Tag: dapur

  • Tips Membersihkan Tempat Sampah di Rumah Biar Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Keberadaan tempat sampah tentunya dibutuhkan di rumah. Meski digunakan untuk menampung sampah, ternyata tempat sampah juga perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau busuk.

    Tempat sampah tidak hanya bagian luarnya saja yang perlu dibersihkan, tetapi bagian dalamnya juga. Tempat sampah yang kotor tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi menarik serangga bahkan tikus.

    Maka dari itu, perlu membersihkan tempat sampah pada bagian dalam dan luarnya. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara membersihkan tempat sampah.


    1. Tempat Sampah di Dapur

    simpan sampah makanan di freezerIlustrasi tempat sampah di dapur. Foto: iStock

    Sebelum membersihkan tempat sampah di dapur, pastikan sampah sudah dibuang terlebih dahulu. Apabila di bagian dalam tempat sampah ada kotoran yang menempel, kamu bisa membersihkannya dan menyemprotkan air ke dalamnya.

    “Kemudian oleskan larutan pembersih serbaguna baik did alam maupun di luar tempat sampah menggunakan kain atau sikat untuk menggosok permukaan secara menyeluruh dengan membersihkan perhatian ekstra pada residu yang lengket,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple, Sabtu (3/8/2024).

    Setelah kotoran hilang, kamu bisa menyemprotkan disinfektan dan diamkan beberapa saat sesuai dengan instruksi yang tertera di botol. Hal ini akan membuatnya ekstra bersih dan dapat menghilangkan sumber bau apapun.

    “Terakhir biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah yang bersih,” ujarnya.

    2. Tempat Sampah di Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Di kamar mandi, biasanya terdapat tempat sampah kecil untuk membuang tisu bekas pakai. Kamu bisa membersihkan tempat sampah di kamar mandi dengan lap basah dan pembersih serbaguna. Apabila ada kotoran yang membandal, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu dengan air hangat.

    Meskipun kecil, akan lebih baik kalau tempat sampah juga disemprotkan disinfektan apalagi kalau di rumah ada orang yang sakit. Setelah disemprotkan disinfektan, kamu bisa biarkan beberapa saat sesuai informasi yang tertera lalu lap menggunakan kain.

    3. Tempat Sampah di Luar Rumah

    Pilah sampah untuk daur ulang.Ilustrasi tempat sampah di luar rumah. Foto: Freepik

    Membersihkan tempat sampah di luar rumah perlu pekerjaan ekstra karena ukurannya yang besar. Oleh karena itu, kamu bisa membersihkannya dengan menyemprotkan air dari selang.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Gunakan larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang sangat ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    “Bilas tempat sampah secara menyeluruh dengan selang taman untuk menghilangkan semua larutan pembersih dan kotoran. Setelah membilas, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan, dan biarkan kering dengan sendirinya,” tutupnya.

    Itulah tips membersihkan tempat sampah di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dapur di Rumah Lembap dan Panas? Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya


    Jakarta

    Dapur adalah salah satu tempat yang paling lembap di rumah karena saat memasak pasti menimbulkan panas dan ada air yang menguap. Selain itu, di dapur juga terdapat wastafel listrik, pasti ada cipratan air yang mengenai benda sekelilingnya. Rata-rata ukuran dapur di Indonesia juga tidak begitu besar. Faktor ini yang membuat dapur mudah panas dan lembap.

    Jika kamu berpikir, kebersihan dapur adalah faktor penting untuk mengatasi kondisi ini, benar tetapi tidak cukup. Dapur memang harus higienis dan nyaman saat digunakan. Namun, apa jika masalahnya adalah lembap dan panas bisa dirasakan bahkan saat tidak digunakan. Sebab, panas disebabkan karena udara panas terperangkap di dalam ruangan. Sementara kelembapan disebabkan oleh suhu, tekanan udara, pergerakan angin, kuantitas dan kualitas penyinaran yang tidak seimbang pada sebuah ruangan.

    Apabila dibiarkan, kondisi dapur yang panas dan lembap dapat berbahaya bagi kesehatan. Kamu juga jadi tidak nyaman saat masak karena terasa sesak dan panas. Dilansir dari Europe Enchanting, Minggu, (11/8/2024), berikut beberapa penyebab dapur panas dan lembap dan cara mengatasinya.


