Tag: dak beton

  • Kelebihan dan Kekurangan Dak Beton: Bisa Jadi Rooftop Tapi…


    Jakarta

    Jenis atap rumah bermacam-macam, salah satunya adalah atap datar tanpa genteng, melainkan hanya fondasi dak beton. Atap rumah jenis ini jika dilihat dari luar maka akan berbentuk kotak.

    Ternyata penggunaan atap dak beton datar ini bukan hanya karena penghuninya ingin mempersiapkan pembangunan lantai di atas, melainkan memang fungsinya yang banyak.

    Jenis atap dak beton datar ini biasanya digunakan pada rumah yang berlokasi di wilayah bersuhu hangat. Bagian atap tersebut difungsikan sebagai deka tau area semacam rooftop, tetapi ada pula yang memang hanya sebagai atap jika luasnya tidak memungkinkan.


    Selain bisa dialihfungsikan sebagai deka tau rooftop, mengutip dari G.J Gardner pada Jumat (22/3/2024) berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari pemakaian atap dak beton datar.

    Estetika

    Seperti yang diketahui tampilan rumah dengan atap dak beton datar terlihat seperti persegi panjang yang didirikan. Semuanya simetris sehingga tampilannya jauh lebih rapih, minimalis, klasik, dan indah dari luar.

    Hemat Biaya Pembangunan

    Atap datar lebih murah untuk dipasang karena bahan bangunan yang digunakan tidak banyak. Seperti yang diketahui, atap dak beton tidak menggunakan kerangka besi baja hollow atau genteng. Sebagai gantinya pembangunannya hanya perlu adonan semen, pasir, dan cat anti air untuk menghindari dari rembesan atau bocor.

    Selain itu, waktu pembangunannya pun tidak selama jika menggunakan atap genteng sehingga pembayaran untuk tukang harian tidak terlalu besar.

    Perawatan Mudah

    Bentuknya yang datar membuat atap dak beton ini mudah untuk dibersihkan dan diubah menjadi tempat yang menarik.

    Bisa Memasang Skylight atau Panel Surya

    Atap dak beton datar bisa ditambahkan skylight untuk penerangan alami di dalam rumah. Selain itu bisa juga memasang panel surya untuk mencadangkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

    Kekurangan Atap Dak Beton Datar

    Meskipun memiliki kelebihan dibandingkan atap genteng, penggunaan atap dak beton datar sebagai berikut.

    Rawan Bocor dan Jadi Tempat Tergenangnya Air

    Masalah yang paling sering dijumpai dari atap dak beton datar adalah adanya genangan air jika drainase tidak dipasang dengan benar. Sehingga minimal ada satu saluran pembuangan air yang mengarahkan ke pipa drainase ke luar bangunan.

    Rawan Kotor

    Jika kamu menggunakan atap dak beton datar kamu perlu rajin untuk membersihkannya. Karena permukaannya yang datar, sampah atau benda jatuh dari atas mudah untuk masuk ke area atap. Solusinya kamu perlu memiliki bukaan untuk ke area atas sehingga mudah untuk dibersihkan. Apalagi jika di bagian atas memiliki lubang drainase, jika banyak sampah nantinya saluran tersebut tersumbat.

    Jenis Bahan Atap Terbatas

    Mayoritas atap datar menggunakan bahan atap gulungan, antara lain TPO, EPDM, karet, dan bitumen. Jenis atap gulungan ini hanya bertahan 10-15 tahun.

    Sementara di Indonesia lebih banyak menggunakan beton sebagai fondasi. Ada alternatif lain, seperti menggunakan sirap karet dengan atap karet gulung, namun harganya lebih mahal dan tidak diketahui berapa lama bahan tersebut akan bertahan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 1 Teknik Ini, Bisa Langsung Tahu Kebocoran pada Atap Dak Beton



    Jakarta

    Semua jenis atap yang dibangun tidak sesuai pasti ada kemungkinan terjadi bocor atau rembes ke dalam rumah. Hal ini juga terjadi pada jenis atap dak beton datar yang struktur permukaannya tidak ada kemiringan.

