Tag: dapur

  • Ini Dia Penyebab Lantai Dapur Berminyak Serta Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan lantai dapur sangat penting untuk mendapat lingkungan memasak yang higienis dan nyaman. Namun, pernahkah kamu mendapati lantai dapur terasa lengket dan berminyak?

    Sangat mengganggu, bukan? Selain kotor, lantai dapur yang berminyak juga bisa berbahaya lho. Penghuni sewaktu-waktu dapat terpeleset dan jatuh karena lantai licin.

    Pastinya lantai dapur menjadi berminyak karena aktivitas memasak, namun kenapa minyak bisa sampai berakhir di sekujur lantai? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Mr Handyman, Selasa (7/5/2024).


    Penyebab Lantai Dapur Berminyak

    Aktivitas memasak tentunya identik dengan menggoreng dan menumis makanan. Nah, ternyata proses memasak seperti ini membuat partikel minyak menguap ke udara. Lama-lama partikel minyak akan jatuh dan menumpuk di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai.

    2. Cipratan dan Tumpahan Minyak

    Wajar saja kalau sering ada cipratan dan tumpahan minyak di sekitar dapur. Hal ini bisa tentu membuat lantai menjadi kotor, apalagi kalau sedang banyak aktivitas memasak di dapur.

    3. Kurang Ventilasi

    Sistem ventilasi yang kurang memadai membuat uap berminyak dari memasak terperangkap di dapur. Padahal, dengan ventilasi yang cukup, uap tersebut dapat dikeluarkan dari dapur, sehingga mengurangi tumpukan minyak.

    4. Tidak Rajin Membersihkan Dapur

    Tidak membersihkan lantai dapur secara rutin akan membuat lemak dan minyak lama-lama menumpuk. Lalu, metode yang kurang tepat juga membuat proses pembersihan kurang efektif, sehingga lantai selalu berminyak.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur Berminyak

    1. Larutan Cuka Putih

    Larutkan cuka putih dengan air menggunakan perbandingan 1:1 di dalam baskom atau botol semprot. Lalu, aplikasikan cairan tersebut pada area berminyak.

    Kamu bisa menggunakan sikat untuk menggosok lantai dengan perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Setelah itu, kamu bisa bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    2. Pasta Soda Kue

    Campurkan soda kue dengan sedikit air untuk membuat bentuk pasta. Oleskan pasta soda kue pada lantai berminyak dan biarkan selama 10-15 menit.

    Selanjutnya, gosok permukaan tersebut dengan sikat atau spons secara perlahan. Barulah membilas dan mengeringkan lantai.

    3. Larutan Sabun Cuci Piring

    Campurkan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Kamu bisa menyikat atau mengelap noda minyak membandel, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

    4. Larutan Jus Lemon

    Peras jus lemon segar dan campurkan dengan air hangat. Selanjutnya, aplikasikan larutan menggunakan kain pel atau spons. Gunakan kain pel atau spons untuk mengaplikasikan minyak pada pantai.

    Lalu, biarkan larutan bekerja untuk menghancurkan minyak. Barulah menyikat atau mengelap lantai dengan air bersih.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur dari minyak yang lengket, kotor, dan licin. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Tips Jitu Merawat Kitchen Set di Dapur Agar Lebih Awet



    Jakarta

    Keberadaan kitchen set dapat membuat tampilan dapur terlihat lebih rapih dan tertata. Namun, lokasinya yang berada di dapur, tentu kitchen set sering terkena panas dan lembap. Maka dari itu, kamu perlu merawat baik-baik kitchen set di rumah agar tidak mudah rusak. Lantas, bagaimana caranya?

    Menurut manajer FurnitureMu, Sidiq perawatan kitchen set tidak sulit. Sebab, penyebab kitchen set rusak biasanya berasal dari faktor luar. Berikut cara merawat kitchen set di dapur.

    1. Hindari Lingkungan yang Lembap dan Tambahkan Ventilasi di Dapur

    Selama area tempat kitchen set menempel tidak ada rembesan air dan tidak lembap, dipastikan jenis bahan kitchen apa pun tetap aman.


