Tag: dehumidifier

  • Rumah Bau Apak Setelah Ditinggal Liburan? Begini Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya akan timbul bau apak. Hal ini dikarenakan sirkulasi di dalam rumah yang buruk sehingga terasa lebih lembap dan pengap.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir The Spruce rumah yang lama ditinggal dan tidak diisi menyebabkan bagian dalamnya terasa lebih lembap. Kondisi rumah yang lembap sangat disenangi oleh jamur dan mereka bisa berkembang biak di berbagai permukaan. Saat spora jamur berkembang biak tersebut timbul bau yang biasanya disebut apak.

    Kemunculan jamur di rumah ini tidak baik bagi kesehatan. Kamu perlu segera membersihkan rumah dan menghentikan pertumbuhan jamur. Caranya bisa menggunakan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin.


    Lokasi pertumbuhan jamur biasanya berada di pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding.

    Selain jamur, menurut Homes & Gardens, debu yang menumpuk juga bisa menyebabkan bau tidak sedap di rumah.

    Dampak Bau Apak pada Kesehatan

    Bau apak tidak menyebabkan suatu penyakit secara langsung. Hal yang dapat berdampak pada kesehatan adalah pertumbuhan jamur di rumah. Apabila kamu terlalu sering menghirup spora, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah mata gatal, bersin, gatal-gatal, atau hidung tersumbat.

    Cara Menghilangkan Bau Apak di Rumah

    1. Buka Jendela

    Tepat setelah kamu sampai di rumah, cepat bukan segala ventilasi di rumah. Mulai dari jendela, pintu, atau celah-celah lainnya. Udara segar dari luar dapat menghilangkan bau apak di rumah. Apabila ventilasi di rumah kamu minim, kamu bisa menghidupkan kipas angin. Jangan menyalakan AC karena kamu pasti akan menutup pintu dan jendela.

    Apabila kamu memiliki alat instan untuk menurunkan kelembapan seperti dehumidifier, alat ini akan sangat membantu.

    2. Bersihkan Debu

    Setelah itu, bersihkan rumah secara menyeluruh. Ambil penyedot debu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu-debu di area yang sulit dijangkau. Pastikan rumah tetap dalam keadaan terbuka agar debu bisa langsung terbuang ke luar.

    3. Bersihkan Jamur dari Dinding atau Perabotan

    Jamur bisa dibasmi dengan larutan pembersih yakni campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Namun, kamu bisa memakai bahan instan lainnya jika ada. Cuka juga ampuh untuk membasmi jamur. Namun, perlu diketahui, cara membersihkan jamur tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus rutin.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, ada beberapa cara untuk membersihkannya. Pertama, pastikan wallpaper atau furnitur bisa dicuci, misalnya dengan menggunakan air sabun hangat pada noda kecil. Sebaiknya dicek dulu apakah hal itu bisa merusak bahan atau tidak. Kalau sudah aman, mulai bersihkan dengan cuka. Gosok cuka ke jamur yang ada dan bilas dengan air panas. Jangan gosok terlalu kencang,” kata Creative Director dan Designer Bobbi Beck, James Mellan-Matulewicz.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau apak dari rumah yang lama ditinggal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Cat Putih Mudah Kusam dan Berubah Kekuningan dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Warna cat dinding putih banyak dipakai karena memberikan kesan yang bersih dan elegan. Namun, warna cat putih juga mudah sekali terlihat kotor, kusam, dan berubah warna kekuningan.

    Perubahan warna ini paling sering terjadi pada cat dinding outdoor. Dilansir situs Kraudelt Painting, penyebab utama cat putih cepat kotor, kusam, dan berubah kekuningan adalah karena paparan sinar matahari. Cat menjadi lebih cepat mengalami oksidasi saat terkena cahaya matahari.

    Alasan kedua adalah pengaruh kelembapan seperti terjadi perubahan suhu atau sering terkena asap rokok. Hal ini bisa berpengaruh pada cat putih indoor maupun outdoor.


    Kemudian, reaksi bahan kimia di dalam cat juga bisa memicu perubahan pada cat putih dengan cepat. Jenis cat alkyd (cat untuk tampilan mengkilat) dan pelarut biasanya mudah menguning karena pigmen putih di dalamnya mudah bereaksi.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar cat putih bertahan lama dan tak mudah kusam?