    Namun, kebocoran pada atap dak beton datar dapat dicegah dengan teknik perendaman air pada seluruh permukaannya. Hal ini dilakukan pada saat pembangunan masih berjalan untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Sebenarnya teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini biasa digunakan oleh kontraktor untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, teknik perendaman air ini dilakukan setelah pondasi atap dak depan telah selesai dan dilapisi dengan water proofing.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti pada Jumat (22/3/2024).

    Perendaman air ini membutuhkan waktu 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Cara mengetahui letak bocor atau rembesan air adalah melihat jejak air yang timbul di dinding dalam rumah. Panggah menjelaskan air sifatnya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Jika misalnya ditemui bocor atau rembes di bagian sebelah kiri dinding dalam rumah, maka air datang dari sisi lain.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan dari atap dak beton datar ini, kontraktor atau pekerja bangunan perlu memperbaikinya. Panggah menyebutkan perbaikan atap dak beton yang bocor bisa dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali, hingga dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Kebocoran pada atap dek beton atas ini jika tidak langsung ditangani dapat menyebabkan pondasi bangunan menurun. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air yakni mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hitungan Harga Dak Rumah Per Meter Sesuai Jenisnya


    Jakarta

    Kamu ingin membuat rumah dua lantai? Penting untuk tau harga dak karena ini adalah komponen penting untuk membuat bangunan yang bertingkat. Dak adalah pembatas antara lantai bawah dan lantai atas dalam sebuah bangunan. Salah satu dak yang paling sering digunakan adalah dak yang terbuat dari cor beton.

    Jika kamu berniat untuk merenovasi rumah atau membangun rumah dua lantai, penting bagi kamu untuk mengetahui perkiraan harga dak ini untuk mempermudah kamu membuat rancangan anggaran. Berikut adalah perkiraan harga berbagai jenis dak rumah per meter.

    Biaya Berbagai Jenis Dak Rumah per Meter


    Dak Beton Ready Mix

    Mengutip laman situs jual beli rumah, dak beton konvensional yang paling sering dan mudah digunakan adalah dak beton ready mix. Dak beton ready mix adalah jenis dak beton yang bisa digunakan tanpa perlu proses pengecoran, sehingga lebih praktis. Dak beton ini menggunakan beton bertulang ready mix dengan grande dari K225 hingga K600. Berikut biayanya per meter persegi:

    1. Beton K225: Rp 820.000 – Rp 845.000

    2. Beton K250: Rp 840.000 – Rp 875.000

    3. Beton K300: Rp 870.000 – Rp 905.000

    4. Beton K350: Rp 900.000 – Rp 935.000

    5. Beton K400: Rp 940.000 – Rp 975.000

    6. Beton K450: Rp 980.000 – Rp 1.015.000

    7. Beton K500: Rp 1.040.000 – Rp 1.075.000

    8. Beton K600: Rp 1.090.000 – Rp 1.125.000

    Dak Beton Bondek

    Dak beton bondek adalah dak yang terbuat dari lapisan baja dan galvanis yang kokoh. Untuk biayanya, tergantung dari kebutuhan material, spesifikasi, dan luas yang direncanakan. Sebagai contoh, untuk rumah ukuran 5×11 meter dengan pengecoran manual dan ketebalan cor dak 10 cm, maka biayanya adalah sebagai berikut:

    1. Bondek 10 lembar, per lembar Rp540.000 = Rp5.400.000

    2. Wiremesh 4 lembar, per lembar Rp515.000 = Rp2.060.000

    3. Semen 40 sak, per sak Rp55.000 = Rp2.200.000

    4. Pasir beton 4 colt, per colt Rp220.000 = Rp880.000

    5. Batu split 5 colt, per colt Rp260.000 = Rp1.300.000

    Total: Rp 11.840.000

    Jadi, perkiraan biaya untuk membuat dak rumah dengan bondek ukuran 5×11 meter adalah Rp 11.840.000. Harga ini belum termasuk upah tukang bangunan, ya.

