Tag: denny setiawan

  • Belajar dari Kasus di Depok, Ini Perkiraan Biaya Bangun Garasi



    Jakarta

    Garasi diperlukan bagi kamu yang punya kendaraan mobil. Hal ini untuk menjaga agar mobil kamu tidak cepat rusak karena terlalu lama kena sinar matahari maupun hujan.

    Jangan sampai kamu membuat garasi atau parkir kendaraan di tempat yang tidak seharusnya, seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Di sana, ada seorang warga yang mengecor saluran air untuk dibangun ‘garasi’ di bagian atasnya. Hal tersebut melanggar aturan yang berlaku.

    Tak heran, beberapa wilayah di Indonesia ada yang mewajibkan bagi pemilik kendaraan roda empat untuk memiliki garasi atau carport terlebih dahulu. Kira-kira, berapa ya biaya pembuatan garasi atau carport?


    Carport dan garasi merupakan hal yang berbeda. Carport adalah bangunan semi-permanen dan semi-terbuka yang terkadang dibangun terpisah dari bangunan rumah. Pada carport bisa dipasang kanopi atau dibiarkan terbuka. Sementara itu, garasi adalah bangunan tertutup yang digunakan untuk menyimpan kendaraan.

    Untuk membangun garasi ataupun carport memiliki biaya yang berbeda. Menurut arsitek Denny Setiawan, pembuatan garasi pastinya jauh lebih mahal dibandingkan dengan carport. Hal ini dikarenakan struktur yang digunakan untuk membangun garasi itu sama dengan struktur sebuah bangunan rumah. Sedangkan carport sendiri dibangun dengan struktur semi permanen.

    “Biaya bangun tentunya pasti lebih besar garasi, karena kita harus bikin dinding, lalu kemudian ada atapnya. Kalau carport bisa pakai struktur yang sifatnya semi permanen, pakai struktur baja, kemudian atapnya pakai kaca atau polikarbonat,” jawab Denny ketika dihubungi detikcom, Selasa (11/6/2024) lalu.

    Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh yang ia jelaskan pada kesempatan tersebut, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter perseginya. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Di sisi lain, ia memperkirakan bahwa biaya untuk membangun sebuah carport terhitung jauh lebih murah, hingga setengah harga dari membangun sebuah garasi dengan ukuran yang sama. Tentunya harga ini juga akan ditentukan oleh kualitas bahan yang dipakainya.

    “Untuk biaya carport sendiri tergantung dengan material yang dipakai, tapi seharusnya bisa cuman setengah harga dari bangun garasi saja, karena biasanya kan carport itu tanpa dinding atapnya pun biasanya temporer seperti kaca, atau polikarbonat. Itu sudah bisa jadi carport yang baik,” ujarnya.

    Sebelumnya, warganet ramai menyoroti oknum warga Depok, Jawa Barat yang mengecor aliran air untuk digunakan sebagai garasi. Foto-foto garasi di atas aliran air itu sudah tersebar dan banyak dikritik warganet.

    Pada foto yang beredar, terlihat landasan garasi yang dibangun di atas aliran air memiliki lebar lebih dari 2 meter. Bagian bawahnya dipasang beberapa bilah kayu sebagai penyangga dan bagian atasnya dari saluran itu dicor. Pada foto lainnya, tampak sebuah mobil sudah terparkir di ‘garasi’ tersebut.

    Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Depok menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi ‘garasi’ yang disebut berada di kawasan Sukmajaya, Depok. Kadis PUPR Depok, Citra Indah Yulianty, menegaskan pembuatan garasi di atas saluran air tersebut melanggar peraturan.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tipe Lantai Garasi yang Kuat dan Tahan Lama


    Jakarta

    Garasi atau carport adalah area yang dibutuhkan di rumah untuk memarkir kendaraan bermotor. Meski garasi memiliki struktur yang sama dengan rumah pada umumnya, membuat lantai garasi nggak boleh sembarangan, lho.

    Sebab, lantai garasi akan menahan beban berat dan gesekan dari kendaraan. Oleh karena itu, lantai garasi akan memerlukan lantai khusus untuk membantu pekerjaan tersebut.

