Tag: dapur

  • Jangan Asal, Ini Posisi Dapur yang Paling Dianjurkan dalam Islam



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki dapur di dalamnya. Ruangan ini mempermudah penghuninya untuk memasak dan menyimpan persediaan makanan.

    Saat mendesain dapur, hal pertama yang harus ditentukan adalah menentukan letaknya. Dapur tidak bisa diletakkan di sembarangan tempat karena area ini mudah sekali lembap, menimbulkan bau, sering berserakan sampah, dan lantainya licin dari percikan air.

    Bahaya jika dapur berada dekat dengan kamar tidur atau ruang bermain anak. Saat kamu lengah, khawatirnya anak pergi ke dapur tanpa pengawasan.


    Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang. Namun, ada juga yang berada di tengah dan samping rumah. Lantas, posisi dapur mana yang lebih baik?

    Jika menilik ajaran Islam, dilansir dari islamicity.org, posisi dapur yang dianjurkan adalah berada di belakang rumah. Dapur yang berada di belakang lebih tertutup dan tidak terlihat oleh orang di luar atau tamu. Seperti yang kita tahu, dapur merupakan ruang di mana perempuan paling banyak menghabiskan waktu. Dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaga pandangan dari luar ke dalam rumah.

    Kemudian, dalam Islam juga dianjurkan dibuat sekat atau penutup antara dapur dengan ruangan lain. Tujuannya untuk mempermudah penghuni rumah leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

    Paling penting adalah dapur harus memiliki ventilasi. Bentuknya boleh jendela atau hanya lubang bukaan. Fungsinya untuk sirkulasi udara dan penerangan tambahan. Apabila kamu tinggal di apartemen biasanya sudah ada cerobong khusus di atas dapur untuk menghisap asap. Model penyedot asap ini juga banyak digunakan di dapur-dapur restoran.

    Jika dapur berada di dekat kamar mandi, pastikan pintu kamar mandi selalu dalam keadaan tertutup. Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan Rasulullah SAW pernah buang hajat di tempat yang jauh dan tidak terlihat oleh orang lain. Sikap Rasulullah SAW melandasi letak kamar mandi harus tertutup dan tidak di dekat area yang banyak dilalui orang.

    خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

    Artinya: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR Ibnu Majah).

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan yang Bisa Hilangkan Noda pada Dinding Dapur


    Jakarta

    Dapur menjadi salah satu ruangan di rumah yang sulit untuk dibersihkan. Tidak seperti ruangan lain, dapur penuh dengan noda dan kotoran karena aktivitas memasak.

    Jika tidak dibersihkan, noda-noda pada dinding dapur tak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga dapat mengundang serangga atau hewan lainnya.

    Biasanya, noda pada dinding dapur cukup sulit untuk dibersihkan seperti minyak dan lemak. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena terdapat bahan-bahan yang dapat membersihkan noda pada dinding dapur.


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini empat bahan yang bisa menghilangkan noda pada dinding dapur.

    1. Lemon

    Orang dengan 5 Kondisi Ini Tak Disarankan Konsumsi LemonLemon Foto: Getty Images/Bryony van der Merwe

    Mengutip dari situs Taste of Home, berdasarkan keterangan dari ahli kebersihan di Merry Maids menyarankan lemon untuk membersihkan noda pada dinding dapur. Caranya, air perasan lemon dituang ke dalam botol lalu disemprotkan pada noda. Diamkan beberapa menit, kemudian basuh dengan kain basah.

    Sifat asam dari lemon dapat membuat noda minyak dan lemak menghilang. Menggunakan lemon juga dapat membuat aroma dapur lebih segar.

