Tag: debu

  • Waspada! Ternyata Benda di Rumah ini Mengandung Timbal



    Jakarta

    Timbal adalah logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak dan wanit. Jika terpapar dalam jumlah yang signifikan maka akan sangat bahaya bagi kesehatan.

    Meskipun banyak orang mengaitkan timbal dengan produk industri, kenyataannya, barang-barang sehari-hari yang kita gunakan juga bisa mengandung timbal.

    Pada pembahasan berikut ini, akan menjelajahi berbagai jenis barang umum yang mungkin mengandung timbal, mulai dari cat dan peralatan rumah tangga.


    Mengetahui risiko ini sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga dari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh paparan timbal.

    Apa itu Timbal? Mengapa Sangat Berbahaya?

    Melansir dari Dengarden, pada Rabu (6/11/2024), menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, timbal adalah logam alami yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Penggunaan utama timbal adalah untuk memproduksi baterai timbal-asam yang digunakan dalam kendaraan bermotor.

    Namun, sejumlah kecil juga terdapat dalam barang-barang sehari-hari yang kita gunakan, seperti cat, kaca patri, ubin keramik, pipa ledeng, perhiasan, mainan, selang taman, dan beberapa produk kosmetik.

    Fakta dari WHO

    Timbal dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan memberikan efek negatif pada berbagai sistem, seperti pada dalam tubuh, timbal tersebar ke otak, hati, ginjal, dan tulang. Kain ini disimpan di gigi dan tulang, dan akumulasi ini bertambah seiring waktu.

    Ini sangat berbahaya bagi anak-anak, yang dapat mengalami dampak kesehatan serius dan permanen, terutama terkait perkembangan otak dan sistem saraf.

    Paparan tinggi timbal pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Selain itu, timbal juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi orang dewasa, termasuk peningkatan risiko hipertensi dan kerusakan ginjal, serta tidak ada tingkat paparan timbal yang aman tanpa risiko efek berbahaya.

    Meski timbal berguna dan kadang-kadang diperlukan dalam beberapa produk, faktanya adalah bahkan dalam jumlah setetespun timbal ‘sudah terlalu banyak’ karena akan terakumulasi dalam tubuh dan mengganggu fungsi kimia dasar.

    Akhirnya menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah sampai-sampai memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

    Cat

    Tidak semua cat berbahaya, tetapi cat yang mengandung timbal memang berisiko. Pada tahun 1991, Amerika Serikat mengidentifikasi cat bertimbal sebagai ancaman lingkungan yang serius bagi anak-anak, cat bertimbal juga dapat berdampak negatif pada orang dewasa.

    Penting untuk dicatat bahwa hampir semua rumah tua dibangun sebelum tahun 1978 memiliki cat yang mengandung timbal. Meskipun cat bertimbal itu sendiri tidak berbahaya, ketika mulai mengelupas, ia melepaskan partikel timbal berbahaya yang dapat terhirup.

    Oleh karena itu, jika kamu berencana membeli rumah tua, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional sebelum melakukan renovasi atau pengecatan sendiri.

    Ubin Keramik

    Ubin keramik, terutama yang ada di kamar mandi rumah tua, mungkin mengandung kadar timbal yang tinggi. Ubin yang diproduksi pada tahun 1970-an, terutama yang berwarna, bisa berbahaya.

    Ketika ubin mulai terkelupas, debu yang dihasilkan bisa berisiko. Oleh karena itu, renovator rumah tua yang melakukannya sendiri sebaiknya berkonsultasi dengan profesional untuk mengevaluasi apakah ubin tersebut berbahaya atau masih aman untuk ditangani.

    Jika tidak, sebaiknya serahkan pekerjaan renovasi kepada tukang bangunan profesional untuk memastikan tidak ada paparan timbal yang tidak diinginkan dan menghindari risiko meninggalkan partikel timbal berbahaya di rumah setelah proyek selesai.

    Selang Taman

    Pastinya kamu pernah bermain-main dengan selang taman atau menyeruput air dari sana pada hari-hari musim panas yang terik saat menyiram halaman. Terdapat cukup banyak selang taman yang mengandung timbal, khususnya karena beberapa di antara mereka dibuat dari bahan daur ulang.

    Sebagian besar selang taman dilabel dengan informasi tentang kandungan timbal, jadi pastikan kamu berhati-hati saat memilih selang yang ingin dibeli. Ada juga selang taman yang tidak mengandung timbal, tapi harga mereka mungkin sedikit lebih mahal.

    Perlengkapan Perpipaan

    Beberapa rumah tua mungkin dilengkapi dengan pipa timbal atau perlengkapan pipa yang terbuat dari kuningan atau perunggu, yang bisa mengandung timbal.

    Jika air terjebak dalam pipa atau perlengkapan tersebut untuk waktu yang lama, timbal dapat larut ke dalam air minum.

    Debu

    Cat yang mengandung timbal dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, yang menghasilkan debu atau serpihan timbal yang menempel di lantai, ambang jendela, dan tanah di sekitar rumah.

    Debu dan tanah ini dapat menjadi sumber paparan timbal yang signifikan, terutama bagi anak-anak kecil yang mungkin merangkak atau bermain di lantai.

