Tag: debu-debu

  • Mudah! Begini Cara Menghilangkan Noda Air pada Furniture Kayu


    Jakarta

    Banyak orang yang memiliki furniture kayu karena daya tahannya, warnanya, serta kesan hangat yang diberikan. Furniture tersebut juga cocok untuk berbagai macam desain rumah.

    Bahan kayu merupakan salah satu material yang diincar karena perawatannya tak terlalu sulit. Meski mudah dirawat, furniture kayu juga tetap harus dibersihkan apalagi jika terkena tumpahan air.

    Tumpahan air yang tidak segera dibersihkan bisa menimbulkan noda. Biasanya, noda bekas air di Furniture kayu terjadi karena gelas yang basah. Jika memungkinkan, harus segera ditangani. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini cara untuk mengatasi hal tersebut, yaitu:


    1. Bersihkan dengan Minyak Zaitun atau Mayonnaise

    Dilansir dari The Spruce, untuk membersihkan noda air bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak zaitun ataupun mayonnaise ke area berwarna putih karena bekas air. Diamkan hingga satu jam, lalu bersihkan.

    2. Gunakan Pasta Gigi Non-gel

    Cara kedua yaitu dengan menggunakan pasta gigi non-gel. Taruh pasta gigi tersebut pada kain lembut dan gosokkan pada noda air hingga hilang. Setelah itu, lap sisa pasta gigi pada furniture kayu dengan lap basah dan lap kembali Furniture itu dengan kain lembut dan kering.

    Sebagai tambahan, dilansir dari Real Simple, membersihkan noda bekas air pada furniture kayu juga bisa dilakukan dengan campuran pasta gigi non-gel dan baking soda. Gosokkan campuran tersebut pada noda air. Setelah itu bersihkan sisa campuran dengan kain lap bersih lalu keringkan Furniture.

    3. Pakai Setrika

    Untuk membersihkan noda air dengan setrika harus dilakukan secara hati-hati. Dilansir dari Architectural Digest, pastikan Furniture kayu sudah dibersihkan dengan Furniture polis atau pembersih Furniture kayu yang lembut sebelum memberikan panas pada Furniture.

    Langkah awalnya, letakkan lap basah di atas noda air. Lalu, nyalakan setrika dengan panas rendah dengan uap. Selanjutnya, gosok ke depan dan belakang di atas lap basah untuk menghilangkan noda. Lakukan proses tersebut hingga noda hilang.

    Tips Agar Furniture Kayu Bersih Lebih Lama

    Membersihkan furniture kayu tentu diperlukan. Nah, berikut ini beberapa cara agar furniture kayu bersih lebih lama yang dilansir dari Real Simple.

    1. Bersihkan Debu

    Sering membersihkan debu bisa mencegah menumpuknya debu, goresan, dan kerusakan lainnya. Pemilik furniture bisa membersihkan debu-debu dengan menggunakan kemoceng agar lebih mudah. Membersihkan debu dan mengelap furniture kayu bisa membuat Furniture lebih tahan lama.

    2. Hindari Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tempatkan furniture kayu jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan area yang lembap kecuali furniture itu memang sengaja dibuat untuk diletakkan di bagian luar rumah atau outdoor. Cahaya matahari bisa membuat warna memudar, panas dan lembap bisa merusak kayu. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari bisa menggunakan tirai.

    3. Tutupi Furniture

    Dengan menutupi bagian permukaan furniture kayu bisa mencegah adanya noda, paparan panas, dan lembap. Pemilik furniture bisa menggunakan taplak meja, coaster, atau yang lainnya. Hindari penggunaan plastik karena bisa menggores permukaan furniture.

    Itulah cara membersihkan noda air pada Furniture kayu dan menjaganya agar bersih lebih lama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


    Jakarta

    Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

    Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

    Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

    Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


    1. Buka Jendela dan Pintu

    Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

    Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

    2. Gunakan Dehumidifier

    Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

    4. Cek Pendingin Ruangan

    Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

    5. Nyalakan AC

    Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

    Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

    6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

    Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

    Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


    Jakarta

    Pernah dengar hewan kamitetep? Serangga yang yang satu ini kerap ditemukan di Indonesia.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Selain itu, hewan ini juga kerap hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti gudang dan kolong tempat tidur.

    Serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi jika bulu halusnya kontak dengan manusia. Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasminya.


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

    1. Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir dari Bugwiz, penghuni rumah bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, termasuk sampah-sampah organik yang ada.

    2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah, penghuni rumah bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Salah satu caranya bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah terasa sejuk dan kering.

    3. Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campurkan namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Caranya, bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya untuk membasmi kamitetep.

    4. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Penghuni rumah bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    5. Gunakan Pestisida

    Jika menggunakan cara-cara di atas masih belum bisa membasmi kamitetep, bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    6. Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


    Jakarta

    Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

    Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Di Permukaan Tinggi

    Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Dekat Jendela

    Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Tempat Berdebu

    Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

    Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Di Dekat Tanaman

    Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu Ideal Bersihkan Kipas Angin dan Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Kipas angin sudah menjadi alat penyejuk ruangan andalan banyak orang sejak lama. Hingga saat ini kipas angin tetap menjadi andalan masyarakat meskipun di rumah tersebut sudah terpasang AC.

    Namun, ada satu hal yang sering disepelekan orang yakni menjaga kebersihan kipas angin. Meskipun kipas angin cara kerjanya adalah menciptakan angin, tetapi debu tetap bisa menempel pada bagian penutup dan baling-balingnya sehingga sebaiknya kipas angin digunakan dalam keadaan bersih.

    Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan kipas angin?


    Melansir The Spruce, kipas angin perlu dibersihkan setiap seminggu sekali. Debu tidak akan menumpuk terlalu banyak pada penutup dan baling-baling kipas angin jika dibersihkan secara teratur. Namun, kipas boleh dibersihkan lebih sering jika penggunaannya memang di tempat yang kotor dan mudah terpapar debu.

    Cara Membersihkan Kipas Angin

    1. Matikan Kipas Angin

    Pastikan ketika membersihkan kipas angin, kabel tidak dalam keadaan tertancap ke stop kontak karena bisa berbahaya jika kipas aktif saat sedang membersihkan baling-balingnya.

    2. Bersihkan Debu pada Baling-baling dan Kerangka Kipas

    Keuntungan dengan pembersihan yang rutin, kamu tidak perlu sampai membongkar kipas anginnya, cukup bersihkan sekilas. pada setiap rongga-rongga kipas angin dan baling. Gunakan pengering rambut atau udara terkompresi untuk meniup debu dari permukaan baling-baling. Namun, ingat atur suhu udara dari pengering rambut tersebut jadi yang paling dingin dan beri jarak antara kipas angin dan mulut pengering sekitar 15 cm.

    Ketika membersihkan kipas angin, pasti ada debu yang berjatuhan. Bersihkan debu-debu tersebut memakai vacuum cleaner atau tisu agar debunya tidak terbang ke tempat lain.

    3. Lap Kipas Angin

    Setelah semuanya selesai, lap kipas angin menggunakan lap mikrofiber. Basahkan lap mikrofiber terlebih dahulu, kemudian peras dan lap bagian kipas yang sudah dibersihkan tadi. Hal ini dilakukan agar kipas lebih bersih.

    Tips untuk Menjaga Kipas Angin Tetap Bersih Lebih Lama

    1. Membersihkan kipas angin seminggu sekali akan membantu meminimalisir debu. Jadi, penghuni rumah tidak perlu sering membersihkan kipas angin.

    2. Jika kipas angin memiliki filter udara, periksa secara berkala untuk memastikannya bersih sehingga kipas bisa berfungsi secara efisien dan efektif.

    Itulah cara membersihkan kipas angin supaya bersih lebih lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kata Ahli, Begini Tips Bersih-bersih Rumah biar Makin Kinclong


    Jakarta

    Membersihkan merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan. Hal ini untuk menjaga agar rumah bebas debu dan kotoran serta tetap rapi.

    Walau demikian, terkadang penghuni rumah hanya sekadar membersihkan saja. Padahal membersihkan rumah dengan cara yang tepat perlu dilakukan agar hunian benar-benar bersih.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini tips membersihkan rumah dari para ahli kebersihan.


