Tag: debu

  • 5 Penyebab Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel Berkali-kali


    Jakarta

    Lantai rumah perlu dipel secara rutin agar tidak lengket dan terasa wangi. Namun terkadang muncul aroma bau amis dari lantai walau sudah dipel sampai berkali-kali.

    Jika lantai masih tercium bau amis yang bikin tidak nyaman, mungkin jadi pertanda kalau lantai sebenarnya masih kotor. Lantas, apa yang menyebabkan lantai masih bau meski sudah dipel? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut sejumlah faktor yang menyebabkan lantai tetap bau amis meski sudah dipel berkali-kali.


    1. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang sudah kotor tentu tidak akan mampu membersihkan lantai secara optimal. Maka tak heran lantai masih tercium bau amis walau sudah dipel berulang kali.

    Untuk itu, kamu perlu mencuci kain pel secara berkala agar tetap bersih dan wangi. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin menggunakan detergen, lalu dijemur di bawah matahari sampai kering.

    2. Air Pel Kotor

    Meski kain pel sudah rutin dicuci, tapi percuma saja jika kamu menggunakan air pel yang kotor dan bau. Selain mengeluarkan bau tak sedap, mengepel lantai dengan air kotor justru menambah kuman dan bakteri yang dapat membahayakan penghuni rumah.

    Agar tetap bersih dan sehat, kamu bisa menggunakan air hangat untuk mengepel lantai. Tambahkan juga cairan pembersih lantai agar wangi dan kinclong.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Ternyata ember pel yang sudah kotor juga bisa menyebabkan lantai bau amis. Sebab, banyak kotoran, sisa makanan, dan debu yang menggenang di bawah ember pel. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka kain pel justru menyerap kotoran tersebut dan akhirnya menempel di permukaan lantai.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Mengepel lantai secara asal-asalan juga bisa menimbulkan bau tidak sedap. Ternyata, teknik mengepel juga dipengaruhi oleh alat pel yang digunakan.

    Untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka ‘8’. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, sehingga hanya menggunakan air biasa. Ditambah lagi kain dan ember pel yang sudah kotor, maka tak heran lantai tercium bau amis yang bikin tidak nyaman.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera kamu, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Demikian lima penyebab lantai tercium bau amis meski sudah dipel berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kipas Angin Penuh Debu? Begini Cara Bersihkan Tanpa Harus Dibongkar


    Jakarta

    Kipas angin yang tidak dibersihkan dapat menimbun banyak debu. Penghuni rumah harus rajin membersihkannya agar tumpukan debu tidak menghalangi aliran angin atau menyebar ke udara.

    Biasanya kipas angin dibersihkan dengan cara membuka bagian penutupnya. Lalu, penutup dan baling-baling dilepas dan dicuci di bawah aliran air.

    Namun, membongkar kipas angin terkadang ribet dan sulit dilakukan. Nah, sebenarnya ada cara praktis untuk membersihkan kipas tanpa perlu membongkarnya, lho.


    Bagaimana cara membersihkan kipas angin tanpa membuka penutupnya? Simak tipsnya berikut ini

    Cara Bersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar

    Inilah sejumlah metode untuk membersihkan kipas angin tanpa membuka penutupnya, dikutip dari The Spruce dan The Dollar Stretcher.

    Vacuum Cleaner

    Penghuni bisa memakai vacuum cleaner atau penyedot debu untuk membersihkan kipas. Metode ini akan lebih efektif kalau menggunakan penyedot debu dengan ujung berukuran kecil sehingga bisa masuk ke celah penutup kipas angin. Berikut ini cara untuk membersihkan kipas dengan vacuum cleaner.

    1. Cabut listrik dari stopkontak atau cabut baterai kipas angin.
    2. Sedot debu menggunakan vacuum cleaner dan bersihkan seluruh bagian dalam kipas angin dengan hati-hati.
    3. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

    Garam atau Pasir

    Penghuni dapat memanfaatkan garam atau pasir buat membersihkan kipas angin. Caranya sebagai berikut.

    1. Letakkan kipas angin secara mendatar.
    2. Tutup bagian atas kipas dengan kain atau plastik.
    3. Masukkan garam atau pasir kering ke kipas angin.
    4. Pastikan kipas tertutup rapat, nyalakan kipas dan biarkan berputar-putar selama beberapa menit agar debu rontok.
    5. Setelah dirasa cukup, matikan kipas dan bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

    Larutan Sabun, Cuka, Baking Soda

    Selain itu, penghuni rumah bisa menggunakan larutan yang terbuat dari sabun, cuka, dan baking soda. Cara membersihkan kipas dengan larutan itu sebagai berikut.

