Tag: debu

  • Jangan Lupa Bersihkan Bagian Luar Kulkas, Begini Caranya Tanpa Ribet



    Jakarta

    Kulkas perlu dibersihkan secara berkala. Tidak hanya interiornya, bagian luarnya juga perlu dibersihkan.

    Sayangnya, bagian luar kulkas sering luput dibersihkan oleh pemilik rumah. Padahal, eksterior kulkas rentan berdebu, baret, dan berjamur.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan eksterior kulkas? Simak caranya berikut ini.


    Cara Bersihkan Bagian Luar Kulkas

    Inilah beberapa cara untuk membersihkan bagian luar kulkas, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Kemoceng

    Salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan kulkas adalah dengan kemoceng. Sapukan kemoceng untuk membersihkan debu pada permukaan kulkas. Jika masih ada sisa kotoran membandel, penghuni bisa gunakan cairan pembersih dan kain microfiber.

    2. Sabun Cuci Piring

    Kulkas memiliki karet untuk memastikan pintu bisa tertutup rapat. Bagian ini bisa kotor dan berjamur kalau tidak dirawat.

    Bersihkan bagian karet menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Caranya dengan menggosokan bagian karet pintu menggunakan spons. Setelah itu, pastikan untuk mengeringkan karet menggunakan kain microfiber.

    3. Cairan Pembersih Serbaguna

    Penghuni rumah bisa menggunakan cairan pembersih serbaguna untuk membersihkan kulkas. Semprotkan cairan pembersih ke kain microfiber, lalu bersihkan seluruh permukaan kulkas.

    Khusus kulkas dari baja anti karat, cara bersihkannya dengan membersihkan permukaan dengan kain microfiber basah. Lalu, keringkan menggunakan kain.

    Jika ada noda yang sulit hilang, cobalah digosok menggunakan alkohol. Namun, jangan lupa keringkan lagi sampai alkoholnya tidak tersisa.

    Itulah tips membersihkan bagian luar kulkas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


    Jakarta

    Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

    Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

    Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


    1. Dokumen Penting

    Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

    “Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

    Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

    2. Alat Elektronik

    Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

    3. Sepatu

    Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

    4. Bahan Kimia

    Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

    5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

    Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

    “Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

    Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Membasmi Tungau di Kasur Tanpa Perlu Vacuum Cleaner


    Jakarta

    Tungau merupakan hama mikroskopis yang dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan hangat dan lembap. Tungau dapat ditemukan di berbagai furnitur rumah, salah satunya kasur.

    Kehadiran tungau di kasur tentu tidak bisa dianggap remeh. Jika kamu digigit oleh tungau maka bisa mengalami kulit gatal, mata kering, bersin, hingga batuk kering. Kondisi ini tentu bikin tidur menjadi tidak nyenyak.

    Namun jangan khawatir, tungau yang ada di kasur dapat diatasi dengan berbagai cara. Bahkan, kamu bisa membasmi serangga kecil ini tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner.


    Cara Basmi Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    Membersihkan tungau di kasur dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dilansir dari situs Mayo Clinic, Kamis (17/7/2025), berikut tipsnya:

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Tips yang pertama adalah rutin mencuci seprai kasur setiap minggu. Hal ini juga termasuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover.

    Agar efektif membunuh tungau dan menghilangkan debu, pastikan seluruh kain dicuci dengan air panas dengan suhu minimal 54,4 derajat Celcius. Jika tidak bisa dicuci dengan air panas, seprai bisa dimasukkan ke dalam pengering selama 15 menit pada suhu yang sama.

    Setelah dicuci, jemur seluruh kain di bawah sinar matahari agar cepat kering. Kemudian angkat kain dan jangan lupa disetrika agar wangi dan tidak terlihat kusut.

    2. Jaga Suhu Kelembapan di Rumah

    Tungau termasuk serangga yang hidup dan berkembangbiak di udara lembap. Maka dari itu, sebaiknya jaga kelembapan di dalam rumah hingga di bawah 50%.

    Pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik di dalam kamar tidur. Gunakan juga dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih di udara.

    3. Garam

    Jika menemukan 1-2 tungau yang ada di kasur, kamu dapat membasminya dengan garam. Bahan dapur ini disebut efektif untuk membasmi tungau dengan cepat.

    Caranya cukup mencampur air dan garam hingga menjadi larutan, setelah itu dimasukkan ke dalam botol semprot. Kini, kamu tinggal menyemprot larutan tersebut ke area yang dihinggapi tungau.

    4. Minyak Lavender

    Selain garam, kamu juga dapat membasmi tungau dengan minyak lavender. Kandungan senyawa linalool pada tanaman ini dapat mengganggu indra penciuman tungau.

    Caranya cukup dengan meneteskan minyak lavender ke area yang terdapat tungau di kasur. Tunggu beberapa saat agar tungau mati setelah mencium aroma lavender yang menyengat.

    5. Buang Barang yang tidak Terpakai

    Apabila ditemukan ada banyak barang tidak terpakai di dalam kamar tidur, sebaiknya segera dibuang. Barang tersebut lama-lama akan berdebu dan akhirnya menjadi tempat bagi tungau untuk berkembang biak.

    Singkirkan barang-barang seperti buku, hiasan meja, majalah, atau pernak-pernik yang tidak terpakai di dalam kamar. Selain mencegah tungau, cara ini juga membuat kamar tidur terlihat lebih bersih dan nyaman.

    6. Jemur Kasur

    Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjemur kasur. Sebab, sinar matahari yang terik bisa membuat tungau mati.

    Menjemur kasur di bawah sinar matahari juga membantu mengurangi kelembapan di kasur sehingga tidak ada lagi tungau yang hinggap. Namun, pastikan kamu mengecek kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum memutuskan menjemur kasur.

    Demikian enam cara membasmi tungau di kasur tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Cepat Bersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang paling mudah terlihat kotor. Tandanya adalah banyak debu-debu halus yang menempel di permukaan kerangka pelindung hingga ke baling-balingnya.

    Semakin lama didiamkan, debu bisa semakin tebal dan tidak akan bersih hanya dengan diberi angin kencang. Oleh karena itu kipas angin harus rutin dibersihkan.

    Cara Membersihkan Kipas Angin

    Kipas angin bisa dibersihkan tanpa perlu dibongkar atau disiram air. Dilansir The Spruce dan The Dollar Stretcher, begini caranya.


    Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner merupakan salah satu perangkat kebersihan yang praktis yang memanfaatkan angin untuk menyedot debut. Penyedot debu memiliki lubang yang tidak begitu besar dan bentuknya yang fleksibel sehingga bisa membersihkan di mana saja.. Berikut cara menyedot deb dengan vacuum cleaner.

    1. Cabut listrik dari stop kontak atau cabut baterai kipas angin
    2. Sedot debu menggunakan vacuum cleaner dan bersihkan semua bagian dalam kipas angin dengan hati-hati
    3. Jika sudah cukup, bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

    Larutan Sabun, Cuka, Baking Soda

    Jika dirasa dengan menyedot debu saja tidak cukup. Coba pakai bahan pembersih yang memang bisa membersihkan hingga membunuh bakteri pada kipas angin. Bahan-bahan tersebut adalah sabun, cuka, dan baking soda. Caran membersihkan kipas dengan campuran larutan tersebut sebagai berikut.

    1. Campurkan 2 sdm (sendok makan) sabun cuci piring, 1/2 gelas cuka, dan 3 sdm baking soda
    2. Masukkan ke dalam botol semprotan, kocok-kocok
    3. Semprotkan cairan ke arah kipas yang berdebu
    4. Tutup seluruh bagian lingkaran kipas dengan plastik besar
    5. Nyalakan kipas agar berputar dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit
    6. Buka plastik dan debu akan terlepas dari kipas angin.

    Garam atau Pasir

    Mungkin tidak bisa dibayangkan bagaimana garam bisa membersihkan debu. Namun cara ini benar-benar bisa. Begini caranya.