    Selalu Bersihkan dari Atas ke Bawah

    Untuk mencegah debu jatuh ke permukaan yang bersih, sebaiknya bersihkan debu dari bagian paling atas ke bawah. Ahli kebersihan dan pemilik Sparkly Maid Austin, Sofia Martinez, mencontohkan untuk membersihkan kipas langit-langit, rak tinggi, serta lemari atas lebih dulu agar debu dan kotoran yang jatuh nantinya tidak mengotori permukaan yang sudah bersih.

    Biarkan Produk Kebersihan Menyerap Sebelum Dilap

    Menurut Martinez, salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan cairan pembersih ke permukaan dan langsung mengelapnya. Padahal, membiarkan produk beberapa menit harus dilakukan karena memberikannya kesempatan untuk membunuh bakteri.

    Mulai dengan Metode Kering Lalu Metode Basah

    Saat membersihkan permukaan, sebaiknya mulai dengan metode ‘dry cleaning’ alias bersihkan debu-debu dan kotoran terlebih dahulu sebelum mengelap atau mengepelnya. Misalnya, bersihkan debu dengan sapu, lap bersih, atau vacuum cleaner sebelum mengepelnya atau membersihkan dengan cairan pembersih.

    Hal ini memastikan saat mengepel permukaan bisa dilakukan dengan mulus, mengangkat kotoran lebih efektif, dan lantai mengering lebih bersih.

    “Jika Anda masuk ke ruangan yang dipenuhi debu, remah-remah, dan bulu kucing, lalu langsung mengepel, Anda akan menyeret bola-bola rambut-benda-benda itu menggumpal, menyumbat kain pel, dan meninggalkan goresan,” jelas Rhonda Wilson, pakar kebersihan dan quality lead cleaner di FreshSpace Cleaning.

    Jangan Terburu-buru

    Saat membersihkan rumah sebaiknya tidak dilakukan dengan buru-buru. Sebab, bisa saja hal-hal yang seharusnya dibersihkan luput dari perhatian.

    Jangan Gunakan Alat Pembersih Kamar Mandi Sekaligus Dapur

    Martinez menyarankan untuk tidak menggunakan alat bersih-bersih yang sama untuk membersihkan dapur dan kamar mandi. Hal itu karena memungkinkan adanya kontaminasi silang.

    “Aturan ini tidak bisa diganggu gugat karena menggunakan alat yang sama di area-area ini dapat dengan mudah memindahkan bakteri seperti E. coli dari kamar mandi ke permukaan dapur,” ujar Martinez.

    Agar tidak bingung dan mencegah kontaminasi silang, pakar kebersihan menyarankan untuk memisahkan kain, sikat, dan spons pembersih untuk area-area ini.

    Itulah beberapa tips bersih-bersih agar rumah bebas debu dan tetap rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


    Jakarta

    Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

    Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

    Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


    1. Dokumen Penting

    Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

    “Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

    Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

    2. Alat Elektronik

    Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

    3. Sepatu

    Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

    4. Bahan Kimia

    Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

    5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

    Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

    “Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

    Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Cepat Bersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang paling mudah terlihat kotor. Tandanya adalah banyak debu-debu halus yang menempel di permukaan kerangka pelindung hingga ke baling-balingnya.

    Semakin lama didiamkan, debu bisa semakin tebal dan tidak akan bersih hanya dengan diberi angin kencang. Oleh karena itu kipas angin harus rutin dibersihkan.

    Cara Membersihkan Kipas Angin

    Kipas angin bisa dibersihkan tanpa perlu dibongkar atau disiram air. Dilansir The Spruce dan The Dollar Stretcher, begini caranya.


    Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner merupakan salah satu perangkat kebersihan yang praktis yang memanfaatkan angin untuk menyedot debut. Penyedot debu memiliki lubang yang tidak begitu besar dan bentuknya yang fleksibel sehingga bisa membersihkan di mana saja.. Berikut cara menyedot deb dengan vacuum cleaner.

