Tag: debu

  • Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


    Jakarta

    Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

    Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Banyak Debu di Rumah

    Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Sirkulasi Udara yang Buruk

    Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

    Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

    2. Karpet Kotor

    Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

    Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

    “Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

    Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

    4. Rumah Jarang Dibersihkan

    Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

    Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

    “Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

    Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cukup Pakai Air, Begini Cara yang Benar Bersihkan Meja Kayu


    Jakarta

    Cara membersihkan meja kayu berbeda dengan material lainnya. Sebab, kayu merupakan material alami yang rentan dengan bahan-bahan kimia.

    Memang agak sulit melihat kotoran pada meja kayu karena warnanya yang gelap dan memiliki corak di seluruh permukaan. Harus benar-benar jeli untuk melihat kotoran pada meja kayu.

    Dilansir Martha Stewart meja kayu harus dibersihkan minimal seminggu sekali. Caranya dengan memastikan setiap sudutnya tidak berdebu, setiap sisinya aman, tidak ada yang rusak, tergores, atau kotor karena noda lengket.


    Dilansir The Kitchn, begini cara membersihkan meja kayu yang efektif.

    1. Bersihkan Pakai Kain Mikrofiber

    Cara paling mudah membersihkan meja kayu adalah dengan memakai kain bersih atau mikrofiber. Kain tersebut lebih baik dibuat lembap untuk mengangkat noda, debu, hingga remah-remah makanan yang menempel di meja.

    2. Bikin Larutan Pembersih dari Sabun Cuci Piring

    Apabila ingin lebih bersih lagi, siapkan air hangat dan masukkan dua tetes sabun cuci piring. Celupkan kain mikrofiber lembap dan peras hingga tidak ada air yang menetes atau busa. Usap perlahan dan pastikan tidak ada sabun atau busa yang tertinggal.

    Terakhir, jangan lupa keringkan menggunakan kain kering bersih karena meja kayu tidak bagus jika sering basah.

    3. Gunakan Cuka dan Minyak Zaitun

    Campuran cuka dan minyak bisa menjadi senjata ampuh menghilangkan noda bekas air akibat gelas basah. Masukkan kedua cairan tersebut dengan komposisi setara. Pakai kain lembut untuk mengusap area cincin, serat-serat kayu. Terakhir, keringkan dengan kain bersih dan lembut.

    Bahan-Bahan yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Furnitur Kayu

    Ketika membersihkan furnitur kayu hindari penggunaan produk yang abrasif, asam, atau mengandung bahan kimia keras, seperti cuka pekat dan alkohol. Selain itu, hindari perabotan kayu dari tempat lembap dan dekat dengan sumber air. Keberadaan air dapat menyebabkan kayu melengkung, memudarkan warnanya, dan bahkan menimbulkan noda.

    Itulah tips membersihkan meja kayu, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Trik Jitu Lepas Stiker Tanpa Meninggalkan Bekas Lem


    Jakarta

    Saat membeli perabotan baru, biasanya terdapat stiker yang menempel. Stiker tersebut biasanya merupakan petunjuk pemakaian atau sekadar merek dari produk tersebut.

    Meskipun tidak mempengaruhi fungsinya, stiker dapat mengganggu tampilan perabotan tersebut. Sayangnya untuk melepas stiker tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, ketika stiker ditarik, lem yang sudah merekat pada permukaan perabotan dapat tetap tertinggal. Permukaannya akan terasa lengket dan kesat. Selain itu, hal ini juga bisa sarang kotoran karena debu dapat menempel di bekas sisa lem tersebut.

    Solusinya adalah ketahui dahulu cara melepas stiker yang benar agar lem tidak menempel di perabotan. Caranya tidak susah dan bisa memakai bahan dan alat yang ada di sekitar kita. Dilansir The Kitchn berikut cara yang bisa diikuti.


    1. Minyak Kelapa dan Soda Kue

    Punya piring, lemari, rak, hingga kipas angin yang ditempeli stiker? Coba pakai minyak kelapa dan soda kue. Caranya adalah lepas stiker secara manual.

