Tag: debu

  • Exhaust Fan Kamar Mandi Berisik Seperti Pesawat Jet? Ini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Terdapat suatu barang yang kehadirannya cukup penting bagi kamar mandi kamu, tanpa adanya benda ini mungkin sirkulasi udara pada kamar mandi akan tidak maksimal. Exhaust fan yang sudah berdebu dan kotor tidak dapat berfungsi secara maksimal.

    Lalu, pada akhirnya akan mengeluarkan suara yang sangat bising seperti halnya pesawat jet yang sedang lepas landas. Kalau seperti, apa yang harus dilakukan? Simak informasinya berikut ini.

    Bersihkan Debu

    Melansir Real Simple, pada Senin (21/10/2024), membersihkan debu bisa menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah exhaust fan yang berisik. Sebelum membersihkannya, kamu harus memastikan arus listrik pada saklar kipas angin sudah dimatikan.


    Jika diperlukan, kamu bisa memakai tangga dan senter untuk membersihkan debu, gunakan pula alat penyedot debu, serta kemoceng guna membersihkan debu yang menempel pada bagian luar kipas. Cara ini dapat mencegah debu berjatuhan ke lantai ketika kamu melepas penutupnya.

    Lepaskan Penutup

    Pada umumnya penutup kipas dapat dilepas dengan cara menariknya secara perlahan dari langit-langit atau dinding tergantung pada model dan jenis exhaust fan. Kamu mungkin memerlukan obeng atau dengan menekan kait di bagian samping kipas untuk melepas penutupnya.

    Sesudah penutup dilepas, kamu akan melihat motor serta bilah pada kipas kamar mandi, sebagian besar kipas dicolokkan ke stopkontak, maka cabutlah kabel kipas sebelum kamu melakukan pembersihan pada kipas.

    Bersihkan Penutup Ventilasi

    Isi ember dengan air hangat dan tambahkan pembersih rumah tangga serbaguna, masukkan penutup ventilasi ke dalam ember dan biarkan hingga meresap guna menghilangkan debu dan kotoran yang menumpuk ketika kamu membersihkan bagian lain dari kipas.

    Sehabis direndam, pakai kain mikrofiber untuk pembersihan menyeluruh pada penutup ventilasi dan bilas dengan air hangat. Taruh penutup di atas handuk penyerap dan diamkan sampai kering seluruhnya sebelum kamu memasangnya kembali.

    Cuci Bilah Kipas dan Mesin

    Bila memungkinkan, copot unit kipas dari casing, secara umum model kipas ini hanya dilengkapi beberapa ikatan saja. Basahkan kain mikrofiber menggunakan air dan seka debu dari setiap bilah dan motor, kamu bisa memakai penyedot debu yang menggunakan alat celah untuk menyedot debu atau kotoran kecil lainnya.

    Jika kipas tidak bisa dilepaskan dari casing, pakailah kain yang lembap, penyedot debu, dan kemoceng untuk membersihkan debu secara menyeluruh. Bagaimanapun cara yang kamu terapkan, perlakukanlah dengan lembut agar bilah kipas tidak bengkok atau patah.

    Bersihkan Sekitar Exhaust Fan

    Pakailah alat penyedot debu atau kemoceng untuk membersihkan kotoran secara menyeluruh dari bagian rumah tersembunyi dan braket yang menahan kipas serta casingnya. Pastikan pembersihan pada sudut-sudut tempat debu dan serangga juga dibersihkan dengan detail guna mencegah serangga terperangkap di sela-sela tersebut.

    Pasang Kembali

    Selepas semua bersih, kering, dan bebas debu, pasang kipas kembali ke dalam casingnya dengan menyambungkan kembali pada braket. Langkah seterusnya, putar baling-baling kipas menggunakan jari kamu guna memastikan bilah kipas tidak mengenai bagian manapun dari komponen.