    Dak Keraton

    Dak keramik beton atau biasa disebut dengan dak keraton adalah dak yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Dak jenis ini memiliki material yang lebih efektif dan efisien dari dak beton. Berikut perkiraan harganya berdasarkan kebutuhan material dan koefisien X harga satuan:

    1. Dak keraton 1 m²: 18 biji x 9.500= Rp 171.000

    2. Besi ukuran 10 mm: 1 lonjor x 80.000= Rp 80.000

    3. Besi ukuran 8 mm: 1 lonjor x 5.000= Rp 55.000

    4. Pasir: 1 sak x 25.000=25.000

    5. Semen: ½ sak x 63.000= Rp 31.500

    6. Bendrat: ½ kg x 10.000= Rp 5.000

    7. Upah tukang per m²= Rp 170.000

    Totalnya: 537.500

    Jadi, total biaya cor dak keraton per m2 adalah Rp 537.500. Perlu diingat bahwa ini hanya perkiraan, dan harga ini bisa berbeda-beda di tiap daerah. Semoga Membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 3 Hal Ini Saat Bikin Atap Dak Beton



    Jakarta

    Membangun atap rumah ternyata nggak harus menggunakan genteng, tetapi bisa juga dengan dak beton. Atap dak beton yang datar bisa menjadi alternatif untuk mendapat estetika hunian tertentu atau menambah fungsi ruang di rumah.

    Namun, membuat atap beton tidak boleh sembarangan. Sebab, jenis atap ini membutuhkan perhitungan, pertimbangan, pembiayaan, dan perhatian lebih dibandingkan atap genteng pada umumnya.

    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim menjelaskan dak beton sebenarnya merupakan lantai beton. Akan tetapi, posisinya yang di luar atau eksterior bangunan, maka mendapat sebutan ‘dak’.


    “Pembuatan dak beton itu sama seperti membuat lantai beton karena sebetulnya lantai beton yang ada ditaruh di luar. Jadi buatnya sama pakai besi, dicetak pakai casting, lalu dituangi beton,” ujar Albert kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika membangun atap dak beton? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Membangun Atap Dak Beton

    1. Waterproofing

    Albert menjelaskan atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau proses pembuatannya kurang baik. Sebab, beton yang mengeras masih mungkin ada pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu penting sekali memastikan atap dak beton sudah ada waterproofing, yakni dengan melapisi permukaan atap dengan cairan khusus anti air.

    “Waterproofing (sebanyak) tiga lapis. Kalau mau aman lebih aman lagi, (buat) lebih banyak (lapisan tapi) paling minimal 3 lapis,” ucapnya.

    Selain itu, ia mengatakan waterproofing harus ditinjau setiap 3-5 tahun sekali. Apabila lapisannya sudah mulai mengelupas, maka harus diganti.

    2. Rencanakan Struktur dan Fondasi

    Atap dak beton sebenarnya berupa lapisan yang tebal, sehingga membantu menahan hawa panas masuk ke rumah. Namun, struktur dak beton yang tebal tentu menjadikan bangunan semakin berat.

    Supaya bisa menopang beban berat, struktur dan fondasi bangunan harus dibuat lebih besar. Dengan begitu, kamu perlu menghitung ukuran fondasi yang sesuai untuk menahan beban atap dak beton.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    3. Siapkan Budget

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga membutuhkan lebih banyak material. Hal ini yang membuat atap dak beton tergolong cukup mahal, sehingga atap genteng menjadi alternatif yang lebih menggiurkan.

    Bagi kamu yang pengin punya atap dak beton, maka siapkan budget yang cukup untuk membangunnya. Menurut Albert, estimasi pembuatan atap dak beton untuk sebuah rumah dua lantai sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Tak berhenti sampai situ, kamu juga perlu meninjau kualitas waterproofing atap setiap 3-5 tahun. Kalau lapisan waterproof itu sudah mulai mengelupas, maka siap-siap mengeluarkan dana lebih buat waterproofing ulang.