    Kalau kamu belum tahu lantai seperti apa yang harus kamu pakai untuk garasi, simak tips berikut ini ya.


    Lantai Terbaik untuk Garasi di Rumah

    Menurut arsitek, Denny Setiawan, dalam arsitektur modern saat ini, ruangan garasi rumah sudah bukan lagi dianggap sebagai tempat yang kotor. Maka dari itu, pilihan lantai yang tersedia untuk garasi juga cukup banyak. Namun, Denny menyarankan agar bahan lantai yang digunakan itu harus bertekstur dan tahan gores.

    “Arsitektur modern yang saat ini tidak lagi menilai garasi sebagai tempat yang kotor. Karena masyarakat tentunya menggunakan garasi sebagai tempat mobil-mobil terbaik mereka. Jad biasanya semakin baik mobilnya semakin bersih juga garasinya. Itu satu hal, tapi kalau kita bicara bagaimana lantai garasi yang baik itu terus terang memang banyak pilihan. Satu hal yang pasti yaitu bahan lantai itu harus scratch proof,” tutur Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Jadi kalau misal kita pakai granit tiles atau keramik, sudah banyak di pasaran keramik-keramik yang scratch proof terhadap gesekan ban mobil. Karena gesekan ban mobil itu bisa sangat mudah sekali menggores granit atau penutup lantai yang dipakai di dalam garasi, jadi harus yang durable atau tahan gores,” tambahnya.

    Bila kamu masih penasaran, berikut ini ada beberapa saran bahan lantai garasi yang sudah diurutkan berdasarkan harga yang paling murah.

    1. Lantai Batu Alam (Batu Andesit)

    old stone texture photo Ilustrasi batu andesit. Foto: Getty Images/Fian Cahyo Dwi Prasetyo

    Menurut Denny, bahan lantai yang terbaik untuk digunakan di garasi adalah batu alam atau batu andesit. Alasannya adalah karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur, sehingga batu andesit sangat cocok dijadikan sebagai lantai garasi.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tekstur permukaan dari bahan lantai yang dipakai untuk garasi itu sangat penting. Hal arena banyak orang yang memang sengaja membuat garasi mereka sedikit miring, sehingga lantai yang bertekstur ini akan membantu gaya gesek ban mobil supaya tidak mudah tergelincir.

    “Bertekstur ini juga penting karena biasanya orang itu kalau bikin garasi agak miring sedikit, jadi tekstur ini memberikan gesekan terhadap ban,” jelasnya.

    2. Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Lebih jelasnya, Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” kata Denny.

    3. Lantai Granit Bakar

    Granite Stone Floor BackgroundGranite Stone Floor Background Foto: Getty Images/iStockphoto/kool99

    Bila kamu ingin menggunakan lantai paling mewah, lantai granit bakar ini sangat cocok bagi kamu.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Bolehkah Menggunakan Beton Cor Saja Untuk Lantai Garasi?

    Menurut penjelasan Denny, penggunaan beton cor sebetulnya tidak akan menjadi masalah yang begitu besar. Namun, perlu kamu ketahui bahwa seiring berjalannya waktu beton ini akan melalui proses yang disebut dengan muai susut, dimana beton tersebut lama kelamaan akan retak dan rusak.

    “Kalau lantai beton gak masalah, tapi seiring waktu ada proses muai susut yang bakal membuat beberapa retakan pada coran beton itu,” jawab Denny.

    Itu dia beberapa tips cara memilih bahan lantai yang cocok untuk garasi di rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Roboh Seperti Rumah di Bandung, Kenali Tanda Bangunan Alami Gagal Struktur


    Jakarta

    Sebuah video yang sedang ramai beredar menunjukkan rumah tiga lantai ambruk di Kampung Cilisung, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Penghuni rumah senpat menyadari ada suara dan retakan dari tembok, namun rumah itu berakhir rubuh.

    Mengutip dari detikJabar, penghuni rumah yang sempat terperangkap dalam reruntuhan, Dadang (58) menyadari tanda-tanda sebelum bangunan ambruk. Ia mengatakan sebelum roboh ada suara hingga retakan pada tembok.