    1. Letakkan kipas angin secara mendatar atau bagian bundar menghadap bawah
    2. Tutup bagian kipas dengan kain atau plastik
    3. Masukkan garam atau pasir kering ke kipas angin
    4. Pastikan kipas tertutup rapat, nyalakan kipas dan biarkan berputar-putar selama beberapa menit agar debu tersapu
    5. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Pengering Rambut

    Penghuni rumah bisa menghempaskan debu pada kipas angin menggunakan pengering rambut. Alat ini mengeluarkan angin kencang yang bisa membersihkan kotoran yang menempel. Berikut ini cara menggunakan pengering rambut untuk membersihkan kipas angin.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah
    3. Semprotkan angin menggunakan pengering rambut dari bagian belakang, lalu ke seluruh bagian hingga debu terjatuh
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun



    Jakarta

    Kamitetep merupakan nama serangga yang mungkin asing bagi beberapa orang. Sebab, serangga satu ini bentuknya unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva. Warna tubuh luarnya terlihat bertekstur berwarna mirip pasir. Jika dilihat sekilas, kamitetep lebih mirip dengan debu yang menggumpal. Serangga satu ini sangat menyukai tempat yang lembap dan kotor seperti gudang, area di luar rumah, di pojokan barang yang jarang dibersihkan.

    Kamitetep meskipun tidak menggigit atau menyerang, tetapi bulu halusnya dapat menyebabkan gatal-gatal hingga iritasi bagi yang memegangnya. Oleh sebab itu, kamitetep perlu diwaspadai dan dijauhi.


    Cara mengusir kamitetep dari rumah ternyata tidak sulit lho. Ada beberapa cara membasminya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dilansir Bugwiz berikut di antaranya.

    Tips Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Pakai Sabun Cuci Piring

    Bahan yang ternyata efektif untuk mengusir kamitetep adalah sabun cuci piring. Bahan-bahan sabun cuci piring memakai bahan-bahan yang dapat membuat kamitetep dehidrasi dan merusak lapisan lilin pada tubuhnya.

    Sabun cuci piring harus dicampurkan dengan 3-4 liter air. Ketika dicampurkan jangan sampai terlalu banyak busa. Kemudian, tusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak. Lubang kecil yang muncul dapat menjadi akses sabun cuci piring bisa masuk ke tubuh kamitetep. Apabila hanya disemprot atau disiram ke tubuh kamitetep, tidak akan begitu berefek karena tubuhnya memiliki lapisan lilin.

    2. Gunakan Pestisida

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah pestisida. Namun, bahan ini harus digunakan hati-hati karena bisa berbahaya jika terkena hewan peliharaan atau anak-anak.

    Sebelum memutuskan untuk memakai pestisida, pastikan produk tersebut aman digunakan di dalam ruangan.

    3. Bersihkan Rumah

    Cara paling aman, mudah, dan efektif mengusir kamitetep adalah dengan rajin membersihkan rumah. Rumah yang bersih bukan tempat yang cocok untuk kamitetep.

    Tempat yang harus dibersihkan ada seluruh ruangan, terutama di area yang mungkin jarang dijamah seperti plafon, atap, di bawah perabotan, dan lain-lain. Area-area tersebut menjadi tempat berkumpulnya santapan kamitetep seperti jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    4. Jaga Kelembapan Rumah

    Selain harus bersih, rumah juga harus bebas dari lembap. Seperti yang disebutkan sebelumnya jika kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi.

    Cara mengatasi rumah yang lembap adalah dengan memaksimalkan ventilasi udara dan cahaya di rumah. Bisa juga dengan menggunakan dehumidifier, perangkat elektronik yang efektif menyerap kelembapan pada ruangan.

    5. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir The Pest Informer, kamitetep sering masuk lewat retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu. Sebelum benar-benar mengusir kamitetep, cari dahulu akses masuknya dan tutup akses tersebut. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Itulah sejumlah cara untuk membasmi kamitetep. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tertukar antara Bed Cover dan Seprai, Ini Perbedaannya



    Jakarta

    Tempat tidur biasanya dilapisi dengan kain seperti selimut, bed cover, dan seprai. Perlengkapan tersebut untuk menambah estetika maupun kenyamanan bagi penggunanya.