    Keramik dan Glasir Tembikar

    Glasir yang dipakai pada keramik, tembikar, dan porselen tertentu dapat mengandung timbal. Ini terutama berlaku untuk barang-barang yang lebih tua atau yang dibuat secara manual, seperti piring hias, cangkir, dan mangkuk.

    Selain itu, keramik impor atau antik juga mungkin memiliki glasir yang mengandung timbal.

    Penutup Jendela dan Tirai Vinil

    Beberapa tirai, kerai, dan gorden yang terbuat dari vinil atau plastik dan diproduksi sebelum tahun 1990-an mungkin mengandung timbal.

    Timbal ini biasanya terdapat dalam bahan penstabil yang digunakan dalam pembuatan produk-produk tersebut.

    Kaca Patri

    Kaca patri memiliki potensi untuk mengandung timbal. Jendela kaca patri tradisional dibuat dengan menyusun potongan-potongan kecil kaca berwarna yang dihubungkan dengan timbal.

    Meskipun timbal yang digunakan dalam jendela tersebut biasanya tidak berada dalam bentuk yang mudah larut atau menimbulkan risiko paparan yang signifikan.

    Tetap saja timbal dapat menjadi masalah jika kaca patri mengalami kerusakan, memburuk, atau jika terdapat area bertimbal yang dapat dijangkau, seperti di jendela rendah atau dekat tempat bermain anak-anak.

    Penanganan Produk yang Mengandung Timbal

    Baca informasi kecil di kemasan produk dan perhatikan jika ada pernyataan tentang kandungan timbal, cek kualitas produk impor dan ikuti berita untuk mengetahui jika ada barang yang ditarik karena mengandung timbal lebih dari batas aman.

    Penting untuk membuat keputusan yang baik, jadi lakukan riset sebelum membeli agar terhindar dari keracunan timbal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Benda Ini di Kolong Kasur!



    Jakarta

    Jika kamu menempati rumah kecil dan memiliki banyak barang, mulailah bersikap kreatif dengan memikirkan penyimpanan untuk barang-barang tersebut. Memakai ruang kosong pada kolong tempat tidur merupakan ide yang tepat, karena dapat menyembunyikan kekacauan visual dan menjauhkan barang dari lorong kamu.

    Namun, terdapat peringatan untuk menyimpan barang-barang tertentu pada kolong tempat tidur. Ada beberapa barang yang seharusnya kamu hindari untuk disimpan di sana dengan cara apapun demi menjaga area kamar tidur agar selalu bersih.

    Dokumen Penting

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Kamis (7/11/2024), Dokumen penting seharusnya tertata dengan rapi serta mudah untuk diakses dan terlindungi, idealnya diletakkan di brankas yang tahan api.


    Meskipun kamu menyimpan dokumen dengan rapi pada dalam kotak, tapi jika berada di kolong tempat tidur tentu kamu akan susah meraihnya terlebih jika dalam keadaan darurat yang tentunya akan sangat merepotkan, bahkan berbahaya.

    Tak hanya itu, serangga, rayap, termasuk kutu buku tentu akan sangat menyukai hal ini dan yang pasti akan membuat dokumen menjadi rusak. Dalam hal ini, kamu bisa menyimpan produk yang berbahan kertas apa pun pada kolong kasur kamu, termasuk juga foto dan kotak kardus.

    Jika buku kamu terlalu menumpuk dan terlalu besar untuk diletakkan di meja samping kasur, maka kamu bisa meletakkannya di keranjang, tapi hindari dari bawah kasur jika kamu khawatir dengan serangga.

    Barang yang Jarang Dipakai

    Sebaliknya, menyimpan barang-barang yang jarang kamu butuhkan di bawah tempat tidur dapat memperkuat mentalitas jauh dari pandangan, jauh dari pikiran.

    Barang-barang tersebut bisa tertinggal di sana selama bertahun-tahun, mengumpulkan debu, dan menyebabkan energi yang stagnan. Dukung diri kamu dan ciptakan ruang yang lebih segar dengan rutin merapikan barang-barang tersebut.

    Barang yang Sering Dipakai

    Jika bicara tentang kenyamanan, kamu mungkin akan mengalami efek sebaliknya jika kamu memutuskan untuk menaruh barang-barang pada kolong tempat tidur. Membungkuk dan meraih barang yang sulit dijangkau setiap hari atau bahkan setiap minggu pasti akan terasa sangat membosankan.

    Apalagi jika kamu malas untuk menaruh serta meletakkannya kembali, ini akan berakibat pada kekacauan dan mempersulit kamu untuk menemukan barang apa yang akan kamu butuhkan.

    Terlalu Banyak Barang

    Menumpuk terlalu banyak barang di bawah tempat tidur dapat menghambat aliran udara dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk penyimpanan. Kamu perlu mengetahui bahwa hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur.

    Sirkulasi udara yang buruk di bawah tempat tidur dapat sedikit meningkatkan suhu kamar, yang mungkin cukup membuat kamu kesulitan untuk tidur nyenyak. Ruangan yang sesak juga menyulitkan pembersihan di bagian bawah tempat tidur, sehingga berpotensi menumpuk alergen yang berdampak pada pernapasan.