    “Ada tanda-tanda sebelum ambruk, tembok itu retak dan mengeluarkan suara, yang di bawah di lantai satu. Saya mandi dulu, karena mau salat Ashar tapi yang lain mah pada keluar, setelah salat baru ambruk,” ujar Dadang dikutip dari detikJabar, Kamis (8/8/2024).


    Ia mengaku sempat melihat corannya retak, ring balok di lantai satu pada hari sebelumnya. Menurutnya, tembok lantai satu memang sudah lama, sedangkan bangunan lantai masih aman.

    Struktur bangunan rumah merupakan salah satu bagian utama yang harus diperhatikan. Hal ini menyangkut keamanan dan keselamatan penghuni di dalamnya.

    Namun, terkadang ada bangunan yang tidak memiliki struktur yang cukup kuat hingga sewaktu-waktu bisa rubuh.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kegagalan struktur mengacu pada keandalan bangunan. Ia menjelaskan rumah dapat dikatakan andal kalau dapat bertahan lebih dari 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya rubuh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY, Kamis (8/8/2024).

    Lantas, apa ciri-ciri bangunan rumah mengalami gagal struktur?

    Tanda Struktur Bangunan Gagal

    1. Keretakan

    Denny menyebutkan salah satu tanda paling awam dan mudah dideteksi adalah keretakan pada tembok. Hal ini terutama pada titik dekat pertemuan tiang kolom dengan balok beton.

    “Keretakan yang terdapat pada titik simpul atau pertemuan kolom dengan balok. Kolom struktur adalah tiang,” katanya.

    Balok tersebut berfungsi untuk menghubungkan antar tiang kolom. Baik tiang dan balok beton semestinya tidak bergerak hingga menimbulkan retakan di tembok sekitar.

    Oleh karena itu, Denny sangat menganjurkan agar pemilik yang akan membangun rumah perlu menggunakan jasa ahli struktur atau teknik sipil untuk melakukan perhitungan.

    “Setiap bangunan itu harus punya dasar perhitungan struktur yang tepat karena bilamana struktur itu tidak bisa atau tidak kuat menanggung beban di atasnya, dia akan menimbulkan masalah salah satunya adalah keretakan atau kegagalan struktur,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengungkap ahli struktur mengukur beban yang akan ditampung oleh bangunan. Lalu, besaran struktur yang menanggung beban bangunan tersebut.

    2. Struktur Bangunan Bergeser

    Selanjutnya, adanya struktur bangunan yang bergeser juga menjadi tanda gagalnya struktur. Pemilik rumah dapat mengobservasi bangunan rumah, seperti ada kemiringan atau atap yang melendut.

    “Sistem struktur bergeser misalnya ada atap yang kok sekarang kelihatan melendut,” ucapnya.

    3. Timbul Kekhawatiran Penghuni

    Kemudian, Denny menyebut kegagalan struktur juga ditandai oleh timbulnya kekhawatiran para penghuni. Seperti halnya melihat penampakan bangunan miring, maka penghuni mulai mempertanyakan kemungkinan rumah akan ambruk.

    “Kamu cuma masuk ke bangunan yang kamu merasa aman,” imbuhnya.

    Apabila sudah menemukan tanda struktur bangunan gagal, pemilik rumah dapat meminta ahli forensik struktur untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, maka akan ditentukan langkah selanjutnya antara melakukan perbaikan atau membangun ulang rumah.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kriteria Bangunan Rumah Aman, Nggak Khawatir Roboh


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat teraman bagi penghuninya, terutama untuk melindungi dari berbagai fenomena alam. Maka, penting sekali memastikan rumah aman agar tidak mudah rusak, bahkan sampai roboh.

    Arsitek Denny Setiawan menyebut rumah yang aman adalah bangunan yang dapat diandalkan dalam segala cuaca dan iklim. Rumah yang andal harus bisa bertahan tidak roboh setidaknya 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya roboh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY belum lama ini.


    Menurutnya, rumah dapat dikatakan aman apabila bisa menahan terpaan hujan, cuaca panas, dan gempa bumi. Hal ini penting supaya penghuni dapat hidup dengan nyaman, sehat, dan tak khawatir bangunan sewaktu-waktu rusak parah.