    Untuk pengguna kitchen set berbahan kayu, Sidiq mengakui memang bahan tersebut rentan terhadap rayap dan jamur. Solusinya bisa dengan menambahkan cairan anti jamur.

    “Memastikan bahwa lingkungan tempat yang ada aman dari rembesan air dan kelembapan. Bisa juga dengan ditambahkan cairan anti jamur pada kabinet kayu,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Dinding yang terdapat rembesan air, berjamur, dan lembap pasti terlihat tandanya yakni cat dinding berubah dan muncul noda kehitaman. Namun, jika kamu memasang kitchen set di bagian dinding atas dapur, tanda tersebut tidak kelihatan.

    Sidiq menyarankan di dalam dapur dibuat ventilasi untuk mengeluarkan panas dan udara lembap. Selain itu, kamu perlu sering-sering mengecek kebocoran dan menjaga sirkulasi ruangan.

    “Menjaga sirkulasi ruangan ataupun mengecek dinding jika terjadi kebocoran atau rembesan air dari luar. Kalau mau lebih aman gunakan kitchen set yang berbahan dasar waterproof seperti aluminium maupun PVC board,” ungkapnya.

    2. Hindari Meletakkan Muatan yang Berlebihan di Kitchen Set Atas

    Selain itu, muatan di dalam kitchen set juga jangan berlebihan, terutama bagian atas. Muatan berlebih di bagian atas bisa menyebabkan kitchen set ambruk. Dia menyarankan bagian atas sebaiknya diisi dengan peralatan dapur yang lebih ringan.

    “Rak di atas bisa diisi sesuai dengan kebutuhan misalnya seperti wadah-wadah yang berbahan dasar plastik yang lebih ringan, sementara untuk peralatan yang berbahan dasar logam biasanya sudah disediakan wadah di kabinet bawah. Piring juga boleh diletakkan di rak gantung atas wastafel, namun sebagian piring yang lain juga biasanya tersedia rak di kabinet bawah,” pungkasnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cara Pilih Kitchen Set yang Cocok, Anti Rayap dan Jamur



    Jakarta

    Kitchen set adalah lemari penyimpanan yang biasa dipasang di atas dan di bawah area dapur. Dibandingkan lemari biasa, kitchen set lebih efisien. Area kosong di bawah kompor dan dinding di atasnya dapat dimaksimalkan dengan dibuat kitchen set. Lantas, bagaimana cara memilih kitchen set yang cocok untuk dapur?

    Menurut manajer FurnitureMu, Sidiq saat hendak memasang kitchen set di rumah, perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu. Sebab, setiap rumah memiliki ukuran dan bentuk dapur yang berbeda.

    Setelah itu, dari pihak pembuat atau desainer interior akan datang ke rumah untuk melihat secara langsung dan menanyakan konsep kitchen set seperti apa yang diinginkan konsumen.


    “Harus survey lokasi mengukur ruangan, berkomunikasi dengan konsumen maunya seperti apa. Kemudian kita buatkan desain dan kita konsultasikan ke konsumen apakah sudah sesuai atau ada revisi jika sudah sesuai, buat gambar kerja lalu eksekusi,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Pada saat konsultasi dan menyampaikan ide, kamu bisa menanyakan bahan yang paling direkomendasikan atau pilihan bahan kitchen set yang bagus tetapi masuk dengan jumlah modal yang dimiliki. Menurut Sidiq, bahan kitchen set yang disarankan olehnya adalah multiplek finishing HPL dengan kisaran harga mulai dari Rp 1,7 juta hingga Rp 1,8 juta per meter.

    Jika ingin kitchen set berbahan kayu, sebenarnya tidak masalah meskipun dapur lembap. Sebab, saat pemasangannya sudah diukur jarak aman antara kitchen set dengan sumber air dan panas.

    “Sebetulnya tidak terlalu karena pemasangan kitchen set biasanya jarak antar kabinet bawah dan atas sudah disesuaikan sehingga risiko terkena panas dan air bisa dikurangi,” jelasnya.

    Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan kitchen bahan kayu rentan terkena jamur dan rayap sehingga bisa cepat lapuk dan rapuh.