    2. Soda Kue

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KueIlustrasi Soda Kue. Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Menghilangkan lemak dan minyak juga bisa ampuh dengan campuran soda kue dan air hangat. Oleskan campuran tersebut menggunakan spons kemudian gosok nodanya. Soda kue bersifat abrasif yang lembut dan ampuh menghilangkan minyak

    3. Cuka Putih

    cuka putihcuka putih Foto: iStock

    Melansir dari Housing, cuka putih merupakan salah satu bahan yang juga ampuh membersihkan berbagai jenis noda. Campur cuka putih dengan air dengan perbandingan yang sama. Lalu, semprot atau oleskan langsung ke noda minyak di dinding. Diamkan beberapa menit lalu seka dengan kain basah.

    4. Amonia

    Amonia merupakan bahan kimia yang efektif untuk menghilangkan noda. Namun, penggunaannya harus diencerkan atau dilarutkan dalam air supaya lebih aman. Kemudian, oles pada noda di dinding dan diamkan selama beberapa menit sebelum dibasuh dengan kain basah.

    Itulah beberapa bahan yang bisa dipakai untuk membersihkan noda pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Menganjurkan Posisi Dapur di Belakang Rumah, Ini Alasannya



    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang cukup sering digunakan untuk beraktivitas. Oleh karena itu posisi dapur cukup penting saat membangun rumah.

    Tidak ada pakem khusus untuk lokasi dapur di rumah. Ada yang posisinya di bagian belakang rumah, ada juga yang posisinya di sisi samping rumah.

    Namun menurut ajaran Islam, dapur dianjurkan agar posisinya di belakang rumah atau paling dalam rumah. Tujuannya agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung.


    Tak hanya itu, sebaiknya dapur juga memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya. Lalu, dapur juga sebaiknya dirancang sangat efisien dan sederhana untuk memudahkan penghuni rumah mengolah makanan.

    Dilansir dari islamicity.org, posisi dapur di dalam rumah berada di bagian paling dalam atau belakang rumah agar tidak terlihat langsung oleh para tamu. Biasanya, perempuan paling banyak menghabiskan waktu di dapur, dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaganya dari pandangan mata publik.

    Lalu, antara dapur dan ruang lainnya harus ada sekat atau jarak yang cukup untuk tingkat privasi dalam rumah. Hal ini dapat menjamin penghuni rumah dapat leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

    Bagian dapur juga harus ada jendela dan bukaan agar mendapat sirkulasi udara dan penerangan yang baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 4 Tips Mengurangi Kelembapan Udara di Dapur


    Jakarta

    Rumah yang kurang sirkulasi udara bisa menimbulkan kelembapan. Salah satu ruangan yang lembap adalah dapur.

    Dilansir dari Livingetc, dapur berkontribusi hingga 25 persen terhadap kelembapan rumah. Udara yang lembap mempengaruhi kondisi dapur, misalnya timbulnya masalah pada interior dapur.

    Tentu kamu tidak ingin perabotan kamu rusak gara-gara lembap, ‘kan? Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan di dapur.


    Lalu, bagaimana cara mengurangi kelembapan di dapur? Yuk, simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengurangi Kelembapan di Dapur

    Inilah tips mengurangi tingkat kelembapan udara di dapur.

    1. Buka Jendela Dapur

    Pastikan ada ventilasi yang baik untuk mengurangi tingkat kelembapan di dapur. Jika cuaca sedang cerah, buka jendela agar udara segar masuk. Hal ini menciptakan sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan tingkat kelembapan berlebih di dapur.

    2. Masak dengan Panci Tertutup

    Langkah sederhana seperti menutup panci ketika memasak bisa mencegah kelembapan pada dapur. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak. Demikian juga ketika makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaganya tetap hangat dan dapur bebas lembap.

    3. Mengeringkan Piring

    Siapa sangka, sekadar mengubah kebiasaan mencuci piring bisa membantu mengurangi kelembapan di dapur. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan di udara.

    Kamu bisa menggunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit. Cara ini mempercepat proses penguapan air, sehingga piring cepat kering.