    1. Campurkan 2 sdm (sendok makan) sabun cuci piring, 1/2 gelas cuka, dan 3 sdm baking soda.
    2. Masukkan bahan tersebut ke dalam botol semprotan, lalu kocok-kocok.
    3. Semprotkan cairan ke arah kipas yang berdebu.
    4. Tutup seluruh bagian lingkaran kipas dengan plastik besar.
    5. Nyalakan kipas agar berputar dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit.
    6. Buka plastik dan debu akan terlepas dari kipas angin.

    Kompresor Angin

    Kompresor angin cukup kuat untuk merontokkan debu dari kipas angin. Akan tetapi, alat ini tak banyak yang memilikinya di rumah. Berikut ini cara membersihkan kipas menggunakan kompresor angin.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin.
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah.
    3. Semprotkan angin dengan kompresor dari bagian belakang, lalu seluruh bagian.
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sedikit basah.

    Pengering Rambut

    Terakhir, penghuni bisa menghempaskan debu pada kipas angin memakai pengering rambut. Alat ini mengeluarkan angin kencang yang dapat membersihkan kotoran yang menempel pada kipas. Berikut ini cara menggunakan pengering rambut buat bersihkan kipas.

    1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin.
    2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah.
    3. Semprotkan angin menggunakan pengering rambut dari bagian belakang, lalu ke seluruh bagian hingga debu terjatuh.
    4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

    Itulah beberapa cara mudah untuk membersihkan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Pernah merasa udara di dalam rumah tidak segar atau bau apek? Suasana rumah seperti ini bisa membuat penghuni merasa kurang nyaman.

    Bukan tanpa alasan, bau apek itu dapat muncul karena berbagai faktor. Kalau merasa terganggu, penghuni sebaiknya mengatasi bau langsung pada sumbernya karena jika hanya menyemprot pewangi tak cukup menghilangkan baunya.

    Namun, kenapa rumah bisa bau apek ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Bau Apek

    Inilah sederet hal yang membuat rumah bau, dikutip dari Homes and Gardens.

    1. Kurang Sirkulasi Udara

    Bau tidak sedap bisa timbul dari aktivitas penghuni rumah seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah. Aroma itu bisa terperangkap di dalam rumah yang kurang sirkulasi udara. Nah, pastikan rumah sudah memiliki cukup ventilasi udara.

    2. Kelembapan Rumah Tinggi

    Rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan bau apek dan lembap. Kondisi seperti ini juga memicu pertumbuhan jamur dan lumut sehingga menambah bau. Penghuni dapat mengurangi kelembapan menggunakan dehumidifier atau membuka jendela setiap pagi selama setengah jam.

    3. Karpet Kotor

    Selain itu, bau apek bisa berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Sebenarnya sekadar menyedot debu pada karpet tidak cukup. Sebaiknya menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaga kebersihan karpet.

    4. Pakaian Lembap

    Pakaian dan linen yang belum sepenuhnya kering alias lembap bisa menimbulkan bau apek di rumah. Pastikan semua bahan kain kering sempurna sebelum menyimpannya di lemari.

    5. Jamur

    Rumah yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Beberapa tanda pertumbuhan jamur adalah muncul bercak hitam di tembok, furniture, dan karpet disertai bau apek. Cara menyingkirkannya bisa dengan menyemprotkan cuka pada jamur hitam lalu bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh debu dan kotoran di rumah. Setiap sudut rumah dan furnitur harus rajin dibersihkan agar tidak bau. Penghuni dapat menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    Itulah beberapa sumber bau apek di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Buru-buru Rapikan Kasur Setelah Bangun Tidur, Ada Manfaatnya Lho


    Jakarta

    Merapikan tempat tidur sebelum beraktivitas di pagi hari merupakan kebiasaan baik. Namun, membersihkan kasur sesaat setelah bangun ternyata kurang dianjurkan, lho.

    Dilansir dari Real Simple, penghuni rumah disarankan untuk tidak langsung merapikan tempat tidur ketika bangun. Soalnya kasur yang baru digunakan buat tidur semalaman dalam kondisi lembap. Hal itu dapat memicu pertumbuhan tungau debu.