    Meskipun mungkin praktis untuk menyimpan barang di bawah tempat tidur, penting untuk memahami efek negatifnya juga.

    Keranjang Cucian

    Kurangnya ruang pada kamar tidur untuk keranjang cucian mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memanfaatkan area pada kolong kasur untuk menaruh keranjang cucian. Kecuali kamu sudah putus asa, sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk hal ini.

    Pakaian kotor menahan kelembapan dan menimbulkan bau tak sedap yang akan terus berada di dekat kamu dan akan tercium ketika kamu mencoba untuk tidur.

    Ini akan menjadi hal yang berat untuk menarik dan mengeluarkan keranjang cucian dari kolong tempat tidur secara berulang. Sebaiknya kamu menyiapkan ruang untuk keranjang cucian selain di area tempat tidur.

    Makanan

    Tren laci camilan di nakas yang viral di media sosial membuat menyimpan makanan di kamar tidur semakin umum. Beberapa orang bahkan mungkin mulai menggunakan ruang di bawah tempat tidur mereka untuk menyimpan stok makanan agar tidak perlu ke dapur.

    Memang menggoda untuk memiliki cemilan tengah malam yang mudah dijangkau saat bersantai di tempat tidur, tetapi hal itu tidak sebanding dengan risiko menarik hama ke kamar kamu.

    Hewan pengerat bisa menggerogoti kemasan yang belum dibuka, sementara serangga seperti semut dan kecoa tertarik pada gula dan pati.

    Meskipun makanan disimpan dalam wadah plastik berpenutup di bawah tempat tidur, hama bisa saja menemukan cara untuk mengaksesnya. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya tetap simpan makanan di dapur atau pantry.

    Elektronik

    Menyimpan perangkat elektronik di bawah tempat tidur dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika ada kabel yang terhubung ke stopkontak di area tersebut, yang mudah menjadi terlalu panas.

    Meski tidak sedang diisi daya, perangkat elektronik yang dibiarkan di bawah tempat tidur dalam waktu lama pasti akan berdebu, yang dapat merusak baterai dan sirkuit sehingga perangkat mahal kamu tidak lagi berfungsi.

    Kurangi risiko ini dengan mendaur ulang perangkat elektronik lama di pusat daur ulang limbah elektronik terdekat dan simpan perangkat yang masih digunakan di pusat media atau area kantor rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Membersihkan Garasi Biar Nggak Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Garasi adalah tempat untuk menyimpan kendaraan di rumah. Namun, ada sebagian orang yang menggunakan garasi sebagai ruang serba guna dan tempat penyimpanan barang-barang yang tidak lagi terpakai.

    Lokasi garasi biasanya di tempat yang tertutup dan jarang didatangi sehingga jarang dibersihkan dan berdebu. Barang-barang di dalamnya pun ada yang diletakkan menumpuk dan berserakan. Maka dari itu, ketika mendengar kata gudang pasti terbayang ruangan kotor berisi banyak barang yang sudah tidak digunakan.

    Jika kamu ingin mengubah tampilan gudang di rumah jadi lebih nyaman dan bersih meskipun jarang dipakai, melansir dari Real Simple, Jumat (8/11/2024), berikut beberapa tips membereskan garasi agar barang-barang tidak terlihat berantakan dan menumpuk.


    1. Tentukan Hari Bersih-bersih Gudang

    Kamu perlu memilih hari untuk membereskan garasi. Pastikan cuaca di hari itu tidak terlalu panas atau dingin agar tidak terasa panas dan lembap. Khawatir gudang kamu ternyata berada di luar ruangan atau terpisah dari bangunan utama.

    2. Bersihkan Secara Menyeluruh

    Membersihkan garasi bukan hanya menghilangkan debu dan menata barang-barang di dalamnya, melainkan mengurangi jumlahnya juga. Caranya dengan memisahkan barang yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan dengan yang mungkin masih ingin dipakai.

    3. Sediakan Ruang Kosong

    Setelah isi garasi berkurang, buka pintu garasi lalu siapkan ruang kosong, bisa untuk menaruh barang baru atau memang diberikan ruang agar mudah saat masuk ke sana.

    4. Susun Semua dengan Rapi

    Atur ulang rak dinding dengan rapi. Simpan barang tertinggi di bagian belakang. Atur semua barang di balik sehingga labelnya terlihat, dan berikan sekat untuk memastikan pemisahan barang-barang disana. Disarankan setiap dinding memiliki penyimpanan yang sangat rapat dan ramping.

    5. Manfaatkan Plafon Garasi

    Memaksimalkan penyimpanan pada bagian plafon. Ada banyak pilihan rak yang dapat dipasang di langit-langit garasi sehingga bagian bawah tidak begitu penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini 5 Cara Bersihkan Freezer Kulkas yang Aman


    Jakarta

    Kulkas adalah barang elektronik yang perlu dibersihkan, termasuk pada bagian freezer. Namun, bagian freezer ini berbeda dengan kompartemen lainnya karena dipenuhi es. Apakah ada cara khusus untuk membersihkannya?

