Tag: debu

  • Kenapa Kipas Angin Tetap Berdebu Meski Bergerak dan Menghasilkan Angin?


    Jakarta

    Bagi kamu menggunakan kipas angin di rumah, pernah tidak terpikir kenapa kipas yang bergerak dan menghasilkan udara bisa berdebu di sela-sela kerangkanya? Bukankah angin bisa membawa debu yang ringan terbang?

    Menurut Science ABC, Senin (25/3/2024), partikel debu yang beterbangan di rumah ternyata memiliki semacam muatan listrik, yang dapat menyebabkan molekul debu saling tarik-menarik.

    Selain itu, bilah kipas yang bergerak cepat, bergesekan dengan molekul udara. Gerakan kipas ini membuat debu terdorong ke tepi bilah kipas atau kerangka luar dan menumpuk di sana. Penumpukan muatan pada tepi bilah kipas ini yang dikenal sebagai listrik statis.


    Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik di dalam atau pada permukaan suatu bahan. Muatan listrik statis dapat tercipta setiap kali dua permukaan bersentuhan atau bergesekan dan salah satu permukaan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap arus listrik atau isolator listrik.

    Maka dari itu, setiap bilah kipas bergerak ada kemungkinan alat tersebut menangkap banyak debu karena muatan listrik statis paling besar berada di sana akibat bergesekan dengan udara.

    Untuk menjaga kipas angin tetap bersih, menurut Today.com, kamu perlu membersihkan minimal seminggu sekali atau kamu bisa menyesuaikan dengan seberapa kotor alat tersebut.

    Sementara itu untuk cara membersihkan kipas angin yang mudah mengutip dari The New York Times, kamu bisa mengikuti tutorial berikut.

    Lepaskan Penutup Kipas

    Pastikan kipas angin dalam keadaan mati dan tidak terhubung listrik. Lepaskan skrup kipas angin yang terletak di pinggiran penutup. Usahakan untuk memegang bagian tengah atau pinggirannya saja. Jika memegang bagian rongganya bisa membuat debu berjatuhan.

    Bersihkan Debu pada Sela-Sela Kipas

    Siapkan sikat kecil atau sikat gigi, kain bersih atau spons, cuka, sabun, dan air. Pertama, campurkan cuka dan sabun ke dalam air. Lalu, bersihkan debu tebal pada bilah kipas angin dan bagian penutupnya.

    Usap kipas angin dengan spons atau kain basah agar debu kecil terangkat. Terakhir sikat kembali dengan campuran cuka dan sabun agar lebih bersih.

    Pasang Kembali Kerangka Kipas

    Setelah semua bagian kipas angin yang berdebu kering, pasang kembali bagian tersebut dengan benar. Pastikan bagian yang dibersihkan sudah sepenuhnya kering agar tidak menyebabkan korsleting listrik.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kusam? Tidak Perlu Cat Ulang, Coba Bersihkan dengan 2 Cara Ini!


    Jakarta

    Selain perabotan di rumah yang bisa berdebu, dinding bisa mengalami hal serupa. Apalagi rumah dengan atap yang tinggi, biasanya debu menumpuk di pinggiran atap, bahkan ada yang menggantung seperti sarang laba-laba.

    Dinding yang berdebu dan kotor bisa disebabkan karena cuaca dan kebiasaan dari penghuninya. Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

    Membersihkan dinding berdebu ini berbeda dengan mengecat ulang. Debu bisa menempel di dinding dalam hitungan hari bahkan setelah dinding dicat ulang. Layaknya perabotan di rumah yang seminggu sekali perlu dibersihkan, dinding pun begitu.


    Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.

    Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    – Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    – Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Mengutip dari Spruce, Selasa (26/3/2024), berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

    2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

    Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya. Jika ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Singkirkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Rumah Sering Berdebu dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Kamu lagi merasa rumahmu lebih berdebu dari biasanya? Atau tiba-tiba alergimu kambuh? Mungkin penyebabnya adalah hal sederhana misalnya jendela terbuka atau bisa jadi perbaikan jalan atau renovasi rumah yang berada di depan pintu rumahmu.