    CEO Mattress Next Day Martin Seeley mengatakan, rata-rata manusia mengeluarkan keringat sebanyak 500 mililiter per malam. Kondisi tersebut membuat tempat tidur menjadi lingkungan yang cocok bagi tungau buat berkembangbiak di pagi hari.


    “Oleh sebab itu, penting untuk membiarkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kelembapan secara menyeluruh di tempat tidur,” ujar Seeley dikutip dari Real Simple, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni perlu waspada dengan tungau debu di tempat tidur karena dapat membahayakan kesehatan. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau debu bisa menimbulkan reaksi fisik, seperti flu, mata berair, hingga bersin. Pasalnya, sisa kotoran tungau menempel pada seprai, lalu terhirup oleh manusia.

    Penghuni sebaiknya menunda merapikan tempat tidur ketika bangun di pagi hari. Biarkan seprai terbuka sementara. Nyalakan kipas angin dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Cara Basmi Tungau di Kasur

    Jika ingin membasmi tungau di kasur, penghuni dapat lakukan beberapa cara berikut ini, dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Cara pertama untuk membasmi tungau kasur adalah rutin mencuci seprai setiap minggu. Jangan lupa untuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover juga ya. Setelah dicuci, jemur kain tersebut di bawah sinar matahari, lalu setrika agar rapi.

    2. Jaga Kelembapan Rumah

    Tungau menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang cukup buat mencegah tungau. Sebagai tambahan, gunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih.

    3. Semprotkan Larutan Garam

    Tungau bisa dibasmi dengan larutan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu semprotkan larutan pada area yang dihinggapi tungau.

    4. Jemur Kasur

    Sesekali menjemur kasur di bawah sinar matahari dapat mematikan tungau. Selain itu, cara ini dapat mengurangi kelembapan di kasur.

    Itu dia manfaat tidak langsung merapikan tempat tidur dan cara basmi tungau di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Warna Seprai Ini Ternyata Disukai Kutu Busuk



    Jakarta

    Kutu busuk atau kutu kasur sering menjadi masalah di kamar tidur. Hewan kecil ini aktif pada malam hari dan biasanya menggigit saat manusia sedang terlelap. Akibatnya, gigitan baru terasa saat bangun tidur dengan bekas merah yang gatal. Jika digaruk berlebihan, bisa menimbulkan luka hingga infeksi kulit.

    Menariknya, kutu busuk ternyata punya “warna favorit”. Mengutip CNN, penelitian yang dipublikasikan di Journal of Medical Entomology (2016) menemukan bahwa kutu busuk lebih suka warna gelap, khususnya hitam dan merah tua.

    Dalam uji coba, kutu busuk yang ditempatkan di cawan petri dengan tenda berbagai warna lebih banyak bergerak ke arah tenda hitam dan merah, dibandingkan putih, kuning, atau hijau.


    Menurut Roberto Pereira, ilmuwan entomologi dari Universitas Florida, ada beberapa alasan mengapa kutu busuk menyukai warna gelap:

    • Warna hitam dan merah dianggap bisa melindungi mereka dari predator seperti semut atau laba-laba.
    • Tubuh kutu busuk berwarna merah kecokelatan, sehingga lebih mudah berkamuflase pada seprai atau furnitur berwarna merah dan hitam.
    • Warna terang membuat mereka lebih terekspos cahaya sehingga rentan kehilangan cairan tubuh dan mati.

    Meski begitu, bukan berarti seprai warna terang otomatis bebas dari kutu busuk. Pasalnya, hewan ini tetap tertarik pada suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Bahkan, kutu busuk bisa bersembunyi di sofa, kursi, hingga belakang wallpaper dinding.

    Agar rumah tetap terbebas dari serangan kutu busuk, berikut langkah pencegahannya menurut House Digest:

    • Rutin menyedot debu di karpet, sofa, dan furnitur.
    • Tutup retakan atau celah kecil di dinding.
    • Hindari memakai kasur dan furnitur bekas.
    • Rajin merapikan rumah.
    • Jika serangan kutu busuk sudah parah, hubungi jasa pengendali hama profesional.

    Jadi, kalau ingin lebih aman, sebaiknya jangan pilih seprai warna hitam atau merah tua, ya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lagi Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 4 Alasannya!