    4. Pajang Tanaman Hias

    Selain langkah pencegahan, kamu bisa mengurangi tingkat kelembapan dengan memajang tanaman hias di dapur. Kamu dapat menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur.

    Tanaman tersebut bisa mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Namun, pastikan untuk tidak menyiram terlalu banyak air pada tanaman, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya.

    Lalu, sebaiknya tidak meletakkan terlalu banyak tanaman. Hal ini justru akan menambah kelembapan udara, sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

    Itulah beberapa cara mengurangi kelembapan udara di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami Penghilang Bau Masakan di Dapur



    Jakarta

    Ketika memasak di dapur pasti menimbulkan bau yang terlalu kuat sehingga tak jarang mengganggu pernapasan. Apalagi jika tidak ada ventilasi di dapur yang berfungsi melancarkan sirkulasi udara. Namun, tak perlu khawatir karena kamu bisa atasi bau masakan dengan bahan alami.

    Melansir dari The Spruce, pada Rabu (19/03/2025), berikut 4 bahan alami penghilang bau masakan di dapur.

    Bubuk Kopi

    Taruh bubuk kopi dalam mangkuk atau piring setelah memasak lalu diamkan semalaman. Kopi dapat menetralkan bau makanan sekaligus menambah aroma segar.


    Baking Soda

    Sama seperti kopi, taburkan baking soda di atas piring lalu diamkan semalaman. Soda kue adalah pembersih yang tidak beracun dan sangat efektif menghilangkan bau masakan asam seperti tomat, daging, dan ikan.

    Tumbuhan Herbal

    Tumbuhan herbal seperti batang kayu manis, cengkeh, hingga kulit lemon dapat mengurangi bau tidak sedap. Didihkan bahan tersebut dalam panci dan biarkan aromanya keluar. Air rebusannya dapat disaring dan disemprot ke seluruh ruangan.

    Cuka

    Rebus 1 atau ½ cangkir cuka dalam panci setelah memasak maka bau akan hilang. Pilihan lain bisa semprotkan campuran cuka dan air ke ruangan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Manfaat Baking Soda untuk Dapur Rumah



    Jakarta

    Baking soda adalah bahan tambahan pembuatan kue atau makanan yang mengandung bahan kimia bersifat abrasif. Sehingga, tak hanya sebagai bahan makanan, sifat abrasif ini membuat baking soda cocok digunakan sebagai bahan pembersih.

    Kamu bisa gunakan baking soda untuk membersihkan rumah, misalnya dapur. Dapur memang menjadi salah satu ruangan yang sering terkena noda seperti minyak dan lemak yang diakibatkan aktivitas memasak. Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, baking soda dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini.

    Membersihkan Noda dan Kerak pada Alat Makan

    Gunakan baking soda untuk membersihkan noda pada alat makan. Caranya rendam cangkir-cangkir yang penuh noda teh atau kopi ke dalam air baking soda, lalu bilas. Baking soda dapat menghilangkan noda atau kerak pada alat makan.


    Membersihkan Oven

    Caranya dengan menaburkan baking soda yang banyak di lantai oven lalu semprot dengan campuran air dan cuka. Setelah beberapa jam bilas.

    Menetralkan Bau

    Campuran baking soda dengan sedikit air sehingga menjadi pasta yang dapat digunakan untuk membersihkan dan menetralkan bau seperti di talenan. Cara lain adalah isi satu box kecil dengan baking soda lalu letakkan ke dalam kulkas atau freezer dan ganti setiap 3 bulan sekali.

