Tag: demam

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman yang Bikin Nyamuk Pergi Jauh dari Rumah


    Jakarta

    Nyamuk termasuk hama yang kerap mendatangi rumah, khususnya selama musim hujan. Serangga ini akan mengisap darah manusia guna keperluan reproduksi mereka. Akibatnya, kulit yang digigit akan gatal dan mengalami bentol.

    Gigitan nyamuk juga berisiko menularkan penyakit meliputi malaria dan demam berdarah. Maka dari itu, penting melakukan tindakan pencegahan agar hama ini tidak membahayakan kesehatan.

    Ada sejumlah tanaman yang bantu menangkal nyamuk datang dan mengisap darah. Apa saja?


    Tanaman Penolak Nyamuk

    Dilansir The Spruce dan WebMD, berikut sederet tanaman penangkal nyamuk di rumah:

    1. Serai

    Serai mengandung sitral dan geranial, bahan aktif yang dikenal mampu mengusir nyamuk. Tanaman berumput ini juga mengeluarkan aroma menyegarkan yang tidak berbahaya bagi manusia tapi tidak disenangi nyamuk.

    Agar efektif menangkal nyamuk, beberapa helai atau cincangan kasar serai dapat disebarkan di dekatmu.

    2. Geranium

    Bunga geranium.Ilustrasi tanaman geranium Foto: iStock/ph2212

    Tanaman berbunga warna-warni ini mengandung zat kimia pencegah gigitan nyamuk seperti geraniol dan citronellol. Ekstrak geranium yang dioleskan pada kulit dapat melindungi dari nyamuk hingga delapan jam.

    3. Citronella

    Citronella menjadi pengusir nyamuk alami yang telah digunakan sejak lama. Tanaman ini memiliki aroma kuat dan kaya akan zat penangkal nyamuk seperti sitronelol, sitronelal, geraniol..

    Memiliki bau lemon yang kuat, citronella adalah pengusir nyamuk alami. Mengandung bahan kimia yang mengusir nyamuk, seperti sitronelol.

    4. Eucalyptus

    Eucalyptus dapat tumbuh besar tapi bisa berukuran kecil jika ditanam dalam pot. Aroma eucalyptus yang khas dapat menangkal gigitan nyamuk.

    5. Mint

    Tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/stock_colors

    Berbagai varietas mint dapat dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Tanaman ini mudah dirawat dan tumbuh menjalar dengan cepat. Karena itu, berhati-hatilah jika menanamnya di halaman rumah dan sebaiknya ditanam dalam pot.

    6. Rosemary

    Aroma rosemary dapat mengusir nyamuk dan hama lain seperti ngengat. tanaman herba ini menyukai iklim hangat dan kering.

    7. Lavender

    Minyak ekstrak lavender bisa menghambat indra penciuman nyamuk. Pada akhirnya, serangga terbang itu menjauh. Meskipun minyak esensialnya lebih efektif, tanaman lavender yang ditanam di halaman bantu menangkal nyamuk.

    8. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Ilustrasi tanaman marigold Foto: Getty Images/schnuddel

    Tanaman berbunga cerah ini dapat mencegah nyamuk mendekat. Piretrum adalah zat dalam marigold yang bermanfaat mengusir serangga tersebut. Selain nyamuk, tanaman ini dapat mengusir kutu daun, thrips, dan hama lainnya.

    9. Catnip

    Catnip dalam famili mint, tetapi tampilan dan aroma yang dikeluarkan cukup berbeda dari varietas mint pada umumnya. Meski begitu, tanaman ini dapat mencegah gigitan nyamuk berkat kandungan nepetalactone-nya.

    Tanaman ini mudah mudah tumbuh dan cenderung menyebar ke seluruh pekarang. Jadi, sebaiknya ditanam dalam pot.

    10. Bawang Putih

    Bawang putih termasuk bahan alami untuk mengusir nyamuk berkat allicin yang terkandung di dalamnya. Senyawa yang memberikan bau tajam itu akan dilepaskan saat bawang putih dihancurkan atau dicincang.

    Penting diketahui, zat penangkal nyamuk dalam sejumlah tanaman di atas tidak akan berhasil jika tidak dipergunakan dengan baik. Dalam artian, detikers dapat memanfaatkan tanaman dengan memangkasnya, menghancurkan daun, atau menggosokkan daunnya yang telah dihancurkan ke kulit agar terhindar dari gigitan nyamuk.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lalat Langsung Kabur Jika Melihat Warna Kuning? Begini Faktanya!