    Kriteria Rumah Aman dan Anti Roboh

    1. Air Hujan Mengalir Lancar ke Tanah

    Bangunan rumah harus dirancang dengan baik, sehingga air hujan dapat mengalir dengan lancar ke dalam tanah. Air semestinya mengalir dari atap, talang, sumur resapan, hingga ke got.

    “Arsitek harus bisa memastikan sistem pemipaannya benar, sehingga air hujan yang diterima di atas atap bisa tersalurkan dengan baik, hingga meresap lagi ke dalam tanah,” jelasnya.

    Hal ini penting agar tidak ada kebocoran yang dapat merusak bangunan rumah. Sebab, ada risiko plafon rusak yang kalau dibiarkan bisa ambruk.

    “Supaya tidak terdapat bocoran,(pastikan) sistem pemipaan, sistem plumbing arsitek atau ahli mechanical, electrical and plumbing (MEP),” katanya.

    2. Menangkal Hawa Panas

    Lalu, Denny mengatakan rumah aman atau andal adalah yang tidak menyalurkan radiasi panas langsung ke dalam rumah. Hawa panas yang berlebihan dapat membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman, bahkan sampai sakit.

    “Salah satu bangunan yang andal adalah tidak menyebabkan kerugian atau korban. Kalau misalnya penghuni rumahnya sampai sakit, berarti bangunannya nggak andal,” tuturnya.

    Oleh karena itu, bangunan rumah harus bisa mengantisipasi panas. Di antaranya dengan tidak menghadapkan rumah dan meminimalisir jendela ke arah barat.

    Sebab pancaran sinar matahari di sore hari biasanya sangat panas di bandingkan pagi hari. Kemudian, manfaatkan juga sun shading atau kisi-kisi sebagai penghalau panas agar rumah tidak langsung terpapar sinar matahari.

    3. Tahan Gempa

    Selanjutnya, rumah harus dibangun dan diperhitungkan dengan benar agar tahan gempa setidaknya 10 skala ritcher. Rumah yang aman semestinya tidak retak, rusak, bahkan ambruk hingga gempa 10 skala ritcher.

    “Ahli struktur selalu menghitung risiko gempa yang terjadi, sehingga bangunan rusak atau mengakibatkan terjadi keretakan hingga gempa 10 skala ritcher,” imbuhnya.

    Penting sekali memastikan bangunan rumah cukup kuat untuk mengantisipasi gempa, sehingga kalau terjadi kerusakan tidak sampai mengancam keselamatan penghuninya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Drama Bangun Rumah yang Bisa Terjadi Kalau Salah Pilih Tukang


    Jakarta

    Memperkerjakan tukang bangunan di rumah tentu kita harus berhati-hati karena bagaimana pun mereka adalah orang yang baru kita kenal. Jangan sampai kamu lengah dan membiarkan mereka bekerja tanpa pengawasan, bisa saja timbul beragam drama dan kejadian yang tidak diinginkan.

    Berikut kami rangkum, beberapa drama-drama yang bisa saja terjadi saat pembangunan rumah apabila salah memilih tukang.

    1. Pencurian

    Salah satu drama yang mungkin terjadi saat pembangunan rumah adalah pencurian. Terutama untuk pembangunan rumah yang sebelumnya sudah ditempati dan butuh renovasi. Biasanya apabila pembangunannya tidak begitu besar, penghuni rumah akan tetap berada di rumah. Kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh tukang yang memiliki niat buruk untuk mencuri barang-barang berharga.


    Apabila kondisinya seperti ini, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Melansir dari detikSumut, Kamis (5/9/2024), saat ada tukang di rumah, pastikan akses masuk ke dalam rumah terkunci sehingga tidak mudah dimasuki. Untuk pengamanan tambahan, pasang CCTV di tempat-tempat penting seperti di pintu, dekat kamar, dan area yang mungkin bisa diakses tukang. Tidak lupa simpan barang berharga seperti ponsel, kendaraan, uang, dan barang pribadi di tempat yang aman.

    2. Tukang Kabur

    Kejadian tidak mengenakkan berikutnya adalah tukang bisa saja tiba-tiba kabur dari proyek, tanpa memberikan kabar dan alasan yang jelas.