    Itulah tiga hal yang perlu kamu perhatikan ketika membangun atap dak beton. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keuntungan dan Kerugian Bikin Atap Dak Beton buat Rumah


    Jakarta

    Ada banyak jenis atap rumah yang bisa kamu pilih tergantung desain rumah yang diinginkan. Kalau kamu pengin penampakan atap yang datar, maka kamu bisa membangun rumah dengan atap dak beton.

    “Dak beton itu sebenarnya lantai beton, cuman kalau lantainya posisinya di luar dia disebutnya dak. Jadi sebagai penutup (atau) penggantinya atap tapi dari beton ya namanya dak beton,” ujar Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim kepada detikcom, Rabu (12/6/2024).

    Nah, sebelum memutuskan membuat atap dak beton, kamu harus tahu keuntungan dan kerugian jenis atap ini. Lalu, apa saja untung rugi atap dak beton? Yuk, cek penjelasan berikut ini.


    Keuntungan Atap Dak Beton

    1. Rumah Lebih Adem

    Albert mengatakan salah satu keuntungan memakai atap dak beton adalah lantai di bawahnya terasa lebih dingin dibandingkan atap spandek. Menurutnya, atap yang tebal dan tertutup seperti dak beton mampu menghalau panas masuk rumah.

    2. Menambah Ruang

    Selain itu, atap dak beton dapat menambah ruang di atas rumah karena memiliki permukaan datar yang bisa dipijak. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memfungsikan bagian rooftop ini sesuai kebutuhan.

    Biasanya dak beton dapat dipakai untuk menyimpan tandon, jemuran baju, dan mesin AC. Bahkan, atap dak beton bisa menjadi tempat barbeque.

    Kerugian Atap Dak Beton

    1. Bangunan Semakin Berat

    Atap dak beton berupa lapisan yang tebal, sehingga ukurannya lebih besar serta bobotnya lebih berat. Pemilik rumah harus lebih memerhatikan fondasi dan struktur rumah untuk menopang beban tersebut.

    “Waktu mau bikin dak atap, direncanakan benar-benar struktur dan fondasinya. Jangan sampai menambah dak atap tapi tidak memperhitungkan kaki-kaki di bawahnya kuat atau nggak menopang dak atapnya,” katanya.

    2. Rawan Bocor

    Atap dak beton memiliki risiko kebocoran kalau pembuatannya tidak bagus. Beton yang mengeras kemungkinan pori-pori dan retakan yang menjadi celah untuk air masuk.

    Oleh, karena itu atap dak beton harus mempunyai lapisan waterproofing, yakni dilapisi cairan anti air. Lalu, lapisan tersebut harus ditinjau setiap 3-5 tahun supaya diganti kalau ada yang mengelupas.

    3. Lebih Mahal

    Atap dak beton yang tebal tentu menggunakan lebih banyak material, sehingga biaya pembuatannya lebih mahal dari atap genteng. Albert menyebut biaya membangun atap dak beton bisa sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per meter.

    Itulah keuntungan dan kerugian kalau membuat atap beton di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Rumah Beratap Datar? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Jenis atap kini sudah beragam, bahkan rumah sekarang tidak harus memakai genteng. Salah satu pilihan desain rumah tanpa atap genteng adalah rumah beratap datar. Dari luar, rumah terlihat kotak atau datar.

    Rumah beratap datar sudah banyak ditemui di negara lain, salah satunya adalah Arab Saudi. Rumah atap datar ini biasanya terbuat dari dak beton kemudian diaci dan dicat. Meskipun tanpa genteng, bagian dalam rumah tetap terlindungi bahkan saat hujan sekalipun, jika pembangunannya sesuai tidak akan terjadi bocor di bagian atas.

    Meskipun, rumah atap datar ini bisa menjadi pilihan desain rumah minimalis dan kekinian, kamu perlu mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya. Melansir dari situs Desain Terbaik, Sabtu (22/6/2024), berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangannya.