    Jakarta

    Salah satu serangga yang kehadirannya mengganggu adalah lalat. Serangga satu ini memiliki kemampuan terbang yang gesit sehingga sulit untuk menangkapnya.

    Kehadiran lalat tidak diinginkan karena hewan satu ini membawa berbagai penyakit. Riset mengatakan lalat bisa menyebarkan lebih dari 65 penyakit, termasuk demam tifoid, kolera, dan diare. Apabila mereka hinggap ke atas makanan, tentu berbahaya.

    Berbagai cara dilakukan untuk membasmi lalat. Salah satu percobaan dalam sebuah riset yang dilakukan oleh University of Florida berhasil menemukan fakta baru yang tak disangka-sangka. Dalam laporan riset tersebut dikatakan bahwa lalat tidak menyukai warna kuning.


    Hasil penelitian di dalam Journal of Medical Entomology edisi terkini, mengukur preferensi warna dengan menggunakan tes perilaku yang menentukan warna mana yang paling dituju lalat. Riset tersebut menunjukkan banyak lalat yang tertarik dengan warna biru. Sementara warna kuning tidak banyak dihampiri lalat.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga menghasilkan hal yang sama. Mereka melakukan metode riset dengan meletakkan dua meja dengan piring makan. Satu meja memakai warna kuning dan satunya lagi memakai warna lain. Riset tersebut menunjukkan bahwa lalat cenderung enggan mendekati warna kuning.

    Dari hasil penelitian ini, banyak yang percaya bahwa memakai warna bohlam kuning juga dapat mengusir lalat. Alasannya bukan karena lebih redup, tetapi warna kuning lebih terang bagi penglihatan mereka. Oleh karena itu, mereka akan langsung menjauh saat melihat objek dengan warna kuning.

    Kamu bisa menerapkan cara ini di rumah karena jauh lebih aman daripada memasang perangkap kimia atau harus berkejaran untuk mengusirnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan Drainase! Ini Peran Pentingnya untuk Perumahan



    Jakarta

    Sistem drainase merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah wilayah perumahan. Fungsinya sebagai aliran air. Jika sistem drainasenya buruk atau bahkan tidak ada maka wilayah tersebut akan dapat lumpuh ketika hujan lebat dan banjir tiba.

    Nah buat yang belum tahu apa itu sistem drainase dan apa saja kegunaannya, sima penjelasannya di bawah ini.

    Apa Itu Sistem Drainase?

    Melansir dari Klopmart, sistem drainase prasarana untuk membuang air secara massal melalui permukaan maupun bawah tanah. Perencanaan sistem drainase yang matang dapat membuat baik masyarakat dan lingkungan menjadi lebih aman dari serangan banjir saat hujan lebat tiba.


    Sistem drainase memiliki peran yang berbeda untuk daerah perkotaan atau industri yang lebih padat penduduk. Tidak jarang drainase digunakan untuk membuang air limbah rumah tangga atau pabrik langsung menuju tempat pengolahan.

    Pentingnya Sistem Drainase di Perumahan

    Mengutip dari situs yang sama, berikut ini adalah beberapa manfaat dari sistem drainase, yaitu:

    1. Perumahan Lebih Tertata

    Perumahan identik dengan bangunannya yang tertata rapi, jalanan beraspal, namun tidak membuat selokan sebagai salah bagian dari sistem drainase.

    Malah terkadang selokan itu ditutup dengan beton. Padahal sudah jelas hal itu bukanlah langkah yang tepat. Apalagi ketika tidak dibuatnya lubang di sisi pinggir jalan untuk mengalirkan air.

    2. Mencegah Kerusakan Jalan dan Banjir

    Sistem drainase yang baik dapat mencegah berbagai macam masalah yang dapat muncul akibat banjir seperti mengendalikan permukaan air tanah, erosi, hingga kerusakan jalan dan bangunan. Itulah mengapa menutup selokan di depan rumah menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan.

    3. Mengalirkan Air

    Sistem drainase yang baik memang harus berhubungan secara sistematik. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan air hingga mencapai kali, sungai, danau, laut, atau daerah resapan lainnya.