    Beberapa istilah perlengkapan itu terkadang tertukar misalnya bed cover dan seprai. Nah, kedua benda itu punya fungsi dan bentuk yang berbeda.

    Lantas, apa perbedaan antara bed cover dan seprai? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Bed Cover dan Seprai

    Inilah beberapa perbedaan bed cover dan seprai, dikutip dari Comfort Beddings.

    1. Bentuk

    Bed cover adalah kain persegi yang berbentuk lebar dan tebal. Kain ini juga tebal, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni.

    Sementara itu, seprai berupa kain tipis dan lebar. Bentuknya menyesuaikan dengan dimensi kasur. Pinggiran seprai terdapat karet untuk menyangkutkan ke matras.

    2. Fungsi

    Bed cover mempunyai berfungsi untuk menutup permukaan kasur. Selain itu, bed cover bisa menjadi selimut buat memberi kehangatan.

    Di sisi lain, seprai adalah kain untuk menutup permukaan matras agar tidak langsung menyentuh kulit. Lapisan ini melindungi kulit dari alergi dan iritasi akibat debu dan bakteri pada kasur.

    3. Estetika

    Bed cover dan seprai sama-sama bisa menambah estetika tempat tidur. Akan tetapi, bed cover tersedia dalam berbagai motif dan warna unik, sehingga lebih cocok untuk dekorasi. Sementara itu, seprai biasanya berwarna polos dan motif tidak terlalu mencolok.

    4. Ukuran

    Meski bed cover dan seprai sama-sama melapisi permukaan tempat tidur, kedua benda ini berbeda dari segi ukuran. Bed cover biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran sana, sedangkan seprai beberapa ukuran untuk menyesuaikan banyak ukuran kasur.

    Itulah perbedaan bed cover dan seprai. Jangan sampai tertukar ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Bak Cuci Piring sampai Kinclong, Bisa Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Saat membersihkan dapur, bak cuci piring nggak boleh sampai ketinggalan. Meski sering disiram air dan sabun, bak ini tetap bisa menimbun kotoran.

    Penghuni rumah sebenarnya dapat membersihkan bak cuci piring dengan mudah. Caranya dengan menggunakan pembersih dari bahan dapur seperti soda kue untuk membuat bak ini kinclong.

    Bagaimana cara membersihkan bak cuci piring pakai soda kue? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Bersihkan Bak Cuci Piring

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan bak cuci piring berbahan stainless steel, dikutip dari The Spruce, Selasa (22/7/2025).

    1. Taburkan Pembersih

    Pertama, taburkan bubuk pembersih ke seluruh permukaan bak cuci piring. Penghuni bisa menggunakan soda kue sebagai alternatif dari pembersih komersial.

    2. Gosok Bak Cuci Piring

    Selanjutnya, gosok bak menggunakan spons lembut yang sudah dibasahi dan diberi beberapa tetes sabun cuci piring. Gosok bak cuci piring dengan gerakan memutar kecil. Jika ada noda membandel, gunakan spons yang lebih kasar untuk membersihkan bak.

    3. Bilas Bak Cuci Piring

    Setelah menggosok seluruh bak, bilas sisa sabun atau soda kue. Sebaiknya gunakan air hangat ketika membilas bak cuci piring.

    4. Keringkan Bak Cuci Piring

    Lalu, keringkan permukaan bak menggunakan kain mikrofiber. Kain ini ampuh mengangkat sisa kotoran pada stainless steel, sehingga bak cuci piring menjadi kinclong.

    5. Bersihkan Keran Air

    Setelah bak kering, bekas kain mikrofiber itu bisa dipakai untuk membersihkan keran air. Fokuskan pembersihan pada bagian dasar keran, karena kotoran dan debu sering kali menempel di area ini. Kalau keran kotor, penghuni dapat membersihkannya dengan cara yang sama seperti bak cuci piring.