    Cara Menjaga Cat Putih agar Tahan Lama

    1. Pilih Cat Lateks

    Menurut Kraudelt Painting, untuk pemakaian cat putih yang tahan lama, sebaiknya memakai jenis cat lateks atau berbasis air daripada cat berbasis minyak. Perlu diketahui, cat lateks tetap bisa terjadi pemudaran. Namun, tidak akan secepat itu apabila pemakaiannya di dalam ruangan (indoor).

    Untuk bagian luar ruangan (outdoor) cocok untuk memakai cat minyak. Jika ingin memakai cat lateks, pilih yang mengandung bahan hard shell agar tahan dari paparan sinar matahari dan perubahan suhu.

    2. Pilih Cat yang Sesuai dengan Lokasi

    Cat lateks lebih cocok di dalam ruangan. Sementara bagian outdoor bisa memakai cat minyak. Namun, ada pengecualian, kamu bisa memakai cat minyak di dapur karena area ini cukup lembap.

    Tips untuk mengecat dapur dengan cat putih adalah hindari area yang bersebelahan langsung dengan meja dapur, ubin, atau lemari yang juga berwarna putih.

    3. Perhatikan Kelembapan pada Ruangan

    Untuk mencegah cat putih cepat menguning, kamu perlu perhatian pada kondisi di ruangan tersebut. Sebagai contoh jika dapur sering terasa lembap, kamu perlu mengatasinya. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memasang kipas angin agar sirkulasi udara lebih baik. Bisa pula meletakkan dehumidifier di ruangan tersebut sehingga perawatannya lebih praktis.

    Penting juga memiliki ventilasi yang memadai. Bisa dengan memiliki jendela yang lebar atau pintu di dapur yang langsung mengarah ke luar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Kaki Seribu Serbu Rumah Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Kaki seribu terkadang muncul saat musim hujan. Bahkan di beberapa tempat kemunculannya begitu banyak dan menyerbu rumah.

    Kondisi ini tentu cukup mengganggu. Sebab mungkin sebagian orang merasa takut dengan hewan ini. Apalagi jika terinjak hewan ini mengeluarkan bau. Bau yang menyengat itu sebenarnya untuk mengusir predator mereka.

    Bagi kamu yang tidak suka kaki seribu, perlu tahu alasan hewan ini masuk rumah. Lalu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.


    Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    1. Rumah Lembap

    Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

    Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

    2. Ada Tanaman Membusuk

    Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

    3. Ada Celah di Rumah

    Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

    Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung


    Jakarta

    Masalah pada cat dinding yang sering ditemui adalah permukaannya menggelembung atau disebut pula dengan dinding melepuh. Hal ini membuat dinding bertekstur dan berkerut sehingga tidak bagus dipandang dan mudah terkelupas.

    Secara teknis, penyebab cat dinding menggelembung adalah kurangnya daya rekat antara cat dengan dinding. Oleh sebab itu, air dan udara mudah masuk ke dalam cat dan menimbulkan gelembung dan tekstur pada dinding. Selain karena udara dan air, dinding menggelembung juga bisa disebabkan karena dinding terlalu lembap, panas, dan adanya kotoran yang tidak dibersihkan sebelum melakukan pengecatan.

    Beberapa gelembung ada yang dapat mengecil lagi dan ada pula yang mengeras. Cara membedakannya adalah dengan menyentuh permukaan cat tersebut.


    Untuk menghindari cat dinding rusak dan berubah menggelembung, dilansir House Beautiful berikut cara mencegahnya.

    Cara Mencegah Cat Dinding Menggelembung

    1. Cari Retakan

    Celah air, udara, dan kelembapan masuk ke dalam dinding salah satunya berasal dari retakan. Retakan paling berisiko adalah yang berada di sekitar jendela dan kusen pintu.

    2. Perhatikan Cuaca

    Cuaca dan suhu ruangan mempengaruhi hasil dari cat dinding yang kamu pasang. Udara yang terlalu panas atau terlalu lembap membuat cat dinding kering tidak merata. Suhu yang tepat untuk mengecat dinding adalah 10-23 derajat Celcius.

    Kemudian, jika kamu mengecat kamar mandi yang memiliki suhu ruangan lembap, selesaikan pengecatan hingga seluruhnya mengering. Jangan menggunakan kamar mandi saat cat belum sepenuhnya kering karena dapat membuat ruangan bertambah lembap.