    Untuk itulah mengapa penting sekali membuat sistem drainase tepat di perumahan. Jika tidak, maka hanya menunggu saja masalah-masalah yang telah disebutkan muncul dengan sendirinya.

    4. Mencegah Penyakit Menular

    Sistem drainase yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit di atas diperlukan sanitasi yang baik, salah satunya dengan menyediakan sistem drainase yang baik pula.

    5. Melestarikan Lingkungan

    Manfaat dari adanya drainase yang terakhir adalah dapat melindungi alam dan lingkungan menjadi lebih baik. Seperti menjaga kualitas tanah dan kualitas air pada suatu wilayah.

    Jenis-jenis sistem Drainase

    Setelah tahu apa itu sistem drainase dan seberapa penting dengan keberadaanya, berikut jenis-jenis sistem drainase yang perlu kamu tahu.

    1. Drainase Alami

    Jenis drainase ini ada karena ada proses alami. Misal, sebuah daerah tergerus oleh air dalam waktu yang lama yang kemudian membuat sebuah sistem atau aliran air yang alami. Contoh paling sederhana adalah sungai.

    2. Drainase Buatan

    Drainase buatan adalah jenis drainase yang dibuat dan direncanakan oleh manusia. Jenis drainase ini digunakan di area perkotaan atau area padat aktivitas lainnya dimana curah hujan yang tinggi dapat kelebihan air dan berujung banjir.

    Saluran air buatan yang paling sering ditemui adalah gorong-gorong dan parit atau selokan yang terbuat dari pipa ataupun beton.

    3. Drainase Permukaan Tanah

    sistem drainase ini memang sengaja dibuat di atas permukaan tanah. Fungsinya adalah untuk mencegah genangan dan agar air permukaan dapat langsung disalurkan dari sebuah kawasan ke kawasan lain.

    4. Drainase Bawah Tanah

    Berbeda dengan drainase permukaan tanah, drainase bawah tanah umumnya letaknya tersembunyi. Karena drainase ini diletakkan di bawah tanah karena beberapa alasan, salah satu yang paling umum adalah ketersediaan lahan untuk membangun sistem drainase. Sistem ini yang sering digunakan sebagai drainase perkotaan.

    5. Drainase Single-Purpose

    Dari segi fungsi, drainase single-purpose alias cuma punya satu tujuan yaitu untuk membuang aliran air hujan atau air limbah rumah tangga.

    Pemisahan saluran air seperti ini dapat membantu proses pengolahan kelebihan air dari suatu kawasan menjadi lebih mudah. Tetapi, dengan pemisahan fungsi, berarti sama dengan harus membangun sistem drainase 2 kali lebih banyak.

    6. Drainase Multi-Purpose

    Berbeda dengan single-purpose, sistem drainase multi-purpose tidak membedakan antara sistem drainase untuk air hujan atau air limbah. Walaupun akan lebih hemat, proses pengolahan kelebihan air akan semakin lebih rumit karena ada dua jenis air yang bercampur menjadi satu.

    7. Drainase Tertutup

    Sistem drainase ini dapat menahan dan menampung air-air buangan yang sifatnya mengandung racun atau berbahaya, seperti air limbah dari industri.

    8. Drainase Terbuka

    Berbeda dengan sistem tertutup, sistem terbuka berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air hujan pada daerah-daerah lain yang membutuhkan. Sistem ini juga dapat membantu kelestarian lingkungan.

    Demikian artikel pengertian dan pentingnya sistem drainase beserta jenis-jenis yang ada di perumahan tentang pentingnya sistem drainase. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lalat Kabur Jika Melihat Warna Kuning? Begini Kata Ahli



    Jakarta

    Banyak penelitian telah dilakukan untuk mencari tahu bagaimana cara mengusir lalat. Hewan kecil ini sulit untuk diusir apalagi ditangkap karena badannya yang kecil dan gerakkannya yang gesit.

    Salah satu penelitian menemukan bahwa lalat merespon terhadap warna. Ada beberapa warna yang menarik perhatian, ada pula yang mereka hindari.

    Dalam riset yang dilakukan oleh University of Florida yang tertuang pada Journal of Medical Entomology edisi terkini, mereka memantau perilaku lalat dari preferensi warna yang dipilih oleh lalat.


