Tag: daging

  • 7 Makanan Pembakar Lemak di Perut, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tumpukan lemak di perut atau area tubuh lain kerap membuat seseorang kurang percaya diri dan mengganggu penampilan. Bahkan, lemak yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak di tubuh. Selain dengan berolahraga, mengonsumsi makanan pembakar lemak juga dapat mendukung proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, makanan pembakar lemak biasanya kaya akan asam lemak omega-3, protein, dan antioksidan tertentu yang bisa mendukung proses pembakaran lemak.

    Selain itu, makanan-makanan ini juga cenderung dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, yaitu proses ketika tubuh mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan pembakar lemak yang bisa mendukung penurunan berat badan.


    1. Telur

    Telur termasuk makanan pembakar lemak karena mengandung protein tinggi. Dikutip dari Healthline, protein adalah salah satu nutrisi penting yang harus terpenuhi saat ingin menurunkan berat badan.

    Protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga bertahan lebih lama di dalam tubuh.

    Selain protein, telur juga mengandung kolin yang tinggi. Kekurangan asupan kolin dikaitkan dengan penumpukan lemak visceral, terutama di bagian hati.

    2. Daging dan Ikan Rendah Lemak

    Makanan pembakar lemak selanjutnya adalah daging dan ikan tanpa lemak. Kedua makanan ini mengandung protein hewani tinggi yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi makanan tinggi protein dapat mengurangi produksi ghrelin, yaitu hormon penyebab lapar. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna makanan tersebut.

    3. Coklat Hitam

    Siapa sangka, coklat hitam ternyata bisa menjadi makanan pembakar lemak yang ampuh. Ini karena coklat hitam mengandung antioksidan, seperti polifenol, yang dapat mengontrol kadar gula darah dan mengurangi nafsu makan.

    Pilihlah coklat hitam yang tidak ditambahkan gula atau zat pemanis lain. Penambahan gula, susu, atau pemanis tambahan dapat merusak khasiat coklat hitam dan memicu kenaikan berat badan.

    4. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah makanan pembakar lemak yang baik untuk dikonsumsi saat sedang diet. Pasalnya, makanan ini mengandung berbagai macam nutrisi, seperti serat, protein, dan lemak baik yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    Adapun jenis kacang-kacangan yang bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak antara lain almond, walnut, pistachio, cashew, macadamia, dan pecan.

    5. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun atau olive oil adalah pilihan yang lebih sehat jika ingin menurunkan berat badan. Minyak zaitun mengandung asam oleat, senyawa yang telah terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    Selain digunakan untuk memasak, minyak zaitun juga bisa dikonsumsi sebagai dressing untuk salad.

    6. Teh Hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang dapat menunjang proses pembakaran lemak. Khasiat ini berasal dari katekin atau epigallocatechin gallate (EGCG) yang terkandung dalam teh hijau.

    EGCG adalah senyawa antioksidan yang terbukti dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama di area perut. Mengonsumsi teh hijau secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

    7. Kopi

    Selain teh hijau, kopi juga merupakan salah satu minuman yang bisa meningkatkan pembakaran lemak.

    Studi menunjukkan kafein di dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme 3-11 persen. Laju metabolisme yang tinggi dapat memudahkan penurunan berat badan dan memungkinkan seseorang untuk makan tanpa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Wanita 37 Tahun Sukses Pangkas 72 Kg, Begini Metode Diet yang Dijalani

    Jakarta

    Seorang wanita di Norwegia membagikan ceritanya yang berhasil menurunkan berat badan hingga 72 kg. Lewat program diet yang dilakukannya selama dua tahun, ia berhasil menjalaninya tanpa merasa tersiksa.

    Wanita bernama Maria Kirkeland itu selama bertahun-tahun mencoba menurunkan berat badan dengan mengurangi makan. Namun, cara itu malah membuatnya makan lebih banyak dan berat badannya semakin naik.

    Selama perjalanan menurunkan berat badan, wanita 37 tahun itu menyadari bahwa ia tidak merasa termotivasi untuk mengubah gaya hidupnya. Meski begitu, ia terus berusaha dan konsisten menjalani diet.