    Tumpukan debu di permukaan bukan hanya membuat rumah terlihat kotor, tapi juga mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan. Begini cara mengurangi tumpukan debu di rumah.

    Kenapa Rumah Berdebu?

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Tumpukan debu di rumah biasanya disebabkan karena aliran udara yang buruk. Gabungan dari sirkulasi udara yang buruk dengan jarangnya pembersihan bisa menimbulkan debu dan tungau bersarang di beberapa area rumahmu.


    2. Karpet Kotor

    Karpet bisa jadi penghasil utama debu. Walaupun sulit menyingkirkan debu di karpet rumah, membersihkan karpet secara rutin setidaknya bisa bantu mengurangi penumpukan debu.

    3. Hewan Peliharaan yang Tidak Dimandikan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing salah satu sumber utama debu. Maka dari itu, kalau kamu memelihara hewan harus rajin dimandikan. Upaya-upaya ini tidak akan menyingkirkan debu dan tungau sepenuhnya. Tapi, setidaknya bisa mengurangi paparan terhadap debu dan tungau.

    4. Sprei Kotor

    Tungau hidup di bantal, kasur, dan sprei. Jadi kamu bisa mencegah hal ini terjadi dengan memakai sprei anti alergi untuk mencegah tungau bersarang dan bisa mengiritasi mereka yang punya alergi dan asma. Gorden adalah penyebab umum lainnya, pastikan untuk mencuci gorden kamu secara rutin.

    Seberapa Sering Membersihkan Debu?

    Membersihkan debu bukan hanya mengelap pada permukaan yang keras, tapi juga termasuk menyedot debu dan mencuci sprei secara rutin. Kamu bisa mencuci dan mengganti sprei setiap hari Minggu, menyedot debu setiap hari Jumat, dan mengelap permukaan yang keras di hari lain dalam seminggu.

    Cara Menghilangkan Debu di Rumah

    1. Sedot Debu Secara Rutin

    Menyedot debu secara rutin adalah salah satu solusi mudah mengurangi debu. Jangan lupa untuk mengganti atau membersihkan filternya saat penyedot debu dirasa kurang berfungsi dengan baik. Kalau penyedot debumu punya wadah debu, maka harus dikosongkan setiap kali selesai digunakan untuk memaksimalkan penyedotan.

    2. Beli Pembersih Udara

    Kamu bisa coba untuk membeli alat pembersih udara guna membersihkan partikel debu di udara.

    3. Pelembab Udara

    Selain mempertimbangkan alat pembersih udara, sebaiknya kamu juga mulai mencari alat pelembab udara. Kelembaban yang rendah bisa meningkatkan kadar debu di rumah. Perlu dicatat, jika lingkungan terlalu lembab akan memperburuk masalah tungau, jadi keseimbangan sangatlah penting. Usahakan agar kelembaban rumah sekitar 40% dan 50%.

    4. Bersihkan Permukaan yang Keras

    Kamu perlu mengelap permukaan yang keras secara rutin. Pakai kain mikrofiber atau kemoceng, selalu mulai dari bagian atas dan lanjut ke bawah agar debu tidak terdorong ke area yang baru kamu bersihkan.

    5. Hindari Karpet

    Seperti yang sudah disebut di atas, karpet salah satu sumber debu yang banyak. Karpet tebal dikenal menampung debu, maka dari itu karpet ini tidak direkomendasikan kalau kamu punya alergi. Menyedot debu karpet secara rutin bisa mengurangi debu.

    6. Tidak Memakai Sepatu di Dalam Ruangan

    Langkah ini merupakan salah satu cara mengurangi debu di rumah. Sepatu membawa banyak kotoran dari luar, jadi lepaskan sepatu sebelum masuk rumah. Gunakan keset pintu untuk menampung kotoran sebelum masuk rumah, dan bersihkan sesering mungkin.

