Tag: daur ulang

  • 5 Cara Kreatif Daur Ulang Toples Kaca Kosong di Rumah



    Jakarta

    Sampah setiap hari dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Salah satu sampah rumah tangga yang umumnya dihasilnya adalah toples kaca kosong. Toples kaca kosong bisa berasal dari wadah bekas selai atau saus.

    Jika kamu memiliki toples kaca kosong, jangan langsung dibuang. Ada banyak cara kreatif untuk memanfaatkannya kembali dengan cara didaur ulang. Dengan begitu, toples kaca kosong bisa berfungsi kembali di rumah.

    Melansir The Spruce, Jumat (16/2/2024), berikut adalah lima cara untuk kreatif mendaur ulang kembali toples kaca kosong di rumah.


    1. Tempat Pensil Meja

    Toples kaca kosong yang sudah tidak terpakai bisa kamu sulap menjadi tempat pensil meja. Dengan menyulapnya menjadi tempat pensil, meja kerjamu tidak akan berantakan lagi. Selain untuk menyimpan pensil, tempat pensil dari toples kaca ini bisa kamu gunakan untuk menampung segala sesuatu, mulai dari pena, spidol, hingga klip kertas.

    2. Tempat Menyimpan Alat Kerajinan

    Bagi kamu yang biasa membuat kerajinan tangan, toples kaca kosong bisa kamu gunakan untuk menyimpan alat dan bahan, seperti manik-manik, kancing baju, pita, dan lain sebagainya. Dengan begitu, alat dan bahan kerajinan tersebut tidak akan tercecer sembarangan. Kamu juga bisa memberi label pada setiap toples kaca agar lebih rapi dan mudah ditemukan saat ingin digunakan.

    3. Tempat Sikat dan Pasta Gigi

    Selain menjadi tempat pensil, toples kaca kosong juga bisa kamu manfaatkan sebagai tempat sikat dan pasta gigi di kamar mandi. Dengan begitu, kamu tidak harus membeli tempat sikat dan pasta gigi lagi di toko. Selain sebagai tempat sikat dan pasta gigi, kamu juga bisa menggunakan toples kaca kosong tersebut sebagai tempat menyimpan bola-bola kapas. kuas makeup, atau pisau cukur.

    4. Wadah untuk Perkakas

    Jika kamu memiliki banyak sekrup dan paku di garasi atau di dalam lemari, kamu bisa menyimpannya dengan rapi di dalam toples kaca kosong. Dengan disimpan di dalam toples kaca kosong, kamu bisa menyortir perkakas tersebut berdasarkan kategori dan ukuran.

    5. Vas Bunga

    Terakhir, kamu bisa menyulap toples kaca kosong yang sudah tidak terpakai menjadi vas bunga. Masukkan air dan bunga ke dalam toples kaca kosong agar awet untuk beberapa hari. Selain itu, kamu juga bisa menanam kaktus hias di dalam toples kaca tersebut dengan menambahkan batu sebagai drainase. Tak hanya itu, jika toples kaca yang kamu punya cukup besar, kamu juga bisa mengubahnya menjadi akuarium mini, lho!

    Demikianlah 5 cara kreatif untuk mendaur ulang toples kaca kosong di rumah menjadi bermanfaat lagi. Dengan memanfaatkan kembali toples kaca kosong, kamu tidak hanya membantu lingkungan dengan mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan rumah yang lebih teratur dan estetis. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Dinding Rumah Bisa Pakai Styrofoam Bekas, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Membangun rumah ramah lingkungan bisa menjadi upaya masyarakat berkontribusi untuk mencegah kerusakan alam. Konsep ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan bijak memilih bahan bangunan.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan menggunakan bahan daur ulang adalah salah satu cara untuk membuat rumah ramah lingkungan. Ia mengaku pernah menggunakan styrofoam sebagai bahan membuat dinding dalam sebuah proyek pembuatan rumah ramah lingkungan.

    “Saya mendapatkan material styrofoam yang berasal dari material daur ulang, sampah kita. Dan ternyata styrofoam ini sendiri adalah insulator dari panas,” ujar Denny kepada detikcom belum lama ini.


    Styrofoam yang digunakan dalam konstruksi bangunan ini disebut Expanded Polystyrene (EPS) panel. Bahan ini berfungsi sebagai pengganti batu bata, sehingga dapat digunakan untuk membuat dinding rumah.

    Denny menjelaskan pemakaian EPS panel atau Styrofoam sebagai bagian tengah tembok rumah. Lalu, menggunakan kawat ayam sebagai elemen perekat semen. Kemudian, dilakukan semprot atau kamprot pada kedua sisi, sehingga menjadi tembok..