    Jakarta

    Pakaian yang telah dicuci wajib dijemur agar cepat kering dan tidak lembap. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menjemur pakaian di depan rumah.

    Beberapa orang menganggap menjemur di depan rumah membuat pakaian cepat kering. Sebab, area tersebut yang paling banyak terpapar sinar matahari. Meski begitu, menjemur pakaian di depan rumah tidak dianjurkan karena membawa banyak kerugian.

    Ingin tahu alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah alasan mengapa sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah:

    1. Bikin Baju Jadi Bau

    Alasan yang pertama adalah membuat baju yang telah dicuci menjadi bau. Sebab, pakaian langsung terpapar dengan udara luar yang tidak selalu bersih. Apalagi jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka pakaian bisa cepat bau saat dijemur.

    Baju juga bisa bau karena terpapar asap dari pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, atau debu dari material bangunan. Selain bikin tidak nyaman, menggunakan pakaian yang penuh debu dan kotor juga berbahaya bagi kesehatan.

    2. Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur pakaian di depan rumah sangat rentan terhadap serbuan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut. Apabila ada semut yang masuk ke dalam pakaian tanpa disadari, maka kulit bisa mengalami gatal-gatal saat memakai baju tersebut.

    Selain itu, menjemur baju di depan rumah juga rentan terkena kotoran dari hewan, sehingga membuat baju jadi kotor dan bau. Mau tak mau pakaian yang awalnya bersih harus dicuci ulang.

    3. Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

    Belakangan ini kondisi cuaca di beberapa daerah sedang tidak menentu. Saat pagi hari cuaca tampak cerah, tapi ketika siang menjelang sore bisa terjadi hujan.

    Apabila kamu menjemur pakaian di depan rumah saat cuaca tidak menentu, bisa saja pakaian yang sudah kering akhirnya basah dan kotor lagi karena terkena air hujan.

    Perlu diingat, segera cuci kembali pakaian yang basah karena terkena hujan. Meski sebenarnya bisa dikeringkan, tapi air hujan yang kotor dan menempel di pakaian bisa membuat kulit gatal-gatal.

    4. Merusak Estetika Rumah

    Menjemur pakaian di depan rumah juga dapat merusak estetika hunian. Sebab, adanya tali jemuran dan pakaian yang digantung di halaman depan bisa memberikan kesan berantakan dan sumpek.

    Menjemur pakaian di depan rumah juga memberikan kesan tidak nyaman bagi tamu atau tetangga yang datang. Bahkan, baju yang digantung bisa menghalangi jalan masuk bagi orang saat bertamu ke rumah kamu.

    Maka dari itu, sebaiknya jemur pakaian yang telah dicuci di halaman belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau tetangga yang datang. Selain itu, pakaian jadi lebih bersih dan tetap wangi karena tidak terkena debu atau kotoran yang terbang di udara.

    Itulah empat alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Posisi Kipas Angin yang Harus Dihindari, Bisa Picu Ruangan Tambah Panas


    Jakarta

    Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang dapat mengusir hawa panas dan bisa ditempatkan di mana saja. Kipas angin juga tidak ada aturan ruangan harus dipakai di ruangan tertutup atau terbuka.

    Meski begitu, ada beberapa posisi pemakaian kipas angin yang harus dihindari. Hal ini dikarenakan kipas bisa mendorong hawa panas ke dalam ruangan apabila salah meletakkannya. Dilansir Ideal Home, berikut posisi yang harus dihindari ketika memakai kipas.

    1. Permukaan Tinggi

    Biasanya kita meletakkan kipas yang memiliki kaki di lantai dan tingginya tidak lebih dari tinggi manusia dewasa. Ada pula kipas yang diletakkan di atas. Ternyata meletakkan kipas di permukaan tinggi kurang disarankan karena bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.


    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Namun, menurut arsitek Denny Setiawan, tidak masalah jika ingin memakai kipas angin di plafon. Model kipas angin tersebut seperti baling-baling helikopter. Model kipas angin seperti ini justru dapat menggerakkan udara panas keluar sehingga rumah jadi lebih adem.

    2. Dekat Jendela

    Lokasi selanjutnya yang harus dihindari adalah meletakkan kipas angin di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Penempatan yang tepat apabila ingin lokasi di dekat jendela adalah terdapat dua kipas angin di dekat jendela. salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk. Selain itu, meletakkan kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu risiko terjadinya alergi.