    Dikutip dari Business Insider, Kirkeland secara perlahan kembali mengubah pola makannya. Ia lebih banyak mengkonsumsi protein agar tetap merasa kenyang dan dapat membentuk otot dengan diiringi latihan atau olahraga.

    Meski pola makannya berubah, Kirkeland tidak merasa lapar. Ia menganggap perhitungan kalori yang dijalani sebagai cara untuk memastikannya tetap makan dengan cukup.

    Selain itu, Kirkeland juga tidak pernah terlalu membatasi. Ia tidak sepenuhnya menghilangkan makanan favoritnya, dan libur diet saat berlibur atau Natal.

    Hal ini dilakukan untuk memastikannya tidak pernah merasa kekurangan dan dapat mempertahankan kebiasaan sehatnya dalam jangka panjang.

    Kirkeland mengatakan tidak banyak mengubah kebiasaan sarapannya. Dulu, ia selalu makan roti dengan keju dan salami.

    Namun, kini hampir setiap hari ia makan dua potong roti gandum utuh dengan keju cottage dan selai rendah gula.

    Untuk makan siang, dulu Kirkeland sering membeli salad di kantin kantor yang banyak sausnya. Tapi, sekarang ia lebih sering membawa bekal yang dimasak di rumah, seperti salad ayam atau telur dadar.

    Selama perjalan dietnya, Kirkeland merasa pola hidupnya sangat berubah saat makan malam. Sebelumnya, porsi makannya sangat tidak bisa dikendalikan karena sering makan makanan beku, seperti pizza besar atau setengah kantong besar kentang goreng.

    Saat memilih daging, Kirkeland juga lebih cenderung beli yang berlemak tinggi. Tapi, sekarang ia lebih memilih yang rendah atau bahkan tanpa lemak.

    “Saya merasa kentang sangat dibenci sepanjang masa muda saya. Dan akhirnya, saya sampai di titik dari budaya diet dan merasa kentang itu enak,” beber Kirkeland.

    “Kentang tidak terlalu padat kalori, sangat mengenyangkan, dan kaya nutrisi. Saya suka kentang, hampir setiap hari untuk makan malam,” sambungnya.

    Tetap Bisa Ngemil

    Meski diet, Kirkeland tetap bisa makan camilan yang disukainya. Namun, porsinya tetap diatur dengan baik.

    Sebelum diet, ia dapat menghabiskan sebatang cokelat besar tiap setelah makan malam. Tapi sekarang, Kirkeland cenderung membeli camilan yang sudah diporsi, seperti sekantong cokelat batangan mini.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Daftar Diet yang Disebut Cocok Berdasarkan Golongan Darah, Penasaran?

    Jakarta

    Diet golongan darah merupakan pengaturan pola makan yang disesuaikan berdasarkan jenis golongan darah seseorang. Pada 1996, dokter naturopati Peter J D’Adamo menulis buku berjudul Eat Right 4 Your Type.

    Ia mengklaim makanan tertentu dapat menurunkan peradangan, meningkatkan energi, membantu penurunan berat badan, dan mencegah penyakit.

    D’Adamo mengklaim antigen yang ditemukan dalam darah manusia menentukan seseorang bergolongan darah O, A, B, atau AB juga ada di bagian tubuh lain, termasuk saluran pencernaan.


    “Itulah yang menyebabkan makanan yang Anda makan bereaksi secara kimiawi dengan golongan darah Anda,” kata D’Adamo, dikutip dari WebMD.

    D’Adamo kemudian mengelompokkan makanan berdasarkan golongan darah untuk mengoptimalkan sistem pencernaan, menurunkan risiko masalah kesehatan, serta menekan berat badan.

    Diet Golongan Darah

    Berikut diet yang dianggap cocok sesuai golongan darah berdasarkan pandangan D’Adamo, termasuk untuk menurunkan berat badan:

    Diet golongan darah O

    Diet untuk orang dengan golongan darah O adalah diet yang tinggi protein, banyak mengandung daging tanpa lemak, unggas, ikan, buah, sayuran, sedikit biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu. Jika tujuannya untuk menurunkan berat badan, sebaiknya menghindari karbohidrat.

    “Sebaliknya, pilih makanan laut, rumput laut, daging merah, brokoli, bayam, dan minyak zaitun,” tuturnya.