    Bila perlu, colok kabel kipas ke stopkontak, setelah memastikan penutup benar-benar kering, lalu pasang kembali dan kencangkan dengan obeng.

    Uji Coba Exhaust Fan

    Coba nyalakan kembali pemutus arus dan saklar kipas, lalu uji kipas yang telah dibersihkan, jika kamu mendengar suara atau bunyi baru yang mengganggu, mungkin kamu perlu mengubah posisi kipas.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 8 Faktor yang Membuat Jendela Harus Sering Dibersihkan


    Jakarta

    Jendela merupakan komponen penting di rumah. Jendela menjadi tempat penyediaan sumber udara segar serta cahaya alami yang sangat melimpah serta memberikan pandangan ke dunia luar.

    Agar jendela tampak bersih mengkilat, sebaiknya membersihkan jendela secara menyeluruh dalam kurun waktu enam bulan sekali, untuk menghilangkan debu serta kotoran yang tertinggal. Frekuensi pembersihan jendela tergantung beberapa faktor, seperti keberadaaan pohon, serangga, anak-anak, serta hewan peliharaan, dan cuaca setempat. Berikut ini informasinya.

    Kabut Asap atau Polusi

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Selasa (22/10/2024), rumah yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi mungkin sadar, bahwa mereka harus membersihkan jendela secara berkala daripada orang yang memiliki rumah di daerah polusi rendah.


    Ini dikarenakan polutan di udara berkumpul dan menumpuk pada rangka dan kaca jendela. Kamu yang tinggal di daerah dengan polutan tinggi harus mempertimbangkan jadwal pembersihan secara menyeluruh sebanyak tiga kali dalam setahun.

    Anak-anak serta Hewan Peliharaan

    Bila kamu memiliki anak-anak dan hewan peliharaan di rumah, sebaiknya rencanakan pembersihan jendela secara menyeluruh dan lebih sering dibandingkan orang lain yang tidak memiliki keduanya. Sebab, anak-anak kerap menyentuh kaca dengan tangan yang bisa saja meninggalkan jejak. Begitu pula dengan hewan peliharaan, bisa saja memegang jendela dengan kaki yang kotor.

    Air Sadah

    Sebagian rumah menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda pada jendela selepas dibersihkan. Hal ini dapat mempengaruhi frekuensi pembersihan.

    Meski demikian, pada umumnya masalah air sadah bisa ditangani dengan memasang sistem filter air di seluruh rumah guna mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Pohon dan Dedaunan

    Jika pohon, bunga, semak, dan dedaunan berada di sekitar jendela, maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya yang menempel pada jendela akan menjadi semakin banyak. Maka dari itu, jendela yang di sekitarnya terdapat pohon dan dedaunan lain perlu dibersihkan secara rutin dibanding jendela yang jauh dari sumber getah dan serbuk sari.

    Material Jendela

    Jenis dan bahan jendela yang sering digunakan untuk membuat rangka jendela dan ambang jendela harus dicermati saat menentukan seberapa sering jendela harus dibersihkan. Sebagian besar jendela dengan kaso membutuhkan lebih sedikit pembersihan dibanding jendela tanpa kaso, karena kaso dapat menghalangi debu dan kotoran serta aktivitas serangga.

    Rangka jendela dari vinil, alumunium, dan fiberglass tidak sulit untuk dicuci dan dijaga kebersihannya dibandingkan rangka kayu, yang wajib diwarnai atau dicat guna mencegah kelembapan, rangka jendela yang terbuat dari kayu juga harus dibersihkan secara rutin supaya terbebas dari kotoran.

    Jarak dengan Lalu Lintas

    Kendaraan mengeluarkan kotoran dan debu ketika melaju kencang, sehingga dapat menciptakan awan-awan kecil yang diakibatkan dari serpihan.

    Bila rumah kamu terletak di daerah yang jauh dari riung-riung kendaraan mungkin lebih rendah jendela kotor karena kendaraannya, tetapi jika rumah terletak pada sekitar jalan raya yang ramai dan padat dapat meningkatkan frekuensi pembersihan pada jendela.