    Sebenarnya membersihkan freezer tidak susah. Kuncinya adalah kamu harus mencairkan bunga es dahulu, baru setelah itu dapat dibersihkan. Untuk lebih jelasnya, melansir dari Better Homes and Gardens, berikut di antaranya.

    Cara Membersihkan Freezer

    1. Kulkas Harus Mati

    Saat kamu hendak membersihkan kulkas kuncinya adalah kulkas tersebut dalam keadaan mati. Kabel harus dicabut dari stop kontak.


    2. Pindahkan Makanan dan Minuman

    Apabila masih ada makanan dan minuman di freezer atau di kompartemen lainnya, harus dipindahkan.

    3. Tunggu Bunga Es Mencair

    Buka pintu kulkas termasuk freezer agar hawa panas masuk ke dalam kulkas sehingga es cepat mencair. Jangan membuang es dengan cara ditusuk, dipecahkan, atau digeruk dengan benda tajam dan tumpul. Tunggu hingga es tersebut cair dengan sendirinya.

    4. Keringkan Air yang Meleleh

    Gunakan kain bersih untuk membersihkan air yang mencair. Lakukan sampai freezer kering.

    5. Pakai Sabun Cuci Piring

    Agar freezer wangi dan dijamin bersih, kamu bisa memakai sabun cuci piring dengan campuran air hangat. Sikat permukaan freezer menggunakan sikat gigi. Hindari menggunakan larutan yang mengandung bahan kimia kuat karena dapat menyebabkan korosi.

    Jangan lupa bersihkan bagian pintu freezer karena bagian ini biasanya dari plastik dan paling cepat kotor.

    Berapa Kali Freezer Harus Dibersihkan?

    Waktu yang tepat untuk membersihkan freezer tidak perlu sampai setiap hari. Disarankan adalah setiap 6 bulan sekali. Namun, jika kamu sudah mencium bau tidak enak dari freezer kamu harus langsung membersihkannya.

    Bersih-bersih kulkas pertama kali adalah saat barang tersebut sampai di rumah. Bisa saja debu saat pembuatan kulkas dan pada saat pengiriman terperangkap di dalam. Kemudian, es pertama yang terbentuk harus segera dicairkan setelahnya.

    “Menurut saya, ada baiknya untuk membersihkan seluruh isi lemari es sebelum digunakan. Dan jangan lupa untuk membuang dua tumpukan es pertama yang dibuat dari lemari es,” kata Glenn Lewis dari Mr. Appliance.

    Apa yang Terjadi Jika Freezer Tidak Dibersihkan

    Sudah jelas, apabila kamu tidak membersihkan freezer akan muncul bau tidak sedap hingga muncul jamur karena ada area yang lembap. Selain itu, mesin untuk membuat es tidak bisa bekerja karena ada pengendapan mineral.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Baik Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Mengecat dinding interior mungkin tidak memerlukan keterampilan khusus. Namun apabila tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan membuat hasil akhir yang kurang maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

    Dengan peralatan dan persiapan yang tepat, kamu bisa mengecat dinding seperti seorang profesional untuk memperbarui cat pada dinding rumah kamu dengan mudah.

    Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (14/11/2024), berikut langkah-langkah yang harus kamu perhatikan saat mengecat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.


    1. Melakukan Persiapan

    Pilih jenis yang sesuai dengan tempat yang akan diaplikasikan, dan pilih warna yang sesuai dengan yang diinginkan. Persiapkan ruangan dengan memindahkan furniture kecil, dorong furniture yang lebih besar ke bagian tengah dan tutup dengan plastik.

    Perhatikan suhu dan kelembapan di dalam rumah, yang mungkin perlu disesuaikan. Jika udara lembap, nyalakan AC untuk mengurangi kelembapan atau nyalakan dehumidifier di dalam ruangan.

    2. Sapu dan Bersihkan Debu Dinding

    Gunakan sapu atau alat pel untuk menyapu debu dan sarang laba-laba dari langit-langit, dinding, dan furniture. Gunakan juga penyedot debu untuk membuang partikel yang dapat menempel pada cat, bersihkan alas tiang dan lis dengan kain microfiber.

    3. Memperbaiki Permukaan Dinding

    Gunakan alat dempul dan pelapis untuk menambal lubang paku. Ratakan pelapis tipis-tipis di setiap lubang, lalu kikis kelebihannya. Biarkan kering, untuk lubang yang lebih besar gunakan tambalan drywall.

    4. Amplas Permukaan

    Amplas area yang ditambal dengan amplas halus hingga rata dengan dinding. Jika mengamplas terlalu agresif, dempul akan menyusut di dalam lubang. Ulangi langkah dan amplas lagi hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan, lalu bersihkan sisa-sisa.

    5. Gunakan Selotip Pelukis

    Lindungi kayu, langit-langit, dan permukaan nondinding lainnya dengan selotip pelukis. Tempelkan selotip dengan kuat pada permukaan dalam garis lurus, pastikan selotip tidak mengganggu area yang dicat.