    2. Periksa Kelembapan

    Saat kamu merasa suhu ruangan terlalu lembap dan sulit untuk cat dinding mengering dengan cepat. Kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk menyerap kelembapan di dalam rumah dan pastikan ventilasi ruangan maksimal agar cat dapat cepat mengering.

    3. Bersihkan Dinding

    Dinding yang kotor dapat menyebabkan cat menggelembung. Untuk memastikan pengecatan aman, bersihkan kotoran, debu dan minyak dari dinding dengan lap dan air sabun. Pastikan dinding dalam keadaan kering sebelum mengaplikasikan cat dasar atau primer sebelum melapisi cat berikutnya.

    4. Gunakan cat primer

    Saat mengecat dinding, ada beberapa lapisan cat yang harus digunakan. Salah satunya adalah cat primer. Cat satu ini berfungsi sebagai segel untuk mengunci cat yang menempel bekerja dengan baik dan membuat permukaan halus untuk kamu aplikasikan.

    5. Beri Jeda Setiap Lapisan

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebelum mengaplikasikan cat baru, pastikan lapisan cat sebelumnya sudah mengering. Hal ini berpengaruh pada daya kunci kerekatan cat di dinding. Daya rekat yang kuat tidak akan memberikan celah terhadap air, angin, kelembapan, atau kotoran merusak cat dinding dalam jangka waktu lama.

    Itulah cara mencegah dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Cegah Rayap Muncul di Perabotan Kayu


    Jakarta

    Perabotan dari kayu masih menjadi pilihan yang digemari masyarakat. Alasannya adalah kokoh, tampilannya yang elegan dan tak lekang waktu, serta harganya yang masih masuk di kantong.

    Namun, ada satu yang menjadi risiko terbesar jika memakai perabotan kayu yakni bisa rusak karena rayap. Serangga satu ini jarang diketahui kemunculannya. Tiba-tiba kumpulan rayap sudah merusak perabotan kayu di rumah.

    Selain menyukai kayu, banyak penyebab lain yang memicu rayap muncul. Agar perabotan kamu tidak jadi sasaran, dilansir Better Homes & Gardens berikut penyebab dan cara mencegah rayap merusak perabotan kayu di rumah.


    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Salah satu penyebab rayap muncul adalah mereka menemukan tempat yang lembap pada perabotan kayu. Lembap ini bisa disebabkan karena banyak hal, misalnya perabotan tersebut berada dekat dinding yang bocor atau rembes, kitchen set tersebut sering terkena panas dan cipratan air, atau memang kualitas udara di rumah yang terlalu lembap.

    Untuk mencegah rayap muncul, perbaiki sumber masalah tersebut. Jika masalahnya pada kualitas udara, kamu bisa membeli dehumidifier yang sudah terbukti dapat menyerap udara lembap.

    2. Kualitas Kayu yang Jelek

    Kayu memiliki beragam jenis. Ada yang berkualitas dan ada pula yang tidak. Hal tersebut bisa dilihat dari harga jual dan kekokohannya. Kayu yang diawetkan dengan tekanan dan produk kayu komposit buatan dirancang khusus untuk rumah guna mencegah rayap dan memperpanjang umur bangunan. Kayu merah, cedar kuning, jati, cemara juga menjadi kayu yang dihindari oleh rayap.

    Saat membeli perabotan kayu, kamu bisa menanyakan soal lapisan anti rayap. Lapisan ini akan melindungi kayu dari gigitan rayap sehingga pemakaiannya lebih tahan lama.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Meskipun perabotan berada di dalam rumah, tetapi drainase dan seloka juga bisa menyebabkan datangnya rayap. Selokan dan drainase yang tidak tersumbat tidak akan merusak perpipaan di rumah atau menyebabkan kebocoran.

    Apabila dua lokasi pembuangan ini tersumbat, air tidak akan terbuang, melainkan masuk ke dalam rumah. Saat udara di dalam rumah bertambah lembap, rayap semakin menyukainya.

    4. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kebanjiran? Ini Cara Mengeringkan Dinding Agar Bebas Jamur



    Jakarta

    Rumah kebanjiran memang jadi ‘PR’ bagi penghuninya karena harus segera dibersihkan setelah surut. Sebab, seisi rumah baru saja terendam air kotor, lalu dindingnya pun menjadi basah dan lembap.