    Cuaca Lokal

    Cuaca yang cerah dengan hembusan angin yang sedikit adalah tempat terbaik untuk menjaga jendela tetap bersih, tetapi terkadang cuaca tenang ini tidak berlangsung lama. Angin yang kencang menghempaskan debu dan serbuk sari ke arah rumah, sedangkan hujan dan salju dapat meninggalkan bercak yang bisa menghalangi pencahayaan alami.

    Begitu pula dengan salju yang turun dan serpihan lainnya dapat menempel di jendela akibat mobil yang lewat dan bajak salju, hal ini biasanya membuat jendela harus lebih sering lagi untuk dibersihkan ketika cuaca buruk.

    Aktivitas Serangga

    Keberadaan serangga di sekitar rumah kamu bukanlah hal yang bagus. Aktivitas serangga yang tinggi bisa dengan cepat membuat kotor jendela karena adanya sarang laba-laba atau kotoran serangga dan sarang yang muncul di sekitar jendela.

    Bila kamu mendapati aktivitas serangga yang tinggi di sekitar jendela, kamu harus mengatasi masalah tersebut sembari membersihkan jendela dengan lebih sering guna memastikan jendela selalu bersih dan terbebas dari serangga.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada Rumah Tua


    Jakarta

    Memiliki rumah tua sering kali membawa tantangan tersendiri, salah satunya adalah bau apek yang tak kunjung hilang. Aroma khas ini biasanya timbul dari kelembapan, debu, hingga sisa-sisa bahan bangunan yang sudah menua.

    Tidak hanya mengganggu kenyamanan, bau ini juga bisa menciptakan kesan kurang bersih di dalam rumah. Tapi jangan khawatir, dengan beberapa langkah sederhana dan bahan yang mudah didapat, kamubisa menghilangkan bau tak sedap ini dan mengembalikan suasana segar di rumah kamu.

    Beri Pencahayaan Ruang untuk Matahari

    Melansir Everyday Old House, pada (27/10/2024), buka tirai dan jendela agar udara segar dapat masuk dan tidak ada udara yang terkurung di dalam ruangan, kunci utamanya adalah meningkatkan sirkulasi udara ke seluruh bagian rumah, termasuk sudut-sudut dan celah rumah tua.


    Buka semua jendela dan pintu berjeruji, serta nyalakan kipas angin untuk menciptakan aliran udara yang menembus setiap sudut rumah.

    Membuka rumah bukan hanya memberi kesempatan udara segar untuk bersirkulasi dan mengeringkan area lembap, tetapi juga memungkinkan sinar matahari masuk.

    Sinar UV dari matahari bertindak sebagai disinfektan alami dan memberikan panas kering tambahan yang membantu menghilangkan aroma khas rumah tua.

    Identifikasi Sumbernya

    Memahami penyebab bau pada rumah lama sangat penting untuk benar-benar menghilangkannya, tentu saja lebih mudah menyingkirkan sumber bau daripada sekadar menutupinya dengan wewangian lain, tapi ini sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

    Lakukan pemeriksaan menyeluruh di ruang bawah tanah dan loteng untuk mendeteksi adanya kebocoran atau jamur, pastikan kamu memeriksa bagian bawah setiap wastafel, keran, dan pipa di rumah untuk mencari tanda-tanda kebocoran.

    Jika menemukan masalah, segera lakukan perbaikan, bila kamu masih kesulitan menemukan sumber bau, pertimbangkan untuk memanggil tenaga ahli. Apabila aroma apek tercium di rumah, sebaiknya hubungi tukang ledeng untuk memeriksa kondisi pipa lama yang mungkin mengalami kebocoran.

    Hilangkan Kelembapan

    Selain membiarkan udara segar dan sinar matahari masuk, jika rumah kamu terasa lembap, pertimbangkan untuk menggunakan satu atau dua dehumidifier.