    Mereka menyiapkan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat untuk mengetahui warna apa yang akan direspon oleh lalat. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa lalat lebih merespon warna biru dibandingkan kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga melakukan teknik respon warna. Mereka melakukan uji coba dengan menyiapkan dua jenis meja dengan piring berisi makanan di atasnya.

    Satu meja berwarna kuning dan lainnya tidak dicat. Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning.

    Setelah eksperimen ini, Dulux membuat sebuah proyek bernama Project Yellow Canteen yakni mengubah kantin menjadi serba kuning agar tidak ada lalat yang berani terbang di dalamnya.

    Selain warna kuning dari cat, eksperimen serupa juga bisa dicoba dengan menggunakan lampu LED kuning. Lampu ini bisa dipakai di beberapa spot di rumah, terutama dapur dan ruang makan.

    Alasan eksperimen ini diperlukan adalah agar kita mengetahui cara mengusir lalat yang paling efektif. Seperti yang kita ketahui, lalat memang tidak menggigit manusia, tetapi serangga ini membawa banyak bakteri dan kuman di kakinya.

    Kotoran tersebut bisa saja berasal dari tempat sampah atau tempat kotor lainnya. Ketika mereka terbang dan hinggap di makanan, dapat terjadi kontaminasi. Apabila makanan dan minuman tersebut dikonsumsi khawatirnya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti demam tifoid, kolera, dan diare.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Area di Rumah yang Bisa Jadi Sarang Nyamuk, Cek Sekarang!



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga pengganggu yang sering muncul di rumah. Biasanya nyamuk muncul pada malam hari untuk mengganggu penghuni rumah. Mereka menghisap darah manusia melalui kulit lalu meninggalkan rasa gatal disertai bentol pada kulit.

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management (APJIPMI), Boyke Arie Pahlevi, nyamuk yang paling sering muncul di rumah adalah Aedes Aegypti (penyebab demam berdarah), Culex (nyamuk malam yang sering terdengar berdengung), dan Anopheles (penyebab malaria yang umumnya di daerah tertentu). Selain itu, menurutnya, nyamuk juga lebih banyak muncul pada musim hujan.

    “Nyamuk lebih banyak muncul di musim hujan karena banyak genangan air yang jadi tempat ideal buat mereka bertelur dan berkembang biak,” kata Boyke saat dihubungi detikcom, pada Jumat (18/04/2025).


    Boyke juga mengatakan bahwa terdapat area di rumah yang berpotensi menjadi tempat atau sarang pertumbuhan jentik nyamuk. Di antaranya adalah ember atau wadah yang menampung air, pot tanaman terutama yang ada tatakan air, tempurung kelapa serta botol atau barang bekas yang bisa menampung air hujan, saluran air yang tersumbat, hingga kolam ikan yang tidak terawat.

    Jika terdapat salah satu dari area tersebut di rumah, sebaiknya cepat dibasmi agar tidak menambah pertumbuhan jentik nyamuk yang lebih banyak.

    “Caranya terapkan prinsip 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas. Gunakan larvasida pada tempat air yang tidak bisa dikuras. Rutin bersihkan dan buang air di wadah minimal seminggu sekali. Serta pastikan tidak ada air yang menggenang lebih dari 7 hari,” ujar Boyke.

    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain membasmi area sarang nyamuk di rumah, kamu juga bisa melakukan pencegahan agar mengurangi genangan air yang menjadi penyebab timbulnya sarang nyamuk. Boyke menyarankan 4 langkah pencegahan sebagai berikut.

    Rutin bersihkan tempat-tempat yang bisa jadi tempat air menggenang.

    • Pasang kasa nyamuk di jendela dan ventilasi.
    • Gunakan obat nyamuk (semprot, elektrik, atau oles).
    • Tanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai wangi, atau daun mint.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Cicak di Rumah? Ini Penyebab, Tempat Sembunyi, dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Cicak sering kali ditemukan merayap di dalam rumah. Sekilas reptil kecil ini memang tidak berbahaya, sehingga penghuni rumah tak perlu panik dan mencari profesional buat mengusirnya.

    Akan tetapi, cicak sebenarnya membawa parasit dan bakteri seperti salmonela dalam urin dan kotorannya. Kalau tak sengaja konsumsi makanan yang tercemar kotoran cicak, penghuni rumah bisa mengalami kram perut hebat, diare, demam, dan muntah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menjaga rumah bebas cicak. Ada banyak alasan sering ada cicak di rumah. Kalau dibiarkan, jumlah cicak bisa terus bertambah, lho.