    Hal seperti ini terjadi karena perencanaan yang kurang matang, baik dalam memilih tukang maupun dalam menyusun anggaran. Terlebih lagi jika melakukan renovasi tanpa bantuan profesional, seperti menggunakan jasa kontraktor.

    Untuk menghindari kejadian seperti ini, kamu harus menyeleksi tukang sebaik mungkin. Menurut My Home Extension kamu bisa menanyakan kinerja tukang tersebut kepada klien sebelumnya. Kemudian lihat hasil kerja mereka pada proyek-proyek sebelumnya.

    Apabila mereka kabur karena bayaran tidak sesuai, sebelum menawarkan mereka suatu pekerjaan, kamu harus mempertimbangkan bayaran yang sesuai. Bisa juga meminta bantuan arsitek untuk perhitungan upahnya. Lalu, hindari memberikan pembayaran penuh di muka. Meskipun nantinya bayarannya tidak diberikan di awal, kamu tetap punya kewajiban untuk memberikan mereka uang makan atau makan serta minuman selama mereka bekerja.

    3. Pembangunan Molor

    Sebelum memulai pembangunan, ada baiknya membuat perencanaan kerja termasuk menentukan lamanya pembangunan. Pemilik rumah bisa rugi apabila memakai jasa tukang harian dengan sistem molor. Sebab, semakin lama waktu pengerjaan, maka upah yang harus diberikan semakin banyak.

    Salah satu solusinya adalah dengan selalu mengawasi pekerjaan mereka. Dengan begitu mereka bisa jauh lebih fokus saat bekerja. Jika kamu terlalu sibuk bisa juga meminta jasa konsultan pengawas untuk mengawasi pembangunan yang telah direncanakan. Biasanya dalam membangun rumah, konsultan pengawas merangkap sebagai konsultan perencana.

    “Namanya bangunan kan, kalau kita tidak bisa menghitung atau merencanakan sebuah bangunan, pelaksanaannya juga jadi tidak sesuai, bisa nyawa lho yang terancam karena kan ada yang tinggal di dalam situ,” ujar Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki.

    4. Struktur Bangunan Gagal

    Pada saat membangun rumah, tentu kita harus mempercayakan kepada tukang yang ahli. Selain itu, kamu juga harus berkonsultasi kepada arsitek apabila ingin membangun rumah dari 0.

    Hal ini untuk mencegah kesalahan konstruksi yang berpotensi bangunan ambruk atau rusak setelah rumah dihuni. Selain rugi dari segi waktu dan biaya, keselamatan penghuni rumah juga terancam.

    Maka dari itu, kamu perlu memilih tukang yang berpengalaman dan memang memahami pekerjaannya. Kamu bisa menilai tersebut dari hasil kerjaan mereka di proyek sebelumnya, bagaimana mereka memahami model rumah yang akan dibangun, dan pada saat pembangunan rumah berlangsung.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tanda-tanda bangunan gagal adalah banyak ditemukan keretakan pada simpul dan pertemuan kolom, struktur bangunan bergeser, hingga kamu merasa tidak aman saat berada di dalam rumah seperti sering timbul suara, ada serpihan bangunan yang jatuh, dan sebagainya.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” ungkapnya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Tinggi Bikin Rumah Lebih Adem Mitos atau Fakta? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu pasti menginginkan desain yang bisa membuat rumah terasa sejuk dan adem. Sebab, rumah yang terasa pengap dan panas sepanjang waktu pasti membuat penghuni rumah tidak nyaman, terutama saat tidur. Beberapa orang percaya salah satu aspek penting yang membuat rumah lebih sejuk adalah ketinggian plafon rumah. Kira-kira mitos atau fakta ya?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak dapat menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Justru rumah dengan plafon tinggi membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan jika di dalamnya ditambahkan AC.

    Dengan demikian, saat membangun rumah dengan plafon tinggi, kamu tidak bisa sembarangan menentukan ketinggiannya. Perlu mempertimbangkan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.


    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Denny rumah setidaknya memiliki banyak ventilasi, tritisan, dan jendela agar terasa lebih sejuk dan hemat material pembangunannya.Lebih lanjut, berikut penjelasannya.