    Diet golongan darah A

    Orang dengan golongan darah A disarankan untuk menjalankan diet vegetarian yang penuh dengan buah dan sayuran, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Idealnya, bahan organik dan segar.

    D’Adamo mengatakan orang dengan golongan darah A memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif.

    “Sayuran, nanas, minyak zaitun, dan kedelai paling baik untuk menurunkan berat badan, sementara susu, gandum, jagung, dan kacang merah dapat menyebabkan penambahan berat badan,” tambahnya.

    Diet golongan darah B

    Orang dengan golongan darah B dapat menjalani diet campuran yang mencakup daging, buah, susu, makanan laut, dan biji-bijian dianggap yang terbaik. D’Adamo juga menyebutkan makanan yang seharusnya dihindari, termasuk ayam, jagung, gandum, soba, lentil, tomat, kacang tanah, dan biji wijen.

    Daftar makanan yang harus lebih banyak dikonsumsi termasuk sayuran hijau, telur, daging tertentu, dan susu rendah lemak.

    Diet golongan darah AB

    Untuk golongan darah AB, difokuskan untuk mengkonsumsi makanan, seperti tahu, makanan laut, susu, dan sayuran hijau. D’Adamo percaya bahwa orang dengan golongan darah AB cenderung memiliki asam lambung rendah.

    Maka dari itu, mereka harus menghindari kafein, alkohol, dan daging asap atau yang diawetkan. Beberapa produk susu, seperti yogurt dan kefir, juga baik untuk kelompok ini.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Pisang, Benarkah? Ini Faktanya


    Jakarta

    Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang praktis dan bernutrisi tinggi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam salah satu unggahan di media sosial, bahkan menganjurkan sarapan 2 butir telur rebus setiap hari.

    Di Indonesia, popularitas telur sebagai lauk maupun campuran makanan sudah tidak diragukan lagi. Namun begitu, ada beberapa anggapan yang keliru yang membuat sebagian orang membatasi diri atau bahkan menghindari sumber nutrisi murah meriah ini.

    Salah satunya terkait kombinasinya dengan bahan makanan atau minuman yang lain. Misalnya dalam beberapa konten viral di media sosial, telur tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan pisang, daging, dan gula.


    Benarkah kombinasi telur dengan makanan tertentu bisa menyebabkan efek berbahaya? Ini faktanya.

    1. Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Gula?

    Mitos.

    Faktanya, telur yang dicampur gula kemudian dikocok adalah teknik yang umum dalam banyak resep masakan, terutama pada kue dan dessert. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencampur telur dan gula dapat menghasilkan senyawa berbahaya dalam tubuh.

    Justru, yang perlu diperhatikan adalah asupan gula harian, bukan kombinasinya dengan telur. Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total energi harian (4 sendok makan/50 gram).

    Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik, tetapi risiko ini bersifat kumulatif, bukan muncul dari satu kali makan tinggi gula.

    Jadi, telur dan gula tidak berbahaya saat dikonsumsi bersamaan, yang perlu dijaga adalah jumlah gula yang digunakan.

    2. Telur Tidak Boleh Dimakan bersama Daging?

    Mitos.

    fried bacon and eggs in iron skillet shot with selective focusMasalahnya bukan pada kombinasi telur dan daging, tapi bagaimana cara mengolahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    Mengombinasikan telur dan daging sebenarnya bukan masalah dari sisi keamanan atau penyerapan nutrisi. Keduanya sama-sama sumber protein yang baik

    Yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah total asupan lemak jenuh dalam satu kali makan, terutama bila daging yang digunakan adalah daging berlemak seperti sosis, bacon, daging giling berlemak, atau daging olahan.

    Selain itu, cara memasak seperti menggoreng dalam minyak banyak dapat menambah kalori total dan memengaruhi kadar kolesterol dalam darah bila dilakukan sering dan dalam jangka panjang.

    Telur sendiri mengandung lemak, tetapi sebagian besar berupa lemak tak jenuh yang relatif lebih ramah untuk kesehatan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat. Sementara daging olahan cenderung mengandung lemak jenuh lebih tinggi.

    Jadi, konteks kesehatannya bukan pada konsumsi telur dan daging secara bersamaan, melainkan pada pemilihan jenis daging, cara pengolahan, dan frekuensi konsumsinya dalam pola makan harian.