    Lantas, mengapa rumah bisa sampai banyak cicak ya? Di mana tempat persembunyiannya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic.

    Penyebab Banyak Cicak di Rumah

    Inilah beberapa alasan ada banyak cicak di rumah.

    1. Lingkungan Lembap

    Tinggal di negara dengan iklim hangat dan lembab, berarti rumah rentan dihinggapi cicak. Reptil ini juga menyukai air yang tergenang, seperti kolam taman, pipa bocor, dan sumber air lainnya.

    2. Ada Buah-buahan

    Membiarkan buah-buahan terbuka di dapur akan menarik perhatian reptil kecil ini. Sebab, buah-buahan merupakan salah satu sumber makanannya.

    3. Ada Retakan dan Lubang

    Cicak suka menyelinap ke retakan atau celah-celah kecil seperti ambang jendela, dinding, dan pintu. Celah seperti ini menjadi titik akses cicak ke dalam rumah.

    4. Rumah Kotor

    Rumah yang kotor dengan tumpahan dan remah-remah makanan menarik bagi cicak karena bisa jadi sumber makanan mereka. Lalu, tumpukkan barang juga dapat dijadikan tempat persembunyian bagi cicak.

    5. Ada Serangga

    Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga seperti semut dan nyamuk berkeliaran, jangan heran kalau ada banyak cicak di rumah.

    Tempat Persembunyian Cicak

    Kalau mau mengatasi hama ini, penting untuk tahu tempat persembunyiannya. Berikut beberapa tempat persembunyian cicak.

    • Di bawah tumpukkan barang tak terpakai, termasuk kertas, majalah, dan koran.
    • Di belakang bingkai atau barang yang digantung pada tembok.
    • Lemari, laci, lemari pakaian, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang furnitur untuk bertelur dan bersembunyi dari predator.

    Bahan-bahan Pengusir Cicak

    Untuk mengusir cicak di rumah, penghuni rumah bisa menggunakan bahan-bahan berikut ini.

    • Bubuk Merica: Cicak dikatakan alergi terhadap merica. Semprotkan larutan merica di sekitar area yang terdapat kadal.
    • Kulit Telur: Bau kulit telur yang menyengat dapat membuat cicak merasa terganggu. Kulit telur juga memberi kesan ada makhluk besar di dekatnya.
    • Bawang merah dan bawang putih: Bawang ini memiliki aroma kuat yang tidak dapat ditoleransi oleh cicak. Campur bubuk bawang merah atau bawang putih dan gunakan larutan tersebut sebagai
    • semprotan untuk mengusir cicak.
    • Kapur Barus: Letakkan kapur barus di lemari, laci, atau di mana pun yang sering didatangi cicak.

    Itulah penyebab ada cicak di rumah beserta tempat persembunyian dan cara usirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Obat Nyamuk Alami yang Ampuh dan Gampang Dibuat


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang sering mengganggu manusia. Selain gigitannya yang bikin gatal kulit, serangga ini juga bisa memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD) oleh nyamuk Aedes aegypti.

    Untuk mengusir nyamuk di rumah, kamu bisa menggunakan obat semprotan serangga yang dijual di pasaran. Namun, zat yang terkandung di dalamnya bisa berbahaya bagi tubuh jika terlalu banyak dihirup.

    Daripada menggunakan semprotan serangga, detikers bisa membuat racikan obat nyamuk alami di rumah. Penggunaan bahan alami dinilai lebih aman bagi tubuh sehingga tidak menimbulkan efek samping.


    Lantas, apa saja obat nyamuk alami yang ampuh? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Obat Nyamuk Alami yang Ampuh dan Mudah Dibuat

    Kamu bisa membuat obat nyamuk alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Bahkan cara buatnya juga gampang lho. Dilansir situs Martha Stewart dan Healthline, Kamis (5/6/2025), berikut obat-obatnya:

    1. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Obat nyamuk alami yang pertama adalah menggunakan lavender. Tanaman satu ini memang sudah dikenal ampuh mengusir nyamuk dan berbagai serangga lainnya karena wanginya yang mengganggu indra penciuman.