    6. Kerjakan Satu per Satu

    Isi wadah keccil dengan cat, kerjakan satu dinding pada satu waktu. Guanakan kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pionggir.

    7. Mulai Secara Keseluruhan

    Mulai dari sudut, cat dengan pola W di seluruh dinding. Kerjakan dalam bagian-bagian kecil untuk mendapatkan cakupan yang merata sebelum bergerak terlalu jauh di sepanjang dinding.

    Jika Jangkauan pendek, pasang rol ke tongkat tambahan. Setelah mengisi area, selesaikan dengan sapuan vertikal ringan untuk menghaluskan cat dan menghilangkan bekas rol.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cat mengering dan mengeras dengan baik tergantung pada apa yang kamu ingin lakukan setelah diaplikasikan.

    Umumnya, harus menunggu setidaknya dua jam sebelum mengaplikasikan lapisan cat berikutnya. Kamu mungkin perlu menunggu lebih lama jika kondisi, seperti kelembapan tinggi atau suhu rendah, dan mengaplikasikan cat dengan lapisan yang tebal.

    9. Lepaskan Selotip Pelukis

    Lepaskan selotip secepat mungkin saat cat masih lengket, hal ini akan mencegah selotip menempel di dinding. Rapikan area sekitar dan bersihkan peralatan yang telah kamu gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Kain Pel Lantai dan Perbedaannya, Kamu Sudah Tahu?


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ketika berada di rumah adalah dengan mengepel lantai. Lantai yang kotor, berdebu, bau dan lengket membuat penghuni rumah tak nyaman.

    Terlebih, bila ada anak kecil atau bayi di rumah, lantai yang kotor pun bisa jadi sumber penyakit. Virus dan bakteri jahat bisa terhirup atau menempel pada kulit hingga menyebabkan sakit.

    Mengepel lantai ternyata tidak juga bisa sembarangan. Cairan dan alat pel yang dipakai juga harus sesuai dengan karakteristik lantai.


    Berikut 6 jenis kain pel lantai rumah dikutip dari The Spruce

    1. Pel datar (flat mop)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Sesuai namanya, pel jenis ini memiliki bentuk datar yang biasanya dilengkapi dengan bantalan yang bisa diganti atau dipakai ulang. Pel datar termasuk kain pel yang paling umum dan banyak digunakan.

    Pel datar sangat cocok digunakan sehari-hari, mudah digunakan, dan tidak memerlukan banyak usaha dalam persiapannya. Pel datar juga efektif membersihkan sudut-sudut, meskipun mungkin perlu usaha lebih untuk menghilangkan kotoran yang menempel kuat.

    Keunggulan lainnya adalah kepala pel datar bisa dicuci di mesin cuci dan pengering sehingga menjadikannya pilihan yang lebih higienis. Selain itu, pel datar cenderung menahan lebih sedikit air. Hal ini berguna untuk melindungi lantai yang rentan terhadap kerusakan akibat air.

    2. Pel spons (sponge mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel jenis ini memiliki kepala spons yang biasanya dilengkapi dengan penjepit. Pel ini cocok untuk membersihkan lantai keramik dan permukaan yang tidak rata. Sayangnya, pel spons rentan menjadi tempat penyebaran bakteri jika dirawat dengan cara yang tidak tepat.

    Nah, biar nggak menjadi sarang bakteri, bilas pel setelah digunakan. Setelah itu, keringkan dengan sempurna agar bakteri tidak berkembang. Saat spons pada pel ini mulai rusak atau pel mulai berbau dan berubah warna, segera ganti kepala pel.

    3. Pel debu (dust mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel debu dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, termasuk dinding, langit-langit, dan lampu ringan. Pel jenis ini biasanya memiliki pegangan panjang yang memungkinkanmu mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau.

    Pel debu bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti wol domba, mikrofiber, dan sintetis. Sesuai namanya, pel jenis ini digunakan untuk membersihkan debu di permukaan yang kering. Pastikan untuk mencuci kepala pel debu setelah digunakan.

    4. Pel tali (string mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel tali merupakan jenis pel yang sering ditemukan. Pel ini cukup tradisional terbuat dari katun. Pel tali memiliki daya serap yang baik dan kemampuan membersihkan yang efektif. Pel ini juga mudah digunakan untuk membersihkan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

    Sayangnya, memeras pel tali seringkali menjadi PR tersendiri. Pel tali juga cenderung lebih cepat rusak. Nah, karena itu, hati-hati saat ingin mencuci dan mengeringkan pel ini, ya!

    5. Pel kain (strip mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel kain merupakan jenis pel yang digunakan di permukaan yang basah. Pel jenis ini memiliki kepala sintetis berbentuk strip dengan penjepit bawaan. Daya serap pel ini mungkin tak sekuat pel yang terbuat dari katun. Namun, pel ini lebih nyaman dan mudah dirawat.

    Pel kain tetap efisien dalam membersihkan lantai dan kadang-kadang memiliki kemampuan sedikit lebih baik dalam menggosok daripada kain pel datar. Kepala pel kain ini bisa kering dengan cepat sehingga tidak mudah menimbulkan bau tidak sedap atau menjadi kotor.