    “Jadi itu dia (dinding dari styrofoam) udah punya kekuatan sendiri. Dan itu sudah dites di beberapa negara kadar kekuatannya cukup baik,” ungkapnya.

    Lalu, apa saja manfaat menggunakan styrofoam sebagai bahan baku tembok? Berikut penjelasannya.

    Manfaat Styrofoam buat Dinding Rumah

    1. Lebih Hemat Biaya

    Menurut Denny, styrofoam daur ulang ini bisa membuat biaya bahan bangunan tembok menjadi lebih hemat. Dengan begitu, dana yang bisa disisakan tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.

    2. Bisa Menghalau Panas

    Styrofoam daur ulang tak hanya ramah lingkungan, melainkan juga berfungsi sebagai menghalau panas masuk ke dalam rumah. Kalau rumah terasa adem, tentu bisa meminimalisir penggunaan AC, bukan?

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    3. Lebih Tahan Gempa

    Terpisah, pemilik rumah yang menggunakan tembok dari styrofoam, Yensen Aliamin mengatakan metode pembuatan tembok ini mampu meminimalisir retakan akibat gempa bumi. Pasalnya, dinding dari styrofoam memakai sambungan kawat yang menyatukan getaran rumah secara serentak.

    “Teknologi styrofoam ini ternyata karena dia pakai kawat-kawat, jadi kawat-kawat itu tembok sama tembok dan segalla macam semuanya diikat. Karena diikat, pada waktu gempa, satu rumah itu goyangnya bersamaan. Bahayanya itu kalau gempa satu tembok itu bergetarnya beda dari yang lain, sehingga akan retak dari ujung ke ujung,” paparnya.

    4. Bangun Rumah Lebih Cepat

    Selain itu, dinding dari styrofoam juga membuat struktur bangunan lebih ringan. Oleh karena itu, bangunan rumah tidak memerlukan fondasi dan kolom terlalu besar. Proses pembangunan rumah pun menjadi lebih cepat.

    “Kalau mau bikin tembok karena kita sudah pakai kayak wafer gitu, tinggal beli (bahan), pasang-pasang, diikat, baru disemenin, cepat sekali. Kalau mau bikin satu panel (atau) satu tembok, bikin dulu satu tembok, setelah itu (setelah) kita pikir-pikir ‘kayaknya mau bikin jendela di sini’. Gampang, tinggal dipotong pake gerinda, dibikin aja kotak. Cuma potong kawat dan styrofoam,” ucapnya.

    Bahkan, Yensen mengatakan pembangunan rumahnya hanya memakan waktu 3 bulan hingga ada bentukan rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahan Daur Ulang Ini Cocok buat Bikin Rumah Ramah Lingkungan


    Jakarta

    Membangun rumah tentu memerlukan berbagai bahan bangunan. Sayangnya, tak jarang bahan tersebut melalui proses produksi yang panjang, sehingga berpotensi menimbulkan jejak karbon yang merusak lingkungan.

    Nah, bagi kamu yang pengin membuat konsep rumah ramah lingkungan, bisa coba menggunakan bahan-bahan daur ulang. Mengingat, energi dan sumber daya alam semakin langka kalau terus membuat bahan-bahan baru.

    “Ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi kelangkaan energi. Yang pertama adalah mengurangi material baru yang kita gunakan, reduce. Lalu, yang kedua yang bisa kita lakukan adalah menggunakan ulang atau reuse. Bahan-bahan yang ada di sekitar kita bisa pakai ulang,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikcom belum lama ini.


    Lalu, bahan daur ulang apa saja yang bisa digunakan untuk membangun rumah ramah lingkungan?

    Bahan Bangunan Daur Ulang

    1. Styrofoam Bekas

    Denny mengatakan styrofoam bekas berupa Expanded Polystyrene (EPS) panel bisa menjadi pengganti batu bata untuk membangun dinding rumah. Selain ramah lingkungan, penggunaan styrofoam juga menyimpan segudang manfaat.

    Salah satunya, dinding dari styrofoam membantu menghalau panas. Dengan begitu, rumah menjadi semakin ramah lingkungan karena dapat menghemat penggunaan AC.

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    2. Kayu Bekas

    Ruang TamuRuang Tamu Foto: Yensen Aliamin

    Lalu, kamu dapat memanfaatkan kayu bekas yang berasal dari rumah tua yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kamu bisa saja membeli kayu jati bekas.