    Biarkan dehumidifier ini menyala untuk menghilangkan kelembapan berlebih dari udara, yang dapat memicu pertumbuhan jamur, dan untuk membantu mengeringkan area rumah lebih lanjut.

    Tempatkan di area yang cenderung lembap, seperti ruang bawah tanah, ruangan sempit, atau kamar mandi. Ingat, dehumidifier memerlukan ruang yang cukup agar aliran udara tidak terhambat, jadi hindari meletakkannya terlalu dekat dengan furnitur atau dinding.

    Basmi Jamur

    Jamur tidak hanya menjadi penyebab utama bau pada rumah tua, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan lingkungan.

    Jamur dapat memperburuk alergi serta masalah pernapasan seperti asma, dan bahkan menyebabkan infeksi serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati saat membersihkan jamur.

    Sebagai aturan, jika kamu menemukan area jamur lebih dari 10 kaki persegi, atau menduga ada jamur tersembunyi atau beracun, sebaiknya hubungi profesional untuk penanganan lebih lanjut.

    Jika kamu memutuskan untuk membersihkannya sendiri, bacalah terlebih dahulu panduan singkat dari Environmental Protection Agency atau EPA tentang Jamur dan Kelembapan di rumah untuk memahami cara aman menangani jamur di rumah kamu.

    Bersihkan Karpet dan Furnitur

    Kain berpori, seperti serat karpet dan pelapis jendela, cenderung menyimpan bau. Ini termasuk aroma tembakau, noda hewan peliharaan, tumpahan yang tidak dibersihkan dengan baik, bahkan muntahan.

    Sayangnya, karpet dan kain pelapis dapat menyerap bau tersebut dalam waktu yang sangat lama. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi sumber bau pada kain di rumah.

    Untuk pembersihan ringan, taburkan soda kue pada area yang terkena, biarkan semalaman untuk menyerap bau, lalu bersihkan dengan penyedot debu keesokan harinya. Alternatif lainnya, kamu bisa menyemprotkan campuran cuka putih dan air pada jok.

    Jika kamu membutuhkan pembersihan yang lebih menyeluruh dan kemungkinan besar kamu akan membutuhkannya, pertimbangkan untuk membeli atau menyewa pembersih karpet, atau serahkan tugas tersebut kepada profesional dengan menyewa jasa pembersihan.

    Atau mungkin solusi terbaik adalah melepas karpet, menurunkan dekorasi jendela, dan menggantinya sepenuhnya.

    Jika kamu cukup beruntung tinggal di rumah tua, kamu mungkin menemukan kejutan menyenangkan berupa lantai kayu keras yang indah yang tersembunyi di bawah karpet tersebut.

    Perhatikan Sistem HVAC

    Saluran udara, pipa, ventilasi, dan komponen lain dari sistem pemanas dan pendingin kamu mengumpulkan debu dan kotoran selama bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Kemungkinan besar, pemilik sebelumnya tidak merawat sistem HVAC mereka dengan baik. Jika sumber bau pada rumah tua berasal dari sistem HVAC kamu, ini bisa membuat baunya semakin parah kamu bisa tanpa sadar menyebarkan bau tersebut ke seluruh rumah kamu.

    Tergantung pada jenis sistem HVAC yang kamu miliki, kamu mungkin perlu mengganti filter udara. Filter udara berfungsi untuk menyaring kontaminan di dalam rumah kamu.

    Filter ini bisa saja tersumbat dan dipenuhi oleh hal-hal yang menyebabkan bau rumah tua. Setelah mengganti filter, pastikan untuk membuat jadwal pemeliharaan agar penggantian filter dilakukan secara rutin.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Penyebab Laba-laba Bersarang di Rumah Kamu


    Jakarta

    Saat melihat dinding dan langit-langit rumah, tidak jarang kamu menemukan banyak sarang laba-laba di pojok langit-langit rumah. Tentunya hal ini membuat kamu menjadi resah karena harus membersihkannya.

