Tag: debu

  • 3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

    Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

    Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


    Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

    Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

    Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

    Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

    “Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

    2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

    Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

    Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

    Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

    “Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

    3. Cuci Kain Secara Berkala

    Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

    “Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

    Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

    “Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

    Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Salah Kaprah yang Bikin Vacuum Cleaner Cepat Rusak


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak peralatan canggih untuk membersihkan rumah. Salah satunya vacuum cleaner yang dapat menyedot segala jenis debu dan kotoran halus. Bahkan saat ini sudah muncul vacuum yang dapat menyedot cairan tanpa menyisakan warna pada permukaan yang basah.

    Meskipun peralatan sudah canggih, masih ditemukan beberapa vacuum cleaner tidak memahami cara memakai peralatan tersebut. Alhasil bukannya rumah jadi bersih, justru lebih kotor.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut beberapa kesalahan saat menggunakan vacuum cleaner yang bikin alatnya cepet rusak.


    1. Memakai Jenis Vacuum Cleaner yang Tidak Sesuai

    Vacuum cleaner memiliki beberapa jenis yang dibedakan oleh fungsinya. Sebagai contoh ada yang bisa menyedot kotoran kering dan basah. Sebelum membeli dan memakainya, pengguna harus mengecek mana alat yang sesuai dengan kebutuhan.

    “Misalnya, penyedot debu tegak paling baik untuk karpet, karena biasanya lebih kuat daripada penyedot debu tanpa kabel. Jika Anda memiliki karpet atau permadani yang lebih tebal, penting untuk menggunakan penyedot debu yang paling cocok untuk jenis permukaan ini, dan memungkinkan Anda mengumpulkan semua kotoran dan kotoran di dalam serat tebal tersebut,” tutur Manager di Online Carpets, James Higgins, seperti yang dikutip pada Kamis (20/1/2025).

    2. Tidak Memasang Alat-alat dengan Benar Sesuai Fungsinya

    Kesalahan lainnya disebabkan salah memasang alat tambahan pada vacuum cleaner. Alat tambahan ini bentuknya seperti bentuk moncong dari vacuum cleaner. Umumnya semakin rapat penghalangnya berarti semakin halus kotoran yang tersedot. Memakai alat tambahan yang sesuai juga mencegah perabotan di rumah rusak.

    3. Memakai Vacuum Cleaner Terburu-buru

    Prinsip memakai vacuum cleaner sama dengan sapu biasanya, yakni jangan dipakai terburu-buru agar semua kotoran dapat terangkat. Namun, banyak orang mengira ketika memakai vacuum cleaner justru harus cepat-cepat karena kotoran halus mudah terhisap. Padahal dengan menggerakkan vacuum cleaner secara lambat dan stabil lebih cepat membersihkan kotoran.

    “Pertahankan kecepatan yang lambat namun stabil agar peralatan Anda memiliki peluang terbaik untuk mengangkat semua kotoran, terutama saat menyedot debu dan membersihkan karpet,” kata CEO dan Founder Sparking Clean Pro, Vanessa Bossart.

    4. Menyedot Kotoran yang Besar

    Sebelum memakai vacuum cleaner, penting untuk diketahui bahwa peralatan ini didesain untuk menyedot kotoran kecil, bukan yang besar hingga tidak muat masuk ke dalam vacuum. vacuum cleaner tanpa mengangkat kotoran yang besar.

    “Menyedot debu pada benda keras seperti batu mungkin tampak tidak berbahaya, namun dapat merusak penyedot debu Anda. Hindari hal ini dengan mengambil benda keras yang terlihat sebelum menyedot debu. Jika Anda memiliki lantai kayu keras, pertimbangkan untuk menyapu sebelum menyedot debu untuk mencegah potensi kerusakan pada penyedot debu Anda,” ujar CEO Bringer Appliance Repair David Bringer.

    5. Tidak Membuang Kotoran pada Vacuum Cleaner

    Semua penyedot debu atau vacuum cleaner memiliki batas maksimal keterisian dan banyak orang mengabaikannya. Hal ini bisa berdampak buruk pada vacuum cleaner.

    “Jika kantong terlalu penuh, daya hisapnya berkurang karena semakin sedikit ruang untuk mengalirkan udara. Penyedot debu juga tidak mengangkat kotoran, dan bahkan bisa menjadi terlalu panas, sehingga membahayakan daya tahan dan memperpendek masa pakainya,” jelas Cleaning Expert dan Operations Manager di Deluxe Maid, James King.