    1. Ventilasi Udara

    Selain menjaga kebersihan, dapur juga perlu dilengkapi dengan ventilasi udara. Tanpa ada ventilasi udara di dapur, dampaknya adalah jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Selain itu, dapur yang sudah ditumbuhi banyak jamur di dinding atau plafon dapat memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

    Untuk mengatasinya kamu bisa gunakan kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara. AC akan menghisap udara di dalam ruangan dan membuangnya keluar lewat mesin belakang. Bisa pula menggunakan ventilasi alami contohnya seperti jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang di mana udara dari luar bisa lewat.

    2. Curah Hujan

    Faktor luar yang menjadi penyebab dapur panas dan lembap adalah hujan. Suhu di luar akan menurun dan lebih dingin serta kandungan air di udara jadi lebih tinggi. Apabila bagian dapur terdapat pintu area belakang, ini dapat menyebabkan udara dingin tersebut mudah masuk ke area dapur.

    Untuk menjaga dapur tetap kering, Kamu bisa pilih untuk menggunakan cat tahan air pada dinding rumah bagian luar. Pastikan cat tersebut tahan terhadap jamur, lumut, dan bisa mencegah air hujan meresap ke dalam dinding.

    Kamu juga perlu melakukan waterproofing pada atap rumah, supaya air hujan tidak merembes masuk melalui atap. Dengan mengantisipasi dampak dari musim hujan, Kamu bisa mengurangi dan bahkan menghindari kemungkinan terciptanya dapur yang lembap karena air hujan.

    3. Lantai Tidak Tahan Air

    Selain dari bagian atas rumah, lantai juga bisa menjadi penyebab dapur lembap. Kalau lapisan adukan pada lantai tidak kedap air, air tanah bisa naik dan merembes ke lantai. Solusinya dengan membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Hal ini dilakukan hanya jika kondisi lantai sudah sangat buruk. Kamu bisa menuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik.

    4. Kamar Mandi

    Jika dapur berada dekat dengan kamar mandi, kamu perlu curiga panas dan lembap di dapur bisa disebabkan karena hal ini. Sebab, kondisi kamar mandi yang sering terpapar air dan kamar mandi jarang kering serta minim ventilasi udara, mempengaruhi kelembapan sekitar.

    Cara praktis untuk mengatasinya salah satunya seperti memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin yang dirancang untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Kamu juga bisa menaruh kapur barus atau kamper untuk mengurangi kelembapan pada kamar mandi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Jarak dan Tinggi Ideal Pasang Kitchen Set di Dapur



    Jakarta

    Barang di dapur banyak jenisnya. Mulai dari wastafel, kompor, oven, hingga rak penyimpanan yang biasa berbentuk kitchen set. Semua itu tidak bisa dipasang asal-asalan karena dapat menghambat dan menyulitkan kegiatan di dapur. Dari sekian banyak barang di dapur yang harus diperhatikan adalah letak kitchen set karena kamu akan sering menggunakan.

    Kitchen set ini biasanya berbentuk lemari yang terdapat banyak rak atau biasanya disebut pula dengan kabinet. Fungsinya membuat dapur terlihat rapih, terorganisir, dan fungsional. Dengan memilih kitchen set yang tepat dan sesuai dengan gaya desain dapur itu sendiri dapat meningkatkan tampilan dan kenyamanan selama berada di dapur.

    Biasanya kitchen set terbuat dari bahan kayu, plywood, stainless steel, dan bahan laminasi. Bisa juga tampilannya dibuat transparan, tertutup, atau terbuka. Desain kitchen set cukup beragam menyesuaikan kebutuhan dan luas dapur.


    Kitchen SetKitchen Set Foto: ACE Hardware

    Letak kitchen set ada yang menggantung di atas kompor atau meja dapur, ada pula yang letaknya di bawah. Saat meletakkan kitchen set, kamu tentu perlu menentukan tinggi atau jaraknya dengan kompor atau meja dapur agar kamu memiliki ruang bebas dan nyaman saat memasak. Lantas, berapa tinggi ideal kitchen set di rumah?

    Melansir dari Ray White, Rabu (14/8/2024), tinggi ideal kitchen set di rumah adalah sekitar 85-95 cm untuk bagian bawah dan sekitar 60-90 cm untuk bagian atas yang menggantung. Biasanya kitchen set ini berupa lemari atau rak penyimpanan.

    Sedangkan, untuk ukuran ideal kitchen set yang menggantung sekitar 60-90 cm dengan lebar antara 23 hingga 91 cm. Ukuran ini bukan sebagai patokan, melainkan standar umum agar penyimpanan rapih dan muat.