    Kemudian oleskan campuran 2 sendok soda kue dan 1 sendok minyak kelapa. Oleskan bisa menggunakan tangan pada area bekas stiker. Tunggu selama 15 menit, bersihkan dengan air sabun hangat dan keringkan.

    2. Hairdryer

    Biasanya penghuni rumah memiliki pengering rambut atau hairdryer. Ternyata panas bisa lho bikin stiker terlepas sendiri dari permukaan benda mana pun. Caranya adalah setel panas tertinggi pada hairdryer, arahkan angin tersebut ke stiker dengan jarak 2-2,5 cm selama 1-3 menit.

    Nanti akan terlihat stiker yang menciut dan jadi mudah untuk dilepas. Tidak perlu tambahan sabun, stiker bisa langsung dilepas.

    3. Cuka

    Cara ini juga tidak kalah mudah. Ambil kapas, tisu, atau kain, celupkan secukupnya ke dalam cuka. Lalu angkat dan tekan ke permukaan stiker hingga semuanya basah. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu angkat dan coba cabut stikernya.

    4. Selai Kacang

    Percaya nggak percaya, selai kacang yang biasa dipakai sebagai isian roti ternyata bisa bahan yang ampuh membersihkan stiker. Caranya lapisi stiker dengan selai kacang dan diamkan setidaknya selama lima menit. Usahakan jangan terlalu tebal karena waktu tunggu juga disesuaikan dengan selai terserap atau belum.

    Setelah itu, ambil spatula, pisau, atau sendok untuk mengikis selai kacang dan stiker dari permukaan. Bilas dengan sabun dan air hangat.

    Itulah beberapa cara untuk melepas stiker dari berbagai material di rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakaian Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Ini Sebabnya


    Jakarta

    Agar pakaian kembali bersih dan wangi maka harus dicuci menggunakan carian detergen. Setelah itu, jemur baju di bawah sinar matahari agar cepat kering.

    Namun sayangnya, baju yang telah dicuci terkadang masih mengeluarkan bau tidak sedap. Meski sudah dicuci sampai berulang kali dengan detergen, tapi tetap saja pakaian masih bau.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan pakaian tetap bau meski sudah dicuci berulang kali. Apa sebabnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Pakaian Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Dilansir situs Cleanipedia, berikut sejumlah penyebab pakaian masih bau meski sudah dicuci sampai berulang kali:

    1. Mesin Cuci Sudah Kotor

    Sama halnya seperti pakaian, mesin cuci yang digunakan berulang kali juga harus dibersihkan. Soalnya, partikel debu dan kotoran bisa menumpuk di bawah mesin cuci sehingga dapat mengotori pakaian saat sedang dicuci.

    2. Jumlah Detergen yang Tidak Tepat

    Detergen sangat penting digunakan saat mencuci agar baju kembali bersih dan wangi. Namun, apakah kamu memperhatikan jumlah detergen yang digunakan?

    Jika jumlah detergen terlalu banyak maka tidak akan terbilas dengan air secara optimal, sehingga meninggalkan sisa di bawah mesin cuci. Seiring waktu, sisa detergen tersebut akan lembap dan memicu bau tidak sedap.

    Di sisi lain, jumlah detergen yang terlalu sedikit membuat pakaian yang dicuci tidak akan bersih dan wangi. Maka dari itu, penting untuk menuangkan detergen sesuai ketentuan.

    3. Membiarkan Pakaian di Mesin Cuci

    Sering membiarkan pakaian di mesin cuci selama berjam-jam? Jika iya, maka hal itu bisa memicu pakaian jadi bau. Sebab, udara lembap di dalam mesin cuci membuat pakaian yang harusnya wangi malah justru bau.

    Oleh sebab itu, segera jemur pakaian yang telah dicuci. Jangan dibiarkan berjam-jam atau bahkan seharian di dalam mesin cuci.