    Memadamkan Api

    Sediakan satu box kecil baking soda dekat kompor untuk memadamkan kebakaran kecil. Ketika terjadi kebakaran kecil, segera lemparkan baking soda ke sumber api. Walau tidak ada kebakaran, menyimpan baking soda dekat kompor tidak ada salahnya karena dapat menetralisir bau tidak sedap.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

    Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

    Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


    5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

    Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

    1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

    Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

    Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

    2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

    Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

    Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

    3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

    Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

    4. Plunger

    Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

    5. Gunakan Pipa U

    Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

    Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

    Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

    • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
    • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
    • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
    • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

    Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini Lokasi Teraman untuk Meletakkan Oven Saat Bikin Kue Lebaran



    Jakarta

    Jelang Lebaran, beberapa di antara kalian pasti ada yang membuat kue lebaran sendiri. Salah satu alat yang pasti dibutuhkan saat membuat kue khas Lebaran adalah oven. Sebab, kebanyakan kue Lebaran adalah kue kering yang proses pembuatannya perlu dipanggang.

    Saat memakai oven penggunanya harus berhati-hati karena oven menghasilkan panas. Saat memasukkan dan mengeluarkan kue, tangan harus terlindungi dari panas. Hati-hati pula jika kalian mengajak anak-anak membuat kue, jauhkan oven dari jangkauan mereka.

    Untuk memastikan keamanan saat memanggang kue, dilansir Homes and Gardens, berikut tempat yang aman untuk meletakkan oven di dapur.


    1. Meja yang Kokoh dan Datar

    Konsultan dapur komersial Eva Lorena mengatakan saat adonan kue memiliki massa yang tidak ringan. Untuk menghindari kecelakaan saat memasukkan kue dan mengeluarkannya, pastikan oven diletakkan di tempat yang datar dan kokoh.

    Selain itu, di dekat oven disarankan terdapat laci atau tempat khusus untuk menyimpan sarung tangan, loyang, atau hal-hal yang pasti dibutuhkan di dekat oven. Hal ini ditujukan agar proses pemanggangan tidak memakan waktu lama dan lebih aman bagi penghuni rumah karena tidak perlu banyak berpindah tempat.

    “Kedekatan oven dengan area persiapan adalah hal terpenting. Ini akan memudahkan saat memindahkan piring ke dalam dan keluar oven, mengurangi risiko kecelakaan atau tumpahan,” jelasnya, seperti dikutip oleh detikcom, Senin (24/3/2025).

    2. Sesuaikan Ukuran Oven dengan Dapur

    Ini bisa menjadi panduan bagi yang baru ingin membeli oven. Jika dapur di rumah tidak begitu luas, jenis oven yang bisa digunakan adalah oven yang berada di bawah meja dapur yang menyatu dengan kitchen set. Model oven seperti ini lebih hemat tempat.

    Sebaliknya, jika ukuran dapur cukup besar, kamu bisa menggunakan berbagai oven sesuai kebutuhan karena tempat yang memadai. Jika sudah membeli oven yang terpisah dengan kitchen set, sebaiknya letakkan pemanggang tersebut di kitchen island yang tempatnya luas.

    “Oven yang berada di kitchen set dapat menjadi titik fokus yang mencolok, yang memadukan gaya dan fungsionalitas,” jelas Keely Smith pakar desain interior dan seniman di Home Stratosphere.

    3. Letaknya Berada di antara Wastafel dan Kulkas

    Dalam rancangan desain terkenal dengan konsep segitiga kerja di dapur yakni kompor atau oven berada di antaranya wastafel dan kulkas. Konsep ini bertujuan untuk mempermudah pergerakan penghuni rumah saat memasak di dapur sehingga tidak terlalu sempit atau terlalu jauh jika ingin ke kompor atau oven, wastafel, dan kulkas.

    “Pengaturan ini mengurangi langkah-langkah yang tidak perlu saat memasak, sehingga seluruh proses menjadi lebih efisien dan lancar. Selain itu, pengaturan ini memastikan bahwa beberapa pengguna dapur tidak saling bertabrakan, terutama di lingkungan memasak yang banyak orang,” Kata Adam Crookes, seorang blogger.

    4. Jauh dari Area yang Sering Dilalui Orang

    Seperti yang dikatakan sebelumnya, oven harus jauh dari jangkauan anak-anak. Hal ini untuk mencegah kecelakaan saat memanggang.