    “Dibanding bahan lain seperti aluminium dan PVC board, kayu musuh alaminya adalah kelembapan yang dapat menghasilkan jamur maupun rayap yang dapat memyebabkan kelapukan dan kerapuhan,” ujarnya.

    Sebagai gantinya, Sidiq menyarankan bahan lain yang lebih tahan terhadap jamur seperti PVC board dan aluminium.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 6 Hal yang Harus Dihindari Saat Mendesain Kitchen Island


    Jakarta

    Interior dapur masa kini tidak lepas dari keberadaan meja kitchen island. Meja satu ini biasanya diletakkan di tengah dapur sehingga benda ini disebut ‘pulau’. Dengan adanya kitchen island, tampilan dapur jauh lebih elegan dan mewah. Namun, jika salah desain, keberadaan kitchen island justru membuat tampilan dapur jadi kurang bagus.

    Sebab, kitchen island keberadaannya cukup mencolok di dapur. Ukurannya yang besar dan tidak tertutup apa pun sehingga mudah terlihat. Selain itu, salah desain pada kitchen island juga hanya mempersempit area dapur.

    Mengutip dari Real Homes, Kamis (6/6/2024) berikut beberapa hal yang harus dihindari saat mendesain kitchen island di dapur.


    1. Ukurannya Terlalu Besar

    Kitchen island yang terlalu besar hanya makan tempat di dapur. Maka dari itu, ukurannya disesuaikan dengan luas dapur di rumah. Dengan ukuran yang pas, ruang gerak saat memasak akan jauh lebih leluasa.

    2. Membuat Dapur Sempit

    Posisi kitchen island yang salah dapat membuat pergerakan di dapur jadi tidak leluasa. Padahal fungsi dari kitchen island sendiri membantu dapur terlihat lebih teratur. Desain kitchen island yang disarankan yakni menempatkan wastafel, kompor, dan kulkas berdekatan sehingga pergerakan tidak terganggu oleh meja ini.

    3. Tidak Ada Tempat untuk Menempatkan Kursi

    Desain kitchen island yang kokoh dan lebar, bagian atasnya bisa dimanfaatkan sebagai meja makan seperti bar. Maka dari itu, desain kitchen island yang bisa ditambahkan kursi di sekelilingnya. Penambahan kursi di bagian luar kitchen island juga bisa membuat tampilannya tidak sepi. Namun, kamu perlu mempertimbangkan ketinggian dan penataan tempat duduk agar nyaman ketika digunakan.

    4. Tidak Ada Instalasi Listrik dan Pipa

    Biasanya kitchen island digunakan sebagai tempat penyimpanan tambahan atau area memasak jika di dekat kompor sempit. Namun, ada pula dapur yang meletakkan kompor dan wastafel di kitchen island. Maka dari itu, saat mendesainnya harus memperhatikan peletakkan instalasi listrik seperti colokan dan lampu gantung di atasnya. Begitu pula dengan pemasangan pipa air tidak jauh dari drainase.

    5. Pencahayaan yang Tidak Bagus

    Biasanya kitchen island dilengkapi dengan lampu gantung yang bentuknya elegan dan menarik. Selain itu, lampu di atas kitchen island bisa menjadi lampu utama di dapur.

    6. Tidak Punya Ruang Penyimpanan yang Cukup

    Fungsi utama dari kitchen island adalah tempat penyimpanan barang di dapur. Jika kamu mendesain kitchen island hanya untuk estetika tanpa ada dibuat laci-laci penyimpanan, meja ini hanya membuat sempit area dapur.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Keran Air dengan Bentuk dan Fungsi yang Berbeda-beda


    Jakarta

    Keran air adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air yang sering ditemukan di dapur dan kamar mandi. Ada banyak jenis keran air yang di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan selera pemakaian.

    Adapun jenis-jenis keran ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama mengalirkan air, sebaiknya memilih bentuk yang pas untuk menunjang gaya hidup penghuni rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis keran air? Berikut ini deretan keran air dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, dikutip dari Klopmart, Jumat (14/6/2024).


    1. Keran Angsa

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran air pertama adalah keran angsa. Kran ini punya bentuk melengkung seperti leher angsa. Fungsi dari keran ini sebagai keran untuk mencuci piring dan biasanya keran ini dipasang pada wastafel yang ada di dapur.