    Kamu juga perlu cepat mengeringkan dinding yang basah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kerusakan struktural pada rumah. Semakin cepat kamu mengeringkan rumah, semakin rendah kemungkinan kerusakan akibat kelembapan.

    Sebelum membersihkan atau mengeringkan rumah setelah banjir, pastikan untuk memperhatikan aspek keselamatan. Jika ketinggian air mencapai stopkontak atau peralatan elektronik, pastikan listrik mati untuk menghindari sengatan listrik.


    Kamu bisa menguji peralatan listrik dengan jasa teknisi listrik. Jangan lakukan perbaikan listrik sendiri.

    Lalu, gunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker, dan sepatu bot untuk melindungi diri dari kontaminan air banjir.

    Lantas, bagaimana cara mengeringkan dinding yang basah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Keringkan Dinding Basah Usai Banjir

    Inilah cara mengeringkan dinding basah akibat banjir, dikutip dari Rainbow Restoration.

    1. Hilangkan Air dan Lembap

    Gunakan pompa bah, penyedot debu basah/kering, atau pel untuk menghilangkan genangan air sebanyak mungkin di dalam rumah.

    2. Sirkulasi Udara

    Bukalah jendela dan pintu sebagai ventilasi dan meningkatkan sirkulasi udara. Cara ini akan membantu menghilangkan kelembapan dari bangunan.

    3. Pakai Alat

    Kamu bisa memanfaatkan alat-alat buat mengeringkan dinding, seperti dehumidifiers, kipas, dan blower karpet untuk mengeringkan dan mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Arahkan kipas ke dinding untuk mempercepat proses pengeringan. Lalu, tempatkan dehumidifier di ruangan sempat terkena banjir. Untuk area yang lebih luas, gunakan penggerak udara komersial untuk meniupkan udara pada dinding dan lantai.

    4. Cek Pertumbuhan Jamur

    Setelah dinding kering, periksa kalau ada tanda-tanda pertumbuhan jamur. Gunakan produk pembersih jamur bila perlu.

    Namun, sebaiknya menggunakan jasa profesional untuk hal ini. Jamur dapat menyebabkan dan memperburuk masalah kesehatan seperti asma dan alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Bau Apek di Rumah Saat Mudik, Lakukan Langkah Ini!



    Jakarta

    Selain mempersiapkan barang-barang yang dibawa untuk mudik, ternyata menjaga kebersihan dan keamanan rumah sebelum berangkat juga sangat penting. Sebab, rumah akan kosong selama beberapa hari tanpa adanya pembersihan. Walau tidak ada aktivitas, ternyata rumah juga bisa kotor karena penumpukan debu dan kuman yang setiap hari selalu ada.

    Salah satu masalah kebersihan rumah selama ditinggal mudik adalah rumah cepat mengalami bau apek. Bau apek ini sering disebabkan oleh jamur dan lumut. Sebetulnya, bau apek mudah hilang dengan membuka jendela rumah, membersihkan rumah secara menyeluruh setiap hari, dan mengeluarkan cucian agar kering.

    Namun, yang menjadi masalah adalah ketika mudik, pintu dan jendela rumah berada dalam keadaan tertutup dan tidak dibersihkan setiap hari. Hal ini menjadi PR tersendiri bagi pemilik rumah.


    Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir. Untuk mengurangi timbulnya bau apek di rumah, kamu bisa terlebih dahulu memeriksa beberapa area yang menjadi pemicu udara lembap. Melansir dari situs Homemade Simple, Rabu (26/03/2025), berikut beberapa area yang bisa kamu cek.

    Periksa Wastafel

    Jamur dan lumut tumbuh subur di area yang lembap. Untuk itu, periksa wastafel dan cari jika ada kebocoran atau penumpukan air yang menyebabkan pertumbuhan jamur. Gosok area tersebut dengan larutan pemutih atau cuka ringan dan biarkan mengering.

    Kamar Mandi

    Periksa kamar mandi apakah ada jamur atau lumut. Jika ada, maka gosok dan bersihkan jamur dan lumut tersebut.

    Tempat Sampah

    Jangan lupa cek tempat sampah. Ketika mau mudik, buang semua sampah dan bersihkan tempat sampah sampai bersih dan kering.