    3. Telur Tidak Boleh Dimakan dengan Pisang?

    Mitos.

    Healthy food. Boiled eggs and sliced bananas on a plate.Kombinasi telur dan pisang sering menjadi pilihan dalam menu diet yang sehat. Foto: Getty Images/Muhamad Zulkarnaen

    Pisang adalah sumber karbohidrat dan telur merupakan sumber protein. Menggabungkan telur dan pisang tidak menimbulkan beban pencernaan yang berlebih. Keduanya kaya zat gizi, dan tubuh dapat mencerna protein dari telur serta karbohidrat dan serat dari pisang secara bersamaan tanpa masalah.

    Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dapat memperlambat pencernaan atau memberatkan lambung.

    Pisang memberikan karbohidrat, serat, kalium, dan vitamin B6, sementara telur menyediakan protein lengkap dan lemak sehat. Saat dimakan bersamaan, keduanya bisa membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kerap digunakan sebagai menu sarapan atau camilan setelah olahraga.

    Jika seseorang merasa kembung atau berat setelah mengonsumsi keduanya, kondisi tersebut umumnya lebih berkaitan dengan sensitivitas pencernaan masing-masing individu, bukan kombinasi makan pisang dan telur. Pada orang dengan gangguan lambung atau GERD (Gastro Esofagheal Reflux Disease) yang sensitif, konsumsi makanan padat dalam satu waktu memang bisa membuat perut terasa tidak nyaman.

    4. Telur Tidak Boleh Dikonsumsi bersama Susu Kedelai?

    Pada kebanyakan orang, ini mitos.

    Source of Protein : Soy milk ,tofu and egg  on soy beans backgroundSusu kedelai (sari kedelai) dan telur sama-sama merupakan sumber protein yang baik. Foto: Getty Images/PeoGeo

    Protein kedelai memiliki nilai cerna yang baik dan dapat menjadi sumber asam amino esensial. Journal of Nutrition tahun 2022 menunjukkan bahwa kualitas protein kedelai bahkan sebanding dengan protein hewani tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam pola makan beragam.

    Sementara itu, protein telur memiliki Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score (PDCAAS) mendekati 1,0, yang berarti hampir seluruh asam amino yang terkandung di dalamnya dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

    Keduanya tidak saling menghambat penyerapan maupun kerja enzim pencernaan ketika dikonsumsi bersamaan. Kombinasi telur dan susu kedelai (sari kedelai) bahkan sudah lama menjadi bagian dari pola makan di Jepang, Korea, dan China tanpa adanya bukti klinis yang menunjukkan gangguan pencernaan atau penurunan kualitas protein.

    Di Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang dan konsep Isi Piringku justru menganjurkan konsumsi protein hewani dan nabati dalam satu kali waktu makan untuk melengkapi kebutuhan asam amino dan mendukung keragaman pangan. Mengkombinasikan telur dengan susu kedelai termasuk pola makan yang aman, seimbang, dan bernilai gizi baik.

    5. Telur Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Teh?

    Ada benarnya.

    Teh memang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan sumber zat besi, termasuk telur. Alasannya berkaitan dengan kandungan tanin dalam teh. Tanin dapat membentuk ikatan dengan zat besi di saluran cerna, sehingga tubuh lebih sedikit menyerap zat besi dari makanan.

    Tinjauan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2021 menunjukkan bahwa konsumsi teh saat makan dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 70 persen, terutama jika tehnya diseduh pekat atau diminum setiap kali makan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah


    Jakarta

    Irvan Aditya (32), laki-laki di Bandung, Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki efektif membantu mengurangi berat badan. Tidak harus 10.000 langkah per hari, Irvan melakukannya kurang dari angka itu. Menurut Irvan, yang terpenting adalah konsistensinya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.


    Jalan kaki dipilih oleh Irvan karena dirinya merupakan seorang pekerja kantoran, sehingga dirinya tak memiliki banyak waktu untuk melakukan olahraga lain.

    Selain rutin olahraga, Irvan juga mengatur pola makannya. Dirinya memilih intermittent fasting atau puasa intermiten, yang berfokus pada menentukan kapan waktu makan dan kapan waktu puasa dalam sehari atau seminggu.