    1. Cabut listrik dari stop kontak atau cabut baterai kipas angin
    2. Sedot debu menggunakan vacuum cleaner dan bersihkan semua bagian dalam kipas angin dengan hati-hati
    3. Jika sudah cukup, bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

    Larutan Sabun, Cuka, Baking Soda

    Jika dirasa dengan menyedot debu saja tidak cukup. Coba pakai bahan pembersih yang memang bisa membersihkan hingga membunuh bakteri pada kipas angin. Bahan-bahan tersebut adalah sabun, cuka, dan baking soda. Caran membersihkan kipas dengan campuran larutan tersebut sebagai berikut.

    1. Campurkan 2 sdm (sendok makan) sabun cuci piring, 1/2 gelas cuka, dan 3 sdm baking soda
    2. Masukkan ke dalam botol semprotan, kocok-kocok
    3. Semprotkan cairan ke arah kipas yang berdebu
    4. Tutup seluruh bagian lingkaran kipas dengan plastik besar
    5. Nyalakan kipas agar berputar dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit
    6. Buka plastik dan debu akan terlepas dari kipas angin.

    Garam atau Pasir

    Mungkin tidak bisa dibayangkan bagaimana garam bisa membersihkan debu. Namun cara ini benar-benar bisa. Begini caranya.

    1. Letakkan kipas angin secara mendatar atau bagian bundar menghadap bawah
    2. Tutup bagian kipas dengan kain atau plastik
    3. Masukkan garam atau pasir kering ke kipas angin
    4. Pastikan kipas tertutup rapat, nyalakan kipas dan biarkan berputar-putar selama beberapa menit agar debu tersapu
    5. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Pengering Rambut

    Penghuni rumah bisa menghempaskan debu pada kipas angin menggunakan pengering rambut. Alat ini mengeluarkan angin kencang yang bisa membersihkan kotoran yang menempel. Berikut ini cara menggunakan pengering rambut untuk membersihkan kipas angin.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah
    3. Semprotkan angin menggunakan pengering rambut dari bagian belakang, lalu ke seluruh bagian hingga debu terjatuh
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Lantai Kamar Mandi Biar Kinclong, Ampuh!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Maka dari itu, membersihkan kamar mandi harus dilakukan agar penghuni rumah maupun tamu nyaman menggunakannya.

    Jangan salah lho detikers, kamar mandi harus rutin dibersihkan. Setidaknya, bersihkan kamar mandi 1-2 kali dalam seminggu.

    Nah, salah satu bagian yang harus dibersihkan adalah lantai kamar mandi. Bagian tersebut rentan menjadi licin dan kotor karena terkena air sabun.


    Nah, berikut ini cara membersihkan lantai kamar mandi dilansir dari Better Homes and Gardens.

    Cara Membersihkan Lantai dan Nat Kamar Mandi

    Lantai kamar mandi yang kering bisa dilakukan dengan membersihkan debu-debu terlebih dahulu. Selanjutnya, lantai bisa dipel dan dibiarkan hingga kering.

    Nah, untuk membersihkan nat lantai bisa dengan campuran baking soda dan air dengan perbandingan 2:1. Sementara itu, kalau mau membersihkan noda atau warna yang memudar pada nat bisa pakai campuran baking soda dan cuka dengan perbandingan 2:1.

    Letakkan campuran tersebut pada nat dengan menggunakan sikat gigi tidak terpakai, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, gosok nat dan bersihkan dengan air. Biarkan selama 24 jam dan gunakan sealer untuk menguncinya tetap bersih.

    Walau demikian, perlu dicatat bahwa lantai marmer, granit, dan batu tidak boleh dibersihkan pakai cuka karena bisa rusak.

    Apa Boleh Bersihkan Lantai Kamar Mandi Pakai Pemutih?

    Dikutip dari Homes and Gardens, sebaiknya jangan gunakan pemutih atau bleach saat membersihkan kamar mandi. Sebab, pemutih merupakan bahan yang sangat keras untuk beberapa jenis lantai sehingga bisa merusak permukaan dan menurunkan masa pakainya.

    Apalagi jika ada sisa pemutih di lantai kamar mandi dan terkena kulit, bisa menyebabkan iritasi nantinya. Selain itu, apabila hewan peliharaan memakan residu pemutih bisa membuat mereka sakit.

    Itulah cara membersihkan lantai dan nat kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com