    2. Keran Cartridge

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya yang dapat Kamu gunakan adalah keran cartridge atau keran tabung. Keran ini berbentuk seperti tabung atau cartridge yang dapat digerakkan ke atas atau ke bawah. Tabung ini berfungsi sebagai pengatur volume air yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran air.

    3. Keran Otomatis

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran ini memiliki fitur sensor otomatis sehingga Kamu tidak perlu menyentuh katup pembuka dan penutup pada keran. Jika kamu menggunakan keran ini juga akan lebih bersih higienis dan praktis.

    4. Keran Tanam

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya adalah keran tanam. Berfungsi sebagai keran untuk menyiram tanaman. Keran ini biasanya diletakkan di tengah halaman atau bagian luar rumah yang sekitarnya banyak tanaman. Keran ini diletakkan di tengah halaman karena punya tekanan air dari keran ini sangat kuat.

    5. Keran Cabang

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran terakhir yang dapat Kamu gunakan adalah keran yang memiliki cabang. Keran ini memiliki 2 cabang yang berfungsi untuk memisahkan antara aliran air panas dan aliran air dingin. Keran ini biasanya digunakan di bagian kamar mandi terutama di bagian shower.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Rencanakan 8 Hal Ini Sebelum Mendesain Dapur biar Nggak Nyesal


    Jakarta

    Mendesain dapur bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan karena kamu bisa bebas berkreasi mewujudkan dapur impian. Namun, proyek ini tidak semudah itu karena ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari peletakan wastafel hingga sirkulasi udara.

    Apalagi kalau memiliki ruang yang terbatas untuk membangun dapur. Mengutip dari Kitchen Warehouse UK, Selasa (18/6/2024), membangun dapur itu harus disesuaikan dengan kebutuhan serta mencapai keseimbangan.

    Bukan cuman menarik dan atraktif, kamu juga harus memikirkan fungsi dan estetika dapur, sehingga hasil bisa kondusif mendukung kehidupan dan aktivitas di dapur. Nah, kalau nggak mau terlanjur membangun dapur, simak tips merencanakan dapur cocok buat kamu.


    Tips Bikin Dapur

    1. Rencanakan Tata Letak

    Sebelum terjun ke detail komponen utama dapur, sebaiknya mulai dengan mempertimbangkan ukuran dan bentuk dapur. Hal ini membantu kamu supaya lebih terstruktur dan efisien terhadap tata letak kamu agar tidak menghalangi efisiensi, aliran, dan fungsionalitas dari impian dapur kamu.

    Desain dapur yang baik bisa memanfaatkan sudut-sudut ruangan secara maksimal. Ini akan menggunakan setiap inci ruang yang tersedia sekalipun menjadi berguna dan fungsional.

    2. Penyimpanan

    Scandinavian style kitchen with geometric backsplash and blue and white cupboardsKitchen Set Foto: iStock

    Selain tata letak, kamu juga perlu menentukan struktur penyimpanan juga hal yang harus diperhatikan selanjutnya. Ruang penyimpanan adalah prioritas utama untuk membuat dapur kamu lebih memadai dan tidak membuat area menjadi berantakan sehingga kamu memerlukan penyimpanan lemari atau laci tambahan.

    3. Pencahayaan

    Potret Dapur Denny Sumargo yang Jadi Awal Kesuksesan PodcastnyaDapur Foto: YouTube Taulany TV

    Selanjutnya, kamu perlu mengatur pencahayaan di dapur sesuai suasana yang diinginkan. Pertimbangkan pencahayaan yang bisa menciptakan suasana yang hangat dan estetika. Biasanya untuk memilih pencahayaan dapur, banyak yang merekomendasikan jenis lampu yang bisa diatur keredupannya. Dapur seringkali menggunakan lampu sorot yang digantung di bawah lemari dinding atau plafon yang bisa diatur untuk mengubah suasana pencahayaan.