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Setidaknya ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang. Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa keluar masuk melalui ventilasi tersebut. Ventilasi silang ini juga lebih optimal apabila ditambah dengan adanya kipas angin.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Meskipun ada ventilasi yang cukup, rumah bisa panas apabila sinar matahari menyorot langsung ke dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa batasi pancaran sinar dengan menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” ujarnya.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Tidak hanya perlu menghalau sinar matahari, kamu juga harus mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam daur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ada material alternatif lain yang bisa digunakan seperti roster atau kerawang bata untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Beli, Ketahui Dulu Untung Rugi Beli Rumah Hook


    Jakarta

    Rumah hook adalah rumah yang berada di sudut atau sisi perempatan, di mana terdapat dua sisi rumah yang tampak yakni samping dan depan.

    Kata hook berasal dari bahasa Belanda yang berarti Hoek yang berarti sudut atau pojok. Dalam bahasa Inggris sendiri, kata hook berarti kait.

    Kamu akan sering mendengar sebutan ini saat membeli rumah terutama di sebuah perumahan. Penyebutan ini juga menandai lokasi rumah tersebut yakni berada di ujung barisan rumah.


    Apabila kamu tertarik untuk membeli rumah hook, ketahui dahulu kelebihan dan kekurangannya berikut.

    Kelebihan Rumah Hook

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah hook diuntungkan karena memiliki 2 sisi yang tampak sehingga rumah tersebut memiliki 2 ruang pandang yakni di samping dan di depan.

    Keuntungan lainnya adalah rumah dengan hook jauh lebih baik untuk kesehatan. Sebab, semakin banyak jendela di rumah, maka mempermudah cahaya matahari masuk ke dalam. Selain itu, dengan adanya dua sisi yang tampak, dapat terjadi cross ventilation di dalam rumah. Cross ventilation ini dapat mendorong udara panas keluar sehingga rumah jauh lebih sejuk.

    “Rumah hook justru secara kesehatan lebih baik karena matahari bisa lebih banyak masuknya. Udara bisa lebih enak karena terjadi cross ventilation di dalam rumah,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (4/12/2024).

    Kekurangan Rumah Hook

    Mengingat lokasinya di sudut dengan 2 sisi yang tampak, rumah hook mendapat lahan yang lebih luas daripada rumah lainnya. Lahan yang lebih luas juga berpengaruh pada harga jualnya. Denny menyebut biasanya rumah hook dijual lebih mahal dibanding rumah lainnya.

    “Biasanya lebih mahal karena rumah hook memberikan kemungkinan yang lebih mewah untuk para penghuni rumah karena dua sisi,” jelasnya.

    Kekurangan kedua adalah rumah hook memiliki dua sisi garis sempadan bangunan yakni garis batas minimal yang membatasi bangunan dengan lahan lain. Meskipun lahannya lebih luas, tetapi pemilik rumah tidak boleh membangun rumah lebih luas ke samping dari garis batas yang dibuat oleh pengembang.

    “Berarti ada dua sisi dari tanah yang harus digunakan sebagai garis sempadan bangunan, sisi depan dan sisi samping yang berdekatan dengan jalan itu tidak boleh dibangun,” ungkapnya.

    “Jadi aturan tata kotanya tetap melekat bahwa di dua sisi daripada tanah hook ini nggak boleh dibangun. Itu harus jadi taman atau bidang-bidang yang sifatnya semi permanen,” lanjutnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Susun Motif Lantai Biar Nggak Salah Pasang Keramik Kayak Ular Kadut



    Jakarta

    Keramik bermotif bila disusun dengan benar bisa mempercantik isi rumah. Namun, salah pasang keramik pun bisa membentuk motif yang unik, lho. Seperti yang sedang ramai di media sosial, netizen menunjukkan motif lantai mereka yang malah mirip ular kadut.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan cara menyusun motif keramik atau granit bermotif sebenarnya bebas sesuai selera pemilik rumah. Namun, membeli keramik bermotif biasanya sudah disertai petunjuk cara pemasangannya.