    “Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    Terkait pilihan makanan, Irvan tidak terlalu mengambil pusing. Dirinya hanya mengurangi porsi makan, menambah asupan protein harian, serta mengurangi karbohidrat.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Irvan juga tidak lagi mengonsumsi makanan atau minuman manis, serta yang mengandung tepung. Selain itu, ia juga menjaga pola tidur, yang menurutnya turut berpengaruh terhadap hasil diet.

    “Paling yang bener-bener di-cut itu gula, minuman yang berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” kata Irvan.

    “Faktor yang nggak kalah pentingnya nih, tidur memang harus enam sampai delapan jam, jangan sampai begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Coba Diet TWS yang Viral? Ini Menu Makan dan Latihannya

    Jakarta

    Diet TWS adalah singkatan dari “two weeks” diet atau program penurunan berat badan. Tagar #TWSProgram pun sempat heboh di media sosial beberapa waktu lalu.

    Hasil diet ini dianggap menawarkan berat badan bak pramugari. Kenali lebih dalam mengenai diet TWS ini yuk!

    Kenapa Program Diet TWS Mahal?

    Dari catatan detikHealth, alasan program diet TWS mahal adalah karena wajib untuk minum suplemen protein. Itulah yang jadi salah satu alasan yang membuat program diet ini terkenal mahal. Tak heran, jika diet TWS disebut juga sebagai diet sultan.


    Pada dasarnya, diet TWS adalah program diet yang menekankan keseimbangan antara asupan nutrisi yang tepat dengan aktivitas fisik yang rutin.

    Berikut adalah rekomendasi menu makanan diet TWS:

    1. Perbanyak Makan Sayuran Hijau dan Buah

    Perbanyak konsumsi sayuran hijau atau suplemen serat. Dilansir MedicineNet, sayuran dan buah kaya akan serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, sayuran dan buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang memberi efek positif bagi tubuh.

    2. Makan Sumber Protein

    Protein menjadi komponen utama dalam diet TWS, karena protein memberikan rasa kenyang.

    Dalam hal ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Makannya, tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mencerna serta menyerap protein. Unggas dan ikan direkomendasikan.

    3. Makan Ikan

    Telah disinggung sebelumnya bahwa program TWS menekankan pada protein. Maka dari itu konsumsilah ikan, karena merupakan sumber protein yang baik.

    Selain itu, ikan juga kaya akan lemak omega-3. Ikan sarden, salmon, dan trout bisa jadi pilihannya.

    4. Hindari Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis sangat berkontribusi pada penambahan berat badan. Alternatifnya, ganti dengan pemanis alami seperti madu atau buah.

    5. Kurangi Makan Lemak Jenuh

    Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Rata-rata pria tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh sebanyak 30 gram sehari, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.

    Lemak jenuh ditemukan pada makanan seperti potongan daging merah berlemak, sosis, mentega, keju, krim.

    6. Beralih ke Produk Biji-bijian Utuh

    Cobalah untuk menghindari produk gandum, karena tubuh mengubah gandum menjadi gula. lebih cepat daripada biji-bijian lainnya. Maka beralihlah ke produk biji-bijian utuh.

    7. Konsumsi Cairan yang Cukup

    Air jadi salah satu asupan terbaik dalam upaya menurunkan berat badan. Air bermanfaat dalam membantu membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

    8. Rutin Melakukan Sarapan

    Sarapan berperan penting untuk membuat tubuh tetap bugar. Saat sarapan, pilihlah makanan tinggi serat, rendah lemak, gula, dan garam.

    9. Kurangi Konsumsi Garam

    Kelebihan garam akan menyebabkan retensi air dalam tubuh. Di mana, air membentuk sekitar 55-60 % dari berat tubuh.

    Jadi, saat sedang berusaha menurunkan berat badan hindari mengkonsumsi garam selama minggu.

    Selain menjaga pola makanan yang sehat, diet TWS perlu dibarengi dengan olahraga. Berikut adalah rekomendasi latihan yang bisa dilakukan saat menjalankan diet TWS:

    • Latihan push up
    • Latihan tuck-ups
    • Skipping (lompat tali).

    Perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menjalani program diet, kamu mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak bb yang perlu diturunkan. Ahli yang berkualifikasi akan memberikan cara terbaik untuk mencapainya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Coba Diet TWS yang Viral? Ini Menu Makan dan Latihannya

    Jakarta

    Diet TWS adalah singkatan dari “two weeks” diet atau program penurunan berat badan. Tagar #TWSProgram pun sempat heboh di media sosial beberapa waktu lalu.