    Cucian Basah

    Jangan biarkan ada cucian atau baju basah menggantung di sudut rumah.

    Lantai Rusak Akibat Air

    Jika kamu lihat ada lantai yang melengkung atau bergelombang dan bagian tersebut basah, maka itu bisa jadi berasal dari pipa rumah yang bocor. Hubungi petugas untuk menyelesaikan masalah ini.

    Jika kamu sudah periksa area tersebut, maka ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek sebelum kamu berangkat mudik.

    Biarkan Sirkulasi Udara Masuk

    Sebelum ditinggal mudik, buka semua jendela dan pintu agar sinar matahari dan udara segar masuk ke rumah.

    Pasang Dehumidifier

    Kamu bisa memasang dehumidifier di dalam rumah. Alat ini akan mengambil udara masuk dan mengeluarkan udara kering sehingga kelembapan udara di rumah akan tetap terjaga. Selain itu, dapat menjaga rumah tetap kering serta mencegah bakteri dan kuman berkembang biak.

    Sapu, Pel, dan Vakum

    Pastikan kamu sudah menyapu, mengepel, dan memvakum area seisi rumah. Biarkan lantai dan isi rumah tetap kering dengan membuka pintu serta jendela.

    Bersihkan Karpet

    Bau apek juga bisa timbul dari karpet yang menjadi sarang kuman dan bakteri. Sebaiknya cuci bersih karpet dan simpan di tempat yang aman agar tetap menjaga kelembapan udara dalam rumah.

    Bersihkan Furnitur Kain

    Bersihkan furnitur berbahan kain seperti sofa dengan menyeluruh. Caranya buka dulu semua penutup pada furnitur dan gosok area pada noda yang kotor. Tetap hati-hati jangan sampai terlalu basah dan pastikan kering setelah dicuci.

    Semprotkan Pewangi

    Kamu bisa menyemprotkan pewangi pada semua kain yang telah dicuci untuk menghilangkan bau tidak sedap atau apek. Atau bisa juga tambahkan lilin aroma, minyak esensial, dan bunga segar di dalam rumah.

    Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bau apek di rumah saat ditinggal mudik. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Banyak Black Mold di Rumah Bisa Bawa Petaka



    Jakarta

    Jamur hitam (black mold) bukan tanaman indah yang biasa ditemukan di hutan. Sebutan ini merujuk pada jamur-jamur yang tumbuh di rumah yang bentuknya noda-noda berwarna hitam atau warna lain yang mengganggu tampilan.

    Jamur hitam dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, dan barang-barang lainnya. Selain mengganggu tampilan rumah, ternyata jamur hitam bisa membawa petaka bagi penghuni rumah, kenapa?

    Menurut BBC, sudah banyak kasus kematian ditemukan akibat kondisi rumah yang telah ditumbuhi black mold. Jamur ini ternyata dapat menyebarkan spora ke udara yang apabila terhirup oleh penghuni rumah, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari alergi, batuk, mengi, sesak napas, bersin, hidung meler, mata merah, dan ruam kulit.


    Menurut The Guardian, penghuni rumah yang paling rentan terkena efek black mold adalah bayi dan anak kecil. Selain karena saluran pernapasan mereka yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga masih lemah.

    Laporan The National Health Service (NHS) di Inggris pada 2021 lalu mencatatkan telah menghabiskan sekitar £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 31 triliun (Kurs Rp 22.183) setiap tahun untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan yang dingin atau lembap.

    Penyebab Muncul Black Mold

    Penyebab utama munculnya jamur hitam atau black mold di rumah adalah kelembapan. Saat udara mendingin, uap air akan berubah menjadi tetesan air saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

    Permukaan yang dimaksud adalah dinding luar atau jendela. Apabila kondisi ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah, permukaannya menjadi lembap dan menjadi lokasi yang pas untuk jamur hidup.

    Faktor yang memicu kelembapan udara di dalam rumah bukan hanya dari suhu di rumah, melainkan kegiatan pemilik rumah seperti mandi, memasak, dan menjemur cucian di dalam ruangan.

    Lalu, bangunan tua yang sudah lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi lokasi pertumbuhan jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Cara mengatasi pertumbuhan jamur hitam adalah dengan memeriksanya secara rutin untuk mengetahui area yang berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan jamur. Lokasi yang sering ditumbuhi jamur adalah sekitar pipa, dinding, langit-langit rumah, di sekitar dapur, di sekitar gudang, kamar mandi, dan masih banyak lagi.