    “Kalau bisa bahan yang reject atau bahan yang bekas kita coba kasih kehidupan baru. Jadi ada beberapa misalnya papan-papan atau panel-panel kayu kita gunakan ulang sebagai material pembentuk lemari misalnya, kita nggak perlu kan pakai kayu baru,” kata Denny.

    Bahan kayu tersebut juga bisa digunakan untuk membuat wall panel, meja makan, hingga tempat tidur.

    3. Keramik Reject

    Ruang MakanRuang Makan Foto: Yensen Aliamin

    “Lalu, ke pasar barang bekas kita cari keramik yang justru malah reject karena dia tidak sempurna (dengan) banyak cacat sana sini. Nah, kita gunakan (keramik reject) sebagai lantai. Dengan desain yang tepat, kita bisa menggunakan material itu justru menjadi ornamen yang menarik di lantai,” tuturnya.

    Kamu masih bisa menggunakan keramik reject dengan memotongnya menjadi bentuk yang unik. Keramik itu menjadi seperti perca yang dapat disusun menjadi karya seni yang menarik pada lantai.

    4. Bongkaran Glass Block

    Glass BlockGlass Block Foto: Yensen Aliamin

    Kemudian, Denny juga pernah memanfaatkan bongkaran glass block untuk dipakai ulang. Ia memadukan beberapa warna sehingga menjadi tampilan yang menarik.

    “Justru itu menjadi ornamen. Rumahnya menjadi sangat festive dengan warna-warni yang timbul dari glass block,” pungkasnya.

    Demikian beberapa bahan daur ulang yang bisa kamu gunakan untuk mewujudkan konsep rumah ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Percantik Rumah dengan Tirai dari Sprei Bekas, Begini Caranya



    Jakarta

    Pastinya kamu ingin memberikan sentuhan baru pada interior rumah tanpa mengeluarkan banyak biaya. Mengubah sprei lama menjadi tirai cantik bisa menjadi solusi yang kreatif dan ekonomis.

    Dalam pembahasan kali ini akan menunjukkan bagaimana langkah-langkah sederhana untuk menciptakan tirai yang tidak hanya fungsional tetapi juga menambah estetika ruangan kamu. Mari eksplorasi cara mudah dan menyenangkan untuk mendaur ulang sprei menjadi tirai yang menawan.

    Potong Sprei Queen atau King Menjadi Dua

    Melansir Dengarden, pada Minggu (10/11/2024), ukur lebar dan panjang bukaan jendela berdasarkan tinggi batang gorden untuk menentukan panjang gorden yang diinginkan. Bawa ukuran tersebut ke toko untuk memilih sprei datar dengan lebar dua kali lipat dari bukaan jendela.


    Ukur dan potong lembaran sesuai ukuran, buat kantong batang dengan membuka keliman atas, aman kan tepi yang belum selesai. Bentuk dan sematkan keliman panel gorden dengan teknik keliman yang diputar dua kali untuk hasil yang rapi, jahit keliman menggunakan jahitan lurus, dan setrika gorden sebelum digantung.

    Trik untuk Tirai Lembaran

    Bagi sprei queen atau king menjadi dua bagian memanjang untuk membuat dua panel gorden. Dua lembar sprei twin atau full flat biasanya cukup untuk menutupi sebagian besar jendela berukuran standar.

    Coba Cincin Tirai Jepit

    Gantilah kantong batang gorden dengan cincin tirai jepit. Jika pola kain tidak menjadi masalah, pasang klip di sepanjang keliman bawah yang sempit dan gantung kain dengan sisi terbalik untuk hasil yang lebih rapi.

    Ukur cincin dan jepitan dengan mempertimbangkan panjang tirai yang diinginkan, jika ukuran kain sudah tepat, kamu tidak perlu menjahitnya cukup jepit cincinnya dan selesai.

    Opsi Tanpa Jahitan

    Jika kamu tidak memiliki mesin jahit, buatlah keliman dan jahitan menggunakan pita keliman yang dapat menyatu. Lipat keliman dua kali, potong pita dengan ukuran yang sesuai, masukkan ke dalam lipatan keliman, dan setrika mengikuti petunjuk pada kemasan.

    Periksa Ukurannya

    Setiap produsen sprei memiliki sedikit variasi dalam dimensi. Pastikan untuk memeriksa kemasan untuk mengetahui ukuran yang tepat.

    Gunakan Tirai atau Kerai

    Sprei umumnya tidak cukup tebal untuk memberikan privasi, isolasi, dan pengendalian cahaya yang baik. Sebaiknya gunakan tirai atau kerai sebagai lapisan dasar di bawah gorden dekoratif kamu.