    Kemudian, jarak antara kitchen set yang menggantung dengan meja dapur disarankan sekitar 50 cm hingga 70 cm. Kabinet ini bisa untuk menyimpan barang-barang yang paling sering dipakai seperti bumbu masakan dan peralatan makan. Dengan kisaran ketinggian ini, kamu akan lebih mudah mengambil atau menyimpan barang di kabinet atau kitchen set di dapur.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bikin Dapur Aestetik Lengkap dengan Kitchen Set? Segini Kisaran Biayanya



    Jakarta

    Dapur adalah salah satu bagian penting di rumah. Sekecil apa pun rumah, pasti ada bagian yang difungsikan sebagai dapur. Entah itu hanya berbentuk meja biasa atau yang benar-benar berbentuk dapur lengkap dengan kitchen set dan kitchen island.

    Apabila kamu membeli rumah dari pengembang, dapur pasti sudah disiapkan sama seperti kamar mandi dan kamar tidur.

    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki bentuk dapur yang didesain dari pengembang hanya terdiri dari meja dapur untuk meletakkan kompor, sink atau tempat cuci piring, dan keran air.


    “Beli rumah di developer, biasanya dapur itu sangat minimalis. Dicor, ada mejanya ada sink, tempat nyuci,” kata Panggah saat dihubungi detikProperti pada Rabu (14/8/2024).

    Untuk ‘aksesoris’ lainnya seperti rak penyimpanan biasanya dibuat oleh masing-masing pemilik rumah. Rak penyimpanan ini biasa berbentuk kabinet atau lemari dengan banyak bukaan. Jenis rak ini disebut dengan kitchen set.

    Panggah mengatakan bagian ini memang yang cukup mahal. Namun, harga kitchen set ini tergantung dengan bahan, luas, dan jumlah kabinet yang dibutuhkan.

    “Biasanya yang mahal itu di kitchen setnya. Tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” ungkap Panggah.

    Terpisah, Project Manager dari Gradasi Design & Build, Wahyu menyebut kisaran biaya dekorasi dapur lengkap dengan kitchen set sekitar Rp 25 juta untuk ukuran 3-4 meter.

    “Untuk dapur biasa start Rp 25 juta, sudah bisa. Cabinet bawah dan cabinet atas, dengan catatan sudah ada top table dan backsplashnya. Sudah termasuk kitchen setnya, ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom,” sebutnya.

    Ada pun bahan bahan kitchen set yang biasa disarankan karena bagus dan harganya terjangkau adalah PVC board anti rayap.

    Sementara itu, untuk biaya jasa dekorasi dapur ukuran besar bisa lebih mahal lagi. Sebagai contoh dapur dengan luas sekitar 25 meter persegi harganya bisa lebih dari Rp 30 juta. Ada pula harga jasa dekor yang dihitung per meter, di Gradasi Design & Build sendiri mulai dari Rp 1,95 juta.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


    Jakarta

    Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

    Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

    Menetapkan Prioritas

    Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


    Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

    Standar Ukuran Dapur yang Ideal

    Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

    Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

    Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

    Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

    Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

    Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

    Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

    Menyusun Tata Letak Dapur

    Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

    Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

    Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

    Memaksimalkan Ukuran Dapur

    Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
    Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

    Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Barang Dapur Ini Cepat Kotor, Sudah Kamu Bersihkan Belum?


    Jakarta

    Ruang dapur memang bagian rumah yang paling cepat kotor karena berbagai aktivitas memasak. Oleh karena itu, kamu harus sering membersihkan dapur biar nggak jadi sarang bakteri atau bikin noda makin sulit dihilangkan.

    Setelah memasak, pasti ada saja bekas minyak, lemak, bumbu masakan yang berceceran. Kalau nggak segera dibersihkan, bisa-bisa kotoran akan semakin susah dibersihkan.

    Nah, ternyata ada bagian-bagian di dapur yang paling sering kotor dan jarang dibersihkan, lho. Apa saja ya?


    Yuk, simak apa saja barang dapur yang sering kotor dan terlupakan, dikutip dari The Spruce, Senin (23/9/2024).

    1. Setiap Pegangan di Dapur

    Banyak peralatan di dapur memiliki tombol, pegangan, atau touchpad yang disentuh setiap kali digunakan. Ini termasuk pegangan kabinet, pegangan peralatan, dan panel kontrol.

    Sayangnya, seringkali kita lupa untuk membersihkan area ini saat kita membersihkan dapur. Khususnya, jika kita menyentuhnya saat memasak atau menangani makanan mentah.

    Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pegangan, handle, dan touchpad ini setidaknya seminggu sekali dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan.

    2. Wastafel

    Wastafel memang tempat untuk mencuci, tapi jangan salah, wastafel bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apalagi di permukaannya seperti celah-celah tempat wastafel bertemu dengan meja, di sekitar saluran pembuangan, dan tutup pembuang sampah.

    Oleh karena itu, wastafel dapur sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan makanan, pencucian piring, atau setidaknya sekali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan pegangan, keran, dan area di sekitar wastafel.

    Semua percikan saat mencuci makanan yang terkontaminasi akan menempel di sana. Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai.

    3. Spons, Sikat, dan Kain Lap Piring

    Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan tisu dan dampaknya pada lingkungan, banyak rumah menggunakan spons selulosa, sikat gosok wastafel, dan kain lap dapur.

    Sayangnya, spon dapur dan sikat pembersih bisa menyimpan tingkat bakteri yang tinggi jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika kamu menggunakan produk-produk ini, mereka harus dicuci dengan air panas setelah setiap persiapan makanan atau sesi pembersihan.

    Sikat gosok wastafel dan sayuran bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan benar setiap kali digunakan.

    4. Kulkas

    Kulkas yang berfungsi mendinginkan makanan tetap bisa ditumbuhi bakteri berbahaya, lho! Makanan seperti buah dan sayuran harus disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan cepat.

    Namun, laci kulkas perlu dicuci secara berkala untuk menghindari kontaminasi di masa depan. Kelebihan makanan atau cairan makanan bisa tertinggal di laci dan di sekitar rak-rak kulkas.

    Untuk menghilangkan bakteri, ragi, dan jamur yang mungkin tumbuh, keluarkan laci atau rak kulkas secara berkala dan bersihkan dengan detergen ringan dan air panas atau hangat. Keringkan dengan lap bersih atau tisu kertas.

    5. Talenan

    Talenan, terutama yang terbuat dari kayu, sering memiliki celah-celah kecil yang bisa menyimpan bakteri. Penting untuk memiliki setidaknya dua talenan terpisah: satu untuk buah dan sayuran, dan satu untuk daging.

    Cuci talenan setiap kali digunakan dengan air panas dan sabun, dan bilas dengan air panas. Keringkan dengan tisu kertas atau kain dapur bersih.

    Jangan biarkan talenan menetes hingga mengering karena bakteri menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Kamu juga bisa memilih talenan yang bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan cermat.

    6. Mesin Pembuat Kopi, Blender, & Alat-Alat Kecil

    Alat-alat, seperti mesin pembuat kopi dan blender, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri, ragi, dan jamur untuk tumbuh. Beberapa alat kecil harus dibersihkan setelah setiap penggunaan.

    Setidaknya sekali seminggu, bongkar dan bersihkan alat-alat kecil secara menyeluruh. Beberapa komponen aman untuk dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring, dan yang lain harus dicuci dengan air panas dan sabun, lalu dibilas dengan air panas dan dikeringkan dengan benar.

    Rutinitas pembersihan yang sama juga harus diterapkan pada alat, seperti pembuka kaleng, sendok takar, dan cangkir.

    7. Kotak Makan, Tas Belanja, & Botol Air

    Setiap kali kamu menggunakan kotak makan, tas belanja, atau botol air yang bisa digunakan kembali, ada potensi kontaminasi silang oleh bakteri, kecuali jika telah dibersihkan dengan benar.

    Kotak makan harus sepenuhnya dibongkar dan dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring atau dicuci dengan air panas, dibilas dengan air panas, dan dikeringkan sepenuhnya.

    Sebagian besar kotak makan dan tas belanja yang dapat digunakan kembali bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci pakaian untuk membersihkan dengan cermat.

    8. Meja Dapur

    Meja dapur seringkali digunakan untuk meletakkan dompet, tas belanja, dan barang lainnya, selain menjadi tempat untuk menyiapkan makanan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyiapkan makanan atau setidaknya sekali sehari.

    Hindari menggunakan spons atau kain lap piring yang sudah digunakan karena benda-benda tersebut mungkin menyimpan bakteri dan kuman.

    Luangkan waktu untuk membersihkan sudut-sudut, di bawah alat-alat kecil, dan sepanjang pinggiran antara kompor atau kulkas dan meja dapur setidaknya seminggu sekali.