    Setelah kamu membersihkan sarang laba-laba di langit-langit rumah, solusi terbaik yang harus kamu tahu adalah dengan mengetahui apa penyebab laba-laba bisa masuk dan membuat sarang di rumah. Dengan demikian kamu dapat mencegah hal ini terjadi.

    Melansir bob vila, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa penyebab laba-laba masuk dan membuat sarang di rumah kamu.


    Akses Masuk yang Mudah

    Laba-laba dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah melalui retakan, lubang, celah pintu, jendela, dan lantai rumah kamu. Cara terbaik untuk mencegahnya masuk dengan menghilangkan atau menutup celah atau retakan yang memungkinkan laba-laba masuk.

    Perhatikan akses kabel yang tersambung ke dalam rumah, bisa jadi hal ini merupakan akses mudah untuk laba-laba masuk ke dalam rumah.

    Ruangan yang Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Laba-laba suka bersembunyi di tempat yang gelap, berdebu, dan kotor. Membersihkan rumah secara teratur akan mengusir laba-laba yang sudah membuat sarang di rumah kamu dan mencegahnya untuk kembali.

    Bersihkan debu di sudut yang tinggi dan rendah yang memungkinkan laba-laba untuk bersarang. Semakin bersih rumah, semakin kecil kemungkinan kamu akan melihat laba-laba di rumah.

    Adanya Persediaan Makanan Laba-laba

    Laba-laba memakan serangga, sehingga apabila di rumah kamu banyak serangga, hal ini membuat laba-laba makin senang dan nyaman untuk bersarang.

    Periksa rumah untuk mencari sumber air, tempat bersembunyi serangga atau wadah makanan hewan peliharaan yang terbuka. Jika sudah membersihkan dan membuang persediaan makanannya, kamu juga dapat menyingkirkan laba-laba dari rumah.

    Kondisi Cuaca di Lingkungan

    Laba-laba menyukai tempat gelap dan nyaman. Jika cuaca di luar rumah dingin, laba-laba kemungkinan akan masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan diri dan merasa nyaman, begitupun sebaliknya. Beberapa laba-laba juga lebih menyukai tempat yang lembap dan ada juga yang menyukai tempat kering.

    Membawa Masuk Tanpa Sengaja

    Laba-laba memang pandai bersembunyi dan biasanya mereka menumpang pada furniture, sayuran dan hewan peliharaan kamu. Perlu untuk memeriksa dan membersihkan diri setelah dari luar rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang AC di Rumah Dekat Pantai? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir memang memiliki keuntungan tersendiri, seperti adanya angin pantai dan bisa keliling-keliling sepanjang garis pantai. Namun, area di pesisir sering kali panas dan membuat rumah maupun bangunan di sekitarnya memasang AC atau pendingin ruangan.

    Nah, kalau ingin memasang AC di bangunan yang dekat pantai, perhatikan informasi berikut ini dulu ya.

    Kelembapan dan Pertumbuhan Jamur

    Melansir Express Air Now, pada Rabu (30/10/2024), masalah yang paling umum pada daerah pesisir adalah tingkat kelembapan yang tinggi karena letaknya yang berdekatan dengan laut. Walaupun angin laut membuat segar udara sekitar, angin laut bisa menjadi tempat berkembang biak jamur, lumut, dan bakteri serta mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat memasuki sistem pada AC.


    Sistem yang sudah terkontaminasi ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan serta membuat udara di dalam ruangan menjadi kotor.

    Korosi Air Asin

    Masalah yang paling sering bagi pemilik rumah di pesisir pantai adalah korosi air laut. Udara di sekitar laut yang asin, bisa mempercepat kerusakan pada setiap komponen unit AC. Proses ini bisa membuat penurunan efisiensi dan perbaikan yang mahal jika tidak secepatnya diatasi.