    7. Merawat Hewan Peliharaan

    Memandikan dan menyisir hewan peliharaan secara rutin, idealnya dilakukan di luar ruangan, hal ini akan bantu mencegah debu. Tapi, kalau berlebihan juga akan membuat kulit hewan peliharaanmu kering, sehingga kulitnya bersisik dan pada akhirnya jadi lebih banyak debu. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk menentukan rutinitas dan frekuensi perawatan yang baik.

    Bagaimana Cara Membasmi Tungau

    Kalau kamu punya alergi atau asma, perjuangan tidak berakhir pada menyingkirkan debu. Dilansir dari Real Simple, Sabtu (30/3/2024) walaupun tungau berukuran mikroskopis, bagian tubuh dan kotorannya bisa menjadi alergen yang bisa menyebabkan bersin-bersin, pilek, mata gatal, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dan lain-lain.

    Selain menggunakan sprei anti alergi dan untuk mengurangi penumpukan debu, seperti yang dijelaskan di atas, seringlah mencuci sprei dengan suhu panas (setidaknya 54°C) bisa mematikan tungau dan menyingkirkan serpihan kulit mati, yang biasa dijadikan makanan oleh tungau.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu Berasal? Begini Cara Cegahnya Biar Nggak Numpuk


    Jakarta

    Debu yang menumpuk bisa mengotori rumah dan menimbulkan alergi bagi penghuninya. Benda kecil ini dapat mengganggu kalau menumpuk. Nah, pernahkah kamu terpikirkan dari mana debu berasal?

    Berikut ini penjelasan tentang bagaimana debu bisa menumpuk di dalam rumah yang dilansir dari Forbes Home, Senin (29/4/2024).

    Dari Mana Debu Berasal?

    1. Polusi

    Polusi dari knalpot mobil dan emisi pabrik bertebaran di udara. Jika jendela rumah dalam keadaan terbuka, maka partikel debu itu akan masuk ke dalam rumah.


    Apalagi kalau kamu tinggal di rumah dekat jalanan yang ramai. Maka, kurangi eksposur rumah dari udara luar untuk mencegah debu dari polusi. Kamu juga bisa menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    2. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman juga bertebaran di udara, sehingga bisa masuk ke dalam rumah ketika pintu atau jendela terbuka. Jika ingin mendapat udara segar namun ingin mencegah masuknya serbuk sari, kamu bisa menggunakan layar jendela yang akan memfilter partikel-partikel masuk ke dalam rumah. Selain itu, air purifier mampu menghilangkan serbuk sari di dalam rumah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan yang berbulu pasti akan meninggalkan jejak bulu di sekitar rumah. Biasanya, bulu-bulu ini berterbangan di udara atau menempel di furnitur, terutama yang berbahan kain. Untuk mengurangi intensitas bulu di rumah, kamu bisa lebih rajin menyisir dan memandikan hewan peliharaan.

    4. Jalanan dan Tanah

    Partikel debu bisa terbawa ke dalam rumah dari kotoran di jalanan ataupun tanah kering yang menempel di sepatu ataupun pakaian. Debu dari jalan ini bisa berasal dari partikel batu, pasir, ataupun tanah.

    Oleh karena itu, tak heran kalau menemukan banyak debu di sekitar pintu depan rumah. Kalau mau mencegah masuknya debu, tutupi celah pintu dan jendela serta pastikan penghuni rumah tidak menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Kain

    Bahan kain tak hanya menjadi sarang debu, tetapi juga menimbulkannya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    6. Tungau Debu

    Manusia umumnnya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh yang banyak ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Kulit mati ini yang menjadi makanan tungau debu, sehingga dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, serangga ini cukup mengganggu karena dapat menimbulkan alergi atau asma bagi sebagian orang. Nah, semakin banyak tungau berkembang biak, maka akan terkumpul menjadi debu. Oleh karena itu, coba rajin membersihkan permukaan kain menggunakan vacuum atau mencucinya.