    Kelebihan Rumah Beratap Datar

    1. Pilihan untuk bangunan berdesain modern dan minimalis.

    2. Tampilan bangunan tampak futuristik apabila dilihat dari atas ataupun dari depan dan belakang.

    3. Tidak membutuhkan modal banyak untuk pembangunannya karena tidak memerlukan desain yang cukup rumit.

    4. Sebagai tambahan, dilansir dari C.D Roofing & Construction, rumah jenis ini bisa menambah ruang di bagian atap. Bagian itu bisa digunakan untuk ruang penyimpanan, pemasangan panel surya, taman, atau tempat bersantai.

    5. Membuat rumah jauh lebih adem. Menurut Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim atap dak beton yang tebal dan tertutup dapat menghalau sinar matahari.

    Kekurangan Rumah Beratap Datar

    1. Rawan Bocor

    Rumah beratap datar akan mengalami masalah saat memasuki musim hujan karena ada potensi genangan air di bagian atas. Hal ini bisa membuat rumah rentan bocor jika tidak ada saluran pembuangan air di bagian atap.

    2. Masalah Sirkulasi Udara

    Ada kemungkinan mengalami masalah pada sirkulasi udara sehingga diperlukan ventilasi yang baik pada bangunan untuk aliran air dan udara.

    3. Bobot Bangunan Lebih Berat

    Albert Lim mengungkapkan rumah beratap datar, memiliki atap yang lapisan cukup tebal. Oleh karena itu, ketika pembuatannya perlu memperhatikan fondasi dan struktur agar dapat menopang dengan baik bagian atap yang berat.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Jenis Atap Tahan Cuaca Panas yang Bikin Rumah Sejuk Terus


    Jakarta

    Atap antara lain berfungsi untuk melindungi rumah dari terik matahari. Dengan fungsi utamanya itu, kamu jangan sampai salah saat memilih atap. Karena ada beberapa jenis atap yang justru membuat bagian dalam rumah menjadi panas.

    Terlebih kita yang tinggal di negara beriklim tropis. Pemilihan atap rumah perlu benar-benar diperhatikan, terutama material genteng yang akan digunakan. Untungnya ada lho jenis atap tahan cuaca panas sehingga membuat suhu rumah tetap sejuk dan tidak gerah. Ada atap apa saja? Temukan di bawah ini.

    Jenis-jenis Atap Tahan Cuaca Panas

    Dilansir catatan detikProperti dan Architizer, berikut deretan material atap yang tahan cuaca panas sehingga bikin rumah tetap sejuk:


    1. Genteng Tanah Liat

    Tanah liat telah digunakan sebagai material atap sejak masa lampau. Di Tanah Air, jenis genteng ini juga sangat umum dipasang sebagai atap rumah.

    Atap tanah liat banyak dipilih karena terbukti mampu meredam panas. Sehingga udara di dalam rumah tetap sejuk meski cuaca di luar terik. Genteng ini juga kuat dan tahan lama.

    Di sisi lain, genteng tanah liat rentan rusak saat ada badai besar yang menerjang. Material atap ini juga cenderung berat sehingga pondasi hunian harus cukup kokoh sebelum memasangnya.

    2. Atap Dak Beton

    Dak beton kini banyak dijadikan sebagai atap hunian. Jenis atap satu ini datar tanpa genteng sehingga memberi tampilan rumah berbentuk kotak minimalis yang rapi bila dilihat dari luar. Atap dak beton cocok digunakan pada rumah di wilayah bersuhu hangat.

    Penggunaan dak beton terbilang multifungsi. Dengan atap ini, penghuni dapat mempersiapkan pembangunan rumah lantai atas. Bisa pula dijadikan area rooftop, lokasi jemur pakaian, hingga tempat memasang panel surya.

    Akan tetapi, masalah yang sering ditemui pada dak beton yaitu munculnya genangan air jika drainase tidak dipasang dengan benar. Area atap juga rawan kotor oleh sampah atau benda yang jatuh karena permukaannya yang datar.