    9. Wadah Bumbu Dapur

    Wadah bumbu dapur, seperti garam dan merica, sering digunakan dan sering disentuh selama persiapan makanan. Bersihkan wadah tersebut dengan hati-hati dengan tisu disinfektan setelah setiap persiapan makanan dan bersihkan secara menyeluruh setiap minggu.

    Itulah beberapa barang dapur yang mesti rajin kamu cuci ya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Beli, Ketahui 5 Tips Saat Pilih Kulkas yang Pas Untuk Dapur


    Jakarta

    Kulkas adalah barang penting dan dibutuhkan di rumah. Kulkas memiliki fungsi sebagai pendingin makanan dan minuman agar tetap segar dan tidak cepat basi.

    Jenis lemari pendingin sangat bervariasi dan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Dengan begitu pembeli memiliki banyak pilihan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhannya.

    Dilansir Reviewed, Senin (23/09/2024), berikut ini beberapa tips memilih kulkas yang bisa menjadi pertimbangan saat kamu hendak membeli kulkas agar tidak salah pilih.


    1. Pertimbangkan Ukuran

    Jika kamu ingin membeli kulkas, kamu perlu mengukur semuanya. Pertama, mulai dengan menentukan di mana kulkas akan diletakkan. Pastikan pintunya tidak membentur dinding. Sisakan sedikit ruang ekstra setidaknya satu inci di sekelilingnya.

    Lihat jalur yang akan dilalui kulkas untuk masuk ke dapur kamu. Misalnya tempat kamu terlalu kecil, kamu dapat memperkirakan ukuran kulkas dari kardus dan mengujinya dari teras menuju tempat kulkas akan ditempatkan.

    2. Cek Penyimpanan

    Ukuran dapur dan kebiasaan makan keluarga kamu akan menentukan banyak ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk kulkas di rumah. Misalnya keluarga kamu tipe yang sering menyetok makanan manis untuk 5 orang, maka ruang penyimpanannya yang luas akan cukup untuk menyimpan makanan dan minuman kesukaan keluargamu.

    Sebelum membeli, pastikan kamu mencari tahu kapasitas yang dimilikinya agar sesuai dengan kebutuhan kamu. Bila perlu tanyakan langsung kepada penjual atau tim marketing agar kamu yakin dengan kulkas yang kamu pilih.

    3. Desain atau Jenis Kulkas

    Mempertimbangkan desain kulkas perlu kamu pertimbangkan. Kulkas bukan hanya tentang fungsi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pemanis dekorasi terutama pada dapur kamu. Kamu juga bisa menyesuaikan desain kulkas kamu dengan interior dapur, agar terlihat semakin menarik.

    4. Fitur Khusus

    Fitur-fitur tambahan mungkin bagi sebagian orang tidak penting. Apabila kamu ingin fitur tambahan seperti dispenser es dan kulkas dengan fitur smart home, pertimbangkan kulkas yang akan kamu pilih memiliki fitur yang kamu inginkan.

    5. Pertimbangkan Harga

    Harga menjadi hal yang penting kamu pertimbangkan, Semakin tinggi harga kulkas, maka kualitas dan fitur yang diberikan lebih lengkap.

    Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk kebutuhan yang kamu perlukan. Jangan paksakan apabila harga lebih tinggi dari budget yang kamu miliki.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bedanya Cat Interior dan Eksterior? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Seperti yang kamu ketahui, bagian rumah terbagi menjadi dua, yakni bagian dalam dan luar. Saat kamu mau mengecat dinding, cat yang akan dipakai tentu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan lokasinya di luar atau dalam.

    Maka dari itu, ada dua jenis cat yang tersedia di pasaran, yaitu cat interior dan cat eksterior. Apa saja perbedaannya?

    Pengertian Cat Interior dan Cat Eksterior

    Cat Interior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian dalam bangunan, seperti area ruangan kamar, lorong, kamar mandi, dapur, dan lain-lain. Cat ini juga bisa tahan terhadap untuk perubahan suhu dan kelembaban yang tidak begitu ekstrem di dalam ruangan.


    Sementara itu, cat interior dan cat eksterior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian luar bangunan. Ketahanan cat eksterior lebih baik dari cat interior. Cat ini dirancang dapat beradaptasi dengan kondisi alam seperti cuaca dan angin yang cepat berubah

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Untuk dapat memahami perbedaan dan fungsi cat interior dan eksterior, berikut 5 perbedaan kedunya jenis cat mengutip dari Real Milk Paint, Rabu (2/10/2024).