    4. Lantai

    Lantai di dapur salah satu aspek lain yang tidak boleh dianggap remeh. Pilihlah warna yang lebih terang agar menciptakan kesan terang dan lapang. Karena jika memilih lantai dengan kualitas buruk, ini bisa mempengaruhi keseluruhan efek dapur mana pun.

    5. Ventilasi

    Biru Tua Motif.Dapur Foto: Meghan Beierle O’brien/Kelly Martin Interior

    Dapur yang efisien itu harus mempertimbangkan aliran dan sirkulasi udara untuk menghilangkan bau tak sedap. Ini sangat penting saat kamu menyiapkan makanan dan memasak sehingga kualitas dapur tetap terjaga dan baik dan tidak ada bau yang terlalu lama mengendap dan menyebar ke seluruh rumah.

    6. Soket Listrik

    Sebelum memasang komponen dapur seperti pipa dan peralatan, pikirkan berapa banyak soket listrik yang ingin kamu pasang dan perhatikan keselamatan stopkontak kamu dari air seperti di area wastafel. Perhatikan stopkontak yang kamu butuhkan sesuai dengan pemasangan peralatan yang memerlukan listrik, misalnya seperti pemanggang roti, ketel, mesin kopi, dan sebagainya.

    7. Arus Dapur

    Setelah kamu mengetahui aspek apa yang perlu diperhatikan, kali ini kamu perlu mengetahui bagaimana membuat desain dapur tidak ada kendala dengan desain yang buruk. Praktiknya kamu bisa menggunakan teori ‘Golden Triangle’.

    Pada dasarnya, teori ini juga dikenal sebagai ‘Working Triangle’ atau ‘Kitchen Triangle’ yang telah diterapkan selama abad 20. Sederhananya teori ini digambarkan untuk membentuk arus kerja utama seperti segitiga antara wastafel, kompor, dan lemari es. Apalagi selain area memasak, dapur kini sudah berfungsi sebagai ruang sosial dan hiburan.

    Pastikan arus setiap titik-titik segitiga ini tidak terlalu sempit atau berjauhan. Hasilnya adalah dapur kau memiliki pergerakan rotasi untuk area penyimpanan (lemari es), memotong dan mencuci (wastafel), dan memasak (kompor atau oven). Agar tidak mengganggu arus ini, pastikan meja makan atau dapur tidak menghalangi aliran ini sehingga akan menciptakan area bekerja jadi efisien dan nyaman.

    8. Ukuran Elemen

    Terakhir, pastikan ukuran elemen dapur kamu seperti meja, pintu,dan sebagainya tidak salah ukuran sebab fungsi seluruh ruangan bisa terganggu. Kurangnya perencanaan akan membuat dapur kamu tidak fungsional dan terasa sempit dan membatasi.

    Itulah tips merencanakan desain dapur yang baik. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Bahan Alami Ini Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dapur


    Jakarta

    Noda minyak banyak ditemui di dapur setelah memasak. Minyak panas yang bercipratan mengenai kompor, dinding, meja, bahkan tidak jarak hingga ke lantai. Alhasil, kaki terasa licin dan tidak nyaman karena noda minyak. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Berbeda dari noda lainnya, noda minyak tidak dapat dibersihkan dengan air karena keduanya adalah molekul yang tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak di dapur.

    Mengutip dari home.howstuffworks.com, Sabtu (22/6/2024), berikut 4 bahan alami yang efektif bersihkan noda minyak di dapur.


    1. Cuka

    Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan. Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

    2. Tepung

    Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

    Caranya mudah kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya. Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin justru akan tambah membuat dapur kotor.

    3. Garam dan Alkohol

    Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang. Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol. Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

    4. Air dan baking soda

    Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah baking soda yang dicampurkan ke air. Baking soda membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

    Baking soda bersifat basa, yang artinya dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan. Caranya campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuci Talenan Nggak Bisa Asal, Begini Biar Bersih Poll


    Jakarta

    Menjaga peralatan dapur selalu bersih dan higienis, penting buat kesehatan penggunanya. Salah satunya, kamu harus lebih teliti saat mencuci talenan karena rawan jadi tempat tumbuh kuman dan bakteri.

    Talenan yang berbahan kayu maupun plastik mempunyai permukaan yang berpori, sehingga cocok jadi sarang bakteri, seperit E. coli dan salmonela. Jangan dibiarkan, ya!