    Demikian penjelasan dari mana debu berasal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bersih dari Debu


    Jakarta

    Debu di rumah bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bukan hanya mengotori rumah, debu juga dapat memicu gangguan kesehatan seperti alergi dan penyakit pernapasan.

    Sayangnya, partikel kecil ini ada di mana-mana dan selalu muncul lagi. Nah, kalau kamu pengin bikin rumah minimal debu, maka harus melakukan langkah pencegahan dan pembersihan.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan biar rumah bersih dari debu? Yuk, cek tips berikut ini yang dikutip dari Ray White Indonesia seperti dilansir dari Tabloid Rumah, Kamis (13/6/2024).


    1. Hindari Pakai Kasur dan Bantal dari Kapuk

    Debu akan lebih mudah menempel pada kasur dan bantal kapuk. Coba saja memukul bantal kapuk yang kita miliki, debu langsung beterbangan keluar.

    2. Ganti Peralatan Penunjang Tidur Minimal Seminggu Sekali

    Jika memungkinkan, bahkan lebih baik mengganti seprai dan sarung bantal setiap dua kali seminggu. Seprai, sarung bantal dan guling, hingga selimut yang tidak bersih tentunya membuat tidur kita juga tidak nyaman. Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari, selain untuk membunuh bakteri juga untuk menghilangkan debu.

    3. Hindari Letakan Barang di Atas Lemari atau Lokasi yang Sulit Dijangkau

    Barang-barang tak terpakai seringkali diletakkan di lokasi tersebut, menyebabkan bagian atas lemari seringkali menjadi tempat bersarangnya debu.

    4. Hindari Menyimpan Banyak Mainan Berbulu

    Bagi kita yang memiliki anak kecil di rumah, meskipun anak-anak menyukai boneka berbulu sebaiknya dibatasi. Bersihkan setiap hari dan cuci secara berkala.

    5. Rutin Bersihkan Rumah

    Jangan lewatkan bagian sudut-sudut dinding dan plafon, juga tempat-tempat yang tidak terjangkau seperti lubang ventilasi dan bagian bawah atau atas perabotan.

    Sebelum menyalakan kipas angin, pastikan ruangan telah bersih dan tidak banyak debu. Kipas angin malah akan membuat debu beterbangan ke tempat lain, bahkan ke udara yang dapat berakibat terhirup oleh orang yang ada di dalam ruangan.

    Barang-barang elektronik juga tidak boleh luput dibersihkan. Bersihkan AC atau celah-celah kipas angin, tempat biasanya banyak debu yang menempel. Bagian belakang lemari es juga seringkali dilupakan.

    Bersihkan tirai secara rutin, minimal seminggu sekali. Untuk hasil lebih baik, tirai bisa kita laundry. Jika kita senang mengoleksi buku, rajin-rajinlah membersihkannya. Tumpukan buku termasuk tempat debu menumpuk, apalagi jika jarang diambil.

    6. Batasi Hiasan di Rumah

    Batasi hiasan seperti lukisan, pigura foto dan lain sebagainya. Tempat-tempat tersebut seringkali luput dari perhatian sehingga hampir tidak pernah dibersihkan.

    Setiap selesai membersihkan rumah dengan sapu, biasakan dilanjutkan dengan mengepel. Jika ingin lebih efektif, gunakan penyedot debu. Selain lebih praktis, sedot debu juga tidak membuat debu beterbangan. Ketika akan membersihkan perabotan di rumah, gunakan lap basah. Tambahkan dari cairan pembersih agar efektif dan hasilnya lebih maksimal. Debu akan menempel di lap basah tersebut.

    7. Bersihkan Karpet Setiap Hari

    Debu sering kali terkumpul di atas maupun di bawah karpet. Agar lebih efektif, gunakan penyedot debu. Jika karpet sedang tidak digunakan, gulung dan bungkus dengan menggunakan plastik rapat-rapat, untuk menghindari debu menempel.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Banyak Debu Meski Sering Dibersihkan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Debu selalu menumpuk di rumah, apalagi kalau jarang membersihkan isi rumah. Namun, sering kali kita merasa rumah masih kotor meski sudah menyapu dan mengepel lantai, serta membersihkan perabotan namun debu tetap menempel.