    3. Tempat Berdebu

    Jangan mencoba meletakkan kipas angin di area yang berdebu, kamar yang jarang dibersihkan, atau area yang sedang dibersihkan dan penuh debu. Angin dari kipas angin hanya akan menerbangkan debu dan bisa terhirup oleh penghuni rumah. Bagi yang alergi debu bisa menyebabkan mereka bersih sepanjang hari dan hidung gatal.

    Aturan ini juga berlaku untuk kipas angin yang sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak dan terasa lebih adem.

    4. Dekat Tanaman

    Terakhir, kipas angin sebaiknya tidak dihidupkan di dekat tanaman karena bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Tanaman cukup mendapat hembusan dari angin yang alami.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Ungkap 3 Kesalahan Membersihkan Rumah, Justru Bikin Makin Kotor


    Jakarta

    Membersihkan rumah perlu dilakukan agar rumah tetap terawat dan terjaga keindahannya. Akan tetapi, ada beberapa kebiasaan membersihkan rumah justru bisa membuatnya tampak kotor.

    Salah satu contohnya adalah menggunakan terlalu banyak produk kebersihan. Banyak yang mengira menggunakan banyak produk kebersihan bisa meninggalkan residu yang akhirnya justru bisa membuatnya semakin kotor.

    Selain itu, masih ada beberapa kesalahan lainnya saat membersihkan rumah yang justru bisa membuatnya tampak kotor. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Menggunakan Alat Pembersih yang Salah

    Penggunaan alat pembersih yang salah justru bisa meninggalkan noda tak diinginkan. Salah satu yang sering digunakan adalah paper towel atau tisu dapur untuk membersihkan cermin dan jendela. Disarankan untuk menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan kering saat membersihkan cermin dan jendela.

    “Tisu dapur meninggalkan serat dan goresan kecil, membuat cermin dan kaca tampak bergaris-garis dan kusam seiring waktu, dan pada akhirnya dapat merusak cermin/jendela Anda,” kata petugas kebersihan Brandon Pleshek, dikutip dari The Spruce, Selasa (26/8/2025).

    Saat membersihkan cermin dan jendela, semprotkan larutan pembersih dan usap dari atas ke bawah. Gunakan lap mikrofiber kering dan bersih lainnya untuk menggosok permukaan hingga bersih agar tetap bersih lebih lama.

    Langsung Membersihkan Pakai Lap Basah

    Saat membersihkan permukaan, sebaiknya bersihkan dulu dengan lap kering atau kemoceng. Kalau langsung menggunakan lap basah, justru debu dan kotoran bisa menempel di lap dan membuat permukaan menjadi kotor.

    Hal yang sama juga harus dilakukan saat membersihkan lantai. Sapu dulu debu dan kotoran baru kemudian dipel.

    Saat mengepel pun harus dipastikan kalau kain lap dibilas dulu sebelum dipakai agar tidak membuat lantai kotor.

    Pakai Lap yang Sama untuk Membersihkan Seluruh Rumah

    Menggunakan satu kain lap saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain saat membersihkan dapat menyebarkan bakteri dan menyebabkan kontaminasi silang. Maka dari itu sebaiknya gunakan kain lap yang berbeda saat membersihkan ruangan.

    “Beri kode warna pada kain lap Anda-satu warna untuk kamar mandi, satu untuk dapur, dan seterusnya,” saran pendiri Clean Mama Routine dan produk Clean Mama, Becky Rapinchuk.

    Pastikan untuk mencuci kain lap ini sesering mungkin, idealnya setelah setiap penggunaan, tetapi minimal setelah kotoran terlihat di kain lap.

    Itulah beberapa kesalahan yang justru bisa membuat rumah kotor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Basmi Tungau di Tempat Tidur Tanpa Penyedot Debu


    Jakarta

    Tungau adalah serangga kecil yang biasanya hidup di furnitur, salah satunya kasur. Serangga ini tumbuh dan berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.

    Meski tak berbahaya, kehadiran tungau bisa bikin penghuni rumah nggak tidur nyenyak. Sebab, tungau dapat memicu kulit gatal, mata kering, bersih, hingga batuk kering.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kebersihan kamar, terutama kasur. Tak perlu pakai penyedot debu atau vacuum cleaner, ada berbagai cara untuk membasmi tungau di tempat tidur.