    Maka dari itu, penting untuk mengosongkan kantong sampah pada vacuum cleaner ketika sudah setengah penuh.

    6. Tidak Membersihkan Vacuum Cleaner

    Membersihkan vacuum cleaner perlu dilakukan agar alat tersebut tetap awet. Namun, masih saja ada yang jarang membersihkannya.

    “Jadikan rutinitas untuk membersihkan vacuum cleaner. Saat kantung debunya penuh, bersihkan. Filternya? Bersihkan atau ganti seperti yang ada di manual. Dan jangan lupa untuk memeriksa apakah ada yang menghambat pada selang atau bagian sikat. Rutin membersihkan vacuum cleaner berarti alat tersebut bisa tetap bekerja dengan baik,” kata Profesional Cleaner dan General Manager di Park Slope Cleaning, Diana Ciechorska.

    Itulah beberapa kesalahan dalam penggunaan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Membasmi Semut Merah dari Rumah Biar Nggak Balik Lagi


    Jakarta

    Keberadaan semut merah di rumah cukup mengganggu. Mengusir semut merah bisa dilakukan untuk mengurangi gangguanya. Gigitan semut merah terkenal suka menggigit dan agresif bila terusik.

    Tak hanya itu, semut merah juga suka menggerogoti barang serta furnitur hingga membuatnya rusak. Nah, buat kamu yang sudah tak tahan dengan keberadaan semut merah di rumah. Berikut beberapa tips ampuh yang bisa kamu lakukan untuk mengusir semut merah.

    Melansir dari dari Homes and Gardens, Senin (8/01/2024) berikut cara mengusir semut merah di rumah dengan mudah.


    Gunakan Tepung Maizena

    Cara pertama untuk mengusir semut merah dari rumah adalah dengan menaburkan tepung maizena. Selain dijadikan bahan untuk membuat kue, ternyata tepung maizena juga bisa mengusir semut merah. Kamu dapat mendapatkan bahan ini di toko terdekat dengan harga yang cukup terjangkau.

    Untuk menggunakannya, kamu hanya perlu menaburkan tepung maizena di atas semut merah jika melihatnya hingga semut tidak bisa akan bergerak. Setelah semut berhenti merangkak, cukup gunakan penyedot debu atau sapu untuk membersihkan semut dan sisa tepung maizena.

    Membuat Pestisida Alami dengan Minyak Mimba

    Jika memakai tepung maizena cukup merepotkan, kamu bisa menggunakan minyak mimba. Minyak mimba merupakan insektisida alami yang berasal dari biji pohon mimba (Azadirachta indica).

    Pestisida alami yang dapat digunakan untuk memerangi berbagai hama, termasuk semut, sekaligus melindungi tanaman dan perabotan di rumah. Kamu bisa menemukan bahan ini di marketplace dengan nama neem oil atau minyak mimba. Kita hanya perlu mengencerkannya dengan air lalu memasukkannya ke botol semprot lalu menyemprotkannya ke arah semut merah.

    “Minyak mimba tanpa campuran akan lebih efektif untuk melawan semut merah,” ujar editor kebun untuk Homes & Gardens, Rachel Crow.

    Gunakan Baking Soda dan Gula

    Bahan alami selanjutnya untuk mengusir semut merah adalah baking soda dan gula. Dengan mencampurkan baking soda dan gula dapat membasmi semut merah secara ampuh. Campurkan saja soda kue dan gula bubuk dengan perbandingan yang sama, lalu tempatkan campuran tersebut di sekitar rumah, tepatnya di mana tempat semut merah paling aktif. Dengan campuran ini, semut merah akan tertarik pada bau manis dari gula, lalu membawa bubuk itu kembali ke koloninya, dan setelah tertelan, semut-semut akan mati.

    Gunakan Obat Pengusir Serangga

    Jika pestisida buatan sendiri tidak manjur membunuh semut merah, pertimbangkan untuk menggunakan repellent atau obat pengusir serangga yang tersedia di pasaran. Namun, jika tinggal dalam rumah dengan anak kecil, orang dengan masalah pernapasan kesulitan seperti asma, atau hewan peliharaan, obat pengusir serangga ini bisa berbahaya. Jadi, gunakan dengan sangat hati-hati sesuai petunjuk penggunaan.