    Tentunya hal ini bisa bikin penghuni rumah sebal karena rumah cepat kotor, bahkan setelah dibersihkan. Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan rumah sering berdebu.

    Lalu, apa saja penyebab rumah berdebu dan kotor? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Penyebab Banyak Debu di Rumah

    1. Pintu dan Jendela Terbuka

    Membuka pintu dan jendela sebenarnya bagus dilakukan agar sirkulasi udara tetap terjaga sehingga udara yang kita hirup tetap segar. Bila tidak dilakukan, rumah akan terasa pengap karena tak ada sirkulasi udara.

    Akan tetapi, membuka pintu dan jendela harus menjadi perhatian saat rumah kita berada di kawasan sibuk kendaraan. Bila lokasi rumah kita terletak di titik yang sering dilewati hilir mudik kendaraan, jangan sembarangan membuka pintu dan jendela. Bila tidak, rumah kita akan terus dipenuhi debu jalanan.

    Solusinya, bukalah pintu dan jendela di waktu-waktu tertentu saat rumah kita masih sepi kendaraan yang lewat. Misalnya di pagi hari dari subuh hingga pagi atau sore hari, Itu bisa meminimalisir masuknya debu ke rumah kamu.

    2. AC dan Kipas Kotor

    Tahukah kamu AC dan kipas yang lama tak dicuci bisa menimbulkan debu-debu dan kotoran. Lebih parah lagi, bila dihidupkan, maka akan menimbulkan penyakit gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Oleh karena itu, cucilah AC dan kipas secara rutin. Bila dirasa sudah berdebu, sempatkan waktu untuk segera mencucinya. Kamu bisa menggunakan jasa tukang atau bisa dilakukan sendiri.

    3. Banyak Tumpukan Barang

    Banyak barang menumpuk juga menjadi salah satu penyebab debu dan kotoran sering datang kembali meski sudah dibersihkan. Cobalah buang atau singkirkan barang-barang yang tidak perlu. Selain bisa mengurangi debu, melakukan hal ini juga bisa membuat rumah kita terasa lapang.

    Saat kita pulang dari kantor atau bepergian, segera simpan pakaian yang kita pakai ke tempat cucian karena pakaian itu bisa membawa debu dan kotoran dari luar.

    4. Cek Barang di Atas Lemari

    Terkadang kita memiliki kebiasaan menaruh barang-barang seperti dus, kotak atau barang lain di atas lemari. Mulai sekarang hindari menaruh barang di lokasi itu karena bisa memicu datangnya debu.

    Debu yang berada di atas lemari biasanya jarang kita ketahui karena letaknya yang sulit dijangkau. Bila terpaksa harus menaruh barang di sana, coba cek dan bersihkan secara rutin.

    5. Bersihkan Lantai dan Perabotan secara Rutin

    Jangan menunda pekerjaan membersihkan lantai dan perabotan di rumah. Karena hal itu bisa bikin debu terus menerus datang. Jadi, jangan lupa bersihkan lantai dan perabotan secara rutin untuk mencegah dan mengatasi debu.

    Itulah beberapa penyebab dari rumah yang sering debu. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bikin Kamar Tidur Selalu Wangi Biar Tidur Makin Lelap


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang wangi bisa biking penghuninya merasa nyaman dan betah berlama-lama di dalam kamar. Aroma harum di kamar tidur bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks, sehingga bisa tidur lebih lelap.

    Ternyata membuat kamar menjadi wangi nggak sulit, lho! Bagi kamu yang pengin punya kamar wangi, bisa mengikuti cara berikut ini.