    Cara Basmi Tungau di Tempat Tidur

    Inilah beberapa cara untuk membasmi tungau di tempat tidur, dikutip dari Mayo Clinic.

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Cara pertama untuk membasmi tungau adalah rajin mencuci seprai, selimut, sarung bantal, dan bed cover seminggu sekali. Setelah dicuci, jemur perlengkapan tidur itu di bawah sinar matahari.

    Penghuni bisa mencuci kain-kain tersebut menggunakan air panas dengan suhu minimum 54,4 derajat Celcius agar lebih efektif. Jika tidak bisa, masukkan seprai ke dalam pengering selama 15 menit dengan suhu yang sama.

    2. Jemur Kasur

    Penghuni juga bisa membasmi tungau dengan menjemur kasur di bawah sinar matahari yang terik. Cara ini juga mengurangi kelembapan kasur sehingga tidak ada tungau yang hinggap.

    3. Jaga Tingkat Kelembapan Rumah

    Tungau hidup di lingkungan yang lembap. Nah, sebaiknya penghuni menjaga tingkat kelembapan rumah agar tungau tidak cepat berkembang biak.

    Jaga kelembapan di dalam rumah agar di bawah 50 persen. Penghuni bisa menggunakan dehumidifier atau pastikan ventilasi udara baik di dalam kamar.

    4. Semprotkan Air Garam

    Kalau menemukan beberapa tungau di kasur, penghuni bisa membasminya menggunakan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan itu ke area yang dihinggapi tungau.

    5. Teteskan Minyak Lavender

    Selain itu, minyak lavender juga bisa membasmi tungau. Senyawa linalool dapat mengganggu indra penciuman tungau. Cukup teteskan minyak lavender ke tempat yang terdapat tungau di kasur.

    Itulah cara membasmi tungau di kasur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Suka Diserbu Kaki Seribu? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Kaki seribu adalah antropoda yang mempunyai banyak kaki. Makhluk kecil ini terkadang ditemukan merayap di dalam rumah.

    Meski bukan hewan yang berbahaya, kehadiran kaki seribu membuat sebagian penghuni nggak nyaman. Ada penghuni yang merasa jijik atau ngeri kalau melihat kaki seribu.

    Bagi penghuni yang tidak suka kaki seribu, ada baiknya tahu penyebab kemunculannya. Dengan begitu, penghuni tahu cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


    Lalu, kenapa kaki seribu menyerbu rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Inilah beberapa faktor penyebab kaki seribu datang ke rumah.

    1. Ada Celah di Rumah

    Dikutip dari Forbes Home, kaki seribu bisa masuk rumah melalui retakan atau celah pada bangunan rumah seperti fondasi dan pintu. Pastikan untuk menutup celah yang bisa menjadi akses masuk kaki seribu. Selain itu, perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk.

    2. Rumah Lembap

    Kaki seribu hidup di tempat yang lembap. Nah, rumah yang lembap merupakan tempat yang menarik bagi mereka.

    Penghuni sebaiknya menjaga tingkat kelembapan dengan ‘mengeringkan’ bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi. Penghuni juga bisa memanfaatkan dehumidifier untuk menghilangkan kelembapan di rumah.

    3. Ada Tanaman Membusuk

    Kaki seribu merupakan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Penghuni dapat mencegah kedatangannya dengan menyingkirkan rerumputan busuk atau lapisan kompos.

    4. Ada Genangan Air

    Dilansir dari Southern Living, genangan air menarik perhatian kaki seribu. Sebaiknya periksa genangan air di sekitar fondasi rumah dan segera hilangkan.

    Lalu, perbaiki pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Penghuni dapat memasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah genangan air di sekitar rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Jika rumah diserbu kaki seribu, penghuni bisa membasminya dengan mudah. Berikut ini cara menyingkirkan kaki seribu.

    1. Buang Kaki Seribu

    Cara paling mudah untuk basmi kaki seribu adalah mengangkat dan membuangnya ke luar rumah. Penghuni dapat memakai alat bantu seperti penyedot debu buat membuang kaki seribu.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Senyemprotkan cairan atau butiran insektisida pada fondasi dan dinding luar rumah. Langkah ini membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, minyak esensial dan cabai rawit bisa menjadi opsi bahan alami buat basmi kaki seribu. Taburkan atau semprotkan bahan tersebut di area yang rawan dilalui kaki seribu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kaki seribu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com