    Itulah cara membersihkan bak cuci piring sampai kinclong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Titik Ini Jarang Dibersihkan di Rumah, Bisa Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Rumah harus dibersihkan secara rutin agar bebas kotoran dan debu. Namun, ada beberapa bagian rumah yang sering kali luput dibersihkan, sehingga menjadi sarang debu.

    Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Penghuni perlu membersihkan debu agar rumah tidak kotor serta terhindar dari penyakit.

    Lantas, bagian rumah mana saja yang biasa menjadi sarang debu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tempat yang Bisa Jadi Sarang Debu

    Inilah beberapa tempat yang sering kali menjadi sarang debu karena jarang dibersihkan, dilansir dari Southern Living.

    1. Gorden atau Tirai

    Gorden dan tirai mudah sekali kotor dan ditempeli debu karena biasanya terbuat dari bahan kain. Penghuni rumah perlu rajin mengganti gorden dan mencucinya. Jika gorden atau tirai tidak terbuat dari kain, penghuni bisa membersihkannya dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

    2. Dipan Tempat Tidur

    Dipan adalah kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari besi, kayu, atau bahan lainnya. Sisi-sisi dipan mudah jadi tempat berkumpulnya debu.

    Sebagai langkah pencegahan, penghuni perlu membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Penghuni bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu untuk membersihkan dipan.

    3. Dinding

    Dinding rumah juga dapat menjadi sarang debu. Debu masih bisa menempel walaupun dinding berbentuk vertikal.

    Bagian rumah ini memang jarang dibersihkan, sehingga nggak heran kalau debu menumpuk. Penghuni bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber atau kemoceng bergagang panjang.

    4. Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen adalah bingkai pada pintu dan jendela. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan spons kering dan basah.

    5. Ventilasi Udara

    Debu bisa masuk rumah melalui ventilasi udara. Tak heran, banyak debu menumpuk di bagian rumah ini. Penghuni dapat membersihkan ventilasi menggunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu dengan sikat minimal sebulan sekali.

    Itulah beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tembok Rumah Selalu Kusam Meski Baru Dicat? Ini Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Warna cat dinding tidak akan bertahan selamanya. Seiring waktu, warnanya akan pudar dengan sendirinya.

    Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Dilansir laman Kraudelt Painting, penyebab cat rumah mudah kusam dan pudar adalah paparan sinar matahari. Warna cat yang paling cepat berubah adalah cat putih karena proses oksidasi. Bahkan pada kondisi terparah, cat putih bisa berubah menjadi kekuningan.

    Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah bereaksi karena pigmen putih di dalamnya aktif. Alhasil cat dinding terutama yang putih bisa muncul bintik bintik kuning.


    Alasan kedua adalah lembap, terutama di musim hujan. Cat yang terkena basah kemudian kering yang terjadi dalam waktu yang lama juga bisa mengalami pemudaran warna. Masalah ini bisa terjadi pada cat dinding di area outdoor dan indoor.

    Lalu, paparan asap dari kendaraan, pembakaran, dan rokok juga bisa menyebabkan warna cat dinding rusak. Terakhir, faktor yang menyebabkan cat dinding cepat kusam adalah reaksi bahan kimia.

    Cara Mengatasi Cat Tembok yang Kusam

    Masalah cat kusam bisa diatasi dengan mudah. Bisa dengan pembersihan, tanpa perlu dicat ulang. Dilansir The Spruce berikut cara mengatasi cat yang kusam agar warnanya bertahan lama.

    Sebelumnya, cara membersihkan cat terdapat 2 cara berbeda tergantung pada jenis cat yang dipakai. Berikut caranya.

    Cat Berbahan Minyak

    Cat minyak untuk dinding biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Cat minyak memiliki permukaan yang tahan terhadap gesekan setiap dibersihkan.

    Cara mengembalikan warna cat minyak ke warna semula adalah dengan menghindari bahan pembersih dari kimia keras. Sebab, bahan kimia justru membuat cat dinding mudah rusak.