    Tips Bikin Kamar Tidur Selalu Wangi

    1. Sering Cuci Seprai

    Untuk membuat kamar tidur wangi, kamu bisa mencuci seprai secara teratur. Sebab, seprai menyerap keringat dan minyak tubuh saat sedang tidur.


    Dilansir dari The Spruce, Jumat (28/6/2024), kamu bisa mencuci seprai setiap minggu. Apabila kamu punya hewan peliharaan dan sering main di kasur kamar, sebaiknya seprai dicuci le sering.

    Tak hanya seprai, sebaiknya gorden yang ada di kamar juga rutin dicuci. Dilansir dari Apartment Therapy, setidaknya cuci gorden beberapa bulan sekali agar tetap bersih dan wangi.

    2. Buang Sumber Bau dari Kamar Tidur

    Supaya kamar wangi, kamu mesti membuang sumber bau yang ada di kamar, misalnya mengosongkan tempat sampah. Sebaiknya, jangan membuang sampah makanan atau sampah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar. Selain itu, cuci pakaian dan linen yang bau sesegera mungkin.

    3. Buka Jendela

    Kamar tidur bisa menjadi wangi dengan membuka jendela dan membiarkan angin segar masuk ke dalam. Namun, untuk kamu yang tinggal di area padat penduduk atau dekat jalan raya bisa diperhatikan waktu-waktu untuk membuka jendela, misalnya pada pagi hari sebelum banyak kendaraan berlalu lalang.

    4. Bersihkan Kamar Tidur

    Ternyata bau tak sedap tidak hanya datang dari pakaian kotor maupun sampah, tetapi juga dari debu. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kamar dari debu.

    “Bau tidak hanya datang dari penyebab yang jelas (misalnya sepatu kets yang sudah usang). Debu dari serpihan kulit dapat membuat kamar tidur berbau tidak sedap,” kata editor Solved, Millie Hurst, dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (28/6/2024).

    “Kamu mungkin terkejut mengetahui bahwa debu sebenarnya berbau, tetapi mencegah debu di kamar tidur kamu akan membantu menghilangkan bau tidak sedap,” tuturnya.

    5. Gunakan Pengharum Ruangan

    Terakhir, cara paling ampuh membuat kamar tidur wangi tentunya dengan menggunakan pengharum ruangan. Pengharum ruangan yang bisa digunakan bermacam-macam, misalnya lilin aromaterapi, reed difuser, semprotan aerosol, dan lainnya.

    Nah, saat memilih wewangian, sebaiknya jangan pilih yang mengandung bahan kimia atau aroma keras yang dapat mengganggu tidur kamu.

    “Kita semua menginginkan kamar tidur yang wangi tanpa menimbulkan gangguan tidur. Carilah semprotan atau wewangian ruangan ruangan yang menggunakan minyak alami atau esensial,” tutur cleaning expert di Spekless Cleaning, Karina Toner, dikutip dari Homes & Gardens.

    Kamu bisa mencoba wewangian dengan aroma lavender, chamomile, vanila, atau yang lainnya untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

    Itulah beberapa tips untuk membuat kamar tidur wangi. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Hilangkan Bau Rokok di Rumah Beserta Cara Cegahnya


    Jakarta

    Sebagian masyarakat yang perokok mungkin suka merokok di sekitar rumah. Padahal, bau rokok bisa menempel di permukaan barang-barang di rumah sehingga membuat penghuni lainnya merasa terganggu.

    Bau rokok yang menempel pada benda-benda di rumah biasanya sulit dibersihkan. Namun, tenang saja ada cara untuk menghilangkan bau rokok di rumah.

    Yuk, simak tips menghilangkan bau rokok berikut ini yang dilansir dari Real Simple, Jumat (5/7/2024).


    Tips Menghilangkan Bau Rokok di Rumah

    1. Perbanyak Ventilasi

    Sebelum menggunakan bahan pembersih, kamu bisa mencoba untuk meningkatkan sirkulasi udara dengan membuka semua jendela dan pintu agar dapat membantu menghilangkan bau asap rokok. Gunakan juga kipas angin untuk menyedot asap rokok.