    Nah, kamu bisa membuat obat nyamuk alami dari lavender. Berikut langkah-langkahnya:

    – Tuang 20 tetes minyak esensial lavender ke dalam wadah
    – Tuang 2 ons air suling (distilled water) dan 2 ons cuka putih ke wadah yang sama
    – Lalu aduk secara perlahan
    – Tuang cairan tersebut ke dalam botol semprot
    – Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan obat ke area yang banyak nyamuk.

    2. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryIlustrasi Rosemary Foto: Getty Images/Sima_ha

    Rosemary merupakan tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai obat nyamuk alami. Untuk cara olahnya, simak di bawah ini:

    – Tuang 1/4 cuka apel dan 1/4 air ke dalam wadah
    – Tuang 40 tetes minyak esensial rosemary ke dalam wadah tersebut
    – Kemudian aduk sampai merata
    – Lalu tuang ke dalam botol semprot
    – Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan obat ke area yang banyak nyamuk.

    3. Eucalyptus

    Obat alami nyamuk selanjutnya adalah eucalyptus. Kamu bisa pakai minyak eucalyptus yang diolah jadi obat semprot nyamuk. Berikut cara olahnya:

    – Tuang 40 tetes minyak eucalyptus ke dalam wadah
    – Masukkan 1/3 air dan serai yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam wadah
    – Lalu aduk hingga rata
    – Tuang cairan tersebut ke dalam botol semprot
    – Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan obat ke area yang banyak nyamuk.

    4. Peppermint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman peppermint Foto: Getty Images/La_vanda

    Kombinasi peppermint dan minyak kelapa ternyata juga dapat digunakan untuk mengusir nyamuk. Simak cara olahnya di bawah ini:

    – Campurkan 1/3 cangkir minyak kelapa dan 15 tetes minyak esensial peppermint ke dalam wadah
    – Lalu aduk hingga merata
    – Tuang cairan tersebut ke dalam botol semprot
    – Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan obat ke area yang banyak nyamuk

    Sebagai informasi, obat nyamuk alami dari peppermint juga bisa dioleskan ke kulit agar tidak digigit nyamuk.

    Berapa Lama Obat Nyamuk Alami bisa Bertahan?

    Obat nyamuk alami memang lebih baik daripada obat semprot serangga karena tidak mengandung zat berbahaya yang berisiko bagi tubuh. Namun, berapa lama obat alami ampuh untuk mengusir nyamuk?

    Pada dasarnya, penggunaan minyak esensial yang berbeda-beda akan memiliki tingkat keampuhan yang berbeda pula. Hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis produk yang digunakan.

    “Jika aromanya mulai hilang, maka daya tolak (terhadap nyamuk) pun juga perlahan hilang,” kata Rita Stadler dari Earth Kind.

    Apabila kamu tinggal di area yang lembap atau terdapat banyak pohon, maka akan lebih banyak nyamuk yang masuk ke dalam rumah. Jadi, sebaiknya siapkan obat nyamuk alami dalam jumlah banyak agar efektif mengusirnya.

    Itulah empat obat nyamuk alami yang ampuh dan mudah dibuat. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Tempat Favorit Nyamuk di Rumah, Segera Basmi!


    Jakarta

    Nyamuk adalah hama yang kerap terlihat berterbangan di dalam rumah. Serangga ini cukup mengganggu penghuni karena bisa menghisap darah sampai menimbulkan sensasi gatal pada kulit.

    Selain membuat gatal, nyamuk juga dapat membawa penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, penghuni sebaiknya memastikan rumah bebas nyamuk.

    Nyamuk ini dapat bersembunyi di berbagai tempat di dalam rumah. Penghuni bisa coba periksa tempat-tempat yang disukai nyamuk, lalu membasminya dengan semprotan anti serangga.


    Lantas, di mana tempat favorit nyamuk untuk bersembunyi? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah

    Inilah beberapa lokasi yang paling disukai nyamuk, dirangkum dari beberapa sumber.

    1. Bagian Bawah Sudut Dinding

    Dilansir dari Best Life, berdasarkan penelitian dari jurnal PNAS Nexus menemukan menyemprot insektisida pada bagian bawah dinding dapat membasmi nyamuk. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara nyamuk lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

    2. Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah tempat yang disukai nyamuk buat bersembunyi. Nyamuk tertarik dengan tempat yang ada sumber air, salah satunya kamar mandi.