    4. Menjemur Pakaian di Tempat Lembap

    Pakaian yang dijemur di tempat lembap dan minim sinar matahari akan menciptakan bau tidak sedap. Meski awalnya baju terasa wangi dan segar usai dicuci, tapi bisa saja menjadi bau karena tidak dijemur secara benar.

    Pastikan kamu menjemur baju di bawah sinar matahari langsung. Panas dari matahari dapat mengeringkan baju dengan cepat.

    5. Proses Pengeringan yang Tidak Tepat

    Baju yang telah dicuci akan memasuki tahap pengeringan. Pada fase ini, pastikan baju benar-benar dikeringkan dengan mesin cuci sampai selesai. Proses pengeringan yang tidak tepat membuat baju masih basah dan berpotensi menimbulkan bau apak.

    Saat proses pengeringan dengan mesin cuci, sebaiknya jangan menaruh pakaian dalam jumlah banyak. Hal ini dapat memberikan beban besar pada mesin cuci sehingga tidak bekerja secara optimal.

    6. Pakaian Masih Basah Saat Diangkat dari Jemuran

    Pakaian yang dijemur sebaiknya diangkat jika benar-benar sudah kering. Cek bagian sela-sela ketiak dan bawah baju. Kalau masih sedikit basah sebaiknya biarkan dijemur selama beberapa jam lagi.

    Mengangkat pakaian yang masih basah berpotensi menimbulkan bau apak. Jika baju langsung dimasukkan ke dalam lemari, maka bau tersebut bisa menyebar ke seluruh pakaian.

    Itulah enam penyebab pakaian yang dicuci masih mengeluarkan bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Bersihkan AC? Ini Anjurannya


    Jakarta

    AC membuat udara di dalam ruangan menjadi dingin dan segar. Namun, untuk mempertahankan kondisi itu, AC perlu dibersihkan secara berkala.

    Filter AC semakin lama digunakan akan kotor dan berdebu. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja AC. Alhasil, AC bermasalah dan enggak dingin.

    Meski AC mesti rutin dibersihkan, bukan berarti harus panggil tukang servis setiap bulan ya. Temukan waktu ideal untuk membersihkan AC berikut ini.


    Waktu Ideal buat Bersihkan AC

    Dikutip dari Melbourne Heating & Cooling, pemilik rumah dianjurkan untuk membersihkan AC setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini membantu meningkatkan aliran udara serta memastikan AC berfungsi secara efisien.

    Pembersihan secara berkala tak hanya membuat udara dingin, tetapi juga menjaga kualitas udara di rumah. Jika AC kotor, udara yang keluar bisa bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    Selain membersihkan AC, pemilik perlu mengecek kondisi mesin secara menyeluruh dengan bantuan teknisi profesional. Lakukan pengecekan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Langkah ini penting untuk memastikan adanya kerusakan pada komponen AC atau tidak.

    Pertanda AC Harus Dibersihkan

    Kenali tanda-tanda AC sudah saatnya dibersihkan berikut ini.

    1. AC Tidak Dingin

    Kalau AC mulai terasa kurang dingin, bisa saja itu pertanda perlu membersihkan filternya. Sebab, filter AC yang kotor dan tersumbat membuat aliran udara menjadi tidak lancar.

    2. Bau Tak Sedap

    Udara yang keluar dari AC seharusnya terasa sejuk dan tidak berbau. Jika penghuni mencium bau apak, kemungkinan AC kotor dan dipenuhi bakteri dan jamur.

    3. Tagihan Listrik Meningkat

    Perhatikan juga kalau belakangan tagihan listrik meningkat drastis, bisa jadi itu karena AC kotor. AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara kalau filternya kotor sehingga energi yang dipakai pun semakin besar.

    Itulah informasi seputar AC kotor yang perlu dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Bersihkan Kamar Biar Bebas Debu dan Tungau


    Jakarta

    Menjaga kebersihan dan kenyamanan di kamar tidur merupakan hal wajib karena sebagian besar kegiatan dilakukan di sana. Namun, kenyataannya adalah kamar tidak mungkin 24 jam selalu rapi dan bersih.