    2. Bersihkan Asbak Rokok

    Kamu bisa langsung membuang semua sisa puntung rokok dan abu rokok ke tempat sampah untuk mengurangi bau asap rokok di dalam rumah.

    3. Cuci Aksesori

    Cara menghilangkan bau asap di rumah adalah mencuci aksesori yang terkena seperti perabotan atau hiasan. Cuci aksesori yang dapat dicuci dengan detergen biasa dan tambahkan baking soda untuk membantu menghilangkan bau asap dari rumah.

    4. Gunakan Cuka

    Cuka adalah bahan alami yang dapat membantu menyerap bau, termasuk bau asap. Kamu mencampur dengan air lalu masukkan ke dalam botol semprotan. Lalu, kamu tinggal semprotkan ke ruangan dan furniture yang bau asap rokok.

    5. Gunakan Baking Soda

    Baking soda adalah bahan alami yang bisa membantu menyerap bau asap rokok. Cukup taburkan baking soda ke furnitur yang terkena bau asap rokok, lalu biarkan selama beberapa jam lalu sedot debu untuk menghilangkan sisa baking soda serta bau asap rokok.

    Cara Mencegah Bau Asap Sejak Awal

    1. Jangan merokok di dalam ruangan.

    2. Batasi asap rokok agar tetap di satu ruangan dengan menutup pintu seluruh rumah.

    3. Gunakan pembersih udara dan ganti filter secara teratur.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 5 Penyebab Karpet Bau Apek dan Cara Ampuh Mengatasinya


    Jakarta

    Karpet menjadi benda yang dapat menghiasi ruangan sekaligus memberi rasa hangat ketika berdiri atau duduk di atasnya. Meski cantik dan fungsional, sering kali kita mengabaikan kebersihan sampai karpet bau apek.

    Aroma kain yang lembap dan apek bikin suasana rumah menjadi kurang nyaman. Kalau sudah terlanjur apek, sebaiknya segera diatasi dan jangan dibiarkan ya!

    Lantas, apa yang membuat karpet bau apek? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Rug Traders, Jumaat (5/12/2024).


    Penyebab Karpet Berbau Apek

    1. Hewan Peliharaan

    Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

    2. Karpet Lembap

    Bau apek pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apek ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

    3. Lapisan Lateks Rusak

    Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

    4. Usia Karpet

    Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apek yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

    5. Wol Karpet

    Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

    Cara Menghilangkan Bau apek pada Karpet

    Untuk menghilangkan bau apek pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Jumat (5/7/2024), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek pada karpet.

    1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

    Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu.

    Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.

    • Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

    Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

    Langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

    • Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

    • Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

    3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

    Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apek pada karpet.

    Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

    • Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

    • Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

    • Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

    • Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

    • Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apek pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apek sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Kesalahan Ini Bikin Rumah Bau, Pengharum Ruangan Pun Nyerah!


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi bisa bikin penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya, apalagi kalau aroma rumah wangi dan segar. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan penghuni rumah bisa bikin rumah bau tidak sedap.

    Bahkan, pengharum ruangan pun tidak cukup menutupi bau rumah. Nah, daripada mengandalkan pengharum ruangan saja, sebaiknya mengatasi bau tersebut langsung pada sumbernya.

    Lalu, apa saja kesalahan yang bisa bikin rumah bau? Simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari Real Simple, Jumat (5/7/2024).


    Kesalahan yang Bikin Rumah Bau

    1. Jarang Membuang Sampah

    Salah satu penyebab utama rumah bau adalah makanan yang membusuk yang bisa menjadi masalah jika kamu tidak memiliki saluran pembuangan di wastafel. Sebelum memasang kantong sampah baru, mungkin juga sudah saatnya membersihkan tong sampahmu.

    Semprotkan pembersih serbaguna pada sehelai kertas dan lap bersih. Jangan lupa memeriksa semua tempat sampah di rumah tanpa terkecuali.