    3. Dapur

    Tak hanya kamar mandi, dapur juga ruang yang ada sumber air yang disukai nyamuk. Dapur adalah tempat yang banyak genangan, terutama wastafel.

    4. Dekat Tanaman

    Tanaman hias di dalam ruangan menjadi tempat persembunyian yang menarik bagi nyamuk. Apalagi kalau tanaman terlalu banyak air dan berada di dekat jendela yang terbuka.

    Penghuni sebaiknya selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak. Lalu, periksa juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

    5. Genangan Air

    Dikutip dari USA Today, seperti diketahui, nyamuk sangat menyukai genangan air. Sebab, itulah tempat nyamuk berkembang biak.

    Nah, genangan air ini bisa muncul di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

    Kalau nggak mau rumah jadi sarang nyamuk, penghuni perlu memastikan tidak ada air yang tersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

    6. Tumpukan Barang

    Kemungkinan besar setiap rumah punya area atau sudut rumah untuk menyimpan barang tak terpakai. Tempat tersebut juga jarang dibersihkan dan barang menumpuk. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk, lho.

    Itulah beberapa titik yang perlu penghuni rumah waspadai karena bisa jadi tempat persembunyian nyamuk. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat


    Jakarta

    Kehadiran nyamuk kerap mengganggu manusia. Selain gigitannya yang bikin gatal-gatal, nyamuk juga bisa memicu penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue.

    Salah satu solusi untuk membasmi nyamuk di rumah adalah dengan menggunakan obat semprot nyamuk. Namun, kandungan zat dan aromanya dapat membahayakan manusia jika dihirup terlalu lama.

    Namun jangan khawatir, kamu masih bisa mengusir nyamuk dengan menanam beberapa jenis tanaman. Bahkan, tanaman ini juga mudah dirawat lho. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat

    Ada sejumlah tanaman pengusir nyamuk yang disebut efektif dan mudah dirawat. Dilansir situs Real Simple dan Garden Design, berikut daftarnya:

    1. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengusir nyamuk. Aroma dari tanaman ini tidak disukai nyamuk, lalat, dan kecoak sehingga memilih untuk menghindar.

    Lavender termasuk tanaman yang dapat bertahan hidup di kondisi kering dan hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Meski begitu, lavender dapat tumbuh subur di daerah yang lebih hangat.

    “Lavender menyukai udara panas dan kering, jadi cocok untuk musim panas,” ujar pakar tanaman Carmen Johnston.

    2. Serai

    Tips memasak dengan seraiFoto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti lavender, aroma serai yang menyengat membuat nyamuk memilih untuk ‘putar balik’. Tanaman yang juga disebut sereh ini juga efektif mengusir hama di halaman rumah.

    Serai termasuk tanaman yang mudah dirawat karena dapat tumbuh besar. Cukup ditanam di dalam pot besar dan letakkan di area yang terkena cukup sinar matahari.

    3. Rosemary

    Tanaman yang satu ini kerap digunakan sebagai bumbu masak agar lebih wangi dan sedap. Selain itu, rosemary ternyata juga ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah lho.

    Rosemary dapat tumbuh subur di iklim panas dan kering. Kamu bisa menanamnya di dalam pot lalu diletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

    4. Mint

    Mint termasuk salah satu tanaman yang efektif mengusir nyamuk, lalat, dan semut. Aroma kuat dari mint membuat serangga hingga hama memilih menjauh sehingga tidak akan masuk ke dalam rumah.

    Menanam mint juga terbilang mudah. Kamu bisa menanamnya di pot dan diletakkan di teras rumah. Bahkan, kamu bisa memetik daun mint untuk dikonsumsi atau digunakan sebagai pengusir serangga di dalam rumah.

    “Sebaiknya tanam mint di dalam pot dan petik daunnya secara teratur agar tanaman tetap dalam kondisi terbaiknya,” kata pakar gaya hidup Peyton Lambton.

    5. Basil

    Aroma kuat dari basil atau kemangi ternyata dinilai ampuh mengusir serangga seperti nyamuk. Pakar penata tanaman Chris Lambton mengatakan merawat tanaman basil terbilang mudah, pastikan dalam kondisi lembap, selalu cek saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari langsung.

    “Pastikan tanaman ini mendapatkan sinar matahari penuh selama 6-8 jam setiap hari dan tanahnya harus lembap serta memiliki drainase yang baik,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com