    1. Bahan Dasar

    Untuk kegunaan yang berbeda, tentu bahan dasar yang digunakan tidak sama. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sementara cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Jika kamu memperhatikan dari pilihan warna dan teksturnya, cat interior biasanya memiliki tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Lalu, dari pilihan warna, cat interior jauh lebih banyak dan menarik karena semua warna bisa dapat terlindungi di dalam rumah.

    Kebalikannya, pilihan warna dan tekstur cat eksterior umumnya lebih terbatas. Sebab, ada beberapa warna yang dapat bereaksi dengan cepat apabila menerima panas berlebih atau terlalu lembap.

    Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Kamu mungkin berpikir saat mengecat bagian interior dan eksterior akan sama saja. Nyatanya, cara mengecatnya pun keduanya berbeda.

    Pengecatan bagian interior lebih sederhana dan bisa dilakukan sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sedangkan untuk cat eksterior jauh lebih kompleks. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Alat yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari semprotan, rol khusus, bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Pengecatan di lokasi yang berbeda, tentu pengeringannya tidak akan sama. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering karena tidak ada gangguan seperti hujan atau cuaca dingin. Waktu pengeringan cat interior biasanya sekitar 2 hingga 4 jam saja.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan jauh lebih lama karena harus tahan terutama saat cuaca yang tidak menentu dan lembap. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Untuk harga, cat interior dan cat eksterior tidak begitu jauh. Namun, akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Nyalakan Kulkas yang Habis Dipindahkan, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Saat hendak memakai kulkas, ada beberapa yang harus kamu perhatikan. Sebab, kulkas yang fungsinya sebagai pendingin membutuhkan lebih banyak waktu untuk bekerja secara optimal. Salah satu yang harus kamu tahu adalah waktu menyalakan kulkas.

    Kulkas adalah perangkat elektronik yang tidak bisa langsung dinyalakan setelah dibeli atau dipindahkan. Alasannya adalah pada saat kulkas yang mengalami guncangan, bagian oli kompresornya perlu melakukan penyusaian kembali.

    Sebagai contoh saat kamu membeli kulkas baru dari mal atau secara online. Kulkas itu pasti dibawa dengan mobil sampai ke rumahmu. Pasti ada guncangan di perjalanan. Guncangan ini juga terjadi saat kamu menggotong kulkas di dalam rumah jika kamu ingin memindahkan posisinya. Semula di dapur, kamu ingin memindahkan di kamar. Meskipun jaraknya tidak sejauh antara mal dan rumah, tetapi kulkas tetap mendapat guncangan.


    Guncangan ini berpengaruh pada apa yang ada di dalam kulkas yakni pergerakan oli kompresor yang fungsinya sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

    Maka dari itu, kulkas yang baru dipindahkan harus didiamkan hingga oli kompresor tersebut kembali ke tempatnya. Apabila kamu langsung menyalakan kulkas setelah dibeli atau dipindahkan, dapat memicu kebocoran kompresor kulkas. Nantinya, kulkas akan lebih lama untuk dngin.

    Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

    Lantas bagaimana cara mengetahui kapan kulkas siap dinyalakan?

    Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

    Setelah kulkas diletakkan di tempat baru, kamu perlu menunggu selama 24 jam agar oli kompresor bisa kembali ke tempat semula. Namun, waktu tunggu ini harus disesuaikan dengan ukuran kulkas, jenis, dan lamanya pengiriman.

    Kamu bisa menanyakan kepada penjual terkait estimasi barang sampai dan waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas.

    Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

    Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com, Jumat (4/10/2024), berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

    1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
    2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
    3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
    4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
    5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kebakaran Mal di Jakbar, Ini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran hebat terjadi pada sebuah mal di Grogol, Jakarta Barat pada Jumat (4/10) pukul 00.58 WIB. Kebakaran dilaporkan berasal dari lantai 5 gedung tersebut.

    Sekitar pukul 01.00 WIB, pihak pemadam kebakaran (damkar) mulai proses pemadaman api dan selesai pukul 03.05 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu dari korsleting listrik.

    “Menurut informasi yang diterima, api berasal dari salah satu cafe yang berada di lantai 5 bangunan tersebut. Diduga terjadi arus pendek/korsleting listrik pada salah satu restoran (food court) dan kondisi tertutup,” tulis damkar DKI Jakarta dalam keterangannya.


    Kebakaran akibat korsleting listrik memang kerap terjadi, baik itu di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Nah, berikut ini beberapa cara mencegah korsleting listrik agar terhindar dari kebakaran.

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com