    Untuk mengatasi kelembapan pada rumah saat ini sudah tersedia alat bernama dehumidifier. Kemudian, apabila terdapat kebocoran di rumah, kamu harus memperbaikinya. Rumah juga perlu memiliki ventilasi dan suhunya diusahakan tetap normal.

    Hal yang perlu kamu ingat adalah mengecat ulang dinding yang berjamur tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, faktor utama kemunculannya tidak diatasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cara Mudah Bersihkan Dehumidifier, 3 Bagian Ini Wajib Kinclong


    Jakarta

    Dehumidifier adalah salah satu alat yang tengah digandrungi oleh banyak orang. Fungsi alat ini adalah untuk menyerap kelembapan udara pada suatu ruangan.
    Alat ini menjadi penting dan dibutuhkan oleh masyarakat karena kelembapan dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya dan struktur bangunan.

    Dilansir detikHealth, ruangan yang lembab dapat memicu banyak penyakit. Spesialis paru dr Agus Susanto, SpP, menjelaskan penyakit tersebut muncul karena aliran udara di kamar tidak berjalan dengan baik sehingga kualitas udaranya tidak bagus.

    “Kalau ruangan terlalu lembap dan sirkulasi udaranya kurang, ruangan itu akan mengandung mikroorganisme karena terlalu lembap. Banyak mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, karena dia terlalu lembap, tidak ada sirkulasi udara yang bagus,” terang dr Agus pada detikcom, Rabu (16/4/2025) lalu.


    Lalu, masalah yang muncul di struktur rumah karena kelembapan udara adalah munculnya jamur di berbagai sudut rumah mulai dari dinding, plafon, barang-barang pribadi, lantai, dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang membeli alat dehumidifier yang dapat menyerap kelembapan secara instan. Fungsinya sebagai alat kebersihan, kamu juga harus menjaga kebersihannya. Alat dehumidifier perlu sering dibersihkan.

    Lantas, bagaimana cara membersihkannya, dikutip dari The Spruce, berikut caranya.

    Sebelum masuk ke cara membersihkan dehumidifier, yang perlu diketahui adalah waktu yang tepat untuk membersihkannya. Menurut para ahli waktu membersihkan dehumidifier lebih baik dilakukan setiap minggu, terutama yang dinyalakan setiap hari.

    Cara Membersihkan Dehumidifier

    1. Matikan Dehumidifier

    Sama seperti saat membersihkan dispenser, vacuum cleaner, atau kipas angin, dehumidifier juga harus dalam keadaan mati. Lalu, baca buku panduannya untuk melihat bagian mana saja yang bisa dilepas untuk dibersihkan. Masing-masing dehumidifier memiliki penyusunan komponen yang berbeda-beda.

    2. Cek Ember Dehumidifier

    Ember atau wadah penampung air pada dehumidifier biasanya dibuat transparan agar penggunanya tahu ketinggian air yang telah ditampung. Bagian ini merupakan salah satu yang harus dibersihkan. Caranya dengan membuang air kotor di dalamnya ke saluran. Kemudian, tuang air hangat ke dalamnya dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    Gosok secara perlahan menggunakan spons permukaan dalamnya dan bilas dengan air bersih bersuhu normal. Apabila warna ember tersebut berubah, misalnya dari putih ke coklat, coba tuangkan cuka di dalam air hangat tadi dan gosok secara perlahan.

    3. Cek Filter

    Namanya penyedut kelembapan udara, pasti di dalamnya terdapat filter untuk menyaring benda-benda berat dan padat yang dapat masuk ke dalam alat tersebut.
    Untuk membersihkan filter dehumidifier, bisa menggunakan penyedot debu. Jika kotorannya tak bisa hilang, kamu bisa membilasnya dengan air dan disikat dengan sabun lembu. Lalu biarkan filter mengering secara menyeluruh sebelum dipasang kembali.

    4. Bersihkan Bagian Luarnya

    Selain dua bagian penting tadi, bagian luar juga perlu dibilas. Tidak perlu disikat dengan sikat keras. Sebab, biasanya bagin luar kotor karena debu atau kotoran yang masih bisa mudah dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com