    6. Pel uap (Steam mops)

    Ilustrasi Kain PelIlustrasi Kain Pel Foto: (Istimewa) Sumber foto: iStock

    Pel uap menjadi jenis pel paling canggih. Pel jenis ini memiliki tangki isi ulang untuk air yang dioperasikan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik.

    Pel uap bekerja dengan cara memanaskan air dan mengubahnya menjadi uap. Lalu, uap tersebut dikeluarkan melalui kain pel yang dapat digunakan kembali.

    Pel uap sangat efektif dalam membersihkan dan mendisinfeksi lantai. Namun, harganya relatif lebih mahal daripada pel jenis lain dan mungkin tidak cocok untuk semua jenis lantai.

    Perlu diingat bahwa penggunaan pel uap secara sembarangan bisa menyebabkan kerusakan serius pada lantai kayu dan laminasi, serta berpotensi menyebabkan luka bakar pada kulit jika tidak digunakan dengan hati-hati.

    Itulah 6 jenis pel lantai rumah. Sebelum memilih jenis pel yang tepat untuk rumah, pertimbangkan jenis lantai yang akan kamu bersihkan. Dengan memilih jenis pel yang sesuai, kamu bisa membersihkan rumah dengan lebih efisien dan hasil yang memuaskan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Biang Kerok Fasad Rumah Bisa Kusam dan Rusak!


    Jakarta

    Fasad adalah bagian terluar rumah atau wajah dari bangunan yang terlihat dari luar. Tentu, bagian ini harus terlihat bagus dan terawat.

    Namun, bagian ini juga rentan rusak, kusam, atau bahkan berjamur. Risiko-risiko seperti itu mungkin saja terjadi mengingat fasad sering terpapar sinar matahari, lembap karena air hujan, dan lain sebagainya. Ternyata, selain hal-hal itu, ada hal lain yang bisa menyebabkan fasad rumah cepat rusak, kusam, dan berjamur. Melansir dari Building Transformation, berikut di antaranya.

    1. Susunan Fondasi Yang Rusak

    Celah pada fondasi dapat menjadi akses air masuk ke dalam susunan fondasi rumah. Perlu diingat, dalam fondasi rumah, tidak hanya terdiri dari batu, ada pula besi yang rentan terkena air karena dapat menyebabkan korosi. Apabila ada celah di antara fondasi, air dapat mudah masuk ke bagian dalam. Air tersebut juga bisa menyebabkan bocor atau rembesan. Seiring waktu akan muncul jamur dan bekas jalan air yang dapat merusak tampilan fasad rumah.


    2. Batu yang Dicat

    Batu bata yang dicat bisa menyebabkan material ini tidak dapat bernapas dan mencegah keluarnya air di dinding. Alhasil karena terlalu sering terjadi pengendapan air, jamur dengan mudah tumbuh sehingga lapisan cat akan berubah warna dan jadi lebih kusam. Selain itu, bentuk fasad juga bisa berubah karena pengeroposan pada batu bata.

    3. Talang Air Rusak

    Biasanya pada bagian fasad akan dilengkapi dengan talang air sehingga jalan keluarnya air lebih rapi. Apabila fasad tidak memiliki talang air atau jalur tersebut rusak, air akan jatuh ke bawah tanpa arah. Bahkan bisa saja, air justru menggenang di atas fasad rumah. Lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur, air yang mengalir pada fasad rumah secara terus menerus juga akan meninggalkan bekas sehingga tampilan rumah jadi kusam dan bernoda.

    4. Tidak Dilapisi Cat Anti Bocor

    Biasanya untuk bagian outdoor, cat yang digunakan berbeda dan ditambah pelindung yakni lapisan anti bocor. Cat ini dapat mencegah kemungkinan rusak dan menyebabkan masalah serius pada fasad, pondasi, bahkan struktur bangunan. Tanpa ada lapisan cat anti bocor, warna dari fasad akan cepat berubah dan berubah jadi kusam.

    5. Meletakkan Tanaman Rambat di Fasad

    Bagi kamu yang meletakkan tumbuhan rambat di rumah, perlu berhati-hati karena akar yang menempel dapat merusak cat dinding. Selain itu, air yang mengenai cat saat menyiram juga dapat menodai fasad. Lebih baik tambahkan media rambatan di depan dinding fasad rumah agar lebih aman.

    6. Asap dan Polusi

    Rumah yang berada di dekat jalan raya atau lokasi proyek lebih mudah kotor karena debu atau kotoran kecil yang melayang dan menempel di fasad rumah. Kondisi fasad yang kusam karena asap, debu, atau polisi bisa saja dibersihkan hanya dengan air, tetapi jika terdapat noda yang cukup tebal, memerlukan pelindung anti air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Waktu Terbaik untuk Bersihkan Jendela Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Jendela dapat mencerahkan ruangan dan membuat merasa lebih terhubung dengan pemandangan luar ruangan. Namun, jendela mudah terkena noda dan goresan, sehingga membuat jendela terlihat kotor.

    Selain itu, kotoran dan debu serta jamur dapat menumpuk di jendela dari waktu ke waktu yang menyebabkan goresan dan merusak kaca. Penting untuk membersihkan jendela secara rutin.