    3. Atap Sirap Kayu

    Sirap kayu kerap digunakan sebagai atap pada rumah tradisional dan gazebo. Atap ini terbuat dari bilahan kayu yang kemudian ditumpuk rapi. Ini merupakan jenis atap alami yang bisa menahan suhu panas.

    Atap sirap kayu juga membuat visual rumah menjadi unik. Lantaran kepingan kayu biasanya dibuat bentuk persegi panjang dengan salah satu ujungnya lancip.

    4. Genteng Keramik

    Atap dari genteng keramik bisa dipilih agar suhu di dalam rumah tetap sejuk. Gentengnya terbuat dari keramik yang ditambahkan glazur pada proses finishingnya. Dengan begitu, genteng menjadi lebih kokoh dan tahan lama. Genteng ini pun tahan cuaca ekstrem seperti panas, angin, dan hujan.

    Pemasangan atap ini perlu diperhatikan tingkat kemiringannya. Kemiringan atap harus 30 derajat supaya air hujan mengalir dengan baik dan atap tidak bergeser turun.

    5. Atap Metal

    Atap satu ini termasuk pilihan bagus untuk rumah di wilayah beriklim tropis. Material metal diketahui dapat memantulkan terik matahari sehingga tidak menghantarkan panas ke dalam rumah.

    Metal juga diketahui bersifat kokoh dan kuat. Bobotnya pun tergolong cukup ringan dan bisa memberi kesan rumah yang lebih modern.

    6. Genteng Metal Pasir

    Genteng metal pasir terbuat dari bahan dasar zinc dengan bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng ini disebut pula dengan genteng metal batuan Fulo Roof lantaran terdapat lapisan polypropylene dan serbuk batuan alami. Lapisan serbuk batuannya membuat suhu panas tidak menyerap ke atap rumah yang memasang genteng ini. Selain itu, suara air hujan yang jatuh di atasnya juga dapat diredam dengan genteng metal pasir .

    7. Atap EPDM

    Atap yang terbuat dari lapisan tunggal membran EPDM (ethylene propylene diene monomer) mampu tahan terhadap panas dan radiasi sinar ultraviolet. Ini karena EPDM terbuat dari bahan karet dengan paduan polimer jenuh.

    Material EPDM yang diformulasikan dengan baik dapat bertahan lama di luar ruangan selama tahunan tanpa rusak. Pemasangan dan perawatannya pun cukup mudah serta berbiaya terjangkau. Membran karet sintetis ini dapat dipasangkan pada atap rumah datar seperti dak beton.

    8. Atap Bitumen

    Atap bitumen kerap digunakan pada rumah modern. Jenis atap ini terbuat dari campuran aspal serta bahan-bahan seperti fiberglass dan pasir batu. Atap bitumen disebut juga dengan atap aspal.

    Material atap ini berbentuk lembaran yang berbobot cenderung ringan tetapi tidak mudah pecah. Bitumen memiliki kualitas tinggi yang tahan panas, hujan, angin kencang, maupun api. Berkat campuran aspalnya, atap bitumen tidak mudah terbakar, rusak, serta korosi.

    9. Atap Polimer

    Atap ini terbuat dari genteng polimer yang merupakan hasil campuran plastik berteknologi tinggi. Jenis atap ini memiliki daya tahan panas, api, dan angin yang baik. Biaya perawatan cukup terjangkau dan bobot gentengnya bervariasi dari ringan hingga berat. Di sisi lain, atap polimer cenderung mahal harga dan pemasangannya.

    Nah, itu tadi sederet material atap yang tahan cuaca panas dan bikin rumah sejuk terus. Kalau rumahmu pakai jenis atap yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini 5 Jenis Atap Rumah yang Bagus dan Kuat


    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah rumah. Saat ini, terdapat berbagai jenis atap rumah yang dibedakan dari materialnya.

    Meski tujuannya sama yaitu untuk melindungi dari panas dan hujan, tetapi memilih atap rumah tak bisa sembarangan, lho. Sebab, ada beberapa jenis atap yang dikenal karena kualitasnya baik, kokoh, hingga anti-panas.