    Jangan Biarkan Pita Kelim yang Dapat Meleleh Terekspos

    Saat menggunakan pita kelim yang dapat meleleh, pastikan tidak ada bagian dari pita tersebut yang terekspos, karena dapat meninggalkan residu lengket yang sulit dibersihkan pada permukaan setrika.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jendela Lama Tak Terpakai Jangan Dibuang, Bisa Pintu Lemari



    Jakarta

    Membuat pintu lemari baru dari jendela lama adalah proyek yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada material yang mungkin sudah tidak terpakai.

    Alat dan Bahan

    Melansir This Old House, untuk menyelesaikan proyek ini, kamu perlu mengumpulkan alat-alat seperti bor atau obeng, pahat, pisau serbaguna, obeng, memarut, kuas, jigsaw atau gergaji, (jika diperlukan untuk memotong), amplas dengan berbagai grit.

    Serta pita pengukur, dan pensil, serta bahan-bahan seperti jendela tua, pengisi kayu, primer, cat sesuai warna pilihan kamu, engsel baru, disarankan engsel melingkar, sekrup, kenop atau tarikan, dan pengisi epoksi sebelum memulai.


    Pilih dan Persiapkan Penutup Jendela

    Sebelum memulai renovasi, penting untuk memilih penutup jendela yang sesuai dan mempersiapkannya dengan baik, karena langkah awal ini akan menjadi fondasi untuk proyek kamu.

    Ketika memilih penutup untuk pintu lemari, penting untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan gaya yang cocok dengan interior rumah kamu. Pilihlah penutup yang terbuat dari kayu yang tahan lama, seperti mahoni atau cedar, agar dapat bertahan terhadap penggunaan sehari-hari dan konstruksi.

    Tempat penjualan barang bekas, pasar loak, dan platform daring adalah sumber yang baik untuk menemukan penutup antik. Disarankan untuk memilih penutup yang sedikit lebih besar dari ukuran lemari kamu, sehingga kamu dapat memotong dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

    Perbaiki dan Bersihkan Jendela Lama

    Setelah memilih penutup jendela, bersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran, debu, dan cat yang mengelupas.

    Periksa penutup tersebut untuk mendeteksi kerusakan dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Isi retakan atau lubang dengan dempul kayu, lalu amplas permukaannya hingga halus.

    Lepas Perangkat Lama

    Lepaskan semua perlengkapan yang terpasang pada penutup jendela, termasuk engsel, kait, dan elemen dekoratif lama yang tidak akan digunakan dalam pintu lemari baru kamu.

    Gunakan obeng atau bor untuk mencabut benda-benda ini dengan hati-hati agar tidak merusak kayu.

    Pengisian dan Pengamplasan

    Setelah melepas perangkat keras, langkah selanjutnya adalah memperbaiki ketidaksempurnaan pada daun jendela. Isi lubang engsel lama dan lubang sekrup lainnya dengan pengisi epoksi.

    Setelah pengisi benar-benar kering, gunakan kikir untuk meratakan permukaan epoksi. Kemudian, amplas seluruh permukaan daun jendela agar menjadi halus sebagai persiapan untuk pengecatan.

    Mulailah dengan amplas kasar dan lanjutkan dengan amplas yang lebih halus untuk mendapatkan hasil akhir yang mengkilap.

    Mengubah Jendela Berpalang Menjadi Pintu Lemari Baru

    Setelah penutup jendela kamu siap, kamu dapat mulai mengubahnya menjadi pintu lemari dengan mengukur, memotong, memasang engsel, dan merakit pintu tersebut.

    Ukur dan Potong

    Ukur bukaan lemari dengan teliti dan tandai pada daun jendela. Jika diperlukan, gunakan gergaji ukir untuk memotong daun jendela hingga ukuran yang tepat. Pastikan untuk mempertimbangkan tumpang tindih atau bagian yang ingin kamu buat di sekitar tepi bukaan lemari.

    Jika kamu membuat pintu bifold menggunakan dua daun jendela, kamu mungkin perlu menghapus rabbet atau strip penghalang cahaya di mana dua daun jendela bertemu agar tepinya menjadi halus.

    Membuat Mortis Engsel

    Untuk memastikan pintu berfungsi dengan baik, kamu perlu membuat lubang baru untuk engselnya. Ukur dan tandai posisi engsel, biasanya sekitar tiga inci dari bagian atas dan bawah penutup.