    Kamu bisa coba mencuci talenan menggunakan bahan-bahan alami supaya bersih total. Yuk, simak caranya berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Cara Cuci Talenan Kayu

    Lemon merupakan alat pembersih yang sangat baik karena mempunyai sifat antibakteri dari jus asamnya. Sementara, garam yang bersifat abrasif, sehingga cocok untuk menggosok talenan.

    Lalu, soda kue bersifat abrasif yang lembut serta memiliki sifat mencerahkan dan bisa menjadi pewangi alami. Gabungkan bahan-bahan dapur ini untuk membersihkan talenan secara optimal.

    1. Tabur ¼ gelas garam ke seluruh permukaan talenan di atas wastafel.
    2. Gosokkan potongan lemon sambil memerasnya supaya jus tersebar ke seluruh permukaan. Lalu, biarkan selama 5 menit sebelum dibilas.
    3. Atasi noda membandel dengan menuangkan ¼ gelas soda kue dan sikat menggunakan sikat gigi.
    4. Bilas talenan dengan air hangat dan spons atau kain.

    Cara Cuci Talenan Plastik

    Talenan plastik biasanya lebih terjangkau dan mudah dibersihkan. Sebaiknya kamu mempunyai beberapa talenan plastik untuk penggunaan bahan makanan yang berbeda-beda. Misalnya, dengan memotong sayuran di satu bagian dan memotong ayam mentah di bagian lainnya, sehingga dapat meminimalkan kontaminasi silang.

    1. Oleskan pasta terbuat dari soda kue, garam dan air dengan perbandingan yang sama ke permukaan talenan.
    2. Cuci talenan menggunakan sikat dan air hangat.
    3. Bilas talenan dengan air, lalu keringkan dengan kain bersih.

    Bahan Alami Lainnya buat Cuci Talenan

    Selain garam dan lemon, kamu juga bisa memakai bahan pembersih alami lain yang juga kuat dan efektif buat mencuci talenan.

    1. Pemutih

    Campurkan 2 sendok makan pemutih dengan 1 galon air. Lalu, rendam talenan dalam larutan tersebut selama 2 menit sebelum dibilas dan dikeringkan.

    2. Hidrogen Peroksida

    Bunuh kuman pada talenan dengan mengelap tisu yang dibasahi dengan hidrogen peroksida. Diamkan selama beberapa menit, lalu bilas dan keringkan.

    3. Cuka Putih Sulingan

    Hilangkan bau pada talenan dengan menaburkan sedikit soda kue di atas talenan, lalu semprotkan dengan cuka. Biarkan cuka dan soda kue bekerja selama 5-10 menit, kemudian bilas dan keringkan talenan.

    Itulah cara mencuci talenan supaya bersih optimal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Biar Dapur Kamu Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Dapur rentan dengan bau tak sedap yang bisa tertinggal seharian. Jadi, bagaimana cara agar dapur tetap terjaga wanginya seharian?

    Dilansir dari Homes and Gardens, Jumat (28/6/2024) kalau dapur kamu selalu berbau busuk, mungkin ada penyebab utama yang belum kamu ketahui. Bisa jadi ada makanan yang tumpah atau terlupakan yang tidak terlihat, saluran pembuangan air yang perlu dibersihkan atau dibuka, dan masih banyak lagi. Luangkan waktu satu hari untuk membersihkan dapur secara maksimal, seperti merapikan an membuka sumbatan sampai kamu menemukan sumbernya, atau memanggil jasa profesional.

    Banyak metode pembersihan cepat dalam membersihkan dapur agar senantiasa wangi. Berikut detail-detail kecil pembersihan yang harus dilakukan rutin, bukan hanya sekali seminggu.


    1. Mencuci Handuk dan Lap Piring Secara Rutin

    Penyebab bau busuk yang pertama adalah handuk dan kain lap, terutama kalau kamu mencuci dengan tangan dan tidak memakai mesin pencuci piring. Handuk yang lembab dan bekas pakai bisa menyebabkan bau busuk.