    Air asin bisa menyebabkan kerusakan kumparan pada kondensor, pipa tembaga, dan sambungan listrik AC kamu. Seiring berjalannya waktu, kerusakan itu dapat menyebabkan kebocoran pada pendingin.

    Hal ini juga dapat mengurangi kapasitas pendingin, dan menyebabkan pendingin mengalami kegagalan sistem secara keseluruhan. Untuk mengatasi korosi akibat hembusan garam, kamu harus mempertimbangkan untuk pengaplikasian lapisan pelindung pada komponen AC.

    Lapisan ini berguna sebagai penghalang dan mencegah kerusakan akibat air garam, serta memperpanjang usia sistem pada pendingin kamu. Perawatan serta pemeliharaan secara berkala juga penting untuk membasmi penumpukan garam pada unit pendingin kamu.

    Tips Perawatan AC di Rumah Dekat Pantai

    Inspeksi Reguler

    Pengecekan secara berkala yang dilakukan oleh para ahli HVAC adalah langkah yang sangat penting guna mendeteksi serta memperbaiki masalah sebelum semakin parah.

    Penjadwalan janji perawatan setahun sekali merupakan salah satu kunci untuk menjaga sistem pendingin kamu selalu dalam kondisi maksimal. Selama dalam pemeriksaan, teknisi dapat memeriksa seluruh komponen AC kamu dari korosi dan memberikan solusi.

    Pergantian Filter

    Ganti dan bersihkan filter udara AC secara rutin, terutama kamu yang tinggal di daerah pesisir pantai yang memiliki tingkat serbuk sari dan debu sangat tinggi. Filter yang bersih dapat menyalurkan udara yang lebih baik dan mencegah tekanan pada sistem pendingin.

    Jika filter mampet karena garam dan udara dari sekitar laut, filter akan mengalami penurunan efektivitas dalam kinerjanya dan harus menggunakan energi yang lebih banyak lagi.

    Pembersihan dan Pelapisan

    Membersihkan serta menaruh lapisan pada komponen pendingin bisa membantu melindunginya dari kerusakan karena air garam. Membersihkan kumparan, sirip, dan komponen lainnya secara teratur dapat membantu membasmi penumpukan garam.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasang AC di rumah yang dekat pantai. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Ideal Membersihkan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang bersih nggak cuman bikin penghuni rumah merasa nyaman tapi juga baik buat kesehatan. Sebab, kamar mandi adalah tempat yang cepat kotor dan jadi tempat ideal buat ditumbuhi kuman dan jamur.

    Nah, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Ada beberapa hal di kamar mandi yang perlu lebih sering dibersihkan ataupun bisa jarang-jarang.

    Berikut jadwal ideal membersihkan kamar mandi yang bisa kamu ikuti, dikutip dari The Spruce, Jumat (1/11/2024).


    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.

    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Hilangkan Jamur di Kasur, Cukup Pakai Alat Pembersih di Rumah


    Jakarta

    Jamur yang tumbuh di permukaan kasur bisa jadi hal yang menyebalkan dan sebagai pertanda masalah. Jamur yang muncul tersebut bisa menyebabkan bintik-bintik coklat kehitaman dan beberapa jenisnya bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Jika kamu menemukan adanya jamur lebih awal, jamur bisa dihilangkan dengan mudah. Sebab, penyebab utama jamur muncul adalah kondisi di dalam dan sekitar kasur terlalu lembap.

    Dilansir The Spruce, Jumat (1/11/2024), berikut langkah untuk menghilangkan jamur yang ada di kasur.


    1. Siapkan Alat Pengaman dan Penyaring Udara

    Untuk mencegah kamu terkena alergi karena spora jamur, saat berada di kasur gunakan pelindung mata, masker, dan sarung tangan karet. Jika memungkinkan, letakkan alat pembersih udara untuk membantu menangkap jamur yang beterbangan di udara.