    Ia menjelaskan keramik bermotif seperti urat diagonal bisa disusun dengan beberapa cara, seperti bookmatch ataupun membentuk alur. Bookmatch menghasilkan bentuk kotak ketika beberapa keramik disusun bersama.


    “Kebanyakan keramik bermotif dengan alur diagonal dimaksudkan untuk disusun secara bookmatch,” ujar Denny kepada detikProperti, Kamis (26/12/2024).

    Lantai Rumah Mimi PeriPola Susun Keramik Bookmatch Lantai Rumah Mimi Peri Foto: Tangkapan Layar TikTok @mimi.perireal

    Lantas, gimana caranya supaya nggak salah pasang keramik? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Susun Motif Lantai Biar Nggak Salah Pasang Keramik

    1. Rencanakan Motif Keramik

    Denny mengatakan penting menentukan dan merencanakan pola pemasangan keramik sejak awal bangun atau renovasi rumah. Sebab, kalau terlanjur pasang tetapi tidak suka hasilnya, tidak bisa diubah lagi. Keramik akan rusak saat dicopot.

    “Sebenarnya di setiap keramik itu ketika kita beli, kita bisa minta petunjuk sama produsennya cara pasangnya gimana,” katanya.

    2. Baca Petunjuk Pemasangan

    Lalu, ia juga mengingatkan untuk meneliti atau membaca ulang petunjuk dalam kemasan keramik yang dibeli. Petunjuk bisa tertera di kotak keramik ataupun buku manual.

    “Tukang ada yang baca, ada yang nggak. Biasanya justru malah di gambar arsiteknya yang ada petunjuk cara pasang keramik gimana,” ucapnya.

    3. Pilih Motif yang Cocok dengan Ukuran Ruangan

    Selain itu, Denny menyarankan untuk mempertimbangkan ukuran motif keramik yang cocok dengan ukuran rumah. Ukuran motif bisa menciptakan kesan tertentu pada suatu ruangan. Adapun ruangan yang tergolong kecil, menurutnya, bisa berukuran hingga 3×3 meter.

    Jika ruangannya besar, sebaiknya menggunakan motif yang cenderung besar. Sementara itu, keramik bermotif kecil lebih cocok dengan ruangan yang kecil karena terkesan ramai.

    “Kalau menggunakan keramik yang motif yang kecil di ruangan yang besar kesannya membuat ruangannya menjadi terasa terlalu ramai. Jadi sebaiknya untuk ruangan yang besar bisa menggunakan keramik dengan ukuran besar dan motif yang besar,” jelasnya.

    Sebelum diberitakan, banyak netizen mengikuti tren pamer lantai rumah yang salah pasang keramik. Netizen baru menyadari motif lantai mereka unik dan justru lebih mirip bentuk ular kadut.

    Lantai Keramik Motif Seperti Ular KadutLantai Keramik Motif Seperti Ular Kadut Foto: Tangkapan Layar TikTok @putri_yosa01

    Salah satunya pemilik akun TikTok @putri_yosa01, Ulfa yang merasa salah pasang keramik setelah melihat video rumah milik content creator Mimi Peri. Menurutnya, pemasangan lantai bermotif di rumah Mimi Peri yang benar.

    “Lantai keramik Mimi Peri pemasangan keramiknya jadi kotak-kotak walaupun beda motif dengan keramik punya saya,” ucap Ulfa kepada detikProperti, Rabu (26/12/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mana yang Lebih Baik, Kamar Mandi di Dalam atau di Luar Kamar?



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang penting di rumah. Lokasinya ada yang berada di dalam kamar tidur dan ada pula di luar kamar. Biasanya yang berada di luar kamar untuk digunakan bersama-sama. Lantas, di mana posisi kamar mandi yang lebih baik?

    Menurut Arsitek Denny Setiawan mengenai penentuan posisi kamar mandi kembali lagi pada kebutuhan si pemilik rumah.

    “Tergantung pada fungsinya. Tapi memang kamar mandi itu ada kaitan dengan fungsionalitas. Tentang efektivitas. Jadi semakin dekat si pemilik rumah, biasanya akan lebih nyaman,” jelas Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Ia menilai kamar mandi yang berada di luar kamar dapat meningkatkan empati dan kesadaran pada masing-masing anggota keluarga, terutama anak-anak. Selain itu, kamar mandi di luar kamar juga melatih penghuni rumah agar dapat mengatur waktu dengan baik.