    Sebenarnya tidak ada salahnya membuat kamar tidur berantakan dan kotor selama penghuninya berkomitmen untuk rajin membersihkan secara rutin. Bagi penghuni rumah yang sulit untuk bersih-bersih karena keterbatasan waktu atau bingung harus mulai dari mana, ada trik sehingga setiap kali meninggalkan dan kembali lagi ke kamar bisa terlihat rapi dan bersih.

    Dilansir Better Homes and Gardens, berikut beberapa langkah membersihkan kamar.


    1. Ganti Seprai

    Seprai, sarung bantal dan guling, serta selimut harus sering diganti dan sebaiknya pemakaiannya tidak boleh lebih dari sebulan. Sebab, bahan pelapis tempat tidur dan perlengkapan ini merupakan sumber bakteri dan debu yang bisa mengancam kesehatan. Belum lagi jika kasur ditemukan tungau. Hewan satu ini bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    2. Rapikan Barang-barang yang Berserakan

    Jika di kamar terdapat pakaian kotor, pindahkan ke keranjang pakaian kotor. Sementara itu, apabila pakaian bersih yang tak jadi dipakai berserakan di luar lemari, segera lipat, rapikan, dan simpan kembali ke lemari.

    Selain pakaian, cek juga di lantai, meja, hingga semua sudut kamar. Letakkan barang-barang yang berserakan ke tempatnya, buang yang tidak terpakai, dan cuci yang sudah kotor.

    3. Bersihkan Permukaan Perabotan

    Sembari mengembalikan barang-barang ke tempat semula, bersihkan juga permukaan meja, laci penyimpanan, meja, hingga sudut-sudutnya. Sebab, perabotan tersebut kerap kali menjadi sarang debu.

    4. Bersihkan Jendela dan Cermin

    Selanjutnya, bersihkan area jendela dan cermin di kamar. Jendela merupakan area yang rentan berdebu. Apabila dibiarkan, debu bisa menumpuk di sudut jendela dan bingkainya. Area tersebut cukup sulit dibersihkan. Selain itu, cermin juga mudah berdebu dan banyak noda tangan yang tak sengaja menempel.

    Cara membersihkannya bisa memakai kain mikrofiber dan cairan pembersih noda khusus untuk kaca. Saat mengusapnya juga tidak perlu terlalu ditekan.

    5. Vakum atau Sapu

    Setelah semua debu pada perabotan dan sudut rumah dibersihkan, sapu semuanya atau gunakan penyedot debu. Kamar tidur yang bersih dari atas ke bawah mustahil tanpa membersihkan lantai. Jika masih ada waktu, penghuni rumah juga bisa mengepel agar lantai tidak terasa licin dan lembap.

    6. Rapikan Tempat Tidur

    Setelah semua bersih, pasang seprai kembali dan rapikan bantal serta guling. Bersihkan dan ratakan permukaannya agar tampilannya lebih rapi.

    Itulah tahapan membersihkan kamar agar terlihat rapi dan bersih, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Bebersih Rumah, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya menyapu dan mengepel lantai, tapi juga membersihkan jendela hingga meja dapur.

    Namun, tak semua orang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dengan teknik yang benar. Misalnya, membersihkan cermin di kamar dengan cara menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin.

    Meski tujuannya untuk membersihkan debu dan kotoran, tapi jika tekniknya salah malah justru bisa merusak permukaan kaca. Alih-alih cermin terlihat kinclong, tapi justru tambah kusam dan muncul goresan halus.


    Agar perabotan di rumah tidak rusak saat dibersihkan, penting untuk mengetahui teknik membersihkannya yang benar. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan saat Bebersih Rumah

    Menurut pakar kebersihan, banyak orang yang belum tahu teknik yang tepat dalam membersihkan rumah. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut sejumlah kebiasaan buruk saat bebersih rumah yang masih sering dilakukan:

    1. Membersihkan Lantai Kayu Pakai Pel Basah

    Pakar kebersihan dari Good Housekeeping Institute Carolyn Forte menyebut masih banyak yang membersihkan lantai kayu dengan kain pel basah. Padahal, terlalu banyak air dapat menyebabkan kayu cepat rusak hingga berubah warna.