    Buat garis tepi engsel menggunakan pisau serbaguna, lalu gunakan pahat untuk memotong kayu dengan hati-hati hingga mencapai kedalaman plat engsel. Langkah ini akan membantu pintu lemari kamu berfungsi dan tergantung dengan benar.

    Merakit Pintu Lemari

    Setelah lubang engsel dibuat, saatnya untuk merakit pintu lemari kamu. Jika kamu menggunakan beberapa daun jendela untuk membuat satu set pintu bifold, sambungkan daun-daun tersebut dengan engsel pintu.

    Pastikan untuk menyelaraskan daun jendela dengan hati-hati agar dapat dibuka dan ditutup dengan lancar. Periksa kesejajarannya dengan meletakkan pintu yang telah dirakit pada rangka lemari.

    Mengecat dan Menyelesaikan Pintu Lemari Baru

    Lapisan cat baru dapat mengubah penampilan pintu lemari kamu dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan yang umum terjadi.

    Persiapkan Penutup Jendela

    Mulailah dengan mengaplikasikan lapisan cat dasar pada kedua sisi penutup jendela. Langkah ini akan membantu cat menempel dengan lebih baik.

    Setelah cat dasar benar-benar kering, amplas permukaannya dengan lembut untuk menghilangkan serat atau ketidaksempurnaan yang terlihat.

    Terapkan Lapisan Akhir

    Terapkan dua lapis cat lateks, biarkan setiap lapisan mengering, dan amplas dengan lembut di antara aplikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

    Gunakan kuas cat berkualitas tinggi atau pertimbangkan untuk menggunakan cat semprot agar hasil cat lebih merata, terutama jika jendela kamu memiliki detail yang rumit.

    Pasang Engsel

    Pasang engsel ke dalam lubang yang telah kamu buat sebelumnya. Bor lubang untuk sekrup agar kayu tidak pecah, kemudian kencangkan engsel pada penutup.

    Jika kamu menginginkan bukaan penuh 180 derajat, yang umum digunakan pada kebanyakan lemari, kamu perlu memasang engsel melingkar.

    Memasang Pintu

    Tahan penutup di tempatnya pada rangka kabinet, dan mintalah bantuan jika diperlukan. Tandai posisi engsel pada rangka, kemudian buat lubang pasak yang sesuai di kabinet.

    Pastikan pintu sejajar dengan baik dan pasang engsel di tempatnya. Uji fungsi pintu dan lakukan penyesuaian jika pintu tidak menutup sepenuhnya atau tidak beroperasi dengan lancar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dibuang! Ini 5 Cara Cerdas Manfaatkan Handuk Bekas di Rumah



    Jakarta

    Handuk menjadi salah satu tempat berkembang biak bakteri karena sering digunakan. Oleh karena itu, kebersihan handuk harus tetap dijaga.

    Menurut Wakil Direktur Pusat Kebersihan dan Kesehatan Universitas Simmons, Elizabeth Scott, seperti yang dikutip oleh BBC, pada Senin (14/04/2025), ia menyarankan mencuci handuk setiap seminggu sekali.

    Namun, jika handuk sudah terasa kasar, warnanya usang, dan tidak lagi nyaman dipakai, kamu bisa mengganti dengan handuk baru untuk kenyamanan. Lalu, bagaimana dengan handuk yang sudah tidak terpakai?


    Melansir dari situs The Spruce, pada Senin (14/04/2025), handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu manfaatkan sebagai benda-benda berikut ini.

    Menjadi Lap

    Banyak orang memotong handuk menjadi potongan kecil untuk dijadikan lap, seperti lap dapur dan sebagainya. Handuk bisa menyerap noda atau cairan akibat tumpahan sehingga cocok dijadikan lap.

    Sebagai Kepala Pel

    Kamu juga bisa memanfaatkan handuk untuk mengepel. Jika kamu punya gagang pel, kamu bisa potong handuk menjadi seukuran kepala pel lalu ikat sehingga kain handuk menempel dengan kepala pel.

    Penghambat Udara Dingin

    Ketika sedang hujan dan udara dingin, kamu bisa meletakkan handuk yang tidak terpakai ke bagian bawah pintu. Dengan begitu, angin, air, dan udara dingin tidak bisa masuk ke dalam ruangan.

    Handuk Hewan Peliharaan

    Handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu gunakan untuk hewan peliharaan. Bisa jadi kain buat pengering bulu hewan, hingga menjadi pelapis kandang atau wadah di bawah kandang untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi hewan.

    Itu dia beberapa tips memanfaatkan handuk tidak terpakai. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com