    Demikian tips membasmi semut merah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertanda Bantal Kamu Kedaluarsa



    Jakarta

    Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa bantal memiliki masa pemakaian. Seiring waktu, kamu akan merasakan tanda-tanda ini ketika bantal sudah melewati tanggal kadaluarsa.

    Jika tidak segera ditangani, ini dapat mengganggu kualitas istirahat yang kamu butuhkan, apalagi parahnya bisa membuat kamu sakit, Lho.

    Dikutip dari Serta, Minggu (21/1/2023), elemen di kasur kamu seperti bantal bisa kadaluarsa, sehingga perlu adanya pengecekan dan pembersihan rutin.


    Jika tidak segera dilakukan penanganan, kemungkinan akan timbulnya tungau, debu, bahkan kutu busuk. Oleh karena itu, kemungkinan kamu perlu memperhatikan bantal kamu agar kotoran, debu dan serangga tidak bersarang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kebiasaan yang Tanpa Kamu Sadari Bikin Rumah Banyak Debu



    Jakarta

    Debu pada rumah tak hanya membuat ruangan jadi kotor, ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Terutama, bagi kamu yang punya alergi debu dan asma.

    Mungkin kamu mulai bertanya? Dari mana debu yang bertebaran di rumah itu muncul? Tanpa kamu sadari, terdapat kebiasaan yang turut menghasilkan banyak debu di rumah.

    Lalu, kira-kira apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari Bob Vila, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa kebiasaan yang bikin rumah banyak debu dan cara mengatasinya.


    1. Menggunakan Karpet

    Tanpa kamu sadari, penggunaan karpet dapat mengumpulkan banyak debu. Terlebih lagi jika jarang dibersihkan, banyak debu yang akan menumpuk di karpet.

    Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shaggy dengan anyaman datar dan untuk mencegah penumpukan debu, lakukan pembersihan secara rutin. Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas debu, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan kibaskan karpet untuk membersihkannya dari debu.

    2. Membersihkan Debu Pakai Kain kotor atau Bekas

    Masih menggunakan kaos bekas yang tak terpakai untuk membersihkan debu? Kamu perlu menghentikan kebiasaan ini. Untuk membersihkan debu, sebaiknya gunakan kain mikrofiber dengan serat sintetisnya yang halus.

    Kain mikrofiber mampu menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa. Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja.

    3. Tidak Meletakkan Keset di Depan Pintu

    Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur. Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk.

    4. Menggunakan Vacuum Cleaner dengan Model Lama

    Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar kamu tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk. Cobalah ganti model vacuum cleaner dengan teknologi filter HEPA, yang bisa menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar.

    5. Membiarkan Udara di dalam Ruangan Terlalu Kering

    Untuk mencegah debu menjadi menumpuk, usahakan untuk menjaga kelembapan di rumah sekitar 40-50 persen. Gunakan humidifier pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator kamu untuk menambahkan H2O atau air ke udara.

    6. Jarang Membersihkan Tirai atau Gorden

    Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet untuk debu yang masuk atau keluar. Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci minimal sekali atau dua kali setahun.

    Demikian 6 kebiasaan yang bikin rumah banyak debu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



    Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Datangnya Debu di Rumah? 12 Hal Ini Mungkin Sumbernya


    Jakarta

    Mungkin kamu penasaran? Mengapa masih banyak debu yang menumpuk di rumah meski kamu sudah membersihkannya. Untuk masalah debu menumpuk ini, mungkin kamu lupa untuk membersihkan sumber debu yang ada di rumah.

    Sehingga debu akan terus menumpuk membuat rumah kotor meski kamu sudah membersihkannya berulang kali. Nah, agar pembersihan lebih mudah kamu harus tahu sumber debu itu berasal.

    Mengutip dari Den Garden, Rabu (7/2/2024), berikut beberapa sumber debu yang menumpuk di rumah.