    “Hal terburuk dalam mengepel lantai kayu adalah membiarkan air menggenang di lantai. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur,” kata Forte.

    Cara yang benar adalah menggunakan pel microfiber lembap atau kain pel dengan semprotan. Cara ini lebih efektif untuk membersihkan debu dan kotoran di lantai kayu tanpa merusaknya.

    2. Semprot Cairan Pembersih Langsung ke Cermin

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin. Forte menilai cara ini kurang efektif karena cairan pembersih dapat menetes ke bawah dengan cepat dan ikut membawa debu yang menempel. Alhasil, kaca akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Untuk membersihkan cermin tanpa menimbulkan goresan, semprotkan cairan pembersih ke kain. Setelah itu, baru membersihkan cermin dengan gerakan membentuk huruf ‘S’ dari atas ke bawah.

    3. Produk Stainless Steel

    Ada banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari material stainless steel. Jika dibersihkan secara asal maka bisa muncul goresan pada perabotan tersebut.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, Forte menyarankan untuk memakai cairan pembersih khusus untuk produk stainless steel.

    “Untuk menghindari goresan, gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk membersihkan stainless steel. Pakai kain microfiber dan bersihkan perlahan,” paparnya.

    4. Membersihkan Jendela Saat Siang

    Forte menyebut ada satu kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela dan pintu kaca, yakni dibersihkan ketika cuaca sedang cerah. Ia menyarankan untuk melakukan kegiatan ini saat cuaca cenderung mendung.

    “Membersihkan jendela dan pintu kaca di bawah terik matahari menyebabkan cairan akan mengering dengan cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga meninggalkan goresan yang sulit dihilangkan,” ujarnya.

    5. Pakai Bahan Kimia Keras Saat Bersihkan Meja Dapur dari Batu Alam

    Hindari penggunaan bahan kimia keras saat membersihkan meja dapur dari batu alam, seperti penggunaan cairan pemutih. Selain itu, hindari juga penggunaan pembersih yang mengandung asam tinggi, seperti cuka atau air perasan lemon.

    Sebab, meja dapur yang terbuat dari batu alam akan mudah rusak dan permukaannya dapat terkikis jika menggunakan bahan-bahan tersebut. Dianjurkan memakai cairan pembersih khusus dengan pH netral.

    Itulah lima kebiasaan salah yang ternyata masih sering dilakukan banyak orang saat bersih-bersih rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bahan yang Ampuh Angkat Kerak di Cermin, Bikin Auto Kinclong



    Jakarta

    Cermin merupakan salah satu barang paling kotor di kamar mandi. Sebab, cermin mudah sekali terkontaminasi cairan sabun, air, debu, hingga kotoran serangga, tetapi barang ini jarang dibersihkan.

    Tampilan cermin yang jarang dibersihkan biasanya akan muncul noda putih seperti embun pada bagian pinggirannya. Noda ini tidak akan hilang hanya dengan mengusap memakai air. Bahkan disiram sebanyak apa pun, noda tersebut tidak akan hilang.

    Oleh karena itu, cermin harus sering dibersihkan. Bisa dilakukan bersamaan ketika membersihkan kamar mandi. Untuk mempermudah membersihkan noda membandel di cermin, dilansir dari The Spruce, ternyata hanya membutuhkan satu bahan saja agar cermin jadi kinclong, yakni sabun cuci piring.


    Caranya cukup menambahkan setetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah tercampur, masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprotan. Usap kaca yang telah basah dari sabun cuci piring. Usap gunakan kain bersih yang kering atau kain mikrofiber.