    Mencuci secara teratur dengan detergen beraroma wangi untuk menghilangkan sisa-sisa bau, dan mengeringkan handuk secara tuntas akan bantu mencegah bau.

    2. Mengepel Lantai dengan Produk Wangi

    Remahan dan tumpahan juga bisa jadi sumber bau, jadi mengepel rutin dengan produk beraroma wangi dan segar bisa bantu menghilangkan bau tak sedap.

    “Linoleum, vinil atau lantai kayu buatan sangat ideal untuk memudahkan pembersihan,” saran kepala petugas kebersihan di Cloralen, Tanu Grewal.

    “Dan meskipun karpet dapur dapat menghangatkan ruangan, karpet ini menyerap banyak tumpahan dan bau, jadi sebaiknya dihindari,” lanjutnya.

    “Cara favorit saya untuk membersihkan lantai vinyl atau laminate yang memiliki keharuman yang tahan lama adalah dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak pinus,” ucapnya.

    “Minyak pinus lembut pada bahan namun membersihkan hasil yang bersih dan wangi yang luar biasa,” tutupnya.

    3. Tambahkan Aroma Segar

    Selain memakai pembersih dapur yang wangi, menambahkan wewangian juga bisa bantu menutupi bau. Bisa dengan menyalakan lilin andalanmu atau dengan semprotan wewangian.

    Kalau kamu mau menambahkan dekorasi dapur yang juga membuat ruangan harum, kamu bisa pakai bunga potong segar.

    “Bunga segar tidak hanya mempercantik kamar mandi, tapi juga mengeluarkan wewangian alami. Hydrangea, gardenia, dan peony adalah pilihan bagus yang kami gunakan untuk klien kami karena kelopak bunga yang cantik dan aromanya yang semerbak,” kata desainer dan pendiri Design Morsels, Andrea Hundley.

    “Ingatlah untuk mengganti air setiap dua hingga tiga kali hari untuk mencegah pertumbuhan akteri yang menyebabkan bau tak sedap,” tambahnya.

    4. Hindari Genangan Air

    Hal ini harus dihindari dengan cara apa pun, mulai dari mengganti air vas bunga sampai memastikan saluran pembuangan air mengalir dengan baik.

    Sudah jelas bahwa piring yang terkena makanan akan berbau tidak sedap, apalagi kalau dibiarkan di wastafel, di atas meja, atau bahkan di mesin pencuci piring. Idealnya, piring-piring tersebut harus dicuci dua kali sehari, dan pastikan selalu mencuci piring sebelum tidur untuk memastikan bau busuk tidak berkembang saat malam.

    6. Cuci Konter dengan Anti Bakteri

    Memakai antibakteri setiap hari sangat penting untuk menyingkirkan bakteri dan kuman penyebab bau yang tidak bisa kita lihat. Bersihkan meja dapur tiap pagi guna mengurangi kontaminasi silang, dan pakai pembersih yang lembut dan tidak abrasif yang cocok untuk bahan meja dapur.

    “Seka meja dapur dengan kain microfiber atau spons, perhatikan sudut, tepi, dan lapisan di mana remah-remah mungkin tersembunyi. Untuk noda membandel, buatlah campuran menggunakan soda kue dan air. Oleskan campuran tersebut ke area yang terkena noda, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat atau kain lembut,” kata ahli kebersihan di Ministry of Cleaning, Prerna Jain.

    “Bilas area tersebut secara menyeluruh dengan ir bersih dan akhiri dengan menggunakan kain kering atau tisu untuk menghilangkan kelembaban berlebih dan memoles meja dapur, sehingga bebas dari noda dan bercahaya,” lanjutnya.

    7. Menggosok Rak dan Lemari untuk Menghilangkan Debu Penyebab Bau

    Pastikan area ini bersih dengan cara menggosok secara rutin agar dapur selalu wangi. Area-area ini rentan terhadap penumpukan debu dan jamur, dan kemungkinan menjadi sarang hama.

    Pertama, keluarkan semua barang lalu ambil kain microfiber basah dan bersihkan semua bagian lemari mulai dari atas ke bawah. Pakai air sabun atau cuka yang dilarutkan. Setelah dilap, biarkan lemari mengering sebelum menata semuanya lagi. Cara ini juga berlaku untuk membersihkan kulkas dan rak-raknya.

