak sedap meski sudah dicuci berkali-kali. Itu tandanya kain pel harus diganti dengan yang baru. Disarankan memilih kain pel berbahan mikrofiber agar dapat mengangkat kotoran membandel dengan mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Baju Kena Darah Kurban? Ini Cara Bersihkannya Tanpa Merusak Kain


    Jakarta

    Jelang perayaan Idul Adha, kemungkinan besar pakaian bisa terkena noda darah saat proses penyembelihan hewan kurban seperti sapi dan kambing. Sebaiknya, hindari pakaian berwarna cerah dan bahan pakaian yang sulit dibersihkan.

    Noda darah merupakan bercak yang terkadang sulit dibersihkan jika menempel pada pakaian, terutama yang kondisinya sudah mengering. Sebab, noda darah adalah noda organik yang berisi penuh protein. Makromolekul ini bersifat dapat saling mengikat saat dipanaskan.

    Oleh karena itu, cara pencuciannya tidak bisa direndam dengan air panas atau hangat, cara ini justru membuat nodanya semakin sulit dibersihkan. Lantas, bagaimana cara yang benar untuk membersihkan noda darah?


    Cara Membersihkan Darah yang Belum Kering

    Dilansir Good Housekeeping, berikut cara membersihkan noda darah pada pakaian.

    1. Rendam di Air Dingin

    Seperti yang disebut sebelumnya, pakaian yang terkena darah sebaiknya tidak direndam di air panas atau hangat karena akan semakin sulit dibersihkan. Sebagai gantinya rendam darah di air dingin.

    2. Gosok dengan Sabun Batangan

    Setelah itu, gosok noda darah dengan sabun batangan. Kemudian gosok menggunakan tangan, ulangi hingga warnanya hilang. Setiap membilas, tuang air dingin atau air biasa agar noda cepat hilang.

    Ada juga yang menyarankan menggunakan hidrogen peroksida. Namun, bahan ini lebih keras dan dapat mempengaruhi kualitas dari kain pakaian sehingga lebih baik dibersihkan dengan sabun terlebih dahulu.

    3. Cuci Bersih

    Setelah noda darah hilang, beri detergen cair yang mengandung enzim. Cuci pakaian dengan sikat atau mesin cuci. Kali ini air yang digunakan adalah air hangat yang dicampur dengan pemutih. Namun, sebelum itu, cek dahulu apakah pakaian tersebut aman jika memakai pemutih. Jika tidak aman, cukup gunakan detergen cair lalu langsung cuci hingga pakaian bersih.

    Cara Membersihkan Darah yang Sudah Kering

    Tips membersihkan noda darah yang sudah kering sebenarnya sama dengan noda darah yang masih basah, tetapi ada tahapan perendaman yang jauh lebih lama. Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkahnya.

    1. Rendam di Air Dingin

    Pakaian yang terdapat noda darah kering sebaiknya direndam di dalam air dingin yang telah ditambahkan detergen cair. Biarkan pakaian direndam dalam beberapa jam atau bahkan semalaman. Lamanya perendaman tergantung pada banyak noda yang menempel.

    2. Gosok dengan Sabun Batangan

    Setelah itu, gosok noda darah dengan sabun batangan. Kemudian gosok menggunakan tangan, ulangi hingga warnanya hilang. Setiap membilas, tuang air dingin atau air biasa agar noda cepat hilang.

    3. Rendam Lagi jika Noda Darah Tak Hilang

    Apabila noda darah yang kering susah dibersihkan, pakaian tersebut perlu direndam lebih dari satu kali. Sama seperti proses sebelumnya, rendam pakaian dalam air dingin yang telah dicampurkan dengan detergen cair.

    4. Cuci Bersih

    Setelah noda darah hilang, beri detergen cair yang mengandung enzim. Cuci pakaian dengan sikat atau mesin cuci. Kali ini air yang digunakan adalah air hangat yang dicampur dengan pemutih. Namun, sebelum itu, cek dahulu apakah pakaian tersebut aman memakai pemutih. Jika tidak aman, cukup gunakan detergen cair lalu langsung cuci bersih pakaian.

    Bahan-bahan yang Kurang Cocok untuk Bersihkan Noda Darah

    Menurut ahli, bahan-bahan yang sering dipakai untuk pembersih noda seperti cuka, odol, dan garam ternyata kurang efektif untuk menghilangkan noda darah pada pakaian. Namun, jika ingin mencoba menggunakan baking soda. Bahan satu ini masih memungkinkan untuk mengangkat bekas noda yang membandel. Caranya dengan mengoleskan cairan tersebut ke noda dan biarkan selama 30 menit sebelum dicuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com