    2. Lepas Semua Barang yang Melapisi Kasur

    Lepaskan semua perlengkapan tempat tidur, termasuk pelindung kasur atau sprei. Lalu, cuci perlengkapan tidur dengan air panas yang cocok untuk jenis kainnya. Tambahkan pewangi dan cairan pembunuh kuman. Keringkan sprei pada suhu tinggi yang sesuai untuk kain, hal ini memastikan spora jamur telah hilang dari sprei kamu.

    3. Gunakan Vakum

    Ambil penyedot debu, arahkan dari salah satu ujung kasur dan bersihkan seluruh permukaannya dengan penyedot debu, jangan lupakan area yang tidak terkena jamur.

    Balikkan kasur dan periksa sisi lainnya untuk melihat apakah ada jamur yang tumbuh, lalu ulangi proses penyedotan debu. Setelah selesai, bawa penyedot debu ke luar untuk mengurangi kemungkinan penyebaran jamur, lalu buang ke tempat sampah luar.

    4. Hilangkan Jamur dengan Larutan Alkohol

    Bersihkan area yang ditumbuhi jamur dengan produk yang dapat membunuh spora. Untuk membunuh jamur di permukaan kasur, campurkan larutan isopropil alkohol dan air dengan perbandingan 50:50.

    Celupkan kain bersih lalu gosok perlahan permukaan kasur yang berjamur dengan gerakan memutar. Jangan basahi kasur dalam jumlah berlebihan karena akan merusak kasur. Setelah jamur sudah tidak terlihat, bilas dengan air bersih.

    5. Keringkan Secara Menyeluruh

    Tambahkan kipas angin atau pindahkan kasur ke tempat yang terkena sinar matahari langsung untuk membantunya kering secepat dan semaksimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Rumah Berdebu Biar Nggak Capek Berberes Mulu


    Jakarta

    Rumah berdebu bukan cuman kotor tapi bisa bikin alergi dan berbagai gangguan kesehatan bagi penghuni rumah. Meski sudah rajin dibersihkan, terkadang rumah masih saja berdebu.

    Siapa sih yang nggak jengkel? Sudah susah-susah bersihin rumah tapi cepat berdebu lagi. Daripada kesal, mending cari tahu penyebab rumah sering berdebu.

    Gimana sih cara cegah rumah cepat berdebu? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Biar Rumah Nggak Cepat Berdebu

    1. Tutup Pintu dan Jendela

    Membuka pintu dan jendela sebenarnya bagus dilakukan agar sirkulasi udara tetap terjaga sehingga udara yang kita hirup tetap segar. Bila tidak dilakukan, rumah akan terasa pengap karena tak ada sirkulasi udara.

    Tapi, membuka pintu dan jendela harus menjadi perhatian saat rumah kita berada di kawasan sibuk kendaraan. Bila lokasi rumah kita terletak di titik yang sering dilewati hilir mudik kendaraan, jangan sembarangan membuka pintu dan jendela. Bila tidak, rumah kita akan terus dipenuhi debu jalanan.

    Solusinya, bukalah pintu dan jendela di waktu-waktu tertentu saat rumah kita masih sepi kendaraan yang lewat. Misalnya di pagi hari dari subuh hingga pagi atau sore hari, Itu bisa meminimalisir masuknya debu ke rumah kamu.

    2. Bersihkan AC dan Kipas

    Tahukah kamu AC dan kipas yang lama tak dicuci bisa menimbulkan debu-debu dan kotoran. Lebih parah lagi, bila terhidup akan menimbulkan penyakit gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Oleh karena itu, cucilah AC dan kipas secara rutin. Bila dirasa sudah berdebu, sempatkan waktu untuk segera mencucinya. Kamu bisa menggunakan jasa tukang atau bisa dilakukan sendiri.

    Banyak barang menumpuk juga menjadi salah satu penyebab debu dan kotoran sering datang kembali meski sudah dibersihkan. Cobalah buang atau singkirkan barang-barang yang tidak perlu. Selain bisa mengurangi debu, melakukan hal ini juga bisa membuat rumah kita terasa lapang.