    Menurut Home Made Simple, ada cara lain yang bisa diikuti. Masing-masing jenis noda terdapat bahan sendiri.

    Untuk membersihkan noda makeup, cipratan pasta gigi, coretan hairspray, hingga sidik jari yang menempel pada permukaan cermin, bisa memakai kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol. Lalu usap cermin dengan hati-hati. Jika terdapat kerak pada cermin, bisa memakai perasan lemon.

    Kemudian, jika noda tersebut berupa bintik-bintik putih dan kesat, noda tersebut merupakan endapan kalsium. Cara membersihkan yang paling tepat adalah memakai cuka karena asam bagus untuk menghilangkan segala jenis noda.

    Setelah semua bahan disemprot atau disebar ke cermin, usap menggunakan kain mikrofiber dengan gerakan ke kanan dan kiri, lalu baru ke atas dan ke bawah hingga permukaannya kinclong.

    Itulah cara membersihkan noda di cermin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal yang Kotor dan Menguning Agar Bersih Kembali


    Jakarta

    Bantal memiliki fungsi penting untuk menopang kepala saat tidur. Penggunaan bantal dapat membantu tidur lebih nyenyak dan mencegah kepala terasa pegal.

    Seiring penggunaan, bantal bisa menjadi kotor karena terus-menerus diduduki kepala. Biasanya, bantal akan berubah warna menjadi kuning akibat keringat yang keluar saat tidur.

    Bantal yang sudah menguning tentu bikin tidak nyaman untuk digunakan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, bantal yang sudah kotor bisa menyebabkan munculnya hewan seperti tungau yang dapat mengganggu tidur.


    Maka dari itu, penting untuk segera mencuci bantal yang sudah kotor dan menguning. Bagaimana cara mencucinya? Simak dalam artikel ini.

    Cara Mudah Mencuci Bantal

    Dilansir situs Good Housekeeping, mencuci bantal sebenarnya terbilang mudah karena tinggal dimasukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini berlaku untuk bantal isi serat (fiberfill pillows).

    Namun, lain halnya dengan bantal busa padat (solid foam pillows) yang tidak dianjurkan untuk dimasukkan langsung ke mesin cuci. Jika dipaksakan, bantal bisa rusak.

    Untuk mengetahui cara membersihkan bantal sesuai jenisnya, simak cara-caranya di bawah ini:

    Bantal Isi Serat

    Saat mencuci bantal isi serat, pastikan langsung mencuci dua bantal sekaligus. Cara ini dilakukan agar mesin cuci tetap seimbang dan lebih bersih secara menyeluruh. Berikut cara mencucinya:

    1. Masukkan bantal ke dalam mesin cuci
    2. Tambahkan sedikit deterjen dan pengharum pakaian
    3. Pilih opsi mencuci pelan agar lebih efektif mengangkat kotoran dan menghilangkan noda kuning di bantal
    4. Jika sudah bersih, keringkan bantal di bawah sinar matahari hingga kering.

    Bantal Busa Padat

    Mencuci bantal busa padat tidak bisa dilakukan secara asal. Berikut langkah-langkah mencucinya:

    1. Lepaskan sarung bantal dan cuci di mesin cuci menggunakan deterjen
    2. Untuk menghilangkan debu dan kotoran di bantal, gunakan vacuum cleaner atau masukkan ke dalam pengering pakaian selama 20 menit
    3. Jika ada noda kuning di bantal, bersihkan dengan kain yang dicelupkan ke dalam larutan sabun. Bilas bantal dengan kain yang sudah dibasahi secara perlahan. Hati-hati saat mengelapnya karena bantal bisa robek.
    4. Setelah noda menghilang, jemur bantal di bawah sinar matahari sampai kering.

    Disarankan mencuci bantal setiap 3-6 bulan sekali agar tidak terlalu kotor dan banyak noda kuning yang menempel. Apabila bantal sudah sangat kotor dan tidak nyaman untuk digunakan, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

    Itulah cara mencuci bantal yang kotor dan menguning dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com