    Trik untuk mengurangi bau tak sedap dari tong sampah adalah melapisi bagian bawahnya dengan beberapa lapisan koran. Dengan dilapisi koran, tumpahan sampah yang berbau akan terserap sehingga bisa meminimalisasi munculnya bau tak sedap.

    2. Tidak Membersihkan Kulkas

    Salah satu bagian rumah yang sering kita abaikan untuk dibersihkan adalah bagian dalam kulkas. Tumpahan kecil, kebocoran dari wadah makanan, atau hanya makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa bisa menjadi sumber bau tak sedap jika tidak segera ditangani.

    Untuk membersihkan kulkas dengan benar, sebaiknya keluarkan semua rak dan cuci dengan air panas dan sabun. Kemudian lap bagian dalam kulkas dengan campuran cuka putih, baking soda, dan air. Lakukan ini setidaknya empat kali setahun, tetapi bersihkan tumpahan segera setelah terjadi.

    3. Membiarkan Handuk Berjamur

    Handuk yang terlalu lembap bisa menyebabkan jamur dan bakteri tumbuh di handuk. Bersihkan handuk dengan detergen berkualitas dan cuka atau baking soda pada siklus panas. Untuk mencegah hal ini terjadi di masa depan, jemur handuk setelah digunakan agar kering sempurna.

    Selain itu, kamar mandi bisa menjadi tempat berkembang biak jamur. Jika ada jendela di sana, coba buka ketika kamu sedang tidak mandi dan jangan lupa menyalakan kipas jika kamu memilikinya.

    4. Jarang Bersihkan Debu

    Jika rumahmu tidak benar-benar berbau buruk, tetapi mungkin saja tidak segar, kamu mungkin perlu membersihkannya secara menyeluruh dengan menyapu dan menghisap debu. Debu adalah campuran bakteri, sel-sel kulit mati, serbuk sari, kotoran, dan hal-hal lain di atmosfer, yang juga bisa menimbulkan bau tak sedap di rumah.

    5. Jarang Bersihkan Karpet dan Tikar

    Karpet dan tikar bisa menyimpan bau, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan. Jika hanya menghisap debu tidak cukup, coba berikan produk penyegar karpet yang aman di atas tikar, biarkan selama lima belas menit, lalu sedot dengan vacuum.

    Jika kamu memiliki karpet atau tikar yang bisa dicuci, bersihkanlah secara teratur sesuai petunjuk pabrik. Di sisi lain, jika kamu memiliki karpet berukuran besar, kamu mungkin perlu menggunakan layanan profesional untuk membersihkannya secara menyeluruh.

    Bau kaki yang tidak sedap adalah hal lumrah bagi banyak dari kita. Ini biasanya terjadi karena sepatu kita terkontaminasi oleh molekul bau yang tidak sedap.

    Ketika sejumlah besar sepatu mulai menumpuk di pintu masuk, itu menciptakan bau yang tidak terlihat. Pertimbangkan untuk menyimpannya di dalam lemari tertutup atau keranjang setidaknya untuk mengendalikan bau.

    Selain itu, rajinlah menyucinya secara rutin agar bau tak sedap benar-benar menghilang.

    7. Tidak Merawat Tanaman Hias

    Tanaman hias di dalam rumah yang kurang terawat bisa menimbulkan bau. Pembusukan akar, yang disebabkan oleh terlalu banyak air, akan membuat rumah berbau.

    Jika sudah begini, kamu perlu mengeringkan pot tanaman dan melakukan triase, tergantung pada jenis tanaman yang kamu miliki.

    8. Jarang Memandikan Hewan Peliharaan

    Meski memelihara hewan di rumah menyenangkan, bau alami mereka umumnya tetaplah tidak mengenakkan. Terkadang rumahmu bisa berbau seperti anjing atau kucing. Kamu bisa memandikannya sendiri atau membawanya ke salon hewan.

    Itulah kesalahan-kesalahan yang bisa bikin rumah bau. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com