    Saat kita pulang dari kantor atau bepergian, segera simpan pakaian yang kita pakai ke tempat cucian karena pakaian itu bisa membawa debu dan kotoran dari luar.

    4. Cek Barang di Atas Lemari

    Biasanya kita menaruh barang-barang seperti dus, kotak atau barang lain di atas lemari. Mulai sekarang hindari menaruh barang di lokasi itu karena bisa memicu datangnya debu.

    Debu yang berada di atas lemari biasanya jarang kita ketahui karena letaknya yang sulit dijangkau. Bila terpaksa harus menaruh barang di sana, coba cek dan bersihkan secara rutin.

    5. Bersihkan Lantai dan Perabotan secara Rutin

    Jangan pernah menunda pekerjaan membersihkan lantai dan perabotan di rumah. Karena hal itu bisa bikin debu terus menerus datang. Jadi, jangan lupa bersihkan lantai dan perabotan secara rutin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Menyesal! 6 Kesalahan yang Dapat Merusak Lantai Laminasi



    Jakarta

    Lantai laminasi menambah banyak keindahan dan nilai rumah dengan harga yang terjangkau. Membersihkan lantai laminasi adalah dengan menggunakan kain pel datar dengan bantalan microfiber yang menutupi kepala kain pel.

    Membersihkan setiap hari akan meminimalkan kotoran yang dapat masuk ke dalam jahitan atau menggores permukaan. Namun, seringkali kamu melakukan kesalahan saat membersihkan lantai laminasi.

    Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa kesalahan saat membersihkan lantai laminasi yang seharusnya kamu hindari.


    Terlalu Banyak Menggunakan Air

    Pastinya untuk membersihkan lantai yang kotor, kamu perlu memerlukan air. Masalah lantai laminasi adalah terlalu banyak air yang akan merembes ke celah-celh di antara papan dan dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada lantai.

    Sedikit air sudah cukup untuk membersihkan lantai laminasi, kamu juga bisa menggunakan pel kering untuk pembersihan rutin. Bagian yang lengket dan kotor dapat dibersihkan menggunakan kain lap dan botol semprot.

    Menyedot Debu dan Menyapu Terlalu Keras

    Lantai laminasi perlu disapu atau disedot debunya secara berkala agar tetap bersih. Kotoran menjadi musuh bagi lantai laminasi yang dapat menggores dan memudarkan lapisan lantai laminasi.

    Namun, menyapu atau menyedot debu dengan tidak benar dan terlalu keras akan menyebabkan kerusakan lebih besar pada lantai laminasi daripada kotorannya. Pastikan untuk menyapu dan menyedot dengan lembut agar tidak tergores.

    Tidak Menggunakan Bantalan pada Furniture

    Furniture yang cantik, pastinya akan mempercantik lantai. Namun, untuk melindungi lantai, furniture berat memerlukan sedikit tambahan seperti bantalan di bagian bawah furniture untuk mengantisipasi terjadinya goresan pada lantai.

    Terlalu Banyak Sinar Matahari

    Masuknya pancaran sinar matahari yang datang secara teratur setiap dapat memudarkan beberapa bagian lantai laminasi kamu. Gunakan tirai tertutup atau gorden yang ditarik untuk melindungi lantai dari sinar matahari yang berpotensi paling keras untuk lantai.

    Pembersih yang Salah

    Banyak pembersih yang dapat menumpulkan tampilan lantai laminasi, terutama ketika digunakan secara berlebihan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan coba larutan ke lantai yang tersembunyi agar tidak mengubah warna secara langsung.

    Meletakkan Tanaman Sembarangan

    Tanaman yang terlalu penuh atau pot yang bocor dapat menyebabkan kerusakan yang mungkin tersembunyi sementara. Lindungi lantai dengan memperhatikan penyiraman dan menggunakan alas untuk melindungi lantai di bawah pot.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com