    Namun, membersihkan jendela tidak bisa asal, ada waktu terbaik untuk membersihkan jendela. Melansir The Spruce, Selasa (19/11/2024), berikut penjelasan tentang membersihkan jendela dengan tepat.


    Waktu Terbaik Membersihkan Jendela

    Kebanyakan orang-orang berasumsi waktu terbaik membersihkan jendela adalah ketika noda dan kotoran sudah terlihat jelas yang mengganggu pandangan. Ada waktu-waktu ideal yang disarankan saat ingin membersihkan jendela.

    “Waktu terbaik untuk membersihkan bagian dalam jendela adalah saat jendela tidak terkena sinar matahari langsung,” kata Hugh Williams, pakar perbaikan rumah.

    Sinar matahari dapat mengeringkan larutan pembersih terlalu cepat, sehingga mengakibatkan munculnya bercak-bercak pada jendela. Kondisi cuaca menjadi lebih penting saat membersihkan bagian luar jendela.

    “Jauhi suhu dingin dan panas yang ekstrim karena suhu tinggi membuat kaca menjadi rapuh dan bahan pembersih tidak berguna,” kata Andriy Neborak, pendiri dan CEO Luxury Cleaning NY.

    Disarankan untuk menunggu hari berawan dengan suhu sedang untuk membersihkan bagian luar jendela.

    Seberapa Sering Harus Membersihkan Jendela?

    Membersihkan jendela bisa dilakukan dua kali setahun. Namun, noda, tetesan air, debu, dan kotoran akan muncul lebih sering terutama jika rumah kamu berada di pinggir jalan atau jendela terkena hujan atau kotoran lain secara berlebihan.

    Disarankan untuk menjaga jendela tetap bersih dan melindunginya dari goresan. Bersihkan jendela sesuai kebutuhan atau saat jendela sudah mulai tidak enak untuk dipandang.

    Tips Membersihkan Jendela

    Pastikan untuk membersihkan debu atau sarang laba-laba dengan kain microfiber sebelum menggunakan pembersih kaca. Oleskan bahan pembersih ke kain microfiber, jangan langsung ke jendela.

    Bersihkan jendela dengan gerakan memutar dan jangan lupa untuk membersihkan sudut serta tepi jendela secara berkala untuk mencegah penumpukan debu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Membasmi Kutu Kasur dengan Mudah, Cegah Kulit Gatal-gatal


    Jakarta

    Kutu kasur merupakan serangga kecil yang biasa ditemukan di dalam kasur atau sofa. Pada umumnya, kutu kasur bersembunyi di sudut atau lipatan kasur. Ukurannya yang kecil terkadang sulit dilihat oleh mata telanjang.

    Meski begitu, jangan pernah anggap remeh kehadiran kutu kasur. Sebab, serangga ini dapat mengisap darah manusia serta membawa berbagai penyakit, salah satunya scabies yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

    Apabila ditemukan kutu kasur di tempat tidurmu, jangan khawatir. Simak cara-cara membasmi kutu kasur dengan mudah dalam artikel ini.


    Cara Membasmi Kutu Kasur

    Ada berbagai cara ampuh untuk membasmi kutu kasur. Dilansir situs Web MD, berikut sejumlah caranya:

    1. Kapur Barus

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan kapur barus. Kapur jenis ini diklaim dapat membasmi kutu kasur yang membandel. Selain efektif, kamu juga bisa mendapatkan kapur barus dengan mudah karena banyak dijual di pasaran.

    Cara pakainya juga mudah, cukup sebarkan kapur barus di sejumlah titik tempat persembunyian kutu kasur. Kemudian tunggu beberapa menit sampai kutu kasur mulai mati akibat racun yang dikeluarkan oleh kapur barus.

    2. Vacuum Cleaner

    Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan vacuum cleaner. Selain berfungsi untuk menyedot debu dan kotoran, alat ini juga efektif membasmi kutu kasur yang sembunyi di sela-sela kasur.

    Setelah menyedot seluruh kutu kasur, jangan lupa untuk membuangnya. Hal ini agar kutu kasur tidak berkembang biak di dalam vacuum cleaner.

    3. Silica Gel

    Silica gel ternyata dapat digunakan untuk mengusir kutu kasur, lho. Sama halnya seperti menggunakan kapur barus, detikers perlu menabur silica gel di sejumlah titik yang menjadi sarang kutu kasur.

    4. Menggunakan Uap

    Cara yang terakhir untuk membasmi kutu kasur adalah dengan menggunakan alat uap. Perlu diketahui, kutu kasur tidak tahan dengan suhu tinggi dan mereka akan mati.

    Penggunaan pembersih uap dapat membasmi kutu kasur dan telurnya. Namun, pastikan suhu uap berada di atas 49 derajat Celcius agar kutu kasur dapat mati. Lalu, bersihkan kasur dan ganti seprai dengan yang baru agar tak ada lagi kutu kasur yang menempel.