    1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

    Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

    Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

    2. Serat dari Pakaian

    Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

    3. Karpet

    Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

    4. Remah Makanan

    Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

    5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

    Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

    6. Tisu dan Lap Dapur

    Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

    7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

    Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

    8. Jamur dan Bakteri

    Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

    9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

    Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

    10. Mikroplastik

    Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

    11. Produk Perawatan Pribadi

    Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

    12. Kotoran dan Abu dari Kompor

    Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

    Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Penyebab Debu Sering Muncul di Rumah Meski Sering Dibersihkan



    Jakarta

    Rumah kamu banyak debu? Sudah berulang kali dibersihkan tapi tetap saja rumah terasa kotor dan berdebu. Bisa jadi hal ini penyebabnya.

    Bila dibiarkan debu dan kotoran bisa jadi sumber penyakit misalnya infeksi kulit seperti gatal-gatal hingga yang lebih serius yakni gangguan pernapasan.

    Oleh karena itu, debu dan kotoran di rumah harus segera dibersihkan. Namun persoalannya, meski sering kita bersihkan, debu selalu muncul.


    Bisa jadi ini sumber debu di rumah menurut laporan Den Garden

    1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

    Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

    Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

    2. Serat dari Pakaian

    Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

    3. Karpet

    Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

    4. Remah Makanan

    Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

    5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

    Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

    6. Tisu dan Lap Dapur

    Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

    7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

    Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

    8. Jamur dan Bakteri

    Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

    9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

    Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

    10. Mikroplastik

    Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

    11. Produk Perawatan Pribadi

    Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

    12. Kotoran dan Abu dari Kompor

    Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

    Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Lokasi Ini Jadi Sarang Debu di Rumah, Begini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Debu memang menjadi salah satu musuh terbesar ketika membersihkan rumah. Bagaimana tidak? Debu akan terus menumpuk di mana-mana kalau tidak rajin dibersihkan.

    Apalagi ada saja lokasi-lokasi yang terlupakan atau diabaikan karena tidak terlihat atau sulit diraih. Meski bukan sesuatu yang berbahaya, debu sebenarnya bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti alergi dan asma.

    Melansir dari laman Southern Living, berikut ini tempat yang bisa menjadi sarang debu di rumah, sehingga harus rajin dibersihkan.


    Atas Perabotan

    Debu seringkali menumpuk di atas perabotan seperti rak, lemari, bahkan kulkas karena jarang terlihat. Sebelum membersihkan area ini, pastikan untuk menyingkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu. Lalu, gunakan kemoceng panjang atau microfiber yang lembab untuk membersihkan permukaannya.

    Dipan Tempat Tidur

    Dipan tempat tidur bisa menjadi tempat berkumpulnya debu yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Kamu bisa membersihkan bingkai tempat tidur yang terbuat dari kain menggunakan penyedot debu dengan nozzle. Sementara bingkai tempat tidur dari kayu dibersihkan dengan kain mikrofiber basah.

    Penutup Jendela

    Penutup jendela seperti gorden dan tirai bisa cepat berdebu, apalagi kalau tidak pernah dibersihkan. Jangan lupa untuk mencuci gorden secara berkala untuk mengurangi debu. Sementara itu, tirai jendela bisa dibersihkan dengan praktis menggunakan kemoceng mikrofiber.

    Dinding

    Plafon dan dinding umumnya jarang sekali dibersihkan. Kamu bisa membersihkan debu pada dinding dari atas ke bawah menggunakan kuas yang belum terpakai atau handuk microfiber kering.

    Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen pintu dan jendela yang tidak dibersihkan, lama-lama bisa menjadi sarang debu. Bersihkan area ini dengan spons dengan mengusap setiap tepian dan celah di jendela dan pintu.

    Ventilasi Udara

    Debu bisa juga menumpuk di ventilasi udara dari waktu ke waktu. Pastikan untuk membersihkan ventilasi dengan kemoceng microfiber atau penyedot debu dengan sikat setidaknya sebulan sekali.

    Bohlam

    Bohlam yang berdebu ternyata dapat mengurangi pencahayaan hingga 30% menurut Departemen Energi AS. Oleh karena itu, membersihkan bohlam bisa menjadi kebiasaan baik untuk mendapat penerangan yang lebih baik.

    Jangan lupa untuk mematikan lampu, mencabut saluran listrik, dan menunggunya dingin sebelum dibersihkan. Bersihkan bohlam dengan mengusapnya menggunakan kain kering. Sementara untuk lampu gantung bisa disapu dengan kemoceng panjang.

    Itulah cara membersihkan sarang debu yang sering terlupakan di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com