    5. Dekat dengan Ventilasi Udara

    Oven perlu berada di dekat ventilasi udara. Tujuannya agar panas yang dihasilkan pada proses pemanggangan dapat dibuang keluar. Jika oven tidak bisa membuang panas bahayanya akan terjadi overheat yang membuat kerusakan pada oven hingga matinya aliran listrik di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hawa Dapur Lembap, Ini Biang Kerok dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan penting di rumah untuk memasak dan menyimpan makanan. Hal ini membuat kamu perlu menjaga kondisi dapur tetap bersih dan nyaman digunakan.

    Nah, terkadang udara atau hawa di dapur bisa terasa lembap. Hawa tersebut bisa bikin penghuni rumah kurang nyaman berlama-lama masak dapur. Belum lagi makanan bisa cepat basi dan perabotan rusak dengan hawa seperti itu.

    Lantas, kenapa dapur bisa lembap dan panas ya? Yuk, simak penjelasannya dan cara mengatasinya berikut ini.


    Penyebab Dapur Lembap

    Inilah beberapa alasan hawa dapur kamu lembap dan panas beserta cara mengatasinya, dikutip dari Europe Enchanting.

    1. Ventilasi Udara

    Dapur yang cepat lembap dan panas bisa disebabkan oleh ventilasi yang tidak cukup. Akibatnya, jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Belum lagi, kondisi ini bisa memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

    Sebaiknya kamu memanfaatkan ventilasi udara yang alami di dapur. Misalnya jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang. Selain itu, kamu dapat memasang kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara.

    2. Curah Hujan

    Curah hujan yang tinggi di daerah rumah kamu bisa membuat dapur menjadi lembap dan berjamur. Sebab, udara menjadi lebih dingin dan kandungan air di udara lebih tinggi.

    Kamu perlu menjaga dapur tetap kering, salah satu caranya adalah menggunakan cat tahan air pada dinding luar rumah. Lakukan juga waterproofing pada atap rumah. Cara ini akan mencegah air rembes masuk ke dalam rumah.

    3. Lantai

    Ternyata lantai rumah bisa jadi penyebab dapur lembap, lho. Lapisan adukan pada lantai yang tidak kedap air, memungkinkan air tanah naik dan merembes ke lantai

    Untuk mengatasinya, kamu dapat membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Tuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik. Lakukan ini kalau kondisi lantai sudah sangat buruk.

    4. Kamar Mandi

    Kalau letak dapur berada dekat dengan kamar mandi, kemungkinan itu penyebab dapur menjadi lembap. Pasalnya, kamar mandi jarang kering dan minim ventilasi udara, sehingga memperburuk kelembapan di rumah.

    Cara praktis untuk mengatasinya adalah memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Lalu, kamu bisa menaruh kapur barus atau kamper buat mengurangi kelembapan di kamar mandi.

    Itulah beberapa alasan mengapa dapur terasa lembap. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini Cara Bersihkan Kompor Gas biar Dapur Kinclong


    Jakarta

    Dapur adalah area yang cepat kotor karena aktivitas memasak. Sering kali ada cipratan atau tumpahan makanan, terutama di kompor.

    Untuk menjaga kompor selalu bersih, kuncinya adalah bersihkan sesegera mungkin kalau menemukan kotoran setelah masak. Kalau dibiarkan terlalu lama, tumpahan bahan makanan itu bisa sulit dibersihkan.

    Pastinya kamu mau dapur terlihat kinclong biar semangat masak bukan? Yuk, simak cara bersihkan kompor gas berikut ini.


    Cara Bersihkan Kompor Gas

    Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

    1. Cuci Pan Support dan Knob

    Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

    Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

    2. Bersihkan Sisa Makanan

    Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

    Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

    3. Bilas dan Keringkan

    Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

    4. Rangkai Kembali Kompor

    Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

    5. Jaga Kebersihan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

    Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com