    Hasil diet ini dianggap menawarkan berat badan bak pramugari. Kenali lebih dalam mengenai diet TWS ini yuk!

    Kenapa Program Diet TWS Mahal?

    Dari catatan detikHealth, alasan program diet TWS mahal adalah karena wajib untuk minum suplemen protein. Itulah yang jadi salah satu alasan yang membuat program diet ini terkenal mahal. Tak heran, jika diet TWS disebut juga sebagai diet sultan.


    Pada dasarnya, diet TWS adalah program diet yang menekankan keseimbangan antara asupan nutrisi yang tepat dengan aktivitas fisik yang rutin.

    Berikut adalah rekomendasi menu makanan diet TWS:

    1. Perbanyak Makan Sayuran Hijau dan Buah

    Perbanyak konsumsi sayuran hijau atau suplemen serat. Dilansir MedicineNet, sayuran dan buah kaya akan serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, sayuran dan buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang memberi efek positif bagi tubuh.

    2. Makan Sumber Protein

    Protein menjadi komponen utama dalam diet TWS, karena protein memberikan rasa kenyang.

    Dalam hal ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Makannya, tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mencerna serta menyerap protein. Unggas dan ikan direkomendasikan.

    3. Makan Ikan

    Telah disinggung sebelumnya bahwa program TWS menekankan pada protein. Maka dari itu konsumsilah ikan, karena merupakan sumber protein yang baik.

    Selain itu, ikan juga kaya akan lemak omega-3. Ikan sarden, salmon, dan trout bisa jadi pilihannya.

    4. Hindari Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis sangat berkontribusi pada penambahan berat badan. Alternatifnya, ganti dengan pemanis alami seperti madu atau buah.

    5. Kurangi Makan Lemak Jenuh

    Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Rata-rata pria tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh sebanyak 30 gram sehari, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.

    Lemak jenuh ditemukan pada makanan seperti potongan daging merah berlemak, sosis, mentega, keju, krim.

    6. Beralih ke Produk Biji-bijian Utuh

    Cobalah untuk menghindari produk gandum, karena tubuh mengubah gandum menjadi gula. lebih cepat daripada biji-bijian lainnya. Maka beralihlah ke produk biji-bijian utuh.

    7. Konsumsi Cairan yang Cukup

    Air jadi salah satu asupan terbaik dalam upaya menurunkan berat badan. Air bermanfaat dalam membantu membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

    8. Rutin Melakukan Sarapan

    Sarapan berperan penting untuk membuat tubuh tetap bugar. Saat sarapan, pilihlah makanan tinggi serat, rendah lemak, gula, dan garam.

    9. Kurangi Konsumsi Garam

    Kelebihan garam akan menyebabkan retensi air dalam tubuh. Di mana, air membentuk sekitar 55-60 % dari berat tubuh.

    Jadi, saat sedang berusaha menurunkan berat badan hindari mengkonsumsi garam selama minggu.

    Selain menjaga pola makanan yang sehat, diet TWS perlu dibarengi dengan olahraga. Berikut adalah rekomendasi latihan yang bisa dilakukan saat menjalankan diet TWS:

    • Latihan push up
    • Latihan tuck-ups
    • Skipping (lompat tali).

    Perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menjalani program diet, kamu mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak bb yang perlu diturunkan. Ahli yang berkualifikasi akan memberikan cara terbaik untuk mencapainya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Saran Dokter Gizi Bagi yang Ingin Jalani Diet Viral 90-30-50 di 2025


    Jakarta

    Diet 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli gizi di Amerika Serikat bernama Courtney Kassis belakangan sempat viral karena disebut-sebut bisa menurunkan berat badan cukup signifikan. Courtney mengklaim metode diet ini dapat menurunkan 8 kg hanya dalam 2 bulan tanpa menyiksa.

    Diet 90-30-50 berfokus pada mengonsumsi setidaknya 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak tak jenuh. Metode ini dapat meningkatkan keseimbangan gula darah, pengaturan hormon, mengurangi peradangan, dan secara keseluruhan dapat meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh.