    Penyebab Kutu Kasur Bisa Muncul

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kutu kasur bisa muncul di tempat tidur atau sofa. Dilansir situs Healthline, berikut penyebabnya:

    Kasur dan sofa sudah lama tidak dibersihkan selama bertahun-tahun.
    Seprai kasur tidak diganti selama beberapa bulan.
    Kutu kasur awalnya menempel di sejumlah pakaian yang tersimpan di lemari, lalu mereka berhasil pindah ke kasur atau sofa.
    Kutu kasur ikut menempel pada pakaian seseorang, lalu pakaian tersebut diletakkan di atas sofa atau kasur.

    Cara Mencegah Kutu Kasur Agar Tidak Datang Lagi

    Meski kamu sudah berhasil mengusir kutu kasur, tapi bukan berarti serangga kecil tersebut tidak akan datang lagi. Jika detikers tidak menjaga kebersihan, maka kemungkinan besar kutu kasur dapat kembali lagi.

    Adapun sejumlah cara untuk mencegah kutu kasur agar tidak datang lagi, yaitu:

    Buang sampah pada tempatnya.
    Jangan biarkan ada sampah yang tergeletak sembarangan, seperti sampah plastik dan kertas.
    Gantung pakaian di lemari dengan rapi. Hindari juga menaruh pakaian kotor berserakan, terlebih menaruhnya di lantai.
    Rutin mengganti seprai kasur, sarung bantal, dan sarung guling.
    Tambal retakan di dekat soket listrik dan sudut furniture terutama kayu agar kutu kasur tidak bisa masuk.

    Demikian empat cara membasmi kutu kasur dengan mudah. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Wastafel Bau? Ini Cara Cepat Mengatasinya!



    Jakarta

    Pertimbangkan saluran pembuangan sejenak, karena terkadang kita menganggap saluran pembuangan sebagai hal yang biasa. Instalasi saluran pembuangan tidak cuma memperhitungkan gravitasi, vakum, dan kemiringan, tapi juga tentang harus memperhitungkan keselamatan, seperti paparan manusia terhadap agen biologis.

    Namun tidak perlu khawatir, simak tips berikut ini untuk menyingkirkan bau tak sedap dari saluran pembuangan itu.

    Penyebab Saluran Berbau

    Melansir Home Made Simple, terkadang bau yang dihasilkan saluran air bersumber dari berbagai macam hal, mulai dari partikel makanan dan kotoran lain yang tersangkut di tempat yang tidak seharusnya.


    Penumpukan makanan di wastafel dapur dapat menimbulkan tumbuhnya jamur dan bakteri, yang akan memperparah bau tak sedap di wastafel. Saluran pembuangan yang tidak pernah digunakan juga bisa menyebabkan bau tak sedap ketika air di dalamnya terperangkap dan menguap seiring berjalannya waktu.

    Hindari juga membuang lemak daging atau minyak ke wastafel, karena keduanya dapat membeku di dalam pipa dan akan membusuk di sana, dan ini menyebabkan bau yang tak sedap.

    Bahkan, terkadang kita membuang sampah dari sisa-sisa makanan ke wastafel. Hal ini boleh dilakukan namun, sesekali perlu dibersihkan dengan sikat gigi.

    Kamar mandi juga merupakan penyebab terjadinya bau pada saluran karena penyumbatan yang terjadi, kotoran seperti rambut dan buih sabun juga dengan nyaman masuk ke saluran pembuangan, saling menempel dan akhirnya mengeras menjadi zat yang tidak hanya membuat saluran tersumbat, tetapi kemungkinan terdapat bau aneh pada saluran.

    Perlengkapan yang Dibutuhkan

    Alat untuk membersihkan saluran air yang berbau sangat sering dijumpai di rumah. Kamu bisa menggunakan sabun cuci piring yang lembut namun kuat, bisa juga kamu memakai penyedot debu untuk dapur atau kamar mandi, dan yang terakhir pakai spons atau penggosok untuk pembersihan.

    Memperbaiki Wastafel Dapur yang Bau

    Gunakan sumbat wastafel, rendam wastafel menggunakan air yang sangat panas dengan sabun cuci piring. Setelah direndam, bilas dengan benar bagian yang telah direndam tadi dan area sekitarnya agar bersih secara keseluruhan.

    Buang semua kotoran yang terlihat. Jika kamu merasa ada sesuatu yang kurang, kamu bisa menggunakan sikat gigi bekas untuk sudut dan setiap celah-celah kecil.

    Jika bau masih tercium, pakailah pembersih untuk menyelesaikan masalah dengan cepat, tetapi beberapa tukang ledeng mengingatkan agar tidak memakai pembersih kimia keras, karena dapat merusak pada pipa dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

    Periksa kembali, apakah masih ada partikel makanan atau kotoran yang tersangkut di saluran pembuangan, lalu singkirkan. Alirkan dan tuangkan air yang panas dengan ketel teh sampai mendidih ke dalam saluran pembuangan secara perlahan guna membuat penyumbatan menjadi lunak.

    Jika saluran pembuangan masih berbau, kamu bisa menggunakan kulit jeruk ke dalam saluran dengan ditambah es batu di dalamnya, guna membantu menghilangkan bongkahan makanan yang tersisa dan menempel pada bilah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com