    Larutan pembersih yang harus disiapkan adalah satu sendok teh sabun pencuci piring, 1/2 sendok teh cuka putih, dan air hangat. Setelah dicampur, usap pada dinding. Jangan lupa siapkan wadah berisi air bersih untuk bilasan. Gunakan alat pembersih lain atau spons untuk mengeringkan permukaannya.

    Cat Berbahan Air atau Lateks

    Cat satu ini biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Memakai cat berbahan air atau lateks memiliki keunggulan yakni tahan terhadap air sehingga tidak mudah mengelupas. Cat berbahan air juga lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah mengelupas dibandingkan cat yang berbahan dasar minyak.

    Meskipun terlihat kuat dan tahan lama, cat berbahan dasar air atau lateks mudah sekali kotor karena debu mudah menempel pada permukaannya.

    Cara mengatasinya adalah dengan mencampurkan satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    Bersihkan dinding yang kusam dan kotor menggunakan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Bersihkan mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih. Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini.

    Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih. Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Cara Mengatasi Dinding Kusam Tanpa Dicat Ulang

    Kontraktor Wildan mengatakan apabila belum bisa mengecat ulang dinding yang kusam karena kesibukan atau terkendala biaya, area tersebut bisa ditutup dengan foto, pajangan, lukisan, atau wallpaper.

    “Tapi kalau tidak mau (perbaikan pada dinding), bisa pakai alternatif lain dengan dipasang wallpaper atau ditutup dengan lukisan atau juga furniture,” tuturnya kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rumah Bau Apek karena Kelembapan? Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Pernah mencium bau apek dari dinding rumah saat baru pulang dari liburan panjang atau rumah lama tak ditinggali? Waspada, bau tersebut bisa jadi tanda adanya kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Bau apek memang umum terjadi di rumah yang lama tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, membuat ruangan menjadi lembap dan pengap. Kondisi seperti ini sangat disukai jamur, dan saat mereka berkembang biak, spora yang dilepaskan menimbulkan aroma khas yang tidak sedap.

    Menurut situs The Spruce, jamur biasanya tumbuh di area seperti pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding rumah. Tak hanya mengganggu kenyamanan, spora jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya bisa berupa mata gatal, bersin, ruam kulit, atau hidung tersumbat jika terpapar terlalu lama.


    Selain jamur, tumpukan debu yang tidak dibersihkan juga bisa memicu bau apek. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh saat rumah mulai tercium bau tak sedap.

    Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apek karena kelembapan, terutama di dinding rumah:

    1. Buka Semua Ventilasi

    Langkah pertama, buka semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar udara segar masuk dan mendorong udara lembap keluar. Hindari menyalakan AC karena hal ini akan menutup sirkulasi udara. Jika ada, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu menurunkan tingkat kelembapan.

    2. Bersihkan Debu secara Menyeluruh

    Debu yang menumpuk juga bisa memicu bau tak sedap. Gunakan vacuum cleaner untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dibersihkan. Lakukan pembersihan dalam kondisi rumah tetap terbuka agar debu dan udara kotor bisa langsung keluar.

    3. Basmi Jamur dari Dinding

    Jamur yang menempel di dinding bisa dibersihkan dengan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Jika ingin alternatif alami, cuka juga cukup ampuh. Oleskan cuka ke permukaan yang berjamur, diamkan sejenak, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan dinding atau perabotan.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, pastikan bahan seperti wallpaper atau furnitur bisa dicuci. Coba dulu di satu titik kecil sebelum membersihkan seluruh permukaan. Gunakan cuka secara perlahan, jangan menggosok terlalu kuat,” ujar James Mellan-Matulewicz, Creative Director Bobbi Beck, dikutip dari Homes & Gardens.

    Dengan langkah-langkah tersebut, bau apek di dinding rumah akibat kelembapan bisa diatasi. Jangan tunda membersihkannya, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko jamur menyebar dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com