    Lantas, apa saja atap rumah yang bagus dan kokoh? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Jenis Atap Rumah yang Bagus

    Atap rumah terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan dari materialnya. Dilansir situs Klopmart, berikut rekomendasi atap rumah yang bagus dan kuat.

    1. Atap Metal

    Rekomendasi yang pertama ada atap metal. Atap rumah ini terkenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan panas. Meski dikenal kuat, ternyata atap metal memiliki bobot yang cukup ringan.

    Selain tahan terhadap panas, atap metal juga dapat memantulkan panas. Dengan begitu, suhu panas dari matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, sehingga suhu ruangan tetap terasa sejuk.

    Atap metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, tetapi atap metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    2. Atap Tanah Liat

    Atap tanah liat menjadi solusi alternatif apabila atap metal dirasa terlalu mahal harganya. Sudah digunakan sejak zaman dahulu, atap jenis ini dikenal mampu meredam panas yang hampir sempurna, sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap terasa sejuk di siang hari.

    Meski begitu, atap tanah liat mulai jarang digunakan karena banyak yang beralih ke atap metal. Salah satu alasannya karena atap metal dinilai lebih estetik dan cocok untuk rumah modern di zaman sekarang.

    3. Atap Keramik atau Glazur

    Rekomendasi atap rumah yang bagus selanjutnya ada atap keramik atau glazur. Genteng ini menggunakan material utama keramik, kemudian dicampur dengan glazur saat proses finishing.

    Kedua bahan tersebut membuat genteng keramik dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Atap ini juga kuat dalam menahan cuaca ekstrem seperti panas, hujan, hingga badai angin.

    Perlu diingat, pemasangan atap keramik perlu diperhatikan secara detail. Pastikan tingkat kemiringannya harus 30 derajat agar air hujan dapat mengalir ke bawah dengan sempurna.

    4. Genteng Metal Pasir

    Meski sama-sama menggunakan bahan metal, tapi ada perbedaan antara atap metal dengan genteng metal pasir. Atap ini terbuat dari bahan dasar zinc yang bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng metal pasir kerap disebut sebagai genteng metal batuan fulo roof. Sebab, atap ini memiliki lapisan polypropylene dan serbuk batuan. Lapisan tersebut membuat genteng metal pasir tidak menyerap panas sekaligus mampu meredam suara air hujan.

    5. Atap Dak Beton

    Atap dak beton bisa menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin memiliki atap rumah kokoh. Selain dinilai kuat, atap dak beton juga dapat menahan suhu panas matahari sehingga tidak masuk ke dalam rumah.

    Meski begitu, atap dak beton memiliki sejumlah kekurangan, yakni rawan tergenang air ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal daripada menggunakan atap metal ataupun atap keramik.

    Itu dia lima rekomendasi atap rumah yang bagus dan kokoh. Jadi, pilih genteng jenis apa detikers?

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Cek Atap Dak Beton Bocor, Cuma Pakai 1 Teknik!


    Jakarta

    Atap dak beton semakin banyak digunakan sebagai bentuk atap rumah masa kini. Bentuk atap dak beton ini biasanya rata dan tidak memakai genteng, sehingga bisa dibuat sebagai ruang santai atau biasa disebut rooftop. Namun, sama seperti atap pada umumnya, dak beton juga bisa bocor atau rembes.

    Potensi kebocoran ini juga dipengaruhi karena bentuk dari atapnya yakni datar. Bentuk atap yang datar membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Sementara, atap yang miring, tidak akan membuat air berkumpul di atas, melainkan langsung jatuh ke tanah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan lubang dan pipa pembuangan air di atas.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan atap dak beton itu memang tidak rembes atau bocor pada saat masih pembangunan. Dengan begitu, kamu tidak akan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk memperbaiki dak beton ini. Lantas, bagaimana cara memastikan atap dak beton ini memang tidak rembes atau bocor?


    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon.. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu di cek adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



    Jakarta

    Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

    Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

    Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


    Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com