    Lantas, untuk masyarakat Indonesia yang ingin mencoba metode diet 90-30-50 di tahun 2025, bagaimana caranya agar tetap aman dan efektif?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan metode diet ini terbilang aman untuk dilakukan. Asalkan, setiap orang harus mengetahui terlebih dahulu berapa kebutuhan kalori hariannya.

    “Masalah turun berat badan atau tidak, itu tergantung dari kebutuhan (kalori) tubuhnya. Jadi kalau kebutuhan (kalori harian) tubuhnya 2.500, lalu dengan diet 90-30-50 dia makan totalnya 1.500, berarti kan ada minus 1.000, nah itu pasti terjadi weight loss (penurunan berat badan),” kata dr Oki kepada detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Menurut dr Oki, cara paling umum untuk menghitung kebutuhan kalori harian seseorang adalah dengan menggunakan rumus Harris-Benedict. Selain itu, perlu diperhatikan terkait defisit kalori agar tidak dikurangi secara ekstrem agar tidak muncul masalah kesehatan.

    Masalah kesehatan yang mungkin bisa muncul jika kalori harian tidak tercukupi adalah tubuh mudah lemas, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas. Lebih fatalnya, nutrisi yang kurang juga bisa berdampak pada seseorang yang mudah sakit batuk, pilek, rambut rontok, hingga anemia.

    Terkait pilihan protein dan serat, dr Oki mengatakan sebenarnya ada beberapa makanan yang tergolong murah dan mudah didapatkan.

    “Kalau protein bisa daging rendang atau empal. Lalu ayam ya, dada ayam. Kalau mau murah meriah ya telur, tapi putihnya aja. Serat yang mudah didapatkan yang lalapan, kemangi, kacang panjang, selada itu murah, bayam, kangkung,” katanya.

    Namun, untuk lemak sehat sendiri masih terbilang cukup mahal bagi sebagian orang. Terlebih ada beberapa jenis minyak tidak jenuh yang cukup sulit didapatkan di pasaran.

    “Lemak (sehat) ini yang menjadi sulit, karena lemak yang baik itu yang tidak jenuh. Contohnya kayak minyak zaitun, minyak kedelai di mana itu masih susah ditemui atau boleh makan alpukat,” tutupnya.

    “Atau bisa aja makannya itu nggak pakai minyak. Jadi masakannya nggak digoreng, nggak ditumis, minyaknya berasal dari makanan itu sendiri. Misalnya makan ayam, yaudah minyaknya dari situ,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 4 Jenis Diet yang Ampuh Turunkan BB, Body Goals Tak Lagi Wacana

    Jakarta

    Mendapatkan tubuh yang ramping merupakan salah satu impian bagi banyak orang. Dalam mencapai tujuan tersebut, menerapkan diet, seperti pola hidup yang sehat merupakan salah satu kuncinya.

    Meskipun diet bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, namun nyatanya dengan memilih cara diet yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh dapat memberikan hasil ekstra dalam proses menurunkan berat badan.

    Lantas, apa saja cara diet yang ampuh untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari MedicineNet berikut adalah daftarnya:


    1. Intermittent Fasting

    Cara diet yang satu ini melibatkan periode makan dan puasa yang berlangsung selama sepanjang hari atau minggu. Metode yang paling populer meliputi metode 16/8 dan metode 5:2.

    Metode 16/8: Melibatkan puasa selama 16 jam dan membatasi waktu makan sampai dengan 8 jam sehari.

    Metode 5:2: Memungkinkan tubuh hanya mengonsumsi 500-600 kalori, 2 hari dalam 1 minggu.

    Saat menerapkan cara diet ini, maka penting untuk menghindari asupan makanan yang berlebihan selama periode makan diperbolehkan. Seseorang yang sensitif terhadap fluktuasi gula darah, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter mengenai cara diet ini.

    2. Mediterranean Diet

    Diet ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Cara diet ini menekankan seseorang untuk mengonsumsi banyak buah segar, sayuran, kacang-kacangan, serealia utuh, ikan, minyak zaitun, dan sedikit daging, dan susu.

    Tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, diet tersebut juga memberikan sederet manfaat lain bagi tubuh. Berikut daftar manfaatnya:

    • Mencegah peradangan dan stres oksidatif
    • Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol
    • Mengatur kadar gula darah
    • Mencegah penyakit alzheimer

    3. Low-Carb Diet

    Diet keto merupakan salah satu contoh diet rendah karbohidrat yang membatasi asupan karbohidrat demi lemak sehat dan protein. Diet ini menyarankan sekitar 30 persen sampai dengan 50 persen kalori harian bersumber dari protein.

    Meskipun karbohidrat merupakan sumber bahan bakar utama bagi tubuh, namun saat tubuh menjalani diet rendah karbohidrat, maka tubuh akan membakar lemak sebagai energi, sebuah kondisi yang disebut dengan ketosis. Ketosis dapat terjadi saat lemak dipecah menjadi keton, yang merupakan produk sampingan metabolisme lemak.

    4. Paleo Diet

    Diet ini didasarkan pada teori bahwa seseorang harus mengonsumsi makanan yang sama seperti nenek moyang manusia di era Paleolitik. Jenis diet ini mencakup konsumsi daging, ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun atau minyak kenari.

    Penelitian menunjukkan bahwa diet ini memiliki sederet manfaat kesehatan bagi tubuh:

    • Menurunkan berat badan
    • Meningkatkan toleransi glukosa
    • Mengontrol tekanan darah
    • Manajemen nafsu makan yang lebih baik

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Prediksi Tren Diet Terbaik 2025, Badan Kurus Bonus Panjang Umur

    Jakarta

    Diet terbaik bukan hanya tentang penurunan berat badan dengan cepat. Diet ini juga menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

    Setiap tahun, puluhan dokter gizi dan pakar diet di Amerika Serikat merilis prediksi pola makan yang akan populer. Ada beberapa prediksi tren diet populer di tahun 2025 yang mereka temukan dan dirilis oleh U.S. News and World Report.

    Para panel ahli ini sepakat bahwa pola makan terbaik adalah yang bergizi lengkap dan mencakup karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang masing-masing berperan penting dalam fungsi tubuh.


    “Sistem evaluasi peringkat Diet Terbaik yang diperbarui mencerminkan beragam kebutuhan dan tujuan individu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor di luar penurunan berat badan,” kata Gretel Schueller, redaktur pelaksana kesehatan di U.S. News dikutip dari CNN.

    Diet Mediterania telah memenangkan penghargaan tertinggi diet terbaik sejak tahun 2019 karena fokusnya pada pola makan seimbang sambil menekankan pentingnya makan bersama keluarga dan teman dan aktivitas sehari-hari juga latihan. Diet ini juga mengurangi konsumsi makanan manis dan merekomendasikan sejumlah kecil produk susu dan daging, terutama daging merah.

    Laporan tahun 2025 juga memasukkan peringkat baru untuk pola makan yang dirancang untuk membantu kondisi kronis seperti radang sendi, divertikulitis, penyakit hati berlemak dan sindrom iritasi usus besar, atau tahapan kehidupan seperti menopause.

    Prediksi tren diet 2025

    1. Diet Mediterania

    Diet Mediterania berfokus pada kualitas dan gaya hidup, bukan pada satu kelompok nutrisi atau makanan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa model pola makan ini mengurangi risiko kondisi kesehatan kronis tertentu, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, sekaligus meningkatkan umur panjang dan meningkatkan kualitas hidup.

    2. Diet DASH

    Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah rencana makan fleksibel dan seimbang yang dikembangkan oleh National Heart, Lung and Blood Institute. Diet DASH adalah rencana makan untuk menurunkan atau mengontrol tekanan darah tinggi. Pola makan ini menekankan makanan yang lebih rendah sodium serta makanan yang kaya potasium, magnesium dan kalsium, nutrisi yang membantu menurunkan tekanan darah.

    3. Diet Flexitarian

    Diet Flexitarian adalah pola makan yang menganjurkan konsumsi sebagian besar makanan nabati, namun tetap memperbolehkan daging dan produk hewani lainnya dalam jumlah sedang.

    4. Diet MIND

    Diet MIND, yang merupakan singkatan dari Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay, menggunakan dua pola makan yang telah terbukti, DASH dan Mediterranean, yang berfokus pada makanan yang meningkatkan kesehatan otak sehingga berpotensi menurunkan risiko penurunan mental.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com