    “Kamar mandi bersama artinya kita bisa mendidik sedari awal generasi muda untuk mau berbagi dengan orang lain. Mau punya empati untuk memikirkan kepentingan orang lain,” ujarnya.

    Dari segi biaya, pembangunan kamar mandi di luar kamar jauh lebih murah daripada kamar mandi di setiap kamar.

    Sementara itu, keuntungan kamar mandi di dalam kamar adalah kamu bisa menggunakannya kapan saja dan bertanggung jawab atas kamar mandi tersebut. Apabila kamar mandi di salah satu kamar rusak, di kamar lain tetap ada kamar mandi yang bisa digunakan.

    “Keunggulannya lebih cepat, lebih bisa dimanage (diatur) kebersihannya oleh diri sendiri. Tapi kelemahannya kita nggak bisa punya kesempatan untuk belajar berbagi sama orang lain karena punya space (ruang) sendiri,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Denny mengingatkan selain posisi kamar mandi, ada satu hal yang jauh lebih penting. Setiap kamar mandi perlu memiliki ventilasi udara yang memadai. Tujuannya agar kamar mandi tidak sampai lembap setelah digunakan.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” tutur Denny.

    Bentuk ventilasi ini seperti lubang aliran udara. Salah satu bentuk ventilasi yang ia sarankan adalah dengan memasang jendela boven. Ventilasi ini tidak perlu dibuka atau ditutup. Dari luar pun tidak bisa mengintip ke dalam. Namun, di pertemuan dua kaca atas dan bawah terdapat jarak untuk jalur keluar dan masuk udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Ukuran dan Material Lantai Garasi yang Tepat


    Jakarta

    Keberadaan garasi diperlukan apabila pemilik rumah memiliki mobil. Hal ini agar pemilik rumah tidak perlu pusing-pusing mencari tempat parkir untuk mobil di dekat rumah.

    Membangun garasi tidak bisa sembarangan, ukurannya harus disesuaikan dengan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Apabila tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, maka pemilik rumah bisa membangun carport saja.

    Nah, kira-kira berapa ya ukuran garasi yang ideal?


    Ukuran Garasi

    Menurut arsitek Denny Setiawan, memiliki garasi di rumah bisa membuat nilai properti meningkat. Namun jika luas tanahnya tidak memadai, maka jangan memaksakan untuk membangun garasi.

    Denny mengungkapkan, untuk membangun garasi bisa menggunakan ukuran yang standar. Ia mengatakan bahwa ukuran garasi untuk sebuah mobil itu biasanya dibangun dengan standar ukuran 3 x 6 meter, dan untuk kelipatan selanjutnya cukup dikalikan dengan jumlah mobil saja.

    “Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Untuk rumusnya sendiri nggak ada, menurut standar yang kami pakai, ukurannya hanya ini,” tambahnya.

    Lebih detail, Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

    Dalam memilih lantai yang tepat untuk garasi, Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores. Apa saja contoh-contohnya? Berikut ini informasinya.

    1. Lantai Batu Alam (Andesit)

    Menurut Denny, bahan lantai yang terbaik untuk digunakan di garasi adalah batu alam atau batu andesit. Alasannya karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur, sehingga batu andesit sangat cocok dijadikan sebagai lantai garasi.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tekstur permukaan dari bahan lantai yang dipakai untuk garasi itu sangat penting. Hal ini karena banyak orang yang memang sengaja membuat garasi mereka sedikit miring, sehingga lantai yang bertekstur ini akan membantu gaya gesek ban mobil supaya tidak mudah tergelincir.

    “Bertekstur ini juga penting karena biasanya orang itu kalau bikin garasi agak miring sedikit, jadi tekstur ini memberikan gesekan terhadap ban,” jelasnya.

    2. Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Lebih jelasnya, Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” kata Denny.

    3. Lantai Granit Bakar

    Bila kamu ingin menggunakan lantai paling mewah, lantai granit bakar ini sangat cocok bagi kamu.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Itu dia tips untuk menentukan ukuran dan material lantai garasi yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com