    8. Membersihkan Wastafel dan Saluran Air dengan Soda Kue dan Cuka

    Langkah ini penting untuk estetika dapur dan mencegah bau busuk, dan bantu menjaga dapur tetap bersih serta mencegah kontaminasi silang.

    “Akan sangat membantu jika Anda menaburkan soda kue atau sabun cuci piring lembut ke spons atau kain basah sebelum menggosok wastafel dengan lembut, perhatikan sisi, sudut, dan area pembuangan di mana partikel makanan cenderung menumpuk,” ucap pakar kebersihan hijau di GreenLife, Itamar.

    Bilas secara menyeluruh dengan air hangat untuk menghilangkan sisa sabun.

    “Untuk sanitasi ekstra, Anda bisa mendisinfeksi wastafel dengan menyemprotkan campuran air dan cuka dengan perbandingan yang sama atau dengan menggunakan larutan pemutih yang lembut (ikuti petunjuk dari pabriknya),” tambahnya.

    Kamu juga bisa menghilangkan bau dan membersihkan saluran pembuangan wastafel dapur dengan cuka dan air mendidih tiap muncul bau busuk.

    “Akhiri pembersihan dengan mengelap keran dan gagangnya menggunakan pembersih yang tepat dan keringkan wastafel dan kran dengan kain bersih untuk mencegah bercak air,” tutupnya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Meja di Dapur Sering Basah, Lebih Baik Dikeringkan Pakai Lap atau Tisu?


    Jakarta

    Dapur adalah ruangan yang mudah basah dan kotor. Kamu memerlukan alat kebersihan yang tepat agar perabotan di dapur tidak mudah rusak. Misalnya perabotan yang tahan panas, air, dan kelembapan.

    Namun, setiap bahan punya kekurangan dan kelebihan, ada yang tahan air tetapi tidak bisa dengan panas, begitu pun sebaliknya. Salah satu perabotan yang rentan rusak terhadap panas dan air adalah meja. Apa pun bahannya meja rentan berjamur dan rusak.

    Untuk mencegahnya, kamu bisa melapisi meja dengan plastik atau memilih bahan yang paling cocok, kayu, plastik, atau besi. Selain mencegah, kamu juga harus sering membersihkannya. Cara ini membantu permukaannya tetap bersih dan kering. Biasanya bahan yang digunakan untuk membersihkannya bisa dengan lap atau tisu.


    Dua bahan ini dinilai bagus untuk menyerap cairan seperti air atau cairan lainnya. Namun, dari segi efisiensi, lap dan tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut beberapa kelebihan dan kekurangan lap dan tisu untuk membersihkan meja.

    Kelebihan dan Kekurangan Tisu

    Kertas tisu adalah salah satu bahan kebersihan yang mudah didapat dan sekali pakai. Semakin banyak menggunakan tisu, maka semakin banyak sampah menumpuk. Tisu juga bukan bahan yang mudah di daur ulang sehingga dapat berakhir sebagai limbah. Kamu bisa menggunakannya mungkin dalam keadaan darurat seperti saat alat kebersihan lain tidak ada di tempat.

    Kelebihan dan Kekurangan Lap

    Lap biasanya dibuat dari kain atau plastik sintetis. Lap adalah bahan kebersihan yang bisa digunakan berulang kali. Namun, perawatannya tidak praktis. Kamu harus sering mencucinya setelah dipakai. Lalu jika telah digunakan untuk cairan berwarna akan lebih sulit dibersihkan.

    Kebersihan Lap vs Tisu

    Ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, menyampaikan tisu lebih higienis dibandingkan kain lap. Sementara itu, lap harus dicuci setelah digunakan sehingga membutuhkan air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan bersih dari kuman.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang tidak rutin diganti tidak hanya menjadi sarang kuman berbahaya, melainkan juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Lebih Baik Lap atau Tisu?

    Untuk menilai lebih efektif yang mana, tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Saat kamu memilih menggunakan lap, kamu harus berkomitmen untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Ganti lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih bisa membantu mensterilkan kain lap secara berkala.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com